Note : Moya benar-benar minta maaf karna cerita gaje ini agaknya ngebashing chara Kushina haha gomen ne Kushina-san ini demi kepentingan cerita aja kok #kushina : *bawa golok* #Author: *kabur* oya sekedar info aja nih, jadi ada yang tanya kenapa fugaku bisa gak tahu kalau itu rumahnya itachi, karna fugaku kan minta itachi untuk pindah rumah dan tidak berkomunikasi lagi dengannya. jadi si Fugaku sama sekali gak tahu kalau sekarang si Itachi udah sukses. itu kalau gak salah ada di chapter 9 atau chapter 8 atau chapter 7 gitu, author lupa #digolok

ne jujur ya ini chap yang paling author suka loh ! #gak_nanya #pundung

Chapter 10 : Naruto Uzumaki

Kakashi memandang bosan laki-laki keriput di hadapannya itu, sudah hampir lima jam dia berdiam diri disana tanpa mengatakan apapun, saat Kakashi akan pergi laki-laki keriput itu langsung menahannya, tapi setelah itu dia akan melamun lagi seperti sekarang.

"hoi kau pikir pelanggan itu Cuma kau saja ?"

Kakashi melipat tangannya di depan dada.

"apa menurutmu Naruto menyukaiku ?"

Jadi ini ada sangkut pautnya dengan si pirang, yang benar saja, ingatkan Kakashi untuk menjitak kepala Naruto yang seenak jidatnya meminta cuti saat Itachi datang ke club.

"tidak mungkin dia –"

Itachi mengangguk lemah. Ternyata benar dia tidak pernah menyukaiku, tapi kenapa dia memintaku untuk menunggunya. Apa dia sedang mempermainkanku.

"tapi kenapa dia memintaku untuk menunggunya ?"

Kakashi menghela nafas berat, sebenarnya Itachi itu bodoh atau pura-pura bodoh, bahkan orang bodohpun tahu kalau Naruto itu menyukainya.

"karna dia menyukaimu baka !"

Itachi mendongak.

"bukannya tadi kau bilang Naruto tidak mungkin menyukaiku ?"

Kakashi memijat pelipisnya yang berdenyut nyeri, dia tidak menyangka berurusan dengan Itachi akan sangat menguras emosi seperti ini.

"siapa yang bilang begitu ? aku bilang tidak mungkin dia tidak menyukaimu bahkan keledaipun tahu kalau Naruto itu menyukaimu, kau itu bodoh atau apa ?"

Kakashi menuangkan segelas air mineral ke gelas kosong Itachi.

"apa kau bilang begitu tadi ?"

Grr boleh kumasukkan dia kedalam kandang singa sekarang.

"Ya, awalnya aku ingin bilang begitu tapi kau memotong ucapanku !"

Dia benar-benar membuatku Out Of Character.

"Lalu kenapa dia pergi saat aku datang tadi ?"

Kakashi mengangkat bahu.

"Entahlah, dia bilang dia ada urusan penting jadi dia cuti hari ini."

Itachi meminum air mineral yang ada di gelasnya.

"Urusan apa ?"

Kakashi memberikan selembar kertas kepada Itachi.

"cari tahu sendiri, kau pikir aku pengasuhnya !"

Itachi tersenyum, Kakashi benar-benar baik.

"Terimakasih Kakashi-san."

Lalu Itachi bergegas pergi meninggalkan bar. Aku tidak perlu menunggumu, karna aku yang akan menjemputmu, Naruto.


Sepasang safir itu memandang sayu papan nama di kamar rumah sakit tersebut. Sudah berapa lama dia tidak kesini. Padahal baru kemarin dia datang untuk memberikannya bunga lavender, tapi rasanya seperti lama sekali dia tidak datang kesini.

'kriet'

Disana berbaring seorang laki-laki bersurai pirang yang menggantungkan hidupnya pada peralatan medis yang menempel di tubuhnya. Sudah tujuh tahun berlalu, dan kau masih saja terbaring seperti mayat dikasur ini, apa kau tidak lelah, nii-san.

"aku datang."

Tidak ada jawaban. Naruto tertawa hambar. Dia memang membenci wanita itu, tapi dia tidak akan bisa membenci laki-laki di hadapannya ini, bahkan bisa dibilang dia mau melakukan sandiwara ini karna dia ingin membantu laki-laki pirang itu. Intinya dia sangat menyayangi laki-laki pirang itu.

"nii-san aku sudah keluar dari tempat terkutuk itu."

Naruto membelai surai pirang laki-laki itu.

"lalu kaa-san meminta hal yang tidak mungkin sebagai bayaran atas apa yang aku lakukan padamu. Kita kembar tapi kenapa hanya kau yang di inginkan, dan kenapa aku juga tidak pernah bisa membencimu, padahal harusnya aku iri padamu, harusnya aku benci padamu, tapi kenapa aku tetap saja menyayangimu, kenapa aku tidak pernah bisa membecimu, jawab aku nii-san !"

Tangan tan itu berhenti.

"kau tahu dia memintaku untuk mengubur diriku sendiri dan menggantikan posisimu."

Tes

"dia memang seperti itu bukan ? dia tidak pernah menyukaiku sejak dia bilang bahwa aku mengidap skizofrenia, atau bahkan dia memang tidak pernah menyukaiku dari awal."

Hening, tidak ada jawaban yang diterima Naruto.

"ne Nii-san, aku merindukanmu. Cepatlah kembali."

Tes

Safir Naruto membola, apa barusan laki-laki pirang itu menangis.

"Nii-san bisa mendengarku ?"

"kau anak pembawa sial !"

"apa salahku kaa-san ?"

"karna kau ayahmu meninggal !"

"ti-tidak Ruko tidak salah kaa-san! Tou-chan hanya ketiduran saat itu, dia juga bilang akan melihatku tumbuh dewasa."

Kau salah Ruko, kalaupun kau tidak salah tidak akan ada yang mau membelamu, mereka akan selalu menganggapmu salah, kaulah yang salah.

"kaa-san hentikan ! Tou-san meninggal bukan karna Ruko-chan, dia dibunuh oleh seseorang."

"nii-chan."

"dan anak pembawa sial inilah pembunuhnya !"

"Kenapa kaa-san tidak menegrti juga ! Ruko itu tidak salah !"

"Nii-chan."

"tenanglah Ruko-chan, nii-chan tahu Ruko-chan tidak salah kok."

Plak

"Kenapa kaa-san menamparku ?"

"karna kau lebih memilih anak pembawa sial ini dari pada kaa-sanmu sendiri !"

"sudah cukup ! aku tidak tahu lagi bagaimana cara agar kaa-san mengerti."

"nii-chan tidak apa-apa ?"

"uhm, ini tidak sakit kok, sudah jangan dipikirkan apa yang dikatakan oleh kaa-san ya, kaa-san hanya tertekan setelah kematian tou-chan."

"pipi nii-chan biru, pasti sakit sekali."

"Iie ini tidak sakit kok."

Kau lihat itu, pipinya memar karna tamparan wanita itu tapi dia tetap mengatakan bahwa itu tidak sakit, dia hanya ingin menghiburmu. Kau membuatnya terluka, kau selalu membuat masalah, kau anak yang tidak di harapkan, harusnya kau tidak pernah ada, kau harusnya membunuh dirimu sendiri lalu mereka akan senang, karna kau memang tidak pernah diharapkan.

"Ruko tidak mau !"

"Roko-chan kenapa ?"

"Ruko tidak mau mati ! Ruko tidak mau !"

"sst tenanglah nii-san disini, Ruko-chan aman sekarang."

Perlahan-lahan laki-laki itu membuka kelopak matanya, sepasang safir yang sudah lama Naruto rindukan kini bisa dilihatnya lagi. Kau kembali.

"Nii-san okaeri."

Safir bertemu dengan safir.

"Ru-Ruko-chan ? kau benar Ruko-chan ?"

Tangan tan laki-laki itu menyentuh pipi Naruto.

Tes

"wajahmu semakin kurus, apa yang terjadi ?"

Naruto menggeleng.

"tidak ada yang terjadi."

Laki-laki itu mengerutkan keningnya saat melihat penampilan Naruto yang menurutnya aneh. Surai pirang pendek acak-acakan, baju kemeja longgar, celana jeans panjang, dan dada rata. Tunggu, sepertinya ada yang salah disini, kenapa dada imoutunya bisa serata itu. Dia harusnya mengalami masa pubertas saat ini dan harusnya imoutunya itu memilikinya, tapi kenapa milik imoutunya bisa serata itu. Dia juga tidak feminim sama sekali. Dia malah terlihat seperti duplikat dirinya, yah wlaaupun pada dasarnya mereka memang kembar identik, tapi ruko itu perempuan dan dia adalah laki-laki, dan saat ini dia benar-benar mirip dengannya, kemana perginya Ruko-channya yang cengeng itu.

"kenapa penampilanmu seperti laki-laki ? apa setelah aku koma kau jadi terobsesi untuk menjadi diriku?"

Awalnya dia hanya ingin bercanda, tidak serius sama sekali tapi saat melihat adik kecilnya itu tidak menjawab, entah kenapa tiba-tiba perasaannya berubah tidak enak.

"katakan sesuatu Ruko-chan !"

Naruto terkejut saat tahu laki-laki itu membentaknya, selama ini laki-laki itu tidak pernah membentaknya dan saat mendengar laki-laki itu membentaknya kenapa rasanya sakit sekali.

"Ruko-chan maafkan aku, aku tidak bermaksud membentakmu. Aku hanya khawatir padamu."

Laki-laki itu memaksakan dirinya untuk duduk dan menarik Naruto kedalam pelukannya.

Seketika itu juga tangisan Naruto pecah, beban yang selama ini di pendamnya seakan ikut keluar dalam setiap isakannya. Aku pikir aku akan benar-benar sendiri nii-chan, aku takut kalau kau tidak akan kembali lagi.

"sst.. tenanglah aku disini."

Laki-laki itu membelai lembut surai pirang Naruto. Apa yang sudah aku lakukan, kenapa aku membiarkan Ruko-chan menjadi seperti ini, aniki macam apa aku ini.

"kaa-san bilang aku harus bertanggung jawab."

Tanggung jawab untuk apa.

"Dia bilang aku yang menyebabkan nii-san koma."

Itu tidak benar, Ruko-chan sama sekali tidak salah.

"Aku harus berpura-pura menjadi nii-san, dan menjadi boneka hidup untuknya. Aku benar-benar kehilangan hidupku nii-san."

Tidak mungkin, ini sudah keterlaluan.

"kenapa kaa-san melakukan itu ?"

Tanya laki-laki itu sambil melepaskan pelukannya. Ditatapnya adik kecil itu dengan tatapan prihatin.

"Dia tidak ingin melihatku sebagai Naruko, dia bilang Naruko itu tidak ada, dia hanya punya Naruto, jadi saat nii-san koma aku harus menggantikan posisi nii-san, karna memang kaa-san tidak pernah menganggap Naruko itu ada."

Laki-laki itu mengepalkan tangannya. Dia tidak tahu adik kecilnya itu menanggung beban seperti ini. Berpura-pura menjadi orang lain dan menjadi boneka hidup itu sangat menyakitkan, dia tahu itu.

"maafkan nii-san, harusnya nii-san bisa melindungimu. Nii-san bukan nii-san yang baik untukmu."

Naruto menggeleng, tangan tannya membingkai wajah laki-laki itu, memaksa agar kedua safir laki-laki itu terarah padanya.

"Ruko senang kok bisa menjadi nii-san karna Ruko bisa membantu nii-san untuk mendapatkan Hinata."

Benar juga, bagaimana keadaan gadis lavender itu. Apa dia sudah punya pacar. Are, apa Ruko-chan tadi bilang kalau dia menjadikan Hinata mili –

"milikku ?"

Beo laki-laki itu tidak percaya.

"uhm… Hinata menerimaku, Ruko hebatkan nii-san ?"

Laki-laki itu mencubit kedua pipi Naruto gemas.

"curang, harusnya aku yang menyatakan perasaanku pada Hinata, kenapa jadi Naruto palsu ini yang mendahuluiku ?"

Naruto tertawa melihat wajah laki-laki itu yang kini seperti kepiting rebus.

"gomen, tapi sepertinya nii-san kalah start dengan Naruto jadi-jadian ini hihi."

Ne nii-san aku senang akhirnya kau kembali.

Aku janji mulai sekarang akan terus melindungimu Ruko-chan, aku tidak akan memaafkan siapapun yang berani membuatmu menangis lagi, termasuk diriku sendiri ataupun kaa-san, tidak ada yang boleh membuatmu menangis lagi, itu tugas seorang aniki bukan.

"tadaima Ruko-chan."

Naruto ah bukan Ruko atau Naruko mengangguk semangat.

"uhm ! Okaeri Naruto-niichan."

Masih TBC kok :D

Cuap cuap author :

Hohoho udah kebongkar nih ya siapa Naruto yang selama ini ada di chap-chap sebelumnya.

Chap depan akan menceritakan kisah cinta Naruto yang "asli" dan Hinata + alasan kenapa Ruko harus berpura-pura menjadi Naruto. Dan chap depan itu cerita dari sudut pandang Kushina.

Udah segitu aja cuap-cuapnya

See you next chap !