Terlihat si tamu mulai kesal. Terus ditekannya bel berkali-kali.

Jaejoong dari dapur berteriak pada kibum untuk membukakan pintu rumah.

Mendengar lengkingan suara jaejoong akhirnya kibum sadar, sedari tadi bel berbunyi terus. Kibum berdiri dan berjalan dengan malas menuju pintu untuk membukakan pintu rumah.

Ketika pintu terbuka.

"silahkan masuk" sambut kibum tanpa melihat sang tamu.

"bummie?"

.

.

.

.

.

.

.

.

Chapter 10

" Bummie?' tenyata si tamu mengenal kibum.

Kibum yang membukakan pintu tanpa melihat wajah si tamu merasa heran dengan suara berat dari si tamu. Terdengar tidak asing, terlebih lagi si tamu memanggil namanya.

Kibum mendongkakan kepala demi mengidentifikasi siapa tamu tersebut.

Alangkah terkejutnya dia, kini berdiri sesosok pria yang paling disukainya sekaligus yang paling dihindarinya saat ini.

Choi siwon, iya benar saat ini siwonlah yang menjadi tamu tersebut. Kibum diam mematung melihat choi siwon. Semua kejadian yang terjadi selama beberapa bulan terakhir ini tergambar jelas diingatannya.

Awal mula dia membiarkan seorang pria asing tanpa wajah menyewa kamar di apartmennya. Dia mulai jatuh cinta dengan pria tersebut dan mulai berkencan dengannya. Dan terakhir kejadian beberapa hari lalu yang membuatnya melarikan diri jauh dari seoul menghindari pria yang paling ingin ditemuai semua yeoja sekorea.

Kenapa pria ini bisa berada di tempat ini, itu yang ada dalam pikiran kibum. Kacau, iya saat ini dia merasa kacau. Orang yang paling dihindarinya saat ini berdiri tepat dihadapannya.

"oh kau sudah dating siwonie" secara tiba-tiba namja yang diidentifikasi sebagai jung yunho merangkul pundak siwon.

Dengan kedatangannya yunho, membuyarkan lamunan kibum dan siwon.

"hei kibum ah kenapa malah diem di depan pintu, tidak mempersilahkan tamu masuk". Sambung yunho lagi.

"ah i…i…itu maaf. Silahkan masuk" balas kibum gelagapan.

Setelah mempersilahkan masuk, kibum segera berbalik meninggalkan yunho dan siwon yang masih berdiri di depan pintu.

Siwon ingin meraih tangan kibum, tapi kibum sudah pergi meninggalkan mereka. Terlihat sekali bahwa kibum tidak ingin bertemu dengannya.

"hei selebritis papan atas mampir kerumahku. Ayo masuk. Akhirnya sekian lama kita bias bertemu kambali." Kata yunho semangat sambil menarik siwon masuk kedalam rumah.

Di meja makan

Kini terlihat 3 orang sedang duduk dimeja makan, sang pemilik rumah tuan jung yunho beserta istri tercintanya kim jaejoong dan seorang tamu tampannya yang baru saja sampai, choi Siwon selebritis terkenal sekorea bahkan se dunia.

Tunggu dulu, mana gadis cantik yang selama beberapa hari terakhir ini tinggal di kediaman keluarga jung.

Melihat kibum tidak ada di meja makan, yunho merasa heran.

"boo jae, kemana kibummie?" Tanya yunho.

"kibummie ada d kamar. Dari tadi aku sudah memanggilnya, mungkin sedikit lagi dia akan turun" jawab jaejoong sambil menata makanan diatas meja makan.

Sudah 10 menit mereka menunggu tapi kibum tidak kunjung dating.

"boo jae, ada apa dengan kibummie. Sudah waktuny makan malam. Kenapa dia lama sekali" Tanya yunho khawatir.

"ah kau ini chagya, taukan kita kedatangan seorang choi siwon, mungkin dia sedang berdandan. Kau tidak bilang siwon itu temanmu, dan mau datang hari ini, kalau tau begini kan aku bisa dandan juga" jawab jaejoong dengan heboh.

"yah kau ini boo, buat apa dandan untuk siwon jelek ini" kata yunho cemburu

Siwon hanya tersenyum kecil melihat kelakuan yunho dan jaejoong. Tapi dalam hatinya dia tau persis kenapa sampai sekarang kibum tidak kunjung bergabung dengan mereka. Sebegitu bencinya kibum padanya. Takdir apa ini, susah payah dia mencari kibum nyatanya kibum berada di rumah teman masa kecilnya sekaligus direktur utama dari perusahaan ayahnya cabang busan, jung yunho.

Yunho dan siwon sudah berteman sejak kecil, ayah mereka adalah sahabat karib. Ayah siwon seorang pebisnis, sedangkan ayah yunho adalah seorang petinggi di kesatuan kemiliteran.

Ayah yunho yang seorang jendral menginginkan yunho menjadi tentara, tetapi yunho lebih memilih menjadi pebisnis. Sedangkan ayah siwon yang seorang pebisnis menginginkan siwon menjadi penerusnya malah lebih memilih menjadi selebritis.

Sebenarnya yunho bisa saja membangun bisnis sendiri dengan bantuan modal dari ayahnya. Tapi yunho tidak mau, dia ingin mengumpulkan uang sendiri untuk nantinya membangun bisnis sendiri. Mengetahui itu ayah siwon, tuan choi menawarkan posisi kepada yunho. Awalnya yunho menolak, tapi dengan berbagai bujukkan ditambah lagi tuan choi tidak punya orang kepercayaan dan yang bisa diandalkan yang bisa menangani perusaahan cabang busan yang hampir bangkrut akhirnya yunho menerima tawaran tersebut. Lagipula tuan choi sudah seperti appa sendiri bagi yunho. Dan hitung-hitung membantu tuan choi mengelolah perusahaan menggantikan choi siwon sampai siwon siap masuk kedalam dunia bisnis.

Yunho sudah tidak sabaran menunggu kibum yang tak kunjung dating. Ditambah lagi yunho merasa tidak enak kepada siwon yang sedari tadi menunggu untuk memulai makan malam. Tuang rumah macam apa yang membuat tamunya menunggu.

"boo, tolong susul kibum. Aku tidak enak kepada siwon" pintah yunho lembut.

"ah gwencana hyung. Mungkin dia tidak ingin bertemu denganku." Jawab siwon sambil tersenyum tipis penuh kepedihan.

Mendengar kata-kata siwon membuat jaejoong juga merasa tidak enak.

"eh mana mungkin, ku dengar kibum sangat fans dengan mu. Mungkin saja dia sedikit gugup melihat idola yang ingin ditemui berada di depan matanya." Balas jaejoong berusaha meyakinkan siwon.

Siwon hanya terdiam berusaha menahan pedih dihatinya.

Sementara itu, kibum yang ditunggu-tunggu sedari tadi sedang mondar-mandir di dalam kamar tidurnya.

Kibum bingung, kenapa siwon bisa sampai di sini. Kelihatannya siwon mengenal yunho dengan baik. Bagaimna mereka bisa saling menggenal. Apakah siwon sengaja kesini karena menggetahui kibum ada di sini. Apa selama ini siwon mencarinya. Bagaimana bisa dunia begitu sempit pikir kibum.

Ketika kibum sibuk dengan pemikirannya, tiba-tiba pintu kamarnya diketuk

Tok tok tok

"bummie yah, apa kau di dalam" sahut seseorang dari luar yang bisa kita identifikasi dari suara lembutnya bahwa itu jaejoong

"ah oenni" balas kibum sambil membuka pintu kamarnya.

"kenapa kau lama sekali oeh? Ayo kita makan malam. Yang lain sudah menunggu" ajak jaejoong.

"aku tidak ingin makan eonni" balas kibum

"ayolah, kau sudah kurus begini masah tidak mau makan. Nanti ahjumma dan ahjussi piker aku tidak memberimu makan selama disini" paksa jaejoong sambil menarik kibum.

Mau tidak mau kibum mengikuti jaejoong.

Kini kedua gadis keluarga kim sampai di ruang makan.

Melihat kibum, seketika siwon langsung berdiri menatap kibum.

"tidak perlu berdiri siwon ssi, ayo silakan duduk" sahut jaejoong.

Siwon kembali duduk, tapi tanpa menggalihkan pandangannya pada kibum.

Kibum yang di tatap, malah menundukan kepalanya.

"oh yah kibum, ini choi siwon. Kau pasti sudah kenalkan." Kata yunho

"aku kan sudah pernah bilang kalau aku kenal baik dengan siwon, tapi kau dengan jaejoong tidak pernah percaya" jelas yunho.

"ahh nee nee, sekarang aku percaya chagya" balas jaejoong.

"oh yah siwon, ini kibum. Sepupunya boo jaeku. Aku dengar dia fans berat padamu" terang yunho pada siwon.

Siwon tidak mengeluarkan sepatah katapun. Dia terus menatap kibum, sedangkan kibum yang ditatap tetap diam membisu menundukan kepalanya. Menghindari pandangan siwon.

"ah karna sudah lengkap, ayo kita mulai makan" kata yunho.

"ah sebelum itu, siwon ah makanan itu ada di meja makan. Bukan di wajah kibum" tambah yunho yang melihat siwon sedari tadi terus menatap kibum.

"hahahaha coba lihat kibum sedari tadi menunduk malu karna tatapanmu siwon ssi" timpal jaejoong.

" ah ituu sebenarnya…..."

"itu mungkin siwon merasa tidak enak dengan ku yang orang asing" potong kibum sebelum siwon meneruskan perkataannya.

Ada apa ini, kenapa kibum pura-pura tidak mengenalnya. Semarah itukah kibum, apakah kibum membencinya. Mendengar perkataan kibum, siwon hanya bisa terdiam menatap piring kosong didepannya.

"hahaha tenang kibum ah. Siwon an bukan orang yang seperti itu. Iyakan?" balas yunho.

"nee" jawab siwon sambil tersenyum yang dipaksakan.

Acara makan malam ini terlihat sesekali yunho melemparkan candaan mesra kepada jaejoong. Sedangkan siwon dan kibum yang duduk bersebrangan malah diam membisu. Keduanya sibuk dengan pemikiran masing-masing.

Suara siwon kadang terdengan hanya untuk membalas pertanyaan-pertanyaan yunho dan jaejoong.

Setelah makan malam usai, kibum membantu jaejong membereskan sisa-sisa makan malam. Sedangkan siwon di ajak yunho keruang kerjanya untuk membahas masalah pekerjaan.

Melihat gelagat kibum yang sedari tadi hanya diam saja, padahal didepannya ada choi siwon, jaejong merasa heran. Jaejoong tahu persis bagaimana gilanya kibum pada siwon.

"ada apa denganmu kibum?" Tanya jaejoong penuh selidik.

"ah ani ya eonnie" balas kibum sambil membilas piring yang dicucinya.

"please deh, aku mengenalmu sedari dulu." Kata jaejong sambil memengang pundak kibum.

"aku tau persis, kau itu begitu tergila-gila dengan siwon. Tapi saat ada siwon d rumah ini mustahil kau akan tenang seperti ini kim kibum" lanjut jaejoong.

"aniya eonni. Aku hanya sedang banyak pikiran saja." Balas kibum tetap menyembunyikan hal yang sebenarnya.

Jaejoong menyerah menanyakan ada hal apa dengan kibum. Akhirnya selesai mereka membereskan oeralatan makan, jaejoong meminta kibum membawakan the buat yunho dan siwon yang sedang bekerja.

Dengan berat hati kibum membawakan the buat mereka.

Tok tok tok

Dibukanya pintu ruangan kerja yunho.

"ini aku membawakan teh dan cemilan" kata kibum sambil masuk kedalam ruangan kerja.

Ketika memasuki ruangan kerja tersebut, di dapatinya siwon sedang duduk sendiri sambil membaca beberapa file.

Siwon mendongkakkan kepalanya mendengar suara yang paling dirindukannya.

Kibum gelagapan.

"ini tehnya" kata kibum sambil meletakan dua cangkir teh dan sepiring cemilan.

Setelah meletakkan the di meja, kibum bergegas ingin keluar dari ruangan tersebut. Ketika kibum hendak beranjak, siwon secara tiba-tiba memeluk kibum dari belakang.

"lepaskan aku" amuk kibum

"aku tidak akan melepaskanmu lagi" kata siwon masih tetap memeluk kibum dari belakang.

Kibum berusaha merontak melepaskan diri dari pelukan siwon. Tapi, seberapa kekuatan yang dimiliki kibum dibanding dengan siwon. Yang jelas kibum kalah kuat jauh dibanding siwon. Seberapa kuat kibum berontak tetap tidak bias lepas dari siwon.

"aku mohon,jangan seperti ini. Aku mencintaimu kibummie." Kata siwon lirih

Kini kibum menghentikan gerakannya untuk meloloskan diri.

"cinta? Apa menipu bisa dikatakan cinta" Kata kibum sakartis

"aku tidak pernah bermaksud menipumu. Semua yang aku rasakan itu benar adanya". Balas siwon sambil melepaskan pelukannya dan membalik badan kibum menghadap dirinya, agar dia bisa melihat wajah yang sangat dirindukannya.

"tidak bermaksud katamu? Berpura-pura menjadi orang lain, tinggal di tempatku, memintaku berhenti menyukai choi siwo dan malah memintaku menyukai seorang Andrew, yang ternyata mereka adalah orang yang sama. Apa menyenangkan bagimu melihat aku tertawa dengan semua sandiwaramu?" kata kibum sambil berteriak dengan keras di hadapan siwon.

"aku tidak pernah bermaksud menyembunyikan semua fakta ini. Aku hanya menunggu waktu yang tepat kibum ah. Kau tau, aku sudah menyiapkan semua kejutan hari ini tepat di konserku." Bela siwon

"kejutan, iya kejutan. Aku sangat terkejut mengetahui ternyata kau seorang choi siwon. Bahwa kau

Mendengar keributan dari dalam ruang kerjanya, yunho segera masuk kedalamnya.

Dilihatnya pemandangan dimana siwon sedang mencium kibum..