Halooo... oh ngomongin judul fic ini, itu bukan author aseli deh bukan saya. Baca aja terus buat tahu siapa sih sebenarnya Edogawa Luffy, btw penname author huruf 'e' pada Edogawa, pake huruf kecil hehe oh iya, fanfic ini merupakan sekuel dari fanfic author yang berjudul Love is Nakama. Dan ini merupakan fanfic crossover pertama dan mungkin yang terakhir author. Saya berharap masih ada yang membaca dan kalo bisa ada yang review fic saya ini... selamat menikmati... terima kasih.

Disclaimer : Semua karakter yang terlibat kecuali OC bukan punya saya.

Genre : (Mayor) Family, Friendship, Romance; (Minor) Adventure, Drama, Comedy(?), Action.

Warning : OOC, banyak OC, alur berantakan, banyak typo, AU/AR/AT, karakterisasi ga jelas, dll.

GAME OF SHADOWS

"Welcome to Final Show!" gumam pria yang memiliki paras belasteran.

Diluar jendela ruangan tempat dia berdiri, terbentang lautan luas yang sebenarnya jaraknya beratus meter dari gedung tempatnya bekerja itu.

XXX

"Dragon, kau tahu kan ini bukan urusan kita." Kata Garp.

"Tidak, oyaji. Ini ada sangkut pautnya dengan Pemerintahan Dunia. Aku tidak mau dunia yang damai ini dikotori oleh tangan – tangan Gorousei. Kau pasti tahu itu karena itu kau memutuskan menjadi marinir, untuk mengetahui kebenaran yang disembunyikan mereka." Jawab Dragon.

"Lalu apa kau akan tinggal disini untuk seterusnya?"

"Aku pasti pulang, begitupun dengan Ryuusei."

"Bahahahaha... hei, Dragon, kalau kau pulang kau harus membawakan donat dan senbei yang enak itu ke rumah."

XXX

"Ran, sepertinya aku masih harus berada disini. Maaf aku-" *cup*

Ran memotong ucapan Conan dengan kecupan mesra yang membuat suaminya itu blushing. Raichi kemudian bersama Sonoko dan Shounen Tantei pun kembali ke Tokyo bersama bajak laut Topi Jerami. Sementara Conan, Subaru, Haibara, dan Heiji tetap di Okinawa untuk menyelesaikan kasus. Sebelum mereka berangkat, Conan meminta Luffy untuk menjaga keluarganya karena dia takut organisasi yang selama ini diincarnya akan menyadari keberadaannya dan mengancam nyawa keluarganya.

"Shishishi... serahkan saja padaku, Conan, kita kan nakama."

XXX

"Zehahahaha... siapa yang kutemukan disini? Mugiwara."

"AAAHHHH! Kurohige!"

Tanpa pikir panjang marinir Luffy pun mengejar Kurohige namun Kurohige melancarkan serangan ke arah Ran. Tak ada yang melihat serangan itu namun duo Luffy berhasil menangkis serangan Kurohige itu.

"Zehahaha... menarik. Apa yang kau lakukan di tempat ini, Mugiwara?"

Satu per satu kelompok bajak laut Blackbeard pun bermunculan. Marinir Luffy dan Luffy menengok ke arah Rock Sunny lalu mengatakan :

"Oi Omaera*... bersiaplah untuk bertarung." - Luffy

"Ossan, diam dan biarkan aku menghadapinya. Dia masih punya hutang yang harus dibayarnya karena menyerangku dan sekarang dia melawan keluarga dan nakamaku." – Marinir Luffy

Bajak laut Topi Jerami pun memasang pose menyerang sementara anak – anak mereka seperti Olvia, Saulo, Kuina, Zou, dan Yuzu bertugas untuk melindungi Ran, Raichi, Sonoko, Agasha, dan Shounen Tantei. Sementara itu duo Luffy masih sibuk berselisih dalam hal bertarung melawan Kurohige.

"Zehahahahaha... aku tidak menyangka akan bertemu denganmu, Monkey D. Ryuusei."

"Siapa yang kau panggil Monkey D. Ryuusei. Namaku Edogawa Luffy. Fleet Admiral yang bertugas di Marinford."

"Zehahahahahaha... menarik sekali. Pantas saja kau tidak terpengaruh dengan jurusku waktu itu, jadi itu kau yang kulawan saat di Impel Down. Apa kau tahu kalau kau adalah anak raja bajak laut makanya kau mengganti namamu."

BAM

"Jangan menghina aniki, kakek tua!" Raichi menendang gelang kairouseki tepat mengenai wajah Kurohige.

Tendangan maut itupun sukses merontokkan gigi Kurohige yang memang tidak banyak, gelang itu juga membuat lecet di wajahnya yang membuat Kurohige memalingkan wajah ke arah pemuda berumur lima belas tahun itu.

"Ini pertarungan antara kau dan aku. Berani menyerang adikku, aku tidak akan tinggal diam."

Tangan yang memegang Kurohige itu menghitam sehingga membuat Kurohige tidak bisa mengeluarkan buah setannya. Bajak laut janggut hitam itu hanya tertawa dengan keras membuat bulu kuduk Sonoko dan Ayumi berdiri. Olvia dan Saulo mengamankan Sonoko, Agasha, dan Shounen Tantei serta Ran dan Raichi ke dalam Rock Sunny. Salah satu dari anak buah Kurohige, Si Sniper yang author lupa siapa namanya, menembakkan peluru haki ke arah Ran dan Raichi atau mungkin Olvia dan Yuzu. Entahlah tapi peluru itu mengarah kesana. Sebelum Usopp sempat bereaksi, marinir Luffy tanpa melihat menembakkan peluru yang sama ke arah peluru yang melaju dengan kecepatan cahaya tersebut.

DRAP

Peluru itu terbelah dua dan tepat sebelum mengenai Olvia, marinir Luffy sudah berdiri di hadapan mereka dan menangkis potongan peluru sniper tersebut.

"Terima kasih, Ryuusei." Ucap Olvia kembali mengamankan Tim Ran.

"Don't let your guard down, missy."

XXX

"Ada yang ingin kau katakan padaku, Raichi-san?"

Tim Defense OP sedang berada di dalam ruang santai sementara tim offense bertarung melawan bajak laut Blackbeard. Sejak marinir Luffy meneriakkan kata – kata itu pada Olvia, Raichi terus melihat ke arah Olvia. Tentu saja hal itu membuat Olvia merasa sedikit tidak nyaman, dia lalu meletakkan bukunya dan menghadap Raichi.

"Oh apa dia adalah tipe wanita yang kau sukai Raichi?" goda Sonoko.

"Aniki adalah orang yang baik. Dia adalah kakak terbaik yang pernah kumiliki dan aku rasa Luffy-aniki menyukaimu, Olvia-san, bagaimana denganmu?" mengabaikan Sonoko, Raichi pun menjawab Olvia.

Mendengar perkataan Raichi, Olvia sedikit terkejut. Dia tidak menyangka akan mendapat jawaban seperti itu tapi lalu dia tersenyum pada Raichi dan menjawabnya.

XXX

Dari arah tak terduga, sebuah peluru kembali mendarat pada sniper Kurohige yang membuat kacamatanya pecah. Burgess yang melihat arah peluru itu kemudian mencoba untuk menyerang penembak yang dihalangi oleh Sanji. Matanya berbentuk hati sangat kontra sekali dengan perkataannya pada Burgess yang serius.

"Luffy-oniichan!"

"Akemi!"

Akemi hampir terjatuh ketika peluru dari sniper Kurohige meleset mengenai salah satu baling – baling helikopter yag dinaiki Akemi. Gadis berusia empat belas tahun itu lalu masuk kembali ke dalam helikopter. Tak lama kemudian gadis itu menjatuhkan tubuhnya dari helikopter.

"Oniichan! Luffy-oniichan, tatsukete...!"

"Dasar bodoh!"

Beruntung parasut yang Akemi pakai akhirnya terbuka dan gadis itu berhasil terjun payung dan mendarat di Sunny Go. Trio idiot dengan mata berbinar – binar melihat aksi Akemi pun teralihkan membuat mereka menerima hadiah bogeman mentah dari navigator mereka.

BLETAK

"Apa yang kau lakukan pada gadis cantik itu Ryuusei!" marah Sanji melompat ke arah Luffy marinir namun dia berhenti ketika melihat Luffy marinir memeluk gadis itu.

"Jangan melakukan hal itu lagi. jeez... kau ini... aku tidak mau kehilanganmu, adik bodoh."

"Gomen ne oniichan, aku hanya ingin membantumu."

"Diamlah di kapal ini. Raichi juga ada di kapal ini, mereka bukan tandinganmu Akemi. Mengerti!"

"Baiklah, Luffy-oniichan."

XXX

"Hahahaha..." tawa Sabo melihat pemandangan di hadapannya.

"Apa yang kau tertawakan, Sabo?" tanya Ace heran.

"Ryuusei dan kau, Ace. Kalian sungguh mirip. Aku seperti melihatmu memarahi Luffy saat kita masih kecil dulu."

XXX

"Ossan, ayo kita hajar dia habis – habisan."

"Shishishi... oke."

"Oniichan, tangkap ini!"

Pertarungan melawan Kurohige pun dimulai... menggunakan dua kekuatan buah setan yang dicurinya, Kurohige pun mengerahkan seluruh kekuatannya. Tentu saja bajak laut Topi Jerami lainnya tidak tinggal diam, mereka menghadapi anggota Kurohige yang lain. Sejak eksekusi Luffy, para veteran Topi Jerami terus melatih kemampuan dan kekuatan mereka hingga semakin kuat. Mereka juga berlayar mengarungi lautan untuk menjaga wilayah yang pernah diselamatkan Luffy dari bajak laut lainnya yang mencoba berbuat onar, meskipun era kekuasaan bajak laut sudah lama menghilang tetapi mereka tetap bertahan sebagai Bajak Laut Topi Jerami. Sama halnya dengan SHP, Kurohige pun mengasah kemampuan dan kekuatan mereka melebihi kekuatan empat Yonkou pada masa mereka, sekarang semua yang mereka capai diuji dengan lawan masing – masing dari SHP.

Sementara bajak laut Topi jerami generasi pertama bertarung melawan Kurohige, tim defense bersantai dan ber-BBQ ria sambil menonton pertarungan sengit itu. kembali ke beberapa saat yang lalu ketika Raichi menanyakan pendapat Olvia terhadap Ryuusei, Olvia hanya tersenyum dan tidak memberikan statement apapun untuk mendukung ataupun menyanggah pertanyaan Raichi yang lebih mirip pernyataan. Dia mengatakan kalau dia tidak memandang Luffy (Ryuusei) dengan cara itu dan dia yakin kalau Raichi salah akan pendapatnya. Raichi mengatakan kalau dia tidak mungkin salah karena dia bisa membedakan sikap kakaknya, misalnya terhadap Yuzu, kakaknya jelas menganggap Yuzu seperti adiknya sama seperti sikapnya padanya dan Akemi, begitupun dengan Kuina. Tapi sikapnya pada Olvia, sama seperti sikap Luffy-ojichan kepada Nami-obachan dan ayahnya kepada ibunya. Raichi mengatakan kepada Olvia kalau kau tak akan mungkin mempercayainya karena dia terlalu bodoh untuk menyadarinya dan dia adalah orang paling polos dan paling tidak peka seantero dunia. Olvia hanya terdiam mendengarnya namun entah mengapa dia berharap kalau semua yang dikatakan Raichi itu benar.

"Hei... kalau kalian punya banyak waktu membicarakan hal itu, bagaimana kalau kalian membantuku mengamankan kapal ini." Ujar Zou.

"Aku tidak masalah kalau Ryuusei-san/Olvia-san menjadi kakak iparku." Komen Yuzu dan Saulo.

"Ya, aku juga menyukaimu, Olvia-chan. Luffy sangat beruntung memiliki istri sepertimu kelak." Goda Ran yang diiyakan oleh Sonoko.

"Oi."

"Berisik!"

Yuzu menendang Zou yang ditangkis oleh kembarannya itu. keduanya jarang sekali bertengkar namun ketika mereka bertengkar, maka itu seperti Sanji dan Zoro. Pertengkaran saudara kembar itu harus terhenti ketika suara keroncongan menggema dengan keras di telinga mereka, Akemi hanya tertunduk malu ketika semua mata tertuju padanya disusul oleh Raichi dan Genta yang meringis kelaparan. Sebagai koki kapal generasi kedua, Yuzu pun menyudahi pertengkaran konyolna dengan Zou dan mulai menyiapkan makan siang untuk mereka semua namun Raichi berpendapat lain. Raichi dan Zou menyarankan untuk ber-BBQ di dek kapal sambil menonton pertarungan SHP.

Kembali ke saat sekarang, aroma daging BBQ menyeruak menusuk hidung duo Luffy yang teralihkan dari Kurohige. Keduanya melihat ke arah dek kapal, saat itulah keduanya baru menyadari bahwa mereka berdua sangat lapar.

"Hei Ossan, bagaimana kalau kita selesaikan pertarungan ini sesegera mungkin?!"

"Shishishi... ayo Ryuusei, aku tak mau kehilangan daging – daging itu."

"Jangan lupakan aku, Luffy, Ryuusei, aku masih punya urusan dengan dia."

"Jangan ikut-ikutan Ace/Ace-ossan!" respon Luffy dan Luffy marinir.

"Zehahaha... apa ini... ternyata membutuhkan tiga orang hanya untuk melawanku. Jadi kau mengakuinya kalau aku sudah lebih kuat dari sebelumnya."

"Hah?! Lawanmu itu adalah aku!" jawab ketiganya.

"Garp-jiichan, apa kau mau bertaruh denganku, siapa yang akan mengalahkan Kurohige?" kata Sabo sambil menikmati BBQ di dek kapal bersama Garp dan tim defense OPxDC.

"Aku bertaruh sepuluh donat kalau Luffy-aniki yang akan melawan Kurohige dan mengalahkannya." Raichi ikut bertaruh.

"Bwahahaha... kalau gitu aku juga bertaruh lima donat dan empat kilo daging kalau Ryuusei yang akan menang."

"Hahaha... kalau gitu aku akan bertaruh untuk Ace dan Luffy, tiga lusin donat kalau mereka yang akan menang."

"Aku bertaruh untuk Luffy kalau dia yang akan menang, tujuh kilo daging." Kata Nami ikut nimbrung.

"Bu, kau tidak ikut bertarung dengan mereka? Aku saja yang menggantikanmu ya..." ujar Zou bersemangat.

"Apa kau tidak lihat? Lawanku sudah kukalahkan." Jawab Nami menunjuk lawannya yang sudah ditangkap oleh anggota revolusioner.

"Fufufu... sepertinya menarik, kalau begitu aku bertaruh untuk Ryuusei kalau dia akan menang. Aku akan memberikan Olvia untuknya." Jawab Robin yang disambut dengan hi-5 oleh Raichi. Tentu saja itu membuat Olvia tersedak karena tidak menyangka kalau ibunya sendiri mengatakan hal itu padanya.

"Masih dua puluh lima tahun lebih muda bagi Ryuusei untuk Olvia." Komentar Zoro yang memasang taruhan pada Ace.

"Yohohoho... rasanya seperti melihat Luffy-san dan Robin-san menikah jika Ryuusei dan Olvia-san menikah nanti." Komentar Brook membuat Nami dan Zoro memberikannya tatapan yang sulit diartikan, "Yohohoho... Nami-san, Zoro-san, apa kalian berdua merasa cembur-"

BRUAK SAAAS

XXX

"Ossan... biarkan aku yang menghadapinya. Biar bagaimanapun aku adalah marinir, sudah tugasku menangkap bajak laut seperti dia. orang tua seperti kalian sebaiknya duduk dan lihat aku mengalahkannya." Kompromi Luffy marinir sambil terus menghindar dan menyerang Kurohige.

"Marinir sepertimu sebaiknya duduk dan tunggu hingga aku mengalahkannya." Ujar Ace sambil terus menghindar dan menyerang.

"Dia adalah lawanku." Dengan itu Luffy melesat melewati Luffy marinir dan Ace kemudian menyerang Kurohige sendirian.

"Pencuri start."

Seperti itulah ketiganya tidak mau saling mengalah dalam mengalahkan Kurohige. Sementara semua anggota bajak laut Kurohige sudah ditangkap oleh pasukan revolusioner. Ketiganya masih bertarung memperebutkan Kurohige, Kurohige tentu saja tidak tinggal diam, dia mencoba membebaskan anggotanya dengan kekuatan yang dia miliki namun rencananya itu berhasil digagalkan Luffy marinir. Ace dan Luffy sudah mulai kelelahan begitupun dengan Kurohige, bertarung diatas laut memang membuat mereka cepat lelah apalagi ketiganya adalah pemakan buah setan.

"Di atasmu, bajak laut tua!"

Kurohige tak bisa menghindar ketika Luffy marinir memasangkan ban yang sudah dimodifikasi dengan campuran kairouseki dan beberapa bahan lain untuk mengunci kekuatan pengguna buah setan. Dia memang harus berterima kasih kepada kakek dan bibinya.

"Sudah saatnya kau pensiun, bajak laut tua! Jadi dimana mereka? Orang – orang yang kau culik dengan menggunakan kekuatan gravitasimu itu."

"Zehahaha... apa yang kau katakan? Aku tidak membutuhkan orang – orang lemah itu... mereka mungkin sudah tenggelam di laut sana."

D ZIGG

"Begini lebih cocok untukmu, bajak laut tua."

XXX

"Ryuusei, aku akan membawa mereka kembali ke Impel Down dan mengeksekusi mereka. Kau mau ikut denganku?"

"Tidak, aku masih mau disini. Terima kasih Garp-jiichan."

"Kami pergi dulu ya..." pamit Sabo dan Ace.

Mereka mengendarai Rocket Man bersama Kokoro. Akemi menghampiri Luffy marinir (Ryuusei) mengatakan kalau korban Kurohige sudah diselamatkan oleh angkatan laut dibawah perintah Dragon-ojiichan. Raicihi juga mengabarkan Ryuusei kalau Heiji-jichan dan ayah mereka sudah menangkap pelaku di penginapan itu.

XXX

"Aku tidak menyangka kalau kau akan datang kemari, Sherry."

"..."

"Apa kau datang sendiri atau... seseorang mengutusmu... Holmes from Heisei mungkin."

Perasaan itu tidak salah lagi kalau pria dihadapannya itu salah satu anggota jubah hitam. Shiho (Haibara)berusaha tenang menghadapi pria yang dikenal sebagai Profesor Moriyama itu. seluruh tubuhnya gemetaran, dia tidak suka merasakan hal itu lagi. sudah berapa tahun dia tidak merasakan perasaan itu lagi.

"A-aku datang sendirian kesini."

"Hmm..."

Pria dihadapannya itu terlihat lebih mudah dari umurnya yang sebenarnya, begitu tenang seperti yang dikatakan Conan padanya. Terdengar bunyi ketukan pintu diikuti seorang wanita yang masuk membawakan mereka camilan dan minuman. Haibara membelalakkan matanya, wanita dihadapannya itu tersenyum padanya sambil mempersilakannya untuk meminum teh dan memakan kue yang dibawakannya. Tanpa sadar airmatanya pun keluar tanpa bisa ia cegah, dia menutup bibirnya yang bergetar. Wanita yang dikenal sebagai Shiori itu hanya menatap bingung Haibara.

"Anda tidak apa-apa, nona?"

Haibara hanya bisa menganggukkan kepalanya. Profesor Moriyama tersenyum menyeringai melihat pemandangan itu seakan dia sudah tahu kalau itu akan terjadi. Dia pun mempersilahkan Shiori untuk keluar karena dia akan melakukan pembicaraan penting dengan tamunya itu.

"Siapa dia?!" tanya Haibara.

"Bagaimana kalau kubilang dia adalah Miyano Akemi, kakak kandungmu, Sherry atau harus kupanggil Haibara Ai akan Miyano Shiho."

Haibara membulatkan matanya dengan sempurna. Pria dihadapannya itu benar – benar flawless. Pantas saja Kudou kesulitan menghadapinya. Siapa sebenarnya dia? kenapa Kudou memanggilnya Moriarty? Subaru juga mengatakan kalau dia mirip Moriarty. Meskipun Sera mengatakan padanya untuk meninggalkan dua maniak Holmes itu, tapi melihat wanita yang mirip sekali dengan kakaknya itu membuatnya hampir kehilangan akal sehatnya dan terjebak dalam permainan pria dihadapannya itu.

"Kakakku sudah meninggal. Gin sendiri yang memastikan kalau dia sudah membunuhnya, kalau kau anggota BO kau pasti sudah tahu seperti apa Gin itu. Edogawa yang menyaksikan sendiri kalau kakakku meninggal." Tenggorokannya terasa kering dan dia tidak tahu harus merespon apalagi.

"Apa kau yakin? Bagaimana kalau kukatakan... obat yang dikembangkan kedua orang tuamu, itu berhasil dan kakakmu itu berkat obat itu bisa dihidupkan kembali."

"Kau tak bisa menentang takdir tuhan, Profesor Moriyama."

"Hahahaha... sejak kapan kau mempercayainya."

"..."

"Dia tidak meninggal. Kakakmu, Rum menyelamatkannya. Dia menjadi pengganti kelinci percobaan kami. Bukankah aku baik, Sherry?"

"Kedua orangtuamu. Mereka mengalami hal yang sama dengan kakakmu. Kau mungkin tidak tahu tapi kami menjadikan mereka bahan percobaan untuk obat – obat yang kau kembangkan. Hahaha... bukankah itu salahmu, Sherry, kalau mereka tidak ada lagi di dunia ini. Jadi apa kau masih percaya dengan 'Tuhan'?"

"Ya. aku lebih mempercayai-Nya dibandingkan omong kosongmu itu."

XXX

"Haibara... kau baik – baik saja?"

"Kau benar... akan sulit untuk mengalahkannya. Apa yang akan kau lakukan, tuan detektif?"

"Jadi kau sudah bertemu dengannya, orang yang mirip kakakmu?"

"...hei, apa kau yakin bisa mengalahkannya? Orang itu."

"Hanya ada satu kebenaran, Haibara, jangan lupakan itu."

XXX

"EEEHH?!"

Karena kalah taruhan, Nami menghukum Luffy untuk tidak memberikannya daging. Ryuusei kemudian memberikan sebagian daging yang diterimanya untuk Luffy dengan dalih kalau bukan karena Luffy dan Ace, dia tidak akan mengalahkan Kurohige. Sore itu mereka pun pulang ke Tokyo.

XXX

"Ryuusei, kami memutuskan untuk pulang ke Grand Line besok pagi. Pulanglah bersama kami, Ryuusei. Kami akan menunggumu di stasiun tempat kita pertama sampai disini." Ujar Luffy saat mereka sudah berada di rumah Ran, Agensi Detektif Mouri.

"Kami akan menunggumu, Ryuusei." Tambah Zou penuh harap.

"Kau tahu aku tak bisa... masih ada yang harus kulakukan disini." Jawab Luffy marinir.

"Ryuusei, kami akan menunggumu. Ayo kita pulang!" ujar Chopper berkaca – kaca.

"Aku pasti akan merindukan kalian." Ungkap Raichi. Dia berusaha untuk tidak menangis, namun melihat Akemi yang menangis. Dia tidak kuat lagi menahannya.

"Brook-jiichan, Chopper-jichan, Luffy-jichan, semuanya... kapan – kapan kembalilah kemari. Kita berpetualang bersama mengelilingi berbagai belahan dunia bersama Sunny Go." Ujar Raichi.

"Shishishi... baiklah." Balas Luffy.

"Ryuusei, malam ini kami akan tidur di Sunny Go. Kami berharap kau akan ikut dengan kami." Ujar Nami.

XXX

BERSAMBUNG

*maap ya kalo salah penulisannya, lagi – lagi ini dapet denger dari animenya pas episode apa gitu lupa ahaha

Aku ga inget tulisan kakek dan paman dalam bahasa jepang hehe tapi Luffy marinir, Akemi, dan Raichi memanggil Dragon dan Garp itu kakek dan Heiji, Sabo, Sanji, Zoro, Franky, Usopp, Chopper, dan Jinbei itu paman.