Title : Embrace the Chord
Cast
- Do Kyungsoo [Girl]
- Kim Jongin [Boy]
- Park Chanyeol [Boy]
- Byun Baekhyun [Girl]
- Park Yoonhae [OC]
- Kang Jongsuk [OC]
Genre
- Romance
- Drama
THIS IS GENDERSWITCH
DLDR!
DON`T BE SIDERS
•••
HAPPY READING
•••
"Nanti malam kita akan bermain biola bersama. Pertunjukan duet khusus untuk memperkenalkanmu sekaligus menghormati sang tuan rumah." Jongin sama sekali tidak mempedulikan ekspresi memberontak di mata Kyungsoo, "Kita memainkan Beethoven Violin Romance no 2. Kau tentu sudah tahu musik itu dan mempelajarinya, siapkan untuk nanti malam."
Pada saat yang sama, tubuh Chanyeol bergerak di sofa, seakan hendak terbangun dari tidurnya.. Kyungsoo langsung menoleh waspada sambil menatap ke arah Chanyeol, dan sekejap kemudian, Chanyeol membuka matanya.
"Kyung?" Chanyeol terduduk, berusaha memfokuskan pikirannya, kemudian matanya membelalak ketika melihat Jongin yang bersandar di pintu sambil tersenyum, "Jongin-ssi?"
Kyungsoo melemparkan tatapan penuh ancaman kepada Jongin yang ditanggapi dengan senyuman geli, sebelum kemudian dia melangkah mendekati Chanyeol,
"Kau ketiduran." Disorongkannya gelas berisi air putih di meja, Chanyeol menerimanya dan meneguknya, lalu melirik jam tangannya,
"Aku tertidur cukup lama ternyata." senyumnya melebar, "Dan apa yang dilakukan Jongin-ssi di sini?" dia melirik ke arah Jongin dan tersenyum lebar, "Apakah kalian akan mengadakan sesi latihan khusus?'
Jongin menegakkan tubuhnya yang semula bersandar santai di ambang pintu, senyumnya tidak pernah meninggalkan bibirnya, "Aku hanya mampir untuk memberitahu Kyungsoo tentang undangan pesta makan malam nanti malam." Matanya melemparkan sinar penuh tantangan kepada Chanyeol, "Aku akan membawa Kyungsoo sebagai partner makan malamku sekaligus berduet bersama di sana."
Chanyeol ternganga, tentu saja dia tahu reputasi Jongin, dan yang dia tahu pasti, Jongin selalu membawa pacar-pacarnya sebagai partnernya di setiap undangan pesta dan makan malam yang dihadirinya, tetapi kali ini dia membawa Kyungsoo, apa maksud Jongin sebenarnya?
Jongin tidak menunggu sampai Chanyeol mendapatkan jawaban, dia kemudian setengah membalikkan tubuhnya,
"Oke aku rasa urusanku sudah selesai di sini.. Nanti malam aku akan menjemputmu, Soo, pukul tujuh tepat." Jongin mengedipkan matanya, membuat mata Kyungsoo menyala karena marah, tetapi tentu saja dia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Aku tidak menyangka kalian seakrab itu." Chanyeol melirik ke arah Kyungsol dengan tatapan spekulatif ketika Jongin sudah meninggalkan mereka.
"Apa maksudmu?" Benak Kyungsoo masih dipenuhi kejengkelan karena apa yang dilakukan Jongin sehingga tidak begitu memperhatikan kilatan aneh di mata Chanyeol,
"Apakah kau tahu bahwa selama ini Jongin selalu membawa pacar-pacarnya untuk menemaninya ke setiap undangan untuknya? Dan sekarang dia membawamu sebagai partnernya, tidakkah kau berpikir bahwa orang-orang mungkin akan salah paham kepadamu?"
"Aku?" Kyungsoo terkekeh ketika menyadari maksud perkataan Chanyeol, "Maksudmu orang akan mengira aku pacar terbaru Jongin?" kali ini kekehan Kyungsoo melebar dan berubah menjadi gelak tawa, dia langsung teringat deretan pacar-pacar Jongin yang elegan dan luar biasa cantik, seperti Yoonhae misalnya, "Bagaimana mungkin orang mengira bahwa aku pacar Jongin? aku tentu saja tidak sebanding dengan kecantikan pacar-pacarnya sebelumnya."
"Kau cantik." Tiba-tiba Chanyeol tampak serius, "Jangan merendahkan dirimu sendiri Do Kyungsoo, aku rasa Jongin juga menyadari kecantikanmu, karena itu dia mendekatimu."
Pipi Kyungsoo memerah, Chanyeol tidak pernah memujinya secara frontal dan serius seperti itu, "Apakah menurutmu aku cantik?" dia memberanikan diri bertanya.
Tatapan Chanyeol melembut dan jemarinya menyentuh pipi Kyungsoo dengan sayang, "Kau cantik Kyungsoo, dan karena itulah selama ini aku selalu berusaha menjagamu, aku menyayangimu dan tidak ingin kau disakiti.. Dan sekarang aku rasa kau perlu waspada kepada Jongin.. mungkin aku salah paham dan Jongin hanya tertarik padamu karena kemampuanmu bermain biola, tetapi aku lelaki, dan seorang lelaki bisa merasakan insting kalau lelaki lain mengincar seorang perempuan.." matanya semakin lembut, "Kau tentu tahu reputasi Jongin sebelumnya, jadi ingatlah, kau harus berhati-hati."
Kyungsoo tersenyum malu-malu, bagian peringatan Chanyeol kepada Jongin sama sekali tidak didengarnya, dia hanya fokus kepada kata-kata Chanyeol, bahwa lelaki itu menyayanginya.. bahwa lelaki itu peduli kepadanya.
Chanyeol lalu melirik kembali jam tangannya dan mengerutkan kening, "Sudah sore ternyata, aku harus pulang dan bersiap sebelum menemui Baekhyun." lelaki itu tidak menyadari perubahan ekspresi Kyungsoo yang langsung disembunyikannya secepat kilat, dia menepuk pundak Kyungsoo lembut dan tersneyum, "Ingat pesanku, Kyung.. berhati-hatilah terhadap Jongin." gumamnya sebelum pergi.
Kyungsoo hanya menghembuskan napasnya kecewa.. lagi-lagi Baekhyun..
•
•
•
Yoonhae memandang lembaran undangan berwarna emas elegan itu di tangannya.. Ini adalah undangan makan malam yang seharusnya dihadirinya bersama Jongin.. sekarang Jongin bahkan tidak bisa dihubungi di mana-mana.
Apakah Yoonhae harus tetap datang? Sanggupkah dia menerima tatapan cemoohan dan kasihan dari orang-orang ketika mengetahui bahwa dia tidak datang bersama Jongin lagi? (Italic)
Tetapi mungkin saja Jongin akan datang di pesta itu, mungkin saja Yoonhae bisa merayunya dan memperoleh kesempatan untuk mendapatkan Jongin lagi.
Ya.. Pesta makan malam ini adalah kesempatannya untuk mendapatkan Jongin kembali... Yoonhae benar-benar mantap dan bertekad malam ini.. Dia kemudian memencet nomor ponsel salon langganannya.
Yoonhae akan berdandan luar biasa cantik nanti malam, supaya Jongin terpesona dan luluh kepadanya...
•
•
•
Malam itu kembali Kyungsoo menatap bayangan dirinya di cermin.
Penampilannya benar-benar feminim, apakagi rambut panjangnya digulung dengan gaya klasik di atas tengkuknya, memamerkan antingnya yang panjang dan eksotis.
Nyonya Do yang mendandaninya hingga penampilannya secantik ini.
Tetapi Kyungsoo cemberut dan benar-benar cemberut.. Jongin telah bertindak licik, mengancamnya dan memaksanya datang ke pesta itu menemaninya, dan tidak ada yang bisa dilakukan Kyungsoo selain mengikuti kemauan Jongin.. Selama foto itu masih tersimpan di ponsel Jongin, Kyungsoo tidak bisa berbuat apa-apa.. tapi mungkin dia bisa mencari cara untuk mengambil ponsel Jongin tanpa ketahuan dan menghapusnya diam-diam, setelah itu dia akan bebas merdeka dari ancaman Jongin.
Nyonya Do tentu saja sangat senang karena Jongin membawa Kyungsoo ke pesta ekslusif dan penuh dengan orang-orang penting di dunia musik klasik.
Sepertinya dalam penjelasannya yang mempesona kepada Nyonya Do, Jongin mengatakan bahwa pesta malam ini adalah kesempatannya untuk memperkenalkan Kyungsoo sebagai murid khususnya.
Bahkan Nyonya Do sama sekali tidak mengungkit-ungkit jam malam, seperti yang selalu diingatkannya ketika Kyungsoo pergi bersama Chanyeol...
Kyungsoo mencoba menghilangkan dahinya yang berkerut, tetapi dia tidak bisa menahannya ketika suara bel pintu berbunyi.
Dari kamarnya dia mendengar suara pintu yang dibuka oleh Nyonya Do dan sapaan eomma nya yang bersemangat ketika menyapa Jongin.
Gawat, eomma nya rupanya sudah kembali tersihir oleh ketampanan dan pesona Jongin.
Tiba-tiba saja Kyungsoo teringat akan kata-kata Chanyeol kepadanya sore tadi, bahwa dia harus berhati-hati kepada Jongin.
Tetapi Kyungsoo tahu pasti bahwa Chanyeol sudah tentu salah, amat sangat menggelikan dan tidak bisa dipercaya kalau sampai Jongin tertarik kepadanya. Dia sudah jelas-jelas bukan tipe Jongin dan lelaki itu tidak akan pernah meliriknya.
Menurut Kyungsoo, Jongin benar-benar tertarik kepadanya karena permainan biolanya saja.
Pintu kamarnya diketuk dengan lembut dan Nyonya Do memanggilnya karena Jongin sudah siap menunggu di depan. Kyungsoo melirik bayangannya di cermin untuk terakhir kali dan kemudian menghela napas panjang dan mengambil biolanya sebelum melangkah ke luar kamar.
Yah setidaknya dia harus bertahan untuk melalui malam ini.
•
•
•
"Pergi ke pesta makan malam?" Chanyeol mengerutkan keningnya sambil menatap Baekhyun, "Maksudmu pesta makan malam di rumah keluarga pemusik terkenal itu?"
"Iya. Sebenarnya appa yang mendapat undangan, tetapi dia tidak bisa hadir karena kondisi kesehatannya menurun, jadi dia memintaku mewakilinya. Pesta makan malam itu akan dihadiri oleh banyak orang penting dalam dunia musik, Chan.. kuharap kau mau menjadi pasanganku di pesta."
Chanyeol langsung teringat akan pesta yang dikatakan Jongin tadi, dan dia yakin bahwa ini adalah pesta yang sama, setelah menarik napas panjang, dia mengambil keputusan bahwa dia akan menemani Baekhyun datang ke pesta itu, toh dia bisa sekalian menjaga Kyungsoo kalau-kalau dugaannya benar dan Jongin bersikap macam-macam bukan?
Chanyeol memang mengagumi Jongin, sangat mengagumi permainan biolanya dan menjadikan lelaki itu inspirasinya, tetapi bukan berarti dia menutup mata atas reputasi Jongin sebagai penghancur wanita.
Selama ini reputasi itu tentu saja tidak mengganggunya.. tetapi sekarang, ketika Kyungsoo yang sangat disayanginya terlibat, mau tak mau Chanyeol harus mewaspadai Jongin.
Apalagi sudah beberapa kali lelaki itu mencium Kyungsoo tanpa izin.. melakukannya seolah itu hal yang sangat biasa, kenyataan tentang ciuman itu sebenarnya amat sangat mengganggu Chanyeol.
"Oke, beri waktu aku setengah jam untuk bersiap-siap, lalu aku akan langsung menjemputmu Baek.." gumam Chanyeol pada Baekhyun, memutuskan bahwa dia akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengawasi Jongin.
Baekhyun mengangguk dan tersenyum manis, "Baiklah."
•
•
•
Jongin hanya mengangkat alisnya penuh pujian ketika melihat penampilan Kyungsoo, tetapi lelaki itu tidak berkata apa-apa dan seolah menyimpan pendapatnya dalam hati
Setelah Jongin berpamitan kepada Nyonya Do, dengan lembut dia mengamit lengan Kyungsoo dan membawanya ke mobilnya. Sikapnya sopan, bahkan dia membukakan pintu untuk Kyungsoo sebelum masuk ke balik kemudi.
Setelah mobil dijalankan, Jongin melirik ke arah Kyungsoo.
"Kau sangat cantik dengan gaun itu, dan rambut yang ditata sangat feminim." Lelaki itu melemparkan pujiannya dengan lembut.
Kyungsoo hanya melirik sedikit dan tak bereaksi, "Terimakasih.. eomma yang mendandaniku."
"Jangan cemberut begitu, kau merusak penampilan cantikmu."
Kyungsoo langsung menyambar, "Tidak ada yang bisa tersenyum kalau dipaksa datang ke sebuah pesta di luar kemauannya."
Jongin terkekeh, "Aku selalu bertanya-tanya kenapa kau begitu antipati kepadaku."
"Karena kau licik dan pemaksa." jawab Kyungsoo singkat, mengungkapkan semuanya.
Jawaban itu rupanya tidak membuat Jongin marah, lelaki itu malahan tersenyum, "Ya. itu memang sudah sifatku, aku selalu berusaha mendapatkan apapun yang aku mau." Suaranya berubah serius, "Dan tentang dirimu, aku benar-benar serius Soo, aku melihat diriku, kejeniusanku di dalam dirimu di masa depan, dan kalau aku berhasil melatihmu, kau akan sama hebatnya seperti aku."
Kali ini Kyungsoo terdiam, baru kali ini dia mendengar pujian terang-terangan Jongin kepada teknik bermain biolanya, matanya melirik ke arah Jongin dan melihat bahwa ekspresi lelaki itu benar-benar serius.
"Benarkah permainanku sebaik itu?" tanyanya ragu.
Jongin tertawa. "Tidak ada satupun orang yang pernah meragukan penilaianku, aku tidak pernah salah menilai bakat seseorang, Soo.. Dan percayalah padaku, kalau ada orang yang kemampuannya bisa menandingiku, itu adalah kau." Jongin melirik ke arah Kyungsoo, "Kau sudah menyiapkan apa yang akan kita mainkan nanti malam?"
Kyungsoo menganggukkan kepalanya, mau tak mau ketika Jongin mengatakan apa yang akan mereka mainkan nanti malam, Kyungsoo langsung mempelajarinya.
Beethoven violin romance no 2 adalah salah satu masterpiece karya Beetohoven yang dibuat sang maestro ketika dia berperang dengan penyakit tuli bertahap yang menyerangnya dengan kejam.. selama beberapa periode itu, sang maestro menciptakan musik-musik yang penuh gejolak, yang berisikan pertarungan batin, kesedihan serta penderitaannya. Tetapi kemudian munculah Violin Romance no 2 yang sama sekali tidak mengandung pergolakan batin dan kecemasan dari sang maestro, bahkan musik di dalamnya menimbulkan perasaan manis dan keindahan yang lembut seolah-olah mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Kata orang, Beethoven violin romance no 2 adalah wujud dari perdamaian Beethoven dengan penyakit tuli yang dideritanya.
"Itu adalah alunan musik yang indah, sangat indah ketika dimainkan dengan duet, dan aku percaya kau akan menyingkirkan semua permasalahan di antara kita dan bermain dengan baik, Soo."
Kyungsoo terdiam, menyadari kebenaran kata-kata Jongin.. Meskipun dia memang tidak menyukai kepribadian Jongin, tetapi bisa berduet dengan lelaki itu, bahkan lebih dari satu kali, seharusnya merupakan anugerah yang didambakan oleh setiap pemain biola amatiran seperti Kyungsoo.
Belum lagi saat Jongin memanggilnya dengan sebutan 'Soo' yang terkadang membuatnya merasa aneh pada dirinya sendiri karena tidak pernah ada orang yang memanggil nama belakangnya itu bahkan Chanyeol dan keluarganya sekalipun.
•
•
•
Mereka turun dari mobil, dan dengan lembut Jongin mengamit jemari Kyungsoo, bersikap gentle sebagai pasangan resminya di pesta.
Semua orang menyambut mereka - salah, semua orang menyambut Jongin, dan Kyungsoo hanyalah tempelan - dengan hormat, apalagi mereka sudah mendengar bahwa malam ini Jongin akan memberikan penampilan khusus untuk berduet dengan murid khususnya yang sudah banyak di desas-desuskan di dalam dunia musik sehingga membuat orang-orang ingin tahu.
Banyak sekali mata-mata para undangan yang menatap Kyungsoo penuh spekulasi baik terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.
Untungnya penampilan Kyungsoo cukup cantik malam ini, sebenarnya ini semua karena Nyonya Do yang bersemangat, ketika menyetujui bahwa Jongin akan membawa Kyungsoo ke pesta elit di kalangan musik klasik, Nyonya Do langsung menelepon temannya yang memiliki butik kecil tetapi menghasilkan gaun-gaun nan indah, yang langsung mengirimkannya untuk mereka.
Untung juga Kyungsoo memiliki tubuh yang mungil sehingga ukuran gaun itu cukup pas ditubuhnya, hanya kebesaran sedikit di bagian pinggang yang langsung dikecilkan Nyonya Do dengan keahlian menjahitnya.
Jadi berdirilah Kyungsoo di sini di sebelah Jongin dengan penampilannya yang luar biasa feminim, dengan gaun berwarna hijau gelap yang sangat indah membungkus tubuh mungilnya dengan fantastik dan membuatnya tampak padat, berisi dan feminim.
Gaun itu rendah di bagian depan, melebar di pundaknya menampilkan sedikit kulit pundaknya yang halus, lalu ketat di bagian pinggang dan pinggulnya sebelum kemudian melebar dengan indahnya sampai ke mata kaki. Dan gaun itu membuat penampilan Kyungsoo benar-benar feminim.
Para tamu dipersilahkan menikmati hidangan pembuka di lobby yang penuh dengan pelayan-pelayan yang menbawa nampan berisi berbagai jenis minuman dan makanan kecil menawarkannya berkeliling kepada setiap undangan yang hadir. Tamu-tamu itu berkelompok-kelompok dan bersosialisasi tersebar di setiap penjuru lobby indah yang mewah itu, musik lembut mengiringi, mengalir samar-samar yang membuat suasana pesta semakin elegan.
Yah, setidaknya dia pantas berdiri di samping Jongin yang penampilannya seperti biasa luar biasa tampannya.
Mereka saat ini sedang berbasa basi dengan sang tuan rumah, dan Kyungsoo berharap dia tidak mempermalukan dirinya sendiri di tengah orang-orang penting di kalangan musik klasik ini.
Hanya itu sebenarnya yang dipikirkan Kyungsoo dan dia tidak menyadari bahwa ada dua pasang mata yang mengamatinya, dua pasang mata dengan benak berkecamuk yang berbeda.
•
•
•
Ketika Jongin dan Kyungsoo memasuki ruangan pesta itu, Chanyeol menatap Kyungsoo dari kejauhan dan ternganga, menyadari bahwa perempuan itu entah bagaimana bertransformasi menjadi perempuan dewasa yang sangat feminim dan cantik.
Dia tahu Kyungsoo cantik tentu saja, tetapi selama ini Kyungsoo selalu berpenampilan tomboi di depannya, dan Chanyeol hampir menganggapnya sebagai anak laki-laki, dan juga adik kesayangannya. Tetapi berdiri di sana, menebarkan senyuman lembutnya dalam penampilannya yang luar biasa.. Kyungsoo benar-benar membuat Chanyeol terpesona.
Kenapa dia tidak menyadarinya sebelumnya?
Tiba-tiba mata Chanyeol menatap ke arah jemari Jongin yang entah bagaimana bisa merangkul pinggang feminim Kyungsoo dengan posesif, dan tiba-tiba, dorongan amarah melandanya, membuatnya ingin menerjang ke arah Jongin dan memukulnya, mengancamnya untuk menjauhkan tangannya dari Kyungsoo.
Cemburu...?
Chanyeol merasakan dadanya berdenyut, dia lalu melirik ke arah Baekhyun, dengan penampilan cantik di balut gaun warna peraknya yang mewah.
Tetapi entah kenapa, mata Chanyeol selalu tergoda untuk melirik ke arah Kyungsoo yang bahkan belum menyadari kehadiran Chanyeol di sana.
Apakah Chanyeol terlambat menyadari perasaannya? perasaannya yang sesungguhnya?
•
•
•
Sementara itu, mata yang lainnya menatap pasangan Jongin dan Kyungsoo dengan kemarahan membara.
Ya, Yoonhae berdiri di sudut, dengan penampilannya yang luar biasa cantik tetapi diliputi oleh perasaan terhina yang luar biasa.
Berani-beraninya Jongin membawa perempuan itu sebagai pasangannya setelah mencampakkan Yoonhae begitu saja!
Jadi benar bukan? Jongin meninggalkan Yoonhae karena tertarik pada kemudaan Kyungsoo yang ranum?
Kalau dulu Yoonhae masih ragu-ragu, sekarang tekadnya makin membulat, dipenuhi oleh kemarahan dan kecemburuan yang melimpah ruah, memenuhi dadanya hingga terasa membakar.
Matanya mengamati Kyungsoo yang tampil begitu feminim dan cantik dalam balutan gaun hijaunya yang indah, dan menyadari bahwa Jongin mengamit pinggang Kyungsoo dengan lembut.
Kyungsoo.. anak ingusan itu benar-benar mengganggu, Yoonhae akan melenyapkan semuanya dari Kyungsoo, semua hal yang membuat Jongin tertarik kepada Kyungsoo akan dilenyapkannya! Yoonhae akan menghancurkan wajah cantik Kyungsoo berikut kemampuannya bermain biola.
Jemarinya gemetar menahan marah, ketika masuk ke dalam tas mungilnya, dan merengkuh logam berkilat kecil yang selalu di bawa-bawanya di sana.
Sebuah pisau lipat kecil.. tampak kecil dan tak berbahaya tetapi sebenarnya tajam luar biasa..
•
•
•
•
TBC
•
•
•
•
Chapter 10 Update!~
Yeyyy udh chapter 10 hihi dan yg review nya udh lewat 100 juga wkwk, wahh makasih yaa readers semua yg masih setia baca ff ini ^.^ so happy deh..
Ada beberapa reader yang nama pen nya lucu dan bikin aku ketawa dan liat komentar kalian tentang jongin disini lucu banget wkwk, buat magnae spring makasih banget udh review pdhal lg minjem hp temen ya? Wkwk aku tersanjung sekali masih nyempetin review *bow*
Uhm.. udah liat tlp di thailand uhh bikin iri ya? Dkt banget sm exo.. tapi bang kai kesayangan vella lagi sakit huhu T.T cepet sembuh yaa bang kai :*
Terakhir seperti biasa aku blng makasih yg sebanyak"nya buat kalian" yg review+fav+follow+siders juga.. btw siders aku tunggu kemunculannya ya hihi ^^ buat typo di chap kmrn sorry ya hihi semoga di chap ini gaada typonya
See you at chap 11 :))
Annyeong!~
Big Thanks
To
hea (Guest), Kim YeHyun, BABY L Soo, daneswr, Magnae Autumn (Guest), Kaisoo32, ViraaHee, MbemXiumin, Hyomilulu, Tuyul gundul
