Suasana bandara yang ramai menemani langkah Jeonghan dan Jisoo.

Berbagai macam karakteristik manusia ada disana. Banyak pria berambut panjang seperti Jisoo juga rambut berwarna putih dan mata berwarna merah seperti Jeonghan. Jelas saja, Serenityan merupakan negara dengan lapang pekerjaan yang menjanjikan dan banyak menggaet orang jenius dari 5 negara lainnya.

Dan kini Jeonghan juga Jisoo terdiam di tengah-tengah padatnya bandara. Mereka sudah berpamitan dengan Yuta juga Ten beberapa saat lalu.

"Lalu kita kemana?" Pertanyaan super speechless dari Jisoo keluar dari mulutnya.

Jeonghan yang mendengarnya hanya menghela nafasnya. Mereka berdua sama-sama melupakan bahwa yang bertugas mengetahui jalan hanya Mingyu seorang. Bahkan yang memiliki handphone hanya Mingyu. Pertama karena ia bisa mendapatkan semua itu dari iblisnya, Minghao sang Amon, iblis yang dipenuhi dengan logam emas. Lalu alasan sebenarnya adalah malas rasanya melakukan ini itu jika sudah ada yang melakukannya untukmu.

Jeonghan dan Jisoo sama-sama tak mengetahui mereka harus kemana.

"Bisakah kita melacak mereka, Jeonghanie?" Tanya Jisoo.

Jeonghan menggeleng. "Hanya jika anggota kita sudah lengkap." Jawaban Jeonghan menyebabkan Jisoo khawatir, yah walau pun wajah tenangnya masih terlihat.

Saat itulah suasana tiba-tiba gaduh. Segerombolan orang dengan pakaian serba hitam muncul di area bandara. Terlihat mereka memecah diri menjadi beberapa barisan lalu berpencar. Mereka terlihat seolah mencari sesuatu.

"Mereka menakutkan." Kata Jisoo pelan.

"Ayo." Kata Jeonghan sambil berjalan.

Dengan sedikit perjuangan Jeonghan dan Jisoo melewati padatnya bandara.

Keadaan Wonwoo yang belum stabil dengan arah tujuan yang tak terdeteksi diikuti dengan bandara padat penuh sesak ditambah lagi orang-orang berpakaian serba hitam membuat Jeonghan dan Jisoo kelelahan.

Sesaat setelah menapakan kaki di luar pintu bandara, sesosok pria menghampiri mereka, terdiam tepat di depan mereka.

"Jeonghan-ah…"Kata Jisoo sedikit tercengang.

Pasalnya, mata bocah yang lebih pendek dari Jisoo itu berwarna hitam seluruhnya. Rambut biru gelapnya melayang pelan bagai tertiup angin padahal tak ada angin kencang di sekitar sini. Ditambah tubuhnya yang melayang yang secara otomatis tak menginjak tanah. Itu menakuti Jisoo atau pun Jeonghan sejujurnya.

"Hormat hamba…. Lord…..engh…."

Bocah itu ambruk seketika.

Jeonghan dan Jisoo yang tanggap segera menangkap sosok itu.

"Lord Seungkwan!"

"Oh my God! Lord!"

"Lord sudah ditemukan…"

"Panggil Lord Jihoon!"

"Thanks…"

Melihat situasi para orang-orang berpakaian hitam itu mengelilingi Jeonghan, Jisoo, dan pria itu, mereka mengetahui bahwa sosok inilah orang yang dicari oleh orang-orang itu.

"Seungkwan…."

Seorang pria berperawakan mungil dengan rambut pink dan mata coklat terlihat berjalan dengan tergesa-gesa mendekati mereka.

"Astaga… Seungkwan…"

Sosok itu mengangkat tubuh bocah tadi kepangkuannya. Menepuk pipinya beberapa kali mencoba membangunkannya.

Pandangan Jisoo dan Jeonghan kini teralihkan ke sosok yang memangku bocah tadi.

'Pipinya!' bathin mereka berdua.

"Nggh…" Sosok berambut biru tua itu membuka matanya. Menatap sosok bermanik coklat dan berambut pink yang memangkunya.

"Jihoon hyungie… Dimana ini?"

Suara khas orang bangun tidur terdengar dengan pelan.

"Seungkwan, kau membuatku khawatir." Kata lelaki mungil itu.

"Mmm… Aku ingat kalau aku merasakan hawa keberadaan Lord lalu…. Entahlah."

Deg.

Kini mereka berempat sama-sama saling menatap.

Tanda di dahi Jeonghan muncul tanpa ia minta.

Lambang yang ada di lengan kiri Jisoo terekpos karena baju Jisoo yang memang tanpa lengan. Sedangkan lambang di dua orang lainnya sama- sama terlihat dengan jelas. Satu di nadi kiri dan satunya di pipi kiri.

"Kalian….."

Keempatnya sama- sama berbicara.

Sebuah senyuman lebar muncul di bibir Jisoo.

"Jadi Seungkwan, ini maksudmu?" Tanya pria mungil itu.

Mata bocah itu berbinar.

"Lord!" Ucapnya senang.

Jeonghan mengangguk sekali, ia turut bahagia telah menemukan dua orang saudaranya yang belum ditemukan.

Mereka berempat kini berdiri.

"Aku Jeonghan Lux Preator." Kata Jeonghan memperkenalkan diri.

"Jeonghan itu 534 tahun. Dan aku, Jisoo Lux Preator. Aku 484 tahun." Kata Jisoo dengan senyum yang menawan.

Grep.

Sosok dengan rambut biru tua itu berlutut kini. Kala ia berlutut, seluruh orang dengan pakaian hitam itu ikut menundukan dirinya.

"Aku, Seungkwan Fieve Honeyswan, Master of Asmodeus, The Gift of Uriel, bersumpah menjadi penunjukmu, mengikuti segala perintahmu, dan tak pernah mengkhianatimu. Terimalah pengabdianku."

Sosok mungil di sebelah Seungkwan ikut menundukan dirinya.

"Lord, aku… Jihoon Kenzie Swordter, Master of Azazel, The Gift of Seraphin. Berjanji melindungimu dalam keadaan apapun. Berusaha membimbing keluarga Preator di jalan yang benar. Aku berjanji padamu."

Sinar di dahi Jeonghan bersinar terang. Ia menundukan dirinya menempelkan dahinya ke dahi Seungkwan dan Jihoon.

"Selamat datang, Seungkwan… Jihoon…." Ucap Jeonghan dengan suara penuh ketulusannya.

Jisoo tersenyum cerah.

Tanda samar milik Seungkwan dan Jihoon menjadi sangat jelas. Beberapa saat kemudian, lambang itu bersinar gelap dan munculah dua sosok iblis dengan jubah kebesaran mereka.

"Hormat hamba Lord Jeonghan. Perkenalkan aku Soonyoung titisan Azazel dan penjaga master Jihoon." Ucap sosok iblis, oh bukan. Azazel adalah Lord para malaikat jatuh sehingga sosok di hadapan mereka ini bukan iblis melainkan percikan kecil dari malaikat jatuh.

Azazel merupakan inang ilmu pengetahuan dan percikannya adalah sosok Soonyoung, penjaga Jihoon. Karena Azazel lah, keluarga Preator memiliki berkah dari dunia tengah tempat Azazel berkuasa dalam bentuk Soonyoung.

"Aku Hansol sang Asmodeus, penjaga dari master Seungkwan. Hormat hamba, Lord Jeonghan." Kata sosok iblis dengan wajah tampannya.

Perkenalkan, Asmodeus adalah iblis hawa nafsu. Percikan kecil dari Asmodeus menjadikan sosok Hansol sang penjaga Seungkwan ada.

Jeonghan mengangguk kepada dua sosok penjaga itu lalu tersenyum.

"Kita sudah utuh…"

.

.

.

.

.

.

.

.

Preator Family Trivia part 6.

Center, Jihoon

General

Name : Jihoon Kenzie Swordter

After name : Jihoon Lux Preator

Nationality : Serenityan

Age : 384

Hair-Eyes : pink-brown

Hoby : Arrange

Special thing(s) : His height

Specific

Know as : Master of Azazel, The Gift of Seraphin

Spark : Seraphin, Azazel, Satan

Role : Center

Guard : Soonyoung (Spark of Azazel, Master of Knowledge)

Weapon : Double sword

Speciality : General of War, The source of knowledge

Mother : Suga Barbara