The Secret Of StarLight Academy C.H. 10

We Back... Happy Reading .

.

.
.

"jadi, Hyung apa yang harus kami lakukan sekarang?" tanya Ravi penasaran

"kalian hanya membantuku sedikit saja koq." jawab Hak Yeon tersenyum dan hanya dianggukkan oleh mereka.

"jadi, Hyung tunggu saja pemberitahuannya dari Hak Yeon Hyung" ucap Sang Hyuk yang ikut berbicara.

"ya, kau benar Hyukkie" ucap Hak Yeon mengusap kepalanya membuat rambut Sang Hyuk sedikit berantakan.

"aah, Hyung hentikan... aku bukan anak kecil lagi..." ucap Sang Hyuk

"ah, benarkah? terus dimana Cha Sang Hyuk kecil ku yang manja? " tanya Hak Yeon berpura-pura mencari dengan tangan diatas matanya melihat ke sekeliling rumah melihatnya Sang Hyuk mempoutkan bibirnya.

"Hyung... " Panggil Sang Hyuk memukul-mukul pelan tangan Hyung-nya dari samping.

"Ouch... ouch... sakit..." Ucap Hak Yeon berpura-pura sakit mendengar Hyung-nya merintih sakit sontak Sang Hyuk menghentikan pukulannya dan khawatir.

"Dimana? Dimana yang sakit hyung?" Tanya Sang Hyuk khawatir, namun melihat sang namdongsaeng khawatir sebuah ide iseng muncul dikepala Hak Yeon

"Ahhh... sakit... hati Hyung sakit Hyukkie..." ucap Hak Yeon memengang dadanya.

"Hyuuunngg..."panggil Sang Hyuk memanggil Hak Yeon dengan memperpanjang kata 'Hyung' memgembungkan pipinya mendengar perkataan Hak Yeon yang berupa candaan.

"Ya?" Jawab Hak Yeon tersenyum.

"Jangan bercanda, aku serius Hyung..." ucap Sang Hyuk mempoutkan bibir-nya mengetahui sang Hyung yang bercanda.

"Hyung juga serius Hyukiee..." jawab Hak Yeon tersenyum kembali mengusap kepala Sang Hyuk,

"Ahh... kita diabaikan sekali dengan momen Hyung and dongsaeng yah?" ucap Ravi dianggukkan oleh mereka.

"Hahahaha..."

Setelah beberapa kali menahan tawa akhirnya Hong Bin tertawa dengan tingkah Hyung dan Dongsaeng tersebut. Namun, ternyata bukan hanya Hong Bin yang sedari tadi menahan tawa, ternyata tanpa mereka sadari para orangtua juga para maid dan ken sudah menahan tawa mereka sedari tadi.

Malam yang tenang kini dipenuhi dengan canda tawa dari keluarga tersebut. Namun, apakah kebahagiaan tersebut akan bertahan lama?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ VIXX ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hak Yeon menatap langit malam yang bertaburan bintang-bintang tersebut didepan teras kamarnya dengan senyuman yang masih terukir diwajahnya.

'Aku berharap... aku akan tetap menjadi bagian dari keluarga ini.. selamanya' batin Hak Yeon masih memandang langit-langit bertaburan bintang tersebut. Diantara bintang-bintang tersebut salah satu dari mereka seperti menjawab ucapan batin Hak Yeon dengan bersinar dengan sangat terang.

"Selamat malam semuanya, selamat malam Taek Woon" ucap Hak Yeon sebelum akhirnya dia berjalan memasuki kamarnya menutup pintu kaca yang sudah menjadi pembatas kamarnya dengan sang teras tersebut kemudian menuju kasurnya dan memasuki alam bawah sadarnya.

Sepertinya mengucapkan hal seperti ini sudah menjadi kebiasaannya selama tinggal dirumah Uisa Oh.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ VIXX ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tidak terasa hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba Pesta Dansa Bertopeng yang diadakan diaula utama dikediaman Cha yang selama ini tidak ketahui siapapun terbuka untuk para pengusaha yang menanamkan sahamnya keperusahan Angel Corp.

Satu persatu dari para pengusaha tersebut berdatangan membawa anak dan istri mereka dengan memakai topeng yang sudah mereka dapatkan sekaligus dengan undangan dirumah mereka masing-masing.

Sebuah mobil dengan kecepatan biasa saja baru saja tiba didepan kediaman Cha yang sudah ramai dengan para pembisnis tersebut. Salah satu dari mereka terlihat sedang memandang dengan sangat berharap dia bisa bertemu dengan seseorang yang dia rindukan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ VIXX ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sementara itu Hak Yeon sedang menatap dari atas teras kamarnya, orang-orang yang berdatangan hingga matanya menangkap sebuah mobil yqng baru saja tiba didepan kediamannya. Merasa jantungnya berdetak sangat cepat, Hak Yeon memengangi dadanya.

'Apakah kau datang Woonie-ah?' Batin Hak Yeon bertanya. Namun, tiba-tiba saja pintu kamarnya terbuka dan pelaku-nya adalah Sang Hyuk.

"Yeonnie Hyungie... sudah waktunya untuk Hyung melihat keruangan sebelah. ayo, kita kesebelah" ucap Sang Hyuk berdiri dibelakang Hyung-nya.

"Ya, Hyukkie, pergi saja duluan. Hyung akan menyusul" ucap Hak Yeon masih memandang ke arah mobil tersebut tanpa melihat kearah Sang Hyuk.

"Baiklah, pastikan kau datang Hyung. Karena Ken Hyung, Ravi Hyung dan Hong Bin Hyung sudah menunggu" ucap Sang Hyuk kemudian berjalan menuju sang pintu meninggalkan Hak Yeon sendiri.

Setelah Sang Hyuk pergi, beberapa menit kemudian akhirnya Hak Yeon berjalan menuju sang pintu untuk menemui mereka ruangan sebelah.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ VIXX ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

"Kalian sangat cocok dengan rambut itu" ucap sebuah suara tiba-tiba membuat mereka tersadarkan dari aktifitas mereka masing-masing.

"Tidak... Hyung yang paling cocok dengan rambut merah tersebut" jawab Hong Bin tersenyum kearah sumber suara.

"Gomawo, Hong Bin-ah" jawab suara tersebut juga ikut tersenyum.

"Hak Yeon Hyung, apakah sudah waktu-nya kita keluar?" Tanya Ken kearah Hak Yeon yang baru diketahui berdiri diambang pintu.

"Hmmm... mungkin sebentar lagi, sekitar 20 menitan mungkin" jawab Hak Yeon melihat jam-nya membuat mereka mempoutkan bibirnya

"Yahh... Hyung itu lama... nanti aku bisa ketiduran" ucap Ravi menyadarkan bahunya ke sofa.

"Ah... bilang saja kau ingin tidur sekarang Hyung... kau kan tukang tidur..." jawab Sang Hyuk membuat Ravi memberi-nya death glare.

"Hahaha..." mendengarnya Hak Yeon sontak tertawa diikuti dengan Ken dan juga Hong Bin. Namun, aktivitas tertawa mereka dihentikan oleh kedatangan-nya sang Eomma dari Hyung & Dongsaeng tersebut.

"Hak Yeon?, Sang Hyuk? Waktu-nya pembuka-an acara ayo kita ke aula utama" ucap Eomma memandang mereka yang masih di ruangan tersebut.

"Nde, Eomma" jawab Hak Yeon tersenyum kearah Eomma-nya yang berada disamping kiri-nya.

"Jangan lupa dengan topeng-nya" lanjut Mrs. Cha memberitahukan mereka untuk memakai topeng yang sudah tersedia disana sebelum akhirnya pergi meninggalkan Hak Yeon & Sang Hyuk dan yang lainnya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ VIXX ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sekarang ini Hak Yeon maupun Sang Hyuk sedang berdiri tidak jauh dari sang Appa yang sedang berpidato cukup lama mungkin sekitar 30 menit. Lebih lama dari yang diperkirakan Hak Yeon sebelumnya. Hingga akhir-nya sekarang adalah giliran-nya untuk maju berpidato didepan banyak orang. Hak Yeon memantapkan hati-nya sebelum diri-nya mulai membuka suara.

"Ya... mungkin pidato dari presdir utama sudah cukup dan pidato dari saya hanya sedikit saja yaitu terimakasih untuk uisa Oh Jun Kyu dan juga Sang Won yang sudah merawat saya sejak kejadian yang membuat saya tidak bisa hadir diperusahan sebagai presdir dan kata terakhir dari saya... " Hak Yeon memberi jeda didalam pidatonya sampai mata-nya menangkap sepasang mata yqng menatap tajam pada diri-nya dan dia hanya tersenyum kearah orang tersebut.

" Mari kita berdansa! " Ucap Hak Yeon memberi intruksi kepada pemain musik dan juga mereka (Ken, Ravi & Hong Bin) untuk keluar dari ruangan tersebut dan kemudian Hak Yeon & Sang Hyuk juga ikut berbaur diantara orang-orang yang berdansa tersebut.

Setelah Hak Yeon mengucapkan-nya pesta dansa bertopeng pun dimulai!. Ditengah-tengah ruangan dansa tersebut Hak Yeon ikut berdansa dengan seorang yeoja manis. Mereka berputar berganti pasangan hingga Hak Yeon bertemu dengan seseorang yang dia yakini orang tersebut adalah Taek Woon. Karena jantung-nya berdetak dengan sangat cepat saat didepan orang tersebut dan musik pun berhenti sebentar dan kemudian berganti irama yang pertama-nya slow menjadi sangat fast hingga beberapa menit kemudian mereka bertatap muka dan musik pun kembali berhenti. Hingga mereka bisa saling memandang satu sama lain sampai Hak Yeon tersadarkan dari apa yang sedang mereka lakukan dan berlari menjauhi tempat tersebut.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ VIXX ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Taek Woon POV

Aku baru saja menginjakkan kakiku dilantai ruangan tersebut. Tapi, baru beberapa langkah tiba-tiba saja presdir cha sudah berpidato panjang kali lebar kali tinggi tidak secepat yang kuharapkan mungkin presdir utama itu sudah melewati 20 atau 30 menit berpidato didepan sampai suara yang tadi-nya agak berat berubah menjadi sangat sopan dan santai. Jadi, aku memalingkan wajahku dari awalnya hanya memandang kearah sang sepatu menjadi keatas panggung tersebut.

Aku menatap tidak percaya orang yang sangat ku rindukan berdiri diatas sana dengan topeng phatom biru keemasan milik-nya. Aku menatap-nya tajam hingga kulihat dia tersenyum... mungkin kearahku. Dan selanjutnya aku mendengar kata-kata terakhir dari-nya diatas sana seperti mengkomando banyak orang untuk berdansa.

"Mari kita berdansa!" Ucap-nya seketika suasana yang tadi-nya tenang mulai riuh dengan orang-orang berdansa ditengah-tengah ruangan ini. Entah siapa yang menarikku untuk masuk kedalam sana. Aku tidak tahu. Tapi, aku merasa aku melihat-nya ditengah-tengah ruangan dansa ini bersama seorang yeoja yang cukup manis menurutku. Namun, ku kira pasangan kami tidak akan berganti ternyata aku salah. Pasangan kami berganti dan kini dia berada didepanku kami saling memandang dan musik yang tadi-nya slow berubah menjadi sangat fast, aku mengikuti irama-nya begitupun dengan-nya terus berganti pasangan hingga kami kembali dipertemukan dan lagi-lagi aku memandang matanya sampai musik berhenti dan tiba-tiba dia berlari menjauhiku. Menjauh dari tempat ini, aku menyusul-nya. Tapi, musik sudah kembali berjalan dan aku kembali ikut berputar disana hingga aku kehilangan jejak-nya.

Taek Woon POV End

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ VIXX ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hak Yeon berlari menjauhi karena jantungnya berdetak dengan sangat cepat dan tiba-tiba saja dia berhenti dan memenggi dada-nya yang masih berdetak sangat cepat tersebut, bersembunyi dibalik tembok walau masih dapat mendengar suara alunan musik, Hak Yeon mencoba menstabilkan detak jantung dengan menarik nafas-nya dan membuang-nya.

Beberapa menit telah berlalu hingga HakYeon tak lagi mendengar suara musik yang tadi, Hak Yeon berdiri memantapkn hati-nya dan berbalik memberi intruksi kepada Sang Hyuk agar melakukan rencana mereka yang kedua setelah melihat orang yng dicintai-nya keluar dari kerumunan orang berdansa.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ VIXX ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hak Yeon POV

Jantungku berdetak dengan cepat saat aku menatap mata-nya. Apakah Woonie juga merasakan perasaan yang ku rasakan? Aku tidak tahu, aku hanya berharap dia juga mencintaiku. Aku hanya bisa berlari menjauhi diri-nya yang menatap bingung diriku. Aku tahu Woonie ingin mengejarku tapi, musik masih belum berhenti. Hingga sekitar 10 menit kemudian musik berhenti dan aku berbalik memberi Hyukkie intruksi untuk mengubah rencana awal pesta dansa menjadi performance grup kami yang kami beri nama 'VIXX' kami sudah berlatih cukup keras, dan kami sudah memantapkannya kemarin sore dengan lagu pertama kami yang kami berinama 'error' yang membuatnya Ravi dan si main vocal kami adalah Ken dan yang menciptakan gerakannya adalah aku dan rapper-nya tentu saja Ravi dan Hong Bin... dan tidak lupa dengan maknae kami yang super cute ini sebagai rapper, dance maupun vocal. (ma'af semua-nya saya ubah).

Aku melangkah menuju tempat Hyukkie setelah dia berbisik kepada sang MC tersebut dan kami mulai berbaris untuk memasuki panggung yang akan menentukan awal terbentuk-nya grup 'VIXX' ini.

" Kami Perkenalkan Grup yang baru saja dibentuk oleh perusahan Angel Corp... kita sambut VIXX!" Ucap sang MC memberi kami aba-aba untuk masuk.

Kami berjalan menaiki panggung tersebut yang disambut dengan tepuk tangan dan kami mulai bentuk gerakan awal kami dengan pose robot. Aku tahu dia melihat-nya. Melihat kami yang memulai membentuk gerakan kami hingga musik pun mengalun..

Hak Yeon POV End

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ VIXX ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Musik mulai mengalun dan suara salah satu dari mereka mulai terdengar.

.

.
.

[Ken] Eojjeol su eobseoseo beoryeosseo Modeun gamjeongeul jiwosseo Neol aesseo jiul su eobseoseo ([Hyuk] Let me free)
Nae mami ansseureowoseo ([Hyuk] Let me breathe)

[N] Idaero salmyeon dwae sum swimyeon dwae Saraitgiman hamyeon dwae wae andwae Naega gwaenchantaneunde ([Hyuk] Let me free)
Naega ige deo naeunde ([Hyuk] Let me breathe)

[Hong Bin] Kallal gateun ne mare Beilkka duryeowosseo nan Sum swigo babeul meongneun Chaero geunyang beotigiman hae [Hyuk] Naneun bigeophaesseo beotigo sipeosseo [Ravi] Nae sone nae gaseumeul jwigo Nareul wihaneun sarmeul seontaekhaesseo nan

(Mianhaeyeo... aku ngubah tempat-nya leo dengan Ken... sekali lagi mian.)

.

.

Lagu yang mereka bawakan menarik perhantian semua orang yang ada disana dan mereka terpukau dengan lagu dan gerakan yang mereka bawakan. Begitupun dengan seseorang yang terus berjalan mendekati panggung tempat VIXX melakukan aksi mereka mata-nya tidak lepas dari seseorang yang dicari-nya tersebut hingga musik berhenti dan gerakan mereka berakhir dengan mereka seperti mencabut kabel dileher mereka dan menunduk menyisakan hanya satu orang saja yang tetap berdiri.

.

.
.

[Ken] Deo geuriun geot gata

[N] Deo haeroun geot gata

Aah~~ .

.
.

TBC Dulu ah...

Masih jauh pesta dansa... belum kelar sih... mau-nya dikelarin dichapter ini. Tapi, saya terkena writter block (tahukan artinya?).

Tapi, sebenarnya ngak juga sih, hanya saja saya lagi tidak ada mood menulis saja. Haha... oh, iya... dan mungkin chapter depan chspter terakhir.

Okay... sampai disini dulu... akhir kata dari anna... mind to review?.
See u in next chapter again...