FATE
Disclaimer : I own nothing
Warning : BL, Typos, Change POV without warning, (Bold) untuk flashback
Chapter 9
Kyuhyun sedang berdiri di depan gerbang taman bermain sambil memperhatikan orang-orang berlalu lalang. Senyum senang menghiasi bibirnya walaupun di saat yang bersamaan dia juga merasa sedih, takut dan gugup.
Tiga hari lagi hari ulang tahunnya. Hari yang paling ingin dihindari oeh Kyuhyun saat ini.
Persiapan menjelan hari ulang tahunnya itu membuat Kyuhyun lelah baik secara fisik maupun mental. Sebenarnya Kyuhyun hanya ikut serta dalam kegiatan yang benar-benar memerlukan dirinya seperti fitting baju dan pemotretan karena sisanya diurus oeh Mrs. Choi. Tetapi mungkin karena hatinya tidak benar-benar ada di sana bersamanya, semua itu jadi terasa ebih melelahkan.
Apalagi Kyuhyun harus menjelaskan kepada satu persatu sahabatnya tentang kondisi dirinya yang gay. Kyuhyun sudah tidak perduli lagi akan kemungkinan respon negative yang dulu sangat ditakutkannya itu. Tapi tentu saja sahabat-sahabatnya tidak ada yang memberikan tanggapan buruk seperti yang Kyuhyun takutkan dan itu membuat Kyuhyun semakin menyesal karenanya.
Kyuhyun berhati-hati dalam meakukan misinya (?) ini. Ia tidak mau sampai Changmin tahu bahwa dirinya sudah terbuka masalah orientasi seksnya. Karena jika Changmin tahu, Changmin pasti berpikir bahwa Kyuhyun juga akan mengumumkan hubungan , Kyuhyun melakukannya dengan cara menemui satu per satu hyungdeul-nya secara terpisah, mengatakan bahwa dia akan menberitahu rahasia besar yang dimilikinya dan meminta mereka tidak membocorkannya pada orang lain.
Cara itu terbukti ampuh. Buktinya sampai sekarang, hyungdeul-nya itu masih menjaga rahasianya dengan rapat. Kadang Kyuhyun bersyukur bahwa hyungdeul-nya sangat polos.
Dan Kyuhyun sedikit merasa bersalah karena memberi kejutan kepada hyungdeul-nya yang kelewat polos itu. Hari ini, undangan pernikahan Kyuhyun dan Siwon akan disebar. Waktu penyebarannya yang mepet ini adalah permintaan khusus Kyuhyun kepada Mrs. Choi. Kyuhyun hanya ingin menunda selama mungkin sebelum orang-orang tahu statusnya.
Kyuhyun juga memiliki permintaan khusus lainnya kepada Mrs. Choi. Alasan mengapa Kyuhyun berdiri di depan gerbang taman bermain pagi ini. Kyuhyun akan menghabiskan hari terakhirnya bersama Changmin sebagai sepasang kekasih dan Kyuhyun sendiri juga yang akan menyerahkan undangan pernikahannya pada Changmin.
Mau tidak mau, mengingat alasan utamanya berada di tempat yang menyenangkan ini membuat Kyuhyun sedih. Bukan hal yang perlu dipertanyakan lagi bahwa Kyuhyun sangat senang akan menghabiskan waktu bersama Changmin setelah melewati minggu yang menguras fisik dan mental itu. Tapi mengingat ini akan menjadi akhir segalanya, Kyuhyun merasa senyumnya sedikit memudar.
"Kyunnie..!"
Kyuhyun tersenyum dan langsung menoleh ke arah sumber suara. Kyuhyun mengaguni sosok Changmin yang terlihat sangat tampan itu tengah berlari kecil sampai ke hadapannya.
Changmin yang sudah berdiri di hadapan Kyuhyun tersenyum dan kemudian memperhatikan Kyuhyun dari atas sampai bawah.
"Manis sekali Kyunnie-ku hari ini! Apa gara-gara ini kau tidak mau kujemput? Mau memberiku kejutan manis langsung di tempat?"
Kyuhyun hanya tersenyum lebar ke arah Changmin lalu menggenggam tangan Changmin.
"Sudah jangan cerewet! Ingat janjimu kemarin Minnie..! Kau sudah setuju akan mengabulkan 3 permintaanku hari ini sebagai hadiah ulang tahunku, kan?"
"Ne Kyunnie chagi….! Otak cerdasku ini tidak akan lupa. Jadi, apa permintaan pertamamu hmm?"
Changmin mencubit pipi Kyuhyun gemas. Entah mengapa akhir-akhir ini Changmin seakan lupa bahwa hubungan mereka dirahasiakan. Changmin sering menggenggam dan mencubit pipi Kyuhyun di tempat umum, sesuatu yang jarang mereka lakukan dulu. Kyuhyun yang sekarang sudah tidak mempedulikan apa-apa lagi juga senang-senang saja dengan hal itu.
Dan mengetahui bahwa pertemuan-pertemuannya dengan Changmin aman dari mata Siwon, terutama hari ini karena Mrs. Choi sudah mengetahui tempat kencan mereka dan pasti akan menjauhkan Siwon dari tempat ini, membuat Kyuhyun semakin tidak peduli.
"Kencan seperti pasangan kekasih biasa di taman bermain!"
Kyuhyun nyengir ke arah Changmin. Changmin begitu mendengar ucapan Kyuhyun langsung mencium kening Kyuhyun yang menyebabkan wajah namja pucat itu memerah. Changmin mengeratkan genggamannya di tangan Kyuhyun lalu tersenyum lebar.
"Kalau begitu, ayo kita mulai sekarang chagi…!"
###
Kyuhyun sekarang tengah bersandar di dada Changmin. Mereka sekarang sedang berada di tepi danau yang ada di taman yang sering mereka datangi. Changmin duduk bersandar di pohon besar yang menghadap ke arah danau tersebut dengan Kyuhyun yang sudah bersandar nyaman padanya.
Setelah seharian melakukan hal-hal yang lazim dilakukan saat kencan di taman hiburan, termasuk berciuman di puncak bianglala yang selama ini belum pernah mereka lakukan, Kyuhyun yang merasa puas mengajak Changmin untuk pergi melihat sunset di danau yang biasa mereka datangi.
Kyuhyun tidak mendengarkan ucapan Changmin yang mengungkapkan fakta bahwa hari sedikit mendung sehingga kemungkinan besar akan menutupi pemandangan indah yang ingin Kyuhyun lihat. Jadi tidak ada yang bisa Kyuhyun lakukan selain cemberut di pelukan Changmin.
Kyuhyun menghembuskan nafasnya kesal. Padahal ia berencana mengakhiri hari yang seperti mimpi ini dengan indah sebelum akhirnya kembali ke kenyataan yang meyakitkan, tapi sepertinya alam pun tidak berpihak padanya. Kyuhyun mulai menenangkan dirinya, menyiapkan diri untuk mennghancurkan hatinya dan hati orang yang dicintainya.
"Chagiya…," ucap Changmin memecah keheningan.
"Mmm?"
"Sepertinya kita tidak bisa melihat matahari tenggelam hari ini, Kyunnie… dan sepertinya malam ini akan hujan melihat langit yang berawan ini, apa tidak sebaiknya kita pulang hmm?"
"Sebentar Minnie.. Aku masih punya 2 permintaan kan? Aku ingin kau mengabulkannya sebelum kita pulang,"
"Hahaha baiklah princess! Apa permintaanmu selanjutnya chagiya…?"
Kyuhyun reflek mencubit Changmin ketika dipanggil 'princess'. Ia tersenyum kecil karena sifat Changmin yang selalu suka menggodanya tidak peduli kapanpun dimanapun. Tapi ia langsung menggigit bibirnya setelah itu. Tidak ingin mengucapkan kalimat yang bagai duri di tenggorokannya itu.
Kyuhyun perlahan bangkit dari posisinya yang menyandar pada Changmin dan sedikit bergeser. Kyuhyun menundukkan kepalanya, tidak berani dan tidak sanggup menatap Changmin. Kyuhyun terdiam beberapa saat, hanya bernafas dengan dalam mengacuhkan Changmin yang kini sudah menatapnya dan duduk dengan tegak menghadapnya.
"Permintaanku yang kedua… Aku ingin kita mengakhiri hubungan ini…,"
Kyuhyun meremas tangannya dengan kuat dan memejamkan matanya erat berusaha menahan air matanya agar tidak mengalir dan berusaha agar detak jantungnya kembali normal.
"…Aku sudah menduganya kau akan mengatakannya hari ini…,"
Changmin akhirnya berucap setelah beberapa detik keheningan yang terasa berabad-abad. Kyuhyun tersentak kaget mendengar respon Changmin dan langsung mendongakkan kepalanya menatap Changmin. Kyuhyun merasa hatinya hancur melihat Changmin yang tersenyum dan menatapnya dengan begitu sendu.
Kyuhyun berusaha berbicara tapi bibirnya terasa kelu dan akhirnya dia hanya mampu menggigit bibirnya lagi.
"Aku tahu apa yang terjadi Kyu… Aku terbangun ketika kau menelpon seseorang di malam kecelakaan itu. Karena merasa ada yang aneh dengan nada bicaramu, aku pergi ke café itu lebih dulu, duduk di tempat yang tidak terlihat olehmu dan mencuri dengar semuanya Kyu,"
Mata Kyuhyun langsung membesar ketika mendengar ucapan Changmin.
"Tapi aku pengecut Kyu… Aku takut jika kau tahu aku mengetahui semuanya, kau akan meninggalkanku saat itu juga…,"
Changmin tersenyum sedih menatap Kyuhyun. Tangannya bergerak menangkup kedua pipi namja chubby tersebut.
"Aku hanya ingin bersamamu lebih lama Kyu. Maafkan namjachingu-mu yang pengecut dan egois ini…,"
Kyuhyun langsung memeluk Changmin erat. Sekuat tenaga ditahan air matanya agar tidak tumpah.
"Jangan minta maaf Minnie! Ini bukan salahmu! Aku yang salah karena terlalu egois! Aku ingin bersamamu sampai detik terakhir. Sampai aku tahu pasti kalau tidak ada harapan lagi bagi kita untuk bersama… Maafkan aku! Maafkan aku yang membuatmu terluka… Maafkan aku…,"
Tubuh Kyuhyun terasa sedikit sakit saat Changmin memeluknya dengan sangat erat, tapi Kyuhyun tidak memperdulikannya.
"Jangan bodoh Kyu! Kau tidak seharusnya minta maaf! Dan aku benar-benar berharap kalau kau memang egois… aku berharap kau mementingkan kebahagianmu di atas semuanya… tapi sayangnya aku memacari seorang malaikat,"
Changmin terkekeh pelan. Tapi kyuhyun tidak dapat mendengar nada bahagia di dalamnya.
Mereka berpelukan erat cukup ama sampai Kyuhyun perlahan melepaskan diri dan menatap Changmin. Senyum yang terlihat sangat dipaksakan menghiasi wajahnya. Matanya terlihat memerah karena menahan tangis.
"Jadi? Kau mengabulkan permintaan keduaku kan Minnie?"
Kyuhyun berucap seceria mungkin, seakan ia tengah meminta hadiah yang sangat indah kepada akan-segera-menjadi-mantan-namjachingu-nya itu.
Changmin menatap Kyuhyun lama sebelum akhirnya tersenyum kecut.
"Aku sudah berjanji akan mengabulkan 3 permintaanmu Kyu.. Dan sejak kapan aku bisa menolak permintaanmu hmm?"
Kyuhyun tersenyum kepada Changmin, berusaha terlihat senang karena permintaannya dikabulkan. Tapi dalam hatinya tidak ada yang ingin Kyuhyun lakukan selain menangis dengan keras karena permintaannya terkabul.
"Kalau begitu permintaan ketiga ne? Aku ingin kau melanjutkan hidupmu dan berbahagia, Min… Lupakan tentang semua ini. Lupakan aku,"
Kyuhyun berusaha keras mempertahankan senyumnya saat Changmin menatapnya lekat.
"Itu dua permintaan Kyu. Kau ingin aku melanjutkan hidupku atau berbahagia? Aku tidak bisa melakukan keduanya secara bersamaan. Kecuali jika aku meupakan permintaanmu yang kedua tadi,"
Kyuhyun langsung menggigit bibirnya mencegah agar tidak ada isakan yang keluar. Senyum yang sangat dipaksakan kembali menghiasi wajahnya.
"Bicara apa kau Min? Tentu saja kau bisa melanjutkan hidupmu dengan bahagia! Bukankah sekarang kau sudah bebas? Tidak ada orang yang akan merepotkanmu lagi. Tidak ada yang perlu kau jaga dan lindungi lagi. Kau bisa bebas bersenang-senang kan?"
Changmin hanya diam menatap Kyuhyun.
"Apa kau masih cemas? Hahaha kau memang teman yang baik Min-ah! Tenang saja! Aku sudah bisa menjaga dan melindungi diriku sendiri sekarang! Kau saja yang terlalu memanjakanku dulu! Jadi tenang saja dan bersenang-senanglah, ne?"
Kyuhyun tidak mengerti kenapa dari tadi ia tidak berhenti bicara. Bibirnya serasa bergerak sendiri dan terus mengeluarkan kalimat tanpa henti.
"Jadi kau akan mengabulkan permintaanku ini kan? Kau sendiri yang bilang kau tidak bisa menolak permintaanku! Dan sebagai balasannya, aku juga punya hadiah untukmu! Hadiah ulang tahun yang lebih awal…!"
Kyuhyun membongkar tasnya, mengeluarkan dua benda dan langsung meletakkannya di hadapan Changmin. Kyuhyun langsung merapikan diri dan mulai berdiri, bersiap pergi.
"Hadiahmu yang di atas, ne? Nah, karena kau sudah mengabulkan tiga permintaanku dan aku sudah memberikan hadiahmu, ayo kita pulang! Aku ada urusan di tempat lain jadi aku pergi duluan ne? Dah Changmin!"
Dan Kyuhyun langsung pergi berlari dari tempat itu. Meninggalkan Changmin yang tengah menatapnya bersama dua benda pemberiannya.
Kartu undangan pernikahan dengan tiket liburan ke Jepang dengan tanggal yang sama diatasnya.
###
"AHHH! Aku ingin liburan!" Changmin berteriak sambil meregangkan tangan dari posisinya di tengah tumpukan buku.
"Jangan berisik Minnie!" Kyuhyun melemparkan banta sofa ke arah Changmin yang berhasil ditangkis oleh target.
"Aishh! Kau jahat sekali chagi!"
Changmin pura-pura merajuk lalu beringsut mendekat ke arah Kyuhyun. Setelah berada di belakang Kyuhyun yang sibuk membaca, Changmin langsung menarik Kyuhyun untuk berbaring di atas karpet bersamanya.
"YA! Lepaskan aku tiang bodoh!"
Kyuhyun meronta di pelukan Changmin. Changmin langsung menyeringai lalu menggelitiki Kyuhyun dengan ganas.
"AHHH! Hahaha hentikan bodoh! Min-hahaha-Minnie hentikan…!"
Changmin melepaskan Kyuhyun yang sudah kehabisan nafas akibat tertawa. Wajahnya memerah dan pakaiannya berantakan akibat ulah Changmin.
Changmin kembali menarik Kyuhyun ke pelukannya. Kyuhyun yang masih berusaha mengembalikan nafasnya agar normal kembali memukul dada Changmin pelan. Bibirnya melengkung membuat sebuah senyuman kecil.
"Kau membuatku lelah, bodoh!"
"Aku bosan berkutat dengan buku terus. Aku mau bermain denganmu,"
"Ya aku tahu. Aku juga bosan dan juga ingin berlibur…,"
"Aku ingin pergi ke Jepang. Sudah lama aku tidak ke sana. Aku ingin liburan ke Jepang dan bermain sepuasnya bersama nae sarang!"
Changmin langsung tersenyum lebar dan memeluk Kyuhyun erat.
Wajah Kyuhyun memerah dan dirinya tertawa kecil.
"Makanya kita cepat selesaikan urusan kampus dan aku akan mengabulkan impianmu, Minnie,"
Kyuhyun tersenyum sedih saat mengingat hadiahnya untuk Changmin. Kyuhyun tidak bisa mengabulkan keinginan Changmin sepenuhnya karena di hari yang sama ia akan menikah.
Kyuhyun sengaja memberikan tiket untuk hari yang sama. Kyuhyun berharap Changmin akan pergi menjauh pada hari itu agar mereka berdua tidak perlu terluka.
Kyuhyun benar-benar tidak ingin memberikan undangan pernikahannya pada Changmin tadi. Tapi ia merasa lebih baik Changmin tahu dan menerima itu langsung darinya daripada dari orang lain.
Kyuhyun sedikit menyesal dengan caranya memberikan undangan itu pada Changmin tadi. Tapi Kyuhyun sudah tidak tahan lagi. Ia sudah inggin lari sejauh mungkin.
Air mata kembali lolos dari matanya. Tetapi air mata itu bercampur dengan air hujan yang sedang turun dengan derasnya sehingga Kyuhyun bisa menangis sepuasnya tanpa ada yang tahu.
Sekarang Kyuhyun berjalan pelan di tengah hujan deras. Setelah berlari sekencang-kencangnya menjauh dari Changmin, Kyuhyun berakhir di sini. Di taman tempat anak-anak biasa bermain yang terletak tidak jauh dengan SMA-nya dulu.
Tidak diperdulikannya kondisinya yang kini sudah basah kuyup. Kyuhyun terus berjalan pelan melewati sepasang ayunan yang biasa dimainkan bersama Changmin dulu sepulang sekolah, mengingat kenangannya bersama Changmin di sini.
Di taman ini, di saat hujan turun seperti sekarang inilah Changmin mencium Kyuhyun untuk pertama kali.
Seperti adegan dalam drama, mereka menerobos hujan dan berteduh di bawah jembatan perosotan dengan seragam yang sudah basah kuyup. Karena tempat yang sempit, Changmin menarik Kyuhyun mendekat sehingga masuk dalam pelukannya. Kyuhyun mendongak dan mereka bertatapan. Changmin mulai mendekat dan akhirnya bibir mereka bersentuhan.
Kyuhyun tersenyum mengingatnya tapi tidak lama hal itu berubah menjadi isak tangis.
Mereka sudah berakhir. Changmin dan Kyuhyun bukan lagi sepasang kekasih.
Kyuhyun yang terus menangis sambil berjalan kemudian menabrak sesuatu. Kyuhyun nyaris terjatuh jika tidak ada tangan yang menangkapnya. Kyuhyun mendongakkan wajahnya yang basah oleh air hujan dan air mata itu.
Matanya langsung melebar ketika berhasil menangkap sosok yang juga tengah terguyur hujan di hadapannya itu.
"Kau bilang aku tidak perlu khawatir. Kau bilang kau sudah bisa menjaga dan melindungi dirimu sendiri. Tapi lihat sekarang. Baru berpisah denganku kurang lebih sejam, kau sudah basah kuyup begini. Bagaimana aku bisa tidak khawatir kalau melindungi diri dari hujan saja kau tidak bisa Kyu?"
Changmin tersenyum lembut kepadanya dan Kyuhyun sudah tidak tahan lagi. Ia langsung melemparkan diri ke pelukan Changmin dan menangis sekencang-kencangnya.
Changmin langsung membalas pelukan Kyuhyun dengan tidak kalah eratnya, ikut menangis dalam diam.
Mereka berpelukan dan menangis di tengah guyuran hujan. Berharap air hujan bisa ikut membasuh air mata dan semua kesedihan mereka.
Changmin melepaskan Kyuhyun dari pelukannya saat tangisan Kyuhyun sedikit mereda. Diusapnya pipi namja chubby yang masih terisak itu. Dengan perlahan, Changmin mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun. Jarak di antara mereka semakin menipis sampai akhirnya bibir mereka bertemu.
Menciptakan sebuah adegan reka ulang dari ciuman pertama yang manis. Hanya saja, mungkin kali ini adalah yang terakhir…
###
Maaaaaaaaaaaaaaaaaaaf banget atas update yang supeeeeeeeer lama ini…!
Gak tau deh masih ada yang nunggu ff ini apa gak.. kalau ada, mohon maaf sebesar-besarnya…! *deep bow*
Kesibukan di kampus dan rumah bikin susah ngupdate, karena itu mohon pengertiannya.
Dan untuk chap ini, full Changkyu, maaf kalau gak sesuai harapan. Maaf kalau terasa hambar. Baru pertama buat adegan sedih-sedih begini, jadi maaf kalau gak memuaskan.
Dan, untuk endingnya… sudah pasti Kyu Cuma bakal berakhir dengan salah satu antara Siwon atau Changmin kan? Jadi maaf kalau nanti ada yang gak sesuai dengan harapannya. Mohon dimaklumi karena ini Cuma imajinasi author.
And, seperti biasa, thank you so much buat yang masih mau baca n comment ff ini, makasih n maaf buat yang nge-fav n nge-follow ff ini… *bow*
