"Love Therapy" ( Chapter 10 )

Author : Ladea Vesia

Title : Love Therapy

Chapter : 10 ( Ten )

Rating : 16+

Genre : Romantis, Komedy,.Angst

Fandom : Suju, Shinee,...

OFC : Haneul, Hyun Ah, Jewon

Discalimer : Ini cerita asalnya dari gua jadi jangan pada protes!

Back Song : SNSD-OH!...dan SUJU-its You!


"Setiap orang memiliki pilihan hidupnya masing-masing bukan, dan setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya jatuh cinta, dan dalam percintaan pasti akan selalu ada duka!..Dan jika ada duka maka akan ada luka dan luka itu juga harus disembuhkan,..hanya saja cara penyembuhannyalah yang belum kita ketahui"


Chapter 10

"Donghae!" gumam Hyun Ah terkejut "Kenapa kau berkata seperti itu?"

"Kau Yoora, meski tubuhmu Hyun Ah! dan kau, kau pastinya lebih memilih Siwon bukan!" Donghae terlihat marah "Aku,...aku memang sudah salah memilihmu sejak dulu,..seharusnya aku bisa merelakanmu,..toh akhirnya kau akan pergi bukan?"

Tanpa disadari air mata Hyun Ah menetes "Kenapa kau berkata seperti itu?"

"Menangislah, aku tidak peduli!" teriak Donghae "Aku bukan Siwon dan Donghaemu yang dulu, yang akan luluh dengan air matamu!" imbuhnya "Aku kecewa padamu!"

Donghae kemudian beranjak pergi meninggalkan Hyun Ah yang menangis terisak menatap kepergian Donghae.

~0~

Haneul berlari mengejar Minho yang sudah mencapai gerbang.

"Minho, tunggu, Minho!" seru Haneul terengah saat akhirnya Minho berhenti dan menatap dingin kearah Haneul "Ada yang harus aku jelaskan padamu!"

Minho terlihat tidak berminat tapi ia ingin mendengarkan "Memangnya kau ingin bicara apa lagi?"

Haneul terdiam sejenak "Terima kasih!" ucap Haneul tersenyum.

"Terima Kasih?" ulang Minho tidak mengerti.

Haneul mengangguk "Terima kasih sudah membantuku selama ini, mungkin aku selama ini lebih banyak menyusahkanmu, jadi terima kasih sudah membantu!"

Minho menggelengkan kepala menatap Haneul tidak percaya "Hey, Haneul, apa kau benar-benar tidak paham perasaanku?" tanyanya sinis "APA KAU BENAR_BENAR TIDAK MENGERTI TENTANG DIRIKU? ATAU KAU HANYA PURA-PURA TIDAK TAHU? HAH?" teriaknya.

Haneul masih tersenyum menatap Minho.

"Senyum, apa hanya tersenyum yang bisa kau lakukan?" seru Minho marah "Selama ini aku rela menjadi patnermu, dan aku tidak ingin dibuang begitu saja, menjadi patnermu adalah alasan untukku agar bisa memperbaikki apa yang dulu pernah terjadi! kenapa kau tidak mengerti?"

"Benarkah?" tanya Haneul sudah tidak tersenyum lagi "Bukankah kau ingin hidup abadi? kau ingin membuktikan kepada Yoora bahwa kau bisa hidup tanpanya selamanya bukan?"

Minho menatap Haneul terkejut.

"Apakah kau lupa kata-kataku dulu?" Haneul menggelengkan kepalanya "Minho, aku ingin kau menjadi patnerku untuk sementara sampai aku bertemu dengan patnerku yang sebenarnya." ucap Haneul mengingatkan "DAn kau bertanya, apa kau bisa menjadi patnerku selamanya? aku menjawab, tentu kau bisa, jika tujuanmu menolong orang bukan untuk kepentingan pribadi!"

Haneul menghela nafas "Masihkah hal itu ada pada tujuanmu?" tanya Haneul.

Minho terdiam, ia menggeleng perlahan. Haneul benar, tujuannya berubah seriring berjalannya waktu, tujuan yang pada akhirnya mengahancurkan dirinya sendiri. Selama ini dia berpikir dapat membohongi Haneul tapi kenyataannya tidak sama sekali.

"Aku tidak mengerti kenapa kau membenciku, ini semua sudah sesuai dengan kesepakatan kita dulu bukan?" ucap Haneul kembali tersenyum "Sampai jumpa!"

Haneul membalikkan badan dan pergi meninggalkan Minho yang terdiam disana. Minho menatap kepergian Haneul dengan perasaan berat. Ingin rasanya Minho mengikuti Haneul seperti dulu, membantu Haneul, dibangunkan tengah malam, dimarahi. Tapi mulai saat ini ia akan merasa sendiri lagi, tidak ada Yoora yang menyakiti perasaannya, meski ia masih belum rela Hyun Ah menggunakan tubuh Yoora. Tapi tidak ada yang bisa diperbuatnya.

~0~

Donghae segera meninggalkan akademi Meong dengan penuh kemarahan, ia tidak pernah menyangka akan mengalami semua ini. Bahkan sekarang ia harus mengetahui sesuatu hal yang sama sekali tidak pernah ia duga. Haneul adalah malaikat dan dia adalah patner Haneul dan Minho membencinya karena dia yang menjadi patner Haneul bukan Minho.

"Aish, semua ini benar-benar menyebalkan!" seru Minho menendang kaleng bekas di jalan.

~PLAnk~

"Aduh!" rintih seseorang membuat Donghae terkejut dan melihat kearah kaleng bekas yang ia tendang tadi terbang dan dilihatnya Leeteuk berdiri sambil mengusap-usap kepala.

"Leeteuk?" seru Donghae "Aku minta maaf, aku tidak sengaja!" Donghae berlari menghampiri Leeteuk.

Leeteuk menatap Donghae masih meringis kesakitan memegangi kepalanya "Kalau kau membenciku seharusnya katakan saja dari awal, jangan menyerangku diam-diam begini!" kata Leeteuk.

Donghae nyengir "Aku sama sekali tidak sengaja!" kata Donghae merasa bersalah "Dan kau seharian dimana? aku mencarimu dan kau menghilang begitu saja!"

"AKu ada urusan sedikit!" jawab Leeteuk kemudian mengambil tasnya yang terjatuh di tanah.

Donghae menghela nafas.

Leeteuk menatap Donghae heran "Kau kenapa? ada masalah?" tanya Leeteuk.

Donghae mengangguk "Yah, begitulah, aku merasa semua sudah membohongiku!" ucap DOnghae membuat Leeteuk menelan ludah.

"Ke-kenapa kau merasa begitu?" Leeteuk mencoba terdengar normal.

Donghae menggelengkan kepala "Entahlah, aku merasa kesal setelah sebuah kenyataan aku dapati dan aku terlihat cukup jauh didalamnya!" ucap Donghae tidak bersemangat.

Leeteuk menepuk pundak Donghae "Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan, hidupmu masih panjang!" kata Leeteuk mencoba menghibur.

Donghae menghela nafas kemudian menoleh kearah sahabatnya itu "Apa tidak ada kata-kata lain selain hidupmu masih panjang? kau selalu berkata seperti itu setiap menghiburku, seperti kau tahu saja kapan aku akan mati!" cerocos DOnghae membuat Leeteuk nyengir garing.

"Belum ada kata-kata yang cocok, hanya itu yang terpikirkan olehku!" kata Leeteuk membela diri.

"Ya sudahlah, hidupku memang masih panjang sampai kakek-kakek!" ucap Donghae kemudian tertawa bersama dengan Leeteuk.

"Donghae!" panggil Heechul yang terengah karena berlari-lari mengejar Donghae.

Donghae menatap Heechul tidak suka, tapi ia tetap menunggu sampai Heechul sampai didepannya.

"Ada apa?" tanya Donghae tidak suka.

Leeteuk melirik Donghae kemudian menatap kearah Heechul yang sudah mulai bisa mengatur nafas.

"Donghae, kau jangan marah!" ucap Heechul.

"AKu,.;..marah? Untuk apa?" kata DOnghae berbohong.

Heechul menggelengkan kepala "Aku dan Haneul tidak bermaksud membohongimu, kami berharap kau bisa bergabung!"

"Aku tidak mau!"

"Donghae, kau temanku, dan Haneul juga membutuhkanmu!"

"Bukankah sudah ada Minho!" seru Donghae "Aku tidak mau merebut apa yang sudah berusaha di capai oleh orang lain!"

Heechul menggelengkan kepala tidak percaya "Minho sudah bukan patner Haneul." ucap Heechul membuat DOnghae menatap Heechul tidak percaya.

"Jangan bercanda, bukankah tadi dia ada disana, bersama kalian menolong gadis itu dibawa pergi oleh malaikat penjemput dan membuat Hyun Ah masuk ketubuh gadis itu!" celotek Donghae "Kau pikir bisa membohongiku?"

"Tidak," sahut Heechul "Dengar, Minho sudah bukan patner Haneul sejak aku menjadi patner Haneul, dan semua itu bukan dilakukan oleh Minho semua yang kau lihat adalah pekerjaan para malaikat yang di luar kemampuan kita!"

Donghae membuka mulutnya tapi tidak ada kata-kata yang keluar. Saat ia ingin meminta bantuan Leeteuk dan ia menoleh ia tidak mendapati Leeteuk di sampingnya lagi.

"Leeteuk?" panggil Donghae mencari-cari Leeteuk.

Heechul mengerutkan dahi "Kenapa kau mencari Leeteuk?"

"Tadi dia disini, disebelahku!" ucap Donghae.

Heechul yang sedari tadi hanya terpaku pada Donghae tidak menyadari adanya Leeteuk dan tidak berkomentar apapun sampai akhirnya Donghae berhenti mencari Leeteuk.

"Aku tidak mau menjadi patner Haneul, permisi!" ucap DOnghae kemudian pergi meninggalkan Heechul yang tidak tahu lagi harus berkata apa.

~0~

Leeteuk menatap perpisahan Donghae dan Heechul dari atap restoran yang terletak tak jauh dari tempat Donghae dan dirinya tadi bertemu. Begitu Heechul tidak menyadari keberadaannya ia langsung bergerak pergi dengan kecepatan yang tidak biasa untuk manusia bahkan tidak ada yang menyadari kepergiannya.

"Kenapa kau malah bersembunyi?" tanya Haneul.

"WUUUUUUUUUUUAAAAAAAAAAa!" Leeteuk terjengkang kebelakang terkejut melihat Haneul yang duduk disampingnya.

Haneul menatap Leeteuk tidak mengerti "Hey, aku bertanya!"

Leeteuk bangun dan kembali duduk di samping Haneul "Aku tidak mau mengurusi masalah mereka!" ucap Leeteuk "Banyak larangan untuk malaikat penjemput sepertiku!"

"Aku tahu, tapi kapan kau mau menjemput Hyun Ah?" tanya Haneul.

Leeteuk mengeluarkan ipad dari tasnya "Tunggu sebentar, Hyun Ah..." ia mencari data di ipadnya "Ah, ini dia dua minggu lagi!"

"Dua minggu lagi?" ulang Haneul dan di beri anggukkan oleh Leeteuk.

"Memang kau mau apa?" tanya Leeteuk.

Haneul menggelengkan kepala "Entahlah kurasa hanya dia yang bisa membuat Donghae mau menjalani takdirnya!"

"Dan Minho?"

"Aku tidak tahu, tapi aku juga harus menyadarkan Minho!"

"Perlu bantuan?"

"Memang kau bisa?"

Leeteuk tersenyum "Tentu saja!"

HAneul mengembangkan senyumnya dan memeluk Leeteuk yang pada akhirnya meronta karena tidak segera di lepaskan...*posisi di atas genteng*

~0~

"SIAL!" teriak Minho mengobrak-abrik semua barang di mejanya.

"Percuma saja kau melakukan itu!" ucap seseorang membuat Minho terkejut dan ia menoleh kebelakang.

Dilihatnya seorang gadis duduk di tempat tidurnya, dengan sayap hitam menatap Minho sambil tersenyum.

"Siapa kau?" seru Minho

"Siapa aku?" ulang gadis itu kemudian berdiri dan menghampiri Minho "Aku adalah saingan mantan malaikat yang kau patneri,..namaku Jewon,..Han Jewon,..!" bisik Jewon.

Minho menatap Jewon tidak percaya "Mau apa kau?" tanya Minho dingin "Aku tidak pernah dan tidak akan mau percaya pada malaikat lagi!"

Jewon tergelak "Aku tidak ingin kau mempercayaiku, aku hanya ingin tahu kenapa Haneul melepaskan orang hebat seperti dirimu, itu saja!"

Minho menatap Jewon dingin, apa mau malaikat ini. Ia bahkan tidak pernah tahu apa Haneul, apa lagi sekarang ia harus mencari tahu lagi tujuan malaikat yang lain. Haneul sudah membuatnya kecewa, meski ia tahu kalau ini salahnya juga, tapi ia juga tidak ingin menerima kenyataan bahwa ia sudah bukan patner Haneul lagi.

"pergilah, aku tidak tertarik dengan tujuanmu!" ucap Minho tidak menatap Jewon sedikit pun.

"Benarkah?" bisik Jewon lembut "Padahal aku tahu bagaimana supaya kau bisa menjadi patner Haneul dan menyingkirkan Donghae!"

Minho menoleh kearah Jewon "Apa maksudmu?" tanya Minho

Jewon bergerak mundur kejendela "Jika kau ingin tahu, datanglah di ruang pentas drama tengah malam besok, saat bulan purnama!" ucapnya seraya tertawa dan terbang pergi meninggalkan kamar Minho.

Minho menatap kepergian Jewon, apa yang harus di lakukannya sekarang, keputusannya sudah bulat, ia ingin menjadi patner Haneul dan menyingkirkan Donghae.

~0~

"Seharusnya kau tidak boleh bersikap buruk kepada Heechul!" Leeteuk menasehati Donghae saat mereka berada di kamar Donghae "Walau pun aku tidak tahu masalah kalian, tapi kau seharusnya mengerti kalau alasannya demi kebaikkan!"

Donghae menatap Leeteuk tidak percaya "Aku tidak peduli, dia sudah seenaknya saja melakukan sesuatu yang membuatku kesal! apa lagi ada hubungannya dengan perebutan posisi antara aku dan Minho!" cerocos Donghae "Aku tidak pernah berniat sedikit pun menyingkirkan Minho, bukan salahku jika semua ini terjadi dan kenapa Minho harus marah kepadaku."

"mungkin dia iri!" kata Leeteuk "Tapi sudahlah, seharusnya kau bangga bisa menjadi yang terpilih jika aku mendengar ceritamu!"

"Aku tidak bangga sama sekali!"

Leeteuk mengangkat bahu dan kembali membaca buku.

Donghae terdiam, apa yang harus ia lakukan, ia harus menjelaskan semuanya pada Haneul dan membuat Minho kembali ke posisinya, siapa yang bisa membantunya, jelas Heechul bisa jika ia mau tapi apa Heechul akan setuju dengan apa yang akan dilakukannya, atau ia justru langsung bertemu dengan Minho dan mengatakan semuanya.

~0~

"Bagaimana ini, Donghae tidak mau bergabung dengan kita, dan Minho malas marah seperti itu!" kata Heechul sedih.

Haneul hanya diam saja sambil melihat keluar jendela kamarnya menunggu kedatangan Jewon.

"Haneul, kau mendengarku bukan? kau tahu maksudku?" Heechul mengguncang tubuh Haneul.

Haneul menoleh tidak bersemangat kearah Heechul "sudahlah, kau perhatikan saja, aku akan melakukan sesuatu!"

"Apa?" seru Heechul "Jadi kau mau melakukan sesuatu tanpa menyangkut pautkan aku didalamnya?"

"Ini urusan antar malaikat, kau sudah tahu aturannya!"

Heechul mengangguk.

Tak lama kemudian muncullah Jewon yang terengah bertengger di balkon kamar Haneul. Haneul berjalan menghampirinya begitu juga dengan Heechul yang masih mencoba menerka.

"Aku sudah melakukan tugas pertamaku!" ucap Jewon "Ada kemungkinan besok dia akan datang!"

"Baguslah!" Haneul menganggukkan kepala.

"Kau yakin akan melakukannya?" tanya Jewon terlihat ragu.

Haneul mengangguk mantap "Aku sudah tidak ada keraguan lagi, ini satu-satunya cara!"

"Aku merasa kasihan!"

"Aku tidak, dia harus menjalani hidupnya dengan normal!"

"Terserah kau saja Haneul, dia milikmu!"

Haneul tersenyum simpul pada Jewon yang kemudian segera pergi.

"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Heechul.

"Menghilangkan ingatan Minho untuk selamanya!" ucap HAneul menatap langit malam yang penuh bintang.

Heechul menelan ludah menatap Haneul tidak percaya, tapi ia tidak bisa berkomentar apapun. Ia pernah memikitkan hal ini dan sekarang semuanya menjadi nyata. Mungkin memang begini yang terbaik.

"Tapi Donghae masih belum menyetujui menjadi patner, semuanya bisa berubah!" ucap Heechul memperingatkan.

Haneul menggelengkan kepala "Heechul, biarpun kau sendiri tidak masalah bukan membantuku!" ucap Haneul sedih.

"Sudah pasti aku akan membantumu!" ucap Heechul berjanji "Kau jangan pernah meremehkanku!"

Haneul mengangguk "Aku tidak terlalu berharap pada Donghae, masalahnya juga belum sepenuhnya selesai!"

"Aku tahu, donghae masih mengharapkan Hyun Ah!"

"Karena itu ia bisa gagal menjadi patner!"

Heechul terdiam sejenak "Bagaimana jika Minho ingin bersaing dengan Donghae dan berusaha menyingkirkan Donghae?"

"Itu yang aku takutkan!" ucap Haneul lirih

"Bagaimana jika itu terjadi?"

"Aku akan semakin cepat membuat Minho melupakan semuanya!"

"Apa hanya ada cara itu?"

Haneul menghela nafas "Semuanya harus aku tanggung sendiri, ini kesalahanku karena dulu aku pernah meminta bantuan kepada Minho!"

"Sepertinya kau memiliki rasa pada Minho?"

"Entahlah, mungkin juga begitu, Minho orang mau mengerti menurutku, tapi dia berubah seiring waktu berjalan dan aku membencinya sekarang!" Haneul menatap sedih kearah Heechul.

Heechul berjalan mendekati Haneul dan memeluk gadis itu.

~0~


For All : hanya ini ide ceritaku,..maafkan aku,..maafkan jika chapter yang ini tidak menarik..