Karena permintaan kejelasan masalah antara Jaejoong dan Boa dan juga tntg #uhuk NC Yunjae #uhuk.. nyaris sama bnyaknya.. so.. Jia ptuskan buat jlan ceritanya seperti 'ini' saja yaah… ^_^
Semoga berkenan di hati chingu semua..
Dan seperti biasa.. ditunggu feedbaknya ne..
And..buat yang udh penasaran seperti apa jlan ceritanya.. chekidot…
.
.
No Bash!
.
.
No Flame!
.
.
Don't waste your time if u don't like YAOI or YUNJAE or ME...
.
.
Soo... just clik back...okay ^_^
.
.
BooJaejoongie is Mine Present
WHO YOU?
Disclaimer : Mereka milik Tuhan, keluarga mereka, fans, management masing-masing. Jia hanya pinjam nama mereka dan juga sedikit eksistensi mereka di dunia FF.
Rated: M
Genre: Romance, Drama, Hurt/Comfort, Friendship, Complicated..gaje...etc
Cast: Jung Yunho, Kim Jaejoong n others ( look it by your self )
Warning: Yaoi, Alur lambat (?) maybe, Absurd, Typo, OOC, EYD ngawur, Adaptation from other story w different cast - author L**n ... but i want to made in Yunjae ver... dengan sedikit perubahan juga penambahan alur dengan ide sendiri dalam cerita sesuai kebutuhan...Similiar in First but Different Ending... etc
.
.
SUMMARY:
"Don't fall in love with me... I'm too damaged for you" Ini bukanlah sebuah dongeng. Namja cantik yang selalu merasa terganggu saat orang-orang melihatnya seperti seorang putri. Masa lalunya mengubah dirinya sepenuhnya, dan sejak saat itu, dia sudah hidup di dunianya sendiri, mencoba untuk mengabaikan pendapat semua orang tentang bagaimana dia harus menjalani hidupnya. Beberapa orang yang benar-benar peduli padanya harus terbiasa dengan perilaku memberontak dan selalu membuat dirinya tampak berada dalam bahaya. Tapi kemudian seseorang memaksa datang dan masuk ke dalam hidupnya, dan mencoba untuk mencari tahu rahasia yang terdalam, hal-hal yang dia bahkan tidak berani mengakui pada dirinya sendiri. Ketika semua telah terungkap, dan dengan seluruh alasan untuk menjadi dirinya yang dulu, akankah dia dapat melupakan segalanya dan memberikan cintanya? Dan akankah namja tampan ini sanggup menangani masa lalu kelam sang namja cantik yang telah membuatnya jatuh cinta?
.
.
Happy Reading...
.
.
Kisah sebelumnya . . .
.
.
"Langkah pertama menjadi uke~"Ucap Yunho disela tawanya.
Jaejoong mengerutkan alisnya saat Yunho mendekatkan wajahnya. Namja tampan itu mengecup lembut bibir Jaejoong, kemudian melumatnya. Jaejoong diam pada awalnya, namun nalurinya sebagai uke—benar dia uke, hanya dia yang tidak mengakuinya—tangannya bergerak melingkar dileher Yunho dan membalas menciumnya. Yunho tersenyum dan melepas ciumannya.
"See. Kau bahkan sudah tahu bagaimana cara melingkarkan tanganmu dileherku.."Godanya.
Jaejoong segera bergerak hendak melepaskan tangannya.
"Tahan disana baby!" Perintah Yunho, yang secara refleks dipatuhi oleh Jaejoong. Yunho kembali tertawa.
"Ugh!" Kesal Jaejoong.
Satu lagi, sepertinya ia harus mulai terbiasa dengan Yunho yang selalu menggodanya.
Yunho -pun memulai lagi pelajaran menjadi uke-nya. Ia melumat lembut bibir Jaejoong, namja cantik itu membalas melumat bibir bawah Yunho. Memainkan lidah mereka pada bibir lawannya, Yunho menjilat lembut bibir kissable Jaejoong. Dan dengan nalurinya Jaejoong membuka mulutnya meminta Yunho memberi kehangatan pada mulutnya. Yunho tak tinggal diam, ia menyerang langit-langit mulut Jaejoong, membelai menggunakan lidahnya dengan sangat lembut.
"Eunghh~" Lenguh Jaejoong pelan.
Setelah puas dengan langit-langit mulut Jaejoong, ia menarik lidah Jaejoong dengan lidahnya kemudian menghisapnya dengan lembut. Jaejoong meremas keras rambut belakang Yunho, merasakan ciuman mereka yang terasa semakin panas.
Yunho melepaskan ciumannya secara sepihak. Jaejoong terengah-engah mengatur nafasnya dengan mulut terbuka, bibirnya membengkak dan semakin memerah.
"Kau sangat indah baby~"Yunho membelai lembut pipi Jaejoong, dan tersenyum manis padanya.
"Jangan menggodaku!" Tegur Jaejoong.
Yunho tertawa. Kemudian ia menyingkir dari atas tubuh Jaejoong dan berbaring disampingnya, menarik tubuh yang lebih mungil darinya itu kedalam pelukannya dan memeluknya erat.
"Pelajaran pertama menjadi uke selesai. Kau harus istirahat... kau pasti sangat lelah karena terlalu banyak menangis dan belum tidur sama sekali.."
Jaejoong melingkarkan tangannya pada pinggang Yunho, kepalanya bergerak-gerak didada Yunho, mencari posisi yang nyaman. Kemudian memejamkan matanya.
.
.
CHAPTER 9
.
.
- Jaejoong POV-
Aku membuka mataku dengan perlahan. Mataku berat dan kepalaku pusing, tubuhku terasa sangat lelah. Sesaat kemudian aku kebingungan saat tak melihat Yunho di sampingku. Apa dia sudah pergi? Kulihat jam dinding di kamarku, ini masih sangat pagi untuk ke sekolah.
"Kau sudah bangun?" Tegur seseorang yang suaranya mulai tak asing lagi di telingaku.
Aku menoleh ke arah sumber suara, kemudian mendudukkan tubuhku. Namja itu keluar dari kamar mandi, hanya dengan handuk di pinggangnya, ia berjalan ke arahku sambil mengusap rambut basahnya dengan handuk di tangannya. Tampan, ia terlihat sangat tampan sampai membuat jantungku berdetak tak karuan. Sepertinya aku mulai gila karena dia.
Ia tersenyum lalu duduk di sisi ranjang menghadapku. Tangan dinginnya membelai lembut pipiku.
"Selamat pagi.." Ucapnya.
Aku masih menatap lekat wajahnya. Masih terasa canggung bagiku untuk bersikap lembut dan merubah sikapku. Tapi aku merasa nyaman saat aku bersikap manja padanya, karena sikap Yunho sendiri ternyata sangat lembut.
Ia beralih pada rambutku dan membelainya.
"Beristiratlah...kau pasti masih lelah..."
Aku menggeleng dan menangkap tangannya di kepalaku dan menggenggamnya.
"Aku ingin sekolah...sudah dua hari aku tidak masuk sekolah.."
Ia diam sesaat, kemudian tersenyum.
"Baiklah...kalau begitu aku akan menunggumu..." Ucapnya.
Aku mengangguk. Kemudian beranjak dari ranjang dan menuju kamar mandi. Tidak sampai beberapa detik di dalam kamar mandi aku keluar lagi menuju lemariku. Yunho hanya memandangku mengikuti gerakanku, sepertinya ia bingung dengan apa yang kulakukan.
Namun samar-samar kudengar ia terkekeh kecil saat ia melihatku mengambil seragamku.
Tentu saja, aku tidak bisa bersikap seperti dia yang dengan santainya bertelanjang dada keluar dari kamar mandi. Kurasa aku memang uke-nya, aku tidak akan bersikap seperti ini jika aku tidak merasa seperti itu.
.
WHO YOU?
.
Yunho menggenggam tangan namja cantik itu erat saat kami berjalan menuju sekolah. Dilihatnya Jaejoong berjalan dengan gelisah, kadang ia melihat Yunho, kemudian menatap ke arah lain. Yunho berpikir Jaejoong hanya belum terbiasa dengan perasaannya pada namja tampan itu, tapi Yunho berjanji akan membuat Jaejoong terbiasa.
"Yunho...le-lepaskan tanganku?" Ucap Jaejoong dengan nada bertanya ragu-ragu.
Yunho menatapnya dan tersenyum padanya.
"Tidak akan." Tegas Yunho.
Yunho mengantar Jaejoong sampai kekelasnya, awalnya Jaejoong menolak karena mungkin dia fikir Yunho berlebihan tapi namja manly itu memaksanya.
Cup~
Yunho mencium sekilas cherrylips Jaejoong saat namja cantik itu duduk di kursinya, Jaejoong membulatkan matanya terkejut, itu sangat lucu.
"Apa yang kau lakukan?" Tanyanya setengah berbisik.
"Mencium kekasihku..." Jawab Yunho santai, seolah yang dilakukannya itu bukan apa-apa.
Kemudian Yunho pergi dari kelas Jaejoong. Semua mata di kelas itu menatap heran pada mereka. Tapi siapa yang perduli? Yunho mencium kekasihnya, dan Jaejoong adalah miliknya.
.
WHO YOU?
.
Boa menatap penuh amarah saat melihat Yunho dan Jaejoong berdiri di hadapannya dengan saling menggenggam tangan satu sama lain dan memberitahunya bahwa Jaejoong tidak bisa menyerahkan apapun padanya.
Yeoja itu berjalan mendekati Jaejoong yang berdiri di samping Yunho. Lalu..
PLAK!
Ia menampar Jaejoong dengan sangat keras, sampai wajah Jaejoong memerah dan tertoleh ke samping.
Yunho geram saat melihat Boa menampar Jaejoong. Ia hendak memaki yeoja itu namun gerakannya terhenti saat tangan Jaejoong mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Yunho. Ia menahan Yunho untuk tidak melawan yeoja itu.
"Kalian menjijikkan!" Maki Boa.
"Mianhae~" Balas Jaejoong.
"Kau akan menyesal Jaejoong!" Ancam Boa.
Kemudian ia menatap Yunho dengan air mata mengenang di pelupuk matanya. Menampakkan seberapa dalam sakit yang dirasakannya. Namun Yunho hanya menatap datar padanya.
Boa pergi meninggalkan mereka berdua dengan hati terluka.
Yunho menatap Jaejoong yang sedang menundukkan wajahnya. Ia menangkup kedua bahu namja cantik itu, khawatir ia akan menangis. Namun tidak seperti dugaannya. Jaejoong membuang nafas pelan lalu mendonggak menatap Yunho sambil tersenyum, kemudian ia menyusupkan kedua tangannya di pinggang Yunho dan memeluknya erat. Kepalanya ia sandarkan pada dada bidang Yunho. Yunho bingung namun ia bersyukur Jaejoong tidak menangis, ia pun balas memeluk Jaejoong.
"Kau tidak apa-apa?" Tanyanya.
"Heum...selama kau disampingku aku akan baik-baik saja..." Jawab Jaejoong.
Yunho mencium pucuk kepala Jaejoong, ia senang setidaknya keberadaannya berguna bagi namja yang begitu dicintainya.
.
WHO YOU?
.
Beberapa hari kemudian ancaman Boa benar-benar terjadi. Kasus penculikan yang dialami Jaejoong bertahun-tahun yang lalu beredar di media dan masyarakat. Bahkan berita tersebar dengan mengatakan bahwa Jaejoong membunuh sopirnya sendiri karena sopirnya tak melindunginya dan ia depresi saat tidak seorangpun menolongnya, ditambah lagi diberitakan bahwa keluarga Kim membohongi keluarga korban atas kematian sopirnya itu.
Lebih parahnya, nama Junsu dan keluarganya-pun ikut terseret, karena keluarga mereka bersahabat. Dan menyebutkan bahwa keluarga presiden melindungi keluarga seorang pembunuh. Junsu -pun ikut menjadi bahan pembicaraan di sekolah itu.
Jaejoong dan Junsu berjalan melewati koridor sekolahnya saat selesai pelajaran ekstrakulikuler musik. Semua siswa menatap Jaejoong dengan tatapan 'Apa berita itu benar? Benarkah dia membunuh seseorang?'.
"Jaejoong..." Tegur Junsu saat melihat sahabatnya itu melamun.
Jaejoong tersenyum pada Junsu.
"Aku tidak apa-apa...appa bilang dia akan mengurus masalah di luar sana...aku hanya perlu bertahan disini...mianhae Junsu-ie aku ada urusan lain..." Ucap Jaejoong panjang lebar dan langsung meninggalkan Junsu.
Saat Junsu ingin mengejar Jaejoong seseorang menahannya. Ia menoleh dan mendapati Yoochun berdiri di belakangnya sambil menggeleng padanya.
"Tapi dia menghindariku Yoochun -ah..." Ucap Junsu kecewa.
Yoochun merangkul Junsu dan membimbingnya berjalan.
"Percayakan Jaejoong pada Yunho honey~" Ucapnya.
.
WHO YOU?
.
- Yunho POV-
Aku masuk kedalam kamarku dan mendapati Jaejoong sedang duduk di atas sofa sambil memeluk kedua kakinya yang dilipat ke dadanya, ia tidak menyadari kedatanganku dan menatap serius pada laptop di atas meja di depannya. Ia pasti menonton berita tentang dirinya di luar sana.
Aku memandangnya cukup lama, dan cukup mengerti dengan apa yang dirasakannya saat ini, karena aku-pun sakit melihatnya dipojokkan oleh berita yang benar-benar jauh dari kebenaran.
Aku menghela nafas pelan lalu berjalan ke arah meja dan menutup laptop itu. Jaejoong terkejut dan menatapku. Aku tersenyum padanya kemudian berjalan ke arah Jaejoong, ia kembali terkejut saat aku mengangkat tubuhnya.
"Saatnya tidur my Baby Boo~" Kataku.
Kubaringkan tubuhnya di atas ranjang, kemudian ikut berbaring di sampingnya dan memeluknya.
Kami terdiam cukup lama. Hingga ia bersuara...
"Yun.."
"Heum?" Tanyaku.
"Saranghae…"
"Nado saranghae baby..."
"Yun..."
"Wae?" Aku menunduk menatapnya, ia juga sedang menatapku.
"Kau mau bercinta denganku?" Tanyanya dengan serius.
Aku terpaku mendapat pertanyaan frontal seperti itu. Bercinta dengan Jaejoong? Tentu saja itu hal terindah jika terjadi, mengingat aku selalu menahan diri selama ini. Tapi kenapa ia tiba-tiba bertanya seperti itu?.
"Wae?" Tanyaku tak mengerti.
"Aku ingin menjadi milikmu... Junsu-ie bilang, kita akan merasa saling memiliki setelah melakakukannya.."
Aku kembali terdiam mendengar alasan Jaejoong. Entah kenapa itu alasan yang aneh bagiku, jika mengingat sikapnya padaku yang selalu canggung.
"Kau tidak menginginkanku?" Desaknya.
"Tentu saja aku menginginkanmu baby~ sangat menginginkanmu...tapi—"
"Kalau begitu ayo kita lakukan..." Sergah Jaejoong.
"Tapi aku memperingatkanmu Jae... Sekali kau memilih untuk berada di dalam pelukanku, kau tidak bisa kembali dan mundur lagi, apapun yang terjadi..."
"Aku tidak akan mundur..." Jawab Jaejoong.
Aku membuang nafas pelan saat ia terus mendesakku, Jaejoong tak memberiku kesempatan untuk menganalisis kenapa ia meminta hal itu.
"Kalau begitu berjanji kau tidak akan pernah meninggalkanku.." Ucapku.
Aku sudah mengingatkan Jaejoong berkali-kali tentang ini, tapi kali ini berbeda, aku benar-benar takut dan ingin memastikan ia akan selalu disampingku.
"Aku pasti sudah gila jika aku meninggalkanmu..." Jawabnya.
"Berjanji Jae.." Desakku tak puas dengan jawabannya.
"Heum..." Jaejoong mengangguk.
"Katakan kau berjanji tidak akan pergi dan menghadapi ini semua bersamaku.."
Jaejoong diam menatapku.
"Aku berjanji akan selalu bersamamu.."
.
WHO YOU?
.
-Author POV-
Yunho menatap lekat manik mata Jaejoong. Jaejoong bergerak menindih Yunho dan mencium bibirnya. Namja tampan itu-pun membalasnya. Ia mencium lembut bibir kissable Jaejoong, sangat lembut seolah bibir itu akan cepat habis jika ia menciumnya terlalu dalam.
Tak beberapa lama mereka sudah bergumul. Yunho menindih tubuh Jaejoong, menikmati dan memberi kenikmatan pada tubuh mungil itu. Ia telusuri setiap inci kulit putih Jaejoong tanpa sisa.
Namja jangkung itu mengusap lembut bibir tipis Jaejoong dengan jari-jarinya, kemudian menciumnya dengan sangat lembut. Manis.. pikirnya.
Jaejoong membalas ciuman Yunho yang sudah resmi menjadi kekasihnya. Ciuman namja tampan itu semakin dalam, ia menyesap dan mengecup kuat bibir namja cantik itu.
Jaejoong mencengkram pelan punggung namja tampan itu saat dirasakannya lidah Yunho menerobos masuk kedalam mulut hangatnya. Menyentuh dan menjilat lidah serta langit-langit mulut kecil Jaejoong. Memberikan sensasi yang belum pernah namja cantik itu rasakan.
Yunho masih terus menjelajahi mulut namja cantik itu hingga ia melepaskan desahan pelan.
Beberapa saat kemudian Yunho melepaskan ciumannya dan beralih keleher jenjang Jaejoong, menjilatnya dengan sangat lembut dan perlahan.
"Eunghhh..." Desah Jaejoong pelan.
Namja cantik itu menggelinjang pelan. Tubuhnya terasa disengat listrik ribuan volt (Readers:Eoh? Author udah pernah tersengat listrik?. Author: T.T).
"Yuuunhh…aaahhh..." Rintih Jaejoong saat dirasakannya Yunho mulai menciptakan lukisan-lukisan kecil di leher putihnya. Apa yang akan ia katakan jika nanti ada yang bertanya apa bercak merah di lehernya itu.
Ia berusaha menghalangi bibir Yunho dengan tangannya, namun Yunho menarik tangan Jaejoong dan menahannya. Kemudian kembali membuat lukisan-lukisan pada leher namja cantik itu.
Jaejoong -pun pasrah, dan menikmati setiap kecupan dan hisapan dari namja tampan itu.
"Euunnggghhh... Yunhooohh..." Desah Jaejoong berkali-kali.
Nafas Yunho semakin memburu saat mendengar namja cantik itu memanggil namanya dengan seksi. Ia kembali beralih ke bibir merah Jaejoong... menghisapnya penuh nafsu sambil tangannya bergerak membuka kancing kemeja Jaejoong.
"Yunho ~~hhaahhh…pelanh...mmmpphh..." Ucap Jaejoong disela-sela ciuman mereka.
Tangan namja cantik itu menahan pergerakan tangan Yunho saat membuka kancing kemejanya. Yunho kembali beralih pada ceruk leher Jaejoong dan kembali menghisapnya lembut.
"Aku tidak bisa berhenti baby~" Ucapnya disela-sela kecupannya.
Jaejoong menangkup wajah namja manly itu dengan kedua tangannya dan mengangkatnya sejajar dengan wajahnya.
"Wae?" Tanya Yunho lembut sambil mengatur nafasnya. Ia tersenyum menatap mata sendu namja cantik itu, Jaejoong terdiam.
"Kau lupa? Kau tidak bisa mundur sayang..."
Namja tampan itu menyunggingkan senyum lebarnya saat tangan Jaejoong bergerak ketengkuknya lalu menarik wajahnya mendekat, namja cantik l itu mencium lembut bibir Yunho, yang kemudian dibalas lembut oleh Yunho.
Tidak butuh waktu lama untuk membuat Yunho kembali bernafas berat. Dengan tergesa-gesa tanpa melepaskan ciumannya ia membuka semua kancing kemeja Jaejoong dan melepas kemeja itu.
Yunho mengarahkan bibirnya pada nipple pink Jaejoong, menghisap dan menggigit kecil secara bergantian, sesekali mencubit kecil membuat Jaejoong tak dapat lagi menahan desahannya.
"Aaahh...mmmppphh,,,,Yunhooohh..." Rintih Jaejoong.
Tidak hanya berhenti disana, Yunho sudah melepas celana pendek Jaejoong lalu meleparnya kelantai. Jaejoong sekarang sudah full naked.
Yunho menghentikan kegiatannya sesaat, ia menatap takjub pada tubuh kekasihnya yang sangat indah di matanya. Yunho menelan ludahnya kasar saat melihat milik Jaejoong yang berwarna pink sudah berdiri tegak.
"Baby... Kau mengagumkan..." Puji Yunho.
Namja tampan itu kemudian menjilat lembut ujung milik Jaejoong, memainkan lidahnya perlahan.. yang membuat sang pemiliknya mendesah keras.
"Yunnnhhg jebaaallhh,,,," Rengek Jaejoong.
Yunho tersenyum melihat reaksi Jaejoong. Ia kembali melakukan hal sama dan hanya bermain-main dengan milik namja cantik itu.
"Jebaaalhh Yuunnhghh..." Rengek Jaejoong lagi.
Yunho -pun megikuti permintaan namja cantik itu..mengulum, menjilat dan menghisap kuat milik Jaejoong. Hingga beberapa saat kemudian tubuh Jaejoong mengejang tanda ia akan klimaks. Yunho semakin menghisap keras milik Jaejoong dan sesekali mengocoknya.
"Aaakkkhhhh... Yunniieehh..." Lenguh Jaejoong saat ia melepas kenikmatannya di dalam mulut Yunho.
Yunho mencium bibir Jaejoong berbagi cairan kenikmatan yang baru saja namja cantik itu lepaskan.
Saat Jaejoong mengatur nafasnya, Yunho bergerak membuka semua kain yang melekat di tubuhnya hingga sekarang ia juga full naked. Ia bersimpuh di antara kedua kaki Jaejoong.
"Aku sudah tidak tahan lagi sayang..." Ucap Yunho.
"Kau siap?"
Jaejoong mengangguk. Ia kemudian mengambil bantal disampingnya lalu menggigitnya kuat-kuat. Yunho tertawa pelan. Ia tahu ini untuk pertama kalinya bagi namja mungil itu.
"Aku akan berusaha tidak menyakitimu Boo..." Ucap Yunho.
Yunho menarik bantal dari mulut Jaejoong, dan menggantinya dengan jari telunjuknya untuk Jaejoong gigit.
"Aku akan tahu seberapa sakitnya dari gigitanmu dijariku sayang..."
Jaejoong menurut.
Yunho melakukan erection pada miliknya kemudian mengarahkan miliknya masuk kedalam hole Jaejoong dengan perlahan. Semakin dalam, semakin kuat gigitan Jaejoong pada jari Yunho.
Yunho berhenti sejenak untuk membuat hole Jaejoong terbiasa dengan miliknya. Keringat mengucur dari kening namja cantik itu.
Jaejoong memejamkan matanya sambil mengatur nafasnya. Kemudian Yunho mencium secara ganas bibir tipis Jaejoong dan bersamaan dengan ciuman itu ia mendorong pinggulnya hingga miliknya tertanam sempurna di dalam hole Jaejoong.
Yunho mengerutkan alisnya khawatir saat ia meliat Jaejoong meringis kesakitan, wajahnya memerah, keringat mengucur dari kening Jaejoong saat miliknya ia benamkan di dalam tubuh Jaejoong.
"Sakit?" Tanyanya lembut.
"Heum.." Jawab Jaejoong susah payah.
Yunho mencium bibir Jaejoong lembut, berharap ciumannya mengobati rasa sakit yang dirasakan Jaejoong.
"Mianhae..." Ucapnya.
Jaejoong menggeleng dan tersenyum. "Ini menyenangkan..." Balas Jaejoong.
Yunho tersenyum dan kembali mencium bibir Jaejoong. Kemudian ia bergerak memberikan kenikmatan lebih pada dirinya dan pada namja yang sekarang ditindihnya.
"Aaahhh... aaaahhh...haaahhh" Desah Jaejoong.
"Kau sangat nikmat sayaaanngg..." Ucap Yunho.
Hingga kemudian, tubuh Jaejoong kembali menegang tanda ia akan segera klimaks lagi. Yunho meraih milik Jaejoong dan mengocoknya dengan cepat.
"Cepppaatttt Yuunnnhhh..." Rengek Jaejoong, ia memejamkan matanya erat.
Yunho -pun semakin mempercepat tempo gerakan in-outnya.
"Aaaaaakkkkkhhhhh! Yunnieeehhhh!" Lenguh Jaejoong, saat ia melepas cairan nikmatnya di tangan Yunho.
"Belum selesai sayaang..." Yunho yang belum juga klimaks masih mempercepat tempo gerakannya.
Tanpa melepas miliknya dari hole Jaejoong, Ia mengangkat tubuh Jaejoong dan membaringkan tubuhnya sendiri di atas ranjang. Ia menukar posisi hingga sekarang Jaejoong berada di atasnya. Jaejoong yang mengerti mulai bergerak, ia bertumpu pada kedua tangannya di atas dada Yunho, sedang kedua tangan namja tampan itu berada di pinggang Jaejoong membantunya bergerak.
Saat dirasakan ujung miliknya yang berada di dalam hole Jaejoong berdenyut keras, Yunho menarik tubuh Jaejoong ke dalam pelukannya, menenggelamkan wajah namja mungil itu di ceruk lehernya. Kemudian memeluknya sangat erat.
"Oouukkhhh... Jaejoong -aaahhhh..." Erang Yunho saat cairan hangatnya keluar memenuhi hole Jaejoong.
Jaejoong menggigit bibirnya saat merasakan hangat di dalam holenya. Nafasnya tersenggal-senggal karena kelelahan.
Sudah 15 menit berlalu, tapi kedua namja itu masih dalam posisi berpelukan. Jaejoong masih berada di atas tubuh Yunho, wajahnya masih setia tenggelam di leher namja jangkung itu.
"Pembalasan dendam sukses..." Ucap Yunho.
Jaejoong mendonggak mengerutkan alisnya menatap Yunho tak mengerti. Namja tampan itu tersenyum.
"Hukuman untuk Jaejoong karena telah melawan kami... adalah menjadi kekasih Jung Yunho dan menjadi milik Jung Yunho seutuhnya.." Lanjut Yunho dengan senyum sumringah.
Jaejoong tersenyum dan kembali menenggelamkan wajahnya pada leher namja tampan itu. Yang dibalas pelukan erat oleh namja yang dicintainya.
.
WHO YOU?
.
Yunho membuka matanya, tangannya bergerak-gerak saat tak merasakan keberadaan namja yang tadi malam tidur di lengannya. Ia mengerutkan alisnya saat merasakan ruangan itu begitu terasa kosong.
"Tidak mungkin." Gumamnya saat ia merasa sesuatu yang buruk akan menimpanya.
Ia bangun dari tidurnya, memakai celananya dengan tergesa-gesa.
"Jaejoong-ah?" Panggilnya.
Tak ada jawaban. Yunho berjalan ke kamar mandi, namun tak ada seorangpun di dalam. Fikirannya mulai kacau dan perasaan takut yang selama ini ia takutkan sekarang melanda hatinya.
"Jaejoong?!" Teriak Yunho frustasi. Ia tak sadar bahwa tidak ada alasan baginya untuk berteriak memanggil Jaejoong karena ia berada di dalam sebuah kamar.
Yunho menghampiri lemari pakaian Jaejoong. Kosong. Tak ada apapun disana. Saat itu ia sadar bahwa apa yang ditakutkannya selama ini benar-benar terjadi.
Jaejoong meninggalkannya.
Secara tak langsung menyerahkannya pada Boa.
Yunho jatuh bersimpuh, air mata langsung menetes membanjiri pipinya. Hatinya terasa sakit dan jantungnya begitu sesak. Ia sudah berkali-kali meminta Jaejoong untuk tidak meninggalkannya, pada akhirnya namja cantik itu pergi. Tanpa meninggalkan apapun dan tanpa mengatakan apapun padanya.
"Pengecut.." Gumamnya sambil terisak.
.
.
To Be Continued ... ^_^
Apakah alasan Jaejoong pergi meninggalkan Yunho? Benarkah semua itu ada hubungannya dengan Boa? Kemanakan namja cantik itu pergi?
Lalu.. bagaimanakah nasib Yunho setelah ditinggalkan tanpa kejelasan oleh Jaejoong? Mungkinkah Yunho akan diam saja atau melakukan sesuatu?
Okay Chingu… c-u in next chap.. ^_^
NUMPANG PROMOSI: Buat chingu yang masih mau baca epep Yunjae karya gaje dari Jia.. monggo.. mampir die pep new publish Jia ne.. jdulnya 'When Your Voice Takes Over' ^_^ n jia harap readers semua suka n bersedia member feedback.. :D
Ditunggu Ripiunya ne readers yang baik hati... agar Jia bisa lebih cepet update... cup cup... ^_^
So..yang udah baca wajib coment…demi kelanjutan cerita
Intinya R.C.L lah…hehe
Jadi mari kita saling menghargai...^_^
Deep Bow... ^_^
.
.
Xx Hug & KisS xX
