Disclaimer : Kuroko no Basuke © Tadatoshi Fujimaki-sensei.
Warning : Gaje, OOC yang makin parah, absurd, garing, bahasa nano-nano, dan banyak kenistaan lainnya.
Kisedai dan Kagami sedang asyik ngumpul bareng sahabat-sahabat mereka di rumah baca. Awalnya, acara ngumpul para cowok dan cewek unyu itu berlangsung normal hingga akhirnya...
"Kita main ToD, yuk!" ajak Kise.
"Males, ah." Illa menolak ajakan Kise "Itu permainan nista, tau."
"Jangan gitu, dong, Illacchi!" Kise memberikan pelukan mautnya kepada Illa "Sesekali, dong. Kita main kek ginian!"
Illa yang merasa sesak karena dipeluk Kise langsung melayangkan tamparan manis di wajah sang model tersebut.
"Udah, ah! Kita langsung mulai saja." Ajak (baca : perintah) Akashi "Kelak kebilo masuk, buye kito main.(Nanti keburu masuk, nggak jadi kita main.)"
Permainan pun dimulai dengan Suci yang memutar botol aq*a. Hasilnya, Ikha menjadi pemberi ToD dengan Kise yang menjadi targetnya.
"Truth or Dare?" tanya Suci.
"Dare." Jawab Ikha. Kise langsung merinding warung. (karna merinding disko dah terlalu meinstrim)
"Kise, tampar segalo lanang yang ado di siko! (Kise, tampar semua pria yang ada di sini!)" Ikha mulai memberi Dare "Kencang-kencang!"
"Eeeh? Ambo harus nampar Kurokocchi jugo?! (Eeeh? Aku harus menampar Kurokocchi juga?!)" Kise syok mendengar dare nista tersebut.
"Iyolah. Nyo, kan, lanang. Bukan bencong. (Iyalah. Dia, kan, laki-laki. Bukan banci.)" jawab Ikha santai "Cepek lakukan! Kebilo lagi? (Cepat lakukan! Kapan lagi?)"
"Hai-ssu..."
PLAK! PLAK! PLAK!
Kise selesai melaksanakan dare yang diberikan padanya. Hasilnya, wajah Kisedai (minus Kise), Kagami, Rifqi dan Robi dihiasi oleh cap tangan Kise.
"Hahaha. Shi makin cakep aja kalo kek gitu." Ledek Chika.
"Diem loe, Chik-Chik." Sahut Akashi kesal.
"Wai, beraninyo kau manggil ambo Chik-Chik. (Wai, beraninya memanggilku Chik-Chik.)"
"Maa... maa... jangan bertengkar." Lerai Suci "Ayo kita main lagi."
Permainan kembali dimulai. Kali ini, botol Aq*a jatuh kepada Suci dan Midorima sebagai pemberi dan target ToD.
"Truth or Dare?" tanya Ikha.
"Truth." Jawab Suci. Kali ini, Midorima yang merinding.
Suci mulai melontarkan pertanyaan "Sebutkan sifat baik Kise!"
"Tidak ada, nanodayo." Jawab Midorima.
Bletak! Sebuah light novel melayang di kepala Midorima.
"Jawab yang jujur, Kodok ijo!" teriak Ikha.
"Err... Kise itu ceria, selalu bersemangat, perhatian dan juga tampan, nanodayo." Akhirnya Midorima menjawabnya juga "Tapi, bukan berarti aku memujinya, nanodayo!"
'Dio masih bae tsundere... (Dia masih saja tsundere...)' batin Kisedai (minus Midorima), Kagami plus Ikha, Sri, Suci, Illa, Adia, Volly, Nada, Rifqi, Chika dan Robi sweatdrop.
Botol aq*a kembali diputar. Kali ini, Robi yang menjadi pemberi ToD dan Akashi yang jadi targetnya. Robi memilih dare dan dare si suwek ini sukses membuat Akashi malu level dewa. Mau tau apa itu? Yuk, kita cekidot!
"Shi, larilah ke lapangan basket. Sampek disitu, kau harus ngangkang trus teriaki 'Ambo lanang tersedeng sedunia!' pakek toa! (Akashi, larilah ke lapangan basket. Sampai disana, kau harus melebarkan kakimu terus teriakkan 'Aku cowok tersedeng sedunia!' pakai toa!)" perintah Robi sambil memberikan toa kepada Akashi. Akashi menerimanya dengan takut-takut, tapi dia masih mematung di tempatnya hingga bikin Robi gregetan.
"Tunggu apo lagi?! Cepek ke lapangan! (Tunggu apa lagi?! Cepat ke lapangan!)" teriak Robi sambil menendang pantat Akashi. Dengan ogah-ogahan, sang tuan muda tersebut berlari kearah lapangan.
"Jangan lompek pagar! (Jangan lompat pagar!)" teriak Ikha dari rumah baca.
"Iyo! Ambo tahu! (Iya! Aku tahu!)" sahut Akashi.
Tak lama kemudian, Akashi telah sampai di tengah lapangan dan ia membuka kakinya lebar-lebar. Dengan sekuat tenaga, ia meneriakkan kalimat nista yang diucapkan Robi barusan.
"AMBO LANANG TERSEDENG SEDUNIA! (AKU COWOK TRSEDENG SEDUNIA!)" seisi MAN Model yang mendengar teriakan nista yang keluar dari mulut Akashi Cuma bisa kicep. Sesaat kemudian, suara tawa menggelegar memenuhi area sekitar lapangan.
"Hahaha! Apo maksud kau tuh, Shi?! (Hahaha! Apa maksudmu, Shi?!)" teriak anak kelas 11 dari arah perpustakaan.
"Shi emang sedeng!" ledek siswa lain.
"Shi sedeng! Shi sedeng! Hahaha"
Wajah Akashi memerah mendengar ledekan siswa-siswi di sekitarnya. Namun, ia segera mengabaikannya dan menoleh kearah rumah baca.
"Robi jeleks! Ambo la teriak, ko! Puas?! (Robi jeleks! Aku udah teriak, nih! Puas?!)" teriak Akashi pake toa.
"Cepeklah balik, tuh! Dak usah banyak cingcong! (Cepetan balik! Nggak usah banyak cingcong!)" balas Robi.
Kriiing! Bel berbunyi ketika Akashi kembali ke rumah baca. Sial, padahal gue masih pengen maen, rutuk Akashi dalam hati.
"Woi Akashi! Cepetan ke kelas!" teriak Midorima yang sudah berjalan kearah kelas.
"Iya iya." Balas Akashi.
~ To Be Continue ~
Hahaha, manual terbaru kembali update! Kali ini, Yukira menistakan trio lampu merah alias Akashi, Kise, dan Midorima dengan permainan ToD! *evil laugh* maaf jika fanfic ini makin absurd dan makin ngawur. *dibacok*
Aomine : Nggak usah banyak bacot, deh. Mending kita tutup aja manual ini.
Yukira : Oke oke. Semuanya teriakkan...
All chara + Yukira : RnR!
Jaa nee~!
Yukira Kamishiro.
