hanna

dul

set

Flash back to moment Kangin save Kibum

Kanging berada disebuah lorong gelap berjalan sendirian dimana langkah dan tingkahnya sangat kikuk seperti ketakutan.

Dug dug dug

Kangin mengetuk pintu yang terbuat dari seng itu. lalu seseorang membukanya.

"kau sudah menyiapkan uangnya?" tanya namja yang membuka pintu itu

"ini!" Kangin menyerahkan bungkusan berisi uang pada namja tersebut

Kangin masuk kedalam bangunan yang sangat kumuh itu dimana banyak botol kaca berisi cairan warna warni disekitarnya.

"aku tidak tahu tujuanmu membeli racun juga penawarnya. Apa kau memang tidak berniat membunuh lawanmu?" namja itu membuka peti kecil dan mengeluarkan botol mini

"ini barangnya! Racun yang sangat mematikan namun aku membuatkan penawarnya" namja itu menyerahkan botol mini berisi cairan berwarna kuning pada Kangin

"mana penawarnya?" tanya Kangin menerima botol itu

"ini! Kau harus segera memberikan penawar ini pada orang yang telah meminumnya maka dia akan selamat" namja itu memberikan botol mini berisi cairan berwarna hijau pada Kangin

"kau harus ingat waktu dimana racun itu akan menyebar dan melumpuhkan korbannya. 15 menit korban itu akan selamat tanpa ada masalah dengan organ tubuhnya, 30 menit akan membunuh janin korban jika sang korban sedang hamil atau bisa saja melumpuhkan indera perasanya, efecknya tergantung pada kondisi korban. 45 menit korban akan lumpuh dan tidak dapat menggerakan kaki juga tangannya dia tetap hidup namun dalam keadaan cacat. Dan jika satu jam penawar itu tidak juga kau berikan maka korban itu sudah keeek" namja itu berlagak memenggal lehernya dengan tangannya.

"nee arraseo" Kangin mengambil penawar itu dan segera pergi dari tempat itu.

~~~~~~~0000~~~~~~~

Moment Kangin and Kibum

"sepertinya dia sudah mati! Kau urus mayatnya dan aku akan memberimu imbalan yang sangat banyak karena kau berhasil membereskannya" Lee Soo Man kembali memerintah Kangin kemudian berlalu mengajak semua pengawalnya meninggalkan Kangin juga mayat Kibum ditempat itu.

Kangin memandangi Kibum yang sudah tidak bernafas tergeletak diatas lantai dengan tangan yang masih terikat. Kangin juga terus memandangi jam ditangannya menghitung waktu berapa lama Kibum sudah teracuni.

Kangin segera mengangkat Kibum lalu mengeluarkan botol mini berisi cairan hijau lalu memasukkannya kedalam mulut Kibum hingga habis. Kangin menutup kembali mulut Kibum dimana cairan hijau itu sudah masuk kedalam kerongkongannya.

Kangin angkat tubuh Kibum diatas punggungnya lalu berdiri membawa Kibum keluar. Dilorong Kangin berpapasan dengan orang Lee Soo Man yang lainnya.

"berikan aku kain! Aku harus membereskan mayat ini!" ujar Kangin pada orang itu

"yeoja cantik ini sudah mati?" tanya orang tersebut tampak iba melihat Kibum

"tuan Lee memintaku untuk membereskan mayatnya" ujar Kangin

"baiklah akan aku ambilka" orang itu bergegas pergi menuju ruanngan laundry lalu menyerahkan sprei putih pada kangin

"bantu aku membungkusnya!" Kangin meletakkan tubuh Kibum diatas lantai lalu membungkusnya dengan kain putih tersebut

Kangin kembali menggendong tubuh Kibum kali ini dihadapannya dan bukan dipunggungnya. Kangin masukan tubuh Kibum kedalam salah satu mobil milik Lee Soo Man lalu menutup pintunya

"katakan pada tuan Lee! Aku pakai mobil ini untuk mengamankan mayat yeoja yang baru saja dibunuhnya! Aku harus mencari tempat yang benar - benar aman agar jejaknya tidak pernah ditemukan" Kangin masuk kedalam mobil itu lalu mulai melajukan mobilnya.

.

.

.

Uhuuk uhhuuuk uhuuuk

Terdengar suara Kibum batuk. Kangin segera menghentikan mobilnya lalu memeriksa kondisi Kibum yang dia tempatkan dijok belakang. Kangin keluar dari mobil lalu membuka pintu belakang.

"Kibum-ssi! Gweencana?" tanya Kangin cemas

"aaku masih hidup?" tanya Kibum kaku

"nee! Kau masih hidup nona" Kangin spontan memeluk Kibum karena terlalu gembira

"kau kembalilah berbaring dan tetap berpura – pura kau sudah mati! Aku takut orang suruhan tuan Lee memata – matai aku" Kangin menutup kembali pintu itu dan kembali masuk kedalam jok stir lalu kembali mengemudikan mobilnya.

.

.

.

Kangin sudah berada disebuah rumah tuan dipinggiran kota. Rumah itu kangin sewa sementara dari kenalannya saat sama – sama hidup dijalanan dulu. Kangin keluarkan tubuh Kibum lalu mengangkatnya masuk kedalam rumah tua itu.

"Kangin-ssi! Apakah kita sudah aman?" tanya Kibum dari balik kain yang menutup tubuhnya

"kita sudah berada jauh dari kota Seoul" jawab Kangin membaringkan Kibum diatas ranjang

"aku merasa lembab disekitar selangkanganku apakah itu darah? Aku merasa sakit disekitar rahimku" keluh Kibum

Dan betapa terkejutnya Kangin mendapati Kibum yang memang sudah mengalami pendarahan. Kangin rawat Kibum dengan semua kemampuannya dan membantu agar darahnya tidak terus keluar.

"miane Kibum-ssi! Untuk saat ini hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu! Besok perjalanan kita lanjutkan kembali dan aku akan membawamu ke dokter saat aku pastikan situasi sudah benar – benar aman.

.

.

Kangin membawa Kibum ke pulau Heuksan setelah mengembalikan mobil milik Lee Soo Man. Kangin diberi imbalan yang sangat banyak oleh lee Soo Man atas jasanya yang sudah membunuh Kibum berikut membereskan mayatnya.

Dipulau Heuksan Kangin mengaku kalau Kibum adalah dongsaengnya pada semua tetangga tempat mereka tinggal. Kangin sangat memperhatikan Kibum melebihi dirinya sendiri. Membuat Kibum merasa nyaman dan aman hidup bersama Kangin.

~~~~~~~0000~~~~~~~

Prensent day

"Kangin-ssi! Apa kau yakin akan membawaku kembali ke London dan mengantarku kembali pada suamiku?" tanya Kibum menyerahkan secangkir kopi hitam pada Kangin

"disana lebih aman! Dan kau pasti sudah dangat merindukan suamimu Kibum-ssi" jawab Kangin dengan ekspresi sedih karena sejujurnya Kangin tidak rela melepaskan Kibum

"apa kau akan baik – baik saja disini Kangin-ssi?" Kibum tampak mencemaskan Kangin

"aku akan baik – baik saja! aku sudah menemukan dongsaengku kembali dan aku putuskan untuk hidup bersamanya!" kangin mereguk kopinya

"gumawao Kangin-ssi! Kau sudah menyelamatkanku kau adalah malaikatku" Kibum spontan memeluk Kangin sebagai bentuk rasa terima kasihnya pada kangin.

Deg deg deg

Jantung kangin berdebar kencang saat merasakan pelukan dari Kibum. Kangin melepaskan pelukan Kibum pelan lalu membelai wajah Kibum dan terus menatap matanya

"Kibum-ssi! Bolehkan aku menciummu?" tanya Kangin dan tidak memberikan Kibum kesempatan untuk menjawab karena kini Kangin sudah melumat bibir Kibum yang tipis itu

Kibum diam tidak membalas ataupun berontak saat Kangin menciuminya juga menggerayangi tubuhnya. Kangin mulai menyentuh bagian – bagian sensitifnya dan Kibum masih saja diam menahan nafasnya yang tersengal karena nikmat dari sentuhan Kangin.

'miane Yeobo! Aku terpaksa membiarkannya melakukan ini karena dia telah membiarkan aku hidup dan bisa berkumpul kembali denganmu. Anggaplah ini adalah bentuk rasa terima kasihku padanya' air mata Kibum menetes karena sejujurnya dia tidak rela Kangin menyentuhnya

Kibum pasrah saat Kangin mulai melepaskan helai demi helai baju yang dipakainya hingga dia telanjang. Kibum juga masih pasrah saat Kangin mulai memasukkan membernya dan bergerak naik turun diatasnya mencari kehangatan dan kenikmatan tubuhnya.

Malam itu Kangin berhasil menggauli Kibum dimana Kibum hanya diam pasrah tanpa melakukan perlawanan pikirannya terus fokus terhadap Siwon suaminya.

"gumawao Kibum-ssi! Kau mengijinkan aku menyentuhmu dan menggaulimu" ujar Kangin berbaring lemas disebelah Kibum dengan nafas yang masih tersengal

"gumawao karena kau telah menyelamatkan aku" jawab Kibum membelakangi Kangin lalu air matanya kembali menetes karena dia teringat Siwon

~~~~~~~0000~~~~~~~

Ting tong

Terdengar bel pintu appartement Sungmin dipijit seseorang. Sungmin bergegas menghampiri pintu lalu melihat kearah monitor untuk melihat siapa tamunya.

"Choi Siwon?" Sungmin tidak yakin dengan penglihatannya dan membuka segera pintu appartementnya

"Siwon-ssi!" sapa Sungmin dengan ekpresi heran karena kedatangan Siwon diluar dugaannya

"apa kabar?" tanya Siwon kaku

"baik! Apa yang membuatmu datang tiba – tiba keappartementku?" tanya Sungmin membuka pintunya lebih lebar agar Siwon dapat masuk kedalam

"aku ingin mengucapkan terima kasih secara resmi. Kau sudah begitu baik mencucikan dan mengantar kemejaku waktu itu dan aku tidak sempat berterima kasih. Aku tidak memiliki nomer telponmu yang aku tahu adalah appartementmu maka aku datang kemari" jawab Siwon masih bertahan diluar

"masuklah!" ajak Sungmin

Siwon mengikuti langkah Sungmin untuk masuk lalu duduk disofa tamu yang pernah dia duduku saat itu.

"kau tidak perlu melakukannya Siwon-ssi! Aku tidak merasa repot saat mengantarkannya aku malah merasa senang karena aku bisa mengenal dongsaengmu dengan akrab" Sungmin memberikan minuman soda dalam kareng berwarna merah pada Siwon

'gumawao" Siwon menerima kaleng minuman itu

Cesssss

Kaleng minuman soda itu dibuka Siwon lalu keluar buih berwarna coklat membasahi tangan Siwon lalu sedikit tumpah membasahi karpet persia milik Sungmin.

"miane aku mengotori karpetmu" sesal Siwon

"gwencanayeo! Bukankah minuman soda memang selalu seperti itu jika kalengnya dibuka" bela Sungmin

"tadi kau bilang kau bertemu dongsaengku? Maksudmu Sooyoung?" Siwon bertanya

"nee! Sooyoung. Memangnya kau punya berapa dongsaeng?" Sungmin meneguk minuman sodanya

"hanya Sooyoung dan adik iparku Cho Kyuhyun" jawab Siwon menatap Sungmin dalam saat mengucapkan nama Kyuhyun

"aku juga bertemu adik iparmu!" Sungmin berusaha mengontrol kegugupannya

'kau datang kerumahku untuk mengantarkan kemejaku dan kau bertemu Kyuhyun mantan kekasihmu. Lalu kenapa ekspresi wajahmu tampak begitu datar? Kenapa Sooyoung tidak mengenalimu? Apa yang sebenarnya kau rencanakan? Kau ingin masuk kedalam rumahku apakah tujuanmu untuk bertemu Kyuhyun?'

Siwon mengamati wajah Sungmin dan beribu pertanyaan menggelayut dalam pikirannya.

"Sooyoung mengira kau adalah kekasihku. Entahlah kenapa dia bisa berfikiran seperti itu" Siwon mencoba membuka percakapan lebih intens

"jinja?" Sungmin mengangkat alis matanya

"hmm" Siwon meneguk minuman sodanya

"boleh aku bertanya masalah pribadi?" tanya Sungmin hati – hati

"apa yang ingin kau tanyakan?" Siwon balik bertanya

"Sooyoung bercerita padaku kau telah kehilangan istrimu. Apa sampai saat ini kau masih belum bisa melepaskannya?" Sungmin menaruh kaleng minumannya

"aish jinja, dia memang tidak bisa menjaga mulutnya" keluh Siwon pelan

"miane kalau aku lancang" Sungmin menundukan wajahnya

"gwencanayeo! Karena itu memang benar. Istriku hilang karena seorang yang sangat jahat telah menculiknya dan bahkan membunuhnya juga" wajah Siwon berubah menjadi sedikit sangar jika teringat Kangin yang sudah menculik Kibum dari sisinya

"miane Sooyoung tidak pernah menceritakan bagian itu! ternyata kau kehilangan istri dengan cara yang tragis" ekspresi wajah Sungmin begitu iba saat mengucapkan kalimat itu

"itulah kenapa aku begitu dingin memperlakukanmu saat kita pertama bertemu. Aku sudah lupa bagaimana caranya tersenyum sejak dia meninggalkan aku" Siwon berkata jujur apa adanya

"Siwon-ssi maaf atas kehilanganmu! Semoga Tuhan mempertemukanmu kembali bersama istrimu dikehidupan berikutnya" Sungmin menatap haru pada Siwon

"gumawao kau sudah menghiburku" Siwon meremas kaleng minuman itu karena dia semakin kesal saat melihat Sungmin mengingatkannya pada Kangin

'kau juga kakakmu akan segera membayar duka yang sudah aku alami'

"nee cheonma" balas Sungmin tersenyum

"kau pernah bilang kau memiliki oppa. Dimana dia?" Siwon mencoba mengorek informasi dari Sungmin

"nee aku punya seorang oppa! Dia tinggal diluar kota Seoul karena pekerjaannya yang mengharuskan dia terpisah denganku" jawab Sungmin

"kalian pasti sangat dekat!" Siwon sok menganalisa

"sangat dekat dan kami saling menyayangi" Sungmin berdiri menuju pantry untuk mengambil kudapan yang akan dia suguhkan untuk Siwon

"Cheng Min-ssi! Sebenarnya tujuanku datang kemari adalah ingin mengundangmu makan malam bersama keluargaku! Kebetulan sekali hari ini orang tuaku baru kembali dari Thailand. Aku ingin memberikan senyuman untuk mereka yang sudah terlalu mencemaskan aku sejak kepergian istriku. Aku harap kau mau berpura – pura untuk menjadi teman dekatku" Siwon mulai menjalankan rencananya memanfaatkan Sungmin

"berpura – pura?" Sungmin mengerutkan dahinya

"maaf jika kau keberatan kau tidak perlu melakukannya" ujar Siwon menelan air liurnya

"tentu saja aku akan melakukannya anggap saja aku sedang menebus dosa karena telah menumpahkan kopi dikemejamu" Sungmin tersenyum puas

'tentu saja aku tidak keberatan Siwon-ssi karena inilah yang aku harapkan, kembali masuk keistana itu berhadapan dengan tuan dan nyonya Cho untuk menjalankan dendamku'

.

.

.

Tuuuuut tuuuuut

Nada sambung terdengar ditelinga Sungmin yang tampil cantik malam itu memakai flaver dress motif bunga belahan dada sedikit rendah menunjukan keindahan dadanya ditutup blazer warna hitam sedang duduk manis didalam taxy yang akan mengantarnya ke istana Choi Kiho

"yeobseo Cheng Min-ssi! Kau sudah sampai mana?" ternyata suara tenor milik Siwon yang menjawan panggilan Sungmin

"aku sudah sampai digerbang rumahmu! Kau bisa keluar sekarang menjemputku! Aku malu jika harus masuk sendirian kedalam rumahmu menemui orang tuamu" pinta Sungmin

"tentu saja! aku akan segera keluar" Siwon menutup telponnya.

.

.

"selamat malam!" Sungmin turun dari taxy menyapa Siwon yang sudah menunggunya berdiri tegap dan sangat tampan

"kau cantik sekali malam ini Cheng Min-ssi" puji Siwon kaku

"gumawao" Sungmin mengaitkan tangannya dilengan Siwon

'Tuhan yeoja ini memang benar cantik! Kuatkan hatiku untuk tidak tergoyahkan oleh pesona yeoja ini karena aku ingin membuat perhitungan pada orang yang sudah mengambil Kibum dariku' Siwon berdoa dalam hatinya

"kita masuk sekarang! Mereka sudah menunggumu sejak tadi" Siwon mengajak Sungmin masuk kedalam istana itu.

Cleeek

Pintu megah itu dibuka Siwon. Dan terlihatlah seluruh anggota keluarga Choi sedang duduk rapi disofa tamu menyambut kedatangan Sungmin

"selamat malam!" sapa Sungmin pada seluruh anggota keluarga Choi

"selamat malam!" balas seluruh anggota keluarga Choi serempak

"hai Cheng Min-ssi! Kita ketemu lagi" sambut Sooyoung ramah sekali pada Sungmin

"nee! Senang bisa bertemu kau lagi" balas Sungmin

Siwon memperhatikan gerak dan tingkah Sungmin saat berhadapan dengan Sooyoung. Dan semakin mengamatinya saat Sungmin menyapa Kyuhyun.

"kita makan sekarang sebelum hidangannya dingin" ajak nyonya Choi

Mereka semua melangkah meninggalkan ruang tamu menuju ruang makan utama yang khusus digunakan saat menyambut tamu istimewa yang datang ke istana itu.

Siwon menarikan kursi untuk Sungmin dengan sangat gentle lalu duduk disebelahnya diseberang Kyuhyun. Kyuhyun sesekali mencuri pandang menatap Sungmin yang duduk diseberang Sooyoung. Siwon sangat menangkap ada permaianan mata diantara Sungmin juga adik iparnya.

'jadi ini tujuanmu sebenarnya Cheng Min-ssi! Kau ingin menemui kekasih lamamu yang meninggalkanmu karena menikahi dongsaengku. Baiklah aku akan ikuti permaianmu jika tiba saatnya aku bertindak maka kau akan habis'

.

"dimana kau tinggal Cheng Min-ssi?" tanya nyonya Choi membuka pecakapan saat berada diruang makan
"di appartement Paradise nyonya!" jawab Sungmin dengan senyum
"dimana orang tuamu?" giliran tuan Choi yang bertanya
"aku yatim piatu tuan! Orang tuaku sudah meninggal. Aku hanya memiliki oppa yang juga harus hidup terpisah denganku karena pekerjaannya mengharuskan dia tinggal di Heuksan" jawab Kangin memandang tuang Choi gugup
"jadi kau hidup sendirian dikota besar ini? Kau sungguh hebat Cheng Min-ssi" puji tuan Choi
"apa kau bekerja?" kali ini nyonya Choi kembali bertanya
"aku seorang pemusik nyonya! Aku baru saja bergabung dengan Geiner Orcestra pimpinan Park Jung Soo sunbaenim aku sangat menguasai Cello dan piano" jawab Sungmin melirik kearah Sooyoung dan Kyuhyun untuk melihat reaksi mereka saat Sungmin mengatakan itu
Uhuuuk uhuuuuk
Sooyoung dan Kyuhyun tersedak beriringan. Mereka sama – sama meneguk air putih bening yang tersimpan disisi kanan mereka membuat semua orang heran
"waeyeo? Ada apa dengan kalian? Kenapa kalian tersedak hampir bersamaan? Apa ada yang salah?" tanya Siwon menyindir karena sebenarnya Siwon sudah tahu banyak informasi tentang Sungmin yang seorang pemusik dan menjadi anak didik Park Jung Soo sebelum berita kebakaran itu menyebar
"gwencanayeo!" jawab Sooyoung mengeringkan bibirnya dengan lap makan
Kyuhyun sepertinya bekerja keras menelan air minumnya untuk masuk kekerongkongannya. Lalu matanya melirik kearah Sungmin dan menatap mata Sungmin dengan seksama
"kau bilang kau seorang pemusik? Sejak kapan kau bergabung dengan pemusik itu?" tanya Sooyoung penasaran
"belum genap sebulan sejak saya kembali ke Seoul nona" jawab Sungmin
"apa kau mengenal Park dengan begitu baik?" Sooyoung terus mendesak
"aku kenal sunbae dari oppaku. Mereka berteman" jawab Sungmin meneguk white wine-nya
"bagaimana jika kau memainkan sebuah lagu dengan piano untuk kami saat makan malam berakhir anggap sebagai hadiah untuk kami" pinta nyonya Choi
"tentu saja nyonya saya akan memainkan untuk anda" Sungmin tersenyum.

.
Keluarga Choi duduk berpasangan disofa couple kecuali Siwon yang duduk sendirian di sofa tunggal. Mereka menikmati lantunan merdu dari tuts piano yang Sungmin mainkan untuk mereka.
Clap clap clap
Keluarga Choi bertepuk tangan saat Sungmin menyudahi permainan pianonya. Sungmin membungkukan punggungnya tanda menghormati anggota keluarga Choi.
"kau memang pemusik yang sangat hebat Cheng Min-ssi! Aku harap hubunganmu dengan anakku berjalan baik! Aku mulai menyukaimu" nyonya Choi berjalan mendekati Sungmin lalu memeluknya
"nyonya terlalu berlebihan memujiku, aku takut pujianmu membuatku terlena" Sungmin merendah
'jika saja eomma tahu siapa dia sebenarnya kalimat itu tidak akan pernah terucap dari bibir eomma' Siwon tersenyum getir
'permainan pianomu sungguh mengingatkan aku akan sosok Lee Sungmin bidadariku. Jika saja kau masih hidup Sungmin-ah tak perlu harus memilikimu untuk membuatku bahagia, hanya menikmati kecantikanmu pun sudah membuatku tersenyum bahagia. Tapi kini tidak ada lagi kecantikan dan senyum manismu yang bisa membuatku bahagia' Kyuhyun terus menunduk berusaha menguasai dirinya yang rapuh karena teringat Sungmin.
Nyonya Choi kembali duduk disebelah suaminya. Sungmin berjalan menghampiri Siwon yang sedari tadi terus menatapnya lalu berkata
"aku perlu ketoilet apa kau bisa mengantarku kesana?" pinta Sungmin
"tentu saja" Siwon segera berdiri mengantar Sungmin menuju toilet
Siwon dan Sungmin berjalan bersama berdampingan membuat Kyuhyun merasa iri.
"kau hebat saat memainkan piano tadi aku menikmatinya" puji Siwon menggombal dan membukakan pintu toilet untuk Sungmin
"gumawao" jawab Sungmin lalu mengecup pipi Siwon kemudian masuk kedalam toilet membuat Siwon tercengang karena kaget Sungmin begitu agresif menciumnya.
"aaaaaa" teriak Sungmin dari dalam toilet
Tok tok tok
Siwon mengetuk pintu toilet dengan mimik panik
"Cheng Min-ssi gwencanayeo?" tanya Siwon panik
Cleeek
Pintu dibuka Sungmin lalu keluar dengan wajah dan baju yang basak kuyup
"waeyeo?" tanya Siwon berusaha mengeringkan wajah Sungmin dengan tangannya
"sepertinya krannya rusak sehingga menyimpratkan air nya membasahi aku" keluh Sungmin merapihkan rambutnya
"pengurus Jung!" teriak Siwon memanggil pelayan
"nee tuan muda!" orang yang dipanggil menghampiri
"ada apa dengan kran ditoilet ini?" tanya Siwon sedikit membentak
"apa yang terjadi tuan?" pelayan itu masuk kedalam toilet untuk mengeceknya
"sudahlah Siwon-ssi! Aku tidak apa – apa" Sungmin menggenggam tangan Siwon dimana Siwon langsung melirik kearah dimana tangannya digenggam Sungmin
'sepertinya yeoja ini suka sekali menyentuh! Aku sudah dikecupnya dan kini disentuhnya' guman Siwon dalam hati
"kau bisa msuk angin jika memakai baju basah! Ukuran badanmu pasti sama dengan Sooyoung hanya tinggi badannya saja yang berbeda. Kau bisa meminjam bajunya untuk sementara" Siwon menuntuk tangan Sungmin kembali keruang keluarga

.
"Sooyoung-ah bisa kau pinjamkan baju pada Cheng Min-ssi?" tanya Siwon saat mereka kembali keruang keluarga
"waeyeo? Kenapa Cheng Min basah kuyup" tanya Sooyoung
"kran ditoilet tamu yang membuatnya basah seperti itu" jawab Siwon
"tidak perlu! Aku tidak apa – apa" Sungmin menolak
"kau bisa meminjam bajuku! Aku harap ada ukuran yang pas" Sooyoung berdiri melangkah menghampiri Sungmin
"kajja!" Sooyoung menarik tangan Sungmin untuk mengikutinya
Kyuhyun dan Siwon memandangi kepergiam dua yeoja itu.

.
"ini pakailah aku harap cocok" Sooyoung menyerahkan dressnya pada Sungmin
"gumawao! aku akan segera mengembalikannya" Sungmin menerima dress itu
"cepat ganti pakaianmu! Sebelum masuk angin" Sooyoung membuka pintu menuju ruang ganti
Sungmin masuk kedalam ruang ganti dimana didalam ruangan itu tak ada bedanya dengan suasana butk mahal karena koleksi pakaian dan fashion juga accesoriesSooyoung tertata dengan sangat rapi didalam ruangan itu.
Sungmin segera mengganti pakaiannya yang basah dengan pakaian yang pinjamkan untuknya.
"yeobseo!" suara Sooyoung terdengar menjawab panggilan
"mworago? Jadi pelacur itu diduga masih hidup? Bukankan dia sudah mati dalam kebakaran itu? kau aku tugaskan untuk membereskannya dan kenapa pelacur itu masih hidup hah" suara Sooyoung membentak dengan kasar pada lawan bicarnya
"cari tahu dengan benar dimana pelacur itu berada! Jika kau sudah menemukannya kau sudah tahu apa yang harus kau lakukan" bentak Sooyoung
Blash
Jantung Sungmin seperti ditusuk sebuah pedang panjang senjata para samurai. Wajah Sungmin memerah, tangannya mengepal, giginya ditekan tanda Sungmin menahan amarahnya.
'jadi peristiwa kebakaran itu kaulah dalang dibalik semuanya? Kau sudah membunuh eommaku juga bibiku! Kau memang iblis yang sangat licik Sooyoung-ah! Kau tunggu saja bagaimana aku akan merampas suamimu dan menjadikannya budakku'

Sungmin menyeka air matanya yang sudah menetes

Clek

Sungmin membuka pintu lalu segera keluar setelah menukar pakaiannya. Sooyoung memperhatikan dari kepala hingga kebawah

"baju itu cocok kamu pakai! Kau tidak perlu mengembalikannya. Aku berikan untukmu" ujar Sooyoung tersenyum riang

"tapi ini Gucci nona? Kau tidak akan menyesal karena telah memberikannya untukku?" Sungmin rupanya tahu merk baju mahal produksi Italy itu

"aku tidak akan menyesal karena kau adalah kekasih Siwon oppa kakakku tercinta! Yang harus kau lakukan adalah mencintainya dengan sepenuh hatimu" Sooyoung mencubit hidung mancung Sungmin

'kau sangat menyayangi oppamu! Kau tidak tahu bagaimana kejamnya aku yang akan memanfaatkan oppamu untuk melancarkan dendamku'

.

.

"malam sudah semakin larut nyonya! Sudah saatnya aku pulang!" Sungmin pamit pada nyonya Choi karena tuan Choi sudah lebih dulu masuk kedalam kamarnya karena kesehatan yang sudah mulai menurun

"aku siapkan mobilnya" Siwon bergegas keluar untuk menyiapkan mobil karena dia harus mengantar Sungmin pulang

"baiklah! Kau harus sering datang kemari, dengan atau tanpa Siwon" pinta nyonya Choi

"tentu saja nyonya aku senang bisa kenal dengan keluarga hebat ini" Sungmin mengganggukan wajahnya.

"Sooyoung-ssi! Gumawao kau sudah memberiku pakaian yang indah ini" Sungmin mencium pipi kiri dan kanan Sooyoung dimana matanya melirik Kyuhyun dengan tatapan menggoda

.

.

Siwon dan Sungmin saling diam membisu didalam mobil yang melaju kencang menerobos jalanan sepi karena malam memang sudah larut. Pikiran Siwon tertuju pada bayangan wajah sang istri lalu sekelibat wajah Kangin melintas dalam pikirannya membuat dia semakin yakin akan memanfaatkan Sungmin untuk jalan balas dendamnya.

Sementara Sungmin dia masih teringat percakapan Sooyoung dengan seseorang lewat ponselnya. Percakapan yang menjelaskan siapa dalang yang telah membuat rumahnya terbakar dan menewaskan eomma juga bibinya. Sungmin pun semakin yakin akan memanfaatkan Siwon sebagai jalan untuknya membalas dendam.

'tunggu saatnya tiba brengsek! Bagaimana aku akan menghancurkan kehidupan dongsaengmu dan membuatmu menyesal karena telah masuk dalam kehidupanku' umpat Siwon dalam hati

'kau dengan begitu tenang membunuh eommaku. Lihat bagaimana aku akan menyiksa oppa juga suamimu. Aku akan buat mereka berperang saling melukai karena merebutkan aku' Sumpah Sungmin dalam hati

.

Mereka sudah sampai digedung appartement Sungmin. Siwon memarkirkan mobilnya dibasement gedung appartement itu. Mereka keluar sama – sama dari mobil lalu melangkah menuju lift untuk naik kelantai 10 dimana appartement Sungmin berada.

Tringg

Pintu lift terbuka lebar lalu mereka berdua masuk masih dalam kebisuan. Pikiran mereka melayang ketempat lain sehingga masing – masing mereka tampak lebih asyik dengan pikirannya sendiri tanpa mempedulikan orang yang ada dihadapannya.

Triing

Pintu Lift kembali terbuka karena sudah sampai dilantai 10. Mereka berdua keluar sama – sama berjalan mengitari lorong menuju kamar milik Sungmin.

"kau mau masuk?" tawar Sungmin pada Siwon saat mereka sudah sampai didepan kamar Sungmin

"ini sudah terlalu larut dan Kau harus istirahat! Aku harus pulang" tolak Siwon halus lalu berpamitan pada Sungmin dan meninggalkan Sungmin didepan pintu appartemennya.

Sungmin diam menunduk sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu. Pintu kamar dia buka Lalu menarik nafas panjang.

"Siwon-ssi!" teriak Sungmin memanggil Siwon dan berlari menghampiri Siwon lalu menarik tangannya masuk kedalam appartementnya

"Cheng Min-ssi!" Siwon tampak keheranan

Sungmin sekonyong – konyong mencium bibir Siwon dan melumatnya dengan penuh nafsu membuat Siwon terperangah karena sikap agresif Sungmin.

"Cheng Min-ssi apa yang kau lakukan?" Siwon melepaskan ciuman Sungmin

"bercintalah denganku malam ini! Maka kau akan tahu siapa diriku" Sungmin menarik tangan Siwon masuk semakin dalam menuju kamar pribadinya

"Cheng Min-ssi! Kau mabuk" Siwon berlalu menuju pintu hendak keluar kamar

"aku yakin apa yang dikatakan Sooyoung itu memang benar kau adalah seorang gay!" ejek Sungmin memancing amarah Siwon

"apa kau bilang?" Siwon menghentikan langkahnya menoreh kearah Sungmin

"kau seorang gay!" jawab Sungmin dengan tatapan tajam

Siwon berjalan cepat menghampiri Sungmin lalu meremas – remas dada Sungmin dan mulai menjilati bibir Sungmin. Siwon lumat bibir Sungmin dan mereka berciuman saling berpagutan memainkan lidah menjelajah isi mulut hingga langit – langitnya

"ngeeh" Sungmin mendesah menarik nafas yang hampir habis dihisap Siwon.

Siwon buka dengan kasar baju Gucci Sungmin pemberian Sooyoung dan hampir merobeknya. Hingga terlihat dalaman bahan brokat milik Sungmin membungkus payudara indah Sungmin dan membungkus intim Sungmin. Siwon lepaskan bra itu hingga payudara Sungmin jelas terlihat. Siwon hisap puting berwarna pink itu bergiliran sambil tangannya meremas – remas payudara Sungmin dengan lembut.

Sungmin tidak mau kalah dia robek kemeja Siwon kemudia melemparkannya kemana saja hingga Siwon telanjang dada. Mereka berdua saling berpandangan tanpa bersuara. Lalu ciuman itu kembali terjadi dimana tangan Sungmin mulai sibuk membuka celana pentalon Siwon menurunkannya dan melorotkan celana dalamnya hingga Siwon benar – benar telanjang.

Tangan Siwon lebih aktif lagi bergerilya didalam celana dalam Sungmin memainkan klitoris Sungmin hingga keluar cairan kental membasahi vagina Sungmin. lalu celana itu Siwon turunkan hingga Sungmin telanjang.

"ahhh hmmm" Sungmin mendesah menahan nikmat

Tangan Sungmin mengocok batang Siwon lalu menurukan badannya berlutut dihadapan Siwon dengan posisi wajah tepat berhadapan dengan member Siwon. Sungmin jilat kepala batang itu sementara tangannya terus mengocok batangnya

"hmmmm ouhhhh ahh" desah Siwon memejamkan matanya membayangkan Kibum

Sungmin pandangi wajah Siwon yang sedang menikmati sentuhnya. Kemudian memejamkan matanya membayangkan wajah tampan Kyuhyun. Yah mereka berdua sama – sama saling membayangkan pasangan masing – masing yang kini sudah tidak mereka miliki lagi.

Siwon dorong Sungmin menuju kasur dan menunggingkan Sungmin diatasnya. Dimana kaki Sungmin masih menginjak lantai dan setengah badah keatas berada diatas kasur.

Siwon kocok batangnya kembali sebelum memasukan membernya kedalam vagina Sungmin. Siwon buka lipatan bokong Sungmin lalu mencari lubang vaginanya untuk memasukkan batangnya yang sudah semakin mengeras.

Jleeb

Batang Siwon masuk hampir semuanya kedalam vagina Sungmin

"hhhhaaaah" desah Sungmin saat batang Siwon masuk kedalam vaginanya

Siwon mulai menggerakan bokongnya maju mundur kedalam vagian Sungmin dengan irama beraturan

"hmmmm ahhh" desah Siwon dengan mata terus terpejam masih membayangkan wajah Kibum

"ahhh Kyu,,," desah Sungmin yang memang membayangkan wajah Kyuhyun

Siwon semakin lincah menggerakan bokongnya maju mundur membuat ranjang itu bergoyang mengeluarkan bunyi gesekan antara besi dan lantai marmer kamar Sungmin.

"hmmmm ohhhh God" desah Siwon menggigit bibir bawahnya

"ahhhh hmmmmm ahhhh" desah Sungmin semakin kuat membayangkan wajah Kyuhyun dalam benaknya

"Kibum-ah ohhh haah" Siwon tidak mampu mengontrol desahannya memanggil nama istrinya dan didengar Sungmin dengan jelas

Gerakan itu semakin cepat dan mereka akan segera mencapai orgasme sama – sama. Sungmin meremas sprey-nya menahan nikmat dari serangan batang Siwon yang gagah. Siwon semakin memasukan batangnya mencapai g-spot Sungmin. sesuatu mendesak keluar dari batang Siwon. Siwon semakin lincah dan semakin lincah menggerakan bokongnya membuat Sungmin terpuaskan dan merasakan nikmat luar biasa.

"ahhhh hmmm Siwon-ssi ahh" Sungmin kini tidak lagi membayangkan wajah Kyuhyun dan sangat menikmati pertarungannya dengan Siwon

"ahhhh hmmmm" mata Siwon terbuka memandangi punggung Sungmin yang juga bergerak karena dorongannya.

Wajah Kibum tidak lagi ada dalam benaknya dia sadar benar dia sedang bercinta dengan Sungmin. belum juga mereka mencapai orgasme, Siwon keluarkan batangnya dari vagina Sungmin membuat adegan ranjang itu menggantung karena mereka belum mencapai klimaks.

Sungmin berdiri lalu menatap Siwon heran dengan dahi yang mengerut.

"waeyeo?" tanya Sungmin

"kita akan kembali melakukannya dengan syarat kau tidak boleh membayangkan seseorang dimasa lalumu. Begitu juga aku, aku tidak akan membayangkan sosok istriku. Apa kau sanggup?" tanya Siwon menarik tubuh telangjang Sungmin menempel dengan tubuhnya

"bukan aku yang harus kau tanyakan! Tapi dirimu sendiri" tantang Sungmin

"aku bisa melakukannya" jawab Siwon

Siwon baringkan sungmin terlentang diatas kasurnya lalu dia berlutut dihadapan Sungmin. Kedua kakinya dia lingkarkan dibahunya lalu tangannya kembali memainkan vagina Sungmin sebelum membernya kembali masuk. Siwon masukkan batangnya menancap masuk semua lalu gerakan itu kembali terjadi seperti tadi.

"ahhh ohhhhh Siwon-ssi" lirih Sungmin karena gerakan itu memberikan nikmat yang jauh lebih dahsyat dari gerakan tadi

"hmmm mmmm" Siwon terus menatap mata Sungmin

"ahhhh ahhh aku ahhh Siwon-ssi" Sungmin menggeliat

"tahanlah temani aku Cheng Min-ssi" Siwon memejamkan matanya membayangkan wajah cantik Sungmin

"ahhhh ahhhh hmmm Sungmin-ssi ahhh" Siwon hampir mencapai puncak

"hmmmm aahhhh uuuuh" lirih Sungmin semakin tak berdaya

Crrroooot

Sperma Siwon keluar membasahi dinding vagina Sungmin dan mengotori selangakangannya. Siwon berbaring lemas disamping Sungmin lalu matanya terpejam dan air mata keluar membasahi pelipisnya

'miane Kibum-ah! Miane! Miane'

'kau tidak akan tahu apa yang akan terjadi besok Siwon-ssi! Aku sudah menjual tubuhku demi melancarkan dendamku. Aku tidak menyesal karena ternyata kau jauh lebih hebat darinya'

Siwon pulang dini hari setelah membersihkan dirinya mandi di appartement Sungmin. setelah melakukan adegan ranjang itu, mereka berdua tidak terlibat percakapan. Mereka hanya saling pandang dan menatap lalu terdiam dan tidak ada yang berani membuka percakapan.

~~~~~~~0000~~~~~~~

Sungmin sedang serius menatap layar laptopnya melihat adegan ranjang yang dia lakukan semalam bersama Siwon didalam kamarnya. Adegan itu terekam semua dengan jelas oleh cctv yang terpasang disudut kamar Sungmin yang mana fokusnya tertuju pada kasur Sungmin dan sekitarnya.

Sungmin copy semua adegan tersebut kedalam sebuah flashdics. Lalu memasukan flasdisc itu kedalam amplop putih. Sungmin lalu menulis sebuah surat. Rupanya dia akan mengirim surat untuk seseorang.

.

.

.

Tok tak tok tak tok tak

Suara langkah Sooyoung tampak bergegas keluar rumah meneteng tas tangan Channelnya. Sooyoung memang berencana pergi menemui orang suruhannya yang telah dia tugaskan untuk membakar rumah Sungmin.

"apa mobilku sudah siap?" tanya Sooyoung pada supir pribadinya

"sudah nona! Apa nona yakin tidak ingin saya antar?" tanya sang supir

"aku bebaskan kau dari tugasmu hari ini! Aku tidak akan memotong gajimu. Pulanglah dan bersenang – senanglah dengan keluargamu" Sooyoung masuk kedalam mobilnya dan mulai menyalakan mesinnya

"ghamsamiba aggassi" jawab sang supir.

.

.

Sooyoung rupanya bukan pengemudi yang baik, dia lebih sibuk dengan ponselnya ketimbang berfokus pada kemudinya. Beberapa kali dia hampir menabrak pengguna jalan yang lainnya.

Dan saat memasuki jalanan yang lumayan sepi, Sooyoung semakin sibuk dengan ponselnya melihat – lihat kotak pesan yang masuk lalu

Braaaaakkkk

Mobil Sooyoung menabrak pohon besar. Dada Sooyung membentur stir dengan sangat keras membuat Sooyoung pingsang. Gesekan dan benturan itu menimbulkan bercak api dimana bahan bakarnya bocor menetes keatas jalan aspal. Percikan api itu menjalar tetesan bensin yang bocor membuat mobil Sooyoung terbakar.

Sooyoung mulai sadar karena merasakan panas yang luar biasa juga sesak karena asap tebal memenuhi ruang stir. Sooyoung berusaha membuka sabuk pengamannya untuk keluar dari mobilnya sebelum meledak. Mobil Sooyoung terbakar seluruhnya juga membaka Sooyoung yang ada didalamnya.

'aku tahu aku tidak akan selamat kali ini! Aku pasti akan mati saat ini. Jika aku mati maka kau juga. Aku tidak ingin kau dimiliki orang lain yeebo kau harus mati"

Sooyoung meraih ponselnya walau tubunya telah terbakar. Dia menekan layar sentuh menitornya lalu mengirim sebuah paket electrik mail. SooYoung menekan "send" lalu pesan penting itu terkirim pada seseorang

"Aaaaaaaaaaaa toloooooooong"

'aku tahu aku tidak akan selamat kali ini! Aku pasti akan mati saat ini. Jika aku mati maka kau juga. Aku tidak ingin kau dimiliki orang lain yeebo kau harus mati"

Sooyoung teriak dengan keras menahan panas yang luar biasa yang dirasakan tubuhnya. Lalu banyak orang datang berusaha menyelamatkan Sooyoung dengan memecahkan jendela mobil Sooyoung lalu membuka pintu mobil Sooyoung yang terbakar. Mereka menarik tubuh Sooyoung dengan kasar dan menjauhkan Sooyoung dari mobilnya sebelum meledak.

Sooyoung yang masih terbakar disiram tanah kotor dan basah untuk mematikan apinya. Sooyoung pingsan tidak sadarkan diri lalu mereka membawa Sooyoung kerumah sakit terdekat

.

.

Sooyoung sudah menjalankan perawatan diruang icu. Luka bakar yang dialami Sooyoung mencapai 40% merusak wajah, rambut dan hampir seluruh tubuh Sooyoung melepuh.

Sooyoung koma membuat keluarga Choi syok berat dan memutuskan memindahkan perawatan Sooyoung kerumah sakit internasional.

Setiap hari bergantian Kyuhyun dan Siwon yang menjaga Sooyoung diruang rawat intensivenya. Sementara tuan Choi harus merawat nyonya Choi yang syock berat karena musibah yang menimpa puterinya.

Sungmin datang menjenguk dimana Siwon yang kebetulan bertugas menjaganya. Siwon tampak murung dan tidak bersuara saat Sungmin datang membuat Sungmin kecewa dan memutuskan untuk pulang.

"Cheng Min-ssi! Kau boleh masuk untuk berbincang dengan Sooyoung! Dokter bilang orang koma harus banyak diajak komunikasi karena itu akan membantu proses penyembuhannya" bujuk Siwon berusaha membuat Sungmin tinggal

"kenapa tidak kau saja yang melakukannya? Kau kan oppanya" ledek Sungmin

"aku terlalu takut untuk melihat betapa parahnya dia sekarang" jawab Siwon

"baiklah aku akan masuk! Tapi aku tidak bisa menjanjikan dia akan segera sadar" Sungmin mulai memakai baju steril yang disediakan para perawat.

.

.

Sungmin sudah masuk kedalam ruang intensive VVIP. Dia memperhatikan tubuh Sooyoung penuh selang dan luka melepuh hampi semua bagian tangannya. Sungmin dekati tubuh Sooyoung lalu berbisik sesuatu ditelinganya

"halo nyonya Cho! Bangunlah dan jangan manja! Kematian terlalu mudah buatmu yang sudah terlalu banyak melakukan kejahatan. Aku belum menjalankan balas dendamku terhadapmu juga suamimu! Aku Lee Sungmin dan masih hidup. Bahkan Aku sekarang begitu dekat dengan oppamu juga orang tuamu. Cheng Min yang kau kenal itu adalah aku. Bangunlah atau aku akan merampas kembali kekasihku yang kini menjadi suamimu. Bangun dan hadapi aku! Oppamu sudah ditanganku saatnya menjerat Kyuhyun suamimu." Sungmin mengusap kepala Sooyoung

"Ada yang harus kau tahu Sooyoung-ssi, lidah tidak ada bedanya dengan sebuah belati yang mampu membunuh tanpa meneteskan darah. Lidahku pasti akan segera membunuhmu tanpa harus memerintah orang lain untuk membakarkan rumahmu. Bagaimana jika aku katakan yang sebenarnya pada Kyuhun kalau aku adalah Lee Sungmin? sudah pasti malam ini kami akan melewatkannya dengan bercinta penuh hasrat melepas kerinduan. Lihat kau! Kau terbaring lemas dengan luka melepuh disekujur tubuhmu. Aku pastikan malam nanti aku akan memiliki malam yang sangat indah bersama suamimu" Sungmin mengecup kening Sooyoung yang melepuh

Tiit tiit tiiit

Tekanan jantung Sooyoung lebih cepat begitu juga tekanan darahnya. Sooyoung bernafas tersengal – sengal seperti sesak nafas akut. Sungmin tersenyum melihat reaksi Sooyoung lalu Sungmin keluar untuk meminta bantuan

"tolong aku! Sooyoung kejang – kejang" teriak Sungmin mengagetkan Siwon

"mworago? Siwon bergegas menghampisi Sungmin.

"kalian tunggu diluar! Biar kami menanganinya terlebih dahulu" ujar sang dokter

Siwon dan Sungmin kembali duduk dikursi menunggu Sooyoung keluar dari ruang operasi. Lama menunggu lalu keluarlah seorang perawat membawa kabar.

"nona Sooyoung tidak dapat kami selamatkan! Luka bakarnya terlau parah dan nona Sooyoung menyerah karena dia sudah tidak ingin merasa sakit lagi. Waktu kematian jam 13 : 45 Maafkan kami" ujar perawat itu mengabarkan kematian Sooyoung dengan tragis

"andweeeeeeeeee!" teriak Siwon histeris

Tbc

annyeong

update lumayan kilat kan?

miane buat yg gak suka nc Kangbum ama nc Simin soalnya nc mereka memang harus ada buat keutuhan jalan cerita *apalaaah?

buat yang suka sih chukkae

gumawao yang udh memuji dan bikin vai tersanjung

ada yang bilang cetarrr membahan badai tsunami mdh"an gak pake longsor yah*plak

ada istilah baru kan skrg cucok morokocodot gak author vai piowliang ini? :p

buat 407bubleblue sibuk apa saeng-ah? gumawao udh doain keluarga eonie

gmn chapter 10? makin bikin penasaran badai katrina dan badai shandy kan?

review yang banyak yah! biar update kilat lagi

next chapter akan banyak kejutan yang bikin nyesek diantara WonKyuMin gmn tuh cetarrr ga?

gumawao udh setia baca ff vai

saranghaeeeee

muachh