Blue Moon - Chapter 10

Author : Clou3elf

Main Cast : Kyuhyun, Yesung, Kibum, Kai, Sehun, Kwangmin, Youngmin and others

Pairing : KyuSung, slight! KiSung, HunKai, YoungKwang.

Genre : Supranatural, Fantasy

Rate : M

Warning : BxB, uke!Yesung, Kai, Kwangmin dan seme!Kyuhyun, Kibum, Sehun, Youngmin, Aneh, Alur Ngebut, Membosankan, EYD ancur dsb

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan, agensi, keluarga dan fans mereka. Saya cuman pinjem nama aja. But this story is mine. Kalau ada kesamaan harap dimaklumi karena itu bukan unsur kesengajaan. Dan terakhir... Kim JongWoon, Kim JongIn dan Jo KwangMin is mine xD

A/N : Ini sebenernya bisa dibilang nekat. Ketika aku membuat 2 genre yang sangat jarang kubuat dengan menggabungkan OTP kesayanganku jadi satu. Jadi yang nggak suka sama pairingnya diharap menjauh pwease~ . Sedikit ragu sebenernya xD tp apalah daya kalo ada yang bilang kalo ini harus sampe end *lirik Byu*

Thanks banget buat yang udah mau ripiu ini ff gaje bin ajaib xD. Dan maapkan saya atas keterlambatan update. Semoga kalian nggk muntah bin kejang yak. Dan…ini chapter terakhir guys~

.

.

And last~

.

.

Don't Like Don't Read

.

.

Happy Reading

.

.

.

~Previous chapter~

.

.

.

Kyuhyun memegang pedang perak itu dan mencabutnya, "AAARRGGHH!"

"CHO KYUHYUN" Kyuhyun sontak menoleh melihat Yesung sudah berlari ke arahnya.

"Kau..kkhh-kembali"

Yesung menangis sambil memangku kepala Kyuhyun di pahanya. Memeluk kepala namja itu sambil mengecupi keningnya.

Kyuhyun tersenyum kemudian melirik begitu merasakan kehadiran orang lain selain mereka berempat. Ada Sehun, Jongin, dan…Jungkook.

"Apa terjadi sesuatu?" Tanya Kyuhyun lemah.

"Kim Heechul menyerang rumah pohon kami. Dia hampir menjadikan Jongin sanderanya. Beruntung ada Jungkook yang membantuku mengamankan orang itu" jelas Sehun. "Hyung! Kau.."

"Aku baik-baik saja"

"Berhenti bilang kau baik-baik saja!" sentak Yesung kesal.

Yesung mengulurkan tangannya. Dan seberkas butiran cahaya putih keluar menuju luka Kyuhyun yang menganga. Kyuhyun terkejut dengan apa yang dilakukan Yesung.

"YA! Hentikan! Inti-mu bisa terluka" ucap Kyuhyun tajam.

Yesung mengacuhkan namja tampan itu. Dia sedang berusaha memusatkan konsentrasinya untuk mengobati Kyuhyun. Mengabaikan rasa sakit yang mulai menggerogoti tubuhnya.

"Sehun, tolong jadi perantaraku untuk mengisi kekuatan Yesung"

"Uhuk! Uhuk! Uhuk!"

Terlambat. Yesung sudah terbatuk sambil memuncratkan darah. Namja itu tumbang akhirnya. Inti kekuatan Yesung terluka karena seluruh kekuatannya digunakan itu memulihkan Kyuhyun.

Brak!

Yesung terjatuh dan sekarat

"YESUNG HYUNG!"

.

.

Chapter 10 - Final Chapter

.

.

Jongin dan Kwangmin langsung menghampiri hyung kesayangan mereka. Memeluk namja manis itu. Kedua pemuda itu menangis melihat keadaan sang hyung yang mengenaskan. Youngmin dan Sehun langsung bergerak menenangkan mate masing-masing.

"Hyung~ Yesung hyung baik-baik saja kan? Dia tidak akan mati kan?" isak Jongin.

"Ssshh~ selama Kyuhyun hyung masih hidup, Yesung hyung pasti tetap hidup juga"

Kyuhyun yang mendengar racauan kedua adik Yesung itu pun langsung mencoba bangkit. Beruntunglah ada Jungkook yang membantunya menyeimbangkan diri. Jungkook membantu Kyuhyun untuk berada di sisi Yesung.

"Hei, Kook-ah..kau meninggalkan mate-mu sendirian?"

"Astaga!" setelah mengatakan hal itu, Jungkook langsung melesat kembali ke tempatnya.

Kyuhyun tersenyum simpul. Bukannya mengusir, hanya saja Kyuhyun khawatir terjadi sesuatu pada mate vampire muda itu. Perhatiannya kembali terfokus pada Yesung. Namja yang sudah menyelamatkannya. Jika Yesung terlambat saja memberinya penyembuhan, maka Kyuhyun akan benar-benar lumpuh. Seluruh organnya akan membeku dan rusak.

"Dasar keras kepala" Kyuhyun menatap Yesung sendu. Namja manis itu masih hidup. Hanya saja kondisinya tak berbeda jauh dengannya.

"Kurasa..kau..baik-baik…saja" ucap Yesung dengan susah payah. Matanya terpejam dengan ekspresi yang sangat menunjukkan bahwa dia kesakitan.

Chu~~

Kyuhyun mencium bibir Yesung dengan lembut. Sangat lembut malah. Dia ingin membuat Yesung sedikit mengabaikan rasa sakitnya sembari Kyuhyun memulihkan kekuatannya. Yesung tersenyum dalam ciuman mereka. Sekarang dia yakin.

"Kyuhyunnie…aku-"

"Diamlah sebentar"

Kyuhyun mendekatkan lengannya pada mulut. Taring-taring panjang itu sudah mulai bermunculan. Dan-

CRASH!

"YA! Apa yang kau lakukan?!" sentakYesung

Darah mulai mengucur dari lengan Kyuhyun. Sang pangeran itu mengarahkan lengannya ke bagian tubuh Yesung yang di dalamnya terdapat inti kekuatan Yesung. Tepat di bagian hati namja manis itu.

"Kkhh! Sakit Kyu"

"Tahan sebentar baby"

Yesung merapatkan tubuhnya pada Kyuhyun. Cukup banyak darah yang dialirkan Kyuhyun pada Yesung. Anehnya darah itu langsung menembus tubuh Yesung. Tak ada bekas basah di baju yang dikenakan Yesung.

Setelah mengalirkan darah pada Yesung, Kyuhyun memeluk tubuh namja itu dengan lembut. Yesung berusaha mengatur nafasnya yang seolah terenggut paksa darinya tadi. Secara perlahan tubuhnya mulai terasa ringan. Bahkan lebih ringan daripada saat Kyuhyun mentransfer kekuatan padanya.

"Kenapa ini ? Kenapa tubuhku terasa ringan?"

"Kau terluka. Dan saat sang aset terluka, maka yang bisa menyembuhkannya hanya mate-nya. Dan dalam suratan itu, aku adalah mate-mu maka hanya darahku yang bisa menyembuhkanmu"

"Suratan?"

"Yeah, kita sudah ditakdirkan untuk menjadi sepasang soulmate. Tapi takdir itu bisa berubah jika kau mencintai orang lain" Yesung bisa mendengar suara Kyuhyun yang bergetar samar saat mengatakan kalimat terakhirnya.

Yesung terdiam. Dia enggan menanyakan tentang konsekuensi jika Yesung tidak mencintai Kyuhyun. Toh, sang aset itu sudah sangat tahu apa akibatnya jika Kyuhyun bukan orang yang dicintainya. Dan terlebih lagi, Yesung sebenarnya-

"Kyuhyun hyung!" seru Youngmin panik.

Kyuhyun langsung menoleh menatap Youngmin dan Sehun yang menatapnya cemas, "Ada apa?"

"Lihat kesana" Sehun menunjuk arah belakang Kyuhyun.

Perhatian semua orang langsung beralih ke arah yang ditunjuk Sehun. Mata Kyuhyun langsung berubah menjadi merah. Wajahnya pucat dengan keringat dingin yang mengalir begitu saja.

Disana. Bulan sudah mulai berwarna biru. Bulan itu dikelilingi awan-awan tipis. Tak ada bintang sama sekali di langit menambah kesan mencekam. Ketiga vampire itu harus segera melakukan penyatuan dengan mate mereka jika tidak ingin terasingkan.

"Itu…blue moon?" Tanya Yesung ragu.

"Ya. Itu blue moon yang kami bicarakan selama ini" –Sehun.

"Penentu nasib kami semua" –Youngmin.

"Hyung" Kwangmin memegang tangan Youngmin erat. Vampire bungsu itu mengelus pipi Kwangmin dengan lembut. Menyalurkan ketenangan yang seharusnya dia miliki juga.

Kyuhyun memandang sendu kedua adiknya, "Kalian, segeralah melakukan penyatuan. Kwangmin-ah, Jongin-ah…aku tau kalian sudah mengetahui semuanya dan kuharap kalian sudah siap sekarang. Tolong"

"Lalu kau?" Tanya Sehun.

"Aku…"

"Kami sudah bilang jika kau tidak melakukan penyatuan maka kami juga tidak" tegas Sehun. Jongin menatap namja di sampingnya dengan sendu.

"Kalian-"

"Ambil darahku sekarang" Yesung memotong ucapan Kyuhyun.

Kyuhyun langsung menatap Yesung terkejut, "Apa maksudmu?"

"Cepatlah. Waktu kita tidak banyak u-untuk..penyatuan" cicit Yesung di akhir kalimat.

"Yosh! Kalau begitu aku dan Jongin pergi dulu" Sehun menarik tangan mate tersayangnya kemudian berteleportasi ke suatu tempat.

"Lakukan yang terbaik hyung" giliran Youngmin yang langsung menggendong Kwangmin di pundaknya. Menimbulkan pekikan terkejut dari namja manis itu.

Tinggallah Yesung dan Kyuhyun yang masih terduduk di tanah. Wajah Yesung mendadak merona. Apalagi saat ini Kyuhyun tengah menatapnya sangat intens. Bahkan Yesung bisa melihat pantulan dirinya di bola mata merah itu.

"Terima kasih"

"Untuk?"

"Kau mau membantuku membujuk kedua adikku untuk segera melakukan penyatuan" Kyuhyun tersenyum. "Sekarang kau bebas Yesungie"

Yesung melebarkan matanya kaget, "A-apa maksudmu?"

"Pergilah. Temui orang yang memang kau cintai. Berjanjilah padaku untuk bahagia dan-"

CHU~

Karena gemas dengan Kyuhyun yang terus saja berucap tak jelas, Yesung langsung menangkupkan kedua pipi namja itu dan mencium bibirnya lembut. Kyuhyun terdiam. Terlalu terkejut dengan tingkah mate-nya.

Tanpa melepaskan ciumannya, Yesung beringsut menuju pangkuan Kyuhyun. Tangannya memeluk leher sang vampire. Yesung memberanikan diri memulai melumat bibir penuh Kyuhyun. Berusaha merasakan dan menyampaikan perasaannya pada Kyuhyun.

Giliran Kyuhyun yang mengambil alih. Matanya terpejam mengikuti Yesung yang sudah menutup matanya sedari tadi. Saling melumat. Saling menggigit. Saling bermain lidah.

"Ambil darahku sekarang. Lakukan penyatuan itu sebelum terlambat" bisik Yesung.

"Kau…"

"Aku mencintaimu Cho Kyuhyun. Bukankah kita sepasang soulmate? Untuk apa membuang waktu seperti ini"

"Kau yakin bersedia menjadi mate-ku. Karena sekali kau mengatakan iya, maka aku tak akan melepasmu dan kau akan selamanya terikat denganku" terang Kyuhyun.

Yesung tersenyum miring, "Bukankah kita sudah terikat? Hanya perlu pengukuhan ikatan itu"

"Aku mencintaimu Kim Yesung. Sangat mencintaimu" itu ucapan Kyuhyun sesaat sebelum dia kembali mencium Yesung.

Mereka berciuman panas. Ciuman Kyuhyun turun ke leher jenjang Yesung. Yesung mendongakkan kepalanya saat merasa hidung Kyuhyun mulai mencari denyutan nadi miliknya.

"Kau yakin mau menyerahkan dirimu padaku baby?" geram Kyuhyun.

"Ye-yeah, AHH~" Yesung reflek memekik saat Kyuhyun mulai menancapkan taring panjangnya di kulit lehernya. Yesung memejamkan matanya rapat-rapat.

Rasanya sangat menyakitkan saat taring-taring Kyuhyun semakin menembus kulitnya. Tapi rasa sakit itu berangsur menghilang saat Kyuhyun mulai mengecupi lehernya. Kyuhyun mengambil beberapa teguk darah manis sang aset. Sungguh, jika dia tidak mengingat waktu mereka tipis dan kondisi Yesung yang belum sepenuhnya pulih itu, bisa dipastikan Kyuhyun akan mengambil darah Yesung sepuasnya.

Kyuhyun mengeluarkan taringnya dari dalam kulit Yesung. Mengecupi bagian itu berulang-ulang agar darahnya berhenti. Sang pewaris itu sengaja membiarkan tanda 2 buah lubang kecil itu bertengger di leher jenjang Yesung. Itu sebagai tanda yang abadi bahwa Yesung miliknya.

Bibir Kyuhyun menelusuri leher Yesung kemudian naik ke atas menuju rahang Yesung. Mengecupinya dengan penuh kelembutan yang membuat Yesung melayang. Yesung menundukkan kepalanya, mencari bibir Kyuhyun.

Mereka kembali saling berpagutan. Kembali saling merasakan rasa dalam diri masing-masing. Tangan Kyuhyun semakin menekan tengkuk Yesung agar ciuman mereka semakin intens. Beberapa menit kemudian Kyuhyun menurunkan ciumannya ke daerah rahang Yesung.

"Ky-Kyuuu~ ugh~..kauuuhh..ngghh"

"Ada apa sayang?" Kyuhyun kembali melakukan kegiatannya. Menciumi rahang Yesung dan tangannya bergerak mengelus punggung namja itu.

"Stop it uuhh~" Yesung berhasil mendorong tubuh Kyuhyun sedikit menjauh. Setidaknya membuatnya memiliki ruang untuk berbicara. "Kau..tidak berniat melakukannya di tempat ini kan?"

Kyuhyun tertawa melihat wajah Yesung yang merona parah. Bahkan sampai ke telinga. Namja manis ini sungguh menggemaskan saat malu-malu bercampur gairah seperti ini.

"Well, kau benar. Aku tak mungkin melakukan seks dengan mate-ku di tempat seperti ini"

"YA!" Yesung kesal dengan ucapan frontal yang keluar dari mulut kekasihnya. Kekasih? Bisakah disebut begitu? Anggap saja ya, karena Yesung bahkan bingung menamai status hubungannya dengan Kyuhyun sekarang seperti apa.

Kyuhyun mencuri satu ciuman dari bibir manis Yesung, "Baiklah sepertinya kita harus segera pergi. Blue moon semakin menipis"

Hup~

Yesung sedikit terkejut saat tiba-tiba Kyuhyun menggendongnya ala pengantin. Secara reflek tangannya memeluk leher kokoh Kyuhyun. Mencari pengamanan dari sang pangeran vampire itu. Kyuhyun tersenyum kemudian kembali mencium kening Yesung.

Entahlah, begitu Yesung berkata jika dia juga mencintainya, Kyuhyun sangat bahagia. Dalam hati Kyuhyun berjanji untuk selalu melindungi dan membahagiakan Yesung. Tentu saja Yesung bisa mendengar janji itu.

.

.

Blue Moon

.

.

Jika tadi Yesung yang meminta Kyuhyun untuk pindah tempat, maka sekarang Yesung sangat gugup. Kyuhyun membawanya kembali ke rumah pohon. Namja manis itu sudah terbaring pasrah di atas ranjang satu-satunya. Dengan Kyuhyun yang berada di atasnya.

"Sebenarnya aku ingin lebih lama memandangimu. Rasanya sudah sangat lama aku menginginkan ini" Kyuhyun tersenyum sangat lembut. Senyum yang bahkan baru pertama kali ini dilihat Yesung. Ingatkan Yesung untuk merekamnya lain kali.

Yesung berulang kali menelan salivanya gugup dan menggigit bibir bawahnya. Siapapun tolong dia. Setidaknya bantu Yesung untuk mengatasi rasa gugupnya.

Yesung tidak akan menampik bahwa dia juga sangat menginginkan hal ini. 33 tahun menahan hasrat seksual itu bukanlah perkara yang mudah. Teman-temannya saja sudah pernah melakukannya saat mereka kuliah dulu. Tapi Yesung tak menyangka hari itu akan datang secepat ini.

"Apa kau segugup itu?" Kyuhyun menyeringai. "Aku tau kau sebenarnya sangat menginginkan ini, byuntae"

"YA! Seenaknya saja memanggilku byuntae!" seru Yesung reflek. Dia sedang gugup setengah mati dan Kyuhyun malah menyebutnya byuntae. Namja ini benar-benar menyebalkan.

Kyuhyun mencium pipi Yesung, "Nah seperti itu. Kau tak perlu terlalu gugup. Cukup nikmati saja. Biar aku yang bekerja" bisiknya sensual.

Yesung mengangguk menahan desiran aneh saat Kyuhyun mencium telinganya. Melihat namja di bawahnya sudah mulai rileks, Kyuhyun mulai menciumi leher Yesung. Memberi beberapa hickey yang dipastikan tak akan hilang dalam waktu 3 hari.

"AAKH~" Yesung seketika memekik begitu Kyuhyun dengan jahil menghisap bekas taringnya kuat-kuat. "Ssa-kiitth"

Kyuhyun tak menjawab. Tangan kanannya mulai bergerak mengelus kaki Yesung. Sedangkan tangan kirinya membuka satu persatu kancing kemeja Yesung. Membukanya asal-asalan bahkan sedikit merobeknya kemudian membuangnya entah kemana.

"A-aahh~..Kyuuhhh~ eunghh" Yesung sedikit melengkungkan badannya saat Kyuhyun dengan kurang ajarnya meraup tonjolan yang berada di dadanya.

Tangan Yesung memeluk kepala Kyuhyun. Melampiaskan semua kenikmatan yang dia rasakan. Mungkin karena ini pertama kalinya Yesung mendapatkan rangsangan seintim ini maka tubuhnya jadi begitu mudah terangsang dan sensitive.

"U-UGHH~" Yesung sedikit meremas rambut Kyuhyun saat namja itu dengan sengaja menggigit nipple-nya. "Ja-ja..aahh~..janganhh digigit engghh"

Kyuhyun mengabaikan ucapan Yesung. Namja itu turun memberikan ciuman kupu-kupu di sekujur tubuh Yesung. Membuat namja manis itu menggelinjang. Sungguh, Yesung sudah tak bisa melakukan bahkan berpikir apapun selain mendesah.

Tangan Kyuhyun menarik turun resleting celana Yesung. Kemudian tangan besar itu menyusup ke dalam celana Yesung, menyapa penghuni yang berada diantara kedua kaki namja manis ini.

"AAHH~" Yesung reflek memegang tangan Kyuhyun saat sang pangeran vampire itu menggenggam adik kecilnya.

"Rileks baby" Kyuhyun melirik ke arah bulan. Bulan itu masih menunjukkan warna yang sama. Ini tandanya Kyuhyun masih punya waktu untuk penetrasi sebelum penyatuan.

"Bu-bulanhh..bulannyahh?" ditengah kenikmatan yang melandanya, Yesung masih sempat bertanya tentang blue moon.

"Kita masih punya waktu"

"Tapi-aaahhh~" ucapan Yesung terputus begitu saja karena Kyuhyun menyerang dadanya.

Mulut Kyuhyun sibuk mengeksplorasi nipple kanannya. Tangan kanannya sibuk dengan nipple kiri dan tangan kirinya sibuk mengocok adik Yesung. Dirangsang sedemikian rupa tentu saja Yesung kelabakan. Tubuhnya menggeliat kesana kemari. Kedua tangannya memeluk kepala Kyuhyun sedangkan mulutnya tak pernah berhenti mengeluarkan desahan penuh kenikmatan.

Kepala Yesung rasanya sangat pusing. Kyuhyun merangsangnya bertubi-tubi. Membuatnya kelimpungan dan hanya bisa melihat bayangan putih. Tak lama kemudian Yesung menegang. Badannya melengkung ke depan diiringi pekikan tertahan.

Kyuhyun menyeringai saat merasakan semburan semen putih dari Yesung. Namja itu menghentikan semua pergerakannya untuk memberi kesempatan pada Yesung menikmati sisa-sisa orgasme pertamanya. Sepertinya Yesung benar-benar tak pernah menyentuh dirinya sendiri selama ini. Lihatlah betapa banyaknya cairan yang keluar dari dalam diri Yesung.

"Apa kau siap sayang?" Tanya Kyuhyun lembut.

Yesung masih berusaha mengatur nafasnya yang terasa memburu. Sungguh, ini pengalaman pertamanya melakukan hal ini. Namja manis itu membuka mata kemudian mengangguk yakin.

"Kalau kau kesakitan, kau boleh memukulku, mengigitku atau melakukan apapun yang bisa membuatmu rileks kembali, arra?"

Yesung mengangguk kaku. Mendadak dia gugup. Sebentar lagi dia akan melakukan penyatuan dengan Cho Kyuhyun. Mate-nya. Orang yang dicintainya.

Ini sama seperti malam pertama. Ugh, memikirkannya saja Yesung sudah merona. Mau bagaimanapun, Yesung harus tetap melakukan penyatuan dengan Kyuhyun. Dia harus menjadi milik Kyuhyun.

Mata sipitnya membola saat melihat ukuran adik kecil Kyuhyun. Seketika perasaan takut kembali menyergap. Lubangnya pasti akan sangat kesakitan jika ditembus benda sebesar itu. Yesung jadi berpikir tentang kedua adiknya.

"Adik-adikmu akan aman dengan mereka berdua baby. Sehun dan Youngmin tak mungkin menyakiti mate tercinta mereka" ujar Kyuhyun. "Jadi, apa kau benar-benar sudah siap?"

Yesung menelan salivanya susah payah sebelum akhirnya mengangguk. Kyuhyun kembali melumat bibir Yesung untuk membuat namja-nya rileks. Namja kelahiran 24 Agustus 1984 itu mengalungkan tangannya ke leher Kyuhyun. Menyamankan posisi mereka.

"Bisa aku memasukkannya?" bisik Kyuhyun di depan bibir Yesung.

"Lakukan" Yesung menatap mata Kyuhyun mantap. Dia tak akan menolak lagi.

"Aku mencintaimu"

Tak terhitung lagi berapa kali Kyuhyun mengatakan kalimat itu. Membuat Yesung terharu. Perasaannya membuncah. Namja manis itu amat sangat bahagia. Sejak awal memang Kyuhyun tak pernah berhenti menunjukkan rasa cintanya.

Secara perlahan, Kyuhyun mulai memasukkan kejantanannya ke lubang Yesung. Vampire tampan itu menggertakkan giginya untuk menahan diri agar tidak langsung memasukkan semua miliknya ke dalam tubuh Yesung. Walau diburu waktu sebelum puncak blue moon, tapi dia tak ingin menyakiti Yesung.

Yesung sendiri menahan nafas saat merasa bagian bawahnya di tembus. Rasanya sangat menyakitkan. Perih. Panas. Milik Kyuhyun sangat besar. Perlu usaha ekstra untuk menahan rasa sakitnya.

Selama beberapa menit barulah seluruh kejantanan Kyuhyun tertanam di dalam diri Yesung. Vampire itu berdiam diri sambil menciumi wajah dan rahang Yesung. Yesung masih mengatur nafasnya yang terasa sangat berat.

Slash~

Secara tiba-tiba tubuh Kyuhyun di atasnya mulai memancarkan sinar. Yesung terdiam melihat hal itu. Kyuhyun menatapnya tajam dengan bola mata berwarna biru safir. Yesung sendiri merasakan tubuhnya bergejolak.

Kyuhyun melihat Yesung juga memancarkan sinar yang serupa dengan sinar yang keluar dari tubuhnya. Sinar itu berkumpul di sekitar perut rata Yesung. Yesung jadi jutaan kali terlihat lebih cantik.

"Apa masih sakit?" Tanya Kyuhyun

Yesung mengangguk, "Apa ini..akan terus sakit seperti ini?" Yesung bertanya dengan nafas tersengal. Bagian bawahnya sangat sakit tapi juga dia merasakan kenikmatan saat Kyuhyun menciumi sekujur tubuhnya sambil memainkan miliknya.

"Itu tergantung. Tapi kurasa aku harus bergerak agar kau tidak kesakitan" bisik Kyuhyun lembut.

Yesung mengangguk, "Lakukanh..ugh, apapun..hahh ahh..asalkan sakitnya hilangh, ouhhh" Yesung tak dapat menahan dirinya untuk tidak mengeluarkan desahan.

Secara perlahan Kyuhyun mengeluarkan kejantanan miliknya dan menyisakan kepala adiknya di dalam lubang Yesung. Kemudian Kyuhyun langsung menghentak dengan keras. Menghantam tepat di sweet spot Yesung.

"AAAHH~..Yah..y-yah, uuhh~ thereehhh~" Yesung menjerit penuh kenikmatan.

"Aku menemukannya" itu terdengar seperti pernyataan daripada pertanyaan.

Kyuhyun menghantam titik itu berulang-ulang secara perlahan. Yesung menggelengkan kepalanya frustrasi. Dia mengcengkeram bantal di sisi kanan kiri kepalanya. Melampiaskan semua rasa gemasnya pada benda mati itu.

"Aah! Ahh~ eeummhhhh~ ngghh~ Kyuuhh~"

Yesung tak berhenti mendesah. Kyuhyun juga semakin mempercepat tempo tusukannya. Peluh mulai bercucuran di sekujur tubuh mereka.

Kyuhyun merunduk untuk mencium bibir Yesung. Tangan kirinya mengocok junior Yesung yang sedari tadi mengeluarkan banyak cairan precum. Lidah panjangnya membelit lidah Yesung. Mengajak berduel untuk menemukan siapa pemenangnya.

Yesung tentu saja tak ingin kalah. Dia mengerahkan segenap sisa tenaganya untuk melawan Kyuhyun walau nyatanya tetap saja Kyuhyun yang memenangkan pertarungan lidah itu.

Yesung mengalungkan kedua tangannya di leher Kyuhyun. Membiarkan suara deru nafas mereka beradu dengan suara kulit mereka yang saling bertemu dengan keras. Ciuman mereka begitu intens.

"Ahh~ akuhh~ keluarhhh~" baru saja Yesung menyelesaikan ucapannya, cairan putih sudah menyembur dari lubang juniornya. Kyuhyun menghentikan semua pergerakannya untuk memberikan Yesung waktu menikmati orgasme pertamanya.

Yesung mendesah saat cairan itu terus menerus keluar. Kyuhyun membantu Yesung mengeluarkan semua cairannya dengan cara mengurut junior Yesung. Setelah dirasa gelombang klimaks itu mereda, barulah Kyuhyun kembali menyerang lubang Yesung tanpa ampun. Dia masih hard, okey.

"Ahhh…hahhhh…mmmhhhhh~ kyuuhhh…harderrhhhh~"

"As you wish my queen" Kyuhyun mempercepat tusukannya pada lubang Yesung.

Kyuhyun menambah tempo tusukannya saat merasa sudah dekat. Dan tusukan terakhir langsung dihujamkannya sedalam-dalamnya ke lubang Yesung. Bersamaan dengan itu, cairan cum-nya keluar dengan deras di dalam lubang Yesung.

"AAHH!/KYUUHH~" keduanya sama-sama menjerit.

Tubuh Yesung bergetar saat merasakan cairan miliknya kembali keluar bersamaan dengan cairan milik Kyuhyun. Kyuhyun mencium kening Yesung dengan lembut. Kemudian menciumi sekujur wajah namja tercintanya itu.

"Terima kasih kau mau menyerahkan dirimu padaku" bisik Kyuhyun.

Yesung yang sedari tadi memejamkan matanya akhirnya menatap Kyuhyun. Dikecupnya bibir vampire tampan itu kemudian tersenyum sangat manis. Kyuhyun membalas senyuman itu sebelum akhirnya menutup sesi percintaan mereka dengan ciuman yang manis.

Bersamaan dengan itu, blue moon akhirnya berakhir.

.

.

Blue Moon

.

.

Pagi harinya Yesung terbangun dengan kondisi yang sangat lelah. Tubuhnya sudah berbalut pakaian lengkap. Disampingnya ada Kyuhyun yang memandangnya lembut.

Yesung selalu suka pandangan penuh cinta yang terpancar dari mata Kyuhyun. Tatapan itu seolah menjelaskan betapa Yesung sangat berharga bagi Cho Kyuhyun.

"Selamat pagi. Bagaimana tidurmu?"

"Sangat nyenyak. Ini pertama kalinya aku tertidur dengan nyenyak tanpa ada beban apapun" Yesung semakin menyamankan dirinya dalam kungkungan lengan kekar Kyuhyun.

"Setelah ini kita akan ke kastil. Eomma memanggilku lima menit sebelum kau terbangun"

Yesung menatap kekasihnya dengan alis bertaut, "Apa ada masalah?"

"Aniya, my queen. Mungkin eomma ingin membicarakan penyatuan kita semalam"

Blush~

Yesung secara reflek memukul dada Kyuhyun. Wajahnya merona sampai ke telinga. Ucapan Kyuhyun barusan sangat frontal dan membuat malu. Otak Yesung jadi mengulang kejadian beberapa jam lalu.

"Apa kau memikirkannya?" rupanya Kyuhyun masih enggan menghentikan aksinya menggoda Yesung.

"Mw-mwo?! Tentu saja tidak" elak Yesung.

"Sejujurnya aku ingin mengulang kejadian semalam. Kau seksi sekali"

"YA!"

.

.

Kyuhyun dan Yesung akhirnya datang ke kastil. Ternyata kedua adik mereka sudah berada disana. Keadaan Jongin dan Kwangmin tak jauh beda dengan keadaan Yesung, lemas. Sementara keadaan Sehun dan Youngmin tak jauh beda dengan Kyuhyun, bersinar.

"Aku senang melihat kalian berhasil melewati blue moon" ucap Tuan Cho yang baru saja turun bersama sang istri.

"Tapi aku kasihan pada ketiga menantuku. Berapa ronde yang kalian minta, huh?" omel Nyonya Cho.

Sehun dan Youngmin hanya tersenyum tanpa dosa. Kyuhyun yakin kedua adiknya ini melakukannya dengan penuh semangat. Ingatkan Kyuhyun untuk memperingatkan kedua adiknya sebelum dirinya sendiri yang terkena dampaknya, dalam artian adalah amukan Yesung.

"Cha! Kalian semua harus siap-siap" ucap Nyonya Cho semangat.

"Siap-siap untuk?" Tanya ketiga pasangan itu bersamaan.

Tuan Cho tertawa melihat kekompakan mereka berenam, "Dua jam lagi kalian akan menikah. Kalian harus meresmikan hubungan kalian dihadapan bangsa vampire sekaligus menetapkan pemimpin klan kita yang baru"

"Ayolah~ setidaknya biarkan kami menikmati masa-masa indah kami setelah menikah. Aku masih belum ingin melakukan penobatan itu" ucap Kyuhyun.

"Waeyo?" Tanya sang ayah.

"Kami baru saja melalui perjalanan panjang untuk bisa bersatu appa. Kami sudah lama bersama tapi baru saja melakukan penyatuan" Sehun.

"Kami masih ingin menikmati waktu pribadi kami" Youngmin.

Tuan dan Nyonya Cho hanya saling melirik kemudian tersenyum penuh arti. Setelahnya mereka menatap ketiga putra mereka bersama mate masing-masing.

"Baiklah. Setidaknya kalian harus segera bersiap-siap untuk pernikahan kalian"

.

.

"Hyungdeul, aku gugup sekali" Kwangmin berulang kali meremas kedua tangannya.

"Kau kira aku tidak. Demi Tuhan aku tak tau jika kita akan langsung menikah begini" suara Jongin bergetar.

Yesung sedari tadi diam. Tapi raut wajahnya tidak bisa berbohong jika dia tak kalah gugupnya dari kedua adiknya.

"Yosh! Ini peristiwa sekali seumur hidup"

"Jongin hyung benar. Pernikahan ini satu kali seumur hidup"

"Yah, kita sudah menantikan ini sejak lama bukan?"

Mereka bertiga saling menyemangati. Sebelum akhirnya mereka terkejut karena Nyonya Cho sudah berdiri di ambang pintu. Meminta mereka untuk segera ke altar.

"Huwaaa~ hyung eottokhae? Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan?" Kwangmin mulai panic.

"Kau cukup tenangkan dirimu Kwangminnie"

Ketiga namja manis itu akhirnya berjalan mengikuti nyonya Cho menuju altar. Sejujurnya mereka tak tau bagaimana tradisi pernikahan bangsa vampire.

Kyuhyun, Sehun dan Youngmin menanti di depan altar dengan perasaan gugup. Mate mereka sangatlah lama. Ketiganya tak sabar melihat bagaimana perubahan mate tercinta mereka.

Suara lonceng mulai berbunyi. Ini pertanda pengantin mereka telah datang. Pintu kastil terbuka lebar. Menampilkan ibu mereka yang mengenakan gaun berwarna putih yang sangat cantik. Di belakang sang ibu lah ketiga namja manis itu berjalan.

Ketiga vampire itu tak bisa menahan diri mereka untuk tidak berdecak kagum melihat perubahan mate mereka. Ketiganya sama-sama memakai setelan berwarna putih dengan corak yang berbeda. Aura mereka sama-sama mempesona. Ketiga namja manis itu tampak bersinar dengan sangat cantik.

Nyonya Cho mengantar ketiga menantunya di hadapan calon suami mereka. Wanita itu tersenyum sangat manis sebelum mencium kening ketiga putranya secara bergantian.

"Setelah ini kalian harus melindungi mate kalian. Terutama Kyuhyun. Yesung adalah manusia special. Sang aset yang harus kau lindungi dengan ekstra. Semua bangsa vampire tau jika Yesung adalah pasanganmu tapi tidak menutup kemungkinan ada yang ingin menyakitinya"

Kyuhyun tersenyum kemudian memandang Yesung yang juga memandangnya dengan pipi yang merona.

"Sehun, Jongin juga bukan orang sembarangan. Banyak yang mengincarnya di luar sana. Jongin punya pesona tersendiri di balik kulit tannya. Kau harus melindunginya"

Sehun mengangguk kemudian mengedipkan sebelah matanya pada Jongin yang langsung mengalihkan pandangan.

"Youngmin, Kwangmin adalah namja yang ceria dan menggemaskan. Ada beberapa orang bahkan vampire yang juga menyukai Kwangmin dan mengincarnya. Tak menutup kemungkinan mereka akan berusaha untuk merebut Kwangmin darimu. Jaga dan lindungi Kwangmin"

Youngmin memandangI Kwangmin yang lebih memilih menunduk. Mate-nya memang menggemaskan.

Nyonya Cho berbalik menghadap ketiga menantunya, "Dan kalian bertiga, aku titipkan ketiga putraku pada kalian. Mereka vampire yang memiliki rasa ego yang besar. Aku hanya meminta kalian untuk selalu mendampingi mereka apapun yang terjadi"

Yesung, Jongin dan Kwangmin mengangguk dengan mantap. Setelahnya mereka langsung berdiri di samping pasangan masing-masing. Menghadap sang pendeta yang akan menjadi saksi pengucapan sumpah mereka.

"Sebelum mengucapkan sumpah, terlebih dahulu darah kalian akan diambil dan akan dipersatukan menurut pasangan masing-masing"

Tanpa banyak bertanya, ketiga pasangan itu mengambil darah masing-masing dan memasukkannya ke dalam sebuah tempat yang menyerupai piala yang berada di hadapan masing-masing. Pengucapan sumpah itu dimulai. Begitu sumpah sudah diucapkan, darah masing-masing pasangan bersatu dan kemudian menghilang.

"Kalian sudah resmi menjadi suami istri"

Acara pernikahan itu ditutup dengan ketiga vampire yang langsung membawa istri mereka berteleportasi ke suatu tempat. Membuat semua undangan hanya bisa berdecak maklum. Vampire muda memang seperti itu.

.

.

END

.

.

Saya ngga tau apa yang saya tulis ini xD

NC-nya pasti jauh dari hot yaa? Pasti amburadul yaaaaa~

Yosh apapun lah itu yang jelas ff ini selesai~~~~

Terima kasih buat siapapun yang udah review, fav, follow *kiss hug*

Ini udah tamat, keut, the end, selesai.

Sampai jumpa di fic selanjutnya~~~

Big love, clou3elf