All of the character is not mine. They're belong to J.K Rowling.

Chapter 10 : Ferret paling tampan yang pernah Mom temui.

10.

Semenjak Draco menolak ajakan makan siangnya hari Senin, Hermione berusaha setengah mati untuk tidak melirik Draco, mengabaikannya, tidak mengajaknya bicara duluan, dan berusaha untuk bersikap professional.

Draco Malfoy membuatnya malu sekali, memang hanya mereka berdua yang menyaksikan kejadian itu, tapi tetap saja Hermione malu setengah mati.

"Granger." Draco menghampiri meja Hermione.

"Iya?" tanya Hermione.

"Aku hanya ingin memberitahu bahwa aku akan menunggumu dan keluargamu nanti di depan gerbang Hall Concert. Jam 7." Kata Draco kemudian pergi begitu saja.

Hermione sudah menelepon ayahnya tadi pagi untuk mengucapkan selamat ulang tahun, dan berkata bahwa Ia akan datang nanti malam untuk makan malam bersama, tapi tidak mengatakan bahwa mereka berencana menonton konser Paul McCartney.

Hermione menghela nafasnya, tentu saja ia ingin memberikan hadiah spesial untuk ayahnya, tapi bagaimana dengan Malfoy? Apa Malfoy akan bersikap baik pada kedua orangtuanya yang merupakan Muggle? Apa yang direncanakan pria itu sebenarnya.

Sepulang kerja Hermione menuju ke rumah orangtuanya langsung dari kementrian. Ia mengetuk pintu rumah orangtuanya dan langsung di sambut oleh ibunya.

"Ayahmu sudah menunggu dengan cemas, Ia sepertinya agak kesal karena kita hanya berencana makan malam di rumah dan Mom juga belum memberikannya hadiah apa-apa." Kata Helena berbisik.

Hermione tersenyum lebar. "Let's surprise him."

"Dad…" Hermione memanggil ayahnya yang sedang duduk di depan televisi.

"Hermione…" Richard melihat Hermione yang baru datang. Hermione mendekati ayahnya dan memeluk ayahnya.

"Happy Birthday…" kata Hermione mencium pipi ayahnya. Hermione duduk disamping ayahnya, ia melirik ke jam dinding di atas televisi, sekarang sudah jam 6 kurang dan mereka perlu waktu sekitar 30 menit untuk menuju Hall Concert.

Helena berdiri di belakang Hermione, mereka berdua akan memberi tahu Richard apa hadiah ulangtahun spesialnya.

"Dad, kami punya hadiah spesial untukmu." Kata Hermione.

Richard menaikkan sebelah alisnya. "Kalian tahu kan aku tidak suka kejutan." Kata Richard was-was.

Helena tertawa. "Kami yakin kau akan sangat menyukai kejutan yang satu ini." kata Helena yakin sekali.

"Baiklah, jadi apa hadiahnya?" tanya Richard masih was-was.

"Kita akan pergi…" kata Helena memulai.

"Menonton Konser…" kata Hermione melanjutkan.

"Sir Paul McCartney!" kata mereka berdua bersamaan.

Mata Richard membelalak. Mulutnya terbuka. Ia tidak yakin ini kenyataan.

"Tampar aku." Katanya tidak percaya. Helena mendekat dan menampar Richard cukup kencang.

"Kalian serius?" tanya Richard lagi sambil mengelus-elus pipinya yang baru ditampar istrinya itu.

Hermione mengangguk penuh semangat. "Karena konsernya mulai jam tujuh, sebaiknya kalian ganti baju sekarang juga." Kata Hermione lagi.

Richard langsung berdiri dan menuju ke kamar, menggumamkan sesuatu seperti 'bloody hell, merlin, aku tidak percaya, Paul McCartney' . Ia baru menutup pintu kamarnya lalu keluar lagi dan berjalan cepat menuju istrinya dan Hermione.

"Terimakasih banyak, Helen, Hermione, kalian tidak tahu betapa berartinya konser ini bagiku." Katanya memeluk Hermione dan istrinya bersamaan.

"Selamat Ulang tahun Dad." Kata Hermione lagi tertawa membalas pelukkan ayahnya.

"Helen, sebaiknya kau membantuku memilih pakaian." Kata Richard lalu menuju ke kamarnya lagi diikuti Helena dari belakang.

Hermione tersenyum melihat kedua orangtuanya, berharap mereka bahagia selamanya.

Hermione kemudian menuju ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian, dua puluh menit kemudian ia sudah duduk di ruang tamu menunggu kedua orangtuanya.

"Hermione, mana tiketnya? Dad ingin lihat." Kata Richard saat mereka berjalan menuju mobil.

"Um, temanku yang memegang tiketnya, dan dia menunggu kita disana." Kata Hermione pelan.

"Temanmu ini, dia bukan Mr. Diggory kan?" tanya Richard menghentikan langkahnya, ia tidak peduli konser Sir Paul atau bukan, ia tidak mau menerima tiket konser dari pria yang menghancurkan hati anak perempuannya.

"Tidak, bukan Dad, jangan terlalu berpikiran negatif." Kata Hermione terus berjalan menuju mobil ayahnya.

"Lalu siapa?" tanya Helena ikut penasaran.

"Mom kenal orangnya, tahu at least." Kata Hermione.

"Pacar barumu?" tanya Helena tidak menahan semangatnya, jika memang mereka akan bertemu pacar baru Hermione.

"Tidak, bukan. Ia teman kerjaku." Kata Hermione menjelaskan, wajahnya memerah.

"Lalu kenapa mukamu memerah?" tanya Helena masuk ke dalam mobil.

Sepanjang perjalanan Hermione berhasil mengalihkan pembicaraan agar fokus pada konser yang akan mereka saksikan, bukan pada siapa teman Hermione yang menunggu mereka disana.

Richard terus menerus bicara tentang bagaimana ia sudah berkali-kali berusaha mendapatkan tiket konser itu dengan berbagai cara, dari mulai menunggu dari malam sebelum tiket konser di jual, mencari-cari calo, bahkan menunggu sampai konser-konser sebelumnya dimulai, kalau-kalau ada orang yang membatalkan tiketnya.

Hermione menjawab bahwa temannya ini punya koneksi orang dalam atau semacam itu.

Mereka sampai di Hall Concert yang terkenal di London karena besar dan mewah.

"Hermione, temanmu dimana?" tanya Richard saat mereka keluar dari mobil. Hermione mencari-cari sosok Draco di keramaian. Berjinjit, berusaha menemukan rambut pirang platina disekitar mereka.

Kemudian mata Hermione tertumbu pada pria pirang yang dicarinya.

Draco Malfoy melambai dan kemudian berjalan mendekat. Hermione lagi-lagi kehilangan nafasnya saat melihat Draco dengan pakaian Muggle.

"Hermione." Kata Draco memanggilnya.

Hermione tersadar dari lamunannya. "Oh, Malfoy." Katanya canggung. "Ini ibuku dan ayahku." Kata Hermione memperkenalkan kedua orang tuanya.

"Mom, Dad, ini Draco Malfoy." Kata Hermione.

Draco mengulurkan tangannya pada Richard Granger. "Draco Malfoy" kata Draco memperkenalkan dirinya. "Senang bertemu dengan anda." Kata Draco berusaha terdengar sesopan mungkin.

"Richard, Richard Granger." Kata Richard juga berusaha ramah.

"Helena Granger." Kata Helena kemudian mengulurkan tangannya pada Draco.

"Draco, Ma'am, senang bertemu dengan anda." Kata Draco juga menjabat tangan Helena sambil tersenyum lebar.

Draco kemudian mengeluarkan empat tiket konser dari sakunya. "Kurasa sebaiknya kita masuk, konsernya akan segera di mulai." Kata Draco memberikan tiketnya pada Hermione.

Hermione melihat tiket itu sebentar. VIP. Ia menarik Draco menjauh.

"Malfoy, bagaimana aku akan mengganti tiket konser VIP ini?" kata Hermione berbisik kesal.

"Aku tidak memintamu menggantinya, aku sudah mengatakan ini berapa kali? Aku tidak akan menerima bayaran atas tiket ini." kata Draco.

"Tapi seharusnya kau membelikan kami tiket reguler saja." Kata Hermione. Ia tahu semua tiket yang dijual adalah tiket duduk, karena konser ini adalah konser semi formal, tapi ia tidak menyangka Malfoy membelikan mereka tiket VIP.

"Hermione? Draco? Ada masalah?" tanya Helena.

"Tidak ada Mrs. Granger." Kata Draco tersenyum manis sekali. "Ayo kita masuk." Kata Draco berjalan menghampiri kedua orangtua Hermione.

"Oh, Dear, panggil aku Helen." Kata Helena tersenyum lebar sekali.

"Mr. Granger." Kata Draco menghampiri Richard, ia mengulurkan tangannya lagi. "Selamat ulangtahun, semoga anda sehat selalu." Kata Draco mengucapkan selamat ulang tahun.

"Terimakasih banyak." Kata Richard tersenyum, mereka kemudian masuk ke dalam concert hall diikuti Hermionedan Helena dari belakang.

Draco menolehkan kepalanya ke belakang, melihat Hermione yang manyun lalu mengedipkan sebelah matanya.

"Oh, Astaga, Draco Malfoy bahkan lebih tampan daripada di fotonya." Kata Helena berbisik pada Hermione.

"Aku akan berhenti membuat Mom membaca Witch Weekly." Kata Hermione menggerutu kesal. "Ferret menyebalkan."

"Ferret?" tanya Helena. "Well, kalau begitu, tentu saja Draco merupakan Ferret paling tampan yang pernah Mom temui." Kata Helena.

.

Mereka berempat sangat menikmati konser Sir Paul, mereka duduk di bagian VIP yang cukup tinggi tapi sangat jelas view-nya ke panggung.

Setiap ada jeda beberapa menit, Helena terus menerus bertanya pada Draco tentang pribadinya, ia tinggal dimana? Apa hubunganya dengan Hermione? Apa ia sudah punya pacar? Apa ia dan Draco Malfoy yang merupakan peringkat pertama Wizarding World Most Eligible Bachelor adalah orang yang sama.

Draco tertawa mendengar pertanyaan terakhir Helena, tapi menjawab dengan sopan bahwa itu memang dia. Richard juga bertanya pada Draco, darimana ia mendapatkan tiket? Bagaimana Hermione sehari-hari bekerja? Dan pertanyaan-pertanyaan kecil seperti apa lagu Sir Paul yang menjadi favoritnya, apa ia menyukai The Beatles juga atau hanya Sir Paul?

Setelah konser selesai dan mereka keluar dari Hall, Helena sudah sangat menyukai Draco.

"Draco, bagaimana caramu pulang? Apa kau akan ber-apparating dari sini atau menggunakan kendaraan?" tanya Helena saat mereka berjalan menuju parkiran.

"Aku membawa kendaraanku." Kata Draco. "Ah, sebentar." Kata Draco teringat akan sesuatu, ia setengah berlari menuju BMW X1 hitam yang terparkir tidak jauh.

Richard tidak bisa menahan dirinya untuk tidak memperhatikan kendaraan Draco dari ujung keujung

Draco membuka kursi penumpang di samping kursi kemudi dan mengambil sebuah tas kertas.

"Mr. Granger, aku punya hadiah kecil untukmu." Kata Draco mengulurkan tas itu pada Richard.

"Oh, Draco kau tidak perlu memberikanku hadiah lagi, sudah bisa menonton konser Sir Paul hari ini saja aku sudah senang sekali." Kata Richard namun tetap mengambil hadiah yang disodorkan Draco.

Hermione memutar matanya. Helena memandang Draco dengan penuh kagum.

"Mom, Dad, ayo kita pulang." Kata Hermione tidak sabar.

"Iya Hermione, kita akan pulang, sabarlah sebentar." Kata Helena pada Hermione. "Draco." Helena mengulurkan tangannya pada Draco. "Terimaksih sekali atas bantuanmu mencarikan tiket untuk kami, aku dan Richard akan terus mengingat jasamu." Kata Helena memegang tangan Draco dengan kedua tangannya. "Datanglah sesekali kerumah, aku akan memasak makanan Muggle yang paling enak." Kata Helena.

Draco tertawa. "Terimakasih Helen, aku akan datang berkunjung, tentu saja jika Hermione tidak keberatan." Kata Draco melirik Hermione yang seperti sudah siap meledak, wajahnya merah seperti keriting rebus.

"Draco, terimakasih banyak ya, sekali lagi terimakasih." Kata Richard juga menepuk pundak Draco kemudian berjalan menuju mobilnya.

Tinggal Hermione yang masih berdiri di depannya. Ia menyipitkan matanya, tidak mengerti apa maksud Draco.

"Kenapa kau bersikap ramah sekali pada kedua orangtuaku?" tanya Hermione tidak mengerti bagaimana mungkin Draco Malfoy bisa bersikap charming sekali di depan kedua orangtuanya.

"Apa kau ingin aku bersikap tidak sopan pada mereka?" tanya Draco dengan senyuman khasnya.

"Kenapa kau tidak sekalipun memanggilku Granger malam ini?" tanya Hermione lagi berusaha mencari-cari kesalahan Draco, meskipun ia tahu tidak ada.

"Karena ada tiga Granger malam ini?" kata Draco menjawab lagi.

"Apa hadiah yang kau berikan pada ayahku tadi?" tanya Hermione, sekarang tangannya sudah bergantung di pinggang.

"Lihat saja nanti sendiri." Kata Draco mengangkat bahunya.

Hermione menghela nafasnya, ia menurunkan tangannya dari pinggangnya dan melihat Draco.

"Apa kau punya maksud tertentu?" tanya Hermione lagi.

"Granger… Granger…" kata Draco tersenyum menggoda. "Kau tahu jelas kan apa maksudku?" tanya Draco.

Draco mendekat dan Hermione membatu di tempatnya. Draco membungkukkan badannya sedikit dan melihat Hermione yang seakan-akan kehilangan nyawanya.

Hermione mengira Draco akan menciumnya, tapi kemudian Draco tertawa pelan. Iya, tertawa.

"Granger, aku tidak akan menciummu lagi, tidak jika kau tidak mau." Kata Draco benar-benar tidak bisa menahan tawanya melihat Hermione Granger mati kutu di depannya.

"Selamat malam Granger." Kata Draco dengan cepat mencium pipi kanan Hermione dan langsung berjalan menuju mobilnya.

.

"Oh astaga, aku benar-benar ingin tahu apa yang mereka berdua bicarakan." Kata Helena dari dalam mobil, ia dan Richard memata-matai Hermione dan Draco yang masih berdiri di tempat lain.

"Oh, lihat, sepertinya Hermione marah, ia meletakkan kedua tangannya di pinggang." Kata Richard penuh antusias.

"Dan Draco tersenyum, astaga anak itu tampan sekali." Kata Helena.

"Eh… Eh.. Lihat, apa Draco akan mencium Hermione?" Helena tidak bisa menahan excitement, ia memegang lengan Richard dan menggerak-gerakkannya penuh semangat.

"Oh, Hermione, kenapa ia diam saja? Bukannya seharusnya ia menampar anak itu atau semacamnya?" tanya Richard akan segera keluar dari mobil jika Draco berani melakukan hal yang tidak-tidak pada anak perempuannya itu.

"Ooooh…." Helena berseru senang sekali, ia berseru seperti baru saja menyaksikan adegan romantis di film-film. Draco baru saja mencium pipi Hermione kemudian berjalan pergi sambil tersenyum.

Hermione setengah berlari menuju kemobil mereka. Helena dan Richard langsung berpura-pura sibuk, tidak ingin anak mereka tahu bahwa mereka baru saja melihat adegan romantis antara Hermione dengan Draco-statusnya-masih-teman-Malfoy.

"Dad, apa hadiah diberikan Malfoy?" tanya Hermione, ia curiga kalau hadiah diberikan Malfoy merupakan hadiah mahal.

"Kenapa memangnya?" tanya Richard sudah mencium bahwa hadiahnya kemungkinan akan diambil oleh Hermione dan dikembalikan.

"Bukalah saja Dad, jika hadiah itu mahal maka kita harus mengembalikannya." Kata Hermione baru akan menarik tas kado yang ada di dashboard mobil mereka untuk membukanya sendiri.

"Biar Dad yang buka." Kata Richard sedikit kesal pada Hermione, tapi anaknya itu ada benarnya, jika hadiah yang diberikan Draco terlalu mahal maka ia tidak bisa menerimanya, lagipula Richard bisa membaca bahwa Draco sepertinya menyukai Hermione, dan Richard tidak ingin hadiah ini digunakan Draco sebagai hadiah untuk menyuapnya atau semacamnya.

Richard membuka tas kado itu dan mendapati sebuah buku dan syal dan kartu ucapan.

Mr. Granger

Selamat Ulangtahun, semoga anda sehat dan sukses selalu, ini buku yang kubeli dengan pertimbangan khusus dan syal rajut buatan ibuku, maaf, ia memaksa untuk memberikan ini pada anda dan istri anda.

Sekali lagi selamat ulang tahun. Semoga anda menyukai buku dan syal-nya

Draco Malfoy.

"Oh, astaga Hermione, anak itu baik sekali…" kata Helena melihat dua syal rajut berwarna abu-abu dan krem yang ada di dalam tas itu.

"Dan Hermione bukankah kau baru membelikan buku ini yang edisi ke enam untuk ayah bulan lalu?" kata Richard memegang buku berjudul. Sejarah Hubungan Wizard dan Muggle edisi 7.

"Aku bahkan tidak tahu edisi tujuh sudah keluar." Kata Hermione shock, ia tidak menyangka Draco Malfoy mampu memberikannya hadiah yang penuh dengan perasaan ini.

"Kurasa kita tidak akan mengembalikan hadiah ini." kata Helena kemudian memakai syal yang diberikan Narcissa Malfoy itu dan melihat bayangan dirinya di spion depan mobil mereka.

Hermione tersenyum. Ia sekarang yakin akan satu hal. Sepertinya ia jatuh cinta pada Draco Malfoy.

.

Hermione makan malam sebentar dengan kedua orangtuanya kemudian kembali ke flatnya dan menemukan Ron sedang tertidur di sofanya.

"Ron!" Hermione menggerak-gerakkan kaki temannya itu.

Ron terbangun, mengusap matanya. "Mione, kau sudah kembali?" tanya Ron.

"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Hermione.

"Aku dan Lavender bertengkar dan ia mengusirku dari Flat kami." Kata Ron menjelaskan.

Hermione menghela nafasnya. "Tidurlah di kamar tamu." Kata Hermione sambil lalu. Ini bukan pertama atau kedua kalinya Ron dan Lavender bertengkar sampai Ron pergi dari flat mereka.

"Terimakasih Mione." Kata Ron cepat lalu menuju kamar tamu dimana ia biasa mengungsi jika sedang bertengkar dengan Lavender.

Hermione menuju ke kamarnya, merebahkan badannya di kasur. Crook naik ke kasurnya dan mengeong disampingnya.

"Hey old man…" kata Hermione mengelus kepala kucingnya itu.

Crook mengeong.

Hermione membiarkan kucingnya tidur disampingnya dan mengelus-elus kepalanya.

"Crook, apa menurutmu Draco Malfoy punya tujuan tertentu?" tanya Hermione.

Crook mengeong lagi.

"Tidak?" tanya Hermione memastikan. "Jadi menurutmu Draco Malfoy benar-benar menyukaiku?" tanya Hermione pada Crook.

Crook memutar matanya dan melompat turun dari kasur Hermione dan menuju tempat tidurnya dibawah jendela, berjalan kekiri-kekanan, menggoyangkan ekor gemuknya.

Hermione menghela nafasnya.

Mungkin, mungkin Hermione akan mencoba peruntungannya.

.

"Bloody Hell Hermione.." kata Ron saat bangun dan melihat Hermione sedang membuat sarapan di dapurnya.

"Ada apa Ron?" tanya Hermione, ia sedang menyiapkan sarapan untuknya dan Ron, setiap Ron mengungsi keflatnya, Ron akan menghabiskan jatah makanan Hermione untuk seminggu.

Ron duduk di kursi di meja pantry dan mulai makan beberapa pancake yang sudah ada di meja.

"Kau tidak biasanya pergi bekerja dengan pakaian seperti ini kan Mione?" tanya Ron memperhatikan Hermione dari ujung kepala sampai ujung kakinya.

Hermione yang masih memegang spatula melihat dirinya sendiri dari ujung kaki sampai ujung kepala. Ia menghela nafasnya.

"Kau benar Ron, kurasa ini memang berlebihan." Kata Hermione.

"Tidak, Mione, bukan seperti itu maksudku." Kata Ron menjelaskan. "Jika kau ingin merubah penampilanmu then do it." Kata Ron tidak bermaksud menurunkan rasa percaya diri Hermione.

"So, this is alright or not?" tanya Hermione.

"Sure, kau terlihat cantik, aku hanya tidak terbiasa melihatmu, dengan, um… kau tahu… pakaian perempuan." Kata Ron.

Hermione menghela nafasnya. Ia tidak tahu apa yang terjadi dengannya, ia hanya terbangun lalu ingin menggunakan pakaian yang lain daripada yang biasa ia gunakan.

Hermione menghabiskan setengah jam di depan cermin, menggonta-ganti pakaiannya seperti remaja yang sedang jatuh cinta dan ingin membuat pria yang disukainya terkesan.

Bloody Hell, ia ingin membuat Draco Malfoy terkesan.

Akhirnya setelah berkali-kali menggonta-ganti bajunya, Hermione memutuskan untuk menggunakan blouse tanpa lengan berwarna krem dan rok tulip ketat berwarna biru. Ia hampir mengganti bajunya lagi, karena ia merasa terlihat seperti sekretaris yang ingin menggoda bosnya. Tapi hati kecilnya berkata ia terlihat cantik. Dan perempuan yang ingin terlihat cantik bukan sesuatu yang salah.

"Mione, tunggu sebentar, aku akan mandi kemudian kita bisa berangkat ke kementrian bersama." Kata Ron, menyadarkan Hermione dari lamunannya.

"Jangan terlalu lama di kamar mandi." Kata Hermione.

Ron dan Hermione berangkat ke kementrian bersama. Hermione menasihati Ron sepanjang perjalanan, tentang bagaimana Ia seharusnya mulai bersikap lebih dewasa menghadapi masalah hubungannya dengan Lavender, mereka memutuskan untuk tinggal bersama tapi bertengkar setiap saat.

Ron hanya diam mendengar celotehan temannya itu, sesekali menganggukkan kepalanya dan terkadang berusaha membela diri, tapi kemudian Hermione akan makin menambah dosis nasihatnya.

Mereka sampai di kementrian, dan berpisah di dekat air mancur, Ron berkata jika belum ada kepastian sampai sore apakah ia dan Lavender sudah berbaikkan atau belum, maka mereka akan pulang bersama setelah kerja.

"Granger." Malfoy menyapa Hermione.

Hermione yang baru saja melepas robe-nya dan sedang berdiri menunggu lift terkaget begitu mendengar suara Malfoy dari belakangnya.

"Malfoy?" tanya Hermione membalikkan badannya.

"Pagi Granger." Kata Draco menyapa Hermione lagi, ia tersenyum dan memperhatikan Hermione dari kepala sampai ke kakinya. "Nice outfit." Kata Draco tersenyum lalu mengalihkan pandangannya dari Hermione ke lift yang baru terbuka.

"Pagi Malfoy." kata Hermione lalu mereka masuk ke dalam lift. Hermione berdiri canggung disamping Malfoy, tidak lama banyak orang masuk dan membuat mereka terdorong kebelakang. Punggung keduanya sekarang bersandar di dinding lift.

Hermione melirik Draco dari ujung matanya, Draco juga melirik Hermione. Draco menarik nafasnya. Sekarang! Pikirnya Draco

Hermione nyaris berteriak karena kaget. Draco Malfoy menggenggam tangannya. Hermione melihat Draco kaget. Draco melihatnya dan menaikkan sebelah alisnya.

"Malfoy?" tanya Hermione pelan.

"Keep Quiet Granger." Kata Draco berbisik. "I'm just holding your hand, not shagging your brain out."

Wajah Hermione langsung memerah seketika, otaknya menyuruhnya melepaskan tangan Draco dari tangannya, tapi hatinya ingin membiarkan tangan itu tetap disana, membiarkan Malfoy menggenggam tangannya.

Sekali ini ia mengikuti hatinya, ia membiarkan Draco menggenggam tangannya.

"Kau bisa melepaskan tanganku sekarang Malfoy." kata Hermione saat mereka keluar dari lift.

"Tapi aku tidak ingin." Kata Draco terus menggandeng Hermione menuju ke ruangan mereka.

"Orang-orang akan melihat kita." Kata Hermione terengar panik.

"Kau malu terlihat bergandengan tangan denganku?" tanya Draco masih berjalan penuh percaya diri.

Hermione tidak tahu harus menjawab apa. Hermione tiba-tiba menghentikan langkahnya.

"Kau tidak bisa melakukan ini Malfoy." kata Hermione.

"Kenapa tidak?" tanya Draco.

"Kau tidak bisa memegang tanganku begitu saja!" Kata Hermione marah. "Kau tidak bisa bersikap baik pada kedua orangtuaku, memberikan mereka hadiah yang baik dan penuh perasaan, kau tidak bisa melakukan apapun yang kau inginkan begitu saja." Kata Hermione emosi.

Draco tersenyum. "Bisa kau beritahu aku kenapa?" tanya Draco, sekarang mereka berdua berdiri di lorong sebelum berbelok ke ruangan mereka.

"Tidak bisa, pokoknya tidak bisa, apa maumu sebenarnya?" tanya Hermione masih belum bisa menerima alasan Malfoy.

Draco tersenyum, ia masih menggenggam tangan Hermione. "Hermione Granger, berapa kali harus aku mengatakan hal ini padamu? Aku menyukaimu. Tidakkah itu cukup?" tanya Draco.

Wajah Hermione memerah. "Kau baru mengatakan kau menyukaiku satu kali." Kata Hermione pelan.

Draco tertawa. "Kau ingin aku mengatakannya berapa kali? Lima? Sepuluh? Seratus?" tanya Draco. "Aku akan mengatakannya berapa kalipun kau minta." Kata Draco.

"I'm not sure Draco." Kata Hermione pelan.

"About what?" tanya Draco.

"About this, about us.." kata Hermione pelan.

Draco mengganti seringainya dengan senyuman. Ia tersenyum dan mempererat genggamannya di tangan Hermione. "Aku menyukaimu Hermione, dan jika kau juga menyukaiku lalu dimana masalahnya?" tanya Draco, persis seperti apa yang dikatakan Ginny pada Hermione.

Hermione menghela nafasnya.

"Trust me." Kata Draco melihat Hermione langsung kematanya.

"You promise?" tanya Hermione pelan. Ia sudah memikirkan hal ini berkali-kali. Dan kali ini, kali ini saja, ia ingin mengikuti apa kata hatinya, bukan kata otaknya.

"I'll promise you anything." Kata Draco, ia melepaskan genggamannya dan mengulurkan jari kelingkingnya. "Pingky swear?" kata Draco mengulurkan jari kelingkingnya.

Hermione tersenyum dan mengulurkan jari kelingkingnya juga. Draco tersenyum dan mengaitkan jari kelingking mereka.

"Boleh aku menciummu sekarang?" tanya Draco pelan.

Hermione melihat ke mata abu-abu yang ada menatapnya, Hermione bisa merasakan kawanan kelelawar diperutnya, jantungnya berdebar-debar. Hermione mengangguk.

Draco tersenyum dan mencium Hermione.

.

Draco mendekat, merunduk, dan menempelkan bibirnya di bibir Hermione. Kedua tangannya merengkuh wajah Hermione pelan.

Hermione tidak tahu kalau mencium seseorang bisa terasa seperti ini.

Hermione menjatuhkan tas dan robe-nya ke lantai lalu melingkarkan tangannya di leher Draco, ia takut kakinya akan segera lemas dan kemudian ia terjatuh. Draco menciumnya pelan dan lembut, mereka bericuman seperti itu beberapa detik saat Draco melingkarkan tangannya di pinggang Hermione dan mendorong gadis itu ke tembok terdekat yang bisa mereka capai.

Hermione mendesah pelan saat punggungnya bertemu dengan tembok, sekarang tangan kanannya berada di dada Draco dan tangan kirinya di pundaknya.

Tangan kanan Draco perlahan naik ke bagian sisi perut Hermione dan bertahan disana. Draco mengulurkan lidahnya meminta agar Hermione membuka mulutnya, ketika Hermione membuka mulutnya, mereka berdua mendesah.

Hermione tidak pernah dicium dan mencium seperti ini, Ia tidak tahu kalau ciuman seharusnya seperti ini, tangan Hermione bergerak naik turun di dada Draco, sementara tangan kirinya menggenggam lengan atas Draco yang kokoh.

Draco tidak bisa menahan dirinya, tangan kanannya perlahan naik lagi, dan menyentuh sisi luar payudara Hermione.

Hermione mendesah, ia benar-benar kehilangan akal sehatnya, ia seharusnya berhenti dan kabur, bukannya menikmati tangan Draco yang berada di payudaranya.

"Ehm..ehmm…" seseorang membersihkan tenggorokkannya.

Draco langsung menarik dirinya dari Hermione, mereka berdua terengah kehabisan nafas dan melihat Mr. Cole berdiri tidak jauh dari mereka.

"Pagi, Ms. Granger, Mr. Malfoy." kata Mr. Cole lalu berjalan menuju ruangannya tanpa melirik mereka berdua lagi.

Draco menyeringai dan melihat Hermione yang wajahnya merah seperti kepiting rebus. Draco mencium kening Hermione dan menggenggam tangan gadis itu dan menariknya keruangan mereka.

-To Be Continued-

Read and Review…

-dramioneyoja

.

.

Edited : 11/25/15