Cinta Lama Yang Bersemi Kembali

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Story by Avrill

Pairing : SasuSaku, NaruHina, SaIno, ShikaTema, NejiTen

Chapter 10

Uchiha Corp's

Pagi telah tiba. Di hari yang cerah di musim semi terlihat Sasuke, Sai dan Shikamaru sedang sibuk berdiskusi tentang masalah penurunan saham dan juga orang yang mengikuti Sakura kemarin malam.

"Sasuke, bisa kau ceritakan dengan jelas perihal orang yang mengikuti Sakura?"tanya Shikamaru.

"Aku hanya melihatnya sekilas orang itu bersembunyi dibalik pohon tak jauh dari apartemenku."tutur Sasuke.

"Aku curiga jika orang ini ada kaitannya dengan orang yang sama yang mengambil saham perusahan kita,"ucap Shikamaru.

"Bisa jadi mereka itu adalah satu komplotan bukan?"usul Sai.

"Jika memang benar kita harus berhati-hati dan lebih waspada, Sasuke sebisa mungkin kau awasi Sakura aku khawatirnya."pinta Shikamaru.

"Tanpa kau minta aku mengawasi dan melindunginy,"jawab Sasuke.

"Tapi Sasuke apa motif mereka mengikuti Sakura jika memang mereka ingin mengambil saham perusahaan?"tanya Sai.

"Sakura bilang ada orang yang mengganti obat dari gudang obat dengan bentuk yang sama tapi sangat berbahaya dan juga orang itu menyuntikkan sebuah cairan ke dalam kantong infus dan kantong darah."kata Sasuke.

"Masalah ini semakin rumit saja..."kata Shikamaru sambil melipat kedua tangannya dibelakang kepala.

Hari sudah masuk pukul 8 pagi. Sakura sudah siap untuk berangkat kerumah sakit. Seperti biasa Sakura jalan kaki menuju rumah sakit. Saat Sakura sampai dan berjalan disepanjang koridor tanpa sengaja matanya melihat tiga orang gadis sedang membicarakan sesuatu yang sepertinya serius. Yang satu memakai jas dokter yang dua memakai pakaian perawat. Salah satu diantara mereka bertiga mengenalnya tapi tidak untuk dua lainnya. Sakura lalu memutuskan berjalan mendekat dengan perlahan agar tidak diketahui oleh mereka, kondisi ini cukup menguntungkan bagi Sakura karena mereka bertiga berdiri membelakangi Sakura. Sakura kini bersembunyi dibalik dinding tak jauh dari mereka.

"Tayuya bagaimana tugasmu?"tanya Pakura.

"Aku sudah membututinya tapi dia berhenti di depan apartemen seseorang,"

"Siapa?"tanya Kin.

"Uchiha Sasuke."jawab Tayuya.

"Kita harus segera menyusun rencana untuk menculiknya, karena kita sudah berhasil mengganti obat dan juga menyuntikan cairan berbahaya pada kantong infus dan kantong darah."kata Pakura.

Sakura yang mendengar semua pembicaraan mereka hanya mampu membulatkan matanya kaget. Sungguh diluar dugaannya bahwa merekalah yang ternyata sudah melakukan ini semua tanpa ada orang yang curiga dengan menyamar sebagai dokter juga seorang perawat. Sakura segera saja melangkah pergi dari tempat persembunyiannya dengan pelan tanpa diketahui mereka.

Sakura POV

Sungguh aku tidak percaya ini! Orang yang selama ini aku cari ternyata ada di depan mataku, berbaur denganku. Walau pun aku baru melihat dokter baru yang bernama Pakura itu tak kusangka dia tega melakukan ini. Kami-sama sungguh ini diluar dugaanku! Tayuya dan Kin ternyata bekerjasama dengan Pakura mereka satu komplotan. Penyamaran Tayuya dan Kin sebagai seorang perawat sangat alami apalagi Pakura, dia sangat pinta menyembunyikan identitasnya dia bekerja sangat profesional sebagai dokter. Tunggu dulu! Jika dia dokter maka kemungkinan dia sudah pasti menyuntikan cairan berbahaya itu kepada pasien bukan tanpa harus menyuntikannya ke dalam kantong infus dan kantong darah. Dan juga Tayuya dan Kin, mereka berdua pasti juga bisa melakukannya, tapi mereka tidak melakukan. Ini rumit. Semua ini membuatku bertanya-tanya, apa maksud semua ini. Kami-sama semoga tidak terjadi hal-hal yang tidak aku inginkan.

Aku dengan cepat melangkahkan kakiku menuju ruang kerjaku. Aku tahu mereka pelakunya tapi aku harus punya bukti yang kuat jika aku harus benar-benar menyudutkan mereka bahwa merekalah pelaku sebenarnya.

End Sakura POV

Di dalam ruang kerja Sakura berjalan modar-mandir dengan satu tangan yang jari telunjuk sedikit digigit. Sakura yang begitu fokus dengan pemikirannya sampai tak mendengar suara ketukan pintu.

"...ra..."

"...kura..."

"Sakura?"

"Forehead!"teriak Ino jengkel. Sakura terlonjak kaget dan spontan menutup telinganya karena teriakan Ino.

"Jangan berteriak Pig!"sambil mengusap telinga.

"Salah sendiri kau dari tadi aku panggil tidak menyahut."

"Benarkah?"

"Bohong. Tentu benar Forehead!"jawab Ino kesal.

"Ehehehe...-tersenyum aneh sambil menggaruk belakang leher yang tak gatal-maafkan aku Pig..."

"Ah sudahlah lupakan. Kau kenapa? Kau ada masalah?"tanya Ino sambil duduk di sofa.

"Emm..ya begitulah~hanya masalah kecil saja."

"Tentang Sasuke?"tebak Ino.

"He?-menoleh dengan cepat-Tidak tidak, aku dan Sasuke-kun baik-baik saja,"

"Lalu?"dengan satu alis terangkat.

"Masalah rumah sakit."

"Hey! Berhentilah mondar-mandir seperti itu Sakura."pinta Ino.

"Oh baiklah-baiklah maafkan aku,"lalu duduk di dekat Ino.

"Apa kau baik-baik saja? Kau terlihat cemas?"

"Tentu, jangan khawatir Ino."

"Baiklah jika begitu."sambil menggendikkan bahu. "Sakura sekali-sekali pergilah untuk sekedar ya...refresing mungkin?"usul Ino.

"Contohnya?"tanya Sakura balik.

"Umm ya itu terserah kau saja,"

"Ish~kau ini bagaimana? Kau yang mengusulkan tapi tidak tahu."jawab Sakura sebal.

"Hey hey! Setiap orang punya cara sendiri Forehead!"balas Ino sebal. Setelah itu Ino bangkit berdiri bermaksut meninggalkan Sakura dari pada adu argumen dengannya.

"Kau mau kemana?"

"Ke mall."

"Mau apa?"

"Mau mandi!"jawab Ino ketus.

"Ha? Mandi?"tanya Sakura polos.

Ino memutar bola matanya malas,"Oh Kami-sama! Sakura otakmu itu kenapa?-tunjuk Ino sambil berkacak pinggang-Kau itu seorang dokter kau cerdas tapi tidak tahu untuk apa aku ke mall?!"

Yang dipandang hanya bengong belum bereaksi dan semakin membuat Ino kesal. "Astaga Sakura kenapa otakmu itu?"

"Ah sudahlah lebih baik aku pergi saja."lanjut Ino kemudian berlalu meninggalkan Sakura. Tapi baru dua langkah Sakura memanggilnya.

"Tunggu Ino."

Menelengkan kepala melirik Sakura di belakang,"Ada apa?"

"Maafkan aku,"

"Untuk apa?"jawab Ino yang kini sudah berdiri menghadap Sakura.

"Karena membuatmu kesal."

"Aku maafkan."

Dengan mata berbinar, "Sungguh?"

Ino mengangguk lalu- "Tapi ada syaratnya,"

"Ha? Kenapa begitu?"

"Ya sudah ti-"

"Baik ok! Apa?"

"Ikut aku mall untuk shopping. Ada diskon hari ini,"

Hening.

Krik...krik...krik...

"Kenapa diam? Jadi bagaimana?"

Sakura masih diam sambil memikirkan tawaran Ino. Tidak ada salahnya bukan jika aku ikut Ino? pikir Sakura dalam hati.

"Ok aku setuju."

"Sekarang kita berangkat."

Tanpa menunggu lama dua orang yang saling bersahabat ini berjalan keluar gedung rumah sakit.

Gotemba Premium Outlet

Dan disinilah mereka berdua di sebuah mall yang terkenal cukup luas. Mata Ino berbinar senang ketika melihat beberapa toko menawarkan diskon. Lalu, apa yang dilakukan Sakura? Baik kita lihat apa yang dilakukannya. Sakura hanya berjalan mengekor dibelakang Ino yang tengah asyik berjalan sambil sesekali masuk ke toko lalu keluar lagi berpindah dari toko satu ke toko yang lain. Sakura bukannya tidak senang tapi dirinya bukan Ino yang suka belanja dan fashion. Jika dibandingkan Ino fashion Sakura lebih ke simpel casual dan sederhana, tapi Ino adalah model jadi tidak heran jika Ino memiliki fashion yang sangat bagus.

"Ino..."panggil Sakura sambil menyentuh pundak Ino.

"Hmm~"jawabnya tanpa menoleh yang sibuk memilah-milah baju.

"Aku tunggu kau di cafetaria sebelah sana, segera menyusul jika kau sudah selesai,"

"Ok ok,"jawab Ino yang masih fokus pada kegiatan awal.

Sakura berjalan keluar toko lalu menuju cafetaria tak jauh dari tempat Ino.

"Aku pesan red velvet cappucino dan coklat float,"pinta Sakura pada seorang waiters.

"Baik, tunggu sebentar nona."

Selama menunggu pesanan Sakura kembali teringat tentang rencana Pakura dan dua temannya, jika tidak maka mereka bertiga akan lebih membahayakan nyawa para pasien.

"Ini pesanan anda nona,"

"Ah...arigatou,"

"Doita nona."jawab waiters itu dengan senyuman.

Skip time...

Sakura tidak tahu sudah berapa lama dirinya duduk di cafetaria mall, Sakura lama-lama bosan yang menunggu Ino shopping. Sakura benisiatif berjalan-jalan di toko yang menjual berbagai accesories. Sakura yang awalnya tidak tertarik akhirnya menemukan sebuah gantungan ponsel bunga sakura yang dibawahnya terdapat lonceng kecil bulat dan rantai kecil menggantung dibelakangnya. Cukup simple tapi cantik. Saat kembali memilih-milih tanpa sengaja mata Sakura melihat gantungan ponsel dengan lambang kipas berwarna merah dan putih, dengan segera Sakura mengambilnya.

"Ini seperti lambang keluarga milik Sasuke-kun, aku akan mengambilnya dan memberikannya pada Sasuke-kun."gumam Sakura. Sakura kemudian berjalan ke meja kasir untuk membayar dan juga membukus gantungan milik Sasuke. Selesai membayar Sakura keluar dari toko itu dan kembali melihat-lihat toko lainnya. Sakura sesekali tersenyum kecil dengan hadiah kecil untuk Sasuke yang di pegangnya.

"Semoga Sasuke-ku suka,"harap Sakura.

Sakura yang sadar kakinya sudah berjalan jauh dari cafetaria dan juga tempat Ino yang menuju pintu keluar mall akhirnya memutuskan untuk menunggu disebuah taman di depan mall. Tapi saat Sakura akan berjalan ke taman suara ponselnya berbunyi membuatnya berhenti melangkah.

"Moshi-moshi, dousite Ino?"

"Kau dimana Sakura?"

"Aku diluar mall,"

"Tunggu aku, aku akan segera kesana."

"Baiklah aku tunggu."

Tak berapa lama kemudian datanglah Ino dengan banyak sekali kantong belanjaan.

"Sakura~"panggil Ino dari belakang. Sakura lalu membalikkan badan dan terkejut dengan belanjaan Ino yang cukup lumayan banyak. Sakura yang melihat hanya mampu geleng-geleng kepala.

"Ayo kita pulang."

"Lalu mau kau kemanakan belanjaanmu itu?"tunjuk Sakura pada kantong belanjaan Ino yang dibawakan oleh petugas toko.

"Tentu saja kau dan aku Sakura."

"Apa? Tidak. Bawa saja sendiri."jawab Sakura dengan tangan bersidekap.

"Kau jahat Sakura."

"Salah kau sendiri yang belanja begitu banyak."

"Hey hey mumpung ada diskon..."

"Terserah apa katamu. Yang penting aku tidak mau membawanya."

"Lalu aku bagaimana?"

"Tidak tahu,"sambil menggendikkan bahu. Sakura sebenarnya mau membantu membawakan belanjaan Ino, dirinya hanya menggoda Ino saja.

"Aku akan telepon Sai-kun saja untuk menjemputku."

'He? Apa? Ino akan minta Sai untuk mejemputnya? Dasar Ino pig.'batin Sakura dalam hati. "Moshi-moshi Sai-kun..."

"..."

"Sekarang kau sedang sibuk tidak? Boleh aku minta tolong?"

"..."

"Wah benarkah? Aku juga ada didekat sini tepatnya di depan mall tadi aku membeli banyak baju karena ada diskon kau bawa mobilkan? Sakura tidak mau membantuku membawakannya~"rengek Ino.

Sakura hanya memutar bola matanya bosan karena rengekan Ino, 'Mulai lagi dia. Dasar Ino pig!'batin Sakura.

Sepuluh menit kemudian datanglah Sai bersama Sasuke dari arah samping.

"Sakura..."

Dengan cepat Sakura menoleh ke arah sumber suara. "Sasuke-kun? Kenapa kau disini?"

"Aku sedang rapat didekat sini bersama kekasih teman pirangmu ini..."ucap Sasuke datar.

"Hey manusia es, aku punya nama tahu!"jawab Ino tak mau kalah.

"Hn,"

"Dasar menyebalkan!"

Lalu bagaimana Sakura dan Sai? Mereka berdua hanya menonton berdebatan kecil antara Ino dan Sasuke. Sakura hanya geleng-geleng kepala melihatnya sedangkan si muka pucat-oh maksutnya Sai tersenyum dengan senyum palsunya.

"Ayo Sai-kun kita pergi saja dari sini!"ajak Ino.

"Sebentar Ino, kau tunggu saja disini aku akan ambil mobil dulu."kata Sai lalu pergi mengambil mobil. Sesaat kemudian datanglah Sai membawa mobil, dengan cekatan Ino memasukan belanjaanya dibantu Sakura.

"Sasuke kau mau ikut kami?"tawar Sai pada Sasuke dari dalam mobil. Tapi dengan cepat dijawab Sakura,"Ah tidak Sai kau duluan saja tidak apa."

"Baiklah, aku pergi dulu."

"Daa Forehead~"

Sepeninggal Sai juga Ino, Sakura dan Sasuke memilih untuk ke taman di depan mall. Mereka berdua duduk disebuah kursi taman di bawah pohon yang rindang yang terdapat kolam air mancur dan berbagai tanaman bunga.

"Sasuke-kun aku ada sesuatu untukmu-sambil mengeluarkan kotak kecil dari dalam tasnya-ini aku membelikanmu hadiah,"

"Hadiah?"tanya Sasuke heran.

"Iya Sasuke-kun bukalah..."pinta Sakura. Sasuke yang memang penasaran kenapa Sakura memberinya hadiah juga dengan isi kotak yang di pegangnya.

"?"

"Kau suka tidak Sasuke-kun? Aku membelinya tadi di dalam. Tadinya akan membelikanmu sama seperti punyaku ini-dengan menunjukkan gantungan bunga Sakura di ponselnya-tapi karena aku melihat gantungan ini jadi aku belikan saja ini."jelas Sakura.

Sasuke hanya diam tak bereaksi apa pun sambil memandangi gantungan yang di pegang.

"Sasuke-kun kau ti-"

"Aku suka,"potong Sasuke.

"He?"

"Hn terimakasih."

"Ah iya sama-sama Sasuke-kun."jawab Sakura dengan senyuman diwajahnya. "Sini aku aku pasangkan di ponselmu,"pinta Sakura. Sasuke hanya menurut saja dengan permintaan Sakura dan memberikan ponselnya. "Selesai. Lihat Sasuke-kun bagus bukan?"puji Sakura yang kini di kedua tangannya terdapat ponselnya dan ponsel milik Sasuke.

Tanpa mereka sadari ada Kimimaro, Sakon, Jirobo dan Kidomaru bersama empat orang lainnya berbadan besar dengan baju serba hitam sedang mengawasi mereka berdua tak jauh dari tempat Sasuke dan Sakura duduk.

"Kalian berempat harus bisa menculik gadis berambut gulali itu."titah Kimimaro.

"Kita lihat bagaimana reaksinya jika gadis kesayangannya ada ditangan kita-

Uchiha Sasuke!"

Tbc...

hola author gaje dateng yo...

mavkan author jika berantakan gk jelas typo bhs amburadul dll hountou ni gomenasai...

dan juga disini author lp jelasin kalau nama2 desa di anime NARUTO author rncna mau author gabungin dgn kota2 di jepang jd jgn bingung yak nanti ok hehe

krn rncna bkal ada nama kota d jpang yg akan author si2pkan.,,

ok itu aja jgn lp krisan dan jg coment na yak krn sngt berguna bgt utk author...