Temari dan Tenten serta anggota Anbu lainnya sangat bersemangat hari ini mengingat mereka akan mengunjungi Sakura. Ya mereka membolos demi bertemu sahabat tercinta mereka. Selain itu Temari ingin mengunjungi adik dan juga ibunya. Ia sangat rindu setelah hampir tak berjumpa dalam waktu yang cukup lama.

Orang tua nya yang bercerai membuat mereka terpisah. Temari serta Kankuro yang memilih tinggal di Sunagakure bersama ayah mereka sedangkan Gaara yang memilih bersama ibunya.

.

.

.

.

.

.

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

.

.

.

Pairing : Uchiha Sasuke & Uchiha Sakura

.

.

Story © Hyuugadevit-Cherry

.

Romance, Friendship, Drama, Hurt/Comfort, crime, action, etc

.

.

OOC, Typo(s), bad fic, ide pasaran, abal, alur kecepetan, etc.

.

.

.

If you don't like, don't ever try to read

.

.

.

Enjoy Okay ^^

.

.

Yami Kara Anata Wo Mamoru

.

.

.

Summary : Dia hidup di dunianya yang penuh dengan kegelapan. Tapi karena tingkahnya yang sudah diketahui orang tuanya maka ia harus pindah ke kota lain dan mempertemukannya kembali dengan orang 'ITU'.

"Dengar, kau harus mengenakan kacamata ini, ikat rambut mu dan jangan menatap orang lain".

.

.

.

.

.

Sakura hari ini pulang sendiri setelah latihan rutin karatenya. Ia tak menunggu Sasuke yang masih terlihat sibuk dengan rapat osis yang sebentar lagi akan menghadapi even besar, ulang tahun sekolah.

Ia memutuskan pulang dengan berjalan kaki. Ia ingin menikmati perjalanan pulangnya. Sudah lama ia tak jalan- jalan seperti ini. Di Suna ia selalu bersama Gin motor tercintanya. Yang entah kenapa ia menjadi kesal mengingat CBR nya tidak ikut pindah bersamanya. Kemudian Sasuke yang selalu berusaha mengantar jemputnya bagaikan seorang driver. Padahal, Sakura tak diperlakukan seperti itupun tak apa. Ia masih bisa menggunakan kendaraan umum. Tapi Sasuke adalah Sasuke. Uchiha yang tak pernah menerima penolakan.

Ia tersenyum sangat tulus mengingat Sasuke. Setiap mengingat pemuda itu akan membuat kedua pipinya bersemu merah dan jantungnya yang berdetak lebih cepat dari yang seharusnya. Sasuke selalu membuat Sakura merasa lebih berharga. Selama ini ia selalu mengharapkan kasih sayang dari orang tuanya dan perhatian yang sepenuhnya. Dan ia mendapatkannya dari Sasuke. Dijaga dengan baik meski pemuda itu tahu ia tak mudah dikalahkan, diperhatikan sedemikian rupa, tentu saja Sasuke yang penuh kasih sayang. Ahh, Sakura semakin merindukannya.

DEG

Ia merasakan seseorang yang tengah memperhatikannya. Tidak. Lebih tepatnya mengikuti. Sakura menahan diri untuk tidak menghentikan langkahnya dan memutar badan untuk mengetahui siapa gerangan yang mengikutinya.

Merasa tidak nyaman. Itulah yang ia rasakan saat ini. Ia memang ahli dan lihai dalam bertarung. Tapi entah mengapa ia merasa sangat mengenali atmosfer saat ia sedang bersama seseorang yang ia kenal benar.

Perhitungannya akan berbalik dan langsung menyerang orang itu. Tapi Sakura kalah cepat. Seseorang memukul tengkuk? Kepala? Ia sendiri terlalu mati rasa dan semuanya menggelap.

BRUKKK...

Sakura tidak sadarkan diri.

.

.

Yami Kara Anata Wo Mamoru

.

.

Temari dan Tenten serta anggota anbu lainnya telah sampai di Konoha. Mereka bermaksud mengunjungi Sakura, dan memilih jalan- jalan terlebih dahulu. Namun apa yang mereka lihat saat ini adalah sorang gadis berambut merah muda dibawa ke dalam mobil Ferarry Micahel Sumaker dengan orang yang menurut mereka tidak asing. Apalagi bagi Temari dan Kankuro.

Temari segera menghubungi Gaara. Gaara yang mendapat kabar dari nee-chan nya tentu saja langsung mengerahkan seluruh anak buahnya untuk ikut mencari Sakura.

Anbu berusaha mengikuti mobil ferarry michael sumaker itu. Semoga saja. Ya, semoga saja Sakura baik- baik saja.

.

.

Yami Kara Anata Wo Mamoru

.

.

Pria berambut merah bernama Akasuna Sasori selalu memperhatikan gadis yang ia klaim adalah miliknya setiap hari saat pulang sekolah atau saat ia beruntung bertemu denganya meski hanya menatap dari kejauhan.

Kegiatan nya memperhatikan gadisnya ini sepertinya menjadi salah satu kebiasaan barunya.

Namun, kali ini obsesinya kembali menyeruak ketika melihat gadis tercintanya berjalan seorang diri tanpa pemuda berambut hitam yang memiliki kemampuan pengamatan dan juga perlindungan serta pertahanan diri yang sama baik nya dengan detektive muda Itachi yang akhir- akhir ini memburunya.

Mengingat Itachi, Sasori mendecih. detektive itu, Itachi telah berhasil menyandra salah satu temannya, Hidan. Hidan memang terkenal ceroboh diantara yang lainnya. Deidara juga seperti itu. Tapi, saat Deidara diburu ia dapat lolos. Bahkan memberikan informasi mengenai gadisnya yang ada di kota ini.

Ia mulai melangkah mengikuti jejak langkah gadis di depannya dengan senyum lembut yang selalu ia suguhkan untuk Sakura Nya. Melihat Sakura langsung membuat hatinya menghangat dan tak dapat membendung rasa ingin memiliki. Bolehkah kali ini ia berharap Sakura menjadi miliknya?

Ia terus memperhatikannya dan terus memperhatikannya. Batinnya terus berteriak meminta untuk segera memeluk gadis itu. Namun, Sakura sepertinya menyadari kehadirannya. Gelagat yang gadis itu tunjuk kan meski tak nampak, ia dapat melihatnya. Ia sangat jeli mengenai Sakura nya. Ia terlalu cinta pada nya. Mungkin jika ditanya ia akan lebih mengenal Sakura dibanding dirinya sendiri.

Sasori yakin saat ini Sakura sedang memperhitungkan segalanya. Gadis itu sangat penuh perhitungan dan hati- hati dalam menghadapi musuhnya. Ahh~ gadis itu tak banyak berubah, gadis yang tetap ia puja. Dengan segera Sasori memukul tengkuk Sakura cukup keras dan memberikan totok di beberapa titik agar gadisnya itu tetap tenang dengan membuatnya tidak sadar sementara waktu.

Ia sedikit meringis mengingat ia menyakiti gadis yang ia cintai dan sangat ia sayangi. Sungguh ia sangat menjaga gadis yang benar- benar ia sayangi ini.

Memang pada dasar nya jika kita mencintai seseorang dengan sungguh- sungguh kita akan sangat menjaganya dan tak berani menyakitinya. Bagi Sasori sudah cukup menyakiti Sakura dengan kejadian di masa lalu. Maka kali ini saja, berikan ia kesempatan untuk membahagiakan Sakuranya. Pemikiran yang rumit, memang.

Sasori melupakan satu hal yang penting.

Sasori lupa bahwa saat ia berusaha mendapatkan gadisnya maka ia akan bertindak ceroboh. Dan ia melakukannya saat ini. Ia lupa bahwa Sakura selalu ada yang mengawasi yaitu seorang detektive atau suruhan lainnya dari Itachi. Ia juga lupa bahwa Sakura memiliki geng Anbu, dan Gaara yang ada di kota ini juga dengan geng barunya di Konoha.

Jadi saat di dalam mobil ia melihat anbu berusaha mengejarnya ia kelabakan dan berusaha mencari celah untuk kabur. Ia tak ingin kehilangan Sakura atau pun masuk penjara. Tidak untuk keduanya.

.

.

Yami Kara Anata Wo Mamoru

.

.

Itachi yang telah selesai mengintrogasi Hidan dan mendapatkan berbagai macam informasi berharga lainnya merasa lega. Kasus ini akan segera selesai, tanpa menggunakan Sakura sebagai kunci utama untuk memancing Sasori keluar dari persembunyiannya dan bertindak ceroboh saat mendapati Sakura.

Ia merasa kasihan pada Sakura atas apa yang menimpanya di masa lalu. Itachi akan menceritakan masa lalu Sakura lebih detailnya ini pada Sasuke. Ia paham betul adik satu-satunya yang sok stay cool itu begitu mencintai dan menyayangi gadis itu.

Getaran di saku celananya membuatnya tersadar dan langsung merogoh kantung celana bahannya, kemudian menggeser tombol hijau yang menandakan ia mengangkat telponnya.

Informasi yang Yamato berikan padanya membuat tubuh Itachi menegang, rahangnya mengeras, terdengar suara gemeletuk gigi dan gumaman syarat akan rasa takut.

Sakura, Tidak Sakura. Kau harus bisa melawannya.

Itachi dengan cepat melajukan Lotus nya dengan cepat sambil menghubungi Sasuke. Sasuke yang sedang rapat tidak langsung mengangkatnya. Sedang Itachi terus menghubunginya "ayo angkat Sasuke " gumamnya.

Di panggilan ke tiga kalinya ia mendapati suara Sasuke yang terkesan kesal. Tentu saja kesal. Sakura yang notabene nya kekasih Sasuke sendiri memberikan nya waktu untuk konsentrasi pada even ini, sedangkan Itachi dengan entengnya terus menghubunginya, mengganggu waktu rapatnya.

"Maaf Sasuke, kali ini saja kau izin. Sakura, ia diculik. Aku ada di depan sekolah. Keluarlah dan ikut dengan ku" jelasnya tergesa.

Itachi dapat mendengar Sasuke di sebrang sana mengumpat. Ia menghela nafas, berusaha mengatur kembali emosinya.

Sasuke tidak menunggu lebih lama lagi. Ia langsung melesat menuju mobil Itachi, dengan cepat ia memasuki mobil. Itachi langsung memacu Lotus kesayangannya dengan kecepatan penuh. Apalagi ia seperti dihipnotis oleh Sasuke yang terus merancau "ITACHI APA KAU TAK BISA LEBIH CEPAT HAH ?" Dan kata- kata lainnya yang membuat Itachi semakin memacu Lotusnya secepat yang ia bisa. Sepertinya usaha Itachi mengatur emosinya stabil tidak berjalan dengan baik.

.

.

Yami Kara Anata Wo Mamoru

.

.

Sakura membuka matanya secara perlahan, menyesuaikan pantulan cahaya pada matanya. Saat ia mulai sadar sepenuhnya, ia tak terkejut melihat orang yang ada di hadapan nya. Ia juga tahu bahwa saat ini ia sedang dalam bahaya besar, meski orang itu menatapnya dengan senyum yang sangat tulus dan lembut, yang terlihat di mata Sakura adalah senyum yang menjijjkan.

"Kau sudah sadar Cherry ?" Suara pemuda itu sangat lembut, namun itu menambah rasa bencinya. Orang yang selama ini dicari nya sekarang berdiri di hadapannya.

Pria itu berdiri dan mendekat ke arahnya. Mengelus pipi Sakura dengan penuh kelembutan syarat akan Kasih sayang yang sangat dalam.

"Maaf untuk ketidak nyamanan ini" Sasori terus membelai pipinya, pandangannya menjadi murung.

Sakura memalingkan wajahnya ketika Sasori berusaha mencium Nya. Sasori mengurungkan niatnya. Rasa sedih nya mungkin tidak sebanding dengan apa yang Sakura rasakan. namun ia juga sama merasakan sakitnya. Jadi siapa disini yang lebih sakit? Mereka hanya saling menyakiti satu sama lain dan semua ini berawal dari ulahnya yang tak terkontrol di masa lalu.

Detik berikutnya ia tersenyum sangat tulus sambil menatap emerlad Sakura yang menatapnya penuh kebencian. Ini tentunya menambah rasa sakit dihatinya.

"Cherry, kau tahu? Kau... semakin cantik dan menarik" jeda sebentar " membuat ku ingin memiliki mu" sambungnya tetap dengan senyum tulusnya.

"Apa yang kau ingin kan Sasori?" Tanyanya tajam. Bodoh, Sakura tahu ini pertanyaan bodoh. Karena ia sendiri tahu betul, yang Sasori inginkan adalah dirinya. Tapi demi mengulur waktu, setidak Nya sampai ia bisa merencanakan tindakan yang akan ia ambil selanjutnya saat memiliki celah untuk melarikan diri.

"Aku sudah menginginkan mu sejak dulu Cherry. Tapi apa yang aku dapat? Kau mengabaikan ku dengan dalih kau ingin belajar ilmu bela diri dengan si sabaku itu. Si Sabaku itu mencintai mu Sakura" jelasnya.

"Tidak, Gaara adalah kakak laki- laki ku"

"Hahh.." ia menghela nafas "Harusnya kau sadar Sakura ia menyukai mu, mencintai mu, dan ia berusaha menjauhkan mu dari ku. Tanpa pikir panjang, kenapa aku tidak menjalin hubungan dengan Sara dan melakukan apapun yang ingin ku lakukan pada mu dengan memanfaatkan tubuhnya.

Tapi bagaimana pun kau tetaplah kau dan Sara tetaplah Sara. Aku tak suka itu! Kau tidak pernah melihat ku! Aku benci itu Sakura, aku benci" rancaunya dengan nada yang berubah- ubah hingga pada nada terlemah dan terkesan meminta belas kasihan.

Tanpa sadar air matanya mengalir. Sakura menangis. Ia tak tahu bahwa semua yang terjadi dan yang mendorong Sasori bertindak jahat pada Sara adalah dirinya. Ya, karena dirinya! Ia menyalahkan orang lain dan kelemahannya, yang ternyata yang salah adalah dirinya. Karena ia lah Sasori seperti ini.

Sakura lah penyebab dari kematian Sara. Haruno Sara, kakak perempuannya yang sangat menyangai dan mencintainya.

Andai saja dulu ia tidak terlalu polos mengenai perasaan, andai saja ia bersama Sasori, andai saja Sasori tak bertemu Sara, dan terlalu banyak kata penyesalan dan andai- andai dalam benaknya saat ini.

BRAKKK

"Sasori gawat, markas kita di kepung. Kita harus segera pergi. Aku rasa ada yang mengikuti mu tadi saat membawanya kemari" kata Kisame dengan penuh kegelisahan.

Ia berhenti menangis. Awalnya ia bingung dengan keadaan saat ini, tapi dengan otaknya yang tergolong cerdas ia mampu memahami situasi yang terjadi di luar sana. Ekspresinya kali ini adalah tersenyum. Lebih tepatnya menyeringai. Sasori yang mendengar kabar buruk sekaligus melihat seringai Sakura menjadi frustasi. Ia mengangkat tubuh Sakura yang terikat menuju Ferarry nya dari pintu rahasia diikuti Kisame yang mengemudikannya.

Sakura sempat meronta, tapi hal itu tak berarti apa- apa untuk Sasori. Ia menikmati setiap detik nya saat Sakura di pangkuannya, di dekatnya.

.

.

Yami Kara Anata Wo Mamoru

.

.

Temari, Tenten, Gaara, dan kawan- kawan sedang sibuk bertarung menghadapi anak buah Sasori yang di pimpin Deidara, Pein, dan Kabuto. Mereka terus saling menyerang menggunakan tenaga, dan beberapa diantara mereka yang mengenakan senjata.

Gaara, dkk yang sibuk bertarung menjadi tidak mengetahui keberadaan Sakura yang sudah tidak di tempat.

Kali ini Deidara meluncurkan senjata pamungkasnya yaitu sebuah pistol dengan magazine di bawah.

Untunglah para polisi berhasil datang tepat waktu sehingga tidak ada yang terkena tembakan karena perlindungan mereka.

Para polisi membentuk benteng dan mengeluarkan senjata mereka laras panjang M16 dengan magazine di depan. Sekarang yang terjadi adalah Polisi vs Deidara, dkk.

.

.

Yami Kara Anata Wo Mamoru

.

.

Itachi terus mengemudikan Lotusnya. Sebentar lagi mereka akan sampai tujuan. saat di persimpangan ia melihat Ferarry Michael Sumaker melintas di jalan yang lain. Itachi segera membanting setir dan mengikuti mobil itu. Sasuke sempat berteriak, nyaris tepat di telinga Itachi saat mobil itu justru bukan ke TKP. Itachi dengan segera menjelaskan bahwa Sakura saat ini berada dalam mobil Ferarry Michael Sumaker itu. Ia langsung sadar saat mobil itu pergi dari TKP dengan jalan lain, bahwa Sakura tidak di TKP dan Sasuke langsung bungkam begitu mendengar penjelasan Itachi, meski raut wajah khawatir tetap tepampang jelas di wajah tampannya.

"Sakura" batinnya lirih.

.

{}{}{}

.

Kisame menyadarinya. Ia tahu hari ini akan datang. Hari di mana Sasori berbuat ceroboh, dan sialnya ia tak melakukan antisipasi untuk hal ini. Kisame terus melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.

Sakura yang terus meronta dalam pelukan Sasori membuatnya semakin frustasi. Sasori melepaskan pelukannya pada Sakura dan menjabak terus rambutnya frustasi.

"Sakura, bisakah kau lebih tenang hah?" Mohonnya dengan terus menjambak rambut dan wajah tampannya yang semakin gelisah.

Sakura mulai tenang, dan Sasori yang menatapnya dengan pandangan sedih "kau laki-laki menyedihkan"

"Gomenasai, aku.. aku tak bisa melepaskan mu" lirihnya.

Sakura menghadapkan tubuhnya pada Sasori. Posisinya saat ini dapat menggapai apa yang ingin ia sentuh.

"Sasori, jika kau tak mau melepaskan ku maka aku yang akan melepaskan diri. Aku lebih memilih mati dari pada dengan manusia seperti mu"

Tangan sakura yang terikat itu menyentuh sedikit demi sedikit gagang mobil dan membukanya Sakura menyeringai saat tahu ternyata pintu mobil tidak terkunci. Sasori yang menyadari seringai Sakura melebarkan matanya dan "TIDAK SAKURA" teriaknya.

Menjatuhkan diri. Itulah yang dilakukan Sakura saat ini.

Sasuke dan Itachi bahkan Kisame yang melihat hal itu langsung membulatkan mata dan sontak menghentikan mobil mereka.

Sakura berguling-guling di jalan. Jejak- jejak darah mengalir di jalan dan darah yang tak henti- hentinya terus mengalir dari kepala gadis berhelai merah muda yang kini membuat rambut Sakura menjadi semerah darah.

Ia masih bisa melihat Sasuke. Sasuke nya yang menghampirinya dengan wajah khawatir hebat dengan penuh air mata dan memeluknya. Setelah itu pandangannya memburam. Sebelum itu ia ingin mengatakan sesuatu untuk Sasuke nya jika ia akan mati. Ia yakin ia tak pernah mengatakan secara langsung mengenai perasaannya ini pada Sasuke nya. Kali ini saja, ia ingin Sasuke mengetahui perasaannya. Perasaan Sasuke yang terbalas dengan perasaan yang sama ia miliki.

"S-sa-sasu" jeda cukup lama "A-ais-hi-te-ru" kata Sakura terbata dan sangat pelan. Nyaris sebuah bisikan tapi masih tetap bisa di dengar Sasuke. Setelah itu pandangannya benar- benar menggelap.

"SAKURA"

Sasuke terus berteriak bahkan ia mungkin tak sadar bahwa saat ini ia menangis dan terus merancaukan kata ambulan, medis dan kata- kata lainnya untuk membuat Sakuranya kembali membuka matanya. Ia terus mendekap Sakura.

"Buka matamu, lihat aku Sakura!"

Sasuke bukan tipe orang yang mudah menangis atau bersedih. Ia terbiasa menyembunyikan ekspresi apapun di balik wajah datarnya. Tapi jika harus kehilangan Sakura untuk selamanya... ia tak mau. Ia tak akan sanggup.

.

.

.

.

.

.

-TBC-

Dialog dhe-chan with Sasori-kun:

Sasori : "dhe-chan apa maksud mu membuat ku menjadi bahan peran antagonis dan membuat mereka membenci ku ?" #pundung di pojokan

Dhe-chan: " gomen ne Saso-kun, ini cuma tuntutan cerita.. nee "#puppyeys

Sasori: "kau harus bertanggung jawab, dhe-chan" #buka kancing baju sambil smirk evil

Dhe-chan: "kyaaa~ aku bersediaa Saso-kun" #berhambur kepelukan Sasori

Krikk... krikkk... krikk...#garing

Okey abaikan dialog di atas yang ga penting, sedikit sedih mengingat genre fic ini.. crime nya Tidak terlalu nampak yaa . padahal marahin anak juga termasuk kejahatan lohh di dunia pendidikan #soktau #ditimbun fic ini kaya lebih ke actionnya.. yang masih abal-abal T.T setelah bermeditasi di gunung dan mendapat pencerahan akhirnya dhe-chan ganti genrenya jadi 'romance&tragedy' gomenasai

yoshaa selanjutnya balas review :

UchiHaruno Sya-Chan: iya miris, dhe-chan yang buatnya aja serasa gimana T.T ini udah update yaa Sya-chan ^^ Semangat selalu :-D sankyu udah R&R dan ikuti terus fic ini ^^

Laifa: Hai Laifa ^^ Saso-kun masih hidup ko :-D hahaha ia dia kebagian jadi peran antagonis nihh :-D sankyu udah R&R dan ikuti terus fic ini ^^

1: ini udah next yaa embun ^^ jangan panggil senpai, dhe-chan aja yah yah biar akrab kita :-D sankyu udah R&R dan ikuti terus fic ini ^^

Hanzono Yuri: ini udah lanjut yaa Yuri-san ^^ sankyu udah R&R dan ikuti terus fic ini ^^

Kirara967: hehehe iya bukan Gaara XD Hidan engga bohong , dia ngomong lagi gini "Semuanya berawal dari Kecemburuannya kepada Gaara" gitu XD ini udah update yaa :-D sankyu udah R&R dan ikuti terus fic ini ^^

Hoshi Riri : hehey ia si babbyface lahh awal dari segalanya hihihi XD emang tuhh jahat #ditampol Saso. ahahaha wahh iya yaa , selamat berbuka yah Riri-chan ^^ perhitungan, belum kepikiran. Mungkin riri-chan punya saran ? #ditunggu yaa sarannya #ditampol .sankyu udah R&R dan ikuti terus fic ini ^^

Imahkakoeni: salam kenal Imah-chan ^^ ahh jangan panggil senpai, panggil aja dhe-chan.. Biar akrab kitaa #TOS iya emang Saso lah awal dari segalanya sama gengsnya XD #digaplok Sasothegens . emang, makin kita disukai banyak orang, maka makin banyak pula yang benci kita #ehh ga nyambung yaa .. Gomenasai T.T sankyu udah R&R dan ikuti terus fic ini ^^

zarachan : hehe makasih pujiannya ^^ ini udah update yaa :)) sankyu udah R&R dan ikuti terus fic ini ^^

t-chan : wahh aku suka review kamu yang berapi- api dan menggeloraaaa XD # ikut antusias .he'em dia tuh punya dendam dan kebencian yang mendalam #ikut emosi .. Wahh rajin bnget t-chan mau nyari sampe lubang semut #ikut nyari ke lubang semut. Semoga harapan t-chan terkabul ne XD he'em tuh Sasu gimana sihh -, massa mau kalah sama Gaara :-D ahh iya aku juga sebenernya agak ga tega buat dia jadi antagonis, tapi dhe-chan ga bakal pilih- pilih, siapapun itu bisa aja dapat peran antagonis di fic dhe-chan #smirk evil. Iya dhe-chan selalu semangat menulis berkat t-chan dan minna-san semuanya ^^ ehehehe selamat menunaikan ibadah puasa juga yaa :)sankyu udah R&R dan ikuti terus fic ini ^^ ps :pertahankan semangat menggelora mu t-chan bahahaha XD

Lovely ShinyLany: wahh jahat yah nee-chan baru read and review , #pundung diujung ruangan yang tak tersentuh(lebay). Semangat selalu nee-chan :-D he'em dia emang jahat #lirik Saso #ditampol Saso. Oh gitu nee-chan , kedepannya mungkin kalo dhe-chan buat fic action bakal lebih diperhatikan lagi hehe XD ahh makasih banget koreksinya nee-chan #pelukpeluk. Ini udah lanjut :) yahh maaf yaa nee-chan peran mereka masih kurang :( konsepannya kayanya emm.. Lihat aja kedepannya wkwk XD sankyu udah R&R dan ikuti terus fic ini ^^

Hehe udah semua yaa? Dhe-chan mau minta maaf, karena telat update, dhe-chan kemarin abis fokus di UAS nih.. sekarang udah naik tingkat 3 yeyeyeye #bahagia dan semoga Ipk tetep diatas 3,5 aamin ^^

liburan 3 Bulan ini mungkin akan digunakan bermalas-malas riaa wakakak dan menulis fanfic, lumayan nih ide udah numpuk wkwk meskipun miris liat si blacky yang belum sempet di instal. Jadi pasti nulisnya di hp T.T bolehkah dhe-chan minta rekomendasi anime yang romantis setara "ITAZURA NA KISS" i like.. di tunggu yaa rekomendasinya ^^ dan jangan yang terlalu banyak episodenya (dhe-chan orang yang mudah bosan) yah butuh hiburan gituh buat ngisi waktu libur selain menulis dan membaca ^^

Makasih yaa buat yang selalu menunggu fic ini, yang fav&foll, read and review pokonya makasih yaa ^^ sampai jumpa di chap selanjutnya ^^