Title: INTERCEPTION : the unity of ability
Genre : Frienship; Brothership; Fantasy
Rating : Fiction T
Cast :
Main cast : Cho Kyuhyun
Support cast : Shim Changmin
Park Jungsoo aka leeteuk, Jung Yunho
Other cast : Super Junior, BAP, EXO, SNSD, BIGBANG
Cast yang lain mengikuti alur cerita
Disclaimer : All of them belong to themselves and GOD . here i am only an owner for plot of the story.
Warning : Typos, heavy language, OOC, alur berputar – putar... don't like it don't read it
Summary : kyuhyun dan ratusan pemuda remaja itu berbeda dengan manusia biasa. Bukan seperti cerita di film Harry potter atau twilight. Mereka ditempatkan pada suatu tempat bernama Sunmoon Village untuk dilatih secara rahasia dan dipersiapkan untuk menghadapi keadaan genting diluar nalar manusia biasa.
.
.
^^INTERCEPTION : The Unity of Ability chapter 10^^
.
.
"Hah, haah,, ah.."
'Aku akan membawa Jungsoo bersamaku,' Suara seorang pria berperawakan tegas terngiang dalam tidur tak tenang Kyuhyun.
'Kenapa? Kenapa harus dia?' Kali ini suara lembut milik seorang wanita yang entah siapa yang menggema dalam alam bawah sadarnya.
.
"Aaaah, hah, hah." Kyuhyun mengeratkan matanya yang terpejam, nafasnya naik turun dengan cepat.
.
'Jungsoo akan tinggal bersamaku, biar mereka tidak curiga. Aku akan meninggalkanmu bersama dengan Kyuhyun. Yunho dan Jian juga akan bersamamu.' Masih tetap teguh dengan pendiriannya.
Wanita itu menggeleng tegas, 'Tapi Sayang, aku tidak bisa meninggalkan Jungsoo begitu saja. Ya Tuhan, dia masih berumur 6 Tahun. Aku ibunya, dia juga berhak bersamaku.'
'Tidak bisa, aku membutuhkan Jungsoo.' Keputusan pria itu final.
Amarah yang selama ini di pendamnya mulai muncul ke permukaan, Wanita yang bernama Yura tersebut telah selesai bermain-main dengan rasa sabarnya. 'Apa yang akan kau lakukan dengannya? Sumpah demi tuhan Park Si Kyung, jika kau melakukan percobaan konyolmu itu lagi pada Jungsoo. Aku tidak segan-segan mengulitimu hidup-hidup.'
Mata pria berpelindar was-was, cemas juga gelisah. 'Aku harus segera pergi, mereka pasti sudah tahu bahwa aku tidak ada di ruanganku. Mereka pasti akan menuju kesini.'
Wanita berparas lembut selembut suaranya memegang tangan pria di depannya ini dengan gemetar dan mata yang berkaca-kaca. Dia mengamati sesosok anak yang tertidur dalam gendongan pria di hadapannya ini. Mengelus pipinya yang dingin dengan pelan bermaksud agar semua tindakannya tidak membangunkan anak tersebut. Pria itu terdiam mengamati sosok anak laki-laki yang berada pada dekapannya juga mengamati sesosok wanita yang terlalu sempurna itu.
'Kapan aku bisa bertemu dengannya lagi? Pasti ketika dia bangun dia akan langsung mencariku.' Suara Yura tercekat di tenggorokan.
'Aku akan mencari cara, tapi untuk beberapa bulan ke depan sepertinya dia tidak bisa bertemu denganmu.' Koneksi diantara keduanya berbanding lurus, kini suara pria yang bernama Park Si Kyung itu yang mulai bergetar.
Dia menatap wanita di hadapannya ini dengan mata yang sendu. Memikirkan bahwa pada akhirnya jalan yang dia ambil adalah berpisah dengan wanita yang sudah bersamanya sejak dahulu, terlalu sakit. Obsesi dan Emosi. Dua hal yang terkadang dia sesali tapi tak urung dia banggakan.
Tiba-tiba Suara ban mobil yang menyentuh bebatuan kerikil juga dahan pohon yang berserakan di tanah kering itu terdengar. Tanpa sempat memproses lebih jauh lagi Yura berlari ke kamar atas menuju sebuah kamar bayi di lantai dua rumahnya. Seluruh cahaya penerangan dalam rumahnya tiba-tiba padam.
.
"Hahh,, haaah, hahh, eomma!" Kyuhyun tidur dengan gelisah, kepalanya bergerak ke kanan ke kiri dengan kasar. Tanpa sadar cahaya putih terang nampak begitu saja pada kedua telapak tangannya yang tidak tertutup selimut itu.
.
Suara Jejak kaki membuat teras lantai rumahnya yang terbuat dari papan kayu itu berderit, Yura melihat dari jendela atas, untuk memastikan perkiraannya mengenai siapa yang datang. 2 buah mobil van hitam terparkir di depan halaman rumahnya.
Dengan panik, dia menggendong bayi kecil yang baru berusia 3 bulan tersebut dalam pelukannya. Membungkusnya dengan mantel tebal. Dinginnya angin musim gugur nampak menusuk tulang dan melemahkan persendiannya. Yura berlari menuruni anak tangga, sambil mencoba mengeluarkan energi patronnya.
Braak!
Pintu rumahnya terbuka kasar membuatnya mematung, Si Kyung;ayah dari kedua anaknya juga sudah tidak ada lagi dalam rumahnya. Pasukan yang ia tahu sebagai guardian itu masuk paksa sambil memegang senjata laras panjang khusus dengan laser merah yang berpendar ke seluruh ruangan. Suara dari walkie talkie yang menempel di bahu atas para guardian itu terdengar ricuh karena bermacam-macam perintah nampaknya diluncurkan tanpa rasa sabar.
Yura mematung dibeberapa anak tangga terakhir, tangannya merangkul erat Kyuhyun kecil sambil menyembunyikannya dalam mantel tebal tersebut. Tapi dia sudah terkungkung dari segala arah, satu-satu caranya dia menyelamatkan dirinya juga Kyuhyun adalah dengan mengaktifkan kemampuan patronnya. Dengan sekejap, Patronnya mengeluarkan warna putih terang yang menyilaukan mata, membuat pasukan itu berhenti mendekat.
.
"Eomma, Eomma... hah." Tangan Kyuhyun sekali lagi tanpa sadar menggerakan benda-benda yang ada di sekitar tempat tidur dan dalam kamarnya tersebut ke segala arah. Matanya masih terpejam, alam bawah sadarnya yang melakukan itu. Suara bantingan benda dan pecahan keras terdengar, membangunkan Changmin dari tidurnya begitu saja. Dirinya terkejut dengan penampakan kamarnya.
Changmin langsung bangun dan turun dari kasur atas, lalu mengguncang tubuh Kyuhyun juga menahan tangan Kyuhyun yang bergerak kesana kemari melayangkan benda ke semua sudut ruangan.
.
'Hentikan patron mu. atau kami tidak segan-segan untuk mencelakaimu.'
Tidak ada suara balasan, Yura masih tetap terdiam gemetar.
.
"Haah.. Andwae (Jangan), Eomma.. hah." Kepala Kyuhyun masih bergerak tak nyaman, alam bawah sadarnya masih mengontrol pikirannya untuk menggerakan sembarang benda.
Hampir saja buku tebal tersebut mengenai kepala Changmin jika saja dia tidak berteleportasi dengan cepat menjauhi benda tersebut, tapi dia kembali mendekat ke arah Kyuhyun. "Kyu, Kyunie, bangunlah. Kau hanya bermimpi buruk." Changmin mengguncang tubuh Kyuhyun dengan intensitas semakin kuat.
.
'Kami hanya mencari keberadaan Park Si Kyung. Kalau kau tetap tidak menghilangkan patronmu maka kami akan menembakmu.' Seorang Pemimpin dari guardian ber-nametag Choi Seunghyun itu memberi gertakan sangat lantang. Tapi seseorang yang di beri gertakan tak meresponnya sama sekali.
Karena terdesak perintah, Choi Seunghyun (atau orang sering menyebutnya dengan TOP) memposisikan selaras panjangnya ke arah wanita tersebut di tengah cahaya putih terang yang mengaburkan ...
Dorr!
.
"Eomma!" Kyuhyun berteriak dan membuka matanya paksa. Nafasnya memburu naik turun dengan cepat. Perlahan pandangannya yang bergerak kesana kemari dan mengabur antara kenyataan dan mimpi itu menuju satu fokus. Dia bisa melihat Changmin yang cemas, cahaya putih pada telapak tangannya juga menghilang.
Dia melihat ke segala arah, Kamarnya nampak seperti bukan sebuah kamar. Dengan lemas, ia mencoba duduk dan dibantu oleh Changmin.
"Kau berlatih teleportasi dikamar lagi, min? Kau menyenggol barang-barang lagi? Sudah kubilang jangan latihan dalam kamar. Aku tidak mau membereskannya lagi." Lirihnya terdengar lemah dan patah-patah.
"Bukan aku yang melakukannya. Tapi dirimu." Changmin berkata sambil memberikan Kyuhyun segelas air.
Dia meminumnya dengan pelan-pelan, "Aku? Bagaimana bisa? Aku sedang tertidur."
Changmin mengendikkan bahunya cepat, "Aku juga tidak tahu, Kau menggerakkannya dengan tanganmu yang juga mengeluarkan cahaya putih terang. Kau mimpi buruk?"
Kyuhyun memejamkan matanya mencoba mengingat mengenai mimpinya, dahinya berkerut. Tapi nihil, dia tidak bisa mengingatnya sama sekali. Juga mengenai cahaya putih, miliknya berwarna turqouise bukan putih. Itu jelas bukan warna energinya. Semakin lama ia berpikir keras semakin sakit kepalanya.
"Aku tidak bisa mengingat mimpiku." Serunya lemah.
"Ya sudah, jangan terlalu di paksa. Sepertinya kau sedang rindu dengan ibumu. Kau terus menyebut dia dalam tidurmu."
"Eomma?"
"Heump." Angguk Changmin.
Sesaat ruangan menjadi hening,
"Changmin-na?"
"Ya?"
"Orang tuaku tidak memiliki kekuatan seperti yang kau katakan kemarin. Sepertinya kekuatanku bukan karena di turunkan oleh gen. Aku baru ingat."
"Aku tidak mengerti." Changmin memposisikan dirinya di samping Kyuhyun sama-sama menyenderkan punggungnya ke arah kepala tempat tidur.
"Jika Yunho memang benar ayahmu lalu dia bilang bahwa ibumu memiliki kemampuan yang sama, itu berarti kemampuanmu memang diturunkan melalui gen. Tapi tidak dengan diriku, Ayah dan ibuku normal. Sebelum aku di bawa kesini, aku tidak pernah sama sekali melihat kedua orang tuaku menggunakan kemampuan seperti aku atau jungsoo hyung miliki."
Kyuhyun mencoba mengingat kenangannya sebelum dia datang ke tempat ini. Dia hidup dengan normal, sekolah di tempat sekolah biasa, melakukan rutinitas yang tidak mencurigakan bahkan saat itu dia tidak tahu jika dia memiliki kemampuan.
–tapi kyuhyun tidak pernah tahu, bahwa kenangan itu adalah bohong dan kamuflase–
.
.
Di malam yang sama yaitu setelah dia menyelesaikan semua kewajibannya tepat beberapa hari setelah latihan selesai diselenggarakan, Leeteuk mendatangi Yunho dalam asramanya. Sepertinya dia harus bicara panjang malam ini.
Beberapa hari terakhir ini, Leeteuk kerap kali mendapat mimpi buruk. Tapi Leeteuk tidak tahu, bahwa ternyata Kyuhyun juga mengalami hal yang sama. Dia butuh teman untuk berbagi cerita dan hanya Yunho yang bisa ia percaya. Ketakutan adalah sumber kelemahan dari seseorang.
Ketakutan itu bisa jadi berasal dari dua hal; Kau takut karena tidak tahu apapun atau kau takut karena kau tahu semuanya. Leeteuk tidak mengerti kegelisahannya sebenarnya berasal dari mana. Sebab terlalu banyak akar yang kini telah menyebar. Dia takut karena tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Bertemu dengan Yunho adalah keputusan final setelah bertarung dengan dirinya sendiri.
Tanpa mengetuk atau memencet bel, pintu kamar asrama Yunho terbuka begitu saja. Suara dari intercom menyapa pendengarannya.
"Masuk dan tunggulah, aku sedang mandi."
Leeteuk berjalan pelan dan berdiri di samping sofa ruang tamu dari asramanya. Terakhir kali dirinya datang ke ruangan Yunho adalah pada saat dia menemukan Kyuhyun dan membawanya ke tempat ini.
"Kenapa kau berdiri? Duduklah!" Suara dari intercom kembali terdengar. Leeteuk mengernyitkan dahinya, tidak mungkinkan kalau Yunho sedang mengamatinya sambil mandi.
"Seolma (jangan-jangan) kau mengawasiku dari kamar mandi?" Tanyanya sangat ragu. Tapi tidak menghentikan dirinya untuk duduk di sofa milik Yunho, sesekali bergeser mencari posisi yang membuatnya nyaman.
Yunho hanya tertawa sambil membiarkan air dari pancuran shower itu mengalir ke seluruh tubuhnya. "Aku hidup dengan seribu mata." Candanya masih melalui intercom. Tentu dia hanya bercanda, maksud yang sebenarnya adalah karena CCTV yang dia instal di seluruh sudut ruangan atau di sudut lainnya yang tersembunyi.
Membutuhkan beberapa menit untuk Yunho sampai dia benar-benar bisa menemui Leeteuk dengan layak (tanpa handuk atau topless misalnya).
"Tumben kemari? Kali ini ingin mengeluh tentang apa? Kau tidak ingin beradu argumen denganku lagi bukan?
"Aku datang bukan untuk mengeluh atau beradu argumen." Jelasnya lantang, sebenarnya Leeteuk enggan untuk berbagi cerita dengan Yunho bahkan tadi ia sempat bertarung dengan dirinya sendiri mengenai apakah harus dirinya datang menemui Yunho. Tapi mau bagaimana lagi hanya Yunho satu-satunya orang yang dapat ia percaya dan mengetahui akan kegelisahan hatinya.
"Benarkah? Sedikit meragukan." Kekeh Yunho, mencoba menggoda.
"Jinjjanikka (beneran)." Tone bicaranya sedikit naik.
"Terus karena apa? Mimpi buruk?"
Bam! Benarkan, tanpa cerita pun Yunho sudah bisa menebak masalahnuya dan membuatnya yang sedari tadi dalam keadaan santai tiba-tiba terkejut, terlebih lagi ketika Yunho mendudukan dirinya di sampingnya.
"Aku juga mengalaminya, kali ini apa yang kau mimpikan?"
"Appa, eomma, terkadang orang-orang itu."
Yunho merangkul leeteuk kedalam pelukannya. Jika ada orang yang melihat mereka berdua seperti ini pasti mereka akan mencoba mengabadikan moment tersebut. Secara semua orang sudah tahu bahwa hubungan Leeteuk dan Yunho bagai film kartun dengan tokoh Kucing dan tikus tersebut.
Tapi bagi Yunho; Leeteuk, Kyuhyun dan juga Changmin adalah keluarganya. Tidak ada yang lain lagi karena orang-orang yang dulu dekat dengannya kini sudah tak lagi muda bahkan beberapa sudah kembali pada sang kuasa.
Selama Yunho hidup dia membenci dirinya sendiri, membenci semua orang yang telah menyebabkannya menjadi seperti ini. Tapi jika ia mengingat bahwa Changmin juga kerapuhan dunia yang akan menghampiri semua orang sebentar lagi. Yunho membuang jauh pikirannya saat itu.
Setelah beberapa saat Yunho melepaskan rangkulan erat tersebut. "Kau tau Jungsoo. Orang-orang akan berpikir kita sedang dalam hubungan love-hate relationship."
"Memang seperti itu bukan? Aku selalu membencimu setiap saat."
Yunho menyenggol lengan Leeteuk pelan, "Tapi mencintaiku kan? Kau bahkan selalu mencariku ketika kau butuh, jadi kau mengakui kita dalam hubungan ini?"
"No!" Tegas, tanpa ada penolakan.
"Apakah masih memimpikan hal yang sama?"
Leeteuk hanya mengangguk tak ada semangat.
"Kemarin, petinggi dan pemerintah sudah mulai bergerak. Mereka mulai mencari keberadaan ayahmu juga sebuah password." Cerita Yunho, sebenarnya itu masih rahasia. Tapi ia pikir Leeteuk berhak tahu karena itu menyangkut ayahnya.
"Password?"
Yunho menggeleng tidak mengerti, "Entah Password apa yang coba mereka cari. Aku, Heechul dan beberapa anggota yang lain sedang menyelidikinya. Kibum berhasil menembus database mereka kemarin."
"Kau bertemu dengan Kim Kibum, dia ada disini?" Rasa penasaran, rindu dan amarah bergelung menjadi satu di hati Leeteuk.
"Ya."
"Apakah aku bisa bertemu dengannya? Apa dia masih berada bersama dengan orang itu?"
"Orang yang mana lagi? Kau selalu menyebut orang itu, ini, mereka. Sebut saja secara gamblang. Kalau yang kau maksud Choi Seunghyun (TOP), aku tidak bertemu dengannya. Jadi kupikir Kibum juga tidak bersama dengannya. Terakhir dia yang mengunjungimu bukan?"
"Ya, ku pikir aku harus bertemu dengannya lagi. Dia pasti tahu keberadaan ayah."
"Sekarang kau berharap bertemu dengannya? Terus kenapa waktu itu, ketika kau bertemu dengannya, kau malah memasang pertahanan diri."
"Karena dia datang bukan untuk bertemu dengan ku, melainkan bertemu dengan Kyuhyun."
"Kyuhyun?" sebelah alis Yunho terangkat, memproses semua kejadian yang mereka lalui dan mencoba menarik sebuah hipotesis dini.
"Ya, dia mengatakannya kepadaku."
"Si Kyung hyung, ayahmu, aku pikir dia mengetahui tentang password itu."
Lama ruangan itu menjadi sunyi, keduanya hanyut dalam kegamangan hati mereka. Dentingan jam seolah sangat lambat dan pelan terdengar. Pikiran mereka berdua memasuki kenangan masa lalu yang menyakitkan, tentang tindakan konyol dan tidak masuk akal yang pernah mereka lakukan. Memberi catatan dengan garis tebal bahwa sebuah rasa keingintahuan bisa menjadi mala petaka bagi hajat hidup orang banyak.
Beberapa belas tahun yang lalu, Leeteuk atau banyak orang mengenalnya sebagai Park Jungsoo yang ketika itu masih berumur 6 tahun juga Yunho yang berumur 24 tahun. Mereka berdua mengalami perlakuan yang sama dengan latar belakang cerita yang berbeda.
Park Jungsoo, anak laki-laki itu tidak pernah menyangka atau membayangkan bahwa dia akan di pisahkan secara paksa oleh seseorang bernama Park Si Kyung;ayahnya sendiri; dengan ibunya. Dia masih terlalu kecil dan tidak bisa berbuat apa-apa bahkan untuk mengerti apa yang terjadi saja dia tidak mampu.
Hanya 3 kenyataan yang dapat di tangkap oleh otak kecilnya saat itu. Yang pertama adalah bahwa dia di bawa ke tempat asing, bertemu dengan banyak anak seusianya tapi mereka tidak bisa ingat siapa diri mereka sendiri. Kedua, Ayahnya adalah seseorang peneliti yang bekerja untuk pemerintah.
Lalu yang terakhir adalah kenyataan bahwa dia berbeda dengan kebanyakan orang di luar sana, tetapi sama seperti kebanyakan anak yang dia temui di tempat asing ini. Anehnya lagi, sebagian di antara anak yang berada di tempat tersebut itu harus mendapatkan perlakuan kasar untuk bisa menjadi berbeda sedangkan ia dengan mudah mengendalikan kemampuannya,
Jungsoo tahu bahwa dia memiliki kemampuan itu sejak dirinya bahkan belum bisa berbicara, ibunya sering bilang bahwa itu adalah anugrah yang patut ia syukuri karena kelak itu bisa membantu banyak orang. Tapi Jungsoo kecil tidak pernah bisa mengerti, karena baginya kemampuan itu adalah sebuah kesalahan juga penyebab mengapa ia di pisahkan dengan ibunya.
Di tengah posisinya saat itu, selalu ada dua orang menjadi penjaga dirinya juga penjaga Kyuhyun;calon adiknya kelak. Orang itu adalah Jung Yunho dan Choi Seunghyun (TOP).
Tapi dia tidak tahu ada hubungan apa antara mereka berdua dengan ayahnya. Kebingungannya makin menumpuk tidak terselesaikan lalu ditambah lagi ketika adiknya lahir, orang-orang di sekitarnya mengatakan bahwa Kyuhyun yang notabene adalah adiknya (satu ayah dan ibu yang sama) malah dianggap sebagai anak dari ibunya dengan Jung Yunho.
"Kau masih tidak mau cerita mengenai hubunganmu dengan ibuku? Apakah benar bahwa kau berselingkuh dengan ibuku?
Yunho mendadak tertawa tanpa bisa berhenti, dia hanya bisa memegang kulit perutnya dengan kuat. Dia benar-benar berhenti ketika melihat respon Leeteuk yang menakutkan. Anak itu melihatnya seolah-olah dia akan segera mencabut nyawanya.
"Beberapa kali aku harus bilang, aku tidak mempunyai hubungan apapun dengan ibumu."
"Tapi mereka selalu bilang seperti itu bahkan sampai sekarang."
"Jangan bilang kau mimpi buruk tentang itu? karena sungguh jika seperti itu aku tidak bisa melakukan apapun selain tertawa." Dia melanjutkan tawanya yang tadi sempat terhenti.
"Oleh karena itu, jelaskan padaku. Yunho Ahjussi, aku sekarang bukan anak berumur 10 tahun lagi."
"Oke, oke. " Dia berucap di sela tawanya yang mulai berubah menjadi kekehan.
"Aku, Ibumu;Yura Noona, Ibu Changmin;Jian dan Ayahmu;Park Si Kyung adalah sahabat baik. Bagaimana ya menjelaskannya?"
Leeteuk hanya meresponnya dengan diam.
"Ibu mu adalah Kakak kandung dari ibu Changmin dan aku adalah suami dari Jian. Singkatnya Ibumu adalah kakak iparku. Awalnya aku tidak mengenal ibumu juga ayahmu, tapi yang aku tahu mereka bertiga (Yura, Jian dan Si Kyung) adalah sahabat baik dan peneliti terpilih."
"Jadi kau bukan ayah Kyuhyun kan?"
Yunho mengangguk, "Aku hanya bisa bercerita sampai sana. Setelah kita bertemu dengan ayahmu, biarkan dia yang menjelaskan semuanya."
"Aku harus bertemu dengan Kyuhyun."
.
.
.
Sehari setelah kejadian mimpi buruk itu, Kyuhyun sedang berdiam diri di kamar asramanya, hari ini seluruh abiliter diberikan waktu sehari untuk bersenang-senang dan bebas melakukan apapun. Yang penting jangan sampai merusak properti di tempat itu, Intip Chanyeol yang sedang di marahi habis-habisan karena lagi –lagi hampir saja membakar sebuah gedung, kali ini ruang latihan yang baru selesai di renovasi.
Berdua dengan Changmin di dalam kamar itu tanpa melakukan hal yang berarti, Kyuhyun mencoba melatih mind controllingnya. Walaupun sebenarnya pikirannya masih mengawang pada kejadian kemarin. Sesekali dia memindahkan barang-barang dari satu tempat ke tempat lainnya atau menyuruh Changmin berteleportasi menaruh barang kedalam kamar mandi.
Walaupun Kyuhyun bisa memindahkan benda bukan berarti benda itu bisa tembus pandang dan masuk kedalam kamar mandi begitu saja. Nah, jika sudah seperti itu dia akan umm-memanfaatkan kemampuan Changmin. Biar saja toh yang disuruh tidak merasa keberatan.
Kyuhyun masih mencoba mencari cara agar pikiraannya tidak tertuju terus pada ingatan malam itu, karena kepalanya telah memberikan alarm peringatan bahwa jika dia terus memikirkannya, maka rasa sakit akan menyerangnya. Jadi dia mengalihkan pikirannya pada ingatan tentang kejadian saat mereka latihan beberapa hari yang lalu, tepatnya mengenai tragedi Changmin yang tidak fokus lalu berakhir terluka gara-gara pisau milik sunbaenya; Daehyun.
"Min, Masih tidak mau cerita apa yang terjadi di tempat latihan?"
Changmin yang sedang berada dalam kamar mandi, berpindah sepersekian detik ke kasur atasnya, "Aku bilang tidak ada yang terjadi."
"Oke, tidak ada yang terjadi ya. (Kyuhyun pura-pura berpikir).. Lalu jelaskan padaku tentang Lay yang menjadi healer dadakan karena lengan atasmu robek?" Ledek Kyuhyun tepatnya memancing Changmin untuk bercerita apa yang terjadi saat latihan waktu itu.
"Hanya terluka ketika latihan itu wajar." Jawabnya santai.
"Wajar ya? Iya sih. Tapi ekspresimu tidak mengatakan seperti itu."
"Aku hanya lelah dan kurang berkonsentrasi saat itu." lirih Changmin.
"Aku tahu kau ceroboh, tapi rasanya aneh jika kau selalu ceroboh setiap sa-Ouch!" sindirannya berhenti tiba-tiba karena Changmin menggetok kepala Kyuhyun. Kapan anak itu berpindah dari kasur atas menjadi tepat di samping Kyuhyun?
"Sakit!" Keluhnya sambil mengelus-elus puncak kepalanya.
"Rasakan!"
Mereka berdua malah perang bantal, tapi kegiatannya tiba-tiba terinterupsi ketika alarm di kamar mereka itu berputar – putar mengeluarkan cahanya merah dan berbunyi nyaring. Semua anak-anak di asrama berlarian keluar.
"Ada apa?" Kyuhyun bertanya panik.
"Ayo keluar." Changmin dengan cemas menggeret Kyuhyun, keluar dari kamar mereka.
.
.
.
To Be Continue..
Maaf, pendek. Aku Cuma bisa menulis sebanyak itu, kegiatan yang lain sedang menumpuk. Tapi kalau gak aku update aku takut lupa apa yang mau aku ketik di chap ini. jadilah cuma segini. Masa lalunya udah mulai ke buka kan? Kalau masih ada yang bingung tentang peran di atas kalian bisa tanya aku melalui rev atau PM.
2 atau 3 chapter lagi, ff ini beres. Tapi aku masih belum bisa menjanjikan mau update kapan, hehehe. Bocoran chapter depan : Asrama mereka bakal terbakar, beberapa orang akan menghilang dan... selamat berjumpa di chapter berikutnya.
Terima kasih banyak untuk yang masih setia membaca dan mendukung FF yang gak jelas ini. Oh ya, satu lagi hadiah untuk kalian karena ff ini bisa menembus chap 10, Horeee! Pada akhirnya tokoh utama yang menjadi satu adalah Kyuline (Kyuhyun, Changmin, Minho, Jonghyun, dan Suho). Hahahaha, bingung pastikan?
BigHug
ESH1608
