Tittle : A Moment to Forever
Pairing : Main!Krisyeol
Warning(s): slash! boyxboy, mpreg, het! couple, character death
Chapter 9
Chanyeol terlihat gelisah, dan sering kali bisa ada seorang anggota keluarga Lee yang memergokinya sedang berjalan kesana-kemari di seluruh penjuru rumah keluarga Lee yang cukup luas setiap jamnya, sejauh yang ia bisa jangkau tentunya. Sampai akhirnya ada salah satu dari duet Lee eomoni dan Lee Eunhyuk menyuruhnya atau lebih tepatnya mengomelinya untuk beristirahat karena bengkak di kakinya yang terlihat memerah, sebuah tanda kalau bengkak di kakinya itu bertambah parah. Atau ia baru akan berhenti sampai kakinya kelelahan dan harus benar-benar beristirahat karena kakinya terlalu lemas untuk menopang berat tubuhnya di kehamilannya yang memasuki minggu ke 25.
Tidak ada satupun dari keluarga Lee yang berani memarahinya karena hobi barunya itu, hanya duet nagger di rumah itulah yang berani, karena moodswing yang dialami oleh Chanyeol. Memang ia tidak sering mengalami moodswing yang sampai menyebabkan Chanyeol harus sering marah-marah, tetapi, moodswing cengeng yang dialami oleh Chanyeol-lah yang membuat mereka semua tidak berani memarahi Chanyeol. Mereka takut kalau tiba-tiba Chanyeol menangis karena mereka marahi, meskipun hal itu tidak berlaku pada dua, yeoja dan seorang namja-yeoja, mereka akan tetap menegur bahkan memarahi Chanyeol karena telah membuat bengkak di tungkainya semakin membesar.
Pernah Chanyeol harus merasakan hidup seharian di bawah pengawasan dua pasang mata yang tajamnya bisa menyaingi mata elang, saking tajamnya tatapan itu dan pengalaman itu baru ia alami tiga hari yang lalu Di hari itu, ia harus hidup terkurung di dalam kamarnya yang setelah kejadian tiga hari yang lalu dipindahkan di lantai satu di kamar tamu yang sebelumnya digunakan sebagai ruang kerja suami Lee Eunhyuk, Lee Donghae, yang bekerja di POSCO (Pohang Iron and Steel Company) yang letaknya tidak jauh dari rumah mereka. Selain harus hidup terkurung dan tidak boleh meninggalkan kasurnya, ia harus menerima pengawasan dari kedua orang itu yang tidak berhenti ketika ia harus berpindah kamar.
Memang dasar Chanyeol adalah orang yang tidak bisa berdiam diri atau bermalas-malasan, jadilah hari itu mendadak saja ia mengalami gatal-gatal di kakinya karena ingin bisa berjalan-jalan lagi. Dan selama seharian itu, perasaan gelisahnya semakin menjadi-jadi. Sehingga menurut Chanyeol, hari itu adalah hari yang paling mengerikan baginya dan membayangkannya saja bisa membuatnya bergidik merinding kalau ia harus mengalaminya lagi.
Kejadian tiga hari bermula ketika...
Seperti biasa, ia merasakan perasaan yang gelisah dalam hatinya dan seperti biasanya lagi, ia mencoba menenangkannya dengan duduk di taman belakan dan menikmati udara yang bercampur dengan kristal garam karena dekatnya rumah mereka dengan laut seperti yang sudah ia alami beberapa minggu sebelumnya. Ia berharap itu bisa menenangkan perasaannya sama seperti beberapa minggu belakangan. Namun, ia merasa perasaannya belumlah tenang seperti keadaan normal.
Lalu, mulai menghabiskan waktunya dengan berjalan-jalan di sekitar taman belakang dan sampai akhirnya ia memutuskan kalau medan itu sudah membosankan dan ia pun berjalan-jalan sampai ke peternakan kuda tempat ia tersesat sebelumnya untuk mencari arena jalan-jalan yang baru. Sesampainya di sana ia memutari setiap kandang yang ada sambi terkadang menyapa pgawai yang ada di sana. Karena pegawai yang ada di sana sudah mengenal Chanyeol akibat kejadian tersesat itu, maka para pegawai pun membiarkannya untuk melihat-lihat kuda yang ada di dalamnya.
Ia berjalan terus dan tidak memedulikan rasa nyeri yang mulai muncul sampai akhirnya ia berhenti di depan kandang kuda yang berisikan sebuah kuda berbulu hitam pekat yang badannya sangat kokoh dan kuat. Ia mendekatkan dirinya ke arah pintu yang membatasinya dengan kuda yang ada di dalam kandang tersebut. Ia tidak menghiraukannya meskipun para pegawai yang melihatnya sudah berteriak-teriak untuk menjauh dari kuda tersebut mengingat kondisi Chanyeol yang tengah mengandung dan temperamen kuda hitam itu yang tidak bisa dibilang jinak. Bahkan hanya Paman Lee yang bisa dan berani memberinya makan dan merawat kuda hitam itu meskipun tetap saja kuda itu melawannya. Dan hampir semua pegawai peternakan itu tidak berani berdekatan dengan kuda itu, entah karena rumor ataupun pernah mengalami keganasan kuda jantan hitam itu.
Dan yang membuat semuanya takjub adalah, kuda itu sama sekali tidak menyerang namja yang memiliki tinggi 185 cm dan malah membiarkannya untuk menyentuh surai yang sama hitamnya dengan seluruh badannya. Yang lebih mengejutkan lagi stallion (kuda jantan) itu malah mendekatkan hidungnya ke arah perut Chanyeol yang semakin membesar dan menghembuskan nafasnya hingga Chanyeol tertawa kegelian karena sensasinya yang seperti "puff" di perutnya dan sepertinya kedua bayinya menyukainya sehingga saat itu juga Chanyeol tiba-tiba merasa kesakitan karena Hun dan Yeol (panggilan sayangnya kepada dua bayi yang menghuni tubuhnya) yang ada di dalam perutnya bergerak-gerak saking senangnya.
Senyum lebar terkembang di wajahnya sampai akhirnya ia kembali dari acara berpetualangnya itu. Ia masih tidak merasakan betapa lelahnya kakinya sampai-sampai tungkainya itu memerah dan sangat besar. Barulah setelah ia mencoba menaiki tangga menuju ke kamarnya untuk beristirahat sejenak. Ia bisa merasakan nyeri di kakinya namun, ia tetap memaksakan dirinya untuk menaiki tangga agar ia bisa segera beristirahat. Namun, baru tiga anak tangga ia menaikinya tiba-tiba saja kakinya melemas dan ia pun merosot ke lantai meskipun untungnya ia tidak jatuh ke dasar tangga karena ia meraih pegangan tangga bagian bawah tepat waktu, sebelum ia jatuh ke bawah. Dan tiba-tiba saja muncullah Bibi Lee dengan wajah kesalnya bersiap untuk menaiki tangga menuju ke lantai dua. Betapa terkejutnya ia ketika melihat Chanyeol terduduk di tangga dan dengan kakinya yang merah dan membengkak.
" Ya Lee Eunhyuk! Lee Donghae! Kemari kalian! Hentikan perbuatan yadong kalian itu! Cepat kemari! Ya kau! Lee Myungjin! Cepat bereskan ruang kerja bocah ikan itu dan pindahkan ke kamar Donghyuk! Dan kau Lee Donghyuk, pindahkan pakaianmu dan peralatan sekolahmu ke kamar bocah bandel ini! Cepat!" perintah Bibi Lee kepada setiap penghuni rumah yang ada di rumah itu. Dan mau tidak mau mereka harus mengerjakan semua perintah dari sang ratu rumah ini yaitu Bibi Lee. Termasuk dengan pasangan Lee yang harus menghentikan aksi "olahraga malam" mereka. Mereka berdua berlari tergopoh-gopoh menuju sumber keributan itu dengan pakaian yang belum sepenuhnya terpasang dan sebuah kissmark muncul di leher putih Eunhyuk. Melihat keadaan anak dan menantunya itu, Bibi Lee hanya mendecak tidak suka sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Dasar! Aku heran, kenapa tidak ada Donghyuk mini di rumah ini melihat seberapa sering kalian melakukannya! Dasar anak muda jaman sekarang!" Dan memerahlah muka kedua orang itu mendengar perkataan dari ibu dan ibu mertua mereka yang nyentrik itu.
" EOMMA/EOMMANIM!" seru mereka berdua masih dengan muka yang memerah seperti kepiting rebus.
" Arra, arra, tidak perlu berteriak seperti itu! Kau tahu umurku sudah hampir delapan puluh tahun dan berani-beraninya kalian berteriak-teriak seperti itu kepadaku hah?! Cepat angkat bocah pembuat masalah ini ke sofa!" titah yeoja bermulut pedas itu. Dan mereka pun menuruti perintah si nyonya besar dengan bersungut-sungut.
Mengangkat seorang namja berusia 27 tahun dengan tinggi 185 centimeter itu bukanlah pekerjaan mudah dan ditambah lagi dengan ia sedang hamil 25 minggu. Sehingga bisa dipastikan kalau keesokan harinya mereka akan menggunakan koyo untuk mengurangi pegal mereka. Setelah mereka berhasil mendudukkan namja itu di sofa, berteriaklah namja yang mirip dengan ikan makarel itu karena melihat kedua tungkai Chanyeol yang membengkak.
Dan hari itu, Chanyeol harus puas mendapatkan siraman rohani sampai-sampai telinganya memerah dan lagi-lagi ia harus menangis sambil meminta maaf pada kedua orang itu karena moodswing-nya yang tiba-tiba kambuh. Tidak sampai di situ saja, keesokan harinya, terjadilah hari penderitaan itu baginya yang berakhir dengan menangisnya seorang Park Chanyeol
Dan sekarang, di hari minggu pagi yang cerah, meskipun, jarum jam belum menunjukkan pukul delapan, lagi-lagi ia merasa gelisah dan ingin melampiaskannya dengan berjalan-jalan keluar rumah. Namun, ia tidak bisa menyelinap keluar tanpa sepengetahuan orang-orang rumah dan ancaman mengerikan yang membayanginya. Akhirnya, ia hanya bisa berjalan dari kamar barunya menuju ke segala penjuru rumah yang bisa ia jangkau, karena lantai dua rumah itu sudah menjadi daerah terlarang baginya. Sepasang mata di dapur pun tak luput melihat kegelisahan namja itu.
" Ya, Park Chanyeol! Berhenti atau aku akan mengikatmu di tempat tidurmu lagi!" ancam yeoja itu dari dapur. Seketika saja Chanyeol mendudukkan dirinya di samping Paman Lee yang sedang asyik menonton siaran berita pagi ini di ruang keluarga.
" Bagaimana kalau kita sekeluarga berjalan-jalan ke Homigot? Bukankah kau belum pernah mengunjunginya, Chanyeol-ah?" tanya Paman Lee. Chanyeol pun kemudian mengangguk-anggukkan kepalanya dengan antusias layaknya seorang anak yang berumur lima tahun untuk pertama kalinya diajak bertamasya oleh orang tuanya.
" Tidak bisa, appa! Dia harus beristirahat total untuk menyembuhkan bengkak di kakinya! Suruh siapa ia memforsirnya unruk berjalan-jalan!" omel Eunhyuk dari kamarnya yang ada di lantai dua tentunya dengan suaranya yang melengking tajam.
" Ya! Lee Eunhyuk! Tidak sopan sekali kau berbicara dengan berteriak seperti itu pada appa-mu! Turun kau saekki-ya!" balas Paman Lee dengan suara yang tak kalah kerasnya. Sepertinya keluarga itu tidak akan mungkin kehilangan jejak mereka masing-masing di tengah hutan dengan kerasnya suara yang bisa mereka gunakan untuk mencari jejak masing-masing dan berkumpul kembali. Dan tak lama kemudian, seorang namja muncul dan berkacak pinggang di hadapan mereka sambil memelototi kedua namja yang sedang duduk di sofa itu.
" Tidak boleh! Tidak! Tidak!" kata namja itu lagi.
" Sepertinya idemu bagus juga, yeobo-ah! Sudah lama kita tidak berjalan-jalan keluar bersama. Biarkan Chanyeol menghirup udara luar sekali-kali, Eunhyuk-ah. Kau tidak lihat betapa terkurungnya ia di rumah sampai-sampai ia berkeliaran seperti itu. Lagipula apa salahnya? Kau masih bisa mengawasinya agar tidak terlalu banyak berjalan," nasehat Bibi Lee pada anak tunggalnya itu. Dan mendengar bujukan dari eomma-nya itu, Eunhyuk pun luluh dan mengiyakan permintaan kedua orang tuanya itu dan segera menyuruh anak dan suaminya untuk bersiap-siap dengan piknik pertama mereka sebagai keluarga itu. Karena sekarang, Chanyeol adalah bagian dari keluarga mereka meskipun mereka tidak memiliki hubungan darah. Namun, ikatan batin yang tercipta di antara mereka semua sudah selayaknya seperti sebuah keluarga.
Dan begitulah negosiasi pagi itu berjalan. Tak sampai, lima belas menit keluarga besar itupun sampai di Homigot Sunrise Plaza. Chanyeol pun bisa melihat sebuah tangan besar menjulang dari dalam laut ke arah langit yang menjadi ciri khas dan kebanggaan dari Homigot. Perempuan di keluarga Lee pun kemudian disibukkan dengan omelan mereka yang ditujukan kepada empat orang manusia yang mereka anggap merepotkan itu. Paman Lee, Donghae, Donghyuk, dan tak lupa Chanyeol. Jadilah sepagian mereka bersantai-santai di pantai yang indah itu.
Saat hari menjelang siang, mata Chanyeol kemudian menangkap dua sosok tinggi yang mengingatkannya akan seseorang di masa lalunya. Ia berjalan cepat, secepat yang ia bisa untuk mengejar dua sosok yang mirip dengan tokoh masa lalunya itu. Ketika ia tepat berada di belakang kedua orang itu, " Jogiyo, bisakah aku bertanya pada kalian." Mendegar kata-kata diucapkan dari belakang mereka, kedua sosok tinggi yang lebih tinggi dari Chanyeol itupun menoleh ke arah Chanyeol. Dan betapa kagetnya ia ketika melihat kedua wajah itu memang terasa familiar untuk Chanyeol, tak lama kemudian, wajah kaget Chanyeol tergantikan oleh wajah bahagia dengan senyum yang lebarnya memenuhi wajah manis Chanyeol.
" Chanyeol-ah? Kau kah itu?" tanya namja berwajah manis itu ketika melihat senyum khas dari Chanyeol. Sedangkan, Chanyeol hanya menganggukkan kepalanya dengan semangat melihat salah satu dari kedua orang itu mengenalinya.
" Woobin-hyung, Jongsuk-hyung, orenmaniyeyo!" serunya gembira.
" Jongsuk-ah, bagaimana kau bisa mengenal makhluk alien ini?"
" Bin-hyung, kau tega sekali menyebutku dengan sebutan itu lagi. Ku kira kau akan berhenti setelah melihat wajah tampanku setelah sekian lama tak bertemu. Tapi kau malah menyebutku alien lagi!" gerutu Chanyeol lengkap dengan kerucutan di bibir kissable-nya itu. Woobin kemudian, mencubit pipi Chanyeol yang menggembung itu dengan keras dan membuat Chanyeol mengaduh kesakitan.
" Bin-ah, hentikan itu. Kau tidak lihat dia sudah akan menangis?" tunjuk Jongsuk pada Chanyeol yang air matanya menggenang di pelupuk matanya. Woobin pun melepaskan cubitannya sesuai dengan yang Jongsuk perintahkan.
" Aku tentu saja mengenalnya, dia hoobae-ku di kampus yang sama. Dialah hoobae jenius yang pernah kuceritakan padamu, Bin-ah," katanya sambil menyentil dahi Chanyeol dengan keras. Dan lengkaplah sudah penderitaan Chanyeol hari ini karena pipi, hidung, dan dahinya menjadi korban kekejaman para kakak kelasnya itu.
" MWO?! Kau berkuliah di SNU, Channie-ah? Aku tidak menyangka kau bisa sejenius itu untuk masuk ke sana. Tak kusangkan otakmu itu lebih jenius dari masa SMA," seru Woobin kaget pada namja yang lebih pendek darinya itu.
" Kau meremehkanku, Bin-hyung!" balas Chanyeol.
" Lalu, bagaimana kau mengenal bocah tengil ini, Bin-ah?" tanya balik Jongsuk pada Woobin dan mendapatkan protes dari Chanyeol karena ia memanggilnya dengan sebutan bocah tengil.
" Dulu aku soonbae bocah itu di masa SMP dan SMA, dan dulu dia adalah tetangga depan rumahku sebelum akhirnya aku pindah ke tempat ini. Tak kusangka kau punya hubungan juga dengan bocah kecil ini." Dan akhirnya mereka bertiga pun bercerita-cerita mengenai masa lalu mereka yang menyenangkan. Namun, pertanyaan besar menggantung di kepala kedua namja yang pernah menjadi soonbae Chanyeol. Bagaimana bisa Chanyeol hamil seperti itu? Dan siapa pasangannya? Namun, mereka tidak menyinggungnya setelah mereka mendapatkan sebuah tatapan penuh air mata ketika mereka mencoba untuk bercanda tetang itu.
Tanpa terasa, matahari mulai menempati posisinya di puncak langit dan keluarga Lee pun bersiap untuk pulang. Setelah berpamitan serta bertukar nomor ponsel dan e-mail, Chanyeol pun meninggalkan mereka berdua untuk kembali ke rumah. Sesampainya di rumah keluarga Lee, Chanyeol pun membaringkan punggungnya yang lelah di sofa panjang yang ada di depan televisi. Dan tanpa sadar, ia pun tertidur. Seulas senyum terlukiskan di bibir menawannya. Namun, sedetik kemudian, senyuman itu tergantikan oleh raut sedih di wajah manis Chanyeol.
" Kris-hyung, bogosshippeo..."
Seoul, 22:37 KST
Kris berjalan memencet kode masuk apartemennya dan dengan langkah gotai ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam apartemen yang sudah ia tempati semenjak kepindahannya ke pindahannya ke Seoul untuk menggantikan Mama-nya mengurus perusahaan yang ditinggalkan oleh Baba-nya di Seoul. Semenjak menghilangnya sekertaris yang paling bisa ia andalkan sembilan minggu yang lalu dengan hanya meninggalkan sepucuk surat pengunduran dirinya atau mungkin lebih tepatnya meninggalkan sebuah surat pernyataan pengunduran diri tertulis yang ia kirim melalui pos dan sebuah surat elektronik atau e-mail yang ia dapatkan pagi hari ketika Chanyeol mulai menghilang dari kantor itu, pekerjaan seperti datang silih berganti tanpa ada jeda waktu untuk istirahat sedikitpun. Ia juga tidak lagi bisa menghubungi nomor telepon Chanyeol. Dan tidak pernah sekalipun ia menerima balasan dari sekian banyak e-mail yang ia tujukan pada namja itu. Akhirnya ia pun menyerah untuk menghubungi Chanyeol.
Ia bukannya tidak bisa menangani sendiri semua laporan yang harus ia urus. Karena toh pada akhirnya pekerjaan yang Chanyeol lakukan pada akhirnya memang diberikan padanya untuk diperiksa ulang. Namun, entah sejak kapan ia mulai benar-benar terbantu dengan adanya sekertaris yang selalu siap sedia itu membantunya itu. Sejak lebih dari tiga tahun yang lalu mungkin, pikirnya sambil menduduki sofa nyama berwarna putih yang ada di ruang tamu apartemenya itu.
Lebih dari tiga tahun yang lalu, seorang namja dengan tinggi hampir menyamai dirinya itu datang dengan sebuah senyum manis dan memperkenalkan diri padanya dengan kepala bagian perekrutan karyawan berada di sampingnya. Kepala bagian itu menjelaskan kalau ia adalah salah satu lulusan terbaik dari universitas terbaik yang ada di Seoul. Namja itu juga pernah bekerja sebagai salah satu tim kreatif sebuah perusahaan yang menjadi salah satu cabang perusahaan Wu. Dan karena prestasi kerja yang dinilai baik itulah akhirnya ia ditarik ke dalam kantor pusat Wu corporation di Seoul. Dan tentu saja namja itu dengan segera menunjukkan kemampuan bekerjanya dalam waktu kurang dari satu minggu ia bekerja di sana dan kemampuannya itu menimbulkan banyak decakan kagum dari karyawan-karyawan senior yang ada di kantor itu. Dan dalam waktu satu minggu itu pulalah para karyawan mulai akrab dengannya tak terkecuali Kris.
Awal perkenalan mereka dan prestasi kerja Chanyeol yang baik membuatnya semakin dekat dengan namja yang 6 tahun lebih muda dari pada dirinya itu. Ditambah lagi posisi Chanyeol sebagai seorang sekertaris Direktur yang bekerja di bawahnya secara langsung. Mau tidak mau ia harus bisa bekerja sama dengan namja itu. Dan lama-kelamaan ia pun menganggap Chanyeol sebagai seorang adik manis dan penurut yang tidak ia dapatkan dari Tao yang kerjanya hanya mengganggunya dan selalu bersikap manja padanya. Masa itu, ia pun sering menceritakan perihal hubungannya dengan tunangannya (hasil dari perjodohan orang tua mereka) yang bisa dibilang seperti sepasang kekasih. Ya, pertunangan yang diadakan oleh orang tua mereka membuat Wu Yi Fan dan Song Qian menjalin hubungan layaknya seperti sepasang kekasih pada umumnya sehingga saat itu, bisa dibilang ia merasa bersyukur Mama-nya menjodohkannya dengan yeoja itu.
Namun, entah karena apa mendadak hubungan mereka mulai menjauh sejak kedatangan Chanyeol di kantornya. Ia tidak bisa menuduh Vic telah memiliki kekasih lainnya. Karena status Vic yang hampir sama dengannya sebagai seorang CEO perusahaan fashion membuatnya tidak memiliki banyak waktu untuk berkencan di belakangnya. Dan tepat, setelah mereka setahun berpacaran sekaligus bertunangan, Vic mendadak memutuskan pertunangan mereka. Dan tiga hari kemudian, tanpa kabar kepada siapapun ia melarikan diri ke New York dengan alasan untuk belajar fashion lebih dalam. Beruntung, sekertaris Vic, Luna memberitahukan hal itu kepada Kris dan kedua orang tua Vic di Guangzhou. Ia akhirnya menemukan yeoja itu sesaat sebelum boarding pesawat yang akan membawanya ke New York, dan sebagai kata perpisahannya, ia mengatakan sebuah hal yang membuat Kris harus berpikir keras, sampai saat ini pun ia masih belum bisa menemukan arti dari perkataan yeoja itu.
" Aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan antara aku dan gege bukan karena aku sudah mempunyai orang lain untuk menggantikan posisi gege di hatiku. Tapi, ada orang lain yang lebih pantas dariku untuk mendampingi gege. Aku tahu hal ini karena aku bisa melihat kalau kalian berdua memang di takdirkan untuk bersama. Dia begitu menyayangi dan mencintai gege tanpa meminta imbalan apapun dan gege akan selalu memberikan apa yang ia minta tanpa pikir panjang."
...
" Dan lagi, meskipun kita sudah berhubungan selama satu tahun, kau masih sering bersikap dingin apalagi tersenyum padaku. Namun, padanya, kau tidak pernah sekalipun mengeluarkan sikap dinginmu dan lagi, matamu selalu memandangnya lembut dan penuh kasih sayang. Kau pun benar-benar menjadi namja yang tak pernah kukenal sebelumnya."
...
" Aku tahu gege menyayangiku, tapi aku tidak pernah bisa mendapatkan cintamu. Dan aku tidak mungkin bisa mengalahkan perasaannya padamu. Untuk itulah aku mundur dari hubungan ini. Karena aku mendambakan seorang pasangan yang mencintaiku dan rela menyerahkan segalanya untukku meskipun, seandainya aku memintanya untuk menyerahkan dunia ini untukku. Bukan seorang pasangan yang berkata "aku cinta padamu" namun, hati dan pikirannya bukan untukku. Dengan ini hubungan kita benar-benar berakhir. Meskipun aku tetap berharap kita bisa menjaga hubungan pertemanan di antara kita."
...
" Ah, dan satu lagi, orang itu berada terlalu dekat denganmun. Tapi, gege terlalu naif untuk mengetahuinya meskipun ia berada sangat dekat denganmu. Dan gege tidak akan pernah mengetahuinya sampai ia benar-benar hilang darimu dan. Kau tahu ungkapan ini? ' Kau tidak akan pernah mengetahui betapa berharganya sesuatu atau seseorang untukmu sampai kau merasakan kehilangan. Kau juga tidak akan mengerti rasa kehilangan dan kekosongan sampai sesuatu atau seseorang yang berharga untukmu lepas dari genggamanmu' aku mengutip kata-kata itu dari novel yang paling bisa membuat hatiku tergerak dan aku merasa saat inilah aku bisa merasakan arti kata itu."
Ia bisa merasakannya, ia merasa kehilangan, tapi ia tidak tahu, apa yang menyebabkannya merasa kehilangan seperti itu. Ia bodoh, tentu saja tidak! Tapi, sekarang ia tahu kalau ia bodoh dalam hal perasaan. Ia menyadari itu sekarang.
Kris melangkahkan kakinya menuju kamar yang didominasi oleh warna hitam dan putih pada perabotannya itu. Ia pun mendapati seorang yeoja yang baru satu bulan ia nikahi itu sedang menyisir rambutnya lengkap dengan pakaian tidurnya. Wajahnya sungguh menawan dengan rambut coklatnya yang panjang dan tergerai dengan indah. Mungkin kedua hal fisik itulah yang membuatnya memutuskan untuk berkencan dengannya beberapa bulan setelah Vic mencampakkannya. Ia pun tersenyum ketika yeoja itu mendongak dan menatapnya ketika yeoja itu menyadari kalau ia sudah berada di rumah.
" Kau tidak mengucapkan salam seperti biasanya oppa. Sampai-sampai aku tidak menyadarimu sudah pulang." Yeoja itupun menghentikan aktifitasnya dan berdiri di hadapan namja itu dan tanpa sadar tangan Kris terulur untuk menyentuh perut istrinya yang terlihat membuncit di usia kehamilannya yang kelima itu dan mengelusnya dengan sayang. Yeoja itu tersenyum melihatnya dan menaruh telapak tangannya yang mungil di atas telapak tangan besar milik Kris.
Setelah adegan manis itu, yeoja itupun membantu Kris untuk melepas jas dan dasinya serta kemeja putihnya. Seperti kegiatan seorang istri pada umumnya untuk membantu suaminya.
" Aku terlalu lelah dengan pekerjaan di kantor, Sica-ah. Entah bagaimana, rasanya semua pekerjaan menjadi lebih berat setelah Chanyeol menghilang dan digantikan oleh anak baru itu," jawab Kris dengan suara parau yang menandakan kalau ia benar-benar lelah. Senyum manis yang terpasan di bibir yeoja itu memudar dan digantikan oleh frown yang tercetak jelas di bibirnya dan kerutan tajam di dahinya menandakan kalau ia benar-benar tidak suka suaminya itu mengingatkannya lagi akan bocah yang menjadi satu-satunya ancaman bagi posisinya itu. Beruntung, Kris tidak melihatnya karena posisinya yang membelakangi yeoja itu.
Lima belas menit kemudian, sepasang manusia itu telah menghuni kasur berukuran King size yang ada di kamar milik mereka berdua. Jessica tidur dengan punggung membelakangi Kris yang saat ini sedang dalam posisi terlentang. Dan tak lama kemudian hembusan nafas Kris mulai teratur menandakan kalau ia sudah tertidur dengan lelapnya akibat kelelahan. Yeoja itu berusaha untuk tidur selama beberapa saat namun, matanya belum mau untuk diajak berkompromi. Dan di tengah usahanya itulah ia mendengar suaminya berulang-ulang kali memanggil nama seseorang yang keberadaannya sangat membuatnya muak.
" Chanyeol-ah... Chanyeol-ah... Chanyeol, neon ediesseo..."
Wajah yeoja itupun berkerut menahan kemarahan namun, sedetik kemudian sebuah seringai tajam menghiasi bibir tipisnya yang menawan itu.
" You want the game? But you won't start it. Then I'll bring the game and your doom."
END CHAPTER
A/N: yak author kembali lagi dengan chapter 9-nya. Oh, ya maaf atas kesalahan author di chap sebelumnya yang nulis kalau kemarin itu chapter 9 dan bagian inilah yang bener-bener chapter 9. Mianhaeyo... Oh, iya author juga minta maaf atas beberapa salah penulisan di bagian review... *bow*
Buat yang sudah mengharapkan cerita ini update cepet, ini author kabulin permintaannya dengan update lumayan cepet *cling*
Dan untuk yang ngebet pengen tahu siapa anaknya yeol, tuh diatas udah disebut inisialnya hahahaha...
untuk yang pengen kris menderita, tunggu aja, yang diatas itu permulaannya muehehehehe *digorok chan*
Oh, dan siapa kakak sepupu baekkie, tuh diatas udah ada tokoh baru muncul, nah salah satu dari mereka lah yang bakal author jadiin kakak sepupunya Baekkie...
Thanks to: rizqibilla, .96, Dragonius Meidi Lee, sayakanoicinoe, .7, BlueKim, park in, guest, Lulu Auren, ayumKim, Yulika19343382, AQuariisBlue, Anonymous, Misyel, realyounges529, enchris.727
Maaf nggak bisa bales satu-satu review dari readers tercintah! soalnya tangan author pegel banget setelah ngetik 2000 words nggak berhenti. hahahaha... Makasiiih banget udah di kasih komen dan review nya di ff ini hehehehe... jangan berhenti kasih review yaaa ^^ Dan jangan lupa untuk semua readers di luar sana untuk meninggalkan jejaknya di ff ini yaaa...
Regards,
