Chapter 10 : The Chunin Exam on Shi no Mori, Explanations and Flashback.
...
Naruto by Masashi Kishimoto-sensei©
The Uchisen Team by Madara's Queen
Genre : Adventure, Friendship and Humour/Parody (Hati-hati, humor bisa jadi garing :D)
Rate : T
Main Chara : Team Uchisen + Naruto & Sasuke
Warning : OOC Chara, Typo's, Alur cepat..
Enjoy the chapter :)
...
Preview Chapter :
Dan akhirnya, setelah beberapa hal yang dilakukan keempat anak itu, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka ke Konoha beserta Haku karena Haku yang memang pada awalnya tidak ada ikatan apapun dengan desa Kiri selain dengan Zabuza yang sudah meninggal sekarang.
Dan tanpa sepengetahuan mereka berempat, dibalik kegelapan dan rimbunnya hutan, seseorang memperhatikan mereka. Dan tiba-tiba, sosok itu pun pergi dengan tubuhnya yang tertarik kedalam lubang vortex.
...
Chapter 10 : The Chunin Exams
...
Hokage's Office...
Saat ini, Hiruzen menatap keempat anak laki-laki dan seorang perempuan didepannya sembari menatap surat yang sedang dipegang di tangannya saat ini. Kertas yang sedang dipegangnya saat ini adalah sebuah surat permintaan aliansi kedua negara. Kirigakure dan Konoha.
Seulas senyuman pun terbentuk di kedua sudut bibir pria tua itu. Mereka berempat.. memang selalu melakukan sesuatu hal yang mengejutkan. Walaupun pada kenyataanya keempat anak ini berbeda dimensi.
"Jadi, apakah Mizukage-sama memberitahukan kalian kapan ia akan ke Konoha karena di surat ini ia bilang akan mengunjungi Konoha.." Tanya Sang Sandaime sembari memasukkan kembali surat tersebut dengan rapi kedalam map berwarna coklat.
Izuna pun melangkahkan kakinya selangkah kedepan. "Dia bilang dia akan datang saat babak keempat Ujian Chunin. Ia dan kami berempat sudah mendengar tentang Ujian Chunin ini lewat salah satu bunshin yang Mada-nii tinggalkan di Konoha. Jadinya, dia bilang dia merasa tertarik untuk melihatnya, walaupun untuk tahun ini, peserta dari Kirigakure tidak ada satupun yang mengikuti Ujian Chunin.." Hiruzen mengangguk mendengarnya. Kemudian ia pun melihat kearah perempuan berambut hitam disana. 'Perawakannya kenapa mirip dengan Uchiha?' Batinnya.
"Siapa dia?" Tanya Hiruzen bingung. Ia sudah tahu kalau perempuan itu memang sudah sedari tadi berada bersama mereka, hanya saja ia tidak tahu siapa dia.
"Namanya Yuki Haku dari klan Yuki. Dia dulunya adalah bawahan salah satu dari anggota Seven Swordsman, Momochi Zabuza. Dan kemarin, setelah kematian Zabuza, kami pun mengajaknya ke Konoha karena dari awal ia memang tidak memiliki keterkaitan dengan desa manapun setelah klan Yuki dibantai.." Kali ini giliran Tobirama yang menjawab.
Hiruzen pun kembali mengangguk untuk kedua kalinya. Kemudian tatapan matanya mengarah pada Madara yang hanya diam saja dari tadi. Padahal biasanya anak ini yang paling banyak tingkahnya, namun kali ini berbeda.. apakah ada yang terjadi?.
"Baiklah. Kalau begitu, selamat datang di Konoha. Dan jika kau masih ingin menjadi shinobi, aku bisa menyarankanmu untuk mengikuti ujian chunin langsung dan-.."
"Tidak perlu Hokage-sama. Aku memang masih ingin menjadi shinobi, tetapi aku ingin menjadi medic-nin saja kalau boleh karena ada beberapa hal yang membuatku tidak ingin terjun langsung ke medan pertempuran.." Tutur Haku sopan.
"Baiklah kalau begitu. Aku juga tidak memaksa, tapi mungkin kau bisa datang ke kantorku besok karena besok aku akan menyiapkan seorang sensei khusus agar kau bisa mempelajari jutsu medis.." Kata Hiruzen. Haku pun membungkuk hormat, mengucapkan terima kasih dan kemudian pergi duluan bersama Madara karena Madaralah yang awalnya yang mengajaknya untuk pergi duluan.
Kemudian, Izuna berjalan kearah foto Shodaime Hokage yang tak lain adalah foto Hashirama versi dewasa, melepaskannya dari tembok dan juga sesuai dugaanya, sebuah kertas segel ada dibalik foto tersebut.
Ia pun menggigit jempolnya sehingga mengeluarkan darah dan mengoleskannya keatas kertas itu dan membentuk segel harimau sehingga ada sebuah cahaya putih yang menyilaukan mata sejenak dan kemudian memudar.
Hiruzen pun hanya menatap bingung apa yang dilakukan oleh Izuna yang sekarang telah mengembalikan foto itu ke tempat semula dan berjalan kembali kearah sofa yang jaraknya tidak terlalu jauh dari meja Hokage.
"Apa itu tadi?" Sang Sandaime pun bertanya.
"Itu adalah segel khusus yang berguna sebagai pengendap suara. Kita bisa berbicara dengan leluasa disini dan tidak akan ada seseorang pun yang tahu apa yang kita bicarakan selain kita berempat. Disini, waktu diperlambat sehingga kita bisa membicarakan hal-hal penting yang tidak boleh sampai jatuh informasinya ke tangan musuh." Jelas Tobirama dengan ekspresi monoton yang tercetak di wajahnya yang seperti biasanya itu.
"Huh? Kenapa aku tidak pernah tahu ada segel semacam itu disana ya.." Gumam Hiruzen. Dan selanjutnya Hiruzen kembali melirik ketiga orang itu lagi. "Tapi, memangnya apa yang ingin kalian bicarakan? Pasti ini adalah hal yang sangat penting bukan?"
"Tentu saja. Dan ini adalah hal yang menyangkut dengan kerahasiaan identitas Madara. Sebagai Hokage Ketiga di Konoha, kau pasti memiliki hak untuk mengetahui identitas penduduk yang tinggal didalam Konoha. Begitu juga dengan identitas kami."
"Walaupun kami berempat memang berasal dari dimensi dan waktu yang berbeda, tapi hal itu tidak mengubahkan fakta kalau kami masih berstatus sebagai penduduk Konoha dan kau harus bersumpah dengan jabatan dan kehormatanmu sebagai Hokage kalau kau tidak akan memberitahukan hal ini kepada siapapun." Hiruzen pun mengangguk mendengar penjelasan Hashirama.
"Jadi, memangnya ada apa dengan Madara? Kulihat dia memang sama saja dengan Madara Uchiha yang ada di dunia ini, tetapi.. rasanya mereka hanya mengambil jalan yang berbeda saja.. Madara temanmu terlihat lebih loyal.." Hashirama pun menggelengkan kepalanya pelan.
"Tidak. Kau salah. Setelah aku membaca sejarah Konoha disini, sejarahnya tidak berbeda sama sekali dengan kami. Hanya saja, saat pertarunganku dengan Madara dulu.. kami memiliki tambahan episode dan juga ada saat-saat dimana Izuna hampir mati, tapi pada akhirnya di dimensi kami, Izuna tidaklah mati seperti yang di dimensi ini.. jadinya.."
Flashback...
"... Walaupun mereka adalah sahabat,saudaraku, adikku, atau bahkan anakku sendiri, aku tidak akan memaafkan siapapun yang mengancam keselamatan desa.."
Kata-kata yang terdengar dingin pun terucap dari bibir Hashirama dengan pedang yang menembus dada sang Uchiha yang saat ini hanya bisa membelalakan kedua matanya lebar-lebar. Dengan darah yang sangat banyak keluar dari mulutnya.
"Kau.. sudah berubah banyak.. Hashirama.. tapi.. jangan kau kira dengan membuatku dalam keadaan seperti ini.. kau bisa membunuhku!" Dan tanpa diduga oleh Hashirama, Madara pun mengeluarkan dirinya sendiri dengan paksa dari pedang yang tertembus kedalam tubuhnya itu dan berlari menuju kearah Kyuubi yang masih pingsan disana.
Dengan Mangekyonya, sekali lagi ia berhasil mengontrol Kyuubi dan membuat Hashirama bingung. Padahal ia sudah melepas segel pengendalinya dari Kyuubi? Tapi kenapa Madara masih bisa mengendalikannya? Kecuali kalau..
Hashirama pun membulatkan kedua matanya lebar-lebar. Ia sudah membuat kontrak Kuchiyose secara permanen dengan Kyuubi sepertinya. Dan ada kemungkinan kalau Madara saat ini sudah menjadi Jinchuriki Kyuubi.
'Pantas saja..' Batin Hashirama. Kemudian, chakranya yang memang sedang terlepas untuk mengecek keadaan sekitar pun terdiam sejenak saat ia merasakan dua buah chakra lainnya. Tobirama dan Izuna! Apa yang mereka berdua lakukan disini? Izuna bisa saja mati nanti jika tidak sengaja terkena serangan Kyuubi. Apalagi dengan kondisi Madara yang sudah sekarat seperti ini. Kemungkinan untuk melepas jutsu Bijuudama hanya sekali. Dan kemungkinan terburuknya.. arah Bijuudama tadi akan melesat kearah.. Konoha! Apa Madara melupakan bahwa disana banyak anggota klannya dan adikknya. Tapi untungnya saja adikknya sedang berada dalam misi kali ini.
Hashirama pun segera menyatukan kedua telapak tangannya lagi. Dengan sisa-sisa chakra dan tenaga terakhirnya, ia akan mencoba menahan Bijuudama yang semakin lama semakin membesar ukurannya itu. Namun..
"ANIKI! HENTIKAN!" Teriakan Izuna memecah ditengah-tengah suara desingan dari energi-energi yang berkumpul didepan mulut Kyuubi. Madara yang melihat kedatangan adiknya tiba-tiba pun menghentikan pengumpulan energi untuk serangan terakhirnya sejenak. Menyebabkan seluruh partikel-partikel itu menyebar ke segala arah, namun tidak menghasilkan dampak yang buruk.
Madara pun terengah-engah di sisa chakra dan tenaganya yang sudah sangat sedikit adiknya benar-benar bukan waktu yang tepat.
"Izuna!" Dengan Mangekyo yang berkilat tajam, ia memandang adiknya dengan perasaan marah dan takut kalau adiknya akan mati jika ia tidak menghentikan Bijuudama tadi.
"Hentikan Aniki! Pemikiranmu tentang rencanamu untuk mengubah dunia menjadi seperti itu salah besar! Orang-orang Konoha juga masih berharap dengan kepulanganmu. Tetapi kau yang terlalu pesimis dengan menganggap orang-orang Konoha dan seisi Konoha tidak membutuhkan kehadiranmu. Maka pemikiranmu itu salah, Aniki! Aku masih menginginkan keberadaanmu! Tentu saja karena aku adikmu! Lagipula ada si bodoh yang selalu bersamamu kan? Kau bisa menghajarnya jika kau bosan. Tapi tidak perlu seperti ini!" Madara pun terpaku sejenak dengan ceramahan yang ia dapat dari sang adiknya. Memang benar apa yang dikatakan Izuna.
Tapi Izuna tidak tahu beban yang ia tanggung di pundaknya. Setiap hari jika berjalan dengan hampir semua pasang mata memandang benci dirinya. Berharap agar ia mati saja.. Tidak akan ada orang yang bertahan dengan diperlakukan seperti itu! Walaupun ia memang membuang segala emosinya, tetapi ia tetap manusia yang memiliki kekurangan. Bahkan ada yang mengatakan pula jika ia tidak seharusnya menginjakkan kaki di desa ini. Jadi, dengan kepergiannya dari desa Konoha, bukankah ia sudah memenuhi permintaan mereka semua!?
"Aku-.." Belum sempat Madara mengatakan apa yang ada dipikirannya, kedua matanya pun langsung menutup, tubuhnya pun terhuyung dan terjatuh kebawah dari atas kepala Kyuubi, bersamaan dengan Kyuubi yang kembali terjatuh ketanah. Hashirama dan Izuna pun langsung otomatis berlari kearah tubuh sang Uchiha yang hampir menyentuh tanah itu.
Grep!
Izuna pun menangkap tubuh kakaknya dan kedua matanya membelalak kaget atas luka-luka yang ada di sekujur tubuh kakaknya. Kemudian Izuna menatap tajam sang Hokage. "Kau-.."
"Iya-iya.. aku tahu apa yang harus kulakukan. Tapi yang menjadi masalah disini adalah Kyuubi. Madara yang kutahu sekarang adalah Jinchuriki Kyuubi dan sejak pertarungan tadi, ia menggunakan Kyuubi untuk membantunya bertarung denganku. Jadi, ada kemungkinan kita harus menyegel Kyuubi kedalam tubuh Madara sekarang. Jika tidak Madara akan benar-benar mati dalam hitungan menit.." Kata Hashirama serius sambil mengaktifkan chakra penyembuhnya di sebelah tangan kanannya dan mengarahkannya keatas luka tusukan yang ia sebabkan sebelumnya. Ia juga dapat merasakan denyut jantung Madara yang semakin melemah.
Izuna menatap cemas sang kakak yang wajahnya sudah semakin pucat itu. Bagaimana ini? Jika kakaknya menjadi seorang Jinchuriki, maka kehidupannya akan bertambah sulit, bahkan akan lebih sulit dari yang sebelumnya. Apalagi jika semua orang tahu, maka sudah dipastikan kalau mereka akan mengira Madara sebagai 'monster' dan ia yakin kakaknya akan semakin tidak tahan untuk tetap tinggal di Konoha jika mereka bertiga membawa Madara pulang ke Konoha dengan paksa.
Namun, untungnya sekarang tidak satuppun orang Konoha yang tahu jika pertarungan besar ini sedang terjadi. Hashirama hanya membohongi mereka semua dengan alasan ingin mencari Madara yang sudah tidak pulang-pulang dalam misi jangka panjangnya itu. Itupun jika ada yang menanyakan tentang keberadaan Madara.
"Aku tahu apa yang ada di isi pikiranmu itu, Uchiha. Tapi jika kita tidak segera menyegel Kyuubi kedalam kakakmu, maka ada kemungkinan bahwa Kyuubi akan mengingat hal ini dan akan menyerang ke Konoha karena pastinya ia akan membenci Madara dan akan menghafal chakranya untuk membunuhnya karena sudah membuatnya seperti ini..pada akhirnya, penduduk Konoha yang akan terkena imbasnya.." Perkataan Tobirama memang ada benarnya juga.
"Tapi, Ani-ue juga akan menderita pula! Kyuubi juga pasti akan melakukan segala cara agar bisa keluar dari dalam tubuh kakakku. Bahkan jika harus membunuh kakakku sekalipun! Ia tidak akan segan-segan untuk membunuh kakakku!" Kata Izuna.
"Tidak akan. Aku akan berada didekat Madara sesering mungkin, dan mungkin saja aku dan Tobirama bisa bergantian mengawasi Madara dan Kyuubi.. bagaimana?" Usul Hashirama. Izuna awalnya tidak yakin dengan usulan tersebut, tapi mau tidak mau ia harus menyetujuinya. Ia tidak ingin kakakknya mati meninggalkannya dan walaupun kakaknya memang mengambil jalan yang salah, ia yakin kalau ia bisa mengubah cara pikir Madara.
"Bagaimana kalau Tobirama juga memasangkan penyegel memori untuk sementara waktu? Ia akan tetap mengingat hal ini, tetapi ia tidak akan mengingat tujuannya bertarung denganku seperti ini. Ia akan merasa kalau hal ini hanyalah sebuah sparing besar-besaran dengan alasan untuk merasakan 'adrenalin' saat bertarung mengalir di nadinya. Kau tahu? Madara sudah tiga kali mengatakan hal seperti itu tadi padaku.." Izuna dan Tobirama pun sweatdropped mendengarnya.
'Tapi, apa tidak apa-apa? Ani-ue akan mengamuk nantinya jika ia tahu tentang hal ini.." Izuna pun khawatir. Hashirama pun menepuk pelan pundak Izuna sembari menghela nafas panjang di tengah-tengah luka di sekujur tubuhnya yang membuat seluruh tubuhnya terasa perih dan nyeri.
"Madara akan baik-baik saja. Aku yang akan menanggungnya nanti. Karena itulah gunanya sahabat. Lagipula, Madara sudah terlalu jauh jatuh dalam kegelapan kebencian di hatinya. Inilah saatnya untuk kembali dan melupakan segala kebencian itu.." Jelas Hashirama dengan pandangan sedih pada sahabatnya itu.
Tak lama kemudian, Tobirama pun merangkai sebuah segel dan Kyuubi pun masuk kedalam tubuh Madara yang tak sadarkan diri. Tobirama pun langsung jatuh dengan tersengal-sengal karena menggunakan jutsu penyegel untuk menyegel Biju sangat menguras chakranya. Lagipula, ia juga tidak memiliki kapasitas chakra sebesar kakaknya maupun Madara.
Kemudian ia dan Hashirama menempelkan sebuah segel lagi keatas dahi Madara dan menyegel kejadian penting yang membuatnya merasakan dendam, amarah dan kebencian itu dan digantikan dengan beberapa memori buatan yang masih menyambung dengan memori lamanya..
Flashback End..
"Singkatnya, setelah Madara koma selama 2 bulan, ia terbangun dan tanpa memiliki ingatan apapun ia menjalani hidupnya dan lima bulan kemudian, ia mengingat tiga perempat hal-hal itu sampai pada akhirnya segel itu rusak saat kami semua berada di Nami no Kuni. Madara sudah mengingat semuanya, tetapi untungnya ia tidak mengamuk atau melakukan hal-hal yang mencurigakan. Kurasa ia masih belum mau memberitahu dengan jelas kepada kami kalau ia sudah mengingat semuanya, dan mengetahui jati dirinya kalau ia adalah Jichuriki Kyuubi. " Hiruzen melongo sembari menatap dan mendengar setiap penjelasan Hashirama.
Madara seorang Jinchuriki Kyuubi? Satu saja sudah diburu, apalagi dua orang? Sepertinya dunia ini akan menjadi semakin indah.. dengan kedua Jinchuriki Kyuubi ini..
"Tapi, apakah Kyuubi yang ada didalamnya tidak pernah mencoba untuk berkomunikasi dengan Madara? Tidak pernah melakukan apapun terhadap Madara?" Tanya Hiruzen mencoba memastikan. Izuna pun menggelengkan kepalanya.
"Tidak. Ani-ue, sejak hari itu sampai kemarin tidak pernah menggunakan chakra Kyuubi, walaupun ia merasakan kalau ada yang aneh pada sistem chakranya. Tapi anehnya Kyuubi juga tidak mengganggunya walaupun ia tahu kalau Madara telah menggunakan Kyuubi seperti itu saat pertarungannya dengan si bodoh itu.." Jelas Izuna sembari melirik tajam sang Shodai yang sedang depresi ditempat itu.
"Selama berapa tahun?"
"5" Jawab Izuna dan Hashirama berbarengan. Kening Hiruzen pun mengkerut. "Tapi tidak mungkin jika ia tidak menyadarinya 'kan? Madara sudah dewasa dan lima tahun adalah waktu yang sangat cukup bagi Kyuubi untuk bertemu muka dengan muka dengan Jichurikinya. " Komentar Hiruzen.
"Tapi memang seperti itulah yang terjadi. Mau bagaimana lagi..hah.." Kata Hashirama sembari menghela nafas panjang. Hiruzen pun mengurut kepalanya yang terasa pening. Kemudian ia pun meminta izuna melepas segelnya.
Sembari Izuna melepas segelnya, Hiruzen mengatakan bahwa ia berjanji tidak akan mengatakan hal itu pada satu jiwa pun, menandakan bahwa dirinya bisa dipercaya oleh ketiga orang ini.
Kemudian mereka bertiga pun keluar dari kantor Hokage dan mencari makanan untuk dimakan dan dimasak dirumah. Sementara mereka tidak akan mengikuti ujian chunin dulu dan menyerahkannya pada chi bunshin mereka untuk mengurusnya.
Sementara itu di Shi no Mori...
"Hyaahh!" Naruto berteriak dengan kedua matanya yang menatap nyalang pada seekor ular besar di hadapannya. Dengan memasang kuda-kuda yang tepat, ia berlari maju berhadapan dengan ular besar itu sembari menyebutkan satu jutsu Kenjutsu yang telah menjadi favoritnya itu.
"Hiraishingiri!" Teknik pedang ciptaan Tobirama Senju itu pun dipergunakannya dalam membelah bagian perut dari ular yang akhirnya mati setelah terkena jutsu Naruto. Darah pun menyiprat sampai kewajahnya. Naruto pun melihat pantulan wajahnya yang terkena cipratan darah itu dengan bagian besi dari pedang yang Tobirama berikan padanya yang biasa digunakan oleh tobirama semasa peperangan dahulu.
Kemudian, dengan kasar ia pun mengelapnya dengan bagian lengan dari jaket hitamnya itu dan saat ia melihat kedepan, ia harus menghadapi tiga ekor ular yang ukurannya lebih besar lagi dari yang sebelumnya. Ia menengok kebelakang dan ia dapat merasakan chakra Sasuke yang sedang bertarung dengan Orochimaru, dibantu dengan Izuna karena ketiga orang yang lainnya dipanggil oleh panitia.
Kenapa? Karena ketiga orang itu sudah pasti akan menang dan jika kebablasan, mereka bisa membunuh para peserta di ujian ini dengan mudahnya nanti. Dan jika iya, maka itu akan menjadi masalah yang cukup berat. Namun, akhirnya Anko memperbolehkan salah satu anggota Uchisen membantu Team 7 setelah Madara membeitahunya bahwa dari awal ujian, Team 7 tengah diincar oleh seseorang.
Dan orang itulah yang sekarang sedang bertarung dengan dua orang Uchiha yang memiliki gaya rambut mirip. Namun, salah satu diantara mereka tentu saja lebih kuat dan saat ini, Izuna Uchiha yang dipilih untuk membantu Team 7 dalam keadaan genting seperti ini pun mengaktifkan Mangekyo miliknya setelah sudah lama tidak ia gunakan.
Orochimaru, salah satu dari Densetsu no Sannin dan juga orang yang mengincar Sharingan milik Sasuke pun terkejut karena anak yang mirip Sasuke itu memiliki Mangekyo Sharingan. Sama seperti Itachi Uchiha yang dulu pernah ia ingin ambil Sharingannya.
"Siapa kau sebenarnya?" Desis Orochimaru tajam. Setahunya, Uchiha yang tersisa hanya ada 3 orang didunia ini. Izuna pun hanya memberikan seringai ala penjahat andalannya dan kemudian ia pun menutup kedua matanya sejenak dan sedetik kemudian, ia membuka kedua matanya. Dan bersamaan dengan itu, sebuah aura berwarna jade pun muncul dari kaki Izuna dan terus tumbuh keatas sampai membentuk sebuah kerangka tengkorak.
Di tangan kanannya terdapat sebuah trisula panjang dan di tangan kirinya terdapat sebuah busur panah (Mirip Sasuke punya). Dan Orochimaru hanya bisa memandangnya dengan terperangah saat ini.
'Itachi saja pasti belum bisa mengeluarkan makhluk seperti itu! Kekuatan macam apa sebenarnya yang sharingan miliki!?' Batin Orochimaru frustasi karena hanya dengan melihat sedikit kekuatan yang Izuna tunjukkan, Orochimaru semakin terpacu untuk mendapatkan kekuatan mata itu secepat mungkin.
'Tidak hanya Sasuke, tapi juga anak itu..khukhukhu..' Batin Orochimaru senang.
Dari dalam Susano'onya, Izuna hanya menatap datar Orochimaru sembari menunggu maniak ular dan pedofil itu bergerak untuk menyerang. Izuna yang sejak kecil sudah biasa bertarung pun dapat dengan mudah mengetahui siasat dan keinginan Orochimaru yang sekarang ini tidak hanya mengincari Sasuke, tapi juga mengincar dirinya.
"Nii-san, diatas sana!" Tunjuk Sasuke. Izuna pun dengan segera langsung melayangkan tangan kiiri Susano'onya yang memiliki anak panah, dan ditembakkannya anak panah itu kearah pedofil akut itu, namun sayangnya ia dapat menghindarinya dengan mudah.
"Hn.." Izuna menggumam riang disana. Orochimaru yang melihat sebuah senyum ejekan yang terlihat di sudut bibir Izuna pun menoleh keatasnya dan betapa kagetnya saat ia melihat satu anak panah berwarna jade itu sekarang menjadi ribuan.
"Dasar bocah Uchiha sialan!" Gerutu si ular tua itu. Orochimaru pun dengan jutsu elemen tanahnya membuat perlindungan baginya dan saat ada kesempatan, ia sukses memberikan sebuah gigitan pada leher Sasuke. Sasuke pun berteriak kesakitan dan Izuna mengutuki dirinya karena kelengahannya dan karena pikiranya yang tengah menyiapkan sebuah rencana. Namun sayangnya Sasuke sekarang sudah terkena gigitan ular tua itu dan Orochimaru pun menghilang begitu saja.
Izuna menonaktifkan Susano'onya sembari mengecek luka Sasuke. Ia pun mengeluarkan chakra penyembuhnya, walaupun memang tidak sehebat Hashirama. Kemudian, tak lama Naruto datang dengan penampilan yang acak-acakan. Darah ada dihampir sekujur tubuhnya. Bukan karena darahnya sendiri, tetapi karena darah ular-ular yang ternyata ada yang bisa membelah diri sendiri disana. Pedangnya pun dipanggulnya di atas bahunya. Kedua matanya menatap datar Sasuke yang sedang disembuhkan oleh Izuns.
"Zu-nii? Apa Sasuke terkena segel kutukan si pedo itu?" Izuna pun mengangguk saja sembari memfokuskan chakranya. Namun tak lama, ia merasakan 6 sumber chakra yang berada didekat sini.
"Kalian berenam bisa keluar sekarang" Kata Izuna tanpa menoleh kesamping sama sekali. Naruto juga hanya menghela nafas lelah sembari duduk didekat Sasuke dan sekarang Sakura yang masih pingsan karena tekanan chakra membunuh yang Orochimaru telah keluarkan tadi. Naruto langsung saja juga mengeluarkan chakra penyembuh yang baru saja 3 jam yang lalu dipelajarinya dari bunshin Hashirama. Ia mencoba untuk memperbaiki sedikit sistem chakra Sakura yang masih tidak beraturan itu.
Dan keenam orang yang dimaksud oleh Izuna pun keluar dengan takut-takut, walaupun dua orang diantara mereka tidak terlalu menunjukkannya sama sekali. Izuna yang melihat kedatangan mereka pun tersenyum tipis. "Ah, ternyata kalian ya.. teman-temannya Naruto-kun.." Dan keenamnya pun mengangguk kecil.
"Hei Naruto! Cepat bersihkan noda darahmu itu dari tubuhmu. Kau itu terlihat sok hebat dengan penampilan seperti itu didepan Hinata tahu" Komentar Kiba dengan tampang cemberutnya sementara Hinata hanya menunduk malu saja disana.
'Ya ampun! Aku tidak percaya jika masih ada Uchiha di Konoha. Tapi kenapa bisa dia mirip dengan Sasuke-kun?' Batin Ino saat melihat ketampanan Izuna. Menurutnya Izuna terlihat lebih hidup dengan sifat murah senyumnya itu dibandingkan dengan Sasuke.
"Ya-ya.. urusan itu bisa nanti saja. Sekarang aku punya banyak hal yang harus kukerjakan dattebayo" Kata Naruto sembari memasukan pedangnya kedalam sarungnya dan diletakan kembali dibelakang punggungnya.
"Naruto.." Izuna pun memanggil Naruto dengan tatapan serius. "Kita perlu bicara sekarang." Naruto pun menengok kearah teman-temannya. "Pribadi tentunya" Naruto mengangguk. Kemudian mereka semua pun mulai meninggalkan tempat dimana Team 7 berada. Naruto pun membuat empat buah Kagebunshin untuk berjaga-jaga dan setelahnya ia mengikuti Izuna kearah timur dari tempatnya semula.
Izuna pun menghela nafas dalam-dalam. "Aku ingin kau merahasiakan salah satu hal yang kuberitahukan padamu dan mengingat dengan baik hal yang lainnya yang akan kuberitahu padamu karena kupikir kau sudah bisa dipercaya untuk belajar merahasiakan informasi yang berlabel berat.." Kata Izuna. Naruto pun mengangguk.
"Yosh! Aku pasti bisa merahasiakannya dattebayo!"
.
.
.
TBC...
A/N : Bingung mau ngomong apa..hehe.. tapi mohon maaf deh jika masih banyak typo yang beredar dan saran juga misalkan ada yang mau menyumbang ide juga ditunggu..hehehehe..
See you next Chapter! :3
