Chapter 10
warn: typos/ gaje/ my first fanfict/ooc/woman rape man/ rate: M for language and lemon/ mohon maaf apabila cerita mungkin agak melenceng dari summary-nya(maybe). Newbie author/NOT FOR UNDER 21 YEARS OLD, and etc
don't like don't read.
Naruto is Masashi Kishimoto
saya ucapkan terima kasih banyak buat semua dukungan kalian untuk fanfic absurd saya ini.
keterangan usia chara:
Naruto: 22 tahun
Konan: 23 tahun
Yugao: 27 tahun
Tayuya: 22 tahun
Shizuka: 22 tahun
Guren: 23 tahun
Let the story begin...
suatu pagi yang indah di desa Konoha
di salah satu kamar yang ada di rumah megah milik sang Sichidaime hokage, Naruto masih terlihat berbaring di atas kasur. tapi beberapa menit kemudian pemuda ber iris blue safir tersebut mulai membuka matanya. setelah diperkosa semalaman Naruto tanpa sengaja tertidur karena kelelahan yang sangat luar biasa menyerang tubuhnya. ia melihat jam di dinding kamar Konan yang menunjukkan angka 10.24. ternyata ia bangun kesiangan hari ini. Naruto mencoba merubah posisi berbaringnya menjadi posisi duduk, tapi ia tidak bisa melakukan hal itu karena tangan dan kakinya yang masih terikat di tiap ujung kasur king size milik Konan. ia melihat ke kanan dan kirinya tapi ia tidak menemukan ke 4 kekasihnya yang semalam memperkosanya.
'sebenarnya yang laki-laki di sini siapa sih ? aku atau mereka ? ' tanya Naruto dalam hatinya. 'kenapa malah aku yang selalu diperkosa ?' lanjutnya membatin.
'akui saja Naruto bahwa kau memang tidak perkasa di atas ranjang. hahahaha...' jawab Kurama dari mindscape Naruto sambil tertawa. ternyata Kurama mendengar perkataan Naruto barusan.
Naruto langsung drop dengan aura suram karena perkataan Kurama barusan. sementara Kurama langsung berhenti tertawa dan langsung sweetdrop saat melihat Naruto yang langsung down dengan aura suram.
"he-hei Naruto aku hanya bercanda. jangan dianggap serius." ucap Kurama yang tidak tega saat melihat Naruto.
'ter-ternyata aku-aku memang tidak perkasa.' ucap Naruto dalam hati masih dengan aura yang suram.
"HEI BAKA GAKI KAU DENGAR AKU TIDAK ?!" ucap Kurama yang kesal karena dicuekin.
'ternyata aku memang tidak perkasa.' ucap Naruto lagi dalam hati. ia tidak peduli dengan ucapan Kurama barusan.
Naruto langsung memotong tali yang mengikat tangan dan kakinya menggunakan elemen fuuton miliknya. ia lalu duduk di tepi ranjang dengan wajah menunduk dengan aura suram di atas kepala kuningnya. sementara Kurama hanya bisa sweetdrop lagi saat melihat Naruto memotong tali yang mengikat tangan dan kakinya menggunakan elemen fuutonnya tapi masih dengan kondisi suram tersebut.
'hah...' Kurama hanya menghela nafas, lalu melanjutkan acara tidurnya. ia sudah tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk mengembalikan semangat sang hokage muda tersebut.
Naruto berjalan gontai keluar kamar Konan dengan keadaan telanjang. ia langsung menuju kamarnya sendiri untuk membersihkan diri.
setelah selesai membersihkan dirinya dan memakai pakaian resminya, ia berjalan keluar kamarnya menuju dapur. meski sudah membersihkan diri dan berpakaian rapi, ternyata aura Naruto masih tetap suram seperti sebelumnya. ia berjalan dengan wajah menunduk menuju dapur dengan aura suramnya masih setia mengikutinya.
"ohayou Naruto chan/kun." ucapan sambut ke 4 kekasih Naruto saat mereka melihat Naruto berada di dekat dapur. mereka sudah terlihat segar dan rapi. tapi sapaan yang awalnya bersemangat langsung berubah melemah saat mereka melihat Naruto berjalan menuju dapur dengan kondisi suram. mereka langsung sweetdrop saat Naruto tidak menjawab sapaan mereka dan lebih memilih pundung dipojokan dapur sambil mematahkan sebuah ranting yang entah dia dapatkan dari mana.
"sebenarnya aku ini laki-laki atau perempuan sih ?" gumam Naruto berulang-ulang sambil memainkan ranting yang ia patahkan barusan di lantai dapur rumahnya. 4 kekasih Naruto semakin sweetdrop dan khawatir saat melihat tingkah Naruto yang biasanya bersemangat menjadi suram begini.
'ap-apa semalam ka-kami berlebihan ya ?' batin ke 4 kekasihnya bersamaan saat melihat kondisi Naruto.
"Na-Naruto kun ka-kamu baik-baik saja kan ?" tanya Shizuka dengan sedikit terbata-bata.
"sebenarnya aku ini laki-laki atau perempuan sih ?" jangankan menjawab, Naruto malah menggumamkan kalimat yang sama.
"hah..." ke 4 kekasihnya hanya menghela nafas saat sang pemuda bersurai kuning tersebut tidak menjawab pertanyaan dari salah satu kekasihnya.
setelah beberapa saat pundung, akhirnya Naruto berjalan menuju salah satu kursi meja makan yang menyatu dengan dapur rumahnya. Naruto memakan makanan yang sudah disiapkan oleh para kekasihnya dengan aura yang masih tetap sama. bedanya Naruto sudah tidak bergumam lagi, tapi dia makan dengan aura yang membuat 4 kekasihnya merasa sangat bersalah padanya.
setelah memakan sedikit sekali makanannya, Naruto langsung berlalu dari dapur menuju pintu depan rumahnya. kini Naruto hendak berangkat ke kantornya.
"minna aku berangkat dulu." ucap Naruto yang masih bertahan dengan aura suramnya.
"ha-hai' Naruto kun/chan." ucap 4 kekasihnya yang sweetdrop saat melihat Naruto hendak berangkat menuju kantor hokage dengan aura seperti itu.
selama perjalanan menuju kantornya, banyak warga desa biadsa, shinobi atau kunoichi, dan teman seangkatannya yang khawatir saat melihat Naruto berangkat ke kantor dengan keadaan begitu.
'apa yang terjadi pada Hokage sama ?' batin orang-orang saat melihat keadaan Naruto yang berjalan gontai menuju kantornya.
Naruto berjalan menembus ramainya penduduk Konoha yang sedang beraktifitas dengan aura suram yang masih setia menyelimutinya. bahkan ada beberapa anak-anak kecil yang menangis saat melihat Naruto yang menuju kantornya.
setelah sampai di kantornya ia langsung menempelkan dahinya di atas meja kerjanya yang sudah diganti. jendela yang pecah juga sudah tidak ada bekasnya, seolah-olah tidak pernah terjadi apapun pada kantor tersebut. setelah beberapa saat berlalu pun Naruto masih dalam keadaan suram.
tok tok tok
terdengar suara pintu kantor hokage diketuk, tapi Naruto masih tetap tidak bergeming dari posisinya. sepertinya kata-kata Kurama tadi benar-benar 'jleb' buat Naruto.
dok dok dok
ketukan pada pintu kantor hokage tersebut terdengar lebih keras dari sebelumnya.
"masuk." ucap Naruto akhirnya memberi izin pada sang pengetuk pintu untuk masuk, meski Naruto masih dalam posisi dan auranya yang tidak berubah sama sekali.
cklek
pintu kantor hokage terbuka dan memperlihatkan sesosok pemuda berambut nanas aka Shikamaru.
Shikamaru langsung sweetdrop saat melihat keadaan Naruto. entah sudah berapa orang yang Naruto buat sweetdrop saat melihat keadaannya.
"apa yang terjadi denganmu Naruto ?" tanya Shikamaru pada Naruto yang masih menaruh kepalanya di atas meja.
"aku baik-baik saja Shika." jawab Naruto tanpa merubah posisinya.
"hah..." Shikamaru hanya menghela nafas saat mendengar jawaban Naruto barusan. "aku kesini ingin menyerahkan beberapa dokumen yang telah aku selesaikan." lanjut Shikamaru sambil menaruh setumpuk dokumen ke atas meja Naruto.
"hai' terima kasih Shika." ucap Naruto.
"Naruto, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu ?" tanya Shikamaru dengan nada serius.
"hai'." jawab Naruto yang masih down. sepertinya Naruto tak begitu peduli dengan apa yang akan ditanyakan si pemuda nanas padanya meskipun nada yang ditekankan Shikamaru terdengar serius.
"sebenarnya apa yang merubah sikapmu semalam Naruto ? kemarin pagi kau terlihat ceria dan bersemangat, akan tetapi semalam saat pesta yakiniku dirumahku mengapa sifatmu berubah ? apa ada sesuatu yang menganggumu ?" tanya Shikamaru beruntun pada sang hokage dihadapannya.
"tidak ada. semalam aku hanya kecapekan saja. dan maaf jika aku merusak pestamu dengan perubahan sikapku semalam." jawab Naruto yang langsung bangkit dari posisi downnya saat mendengar pertanyaan beruntun dari asistennya.
"tidak Naruto. kau tidak merusak pestaku." ucap Shikamaru sembari menggelengkan kepalanya. "tapi setidaknya jujurlah padaku tentang apa yang menganggumu saat pesta semalam." lanjut Shikamaru dengan nada serius. pemuda berambut nanas tersebut sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Naruto semalam.
"maaf Shika." ucap Naruto yang langsung berdiri dan melihat ke desa Konoha melalui jendela kantornya sembari membelakangi sang asisten. " 'tapi itu bukan urusanmu.' " lanjut Naruto dengan nada penuh penekanan.
Shikamaru tidak berani bertanya lebih jauh lagi tentang apa yang menganggu Naruto. kini Shikamaru hanya terdiam di tempatnya berdiri. ia tidak tahu lagi apa yang bisa ia lakukan untuk meringankan masalah si pemuda berambut kuning tersebut.
setelah beberapa menit saling berdiam, akhirnya Shikamaru memutuskan untuk meninggalkan Naruto sendirian di dalam kantornya. sementara Naruto masih tetap memandangi keadaan desa melalui jendela kantornya.
mungkin jika dilihat dari belakang ia sedang melihat desa, tapi sebenarnya Naruto sedang tidak fokus pada keadaan desa yang ia pimpin. sebenarnya Naruto sedang memikirkan apa yang terjadi pada perasaannya.
"sebaiknya aku menemui Kurama." gumamnya pada dirinya sendiri.
ia mengambil posisi duduk bersila dan menutuo matanya. Naruto sedang berkonsentrasi untuk memasuki alam bawah sadarnya. beberapa saat kemudian ia bisa memasuki mindscapenya.
mindscape
Naruto muncul di atas kepala Kurama yang terlihat sedang tertidur.
"hai Kurama." sapa Naruto pada si rubah ber ekor 9.
"akhirnya kau sudah normal kembali Naruto." ucap Kurama pada Naruto sembari membuka mata merahnya.
Naruto langsung turun dari kepala sang rubah yang sedang mengibaskan 9 ekornya kesana kemari.
"Kurama bisakah aku bertanya tentang sesuatu ?" tanya Naruto pada sang partner saat kakinya sdah menyentuh genangan air dibawahnya. Naruto bertanya dengan nada yang serius.
"apa itu Naruto ?" tanya Kurama sembari memperhatikan gerak gerik Naruto.
"apa kau tahu perasaan apa yang akhir-akhir ini selalu menyelimuti hatiku ketika aku bertemu dengan orang-orang Hyuuga ? tanya Naruto. "aku seolah tidak bisa mengendalikan emosi yang bergejolak di hatiku saat aku melihat mereka, terutama 'Hiashi'." lanjut Naruto menjelaskan tentang apa yang ia tanyakan pada sang partner. tidak lupa juga ia menekankan nama 'Hiashi' di akhir ucapannya barusan.
"hm..." terdengar Kurama yang sedang bergumam sembari menutup matanya. setelah beberapa saat bergumam Kurama mulai membuka matanya kembali. "apa yang kau rasakan di hatimu adalah kebencian Naruto." jawab Kurama. "kebencian bisa lahir dari mana saja. dan salah satunya adalah sakit hatimu saat lamaranmu ditolak oleh Hiashi." jelas Kurama pada Naruto.
"kebencian ya." gumam Naruto pada dirinya sendiri.
"perlu kau ketahui Naruto, kekuatan kebencian sangatlah menakutkan. karena kebencian, dapat merubah kepribadian manusia. karena kebencian, seseorang dapat melakukan sesuatu di luar akal sehat manusia. dan karena kebencian pula manusia dapat kehilangan akal sehatnya, dan salah satu contohnya adalah 'Uchiha Madara'." jelas Kurama panjang lebar pada Naruto. Kurana juga menekankan kalimatnya saat ia mengucapkan 'Uchiha Madara'.
"apa maksudmu Kurama ?" tanya Naruto yang merasa tersinggung karena ia disamakan dengan sang hantu shinobi.
"kebencian itu juga datang dari rasa kasih sayang pada sesuatu yang berlebihan. lalu saat kau tidak bisa memiliki sesuatu yang kau cintai atau kau kehilangan sesuatu tersebut..." Kurama menjeda kalimatnya sebentar sebelum melanjutkan. "rasa kasih sayangmu akan berubah menjadi rasa kecewa yang sangat dalam. lalu dari kekecewaan tersebut akhirnya terlahir sebuah sifat baru yang kita sebut kebencian." lanjut Kurama menjelaskan.
"apa aku memang terlalu berlebihan dalam mencintai Hinata, Kurama ?" tanya Naruto yang mulai mengerti dengan penjelasan sang partner.
Kurama langsung tersenyum saat melihat pemuda di depannya mulai mengerti dengan apa yang ia jelaskan. "satu saran saja dariku Naruto." ucap Kurama dengan nada serius.
Naruto langsung memasang wajah serius dan langsung menajamkan telinganya saat Kurama akan memberinya saran.
"tempatkanlah cintamu pada sesuatu atau seseorang secukupnya saja. jangan terlalu mencintai sesuatu yang belum tentu kau miliki, jadi saat kau tidak bisa memiliki hal tersebut maka kau tidak perlu merasakan sakit hati yang berlebihan. dan yakinlah jika cintamu ditolak atau disia-siakan, Kami sama pasti akan menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih baik dan lebih indah. Karena hanya Kami sama yang tau mana yang terbaik buatmu dan juga Kami sama selalu mempunyai rencana untuk semua makhluknya." ucap Kurama menjelaskan panjang lebar.
Naruto langsung tersenyum saat mendengar perkataan Kurama barusan. hatinya sudah sedikit lebih lega dan juga ia sudah mulai menemui titik terang dari akar permasalahan kebenciannya.
"arigatou Kurama." ucap Naruto sembari tersenyum tulus. dan setelah itu Naruto berkonsentrasi untuk keluar dari mindscapenya.
dunia nyata...
Naruto mulai membuka matanya saat ia kembali dari mindscapenya. lalu ia berdiri dari posisi duduk beesilanya dan melihat ke arah desa. setelah memandang desa beberapa saat ia pun tersenyum lalu duduk di meja kerjanya untuk mengerjakan beberapa dokumen dan memberi stempel pada dokumen yang diserahkan oleh Shikamaru tadi.
Naruto terus bekerja dengan senyuman yang senantiasa terukir pada wajah tampannya. saking asyiknya bekerja Naruto tidak sadar bahwa hari sudah mulai menginjak jam 2 siang. ia lalu berdiri dari kursi kerjanya dan meregangkan badannya.
tok tok tok
setelah meregangkan otot, Naruto mendengar pintu kantornya diketuk oleh seseorang.
"masuk." ucap Naruto memberi izin pada sang pengetuk pintu.
cklek
di depan kantornya terlihat 4 orang wanita yang masing-masing membawa bento di kedua tangan mereka. yup tidak lain dan tidak bukan mereka adalah para kekasih Naruto.
'akui saja Naruto bahwa kau memang tidak perkasa di atas ranjang. hahahaha...' entah kenapa Naruto malah teringat ejekan dari Kurama tadi pagi saat Naruto melihat ke 4 kekasihnya berdiri di depan kantornya. ia langsung pundung di salah satu sudut kantornya dengan aura suram lagi.
tentu saja hal tersebut membuat 4 kekasih Naruto langsung sweetdrop. 'perasaan tadi Naruto sudah baikan. kenapa sekarang begini lagi yah ?' ucap ke 4 wanita yang sedang berdiri di depan kantor Naruto.
"Na-Naruto kun ka-kami ingin mengajakmu makan siang. kan tadi ka-kamu hanya ma-makan sedikit sekali. ja-jadi kami berempat mem-membawakanmu bento untuk makan siang." ucap Shizuka yang menjadi perwakilan ketiga kekasih Naruto yang lain. ia berucap dengan sedikit terbata-bata.
"aku tidak lapar Shizuka chan." jawab Naruto menolak ajakan kekasihnya dengan suara lemahnya.
"jika kamu tidak makan, nanti kamu bisa sakit Naruto chan." kali ini Konan yang berbicara.
"tidak. aku kan sudah bilang bahwa au tidak la-" krruuukkk
ucapan Naruto terputus akibat suara perutnya sendiri. sontak hal tersebut membuat 4 kekasihnya terkikik geli saat mendengar suara perut Naruto.
Naruto malah semakin down saat mendengar 4 kekasihnya terkikik geli akibat mendengar kebohongannya.
"ayolah Naruto chan kita makan bersama." ajak Yugao sembari memperlihatkan puppy eyes no jutsu nya. 3 kekasih Naruto yang lain juga melakukan hal yang sama.
"ugh..." Naruto paling tidak kuat menghadapi jutsu para kekasihnya yang satu ini.
"ayolah Naruto kun/chan kita makan bersama." ucap mereka bersamaan masih dengan puppy eyes no jutsunya masing-masing.
"iya-iya ayo kita berangkat." ucap Naruto yang sudah tidak kuat menghadapi jutsu andalan mereka. entah kenapa dia selalu merasa tidak berdaya jika menghadapi 4 kekasihnya.
"yay." 4 kekasih Naruto langsung senang bukan main saat Naruto menuruti ajakan mereka.
"hah..." semenatara Naruto hanya menghela nafas saat melihat tingkah kekanakan 4 kekasihnya. tapi setelah itu seulas senyum langsung terlihat di wajah tampannya.
akhirnya mereka ber lima berangkat untuj makan siang bersama.
setelah makan siang dan bercanda bersama 4 kekasihnya, Naruto merasa hatinya sangat nyaman. dia langsung kembali ke kantornya menggunakan hiraishinnya saat Naruto melihat 4 kekasihnya mulai menunjukkan tanda-tanda akan 'menyerang' dirinya.
dan disinilah dia sekarang di dalam kantor tempatnya bekerja. saat tangannya akan mengambil sebuah dokumen, Naruto baru teringat janjinya kepada sang tahanan cantik yang ia janjikan pembebasan bersyarat hari ini.
'setelah menyelesaikan semua dokumen ini, aku akan membuat surat pembebasan untuk Guren.' ucap Naruto dalam hati sembari tersenyum.
'sepertinya kau akan memiliki kekasih baru lagi ya, Naruto ?' tanya Kurama dari dalam mindscapenya.
'jangan ngawur kalau ngomong, dasar baka kitsune !' jawab Naruto yang kesal dengan omongan Kurama.
'jika bukan kekasih baru, kenapa kau senyum-senyum sendiri baka gaki ?!' tanya Kurama lagi berusaha memojokkan Naruto.
Naruto yang ditanya seperti itu langsung bungkam seribu bahasa. ia langsung salting sendiri. 'cih diamlah !' jawab Naruto yang tidak mau meladeni omongan sang partner.
Kurama yang mendengar Naruto mendecih dan melihat Naruto salting hanya menyeringai senang. setelah itu Kurama kembali melanjutkan tidurnya.
beberapa saat kemudian...
Naruto telah menyelesaikan semua dokumen sekaligus surat pembebasan bersyarat untuk Guren. Naruto melihat jam di dinding kantornya yang menunjukkan pukul 17.27. 'ternyata sudah sore.' ucap Naruto dalam hati.
Naruto langsung berdiri dari kursi kerjanya, lalu berjalan keluar dari kantornya. Naruto meninggalkan gedung hokage dan menerobos keramaian penduduk desa yang tengah beraktifitas sore itu dengan langkah yang cepat. meskipun berjalan cepat Naruto tetap membalas atau tersenyum saat disapa para warga desa yang melihatnya lewat.
beberapa saat berjalan akhirnya Naruto sampai di tempat tujuannya. ia langsung memasuki gedung tahanan di hadapannya dan langsung menuju sel Guren.
"hai Guren chan." ucap Naruto dengan nada ceria saat ia sampai di depan sel Guren.
"hai Naruto kun." jawab Guren dengan nada kaku. tapi suara Guren barusan menunjukkan ada sedikit nada kebahagiaan saat melihat pemuda kuning tersebut datang.
"jangan kaku begitu Guren chan. aku datang kesini untuk menepati janjiku kemarin." ucap Naruto sembari menunjukkan sebuah surat yang ia keluarkan dari haori yang Naruto kenakan. "sesuai janjiku kemarin. aku akan memberikan surat pembebasan bersyarat untukmu." lanjut Naruto sambil menunjukkan kertas menunjukkan kertas yang ia pegang kehadapan Guren.
mata Guren langsung membelalak terkejut saat ia mendengar apa yang di ucapkan Naruto barusan. 'ternyata Naruto kun tidak bercanda.' ucap Guren dalam hati. tanpa sadar air mata Guren telah jatuh dari pelupuk matanya. ia tidak pernah menyangka bahwa masih ada orang lain yang peduli padanya.
"arigatou hiks Naruto kun" ucap Guren sembari terisak. ia sangat terharu dengan kelembutan dan kepedulian Naruto terhadapnya.
"ayo kita keluar dari sini." ucap Naruto sambil membuka pintu penjara khusus milik Guren. Naruto menempelkan tangannya yang ia aliri chakranya pada fuin di pintu sel penjara Guren untuk membuka sel khusus tersebut.
setelah pintu sel terbuka, Guren langsung berjalan keluar lalu menghambur memeluk Naruto. ia mengusapkan wajahnya yang penuh air mata ke bahu Naruto. Naruto langsung membalas pelukan Guren sembari mengelus punggung wanita bersurai biru tersebut berusaha menenangkan wanita yang tengah memeluknya saat ini.
"arigatou Naruto kun. arigtou..." Guren terus mengucapkan terima kasihnya kepada Naruto sambil mempererat pelukannya terhadap pemuda dihadapannya.
Naruto juga mempererat pelukannya terhadap wanita bersurai biru tersebut. tangan Naruto juga masih mengelus punggung Guren.
"ayo aku antar kau ke toko pakaian dulu" ucap Naruto pada Guren yang sudah mulai agak tenang dan perlahan wanita tersebut melepaskan pelukannya terhadap Naruto. Guren menatap bingung ke arah Naruto saat mendengar apa yang dikatakan pemuda bersurai kuning jabrik tersebut. "kau harus mengganti pakaianmu dulu. jika kau keluar dengan pakaian begini maka kau akan menarik perhatian para warga desa." lanjut Naruto menjelaskan maksudnya mengajak Guren ke toko pakaian.
"hm... baiklah." jawab Guren. "tapi Naruto kun yang bayar ya." lanjut Guren dengan nada manja.
"iya." jawab Naruto singkat. "Guren chan pegang tanganku." ucap Naruto sambil mengukurkan tangan kanannya.
Guren hanya mengangguk dan langsung memegang tangan Naruto yang terulur padanya. setelah saling berpegangan, kedua orang tersebut langsung menghilang dari sana dan muncul di dalam sebuah toko pakaian di desa Konoha. Guren agak terhuyung saat sampai di toko baju tersebut, karena ini kali pertamanya ia pergi ke suatu tempat menggunakan hiraishin. Naruto mendudukkan Guren di sebuah kursi di dalam toko tersebut.
"kau pilih saja pakaian yang kau suka." ucap Naruto kepada Guren. ia lalu mengeluarkan kunai yang memiliki fuin hiraishin di gagangnya. "aku mau pergi sebentar. setelah kau selesai memilih pakaian dan aku belum datang, goyangkan saja kunai ini ke kanan dan ke kiri, lalu aku akan datang menjemputmu." lanjut Naruto kepada Guren.
"hai' Naruto kun." jawab Guren yang mengerti. "kalau boleh tahu, memang Naruto kun mau kemana ?" tanya Guren yang sepertinya kurang nyaman jika ditinggal oleh Naruto.
"aku ada urusan sebentar. jika sudah selelsai aku akan kesini lagi. dan jika belum maka goyangkan saja kunaiku." ucap Naruto disertai senyumnya yang menawan.
"hai'." jawab Guren akhirnya.
Naruto mengelus kepala Guren lalu pergi menggunakan hiraishinnya menuju rumah Shikamaru.
Guren langsung memilih beberapa baju yang ia suka. setelah itu ia mencobanya di kamar ganti. untung hari sudah mulai masuk malam jadi toko baju tersebut tidak terlalu ramai pengunjung. jadi Guren bisa lebih leluasa memilih dan mecoba baju yang ia suka.
sementara itu dikediaman Nara...
terlihat sang kepala keluarga Nara sedang duduk sendirian sembari menikmati kopi buatan istrinya di ruang tamu. Shikamaru aka sang kepala keluarga terlihat sedang memikirkan sesuatu. 'sebenarnya apa yang membuatmu berubah menjadi seperti tiu, Naruto ?' ia masih berpikir tentang apa yang mengubah sifat Naruto saat pesta yakiniku semalam.
tok tok tok
Shikamaru berhenti berpikir saat ia mendengar suara pintuk rumahnya diketuk. Shikamaru mengangkat badannya dengan malas lalu berjalan menuju pintu rumahnya.
'siapa yang bertamu ya ?' ucap Shikamaru dalam hati sembar berjalan menuju pintu depan.
cklek
"oh ternyata kau Naruto. mari silahkan masuk." ucap Shikamaru saat membuka pintu depan rumahnya dan mempersilahkan masuk Naruto.
"terima kasih Shikamaru." ucap Naruto sembari melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah Shikamaru.
"silahkan duduk. mau kopi atau teh ?" Shikamaru mempersilahkan Naruto duduk di sofa ruang tamunya sembari menawari sang hokage minuman.
"tidak usah repot-repot. aku cuma sebentar kog." jawab Naruto sembari tersenyum. "lagipula sebentar lagi aku masih harus menjemput seseorang." lanjut Naruto sembari duduk di sofa.
"apa ada sesuatu yang penting ?" lanjut Shikamaru bertanya pada Naruto.
"tidak aku kesini hanya untuk minta maaf padamu soal sikapku tadi pagi saat di kantor." ucap Naruto kepada Shikamaru.
"oh... masalah itu. iya tidak apa-apa kog." jwab Shikamaru santai. "jadi apa kau sudah mau bercerita tentang apa yang mengganggumu ?" lanjut Shikamaru bertanya pada Naruto.
"hai'" jawab Naruto mantab. "tapi sebaiknya informasi ini jangan sampai bocor ke siapapun." lanjut Naruto dengan nada serius.
"kau bisa mempercayaiku Naruto." ucap Shikamaru dengan nada yang serius pula.
lalu Naruto menceritakan tentang awal mula dari sifatnya yang sejak 3 tahun lalu berubah menjadi dingin sampai bagian dimana ia menghakimi keluarga Hyuuga kemarin sesaat setelah Shikamaru meninggalkannya sendirian. (kecuali bagian dia diperkosa para kekasihnya tentunya).
"APA ?!" Shikamaru sangat terkejut dan berdiri dari sofanya saat mendengar bahwa Naruto memberikan sebuah kebijakan sepihak kepada keluarga yang paling dihormati di desa Konoha. "Naruto, Hiashi Hyuuga merupakan orang penting dari para tetua desa. jika para tetua lain mengetahui kau memperlakukannya seperti itu, kau bisa dilengserkan dari jabatanmu sebagai hokage !" ucap Shikamaru dengan nada sedikit panik.
"apa kau tidak ingat apa yang aku katakan saat sidang council tempo hari, Shikamaru ?" tanya Naruto dengan santainya. Naruto seperti tidak begitu peduli jika ia akan dilengserkan dari jabatannya.
Shikamaru mencoba mengingat kembali tentang apa yang dikatakan oleh pemuda di hadapannya saat sidang council tempo hari. Shikamaru langsung ternenenung saat ingat apa yang dikatakan Naruto.
"sebenarnya apa tujuanmu, Naruto ?" tanya Shikamaru dengan nada serius sekaligus penasaran.
"aku sendiripun juga tidak tahu. hehehe..." jawab Naruto dengan wajah bodohnya sambil menggaruk kepala belakangnya.
GUBRAK
Shikamaru langsung terjungkal kebelakang saat mendengar jawaban dan melihat ekspresi bodoh Naruto.
"bagaimana bisa kau tidak tahu ?" tanya Shikamaru dengan nada kesal sambil bangun dari acara terjungkalnya barusan.
"tujuanku yang sebenarnya akan dijawab oleh berjalannya waktu Shikamaru." kali ini Naruto menjawab dengan nada serius.
"sejak kapan kau suka bermain misteri dan rahasia Naruto ?" tanya Shikamaru.
"entahlah..." jawab Naruto sekenanya. "baiklah aku mau pamit dulu Shikamaru." lanjut Naruto berpamitan pada sang tuan rumah.
"hah... baiklah." jawab Shikamaru kepada Naruto. setelah itu Shikamaru mengantar Naruto sampai pintu depan.
"terima kasih atas waktumu Shikamaru. aku pergi dulu." setelah berucap seperti itu Naruto langsung menghilang menggunakan hirashinnya.
di toko pakaian tempat Guren berbelanja...
Guren ternyata masih memilih pakaian yang menurutnya bagus dan akan cocok untuknya.
Naruto muncul di depan toko pakaian tempat ia meninggalkan Guren beberapa menit yang lalu. seteah itu ia masuk untuk mencari keberadaan wanita bersurai biru tersebut.
tapi Naruto langsung sweetdrop saat melihat Guren yang kesulitan membawa pakaian yang akan ia beli ke arah kasir. Naruto dengan sigap langsung membantu wanita tersebut untuk membawa belanjaannya ke kasir.
sang pegawai yang bertugas di kasir langsung dengan sigap menghitung semua pakaian yang telah ditaruh di atas meja kasir oleh Guren.
setelah sang pegawai toko menghitung totalnya...
"total semua pakaian yang dibeli nona ini adalah 1.279.430 yen." ucap sang pegawai penjaga kasir.
DUARR
Naruto langsung membeku dengan background petir menyambar saat mendengar nominal yang di ucapkan oleh pegawai berwajah cantik dihadapannya.
"ap-apa nona tidak salah menghitungnya ?" tanya Naruto mencoba memastikan.
"tidak Hokage sama. semua pakaian yang diambil nona muda ini merupakan koleksi terbaru tahun ini." jawab pegawai tersebut.
"ugh..." Naruto langsung memegng dadanya yang merasakan sakit saat ia tahu bahwa isi dompet dan tabungannya akan langsung lenyap jika harus membayar semua pakaian yang dibawa Guren.
"a-anoo Guren chan bisakah kamu mengurangi sedikit saja belanjaanmu ?" tanya Naruto yang mencari celah untuk menyelamatkan isi dompet dan tabungannya.
"tidak Naruto kun." jawab Guren singkat. "tadi kan Naruto kun sendiri yang bilang bahwa aku boleh memilih pakaian apapun yang aku suka." balas Guren kepada Naruto. "apa jangan-jangan Naruto kun mau mengingkari janji ?" ucap Guren dengan mata berkaca-kaca.
"ugh..." Naruto langsung terhuyung saat melihat mata Guren yang berkaca-kaca. 'apa semua perempuan bisa melakukan hal tersebut ya ?' tanyanya dalam hati. 'mereka benar-benar mengerikan.' lanjut Naruto membatin.
"ti-tidak. ak-aku tidak mungkin mengingkari janjiku sendiri." ucap Naruto sedikit tergagap.
"terima kasih Naruto kun." ucap Guren lalu mengambil semua belanjaannya yang sudah di bungkus plastik, lalu berjalan keluar dari toko pakaian dan menunggu Naruto di luar toko.
sementara pegawai di depan Naruto sudah mulai merasakan badannya memanas. wajahnya sudah mulai memerah, matanya menjadi sayu, dan peluh mulai membasahi seluruh tubuh dan wajahnya. bahkan seragam yang dikenakan pegawai tersebut sudah basah oleh peluhnya. ia menggerakkan badannya kesana-kemari karena merasakan gejolak dalam tubuhnya yang semakin menjadi-jadi setiap detiknya.
"hokage sama, anda boleh membayar setengahnya saja." ucap pegawai perempuan yang tengah horny tersebut.
mata Naruto langsung berbinar saat mendengar hal itu. "be-benarkah ?" tanya Naruto dengan nada antusias. 'tapi perasaanku kog tidak enak ya ?' ucap Naruto dalam hati.
"ha-hai'." jawab pegawai tersebut. "tapi dengan satu syarat..." lanjut perempuan tersebut dengan suara yang sexy.
"apa syaratnya ?" tanya Naruto penasaran. perasaan Naruto semakin tidak enak.
"anda harus menjadi 'milik saya' malam ini." ucap pegawai tersebut dengan nada yang sangat sensual.
"oh tidak perlu. aku akan membayar semuanya." ucap Naruto yang langsung kehilangan nada antusiasnya. ia langsung memberikan sejumlah uang kepada pegawai wanita tersebut. dan setelah membayar tagihnnya Naruto langsung keluar dari toko.
"apa sudah dibayar Naruto kun ?" tanya Guren yang berada diluar toko.
"hai'." jawab Naruto dengan nada lemas. 'beristirahatlah dengan tenang di alam sana dompetku...' ucap Naruto dalam hatinya sambil menangis.
"maaf Naruto kun jika aku merepotkanmu. tapi bolehkah aku bertanya satu hal padamu ?" ucap Guren dengan nada agak ragu.
"tanya saja Guren chan ?" ucap Naruto dengan nada lemah. sepertinya Naruto masih meratapi nasib dompetnya yang telah 'pergi ke alam sana(?)'.
"di mana aku akan tinggal Naruto kun ?" tanya Guren kepada Naruto.
DUAR
lagi-lagi Naruto berdiri membeku dengan background petir menyambar. 'ugh... bagaimana aku bisa lupa dengan hal sepenting itu ?' rutuk Naruto dalam hati.
"uh... dimana ya ?" tanya Naruto pada dirinya sendiri sambil memasang pose berpikir.
beberapa saat kemudian...
"apa aku boleh tinggal di tempat Naruto kun sementara waktu ?" tanya Guren kepada Naruto yang dari tadi terus berpikir.
"wah maaf Guren chan tapi-" ucapan Naruto seketika berhenti saat pemuda bersurai kuning tersebut melihat Guren menggunakan puppy eyes no jutsu nya.
"baiklah kau boleh tinggal di tempatku." ucap Naruto yang akhirnya mengalah. "tapi nanti jangan terkejut saat sampai di kediamanku." lanjut Naruto kepada Guren yang langsung mengangguk antusias dengan perkataan Naruto.
setelah itu mereka berdua berjalan menuju kediaman megah sang Sichidaime hokage.
beberapa menit kemudian mereka ahirnya sampai di kediaman sang Sichidaime hokage aka rumah Naruto.
"tadaima..." ucap Naruto sembari membuka pintu rumah megahnya.
"Naruto kun apa kau tinggal bersama orang lain ?" tanya Guren penasaran.
"okaeri Naruto kun/chan." pertanyaan Guren langsung terjawab oleh 4 suara wanita yang menyambut kedatangan Naruto.
Konan, Yugao, Tayuya, dan Shizuka muncul dari arah dapur stetelah menjawab salam Naruto barusan. ke 4 wanita tersebut langsung menghambur memeluk Naruto hingga membuat pemuda tersebut sedikit terdorong ke belakang.
"siapa wanita ini Naruto kun ?" tanya Shizuka kepada Naruto.
"bu-bukankah kau Guren chan ?" pertanyaan tersebut bukan muncul dari Naruto melainkan dari Tayuya. "kau Guren si pengguna kekkei genkai shoton itu kan ?" ucap Tayuya memastikan bahwa ia tidak salah lihat.
"hai' ini memang aku, Yuya chan." jawab Guren dengan nada santai tapi terkesan sopan. "lama tidak bertemu sepertinya kau bisa melihat kembali Yuya chan." lanjut Guren berbasa basi. Tayuya langsung memeluk wanita bersurai biru tersebut.
"hai'. ini semua berkat Naruto yang mengembalikan penglihatanku seperti sedia kala." jawab Tayuya dalam pelukannya. sepertinya kedua orang ini memiliki hubungan yang cukup dekat saat mereka berdua menjadi budak Orochimaru. "bagaimana kabarmu Guren chan ?" tanya Tayuya menanyakan keadaan Guren sembari melepaskan pelukannya.
"beberapa tahun ini aku menjadi tahanan desa Konoha. tapi seperti yang kau lihat Naruto kun telah memberiku kebebasan bersyarat." ucap Guren sembari menunjuk Naruto.
"lebih baik kita makan malam dulu. karena Naruto kun sudah datang." ucap Shizuka memotong pembicaraan kedua wanita tersebut.
setelah Shizuka berucap demikian, semua orang disana langsung berjalan menuju dapur yang menjadi satu dengan ruang makan. kecuali Guren yang harus menaruh semua pakaian yang ia beli barusan ke dalam sebuah kamar yang ditunjukkan oleh Naruto.
mereka makan diselingi candaan oleh Tayuya, Guren, atau Naruto. sementara Yugao, Shizuka, dan Konan hanya sesekali tertawa.
rumah megah Naruto yang 3 tahun yang lalu kelam dan sepi, kini berubah menjadi ramai dan penuh warna sejak kedatangan ke 5 wanita yang ada di sana.
setelah makan malam usai mereka semua berkumpul di ruang keluarga untuk mengobrol kecuali Naruto dan Guren yang masuk ke kamar masing-masing. Naruto ke kamarnya untuk mebersihkan dirinya setelah seharian beraktifitas. sementara Guren juga membersihkan dirinya lalu mengganti pakaian tahanannya dengan pakaian yng baru dibelikan Naruto barusan.
setelah beberapa menit Naruto membersihkan dirinya, ia keluar dari kamar mandi yang ada di dalam kamarnya dengan handuk melilit pinggangnya. ia tak langsung mengambil pakaian seperti biasanya. ia memilih rebahan di atas kasur dengan handuk yang masih setia melilit pinggangnya.
sementara Guren yang telah selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya berencana akan ke ruang keluarga untuk bersantai dengan 4 kekasih Naruto. tapi gejolak dalam tubuhnya kembali menguasai dirinya kala ia melewati depan pintu kamar Naruto. badannya terasa panas, matanya menjadi sayu, dan deru nafasnya mulai tidak beraturan.
tanpa sadar tangannya telah memegang knop pintu kamar Naruto lalu membuka pintu tersebut dengan perlahan.
cklek
Guren masuk dengan mengendap endap seperti seorang pencuri. ia menutup dan mengunci pintu kamar Naruto dengan sangat perlahan hingga hampir tidak menimbulkan suara.
Guren berjalan mendekat ke arah Naruto yang sedang rebahan di atas kasur dengan handuk yang melilit pinggang pemuda tersebut. sepertinya Naruto tidak sadar bahwa ada 'penyusup' yang memasuki kamarnya. Guren berdiri diam di samping kaur Naruto. ia melihat detail wajah Naruto yang sepertinya sudah terbuai mimpi.
'tampan sekali.' ucap Guren dalam hati saat ia melihat wajah Naruto. ia melihat dari atas kebawah hingga pandangannya berhenti pada penis Naruto yang masih tertidur. 'aku sudah tidak tahan lagi.' lanjutnya membatin.
lemon start guys...
Guren mulai dengan melucuti pakaian yang ia kenakan saat ini. vaginanya sudah sangat basah dan terus berkedut minta dimanjakan. peluh sudah membasahi sekujur tubuhnya yang putih dan bersih.
setelah melucuti pakaian yang ia kenakan ia mulai melepas ikatan handuk Naruto dengan hati-hati dan perlahan. terbesit rasa takut dalam hatinya jika sampai Naruto terbangun dan mengusirnya dari kediaman sang pemuda.
tapi akal sehat Guren sudah lenyap. ia sudah tidak peduli dengan apapun lagi. yang terpenting buatnya sekarang adalah menyetubuhi lelaki dihadapannya saat ini. Guren sudah tidak peduli lagi jika nantinya ia akan diusir dari rumah sang pemuda.
setelah handuk tersebut lepas, Guren langsing takjub dengan apa yang ada dihadapannya saat ini. sebuah penis dengan ukuran yang 'wow' buatnya. ia menyentuh penis tersebut dengan jari lentiknya. hal tersebut membuat sang pemuda menggeliat dalam tidurnya.
'sebaiknya aku mencari sesuatu untuk menahan gerakan Naruto jika ia bangun nanti.' ucap Guren dalam hati.
setelah itu Guren mulai membuka laci di kamar Naruto satu persatu dengan perlahan dan berusaha tidak membuat suara yang bisa membangunkan sang pemuda.
setelah beberapa saat mencari akhirnya ia menemukan sebuah lakban hitam di sebuah laci yang berada di samping lemari pakaian Naruto.
setelah itu ia mengangkat kedua tangan Naruto ke atas kepala bersurai kuning tersebut lalu membungkus kedua tangan Naruto menggunakan lakban yang ia temukan. Guren melakban dari jari sampai siku tangan Naruto. ia juga melakban kaki Naruto sampai lutut untuk berjaga-jaga jika Naruto nanti terbangun dan memberontak menggunakan kakinya. setelah selesai melakban kaki Naruto sampai lututnya, ia juga melakban mulut Naruto berjaga-jaga jika Naruto berteriak.
setelah selesai dengan pekerjaannya, Guren menaruh lakban tersebut di meja dekat kasur Naruto, lalu mengambil sebuah lotion kulit yang ia gosokkan di kedua telapak tangannya.
setelah dirasa cukup licin Guren mulai menggosok penis Naruto menggunakan kedua tangannya.
tentu saja sentuhan Guren membuat sang pemilik kejantanan terbangun dari mimpinya. "hhhmmmpppp hhhmmppp ?! (apa yang terjadi ?!)" Naruto bergumam sambil menggeliat mencoba menjauh dari rangsangan yang diberikan Guren pada penisnya. ia melihat kedua tangan dan kakinya yang sudah dilakban oleh Guren.
"oh... ternyata Naruto kun sudah bangun." ucap Guren dengan nada sexy. wajahnya sudah sangat memerah dan peluh membasahi sekujur tubuhnya yang telanjang bulat. "malam ini kau akan menjadi 'milikku' suka atau tidak." ucap Guren dengan menekankan kata 'milikku'.
Naruto membelalak terkejut saat ia mengetahui bahwa ia akan diperkosa oleh wanita pengguna shoton yang kini sedang mengocok penisnya.
"HHHHMMPPPP HHHMMPPPPP !( KUMOHON HENTIKAN !)" Naruto bergumam sambil berusaha menjauhkan badannya dari jangkauan Guren yang akhirnya berujung sia-sia.
"tenang saja Naruto kun. aku akan memperlakukanmu dengan lembut." ucap Guren sambil mempercepat kocokan tangannya pada penis Naruto.
"hhhmmmppphhh~ hhhhhmmmppphhh~" desahan telah keluar dari mulut Naruto yang dilakban. tanpa sadar ia telah menikmati kocokan Guren pada penisnya.
Guren yang mendengar Naruto mendesah tertahan semakin mempercepat gerakan tangannya pada penis Naruto. mulutnya mulai menjilat dan menghisap puting Naruto untuk menambah kenikmatan kepada sang pemuda bersurai kuning jabrik tersebut.
tangan kiri Guren sudah berpindah ke vaginanya sendiri. ia menggesekkan tangan kirinya ke vaginanya sendiri untuk memberikan kenikmatan pada tubuhnya sendiri.
setelah beberapa saat, tangan kanan Guren akhirnya merasakan penis Naruto berkedut tanda bahwa Naruto akan mencapai puncaknya. Guren semakin mempercepat kocokan tangannya. mulutnya sesekali berpindah ke telinga Naruto. Guren juga semakin mempercepat gesekan tangan kirinya pada vaginanya untuk memberi kenikmatan pada dirinya sendiri. mulutnya juga semakin gencar memberi kissmark pada bahu, leher, dan perut Naruto.
"hmmmpphhhh~ hhhhhhhmmmppp~ hhhhmmpppphhh~ HHHHMMMMPPPHHH~" Naruto melenguh saat ia mencapai puncaknya. badannya melengkung ke atas saat ia mencapai orgasmenya. spermanya menyembur keluar ke atas lalu jatuh mengenai perutnya.
"aaahhh~ aaahhhhh~ aaahhhh~ AAAHHHHH~" tidak lama setelah Naruto mencapai puncaknya, Guren juga melenguh tanda bahwa ia juga mencapai puncaknya.cairan cinta Guren keluar membasahi sprei kasur Naruto.
tapi kocokan tangan Guren pada Penis Naruto tidak berhenti. tangan kanan Guren terus mengocok kejantanan Naruto agar penis Naruto tetap tegak berdiri.
"hhhhmmmmppp~ hhhhmmmpppphhhh~" Naruto tidak berhenti mendesah setelah mencapai orgamse karena penisnya yang akan tidur dipaksa terus berdiri oleh Guren dengan terus mengocoknya.
tangan Guren berhasil membuat penis Naruto tetap berdiri dengan gagah. setelah itu Guren berhenti mengocok penis Naruto dan mulai berpindah posisi ke atas tubuh Naruto dan mengapit badan pemuda bersurai kuning tersebut menggunakan kedua kaki jenjangnya.
Naruto yang melihat Guren berpindah ke atas tubuhnya langsung menggeliat kesana-kemari mencoba menghindar.
"hhhmmmmppp hhhhmmmmppp. (kumohon jangan.)" Naruto bergumam sembari menggelengkan kepalanya.
"tenang saja Naruto kun." ucap Guren pada Naruto yang ada dibawahnya. setelah itu Guren membungkukkan badannya dan mendekatkan kepalanya ke arah telinga Naruto. "nanti kau juga akan menikmatinya." bisiknya tepat pada telinga Naruto.
bisikan Guren membuat Naruto semakin ketakutan. ia semakin menggeliat berusaha menjauh. tapi usahanya sia-sia saja karena badannya yang sudah dikunci oleh kedua kaki jenjang Guren.
setelah itu Guren menurunkan sedikit badannya dan mengarahkan penis Naruto ke arah vaginanya.
"HHHMMMPPPP HHHMMMMPPPP HHHMMPPP ! (HENTIKAN GUREN CHAN !)" Naruto bergumam lebih keras dengan mata melotot. ia berusaha menghentikan aksi Guren yang hendak memperkosanya. tapi Guren tidak peduli dengan gumaman atau pelototan dari Naruto.
"aaaahhhhh~" Guren mendesah nikmat saat ia menggesek-gesekkan penis Naruto pada pintu vaginanya. hal itu berbanding terbalik dengan Naruto yang semakin menatap horror ke arah Guren. Naruto semakin berusaha menggerakkan tubuhnya. tapi jepitan kaki Guren membuatnya tidak berdaya.
blesss
"aaahhhh~" "hhhhhmmmpp" dengan gerakan mendadak Guren memasukkan seluruh penis Naruto masuk kedalam vaginanya. hal itu membuat Guren mendesah dan Naruto yang bergumam sembari menutup matanya. air mata keluar dari mata Naruto yang terpejam.
Guren dengan sigap menjilati air mata Naruto. hal itu membuat Naruto semakin merinding.
"sebentar lagi kau akan menikmati ini Naruto kun~" ucap Guren berbisik ke telinga Naruto setelah selesai menjilati air mata pemuda bersurai kuning tersebut. setelah berbisik Guren langsung meraup telinga Naruto sambil menggerakkan pinggangnya naik turun.
"eeeemmmhhhh~ eeeemmmhhhh~" Guren mendesah tertahan dalam kegiatannya meraup telinga Naruto.
sementara Naruto menutup matanya rapat-rapat berusaha menolak kenikmatan yang mendatangi tubuhnya.
"hhmmpppp~" tapi usaha Naruto langsung berhenti saat mulut Guren berpindah ke nipple Naruto. Guren menjilati dan menggigit lembut nipple Naruto membuat pemuda tersebut mendesah tertahan.
Guren tersenyum dalam aktifitasnya menjilat dan menghisap nipple Naruto. ia juga semakin mempercepat goyangan pinggangnya untuk memompa penis Naruto.
"aahhh~ aahhhhh~ ahhhh~ aaahhhh~" Guren melepaskan jilatan dan hisapannya dari nipple Naruto sehingga ia bisa mendesah dengan leluasa.
"hhhmmmppp~ hhhhmmpppp~ hhhmmmppp~" Naruto tanpa sadar juga ikut mendesah saat Guren semakin mempercepat pompaannya pada penis Naruto.
peluh sudah membasahi tubuh telanjang mereka berdua. mereka sudah kehilangan akal sehat mereka. mereka sudah terhanyut dalam permainan mereka, sampai-sampai mereka tidak sadar bahwa 4 kekasih Naruto sedang mengintip kegiatan mereka dari luar jendela kamar Naruto.
mereka berempat sudah menonton aksi Guren memperkosa Naruto sejak mereka mendengar desahan Guren dari kamar Naruto. mereka mencoba masuk ke kamar Naruto melalui pintu, tapi karena pintu kamar Naruto terkunci jadi mereka memutuskan untuk menonton lewat jendela kamar Naruto.
mereka memanjakan diri mereka sendiri dengan menggesekan tangan mereka sendiri ke vagina mereka yang masih tertutup celana.
"aaahhhh~ aahhhh~ aahhhh~ aahhh~ hhhmmmmm~ aahhhhh~" desahan Guren semakin terdengar erotis saat ia semakin mempercepat gerakan pingganggnya yang naik turun.
"aahhhh~ aahhhh~ ahhhh~ aaaaahhh~ AAAAAHHHHHH~" "hhhmmpppphhhh hhhmmppphhh~ hhhmmmmpppp~ HHHHHMMMPPPP~" Guren langsung melenguh saat ia mencapai orgasmenya. tidak lama setelah itu Naruto juga ikut melenguh tertahan saat ia merasakan otot vagina Guren yang menjepit penisnya sangat kuat. Naruto mengeluarkan spermanya ke dalam vagina Guren. mereka saling bertukar cairan cinta masing-masing. tapi vagina Guren tak mampu menampung semua sperma Naruto, jadi sebagian sperma Naruto meluber keluar dari vagina Guren.
lemon end guys...
"hah hah hah..." terdengar suara deru nafas Guren yang terengah-engah setelah mencapai orgasmenya. Guren mencoba mengatur nafasnya yang memburu. sementara Naruto juga sedang mengatur nafasnya. mereka masih belum sadar jika ada 4 wanita yang mengintip mereka.
"AAAHHHHHH~" "AAHHHHHH~" "AAHHHHHHH~" "AAAHHHHHH~" Naruto dan Guren terkesiap saat mereka mendengar 4 lenguhan dengan suara yang berbeda dari luar kamar Naruto.
Guren langsung turun dari kasur Naruto untuk melihat keluar jendela asal suara lenguhan tersebut. Guren langsung sweetdrop saat melihat 4 kekasih Naruto telah tergeletak di bawah jendela dengan pakaian lengkap dan tangan mereka uang masih menempel di vagina mereka yang masih tertutup celana. celana mereka terlihat basah di bagian tengah.
"apa yang kalian lakukan di luar kamar Naruto kun ?" tanya Guren kepada 4 wanita yang tergeletak disana dengan nada bingung dan sweetdrop yang belum hilang.
"aaahhh ?!" mereka ber 4 langsung tersentak kaget saat mereka mendengar suara Guren barusan. wajah mereka langsung memerah seperti kepiting rebus.
"Gu-Guren chan sendiri ngapain di dalam kamar Naruto ? telanjang buat lagi." tanya balik Tayuya dengan sedikit tergagap dengan wajahnya yang masih memerah.
blussshhh
wajah Guren juga langsung ikutan memerah malu saat ia lupa memakai pakaiannya kembali.
"ak-aku-" "Guren chan kenapa kau tidak mengajak kami berpesta ?" ucapan Guren langsung dipotong oleh peryanyaan Konan.
"hah ?" Guren menatap bingung para kekasih Naruto.
"biasanya kami 'berpesta' bersama. jika Guren mau ikut, kami tidak keberatan kog." ucap Yugao dengan senyuman yang terukir di wajahnya. tidak lupa juga ia menekankan kata 'berpesta'.
"kami tidak keberatan berbagi Naruto kun dengan siapapun. apa lagi jika orang itu adalah kamu Guren chan. kau sekarang sudah menjadi salah satu keluarga besar kami." kali ini Tayuya yang berucap dengan senyuman terbaiknya.
"tapi jika kamu ingin ikut berpesta kau harus berjanji satu hal..." ucap Shizuka menggantung yang membuat Guren penasaran.
"apa itu Shizuka chan ?" tanya Guren kepada wanita bersurai hitam tersebut.
"Guren chan..." ucap Konan menggantung.
"harus..." lanjut Yugao.
"berjanji..." lanjut Tayuya.
"untuk..." lanjut Shizuka.
"mencintai Naruto kun/chan sepenuh hatimu." ucap mereka kompak. Guren hanya tersenyum saat mendengar syarat yang diucapkan oleh 4 kekasih Naruto.
"hai'. aku berjanji akan mencintai Naruto kun sepenuh hatiku." ucap Guren dengan suara lembut dan senyuman yang terukir diwajahnya.
"baiklah. ayo berpesta !" seru Konan, Yugao, Tayuya, dan Shizuka dengan nada bersemangat. Guren kembali sweetdrop saat melihat ke 4 kekasih Naruto begitu bersemangat saat akan memperkosa sang lelaki tersebut.
ke 4 wanita itu langsung masuk ke kamar Naruto melalui jendela.
"Naruto chan/kun~" ucap ke 4 kekasih Naruto dengan nada sexy saat mereka sudah sampai di dalam kamar. mereka memanggil nama sang pemuda yang masih terikat lakban dan tidak berdaya di atas kasurnya.
Naruto langsung melotot horror saat mendengar suara 4 kekasihnya.
"HHHMMMPPPPP HHHMMMPPP HHHMMMMPPP ! (SIAPAPUN TOLONG AKU !)" Naruto bergumam sambil berusaha menjauh dari ke 4 kekasihnya yang berjalan mendekat ke arah kasurnya.
"Naruto kun~" panggil Konan dengan nada erotis yang membuat Naruto semakin meronta-ronta.
"sekarang adalah~" ucap Yugao dengan nada tak kalah erotis.
"giliran kami ber 4~" ucap Tayuya dengan nada yang sama.
"untuk 'memakanmu'~" ucap Shizuka dengan penekanan pada kata 'memakanmu'.
"hei jangan lupakan aku Yuya chan." ucap Guren sembari cemberut. ke 4 kekasih Naruto langsung terkikik geli saat mereka melihat wajah menggemaskan Guren yang sedang cemberut.
"hai' Guren chan. kami tidak melupakanmu kog." ucap Shizuka sambil masih terkikik.
tapi sebelum mereka memulai Guren berbisik ke telinga Naruto. "aishiteru Naruto kun." ucap Guren.
sementara Naruto hanya membelalak saat mendengar kalimat tersebut keluar dari mulut Guren. tapi beberapa saat setelahnya, Naruto menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya.
dan setelah itu...
"ittadakimasu~" ucap ke 5 kekasih Naruto sebelum mereka memperkosa Naruto sampai pagi.
"HHHHHMMPPPPPHHHH !(TIDAAAAAAKKKKK !)".gumam Naruto yang sempat lupa dengan keadaan karena ucapan Guren tadi.
TBC
Simon: "kita do'a kan saja semoga arwah dari almarhum Uzumaki Naru-(plak)"
Naruto: "author brengsek ! gua belum mati goblok ! dan lagian kenapa sih tiap chapter harus berakhir dengan adegan gue yang diperkosa ?!"
Simon: "itu karena kamu memang tidak perkasa di atas ranjang Naruto.(sambil berlalu meninggalkan Naruto)"
Naruto: (DONGG... langsung pundung dengan aura suram kembali) "bahkan author brengsek itu bilang aku tidak perkasa di atas ranjang."
DUAAKKKK
sebuah batu mengenai kepala Naruto
Simon: "AKU MENDENGARMU NARUTO !"
ternyata pelakunya Simon.
mind to R R minna ?
maaf minna jika masih banyak typos bertebaran, gaje, ooc, kepanjangan dsb...
but I say thank you so much for all of you guys.
thank you very much for your reviews and support.
Simon say...
"see you in next chapter guys"
