*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O
30 DAYS
By : Kiruna Neophilina Phantomhive
Disclaimer : Tite Kubo
WARNING : Shounen-Ai, Typo dimana-mana, EYD, OOC, OC, DLL
OOC :Hakushi, Tokino, Kireina, Yuu, Lilia, Hanaichi, Yukie (mungkin
bakal mucul yang lain lagi)
*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O*O
Chapter 10
Disiang hari yang cukup panas ini, membuat pelanggan Cafe Sakura semakin bertambah banyak. Membuat para pelayan kewalahan, karena kekurangan tenaga pembantu.
'KININGG'
"Hirashimashe." ucap Soi Fong, sambil sedikit membungkukan badannya lalu, kembali keposisi awal lagi(Namanya apa ya? lupa .). "Lebih baik cepat ganti pakaianmu, sepertinya para pelanggan semakin banyak." Lanjutnya sambil tersenyum.
"Ha'i!" balas Toushiro lalu melangkahkan kakinya ke ruang ganti khusus perempuan. Setelah mengganti pakaiannya Toushiro, segera melayani para pelanggan. Hidangan Cafe Sakura terbilang sangat enak bahkan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, selain itu harganya juga cukup murah, makanya tak jarang banyak sekali para pelanggan yang memesan. "Silahkan." ucap Toushiro sambil menyerahkan daftar menu, pada pelanggan laki-laki yang sepertinya tampak suram.
"Saya pesan jus apel saja." balas pelanggan itu tanpa mengalihkan pandangannnya dari luar jendela yang ada disamping kirinya.
"Maaf, tapi jus apelnya habis." ucap Toushiro, pelanggan itu pun menghela nafasnya. "Apa anda, mempunyai masalah?" tanya Toushiro. Curhat dengan salah satu pelayan adalah salah satu dari keistimewaan Cafe Sakura, dan dengan senang hati. para pelayan mendengarkan curahan hati para pelanggannya itu dan memberi saran.
"Tadi pagi, saya ingin mengajak pacar saya kencan. Kebetulan hari ini libur tapi, tidak disangka dia selingkuh dibelakang saya." jawab pelanggan itu dengan nada yang lirih.
"Maaf, sudah membuat anda semakin sedih. Tapi, saya rasa puits d'amour bisa mengembalikan mood anda." balas Toushiro, yang mengingat kalau rasa dari puits d'amour bisa mengembalikan mood seseorang yang sedang galau.
FLASHBACK ON
Pagi itu tampak begitu sepi, Ichigo dan Rukia sudah pergi mengantar Hakushi kesekolahnya dan langsung pergi ke Rumah Sakit.
"Buku resep." ucap Toushiro sambil, membuka buku bergambar yang dia ambil dari kotak biru yang berisi barang-barang penting milik ibu Hakushi. Lembar demi lembar dia buka dan membacanya dengan suasana yang tenang. "Puits d'amour, adalah makanan penutup yang berasal dari paris yang berarti 'Sumur Cinta' blablabla." ucap Toushiro membaca halaman yang berisi resep puits d'amour, yang kelihatannya menarik.
FLASHBACK OFF
"Baiklah." balas pelanggan itu.
"Mohon, tunggu sebentar." pinta Toushiro lalu pergi ke dapur. "Yukie-san, boleh aku memasak sendiri?" tanya Toushiro pada Yukie, yang sedang sibuk membuat es-krim red snow.
"Tentu, disini 'dia' yang paling handal dalam memasak. Walapun sudah berlatih selama bertahun-tahun, belum tentu bisa mengalahkannya hahahaha.." jawab Yukie sambil tertawa dengan rasa sedih.
"Arigatou Yukie-san." balas Toushiro yang sedikit merasa bersalah dengan kehadirannya disini. Yang sepertinya membuat Yukie mengingatnya lagi.
"Oba-Yukie, cukup panggil aku dengan itu. lagi pula aku sudah menganggapmu sebagai keponakanku sendiri."
"Ha'i! Oba-Yukie."
Adegan penuh atraksi pun dimulai diringi dengan bunyi, ketukan dan adukan yang dihasilkan oleh Toushiro. Sedangkan Yukie tampak senang, melihat cara memasak Toushiro sama seperti 'dia' yang telah tiada.
"Ini pesanan anda." ucap Toushiro sambil meletakan piring yang berisi puits d'amour diatas meja.
Pelanggan laki-laki itu kemudian mengambil garpuh dan pisau, dengan rasa malas pelanggan itu memasukan sepotong puits d'amour kedalam mulutnya.
"I,ini enak sekali." Puji pelanggan itu, dengan mata yang terbelalak.
Yap! Puits d'amour ini memang begitu enak. Puff pastry bulat yang didalamnya diisi dengan krim vanila yang kental dan dingin, serta bagian atasnya yang disiram dengan karamel. Sekali gigit saja, sensasi renyah, manis, gurih, creamy, dan wangi vanila akan memanjakan lidah dan hati dari rasa manis dan wangi vanilanya.
"Benarkah?" tanya Toushiro senang, karena dia baru pertama kali membuatnya.
"Iya, mood saya langsung hilang begi-" jawab pelanggan itu terputus ketika melihat wajah pelayan disampingnya. "Toushiro!" lanjut Kusaka, dengan rasa shock, tidak pecaya, dengan apa yang dilihatnya.
"Kusaka." ucap Toushiro pelan, setelah melihat dengan jelas wajah pelanggannya itu. "Maaf, anda memanggil siapa?" tanya Toushiro, buru-buru tersadar dari keterkejutannya.
"Ah, tidak apa-apa." balas Kusaka sambil menggelengkan kepalanya.
"Kalau gitu saya permisi." pamit Toushiro sambil melangkah kakinya.
"Tunggu!" ucap Kusaka sambil memegang tangan kanan Toushiro yang sedang tidak memegang nampan.
"Gawat." gumam Toushiro dalam hati.
"Duduklah." pinta Kusaka dengan nada memohon.
"Tap-"
"Tidak apa-apa, lihat sebagian pelayan disini." ucap Kusaka memotong ucapan Toushiro dan menyuruhnya melihat rekannya yang sudah lebih lama bekerja disini, sedang duduk berhadapan dengan pelangganya atau lebih biasa dibilang mendengarkan curhat pelanggannya. Dengan pasrah, Toushiro duduk didepan Kusaka sehingga wajah mereka berhadapan.
"Apa ada masalah, yang lain?" tanya Toushiro berusaha bersikap seperti dirinya sendiri (baca: saat menjadi taichou.).
"Sifat dan pandangan itu." ucap Kusaka dalam hati. "Nampaknya kau orang baru ya? biasanya sebelum bertanya perkenalkan namamu terlebih dahulu." lanjut Kusaka.
"Yukishiro Fujisaki, Yoroshiku." ucap Toushiro.
"Kusaka Soujiro." ucap Kusaka sambil teresenyum.
"Nah, sekarang apa masalahmu?" tanya Toushiro, yang mulai sedikit jengkel (Wah..sikap premannya kambuh #BLETAKK).
"Hey, hey jangan kesal begitu dengan pelanggan." jawab Kusaka masih dengan senyum yang terlukis diwajahnya.
"Iya, iya. Sekarang apa masalahmu tuan?" tanya Toushiro lagi, dengan menekankan kata akhirnya.
"Ikut aku." jawab Kusaka.
"Hah?" balas Toushiro bingung ikut kemana.
"Ikut aku, kau mau ya?" tawar Kusaka.
"Maaf, aku tidak bisa." jawab Toushiro tidak melihat ekspresi Kusaka yang tampak kecewa dengan jawaban Toushiro.
"Kenapa?" tanya Kusaka.
"Kerjaku baru sebentar, dan sebentar lagi aku harus menjeput seseorang." jawab Toushiro dingin (Hohoho...benar-benar kesifat asli).
"Tidak apa-apa kok." ucap Yukie yang kebetulan lewat.
"Oba-Yukie." sapa Kusaka.
"Kau sudah tampak dewasa rupanya dan terlihat lebih tampan." puji Yukie.
"Oba-Yukie bisa aja. Menurutku Oba-Yukie masih cantik seperti dulu." balas Kusaka.
"Oh, iya kamu mau ngajak Yukishiro kemana?" tanya Yukie.
"Kesuatu tempat." jawab Kusaka, sambil melirik Toushiro yang sepertinya berharap tidak diizinkan.
"Baiklah ba-san izinkan. Kebetulan dia juga, ingin menjeput seseorang." balas Yukie.
"SD Karakura." ucap Kusaka, sambil melihat bangunan sekolah didepannya.
"Iya, memangnya kenapa?" tanya Toushiro yang lagi-lagi dengan nada yang dingin.
"Ah, tidak kok. memang kau ingin menjemp-"
'TENG..TENG..TENG'
Bel sekolah berbunyi dengan kerasnya, anak-anak mulai berhamburan keluar sekolah.
"Nee-san!" sapa Hakushi sambil berlari kearah Toushiro yang berada didepan gerbang.
"Hai, Hakushi sudah lama tidak bertemu ya." sapa Kusaka sambil tersenyum ramah.
"Kusaka-nii." sapa Hakushi. "Kusaka-nii kenal dengan onee-san?" tanya Hakushi.
"Ya..baru saja, apa kau mau ikut?" tawar Kusaka.
"kemana?" tanya Hakushi balik.
"Kesuatu tempat." jawab Kusaka, yang membuat Hakushi penasaran. Dan Hakushi pun berniat menayakannya pada Toushiro tapi, Toushiro hanya membalasnya dengan tatapan 'Entahlah'.
Lalu mereka bertiga memasuki mobil Kusaka, yang diparkir tak jauh dari SD Karakura. Selama perjalanan Kusaka melirik Toushirou yang duduk di jok belakang dari kaca.
Kusaka pun menghentikan laju mobilnya disebuah bukit yang cukup tenang.
"Pemandangan yang bagus" ucap Toushiro dengan tatapan kagum.
"Ayo, kita kesana." ucap Kusaka sambil menggendong Hakushi dan menarik lengan kanan Toushiro, mengajaknya kesuatu tempat.
"Nah, disini lebih indahkan." ucap Kusaka sambil mendudukan Hakushi dipinggir sungai.
"Ya." balas Toushiro sambil menganggukan kepalanya dan duduk disamping kiri Hakushi.
Pemandangan bukit Karakura memang indah ketika musim gugur, daun-daun berguguran terbawa hembusan angin sehingga terlihat seperti, daun yang sedang menari-nari. Air sungai yang begitu bersih dan jernih tak ayal, memanjakan mata yang selama ini melihat sungai yang tampak kotor.
"Kau mau kemana?" tanya Kusaka.
"Sebentar saja." jawab Toushiro lalu pergi meninggalkan Kusaka dan Hakushi.
Dengan perasaan tenang Toushiro melihat-lihat pemandangan bukit Karakura, tapi ada yang membuatnya penasaran dengan suara-suara dibalik semak yang cukup tinggi itu. Toushiro pun membelah bagian tengah semak itu mejadi 2 dengan telapak tangannya.
"A, a, a..." ucap Toushiro terbata-bata dengan tatapan tidak percaya.
TBC
Akhirnya...update juga ./ gomen telat banyak tugas... -_-"
Wahh..kok jadi KusaxHitsu yak xD oke biar kiruna jelasin ^-^ jadi Kusaka itu temen Toushiro sejak kelas 1 SD, Kusaka sangat menyayangi Toushiro dan menganggapnya seperti adik sendiri, tapi waktu semakin berjalan dan mereka berdua semakin tumbuh menjadi remaja yang cantik dan tampan, dan perasaan Kusaka terhadap Toushiro berubah menjadi cinta sejak kelas 2 SMU. Namun sayang, sepertinya Toushiro sudah menemukan pasangannya, akhirnya dengan berat hati Kusaka meninggalkan Toushiro dan berniat pindah sekolah agar, perasaan itu hilang. Tapi, ternyata Kusaka salah perasaan itu masih tetap ada sampai sekarang.
Apakah Kusaka akan berusaha kembali mendapatkan cinta Toushiro?
Lalu apa yang dilihat Toushiro dibalik semak ya?
Tunggu chapter berikutnya ^-^
Haruna Yumesaki
(#Nutup telinga# Ini udah update ^O^, menurutku sama aja rata-rata 6 page xD)
Sui Cide In Stinct
(Gak apa-apa kok ^-^, hahaha kalau Toushi hamil beneran bisa bingung Kiruna, kalau bayinya mau keluar pas lagi syuting nih fic gimana? xD)
Rizuki Aquafanz
(Iya makasih ^0^/ ini udah update.)
Diarza
(Hahaha..itu ucapan yang sering Kiruna pake pas, kaa-san lagi hamil xD "Mah, jangan hoek-hoekan mulu, jadi pingin ikutan muntah".)
Review Please...
