Chapter 10

Seoul, pukul 08.00 pagi

"Oppa (kakak laki - laki)" Seorang perempuan berambut hitam pendek sebahu dengan pancaran mata ungunya yang tersinari oleh matahari pagi melambai pada pemuda berambut orange itu.

"Rukia. Apa yang sedang kau lakukan disini? Kenapa tidak kuliah?"

"Tadi aku melihatmu dari dalam bis. ya sudah aku turun untuk menemuimu. Bagaimana jalan – jalanmu di Hongkong?"

"Menyenangkan" jawab Ichigo sambil menyalakan kameranya.

"Masih setia dengan film? Bagaimana dengan kuliahmu, oppa Ichigo?"

"Tenang saja Rukia. Aku pasti tetap kuliah" Ichigo tetap fokus merekam orang – orang yang berjalan dijalan itu.

"Ya sudah. Nanti kau mau kubuatkan apa untuk makan malam?" tanya Rukia yang berdiri didepan kamera Ichigo.

"Sudah lama aku tak makan kare" Ichigo sedikit menongolkan kepalanya dari balik kamera.

"Baiklah tunggu aku diapartemenmu ya"

"Komawo ne (terima kasih ya)" Ichigo tersenyum dan kembali fokus pada obyek gambar yang sedang direkamnya.

Uruhara , pukul 10.00 pagi

Toko belum terlalu ramai dan disudut tempat seorang gadis berambut orange semu sedang berjongkok sambil menghafal satu demi satu kata yang tertulis dalam buku kecil berwarna merah jambu.

"Annyong – halo, jo enn achim immida – selamat pagi, annyeonghaseyo – selamat siang, ottoshimnik ka? – apa kabar?, mian hamnida – maaf, gamsa hamnida – terima kasih" Orihime bertepuk tangan sendiri menandakan dirinya sudah bisa berbahasa korea.

"yang ini harus kukatakan tidak ya..hehehe" pipinya berubah menjadi merah.

"dangsin-eul joa heyo – saya suka kamu. Na rang sa gwil le – maukah jadi pacarku?" Orihime tersipu malu

"Apa yang kau katakan nona Inoue?" tanya menejer Aizen yang tiba – tiba sudah berjongkok dibelakang Orihime.

"..ne..jer..tidak , tidak ada apa – apa" Orihime mengibas – ngibaskan tangannya lalu berdiri dan Aizen ikut bangkit juga dan pergi membuntuti Orihime karena penasaran.

"ayo katakan" pinta menejer Aizen masih mengejar Orihime.

Kantin Uruhara Dept. store, pukul 13.00 siang

"Aku telah memesan tempat untuk karaoke. Apa kalian mau ikut?" tanya Ulquiorra sambil menutup handphone-nya.

"Aku mau ikut. Kau mau ikut hime-chan?" Tatsuki bertanya pada Orihime yang duduk tepat dihadapannya dan sedang melahap santap siangnya.

"Aku ada kegiatan malam ini, maaf" orihime membungkukan badannya sedikit.

"Jangan – jangan kau kursus bahasa Korea" tebak tatsuki.

"Ne..dari mana kau tahu Tatsuki" wajah Orihime langsung memerah.

Ulquiorra yang sedang menelan makanannya tersedak dan batuk – batuk. Tapi kedua wanita itu tak memperdulikannya. Mereka asyik bercerita tentang Ichigo yang tinggal di Korea.

"Jadi, kau serius ingin berhubungan dengannya?" Tatsuki penasaran dan mengejar Orihime yang bangkit lalu pergi meninggalkan Ulquiorra yang masih batuk – batuk sendirian.

Orihime telah bercerita tentang laki – laki yang ia temui waktu di HongKong pada Tatsuki. Secara Tatsuki telah ia anggap seperti saudara perempuannya sendiri. Cerita sedih atau gembira Tatsuki selalu mau mendengarkan. Apalagi soal laki- laki. Apabila ingin mendekati Orihime harus berhadapan dulu dengannya.

~ oOo ~

Gamsa hamnida dan komawo sama artinya dengan terima kasih.