Just love you
Cast:
Tan Eunhyuk
Choi Donghae
Tan Heechul
Zhoumi
Kim Ryeowook
Kim Yesung
Leeteuk
Kim Kangin
Kim Keybum
Kim Jonghyun
Lee Taemin
Choi Minho
Onew
Lee Joon
Lee Hyun Woo
Kim Soo Hyun
Lee Jongsuk
Kim Woobin
Amber
Dan member lain seiring berjalannya cerita
Synopsis:
"Kenapa kau sangat menyebalkan!"/ "Apapun yang terjadi, aku hanya mencintaimu… hanya kamu dan tidak akan berubah!"/ "Bodoh sekali dia membuat namja sepertimu menangis!"/ "Setelah kita lulus, ayo kembali ke sini!" HAEHYUK STORY
Warning: yaoi/BL (sudah pasti ), AU, EYD dimana-mana, OOC, typo haha, membosankan akut (tidak menerima complain efek samping), membingungkan, cerita pasaran
.
Tidak menerima flame, lebih baik saran yang membangun oke?
Jadi jika tidak suka, jangan dibaca
.
.
.
Chapter 10
Pagi hari di SMA Shinwa.
"Yaa jawab pertanyaanku dulu, Donghae!"
"Apa yang harus aku jawab? Sudah kubilang, tadi itu refleks,"
"Bohong! Jawablah yang jujur! Donghae~" Eunhyuk mengejar Donghae yang berjalan cepat kekelas. Mereka berdua tidak menyadari beberapa orang tengah memperhatikan dari kejauhan.
_skip time_
Eunhyuk kembali menatap kearah pintu. Tidak dapat dipungkiri ada rasa kecemasan di wajahnya. Bagaimana tidak, sejak Donghae menerima pesan pagi tadi dan sampai istirahat kedua, namja bersurai brunette itu tidak menampakkan batang hidungnya. Entah kenapa Eunhyuk langsung mengaitkan dengan kejadian beberapa hari yang lalu. Dimana Donghae mendapat pesan yang tidak menyenangkan dari anggota sepak bola. Akhirnya Eunhyuk memutuskan untuk mencari Donghae. Namja manis ini tidak mau sampai terjadi sesuatu pada captain tim sepak bola itu.
Saat Eunhyuk melewati lorong dekat perpustakaan, Minho yang sedang duduk bersama Taemin memanggilnya.
"Hyukkie hyung!" Eunhyuk menoleh dan menghentikan langkahnya. Minho diikuti Taemin berjalan mendekat. "Apa yang sedang hyung lakukan disini? ingin ke perpus?"
"Aniyo Minho, aku sedang mencari Donghae! apa kalian melihatnya?"
"Donghae hyung? Kami tidak melihatnya sejak tadi pagi hyung,"
"Baiklah, aku pergi dulu nde?" tanpa menunggu persetujuan dua namja ini, Eunhyuk berlari menjauh.
Donghae memakirkan mobilnya. Leeteuk dan Kangin yang terlebih dahulu keluar, disusul Donghae yang mengekor diantara dua sahabatnya ini.
"Aku tidak habis pikir, apa kita masih perlu ikut pertandingan? Kita sudah kelas tiga, sebentar lagi kita akan focus pada ujian! Lagipula ini hanya pertandingan antar SMA favorit! Sungguh tidak menarik,"
"Sudahlah Kanginie, aku rasa tidak ada salahnya! Diumpamakan saja memberi SMA sombong itu pelajaran," kata Leeteuk sambil mengelus punggung namja kekar ini.
"Apa kau sependapat dengannya, Hae? Kita tidak perlu mengikuti pertandingan tidak penting itu kan?" tanya Kangin yang berusaha mencari dukungan.
"Entahlah, aku rasa kita memperlukannya! Bukan dilihat dari seberapa mudah lawan kita, tapi kita khususnya aku butuh sesuatu untuk kembali dekat dengan para anggota yang lain! Sudah lama juga kita tidak latihan bersama," jelas Donghae sambil merangkul pundak Kangin. "Hitung-hitung sebagai refres otak sebelum setumpuk ujian datang,"
"Aish, terserah kalian saja!"
Donghae kembali kekelas. Tidak adanya Eunhyuk membuat namja ini memutar otak. Pergi kemana Eunhyuk? Tumben dia membolos pelajaran paling ditakuti? Donghae mencoba mengirimi Eunhyuk pesan, lama tidak ada balasan membuat namja ini sedikit kesal.
"Donghae! kau sudah kembali?" tanya Ryeowook setengah berbisik.
"Nde, wae?"
"Darimana saja kau?"
"Aku pergi dengan Leeteuk dan Kangin, ada urusan untuk pertandingan tim sepak bola,"
"Sejak kau pergi, Hyukkie terus mencarimu! Istirahat tadi dia mencarimu ke luar dan belum kembali,"
"Hah?" suara Donghae membuat seisi kelas menatapnya.
"Jangan berbicara sendiri! dengarkan penjelasan saya!" gertak sang songsaenim. Ryeowook membungkuk takut, sedangkan Donghae masih saja berekspresi tidak bersalah.
"Pelankan suaramu Choi Donghae!" kata Ryeowook ketus. Donghae tidak memperdulikannya, namja ini hanya memikirkan Eunhyuk.
"Pergi kemana dia?"
"Entahlah, kita tunggu saja sampai bel istrihat berbunyi."
…haehyuk…
Saat bel berbunyi Donghae dan Ryeowook langsung keluar kelas. Mereka mencari Eunhyuk sesekali Ryeowook menelponnya, tetap tidak ada respon. Kangin dan Leeteuk yang sedang bersantai di kantin memanggil mereka. Karena tidak ada tanggapan dan melihat kebingungan pada gelagat Ryeowook dua namja ini memilih menghampiri.
"Ada apa Hae?" tanya Leeteuk.
"Apa kalian melihat Eunhyuk?" tanya Ryeowook yang membuat Kangin dan Leeteuk saling tatap.
"Kami tidak melihatnya, mungkin dia ada di ruang club," jawab Leeteuk yang membuat Ryeowook mengangguk.
"Tapi aneh, sejak tadi dia tidak menjawab panggilanku,"
"Mungkin dia tertidur,"
"Mungkin saja Leeteuk hyung! tapi tidak biasanya dia seperti ini,"
"Hae, tadi aku ke club sepak bola bermaksud untuk memberitahu jadwal pertandingan itu tapi tidak ada satupun anggota disana! Dan Leeteuk bilang tidak ada libur untuk hari ini," perkataan Kangin ini membuat Donghae terdiam. "Aku sudah coba hubungi Ji Sun tapi tidak ada jawaban, tumben sekali si maniak handphone itu,"
"Mungkin aku tahu dimana mereka,"
"Maksudmu Hae?"
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan," Donghae berjalan pergi, Kangin, Leeteuk dan Ryeowook yang penasaran memilih mengikuti sang captain tim sepak bola.
Dilorong, mereka bertemu Minho dan Taemin.
"Hae hyung! darimana? Tadi Eunhyuk hyung mencari hyung,"
"Kalian bertemu Eunhyuk?"
"Nde, tadi Eunhyuk hyung berlarian mencari hae Hyung," jelas Taemin.
"Dimana dia sekarang?"
"Kami tidak tahu, tadi Eunhyuk hyung pergi kesana," jawab Taemin, hal ini membuat Donghae langsung berlari. Otomatis Kangteuk, Ryeowook, bahkan 2min hanya bisa mengikuti.
Donghae menghentikan langkah dan terdiam. benar dugaanya, lapangan yang berada di belakang sekolah tengah ramai oleh beberapa siswa. Donghae tahu mereka, apalagi namja bersurai hitam yang tengah menggiring bola. Kangteuk, 2min dan Ryeowook muncul.
"Donghae wae? hosh… hosh, kenapa kau berlarian tidak jelas seperti itu?" tanya Leeteuk dengan napas terengah. Namja berwajah cantik ini bingung melihat semuanya sedang menatap kearah yang sama dengan Donghae. mau tidak mau Leeteuk meredam emosinya dan mengalihkan tatapan. dia langsung membulatkan mata. "Apa yang mereka lakukan disana? Kita harus menghentikannya! Mereka belum tahu amukanku ya?" Leeteuk menghentikan langkah saat Donghae memegang pergelangan tangannya. "Donghae…"
"Dia pernah bilang semua akan baik-baik saja, dia juga bilang belum terlambat untuk merubah semuanya," kata Donghae yang membuat Leeteuk dan yang lain semakin bingung. "Aku sendiri yang akan turun tangan saat mereka sudah kelewat batas,"
"Aku kenal Hyukkie, disaat seperti ini dia juga pasti tidak mau diganggu," kata Ryeowook menambahi.
Dilapangan, Eunhyuk tengah berlari sambil menggiring bola. Beberapa anggota sepak bola berusaha menghadang. Tapi dengan gesit Eunhyuk berhasil menghindar. Bahkan dengan lihai Eunhyuk memainkan bola, menangkap menggunakan kepala dan diteruskan kembali ke kaki. Para penghadang dapat dengan mudah ditaklukkan, dia bersiap menendang bola, dan dengan tendangan penuh semangat, bola itu masuk kedalam gawang. Semua anggota tertegun, termasuk Donghae, dan gerombolannya yang menonton di pinggir lapangan.
Eunhyuk menampakkan gummy smilenya. dengan mengepalkan kedua tangan ke udara namja manis ini berlari sambil berteriak "GOOOOL"
"2 gol! Bagaimana? Aku tidak bohong kan dengan kemampuanku?"
"Wow bagaimana cara sunbe menendang bola dengan seindah itu?"
"Tadi bolanya kena sudut gawang, itu luar biasa!"
"Kenapa sunbe tidak masuk club sepak bola?"
"Jika boleh pilih dua ekstra kulikuler, aku juga akan memilih club sepak bola sebagai pilihan kedua! Sayangnya hanya boleh pilih satu,"
"Kenapa tidak pilih club sepak bola sebagai pilihan pertama? Sunbe punya bakat!"
"Benar! sunbe sudah seperti pemain profesional,"
"Sejak kecil aku ingin jadi actor bukan atlit! Uang dan ketenarannya lebih banyak kan?"
"Hahaha sunbe bisa saja," semua anggota tertawa, hanya satu yang masih melipat tangan sambil terus menatap Eunhyuk.
"Saat SMP aku pernah ikut ekstra kulikuler sepak bola, aku sering menghabiskan waktu dilapangan untuk melatih tendangan sudut! Kata pak pelatih itu bisa menjadi senjata hebat mengingat masih sedikit kipper yang dapat menangkapnya! tapi itu berubah saat SMA, apalagi saat masuk club teather! mau tidak mau aku harus mengikuti permainan yang ada disana, termasuk tentang perselihan dengan club sepak bola!" Eunhyuk menjeda kalimatnya, menatap namja bersurai merah yang sejak tadi menatapnya sinis. "Seperti kalian, pikiran sudah dimenset untuk membenci club teather karena harus lebih unggul dari yang lain begitupun kami! Padahal itu tidak perlu, bayangkan satu club adalah satu keluarga, dan club lain adalah tetangga! Apa kita bisa hidup sendiri jika tidak ada tetangga di dekat kita? Bisa, tapi tidak akan bertahan lama karena kita makluk social kan?" mereka diam, termasuk si namja bersurai merah.
"Aku sering melakukan kesalahan! Membenci Donghae dan menganggapnya musuh bebuyutan padahal dia tidak pernah berbuat salah, serta memperkeruh hubungan antar anggota sepak bola! Waktu itu aku sangat bodoh, naïf, egois, licik, atau apalah itu! aku kira hanya karena sudah dekat dengan Donghae aku bisa mengajak club sepak bola bergabung, aku melupkan perselisihan antar club yang sudah ada sejak kita belum sekolah disini! Seharusnya aku menunjukkan hubungan baik dulu, jadi tidak terkesan seperti namja licik bermuka polos! Dan aku tidak sepatutnya menggunakan semua waktu Donghae, Leeteuk dan yang lain agar kalian tidak merasa diacuhkan! Mianhamnidha… aku sungguh minta maaf," Eunhyuk membungkukkan badan.
"Kau tidak takut pada kami? aku yakin kau sudah tahu tentang pelaku penyerangan itu?" kata si namja bersurai merah Donghae bersiap. Dibenaknya sudah terbayang bagaimana melindungi Eunhyuk jika terjadi sesuatu. Tapi tanpa diduga Eunhyuk tersenyum.
"Aku akan melakukan hal yang sama! bahkan mungkin lebih parah! Itu juga yang aku katakan pada Donghae,"
"Apa kau yakin kami akan memaafkanmu hanya dengan menang bermain sepak bola?"
"Tidak! jika kalian tidak ingin memaafkanku, tidak masalah! Aku bermain bukan semata-mata ingin mencari simpati kalian! marahlah padaku, tapi jangan pada yang lain apalagi ketua kalian! Jangan sampai hal ini malah memperburuk keadaan club! Tapi kalian juga jangan terus-terusan marah, siklus harus berputar kan? antara membuat kesalahan, menyesal, marah, meminta maaf atau memaafkan dan berusaha menjadi lebih baik."
Donghae yang berdiri ditempatnya, tersenyum mendengar perkataan Eunhyuk ini.
…haehyuk…
Malam ini adalah malam terakhir sebelum pementasan. Eunhyuk tengah menggunting kertas berwarna menjadi bagian lebih kecil sebagai tambahan property. Berkali-kali namja manis ini menghembuskan napas. Hatinya tidak tenang, rasa takut selalu menghantuinya. Ditengah kegundahan itu, handphonenya berbunyi.
"Yobosheo,"
"Hai, kau sudah tidur?" entah kenapa mendengar suara ini Eunhyuk langsung tersenyum. Dia meletakkan peralatannya di meja dan segera pergi ke tempat tidur.
"Belum, aku baru selesai memotong kertas untuk property tambahan,"
"Kenapa kau tidak mengatakannya padaku?"
"Dan kau akan membantu, hahaha ini hanya pekerjaan kecil," kata Eunhyuk yang membuat namja diseberang sana menganggukkan kepala. "Oh iya, kau sendiri kenapa belum tidur? besok adalah penentuannya kan? kau pemain terpenting, jadi harus istirahat yang cukup,"
"Ada yang pernah bilang padaku, bahwa pengawas latihan pun harus bekerja keras untuk mensukseskan sebuah pementasan! Jadi semua anggota itu penting kan?"
"Kau memang pintar bicara," kata Eunhyuk dengan nada kesal. Hal ini membuat namja disebrang sana tertawa puas. "Donghae,"
"Hmm,"
"Apa besok kita akan menang? saingan kita dari berbagai sekolah yang sudah tidak diragukan kemampuannya, dan dibulan bahasa tidak pernah sekalipun SMA kita menang,"
"Kau tidak percaya diri?"
"Tidak begitu, hanya…"
"Kau takut?"
"Tidak!"
"Lalu kenapa kau harus memikirkan hal semacam itu,"
"Aku hanya… huh entahlah, mungkin kau benar! aku kurang percaya diri dan takut,"
"Dengar! menang atau kalah bukanlah sesuatu yang perlu kau pikirkan! Itu hanya bonus dari apa yang sudah kita lakukan, yang paling penting adalah bagaimana kita berusaha untuk melakukannya," jelas Donghae. "Menurutku kita pasti menang! club teather tidak sendiri, kita semua membantu! club teather juga memiliki seorang ketua yang luar biasa hebat, jika aku jadi osis aku tidak akan main-main dengan club teather!"
"Apa aku sehebat itu? aku hanya seorang ketua yang gagal,"
"Kata siapa? perlu kau ingat, yang menilai bukanlah dirimu sendiri tapi orang lain," terlukis senyum dibibir Eunhyuk. "Apa kau ingin semua anggota ikut ragu?"
"Tidak! jangan sampai itu terjadi?"
"Jika kau tidak ingin itu terjadi, maka lebih dulu kau hapus rasa ragumu! Bagaimana kita akan menang jika ketuanya saja masih memiliki keraguan?"
"Nde, mianhae Hae?"
"Kenapa minta maaf?" pertanyaan itu tidak dijawab, hal ini membuat Donghae tersenyum. "Jangan minta maaf, tapi berusaha untuk berubah! mulai sekarang kau harus yakin, otte?"
"Arrasheo, gomawo Hae-ah,"
"Besok aku akan menjemputmu, tenang… tidak usah terburu! Kita berangkat dengan jam yang normal, jadi kau bisa sarapan dulu,"
"Nde,"
"Tidurlah, sudah malam! Besok kita akan kerja keras, selamat malam~"
"Selamat malam~" Eunhyuk menatap layar handphonenya. Tidak bisa dipungkiri terlukis mimic bahagia disana.
…haehyuk…
Keesokan harinya.
Seharian berkutat dengan pelajaran tidak menyurutkan semangat para anggota teather. sore ini mereka berkumpul di ruang club. Bersiap untuk pertunjukkan nanti malam.
"Woobin-ssi tolong pegangi ini," kata Jongsuk yang sedikit kesusahan mengingat banyaknya barang yang dibawa. Belum lagi property pohon yang sangat menyulitkan ruang geraknya. Namja tinggi yang di maksud malah terdiam. Dia masih tidak percaya dengan indra pendengarannya, karena tidak pernah sekalipun namja cantik berbibir sexy itu memanggil namanya. "YAA TIANG LISTRIK! SAMPAI KAPAN KAU MAU DIAM? Tolong aku~"
"Oh n-nde, mianhae Jongsukkie," Woobin segera mengambil alih property yang berat.
"Kau tadi panggil aku apa?"
"Kau keberatan?" tidak ada jawaban hal ini membuat Woobin tersenyum. "Maaf, aku hanya berusaha akrab jadi…"
"Siapa bilang aku keberatan," kata Jongsuk sambil berjalan pergi. senyum Woobin semakin lebar mengetahui semburat merah di wajah namja cantik itu.
Beralih pada bagian kostum. Onew sedang menyentrika jubah pangeran. Sedangkan Joon sedang menata baju dan aksesoris di tempat masing-masing. Selesai itu tidak lupa dia menatap Onew. Melihat ekspresi si penyuka ayam membuat Joon tersenyum.
"Wah jadi terlihat lebih bagus, iyakan Joon-ah?" Onew diam saat mengetahui Joon terus menatapnya. Semburat merah tiba-tiba muncul dari pipi chubby itu. Joon berjalan mendekat, tanpa melepas senyum dia menaruh mahkota putri dipuncak kepala Onew.
"Kau sangat cantik," Onew hanya bisa memalingkan wajah. Entah kenapa tidak seperti yang dulu, candaan Joon yang seperti ini malah membuat jantung Onew berdegup dua kali lebih cepat.
"Yak cukup! Wah~ kalian luar biasa! Amber kau sangat berbeda, benarkan Hyukkie, Wookie?" tanya Leeteuk masih dengan senyum kegembiraan. Eunhyuk dan Ryeowook mengangguk bersama.
"Ini hanya untuk pementasan hyung! setalah selesai, Amber akan kembali seperti semula,"
"Aish anak ini benar-benar…"
"Bagaimana tadi, otte?" tanya Donghaes sambil mendekati Eunhyuk.
"Nde! Donghae memang terbaik!" kata Eunhyuk sambil menunjukkan dua jempolnya.
"Aku kan sudah bilang, tidak ada yang tidak bisa aku lakukan,"
"Huh, sejak kapan kau jadi sombong CHOI DONGHAE-SSI?"
"Aku bukan sombong hanya berbicara kenyataan, TAN EUNHYUK-SSI,"
"Huh kemampuan segitu saja sudah sombong!"
"Kemampuan segitu katamu? Lalu tadi siapa yang melihatku dengan tatapan berbinar?"
"Memang siapa?"
"Kau pura-pura lupa apa memang tidak menyadarinya?"
"Yaa siapa yang melakukan hal seperti itu? jangan memfitnah ikan sok ganteng!"
"Mwo ikan sok ganteng? Lalu kau apa? myeolchi sok manis?"
"Aish, jangan menjiplak ejekanku! Dasar tidak kreatif!"
"Memang kenyataannya seperti itu kan?"
"Dasar Choi Donghae jelek, nyebelin!"
"Mereka mulai lagi," kata Kangin sambil menghembuskan napas.
"Kapan sih mereka bisa akur?"
"Saat sudah menemukan cinta di hati masing-masing! Seperti kita Key~"
"Diamlah dino pabo! Atau kucubit absmu!"
"Sudahlah, biarkan mereka! Anggap saja sebagai peramai suasana," kata Leeteuk dengan senyum lesung pipitnya. Hal ini membuat Yewook, Jongkey, dan Amber saling tatap. Hanya Kangin yang mengangguk sambil tersenyum kecil.
"Sejak kapan hyung menyukai tingkah berlebihan mereka?"
"Sejak…? entahlah! tapi aku suka saat mereka melakukan hal itu! ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan lewat kata-kata!"
"Aish aku tidak mengerti! Yang jelas sekarang perutku lapar! Wookie hyung, lapar~"
"Panggil aku oppa!"
"Hyung, Amber tidak bercanda! sungguhan! lapar maksimal" kata Amber sambil memegang perutnya yang terus berbunyi.
"Tadi kan kita sudah makan?"
"Biarkan saja, Amber memang perut karet!" kata Jonghyun yang langsung mendapat cubitan sayang dari Key.
"Tadi aku bawa kimbap isi telur, tapi langsung dikeroyok yang lain! Entah masih ada sisa atau tidak?" kata Ryeowook.
"Kenapa hyung tidak bilang dari tadi! Pasti sudah habis!"
"Tidak kok, kami tidak serakus itu! masih banyak!" kata Jonghyun tidak terima.
"Kau, Woobin, Joon, Soohyun, dan Minho menyisahkan karena aku yang suruh! Coba kalau tidak?" ucapan Key sukses membuat Jonghyun menunduk malu.
"Sudah sana makan dulu! Aku beri waktu 10 menit, soalnya 20 menit lagi kita harus bersiap," kata Leeteuk sambil menatap jam dinding.
"Nde hyung!" Amber berlari menjauh.
"Untuk kalian juga, beristirahatlah 10 menit! Nanti kita kumpul kembali untuk make up dan finishing kostum! Terutama untuk pemeran pangeran dan putri,"
"Nde!"
_skip time_
"Yaa mana hairspraynya?"
"Hei berikan aku peniti,"
"Ada yang lihat jepitan untuk mahkota?" Onew, Leeteuk, Ryeowook dan Jongsuk sibuk mendandani para pemain. Joon, dan Woobin bertugas memakaikan kostum. Dibantu oleh Eunhyuk, Key, Taemin dan Hyunwoo yang sudah didandani. Para anggota saling bantu dalam menyelesaikan persiapan ini.
"Mana Amber? Semuanya hampir selesai dia malah belum muncul," kata Leeteuk sambil menatap sekeliling. "Onew, untuk make up angin di pucatkan saja! jangan lupa beri gliter di daerah mata,"
"Nde hyung,"
"Eyeshadow Yesung kurang gelap Wookie, oh iya tangani Jonghyun juga ya? tinggal ditajamkan alisnya, aku akan mencari Amber, tolong ya?"
"Nde Leeteuk hyung,"
Leeteuk berjalan menjauh sambil menatap sekeliling. karena tidak juga menemukan Amber, dia memilih mendekati Eunhyuk yang tengah memasang jubah Donghae.
"Kau tidak melihat Amber Hyukkie?"
"Amber? Tidak, aku kira kau tengah mendandaninya,"
"Tinggal dia yang belum didandani! Aish kemana anak itu?"
"Aku akan mencarinya," kata Eunhyuk setelah memberikan bros pada jubah itu.
"Nde, tolong ya? tadi aku sudah mencarinya tapi tidak ada! Padahal make upnya paling rumit,"
"Kemana kau akan mencarinya?" tanya Donghae.
"Mungkin dia sedang ada di toilet atau minimarket depan," jawab Eunhyuk.
"Aku temani,"
"Kau gila? Dengan kostum seperti itu?" pernyataan Eunhyuk membuat Donghae menatap dirinya. "See? Nanti gimana kalau kostumnya kotor? Sudah, pangeran duduk diam saja!" Eunhyuk berjalan pergi, saat namja manis ini membuka pintu betapa terkejutnya dia menemukan tubuh Amber tergeletak di depan pintu.
"AMBER!" teriakan Eunhyuk membuat semua yang ada diruangan menoleh. Donghae segera lari menghampiri, disusul oleh yang lain. Mereka langsung mengerumuni tubuh Amber. "Gwenchana? Amber apa yang terjadi?"
"Sa-sakit oppa hiks, hiks sakit…" Amber menekuk tubuhnya, sambil mencengkram tangan Eunhyuk.
"Kita bawa dia ke rumah sakit terdekat, cepat!"
.
.TBC
.
.
Update cepet soalnya saia ada acara lama banget yang mungkin bisa buat ngaret untuk update next chapnya… #pundung
Wkwkwkw hyukmom disini emang dibuat ndak peka biar hae ngode ambek ikannya beranak 2016 ekor #abaikan
Okelah see you next chap~
