Title:Dr. Feel Good

Author:Ricini Semen

Genre:Romance, Hurt/Comfort, GS, Mature

Rated:M

Cast:-Dio

-Kai

Support Cast:-Sehun

-Luhan

-Yuri as Kim Jong Yul

-BoA as Kim Jong Ah

-Joy 'RV'

-other

Disclaimer:FF nya punya Rim tapi all cast nya punya allah ^o^

warning! mimisan bertebaran! tidak untuk di bawah umur/?*pdhal gue baru umur 18 th

warning! typo(s) is everywhere

Happy Reading ^o^

Disclaimer:Jong In seorang psikolog, ia merasa atau mungkin karena baru lulus ia mendapatkan pasien bernama Do Kyungsoo si penderita Philophobia 'takut jatuh cinta',Eccedentesiast 'menyembunyikan rasa sakit di balik senyum nya' dan Mnemophobia 'takut kenangan yang sudah berlalu' membuat Jong In memutar otak agar pasien nya sembuh 'Kalau begitu, kau mau mencoba SEX denganku?' namun yang terjadi mereka jatuh cinta dan tak bisa di lepaskan. Pair:Kaisoo/Hunhan/other.

chaps 10' Naughty Soo (END)'

Seorang wanita cantik berbalut gaun yang panjang pengantin bewarna cream, pundaknya terekpos memperlihatkan kulitnya yang putih bersih. Rambutnya diikal sedikit dan pada rambutnya di taruh mahkota kecil, pipi tembam nya dipoles blush on, selain itu wajahnya yang di makeup terlihat natural membuat ia sangat cantik di mata para undangan juga mempelai pria. Yeoja itu membawa sebuket bunga, dengan sebelah tangan nya menggandeng sang kakak, perlahan kaki jenjang yang bersih itu mendekati mempelai pria yang sudah menanti dirinya di altar. Kim Jong In, pria itu memakai balutan jas cream dengan rompi hitam dan di hiasi bunga mawar putih di saku jas nya. Rambutnya yang ditata rapih namun tetap namja berkulit tan itu sangat terlihat gentle di mata Kyungsoo, pria tampan itu. Tae Rin, sang anak mengenakan gaun seperti seorang putri di pangkuan Boa, mata yang menurun dari Kyungsoo itu terus memperhatikan sang eomma. Kyungsoo sedikit melirik Tae Rin dari ujung matanya, bayi montok nan cantik itu tertawa kencang membuat Kyungsoo menarik sudut bibirnya untuk tersenyum lalu kembali mengalihkan pandangan nya ke Kai. Pria yang terpaut 1 tahun lebih muda darinya itu sungguh luar biasa, dia merelakan apa yang seharusnya yang ia mau. Memutuskan hubungan mereka saat Joy merombak hubungan mereka, membuat mereka merasakan sama sakitnya, mengorbankan dirinya ketika Kyungsoo hampir disuntik oleh Joy, bahkan sebelum ia mengingat Kai pria tan itu menunggunya tanpa lelah.

"Morf?"panggil lirih Kai menyadarkan lamunan Kyungsoo.

"Ah, mianhe"jawabnya lirih, lalu meletakkan tangan nya pada tangan Kai yang lebih lebar.

"Baiklah, kita mulai saja acara pernikahan nya. Bersediakah kau, saudara Kim Jong In menerima Do Kyungsoo sebagai istri dalam suka dan duka, sehat dan sakit, susah dan senang?"

"Ya saya bersedia"

"Dan bersediakah kau, saudari Do Kyungsoo menerima Kim Jong In sebagai suami dalam suka dan duka, sehat dan sakit, susah dan senang?"

"Ya saya bersedia"

"Dengan ini kalian dinyatakan sah sebagai suami istri. Sihlakan untuk mempelai pria bisa mencium pasangan nya"Kai membalikkan badan nya menghadap Kyungsoo, begitupun dengan Kyungsoo. Tangan Kai terulur mengelus pipi tembam Kyungsoo, disertai senyuman nya.

"Saranghae, Morf"pipi Kyungsoo merona hingga telinganya.

"Nado saranghae, Lumi"Kai mendekatkan dirinya, lalu mengecup bibir hati pelan.

"WUHUUUUUUUUUUU"sorak para tamu, btw Luhan paling besar teriaknya.

"Aku tidak sabar menunggu nanti malam"Kyungsoo ternyum kecil, ketika Kai melepas pagutan nya.

"Hum, see you in bed. Yeobo"Semua para tamu undangan mulai berdatangan, Joy juga hadir di hari pernikahan mereka.


Dr. Feel Good


"Oppa, chukae"ucapnya tulus, menurut Sung Jae kejiwaan Joy mulai pulih walau secara perlahan.

"Hum gomawo, Sooyoung-ah. Hei kau tampak cantik hari ini"ucap Kai sambil mencubit pelan pipi nya.

"Yak! Lepaskan aku, oppa!"Kai terkekeh pelan, Joy mengalihkan pandangan nya pada Kyungsoo.

"Eonnie, chukae. Aku sungguh iri denganmu, seharusnya aku yang menikah dengan Jong In oppa"Kyungsoo terkekeh pelan, tapi ia tahu Joy bercanda.

"Kau itu iri ya?"Joy merengut kesal, dia melangkahkan sedikit dan mengenggam tangan Kyungsoo.

"Eonnie, mianhe. Atas semua yang ku perbuat padamu, kau tau sungguh aku menyesal. Aku hanya ingin oppa disampingku, sejak Soo Hwan oppa meninggal, Jong In oppa menjalakan dengan baik sebagai pengganti oppaku. Tapi aku malah jatuh hati padanya, berharap ia akan disampingku selalu, sayangnya dia hanya menganggapku adiknya, aku sangat terpukul kehilangan Soo Hwan oppa meninggal, aku berambisi agar Jong In oppa selalu ada di sampingku bagaimanapun caranya tanpa sadar emosiku selalu meledak, lalu menangis, termenung, dan merasa kesepian itu yang membuatku manipulasif untuk bunuh diri. Sejak saat itu Jong In oppa mendiagnosaku penderita BPD. Jadi maafkan aku, eonnie"Kyungsoo mengulas senyum simpul, membawa gadis berumur 19 tahun itu kedalam pelukkan.

"Gwenchana, yang lalu biarlah berlalu. Aku tau kau mengalami kesulitan sama sepertiku"Joy menitikkan air matanya pelan, lalu memeluk Kyungsoo dengan erat.

"Gomawo"Kyungsoo melepas pelukkan nya, lalu menghapus lembut air matanya.

"Woahhhh! Kau menyematkan cincin di jari tangahmu"ucap Kyungsoo heboh, ketika melihat cincin di yeoja itu.

"Aku akan menyusul eonnie bulan mei mendatang, apa eonnie akan datang?"

"Tentu saja! Ya kan, Lumi?"Kai tersenyum singkat.

"Well, kau melamarnya lebih cepat dariku"ucap Kai pada Sungjae.

"Ah, itu hanya ingin dia tidak merasa kesepian lagi hyung"Kai tersenyum lembut, dan menepuk pelan pundak nya.

"Jaga dia untukku"Sungjae tersenyum dan mengangguk mantap, kedua pasangan baru itu pamit undur diri. Boa menghampiri kedua pengantin itu, sambil menggendong sang putri mungil.

"Maaa~"ucapnya lucu sambil merentangkan kedua tangan nya, Kyungsoo mengambil ahli Tae Rin dan bayi itu langsung menaruh kepala nya pada pundak sang eomma.

"Tampak nya dia ngantuk tadi, untung saja selama bersamaku atau Yuri. Tae Rin tidak menangis, dia anak yang pintar"Kai mengelus sayang kepala anaknya.

"Dia jarang rewel noona, Yul noona eodie?"Boa memikirkan sebentar, dan menjetikkan jarinya.

"Ah dia kan hari ini akan mendosen di tempat kuliahmu dulu"Kai mengangguk mengerti lalu mengalihkan pada istri nya.

"Well sepertinya putri kecilku membutuhkan ASI nya, sebaiknya kita harus cepat selesaikan noona. Kasihan Tae Rin"Boa menangguk mengerti, dan melenggang untuk mengurus acara pernikahan.

"Oppa"Kai kembali mengalihkan pandangan nya menuju kakak ipar, Seungsoo mengulas senyum simpul.

"Well, aku masih tidak percaya jika adik kecilku sudah menikah"Kai dan Kyungsoo hanya terkekeh kecil.

"Lalu hyung kapan menyusul?"Seungsoo hanya mengidikkan bahunya pelan, dan melirik Tae Rin yang menatap sayu dirinya sambil mengemut jempol nya.

"Aigoo, keponakanku yang imut ini ingin rasanya membawa ke dalam karung. Kalian berkunjunglah ke rumahku, aku ingin sekali dekat dengan si cantik ini"ucap nya sambil menoel pipi Tae Rin pelan. Membuat si kecil tertawa kecil.

"Hum arraso oppa, oppa jagalah kesehatanmu disana. Hubungi aku jika terjadi sesuatu"ucap Kyungsoo dengan gurat khawatir.

"Kau tidak perlu khawatir, aku bisa menjaga diriku dengan baik"Kyungsoo menatap sang kakak dengan tajam dan menusuk.

"Ish, aku hanya punya kau oppa. Kau hanya keluarga yang ku miliki satu-satunya"Seungsoo hanya tersenyum lirih.

"Arraso, kau dan Jong In juga jaga diri kalian. Jika ada masalah bicaralah baik-baik, jaga anak kalian, berilah dia kasih sayang, tegurlah ia jika melakukan kesalahan tapi jangan memarahinya, ajarlah ia dari sejak dini"kedua pengantin itu mengangguk bersamaan, Seungsoo memeluk Kai terlebih dahulu dan menepuk punggung tegap nya.

"Jaga Kyungsoo untukku, Jong In-ah"

"Aku pasti akan menjaganya, hyung"Seungsoo melepas pelukkan nya dan beralih sang adik yang sudah berkaca-kaca. Perlahan ia memeluk adik kesayangan nya, tak lama kemudian ia mendengar suara isakan kecil.

"Kyungie-ya, maafkan oppa ne. Kau jadilah isri dan ibu yang baik, arra? Adikku yang cantik ini pasti bisa melakukan nya"Kyungsoo hanya menganggukkan kecil di dalam dekapan nya, Seungsoo melepas pelukkan nya dan menghapus lembut cairan bening itu, lalu mengecup pelan kening Kyungsoo. Mata nya beralih pada Tae Rin.

"Rin-ya, jadi lah anak yang manis dan jangan nakal. Arraso"bayi kecil itu bergumam kecil, seperti mengerti ucapan sang paman.

"Tiii"Seungsoo tertawa kecil, dan mengecup kedua pipi Tae Rin dengan gemas.

"Aku pulang dulu"ucap nya pamit, dan mulai meninggalkan pernikah itu. Kyungsoo merasa mata nya mulai memanas, Kai langsung merengkuh istrinya dan mengelus punggung nya pelan.

"Gwenchana, dia pasti baik-baik saja"Tae Rin melirik eommanya yang sedang sedih itu.

"Maaa"Kyungsoo menatap putrinya tersebut, lalu tersenyum.

"Eoh, gwenchana Rin-ah. Lumi, kajja kita pulang"Kai merangkul pundak sang istri lalu meninggalkan gedung tersebut.


Dr. Feel Good


Malam pun telah tiba, Kai yang baru selesai mandi dengan keadaan setengah telanjang itu memainkan hp nya. Tak lama kemudian Kyungsoo keluar dengan keadaan sudah segar dan dia memakai kemeja putih milik Kai tanpa celana, sial nya Kai melihat istrinya itu.

"Morf, kenapa kau mengenakan kemejaku?"bohong kalau Kai bersikap biasa, nyata nya dia sedang berkomat-kamit, agar istri mungilnya itu tidak menggodanya.

"Hum, hanya ingin kok. Lagian aku berfikir malam ini akan menjadi malam cukup panas. Kai mengedipkan matanya beberapa kali, kenapa istrinya itu jadi nakal begitu.

"Maksudmu apa, morf?"Tanya nya sok polos, Kyungsoo mulai mendekati suaminya dengan berjalan meliukkan badan montok nya. Terlihat jelas, nipple merah tercetak pada kemeja miliknya itu. Dan membuat junior nya langsung tegang, Kai melirik sedikit kearah celananya benar saja sudah mengembung.

'Holly crap'Kyungsoo sudah berada di depan Kai, Kai mengadahkan kepalanya dan matanya langsung tertuju payudara milik istrinya. Kyungsoo langsung mendudukan dirinya di pangkuan Kai, perlahan jemari mungil itu membuka satu per satu kancing kemeja hingga sampai setengah nya. Bibir mungil itu mulai mendekati telinga Kai, menjilat dengan sensual.

"Fuck me, as you want. Im yours tonight"Kai memejam matanya, nafsu nya sudah berkobar membara. Lalu kembali membuka matanya, dengan ragu tapi dia sudah tak tahan, perlahan ia membuka kemeja yang melekat pada istri nya.

"You so naughty tonight"Kyungsoo tersenyum nakal, Kai sudah membuka kemeja Kyungsoo dan melempar ke sembarang arah.

"Bahkan kau sudah mempersiapkan semua, huh?"Kai memandang takjub badan mulus yang tanpa cacat itu.

"Tentu saja, bukankah aku sudah bilang malam ini adalah malam yang panas bagi kita"Kai tersenyum kecil, dan mengelus pelan nipple yang menggoda itu.

"Well kalau begitu akan ku buat kau mendesah di bawah kungunganku"Kai meraup nipple itu, menyesap dengan sangat menggoda. Membuat Kyungsoo menjambak lembut rambut Kai.

"Ohhh Jongiee~"

"Yes, say my name loud beib"Kai menggoda klirotis vagina Kyungsoo menggunakan jari-jarinya.

"Ne pas me taquiner (jangan menggodaku)"Kai menyeringai tampan, lalu mencumbu bibir Kyungsoo dengan bergairah.

"Dites ce que vous vouiez, cher (katakana yang ingin kau katakana, sayang)"Tanya Kai melepaskan pagutan nya, dengan bibir yang berdekatan.

"Touchez moi maintenant (sentuh aku sekarang)"dengan gerakan roket launcher, Kai langsung melepas celana dalam Kyungsoo. Kyungsoo membantu Kai melepaskan pakaian suaminya, Kyungsoo mendekatkan dirinya pada leher suami yang ia cinta. Lalu menjilat dengan sensual, sambil membuka celana piyama miliknya.

"Ohhh"Kyungsoo langsung memasukkan tangan nya ke dalam celana dalam Kai, menggoda penis beruratnya.

"Buka, aku sesak"Kyungsoo langsung menghempaskan badan tegap Kai, lalu membuka pakaian terakhir. Kyungsoo menelan ludah nya kasar, sudah lama mereka melakukan seks tapi mengapa penis Kai tambah besar saja?.

"Lumi, mengapa tambah besar?"Kai terkekeh kecil lalu menuntun badan mungil itu berada di atasnya, perlahan ia meletakan penis nya tepat di hole vagina nya.

"Molla, tapi kau pasti akan sangat menyukainya. Kka, mulailah sayang. Kau yang mengendaraiku"Kyungsoo menghela napas nya, lalu berpegangan erat pada pundak Kai.

"Pasti akan terasa nyeri, apalagi tanpa penitrasi terlebih dahulu"

"Gwenchana, kau akan menikmati nya nanti"Kyungsoo mengangguk kepala nya dengan yakin, ia mengarahkan penis Kai pada hole nya. Rasanya perih seperti merobek dirinya, entah mereka sudah lama melakukan nya atau ukuran penis Kai yang besar. Kyungsoo terus memasukkan penis Kai sambil menahan rasa nyerinya.

"Lumi, bantu aku untuk memasukkan nya sekali hentak. Ini sangat menyiksa"Kai mengangguk singkat, kedua tangan nya beralih menuju pantat berisi Kyungsoo lalu mendorong penis nya masuk.

"Ahh/Auuw"Kyungsoo menarik nafasnya kembali, dan menggenggam tangan Kai erat.

"Bergeraklah, Morf"Kyungsoo mulai bergerak dengan perlahan, masih terasa nyeri. Kai menarik tengkuk Kyungsoo mencium dengan lembut. Tentu saja Kyungsoo terlena akan ciuman romantic itu, Kyungsoo mulai mencoba memercapat gerakan nya.

"Nggghh ahhhh"pagutan nya terlepas, dan Kyungsoo memutuskan focus pada gerakkan nya.

"Faster Soo"geram Kai tertahan, hole Kyungsoo adalah candu kedua setelah bibir nya. Kyungsoo menjulurkan lidahnya, Kai mengerti segera menjulurkan lidah nya juga sambil memejamkan matanya. Kyungsoo kembali bercumbu dengan Kai, menari indah dengan lidah suaminya. Tanpa menghentikan seks mereka.

Plok plok

"Nghhhh"Kai menggoda lidah Kyungsoo dengan sensual, menggesekan lidah milik istrinya dengan miliknya. Kyungsoo melepas pagutan mereka, dan menjilati wajah Kai.

"Morf, ohhh"desah kecil Kai, membuat Kyungsoo tersenyum. Kyungsoo mulai merasakan akan klimaks, jadi ia kembali mengedarai suaminya dengan cepat

"Nghhh ahh ahh ahhh"Kai membantu pergerakan panas mereka dengan cepat, akurat, namun tetap menjaga kenikmatan sang istri. Sesekali Kai meremas gemas pantat Kyungsoo, atau mencubit nipple Kyungsoo.

"Im close"Kai menggeram ketika istrinya mengetatkan vagina nya.

"Ughh you so tight"Kyungsoo menjilat telinga Kai dengan menggoda.

"Et vous êtes très grand (dan kau sangat besar)"Kai semakin intes mempercepat gerakan nya, membuat Kyungsoo terhentak-hentak keras.

"Ohh ohh omo! Pelan sedikit"ucap Kyungsoo, tapi Kai tetap mempercepat gerakan nya.

"Ne peut pas, vous êtes tellement délicieux (tidak bisa, kau begitu nikmat)"Kyungsoo memejamkan matanya, perutnya kembali tergelitik dan sebentar lagi ia akan klimaks.

"Ahhhh"beda dengan Kai yang sama sekali belum ada tanda-tanda klimaks, Kyungsoo mencoba menggerakan pinggulnya berlawanan arah. Kai semakin ingin menusuk kalau perlu hingga Kyungsoo menjerit, namun ia sangat mencintai Kyungsoo mana mungkin ia menyakiti yeojanya itu.

"Ouhhhh faire un tel (lakukan seperti itu)"Kai mengarahkan jari telunjuknya, Kyungsoo langsung memasukkan jari itu ke dalam mulutnya. Mengodok mulut mungil, Kai mendekatkan wajahnya lalu mereka menukar saliva satu sama lain.

Suasana semakin panas, bahkan dingin nya ac membuat mereka semakin bergairah. Kai mulai merasakan penis nya berkedut-kedut. Kai mengeratkan pegangan pada pinggang Kyungsoo, dan menusuk lebih dalam vagina Kyungsoo hingga terdengar suara kulit mereka yang saling bertabrakan.

Plok

Plok

Plok

"Jongie nghh ohh"

"Appeler mon nom (sebut namaku)"Kai menjilat kuping Kyungsoo dengan sensual ketika istrinya sedang berbaring di atas tubuhnya.

"Ahhh ahhh ahh"

"Je ferme (aku dekat)"Kai semakin mempercepat gerakan nya semakin menggila.

"Ahhh! Ahh! Ahhh!"

"Hnnn"

"Jongieee/Kyungg"desah mereka bersamaan ketika mereka sudah mencapai klimaks bersamaan, Kyungsoo melepas pagutan mereka, lalu beringsut ke samping Kai dan memeluk suaminya. Kai menarik selimut untuk menutup badan mereka yang naked sehabis bercinta.

"Kau lelah"Kyungsoo mengangguk kepalanya lemah, kemudian mulai memejamkan matanya.

"Ini sangat melelahkan, padahal dulu kita sampai berganti gaya"Kai membalikan badan nya menjadi menghadap Kyungsoo, ia terkekeh kecil sambil mengelus helai rambutnya.

"Mungkin kita sudah jarang melakukan nya, lain kita ayo kita coba di kamar mandi"Kyungsoo memukul pelan dada bidang Kai. Membuat Kai tertawa.

"Mesum"Kai mencium hidung nya gemas, Kyungsoo merona pada kedua pipinya.

"Sayangnya, kau menyukainya"Kyungsoo mencibir sedikit, ia memegang kedua pipi Kai. Lalu menggosokan hidung mereka.

"Lumi, te amo (aku mencintaimu)"Kai mengembangkan senyumnya.

"Nado"keduanya tersenyum lembut, kedua mata itu memancarkan cinta berlebih, kedua tangan yang saling memeluk itu menandakan kasih sayang, dan mereka berharap mereka bisa seperti ini hingga menua nanti.

The moment when i like u is not u're reach, or handsome but u're make me arms, comfortable, want sacrife for us, always in my side, u're smile make me learn how to love you more and more. U're touch make me addict, want it again and again. With you, I so happy –Kyungsoo.

END

Wuuuuu*hebring

akhirnya end juga permisah

maaf jika lama updetnya fufufu*bow

jujur aja tadinya mau sampai 12 chaps namun takut gue php kalian *daridulujugaPHP

sebenarnya gue bingung mau gimana scene anu nya

sampe mencari referensi *janganditiru

semoga aj gitu scene nya hot hahah

thx buat sunbaenim yang membatu gue dalam ff ini

serius gue masih pusing gitu haha

ngotot pula klu di psikolog itu 'pasien' maklum gue 3 th di farmasi

jadi kesimpulan menurut gue BPD itu semacam penyakit kronis nya Bipolar Disorder

jadi pas nonton Dr Frost bagian 2 sun itu hanya menarik kesimpulan aja, belum sempet baca lebih rinci lagi

maafkan gue semua *bow

sampai saat ini gue masih belajar dikit-dikit psikolog

terutama gerakan atau ucapan nya

namun karena gue bisa mind reader jadi udah kebaca semua yang bakal dilakuin seseorang hahaha*songong

makasih buat semua yang udah nunggu ff yang yah masih ada refisi ini

maaf bgt jika ada salah atau kekurangan

riview?

see you in other time!

Gamsahamida ^o^