warning: awasi kadar gula darah setiap hari, pastikan anda memakan kismis minimal secangkir untuk kandungan antioksidan yang dibutuhkan tubuh, sering sering makan sayur dan yang terpenting-
jangan ketawa sendiri pas baca ini, aku gak mau ditangkep polisi gara-gara membuat anak orang jadi 'itu'
Ah, maaf kalau humornya garing, tinggal kasih air saja dan hiraukan tulisan bercetak tebal di atas (0v0)v
.
.
Melihat spesies makhluk hidup bernama cowok sedang olah raga itu menyegarkan.
Layaknya menemukan oasis di padang pasir, seperti mendapatkan rare item di game undian kartu berhadiah, seperti memenangkan sebuah harem di otoge (otome game walopun tentu kau tak bisa) dan seperti melihat kapalmu berlayar dengan indahnya di canon. Seperti berhasil menemukan bahwa tokoh yang disangka trap ternyata memang cewek.
Memuaskan hati. Mencerahkan hari.
"Dek, kenapa kau senyum senyum sendiri dari tadi?" tanya mbak Momoi rada-rada illfeel gitu sampe berdiri dengan jarak 3 meter dariku, hem... entah senyumku yang terlalu mempesona atau karena bau melati khas mbak Kunti yang ku kenakan.
"Aku sedang mengagumi keindahan dari ciptaan Tuhan mbak" jawabku sekenanya yang kalo gak di pake sekarang bakalan penuh arti dan puitis beud.
Dan mbak Momoi hanya bisa menatapku aneh, seperti yang sudah sudah. I'm used to it so aku rapopo
Mas Kagami menangkap operan entah dari mana yang aku asumsikan berasal dari mas Kuroko-aku BARU tau julukannya sebagai pemain bayangan, tadi-dan memasukkan bola oren itu dengan Dunk yang sangat kuat, kalo patah disuruh ganti gak ya?
Tapi...
DUH OTOT-OTOT ITU MENJERIT UNTUK DI PEGANG YAWLAAAAA UNTUNG AKU DIUNDANG DUH BERSYUKUR BANGET MEEEEEEENNNN KERINGAT MEREKA BERKILAUAN TJUUUYYYY AHAY AHAY
Dasar para cogan overdosis, sialan banget, gitu itu aku gak yakin mereka beneran pemain basket apa Boyband yang kesasar di lapangan ato hilang ingatan gitu.
Kembali ke lapangan
Sekarang ganti Mas Midorima dan Mas Aomine yang kolaborasi, disamping sifat mereka yang bertolak belakang, teryata mereka kompak juga. Dan Mas Akashi yang jadi kaptennya bener bener memimpin dengan baik. Atlet pro emang beda, tapi meskipun begitu mereka seperti menyesuaikan permainan mereka melawan tim lain dan membuat pertandingan ini lebih panjang, tapi tetep seru. Lawan mereka tetep dari kelompok sini btw.
"Waaaa Mas Kagami dan Mas Kuroko kereeen! Terus semangaatt Duo Mantan Seiriinn!" dan dengan gak tau malunya aku teriak begitu, tentunya dengan maksud tersembunyi :v
"WOI JANGAN MEMBUAT KAMI JADI KAYAK MANTAN SEJOLI DEK!" bales Mas Kagami gak woles. Ya, dengan maksud menggoda Mas Kagami juga, balesannya komikal banget njiirrr apaan dia juga sampe blushing gitu! OENYOEH BET KAMPRET!
Dan aku melihat Mas Akashi yang menahan tawa, juga Mas Kise dan Mas Aomine yang ketawa gak tanggung tanggung sampe kehilangan konsentrasi dan mengembari kuda nil.
"Aaaagh gara-gara elu bolanya keambil kan!" Lah kok aku?!
"Lha kok aku?! Yang main siapa coba?! Makanya tetep fokus dasar item!"
Dan Mas Aomine mengumpat dengan elegannya :v
Dan aku melihat Mas Kuroko yang agak mengerut dan pipinya agak merona
Aku otomatis menutup mulut dan memekik tertahan
"MAAAAAK PACAR GUE UDAH GANTENG, BAEK, UNYU BANGET IH SUMPAH REJEKI ANAK SOLEH EMANG GAK KEMANAAAA" eh tunggu, siapa yang anak soleh disini? Gak ada kan ya?
"Puas-puasin dulu aja deh dek, mumpung dia masih jadi milikmu" kata Mbak Momoi dengan senyum menantang dan sinis, bales senyumin aja...
"Ohoho, kita liat saja nanti mbak, yang barengin dia ke pelaminan siapa" haha, balesan ala komik shoujo memang berguna untuk saat seperti ini, tapi aku gak nyangka aku akan menggunakannya selama hidupku.
Dan Kayo, Ibara, Umi dan Aya yang diam anteng dari tadi Cuma bisa menatap kosong ke depan, terlalu terhipnotis oleh para ciptaan Tuhan yang indah itu. Dengan mata dreamy yang pasti bakal gawat kalo di robek paksa, jadi saya biarkan saja mereka mengembangkan imajinasi mereka.
.
.
.
Sowong ah
Kayo juga tenggorokannya lagi gak enak lagi kok ya pas banget mau karaoke.
"Duh aku kayak nenek ku yang ada di rumah aja deh untung gak sama "Haduuh... haduuhh" dan nafas yang tersengal gitu ya, kalo sama itu kan ya kayak udah bau tanah" katanya menggerutu sendiri dan uring-uringan.
"Kalo gitu mah tinggal nunggu aja ya Kay" ucapku bercanda
"Hei plis dong yha, tenggorokan ku sakit dimana mana temen bakal doain biar sembuh lu kok malah bilang gitu?! Uhugh! Duh, tenggorokanku..." katanya lanjut mijetin tenggorokannya yang pasti gak bakal ngefek apapun
"Kayo, jangan teriak, tenggorokanmu kan tambah sakit" ciee Mas Akashi perhatian ciee "Nih, makan strepsils dulu"
"Kok aku barusan merasa kalo Mas Akashi itu korban iklan ya?" katanya tapi ya strepsilnya dimakan juga, Ibara ngakak
"Kayo, kau salah jika berharap aku adalah temen yang kek gitu, terlalu mainstream, kau harus ingat bahwa aku ini limited edition" kataku kibas poni biar gaya dikit, kali aja ada kilauannya gitu.
"LIMITED EDITION JIDATMU! Uhuk uhuk! waduuuh strepsilnya tertelan!" Kayo memukul dadanya dan Mas Akashi menawarkan botol minumnya, mungkin Kayo gak kepikiran tapi itukan indirect kiss, Aa~ aku jadi punya bahan buat ngejahilin dia lagi ni di sekolah, kami bakalan puas ngebuli dia! Ohohoho
Dan dengan begitu kami hanya bisa nyengir laknat terhadap pikiran kami.
Emang dasarnya temen laknat ya laknat aja.
"Oh, menurutmu Ibara enggak? Perasaan lebih parah dia deh, aku kan woles~"
"Ngawur, kau sih diam-diam menghanyutkan ,keliatannya aja diem tapi kalau udah deket..." Ibara tak berani meneruskan, dan kami semua langsung manggut-manggut sama saling lempar senyum aneh "Ya... gitu lah kalian tau sendiri ya" . "Hahaha iya" . "Udahlah, jangan di tanyakan lagi"
Setelah minum Kayo membalas "Kalo Ibara mah bukan temen brengsek lagi, dia itu setan yha masak ada sih cewek normal yang buka begituan di kelas dan dengan tidak tau malunya mengenalkannya ke teman temannya! Untung Umi masih bisa jaga iman, tapi ya aneh gitu mereka kan temen sebangku, dunia mereka beda kali ya" lalu Kayo mengembalikan botol minuman sambil bilang terima kasih ke Mas Akashi yang cuma senyum sambil menyimak.
"Kalian ngomongin apa sih? aku gak ngerti" komen Umi akhirnya setelah dia mendengarkan pembicaraan kami yang topiknya misterius dan rada aneh emang dari awal
"Ahahaha! Padahal yang ngebuat Ibara kea gitu itu aku lho"
"Kau memang biadab"( -_-;)
"Terima kasih~" (0_^)
"Aku nggak memuji coy!" (wOAO)w
Dan aku melihat Mas Akashi dan Mbak Momoi Cuma bisa ngeliatin kita sambil senyum senyum kalem gitu. Dasar udah tua ya/eh
Sambil menunggu yang lain ganti baju coba-coba ngobrol dengan Mas Akashi ah~ lagian aku juga penasaran sama opininya orang ini sama teman-temannya, secara gitu orang yang dunianya beda memang selalu bikin kepo, rada unik juga melihat Ceo perusahaan terkenal sedang bermain basket jalanan seperti orang awam.
"Jadi Mas Akashi, sebagai kapten dadakan dari tim yang memenangkan pertandingan streetball ini, bagaimana pendapat anda?" tanyaku pake mik imajiner
Dan aku dibuat terpaku oleh jawaban orang ningrat ini
"Aing teh sedari awal pertandingan bebacaan do'a melulu, Kuroko teh udah kayak jurig, bola kayak melayang sendiri. Da aku mah apa atuh Cuma bisa melototin orang sampe nge delosor..."
Ya Tuhan,
Itu. Absurd. Banget. Sumpah.
Kewarasanku seperti terombang ambing, ragaku membatu dengan rahang yang lepas. Apakah sekarang sudah waktunya kapten Levi untuk goyang gergaji? Atau Gaara yang nge-rap meniru jinchuuriki Hachibi? Atau sudah waktunya Sasuke yang mencuci di sungai sekaligus merawat bayinya dan Naruto yang memotong rumput di bukit? Dan apakah sudah waktunya Mayuzumi nembak bang Niji?
Ups, yang terakhir asoy bingit dah
Sungguh, jawaban yang epic sekali dari seorang Akashi Seijuurou kawan
Dan aku, Mbak momoi, Kayo dan Mas Kuroko yang baru dateng Cuma bisa termangu, menatapnya seperti dia ini artefak peninggalan sejarah yang dilindungi PBB.
Dan tak lama kemudian yang lain sudah datang "Oeee, nunggu lama ya?! Yuk capcus ke karaoke!"
(Dan di dalam hati, Akashi hanya bisa membatin 'Hmm dari reaksi mereka tadi sepertinya lelucon yang kubaca di internet tidak terlalu efektif' Kita semua tau kalau selera humor Akashi itu menyedihkan)
.
.
.
Dengan tangan yang menggandeng kekasih (kyaaaa~ kekasih katanya!) masing masing pun kami sudah lupa caranya menjaga image kalo sudah berhadapan satu sama lain. Aku dan Kayo memang teman sebangku yang damai, tapi entah kenapa dia selalu terlibat perdebatan kalo ama Ibara, dan aku yang ngerti arah pembicaraan mereka lebih suka menyimak karena aku sendiri tak pandai argumentasi, aku masukin beberapa komentar sih, dan Percakapan kita jadi makin ambigu yang pasti. Yang masih polos disini Cuma si Aya ama Umi. Jadi kami taruh mereka di barisan belakang.
Tapi tumben tumbenan aku juga masuk ke dalam arus perdebatan gak guna ini.
"Udah kubilang nyong, si jimbon kalo lepas kacamata itu kea Sakamoto!" btw nih anak ngeyel banget ah!
"Gak pantes! Sakamoto emang ganteng tapi dia lebay! Lah si jimbon? Boro-boro lebay, ngomong ato bertingkah aja dia jarang! Lagipula mereka itu antara 2D dan 3D! Ya kalo mbak KUMAQI gitu, renang di segitiga bermudapun aku rela nyong!" Ibara itu argumennya selalu luarbiasa, bahkan kata-kata yang aneh seperti ini pun entah kenapa jadi keliatan penting kalo keluar dari mulutnya.
"Tapi kan sama aja! Toh selisih mereka Cuma 1 dimensi!" dan satu dimensi itu mempunyai perbedaan besar! Saatnya aku beraksi!
"Dimensi yang dibataskan kaca tipis! Bisa di lihat tapi gak bisa di pegang! Bisa di dengar tapi tak nyata! Mereka Cuma ilusi nak sadarlah!"
... ups
"... lu kok sukanya nggaramin kokoro gue sih" (;=3=)
"Biar pikiranmu sama kayak ikan asin yang digarami, tetap segar dan bisa menghadapi kenyataan" :v
"Bisa aja lu coeg" dan Kayo meninju bahuku pelan selagi Ibara mengacungkan jempol dan nahan ketawa yang malah kayak nahan BAB.
"Kalian itu ngomong apa sih dari tadi" tanya Mas Aomine gak ngerti ya gak ngerti lah orang dari tadi mantengin hape mulu
"Ooh! KUMAQI-ssu ka?! Aku kenal dia-ssu!" apa katamu?!
"CIYUSAN?!" mas Kise mengangguk
"Dia kalo di make-up memang ganteng banget-ssu!" aah! Orang ini ngerti! Mugkin pernah sesi foto dengannya ya, aku gak tau "Tapi dia tu cewek kan?" pertanyaan terakhir yang kayak gumaman itu kami abaikan
"Ganteng to the maks! Tapi sayang..." aku pengen ngerjain Kayo bentar
"Sayang kenapa?"
"Gak papa kok sayang, tumben perhatian~" tak lupa daku kedip mata genit
"Najis lu kodok uranus!"
.
.
.
.
Tak kusangka karaokenya bagus juga, walaupun rada remang remang sih, bikin salah paham deh, tapi kok aku gak yakin kalau ruangan ini beneran kedap suara ya? Aku gak yakin dinding ini bisa menahan suaraku yang cetar membahana badai trulala, lagipula ya kalo keluar bareng temen bisa nyanyi sepuas hati lah ini? Rasa maluku yang sebesar biji jagung seperti terkena senter pembesarnya doraemonnosuke(?)
"Aku gak nyanyi kalo Mas Kuroko gak nyanyi" memanfaatkan keadaan adalah satu-satunya cara
"Ih! Masa lu mau ninggalin aku sih, aku kan malu kalo disuruh nyanyi di depan mereka!" teriaknya sambil berbisik dan dengan kekanakannya Kayo menendang kakiku
"Dih, pokoknya aku gak mau! Ibara, Umi ama Aya?"
"Woy yang bener aja! Gak! Aku gak mau!" apa-apaan sikap ogah-ogahan itu Ibara?
Umi menyilangkan kedua tangannya dan geleng-geleng, ah, Umi keras kepala jadi bakalan susah ngebujuk, jadi tinggal...
"Aku gak-" pengakuan Aya yang malu malu mau itu harus kupotong! Maaf Aya tapi kami harus mengorbankanmu!
"Aya harus nyanyi"
"Hah?!"
"Suaramu yang paling bagus diantara kita!"
"Berjuanglah Ay!"
"Nggak ah! Nggak mau! Masa aku sendirian?!"
"Nggak sendirian, kan ada si doi~" bisikku sambil melirik Mas Murasakibara yang ambil duduk duluan
"Tapi yang cewek masa Cuma aku?!" kayaknya dia agak lupa kalo disini juga ada Mbak Momoi yang asyik nempel sama Mas Kuroko, njir rasanya nyelekit banget liatnya.
"Udahlah! Manfaatkan ini utk lebih dekat ama Mas Murasakibara! Curi-curi kesempatan pas nyanyi!" pikiran Kayo emg super dah, gitu itu kayak menyemangati pas mau berjuang apa gitu dia mengacungkan jempol
Dan aya Cuma ketawa garing. "o-oke... tapi kalau di suruh yang lain kalian harus mau nyanyi ya! Aku juga pengen duet bareng kalian sih"
Dan kami mengangguk
Dan tak disangka menyenangkan juga, yang alim-alim dan pendiam Cuma ngedengerin dan duduk sambil sesekali meramaikan suasana, yang dasarnya biang kerok ya yang selalu beraksi di depan-
"Oi Aomine! Mik-nya di buat gantian dong!"
"Aominecchi hebat-ssu, dari awal miknya gak lepas lho..."
"Ore no katteru no wa, ORE DAKE DA!"
"woi! jangan seenak jidat masukin moto lu dasar dekil!"
Dan terkadang yang tsundere-tsundere itu harus di paksa dulu baru mau nongol, istilahnya kayak keong yang harus di kasih pancingan gitu.
"Ayo-ayo! Sekarang giliran Mas Midorima sama Umi!"
"Heeee?!"
"Udah, gantian-gantian!" dan akhirnya setelah tau kalau Umi yang jadi pasangan duetnya, Mas Midorima mau nyanyi, beuh, suaranya LAKI BENER
Tak disangka menyenangkan juga, bahkan aku sama Mas Kagami sempet duet gila-gilaan kayak orang gila dan bahkan melebihi orang gila itu sendiri.
"Siapaa~ yang bisa menduga isi hatiku~" aku begitu terbawa oleh suaranya yang entah kenapa menghayati banget, tangisa seorang jomblo kali ya, Mas Himuro aja sekarang lagi asik ngobrol ama Ibara
"gilak, si Kagami nyanyi lagu melow!"
"dia itu ngapain sih"
"Terus ku sembunyikan oh, tapi semakin sakit~" dan tanpa sadar aku menimpali nyanyiannya dan kami saling merangkul bahu layaknya orang tua yang lagi mabuk
"Siapakaaah~ yang bisa menebak isi hatiku~"
"Ouwooo~"
Dan saking menghayatinya, kamipun sempet nangis (-_-) DUH GUSTI GUE MALU BINGIT! APALAGI MAS KUROKO SAMPE KETAWA GITU AAAAAAAAAAAGH KENAPA JUGA AKU BERTINGKAH KAYAK KESETANAN GITU, tapi ya aku simpati ama mas Kagami yang masih ngejomblo dan aku ngerti perasaannya karena tak lama ini aku juga kayak gitu tapi... aku parah banget dah, hebat juga ya bisa kayak gitu di depan orang-orang yang aku kenal gak lama #melipir #garuk tembok
Dan ending endingnya kamipun meski di awal ogah-ogahan nyanyi akhirnya ya nyanyi juga
Betewe nyanyian Ibara dan Kayo yang paling tak terlupakan
"Gyun to gyun to rabusongu~"
"Zutto zutto nagareteiru yo~"
"Precious lover, whoa~"
"Precious lover, uuu~"
GILAK ITU KAN ENDINGNYA SUPER LOVER SEASON 2 DAFUQ
Mereka selalu memberikan kejutan untukku, untung yang lainnya gak tau ini lagu dari mana dan untung gak ada yang tanya. Untung, kalo ada yang tanya aku harus jawab apaan coba? "Oh, itu lagu endingnya anime homo-incest" gitu? Gile lu ndro.
.
.
Ah, gak kerasa udah 6 jam, gila aku bener bener gak sadar udah selama itu, capek. Kurang sekitar 10 menit lagi ya... aku harus siap-siap. tapi... kalo dilihat liat Mbak Momoi gak pindah pindah ya tempat duduknya, selalu dekat Mas Kuroko terus tapi Mas juga kayaknya gak keberatan...
... nanti aku akan bicara padanya ah
Duh, tas ku mana ya, terakhir ku taruh itu... oh, Ujung sofa
Niat hati melihat tas kesayangan, yang kudapat malah wajah Mas Aomine dengan ekspresi minta di gampar kursi besi dua kali oleh Huluk yang kita semua tau 11-12 ama si buluk/plak
Bungkukkan badan sedikit biar keliatan... duh, ngapain juga sih ngehalangi gini si mas Aomine
Tegakkan badan lagi mungkin bisa kelihatan...
Bungkuk... tch
Tegak-
*PLAK
"KENAPA KAU MENAMPARKU!"
"KARENA MUKAMU MENYEBALKAN!"
"YHA GAK NAMPAR JUGA KALI MUKA GANTENGKU KENAPA-KENAPA GIMANA HA?!"
"MUKA GANTENG DARI ZIMBABWE?! WAJAH YANG GAK ADA BEDANYA AMA ASPAL DARI MANANYA YANG GANTENG?!" aku telah berdusta, karena kalo boleh jujur, Mas Aomine itu... err
Gantengnya tersembunyi
Iya, tersembunyi ama ke-bloon-annya, gak ada makna tersembunyi dalam perkataanku, begitulah apa adanya.
Sebenernya gamparan tadi itu sebuah reflek, biasanya kalo bercanda aku bakal ngedorong muka orang itu, tapi entah kenapa barusan kayaknya kelebihan tenaga
"Wah, pipimu sampe merah" SERIUSAN LO?!
"hayoloh adek~" muka mas Kise seperti biasanya begitu mengundang untuk di tendang
"Perasaan tadi aku namparnya gak sekeras itu... Maaf Mas Aomine!"
"Dih, minta maafmu telat dek! Sebagai hukuman sekarang kau nyanyi" HA
"Mas, suaraku jelek, udah serak nih"
"Gak papa, kau nyanyi ama Tet-oh, lupa, si tunangan lagi sakit tenggorokan! cieee~ gak bisa nyanyi bareng cieee~"
"Kusumpahin Aomine-kun bakal jadi JoDa selamanya" joda? Jodha Akbar gitu maksudnya? ato Jomblo Dari lahir?
Oh no, SEKARANG AKU MALAH BAYANGIN MAS AOMINE PAKE PAKAIAN ALA JODHA NJIR DEMI DEWA APAAN NIH AKU GAK PUNYA FETISH BEGINIAN OY tapi parahnya terlalu menarik jadi... ini ide yang bagus :v
"Hahaha, sayang sekali tapi aku sudah punya pacar yeeeee!" beneran? Siapa emangnya?
"Temenmu dek, yang namanya Hikaze itu lho"
Segenap orang di ruangan Karaoke seperti kehabisan oksigen, membatu, terbelalak, menahan nafas, megap megap, kayak ikan lohan
Btw, khususnya aku dan Aya yang dekat dengan Hikaze
"SEJAK KAPAN?!"
"Minggu kemaren"
Ini persis seperti apa yang kudengar dari ceramah di grup WhatsApp. Lakinya gagah, besar, tinggi, dan sehat segar bugar dapet pasangan yang menyaingi guci dan kalo jalan bareng kayak angka sepuluh.
Ya jadilah kalo jodoh.
Ada juga cewek yang kulitnya putiiiih kayak nasi, gitu itu dapet pasangan yang hitam kayak pantat panci.
Ya jadi kalo jodoh
"Akhirnya aku bisa melihat angka sepuluh dan Yin-Yang berjalan!" dan aku mendapatkan jitakan kasih sayang dari Mas Aomine.
.
.
.
.
"Dek, biar aku mengantarkanmu sampai apartemen, adek gak keberatan kan?"
"Ah, gak usah mas, sampai repot-repot gitu!"
"Udah malem dek, biar mas antar kamu... kalau kamu kenapa-kenapa mas juga khawatir" brengsek nih orang kalo ngomong gak mikirin dampaknya lagi gimana nih AKU SENENG BANGET DIH WAJAHMU MINTA DICIUM MAS!
"... terima kasih banyak" gawat, hidungku gak berdarah kan?
"Tetsu-kun mau nganter adek? Aku ikut boleh?" DUH MBAK MOMOI GAK BACA SUASANA DEH
Eh tunggu, justru karena dia bisa baca suasana kan dia bisa tanya gitu? Ah, situasi ala shoujo manga ini lama lama bikin eneg. Aku capek jadi mungkin di perjalanan pulang selagi mbak Momoi ngoceh aku diem aja kali ya.
"Apa yang kau katakan Satsuki? Kita pulang! Bibi sudah menanyakanmu!" dan Mas Aomine dengan polosnya menyeret Mbak momoi pulang. MAKASIH MAS AOMINE! KEBETULAN AKU SUDAH BENER BENER CAPEK MENGHADAPI ORANG ITU! AKU BERHUTANG PADAMU AIBO!
"Aaaa tapi, tapi aku masih ingin bersama Tetsu-kun~!"
"Gak ada tapi-tapian, kalo aku pulang gak bawa elu, aku bisa-bisa jadi bulan-bulanan! Dih, ogah ye!"
"Hmph! Aku benci Dai-chan!"
"Yeah-yeah terserahlah"
...
"Uh... mas?" kenapa tiba-tiba gandeng tangan? Btw Rasanya kayak kesetrum, buluku berdiri semua dan rasanya dibawah kulitku menjalar rasa panas yang berasal dari tangan.
"Tanganmu dingin dek" lalu Mas Kuroko tersenyum sambil melihat kearahku "Yuk pulang"
Rasanya tuh kayak di kutuk menjadi batu panas, aku gak bisa bergerak, bernafas saja rasanya agak sulit, pikiranpun kosong.
Shit, aku gak terbiasa diginiin lah yaw! Duh kalo maksa ngomong aku pasti kayak orang gagap! Yha masa aku jadi Azis Gagap nigou dadakan?! Kok ya gitu banget! Disini gak ada Andorekureyo (maksudnya Ibara) atau Sulerareya (maksudnya Kayo)! Mereka dah pulang dari tadi dengan muka puas masing-masing dan gebetan masing masing apa lagi si Umi! Nunungachiko (maksudnya Aya) juga udah capcus ama si titan ungu! Yang bener aja aku Cuma berduaan?! Canggung men!
... aku ini mikirin apa sih, bersikap normal aja, yang normal!
Bentar, aku kan gak normal, betewe gimana caranya bersikap normal pas keadaan seperti ini? Apa aku memang harus beli buku dan cd "how to be normal for beginners" kayak yang di spongebob itu ya?
"fufufu" eh? Kenapa orang ini tiba-tiba ketawa?
"rasanya jadi canggung ya dek, kalo berdua seperti ini" aah senyum yang bagai malaikat ini bener-bener bikin diabetes deh
"Haha, iya mas, gak tau mau ngomong apa"
"Hm... padahal tadi kamu kelihatan senang sekali, lucu" kalo taraf nyanyi teriak-teriak kayak kawanan babun tadi dianggap lucu, aku gak mau tau apa yang dia anggep gila itu yang kayak gimana.
"Iya, tapi agak kecewa juga sih gak bisa nyanyi bareng mas. Tenggorokanmu kok bisa sampe sakit sih?"
Mas Kuroko menggaruk pipinya malu malu "Ahaha... aku tidak hati-hati pas beli minuman dingin, di tempat kerjaku kemarin panas sekali jadi... ya... begitulah" apa-apaan tuh, MEMANGNYA KAU ANAK SD?! Ternyata nih mas ganteng ceroboh juga jadi tambah manis deh
"Lain kali hati-hati dong, padahal aku sudah nunggu-nunggu hari ini buat ngedengerin mas nyanyi..." aku dah yakin pasti Mas kuroko suaranya bagus pas nyanyi, aah sakitnya gak tepat, kok gak bisa ditunda ya tu sakit. Aah sayang sekali
"Hahaha... maaf, lain kali kita karaoke lagi ya"
"hm... jangan sakit tenggorokan lagi"
"Iya"
Dan kita pun diem lagi
Author POV
Sementara si gadis itu seru-serunya melihat jalan, entah apanya yang seru dari trotoar kotak-kotak itu, Kuroko mengeratkan genggaman tangannya yang menggandeng gadis itu sedikit dan menutupi mulutnya dengan tangan yang satunya, mukanya dia alihkan dan terlihat di pantulan kaca toko pinggir jalan bahwa mukanya sudah semerah rambut Kagami. Padahal dia gak demam.
Dia juga ingin bernyanyi bersama gadis di sebelahnya ini, sebenarnya. tadi sangat menyenangkan.
Dia memang merasa bahwa gadis ini akan cepat akrab dengan teman-temannya yang asalnya memang udah ajaib, tapi dia tidak menyangka mereka akan bisa sedekat itu, jujur, waktu Kagami merangkul pundak gadisnya itu dia sedikit cemburu...
Padahal tak ada yang perlu ia khawatirkan.
Iseng iseng Kuroko melirik gadis di sebelahnya, pipinya juga memerah bahkan sampai telinga, sesekali dia bersenandung kecil, yang Kuroko sadari adalah lagu-lagu yang mereka nyanyikan tadi.
Dan Kuroko memasukkan tangan mereka yang tertaut pada saku jaketnya agar tangan ramping di genggamannya lebih hangat.
Ia ingin gadis ini hanya melihatnya
Sebetulnya ia tak ingin gadis ini terlalu akrab dengan pria lain
Kuroko merasa aneh dengan perasaan aneh ini, sudah lama ia tau kalau Momoi suka padanya tapi ia tak pernah merasa seperti ini
Sejak kapan ia jadi seposesif ini?
"Mas, mas tau gak kalo Mbak Momoi suka sama mas?"
Kuroko berkedip kaget dan memandang gadis itu, sedikit menebak dalam pikirannya ia menjawab jujur
"Iya, mas sudah tau" jawabnya
"Kalau begitu, bisa mas bicarakan dengan baik-baik dengannya?" lalu gadis itu akhirnya menatapnya dengan mata yang berani "Aku cemburu pas Mbak Momoi nempel ke mas kayak tadi" Kuroko melebarkan matanya karena kata-kata gadis itu yang blak-blakan, pipinya kembali memerah
"Berbeda denganku yang memang akrab dengan teman-temanku dan teman-teman mas, yang meskipun cowok tapi perasaan kami tak ubahnya dengan persahabatan dan pertemanan biasa."
"Mbak Momoi menyukai mas sudah lama dan mas tau itu, aku tak tau kenapa mas membiarkan perasaan Mbak momoi menggantung begitu lama, tapi kalau tak di tegaskan, semuanya akan menjadi tambah rumit nanti." Katanya dengan ekspresi datar seperti bukan urusannya selagi ia melihat ke arah lain
"Ah, sepertinya aku tau kenapa" katanya tak lama kemudian lalu gadis itu kembali menatapnya "Mas takut pertemanan mas dengan Mbak Momoi akan rusak, bukan begitu?" dan Kuroko tak bisa berkata apapun.
Karena semua yang di katakannya benar
"Kau benar dek, Momoi-san sudah jadi teman dekatku sejak SMP, bersama denganAomine-kun, aku tak tau apa yang harus kulakukan jika kehilangan persahabatan mereka lagi, saat SMA kami pernah renggang, tapi akhirnya bisa kembali..." Kuroko sedikit mengeraskan air mukanya
Setelah sekian lama terdiam kembali, melihat Muroko yang terlihat berpikir keras untuk menetapkan hati, gadis itu mendesah pelan "santai aja mas, sebenarnya masalah ini masalah yang umum kok. Kau bisa bicara dengannya kapan saja, tapi lebih cepat lebih baik, demi Mbak Momoi juga" dan Kuroko tersenyum dan melepaskan genggaman tangannya, beralih ke pundak gadis itu lalu merangkulnya lebih dekat selagi berjalan menjauhi halte bis tempat mereka turun dari kendaraan itu.
"Duh, kamu itu memang pandai dalam berkata-kata dek." Katanya setengah tertawa lalu tanpa sadar mencium puncak kepala gadis itu "Iya, mas akan bicara dengannya. Agar adek tak perlu cemburu lagi, sebagai gantinya..."
Gadis itu menatapnya penasaran dan berhenti di depan apartemennya, lalu Kuroko tersenyum dan sekali lagi menciumnya
Kali ini di bibir
"Perhatikan aku saja ya, sebenarnya aku juga sedikit cemburu sama kedekatanmu dengan sahabat-sahabat lelakimu dan kedekatanmu dengan teman-temanku tadi. Meskipun kalian memang tak ada perasaan romantis" katanya dengan senyum "Cepat masuk gih, sudah malam"
Dengan begitu Kuroko pergi meninggalkan seorang Gadis yang membatu di depan bangunan apartemennya dan dengan gerakan patah patah seperti robot gadis itu masuk ke bangunan itu
Lalu malam itu tiba-tiba suhu apartemen naik dan terdengar suara geraman yang diikuti getaran di bangunan yang tak di ketahui berasal dari mana yang menimbulkan kepanikan lokal. Tetapi saluran tv tak memberitakan apapun selain kasus kutang dari kardus mi, kasus penistaan waifu dan perburuan loli musiman.
Karena,
Flat is justice but big isn't crime
.
.
.
.
"Dek! Aku tantang kamu di pertandingan masak!"
"MOMOI?!"
"Ha?"
Flat is justice but big isn't crime By: Erlangga
sebenernya kata-kata ini adalah dari chat temenku di grup WA, emang dasarnya cowok udah mesum sih tapi kalimat ini terlalu epic untuk kubiarkan!
nggak, dia bukan penerbit erlangga
jangan lupa review ya!
