Fic ini author persembahkan untuk semua author yang senior, junior dan para readers sekalian M-_-M
Happy reading ^O^/ XD
Desclaimer : Masashi Kishimito
Rate : T
Pair : Sasu X Naru
Genre : Romance, Hurt
Warning :Alur cepat yang aneh , OOC , Typo(s), alur yang membingungkan, EYD abal, Mpreg, temanya basi -_- dll.
Yang tidak berkenan, lebih baik tidak lihat :(
Di terima kritik dan saran yang membangun asal bukan flame, dan saya anjurkan jangan menjadi silence reader, dan tolong hargai karya ini dengan memberikan jejak anda pada fic ini, gomene dan arigatou gozaimasu minna :D
minnaaaaa, gomen mellia lama update, soalnya LAGI-LAGI documen ilang, dan melia harus ngulangin bikin ide serta nulis dari awal T^T dan disini isinya bakalan rada hurt karena NARUTO SUDAH SASUKE! JADI AYOO BUARUAN LIAT :P Arigatoooooooooooooooooou dan gomen kalau kurang memuaskan serta rada aneh T^T
.
.
sebelumnya :
"ARRGGHHH!" Sasuke yang merasa sangat jahat hanya bisa berteriak pilu sambil menjambak rambutnya sendiri sampai helai-helai raven itu rontok mengenai lantai tepat di depan Naruto.
Naruto yang sadar akan kelakuan Sasuke akhirnya bangun dan menghentikan aksi Sasuke. bahkan Naruto mengelus-elus surai Sasuke agar supaya Sasuke tenang.
Lihatlah ? sebagaimanapun kau menyakitinya, dia tetap peduli padamu...
Dia walaupun meninggalkanmu dia tetap tak pernah melupakanu juga Sasuke. Jadi jangan pernah berfikir jika hanya kau yang tersiksa. Bahkan dirinya. Naruto. Tersikasa berkali-kali lipat dari apa yang kau rasakan itu Sasuke. Sungguh, kau begitu brengsek dan sangat jahat jika kau berkata bahwa kau tersiksa karena kesalahan Naruto yang pergi meninggalkanmu.
Dasar... mengapa kau tak pernah puas ? kau sudah memiliki seseorang sepertinya, tetapi kau malah berhubungan dengan gadis murahan itu. Dia bahkan jauh tidak sebandung dengan Naruto, ckckck mau bagaimana lagi ? kau sudah terlanjur mengacaukan segalanya, lebih baik berdoalah kepada kami-sama. Karena hanya dia yang tau bagaimana akhir dari ini semua...
.
.
.
.
Naruto POV
'Kami-sama, ternyata inikah arti dari semua pertanda yang Engkau berikan ?'
'Apa yang akan terjadi selanjutnya Kami-sama ? dengan kau mendatangkan Sasuke kembali ke duniaku ? apakah ini awal yang baik atau malah awal yang buruk ? bagaimana aku harus menghadapi ini Kami-sama ? semoga nanti segala pilihanku akan berakhir baik Kami-sama. Onegai~'
"Apa tujuanya kembali kesini ?" bisikku sangat pelan sambil memandangi orang yang saat ini sedang tidur di sofa apartemenku. aku tidak menyangka ternyata dia akan kembali ke lingkup duniaku lagi.
Author's POV
"Hn, apakah kau sangat suka memandangi wajahku saat aku tidur ? " kata Sasuke yang ternyata sudah bangun dari tidurnya sehingga mengagetkan Naruto yang ada di sampingnya.
"Se-sejak kapan kau bangun?" tanya Naruto yang sudah bisa mengendalikan keterkejutanya.
"Hn, sejak kau mulai memperhatikanku" jawab Sasuke jujur.
"La-lalu kenapa kau tidak bilang kalau kau sudah bangun ?" tanya Naruto yang malu karna ketahuan sedang mengamati Sasuke saat tidur.
"Hn, aku tidak mau mengganggumu yang terlihat sangat serius memperhatikanku." Kata Sasuke yang tepat mengenai Naruto.
"Cu-cukup, lebih baik kita segera selesaikan masalah ini, jadi intinya saja, apa tujuanmu menemuiku Sasuke-san" kata Naruto.
"Sudah kukatakan aku tidak suka caramu memanggilku!" kata Sasuke.
"Ayolah Sasuke, itu tidak ada hubunganya." Kata Naruto.
"Hn, aku tidak akan menjawabmu kalau begitu." Kata Sasuke sekenanya.
'Dasar, dia tetap saja egois' batin Naruto.
"Kau sungguh menyebalkan Teme" kata Naruto sebal dengan tingkah Sasuke.
"Hn, itu lebih baik daripada kau memanggilku dengan embel-embel yang terasa seperti kau memanggil Ayahku." Jawab Sasuke.
"Dasar, bukanya kau memang sekarang sudah tua ? ne ? Teme-jiisan ?" kata Naruto sambil tertawa dengan tawa khasnya.
"Sudah lama aku tidak melihat tawamu" kata Sasuke sambil tersenyum tipis melihat tawa Naruto yang sangat dirindukanya selama ini, bukan hanya tawanya, dia merindukan segala hal yang ada pada diri Naruto.
"Ehem, kalau begitu aku akan memberikan pertanyaan yang sama terhadapmu. Apa tujuanmu kemari Teme?" tanya Naruto.
"Hn, aku merindukanmu Dobe, apakah kau sudah lupa dengan kata-kataku semalam ?" kata Sasuke.
Ingatan Naruto mulai berputar pada tadi malam saat kedatangan Sasuke yang sangat tiba-tiba.
"Hn, gomene Dobe, Aishiteru" kata Sasuke yang membuat Naruto kaget.
Bila harus jujur, jujur saja dalam hati Naruto masih ada Sasuke disana, walau sudah terpendan di lubuk hatinya yang paling dalam, jika saja Sasuke mengucapkan hal ini 6 Tahun yang lalu, dirinya pasti akan langsung blushing dan akan brhambur ke pelukan bungsu Uchiha itu.
Tetapi jika terjadi sekarang, bahkan untuk tersenyumpun rasanya sulit, setiap mengingat namanya saja sudah membuat hatinya sakit, apalagi jika harus bertemu denganya, apalagi kembali bersamanya, dirinya rasa tidak untuk sekarang, dia sangat takut jika kejadian yang lalu akan terulag kembali yang hanya akan menambahkan luka menganga dalam hatinya.
"Go-gomen Sasuke, aku sudah memaafkanmu, tetapi jika untuk menerimamu, aku rasa tidak lagi" kata Naruto sambil tersenyum getir.
"Kenapa ? apakah kau sudah tidak mencintaiku ?" tanya Sasuke dengan wajah memelas, baru kali ini Naruto melihat wajah seorang Uchiha yang memelas tepat di hadapanya, apalagi ini Sasuke, salah satu uchiha dengan harga diri yang sangat tinggi.
"Itu tidak ada hubunganya Sasu." Kata Naruto berusaha mengalihkan pandanganya dari Sasuke.
"Lalu kena-"
"Kaa-chaaan.." tiba-tiba kata-kata Sasuke terpotong oleh Tosuke yang sudah bangun dari tidurnya, Naruto yang mengetahui bahwa Tosuke sudah bangun membuatnya bingung, apa yang harus dia lakukan terhadap Sasuke maupun Tosuke.
"Kaa-chan ? siapa Jii-chan itu ?" tanya Tosuke sambil mengucek matanya.
Naruto yang mendapatkan pertanyaan dari anaknya itu menjadi bingung, apakah dia harus jujur dan mengatakan bahwa Sasuke adalah ayah Tosuke, atau dia harus berbohong kepada Tosuke bahwa itu hanyalah kenalanya belaka. Itu membuat Naruto sangat bingung, Sasuke yang bisa membaca air muka Naruto langsung menjawab pertanyaan Tosuke.
"Jii-chan adalah teman Kaa-chan, perkenalkan nama Jii-chan adalah Sasuke Uchiha." Kata Sasuke.
"Um ! watashiwa Tosuke Uzumaki desu." Jawab Tosuke bersemangat.
'Jadi ini anak Naruto ? apakah berarti ini adalah anakku ? jika dilihat sekilas dia sangat mirip denganku ? tapi kenapa dia memanggilku Jii-chan ? apakah Naruto tidak memberitahu tentangku ? tentang Tou-san nya yang asli ? kenapa Naruto ?' batin Sasuke miris.
'Jii-chan ini cungguh milip cama Cuke, apa Jii-chan ini codalanya Tou-can nya Cuke ya ?' pikir Tosuke dalam hati.
"A-ano, Jii-chan, Apakah Jii-chan kenal cama Tou-chan nya Cuke ?" tanya Tosuke yang sangat berharap bahwa kali ini dia bisa mengetahui tentang Tou-channya yang selama ini tidak dia miliki.
'Aku Tou-san mu, bagaimana ini ? apa yang harus aku jawab kepadanya?' batin Sasuke bingung, kali ini sepertinya otak keturunan Uchihanya sudah tidak berfungsi lagi untuk masalah seperti ini.
'A-apa ! bagaimana ini ? kenapa Tosuke bertanya hal seperti ini pada Sasuke ? Kami-sama semoga jawaban Sasuke kali ini tidak akan memperburuk keadaan.' Batin Naruto.
"Hn, begitulah, dulu kami adalah sahabat dekat." Jawab Sasuke yang bingung harus menjawab apa, sebenarnya dia ingin berkata sejujurnya, tetapi dia enggan memperburuk keadaan.
"Benalkahh ! kalau begitu Jii-chan tau dimana Tou-channya Cuke dong ?" tanya Tosuke dengan wajah yang berseri-seri.
"To-tosuke-chan, sudah ya, jangan ganggu Sasu-jiichan lagi, karena Jii-chan baru saja sampai dan kelelahan, jadi biarkan istirahat dulu ya.." bujuk Naruto agar Tosuke tidak bertanya yang macam-macam lagi kepada Sasuke.
"Tapi Kaa-chan..."
"Sudah, tidak ada tapi-tapian, lebih baik sekarang Tosuke siap-siap untuk berangkat sekolah, ayo, keburu telat" kata Naruto memotong kata-kata Tosuke.
"Haik, Kaa-chan" kata Tosuke lalu pergi meninggalkan Naruto dan Sasuke.
"Dobe, kenapa kau tidak memberitahukan yang sebenarnya?" tanya Sasuke.
"A-apa? Memberitahukan semuanya ? agar dia mencarimu dan meninggalkanku ? kalau begitu tidak akan!" kata Naruto berang.
"Hn, tidak mungkin dia akan meninggalkanmu, lagi pula dia juga baru berumur 5 tahun" kata Sasuke.
"Ba-bagaimana kau tahu kalau umur Tosuke 5 tahun?" tanya Naruto kaget.
"Dasar dobe, kau meninggalkanku sekitar 5 tahun yang lalu bukan, dan saat itu kau sedang mengandung, otomatis umur anakmu sekitar 5 tahun kebawah, tidak mungkin jika anakmu berumur 10 tahun" kata Sasuke menerangkan panjang lebar.
"Be-begitu, aku kira kau.."
"Apa ? kau kira aku memata-matai mu begitu ? tapi sayangnya kau benar, hanya saja aku tidak menemukan keberadaanmu, dan itu membuatku frustasi dobe!" kata Sasuke.
'Apakah sebegitu frustasinya dia mencariku dan Tosuke ?' batin Naruto.
"Jadi, kau harus menghargai kerja kerasku selama ini dengan pulang bersamaku dan kita kembali seperti dulu" kata Sasuke memutuskan seenaknya.
"Ti-tidak... apa yang aku rasakan 5 tahun yang lalu sudah membuatku sadar, bahwa kita tidak bisa bersama Teme, kau bahkan mengusirku saat itu, pa-padahal aku mengandung Tosuke, anakmu! Kau malah bersama Sakura dan pergi meninggalkanku ! aku tidak bisa,,,, setiap aku memikirkanmu, bayangan tentang kejadian itu ikut terputar bersamaan, dan itu mengingatkanku tentang luka atas perbuatanmu Sasuke.." kata Naruto sambil menangis.
Sasuke yang melihatnya bingung harus melakukan apa, karena hal itu memang salahnya, salahnya karena tergoda oleh Sakura, salahnya karena mengkhianati Naruto, salahnya karena mengusir Naruto, salahnya karena membuang Naruto dan anaknya serta masih banyak lagi kesalahan-kesalahan yang dia perbuat sehingga Naruto pergi meninggalkanya sendiri...
Dia tidak tahu harus berbuat apa, dia tidak mau kehilangan Naruto lagi, tetapi dia juga tidak tega melihat keputusasaan Naruto karenanya, apa yang harus dia lakukan ? apakah ini akan berakhir seperti novel happy ending dimana dia akan hidup bersama lagi dan membuat keluarga bahagia, atau sebaliknya, Naruto menolak untuk kembali bersamanya dan dia akan sendirian lagi selamanya tanpa adanya Naruto di sisinya...
"Kaa-chan, aku cudah ciap" kata Tosuke yang sudah siap dengan seragam serta tasnya.
Naruto langsung mengusap air matanya hingga tak berbekas dan berjalan ke arah Tosuke.
"Anak pintar, sekarang ayo kita berangkat" kata Naruto dengan senyumanya yang biasanya, tapi kali ini yang terlihat hanyalah senyum yang sarat akan kesedihan.
"Kaa-chan abic nangic ya ? Kaa-chan kenapa ? apa ada yang macam-macam cama Kaa-chan ? cini, bakalan Tocuke lawan !" kata Tosuke yang sadar dengan perubahan raut wajah pada Kaa-chanya.
"Haha, Kaa-chan tidak apa-apa, hanya saja tadi ada debu yang masuk, jadinya mata Kaa-chan perih" kata Naruto berbohog agar Tosuke tidak mengkhawatirkan dirinya lagi.
"Benel ? apa pellu Cuke tiup ?" tawar Tosuke.
"Tidak usah, mata Kaa-chan sudah tidak kenapa-kenapa kok" kata Naruto.
"Ooh begitu, kalau begitu kapan kita belangkat Kaa-chan ?" tanya Tosuke.
"Bagaimana jika aku yang mengantarkan Tosuke ?" Sahut Sasuke tiba-tiba.
'A-apa ? jangan-jangan dia mau mengambil kesempatan untuk mengambil Tosuke dariku...' batin Naruto.
"Tidak usah, terimakasih Uchiha-san, saya bisa mengantarkan Tosuke sendiri dan lagi pula sekolah Tosuke tidak jauh dari sini" kata Naruto menolak tawaran Sasuke.
"Hn, aku bawa mobil, kau tidak perlu jalan kaki" kata Sasuke lagi bersikukuh.
"Sudah saya bilang, tidak terimakasih" kata Naruto mulai berkata ketus keada Sasuke.
"Bagaimana Tosuke? mau berangkat bersama Jii-san ? Jii-san membawa mobil, bagaimana ?" tanya Sasuke, sengaja menanyakanya pada Tosuke karena jika dia menanyakanya pada Naruto maka Naruto sudah pasti akan menolaknya.
"Benalkah ? Cuke mauu, tapi Cuke tanya dulu pada Kaa-chan cuke" kata Tosuke sangat antusias dengan tawaran Sasuke.
"Mm anoo, Kaa-chan, tadi Cacuke-Jiichan menawari Cuke untuk berangkat bersama naik mobil, apa boleh ?" tanya Tosuke dengan mata penuh harap sehingga membuat Naruto tidak sampai hati untuk menolaknya, lagi pula jarang sekali Tosuke meminta kepadanya, paling-paling juga tomat dan itu juga sudah seperti belanja pokoknya setiap minggu.
'Bagaimana ini, kelihatanya Tosuke sangat ingin pergi bersama Sasuke, apa yang harus aku lakukan ? aku tidak sampai hati untuk menolak, aku tahu...' batin Naruto.
"Baiklah, tapi Kaa-chan ikut bersama Suke-chan ya?" tanya Naruto.
"Boleh aja, acal Cacu-jiichan ngebolehin" kata Tosuke sangat girang.
"Hn" jawab Sasuke.
.
"Waaah! Mobil Cacu-jiichan cangat baguc, Cuke waktu becal juga ingin cepelti Cacu-jiichan yang mobilnya bagus!" kata Tosuke polos dan jujur yang mengudang tawa Naruto serta senyuman kecil dari Sasuke, tapi kali ini senyuman Sasuke terlihat berbeda, senyumanya terlihat lebih tulus dari biasanya.
Setelah berkagum-kagum akan mobil Sasuke akhirnya Tosuke, Naruto dan Sasuke sudah masuk kedalam mobil dan menjalankanya menuju ke sekolah Tosuke.
Setelah sampai, Tosuke langsung turun dan tidak lupa berpamitan dengan Sasuke dan Naruto serta mengucapkan terimakasih kepada Sasuke karena mau mengantarkanya ke sekolah.
"Aku belangkat duluuu~~" kata Tosuke lalu langsung berlari ke arah teman-temanya.
Setelah beberapa saat akhirnya Sasuke menjalankan mobilnya lagi menjauh dari sekolahan.
Di perjalanan tidak terjadi percakapan sama sekalia natara Sasuke dan Naruto, seperti orang asing yang saling tidak mengenal, tidak ada inisiatif untuk menyapa atau membuaka percakapan. Sampai akhirnya...
"Hn"
"Apa ?" tanya Naruto.
"Kemapa kau diam saja?" tanya Sasuke.
"Lalu aku harus berkata apa ? arigatou Sasuke-sama atas tumpanganya di mobil berkelas ini ?" Kata Naruto ketus.
"Bukan itu yang kumaksud" kata Sasuke tidak suka dengan kata-kata Naruto barusan.
"Lalu apa? Kau sendiri juga hanya bergumam tidak jelas" kata Naruto lagi.
"Hn" jawab Sasuke tidak jelas.
"Hhh, lagi-lagi kau seperti itu, terserah" kata Naruto yang sebal akan Sasuke.
"Bagaimana selama ini ?" tanya Sasuke.
"Apanya?" jawab Naruto.
"Hn Dobe" kata Sasuke.
"Teme, kau benar-benar menyebalkan!" kata Naruto yang semakinsebal dengan tingkah Sasuke.
"Bagaimana kehidupanmu selama ini?" tanya Sasuke akhirnya.
"Bukan urusanmu" kata Naruto memalingkan wajah ke samping kanan berlawanan dengan Sasuke.
"Tentu saja itu urusanku" Sasuke mulai geram dengan jawaban Naruto.
"Itu bukan urusanmu lagi Sasuke." Jawab Naruto masih tetap memandang keluar jendela.
"Itu tetap saja urusanku Dobe" jawab Sasuke semakin geram yang berhasil dia tutupi dengan wajah stoicnya.
"Bagaimana bisa Sasuke, kita bukan siapa-siapa lagi" kata Naruto, walau tidak dipungkiri hatinya serasa tercubit saat mengatakanya.
"Kau adalah Istriku, dan Tosuke adalah anakku" jawab Sasuke.
"Aku sudah bukan istrimu lagi Sasuke, kita sudah cerai. Dan bagaimana bisa kau menyimpulkan bahwa Tosuke adalah anakmu, bagaimana jika dia anak lelaki lain?" jawab Naruto yang semakin memancing emosi Sasuke.
"Sampai kapanpun kau tetap istriku! Dan kau tidak mungkin melalukan hal itu bersama orang selain aku, karena kau mencintaiku dan dari wajahnya pun aku sudah bisa menebak kalau dia adalah anakku." Jawab Sasuke panjang lebar, tidak seperti dirinya yang biasanya.
"Kau terlalu percaya diri Sasuke, mungkin saja Tosuke adalah anak lelaki lain yang mirip denganmu" kata Naruto berusaha untuk tidak segera pergi keluar dari mobil dengan hawa mencekam ini.
"Lalu jika itu anak orang lain kenapa saat sebelum kau pergi kaumemberiku testpack yang berisikan bahwa kau hamil, dan pada saat itu kau hanya pernah melakukanya bersamaku, kecuali pada saat kita bersama kau dari awal sudah pernah melakukanya dengan orang lain?" Tidak sengaja kata-kata itu keluar dari mulut Sasuke tanpa terkendali.
"A-apa katamu ! aku tidak sepertimu yang mengobral janji pernikahan kita ! dasar brengsek ! dengan gampangnya kau mengatakan hal ini ! apakah kau tidak malu ? Sasuke tuan selingkuh?, dengan gampangnya kau menuduhku untuk menutupi kesalahanmu hah ?! apakah kau tidak malu ?! brengsek !" kata Naruto yang kemarahanya benar-benar sudah naik keubun-ubun karena dengan gampangnya Sasuke membalikkan fakta tentang kehidupan mereka dulu.
Sasuke terlihat sangat terkejut dengan apa yang tdak sengaja ia katakan serta reaksi Naruto yang tampak begitu marah dan terluka, dia sungguh bodoh dengan membalikkan kenyataan, sekarang mungkin saja Naruto benar-benar membencinya dan akan pergi lagi meninggalkanya.
"G-gome" belum selesai Sasukemengucapkan kata-katanya dia tercekat saat Naruto terlihat tampak sedang berusaha untuk melepaskan sabuk pengamannya.
"Apa yang kau lakukan?!" kata Sasuke tak habis pikir dengan kelakuan Naruto dan langsung mencekal lengan Naruto dengan sangat erat hingga Naruto sampai meringis kesakitan, tetapi karena peraasaanya sekarang sedang sangat buruk maka Naruto mengabaikan rasa sakit pada pergelangan tanganya dan tetap berusaha melepaskan sabuk pengamanya.
"Kau bisa mati jika melompat dari mobil yang berkecepatan tinggi seperti ini!" kata Sasuke semakin mengeratkan cengkaramanya, dia sengaja tidak menghentikan mobilnya karena dia tahu, bahwa Naruto akan langsung turun dan meninggalkanya jika dia menghentikanya, maka Sasuke tetap menjalankan mobilnya bahkan dengan kecepatan lebih.
Sedangkan Naruto seakan pikiranya dimanipulasi oleh rasa sakit hatinya, tanpa mengenakan peringatan Sasuke dia langsung saja membuka pintu mobilnya dan segera terjun dari atas mobil, sehingga sekarang ia sedang berguling-guling dia atas aspal jalanan yang lama-kelamaan menyayat seluruh kulit dan tubuhnya. Sedangkan Sasuke yang melihatnya segera menghentikan laju mobilnya dan melihat kearah Naruto yang masih berguling dijalanan karena saking cepatnya laju kendaraan Sasuke serta beberapa kendaraan yang berusaha menghindari untuk tidak menbrak Naruto secara langsung. Terdengar banyak orang yang mengumpat karena Sasuke yang mengerem mobilnya dengan mendadak dan menyebabkan banyak mobil yang hampir saling menabrak tetapi Sasuke tidak memperdulikan mereka karena saat ini yang terpenting baginya adalah Naruto termasuk dirinya sendiripun dia sudah tak peduli lagi.
"I-ittaii~" Naruto merintih kesakitan, walau Naruto sudah bisa berhenti, tetapi tetap saja, luka yang ada diseluruh tubuhny membuatnya tidak bisa bergerak apalagi beridiri.
"Hei! Ada orang tergeletak disini, cepat panggil ambulan!" kata seseorang saat melihat Naruto yang tergeletak tak berdaya dan hampir tak sadarkan diri.
"Biar aku yang membawanya, aku bawa mobil" kata Sasuke yang menyeruak di antara kerumunan orang yang mengelilingi tubuh Naruto.
"Ti-tidak, tolong aku" rintih Naruto menolak Sasuke.
"Aku akan membawanya, mobilku tidak jauh dari sini" kata Sasuke yang mulai meggendong Naruto ala bridal style.
"Ti-tidak! Tolong aku ! a-aku mohon~" kata Naruto sambil menahan tangis, membuat seseorang yang tadi melihatnya menjadi merasa ada sesuatu yang aneh antara Naruto dan Saasuke.
"Tunggu dulu tuan, dia kenalanku, biar aku saja yang membawanya kerumah sakit." Kata orang itu sambil menghentikan Sasuke yang akan berjalan sambil menggendong Naruto.
"Hn, kau tidak usah berbohong" kata Sasuke dingin dan tajam kepada pemuda yang berusaha membawa Naruto.
"Be-benar, dia a-adalah kenalanku, to-tolong lepaskan aku~" kata Naruto semakin tersendat.
"Tuan, dia sendiri sudah mengakuinya, jadi tolong, biarkan aku saja yang membawanya kerumah sakit, lagipula mobilku ada tepat di belakang." Kata Pemuda itu.
"Hei bocah, tidak usah mendusta dia adalah istriku dan jangan coba-coba berbohong!" kata Sasuke yang benar-benar geram akan kelakuan pemuda didepanya.
"Tuan, jangan berbohong bahkan dia sendiri juga sudah mengakuinya, jadi tolong, biarkan aku yang membawanya, dia sendiri sudah hampir pingsan" kata pemuda itu lagi.
"Tidak. Dia adalah instriku jadi kau pergi saja bocah, dan bairkan aku membawanya." Kata Sasuke.
"Le-lepas, aku tidak kenal kamu" kata Naruto berontak dari gendongan Sasuke.
"Naruto!, tidak usah mengada-ada, ini tidak lucu!"
"A-ano tuan, biarkan pemuda ini saja yang membawanya, lihatlah, dia hampir pingsan dan orang ini juga sudah berkali-kali menolak anda, jangan-jangan anda adalah seorang penculik ?! lebih baik anda biarkan pemuda ini saja yang membawanya atau akan kami panggilkan polisi!" kata seorang gadis di kerumunan itu.
Lalu pemuda itupun langsung menggambil Naruto dari gendongan Sasuke dan membawanya kedalam mobilnya, Sasuke tidak bisa berbuat apa-apa karena masalahnya akan semakin lama jika dia berurusan dengan polisi, sebenarnya tidak masalah baginya, toh dia sendiri seorang Uchiha yang bisa melakukan apa saja, hanya saja dia tidak ingin menunda untuk melihat Naruto.
Kami-sama kini apalagi yang akan terjadi kepada Naruto ? kenapa masalah selalu datang kepadanya ? salah apakah dia ? kenapa engkau terus memberi cobaan kepadanya ? aku bingung dengan kehendakmu yang memberinya cobaan bertubi-tubi, tapi aku sendiri juga yakin bahwa engkau telah menyiapkan hadia terbaik untuknya nanti...
~TBC~
apa yang akan terjadi kepada Naruto dan Sasuke ?
apakah Tosuke akan tahu bahwa Sasuke adalah ayahnya ?
apakah Naruto baik-baik saja ?
apakah Sakura akan mulai bertindak ?
dan Siapakah pemuda yang menolong Naruto ?
nantikan di chapter berikutnya OK :D
tetap ikuti kisah seru yang terjadi antara Naruto, Sasuke, Hinata, Gaara, Ino, Sakura, Sai Dsb,, hanya di Sky Without Clouds :D
.
mellia : gomene minna karena mellia lamaaaaaaa banget updatenya T^T mellia lagi sering badmood dan sibuk sama kehidupan SMA mellia yang berbelit-belit bisa diilang mellia lagi tersesat di jalan kehidupan~~
kakashi : itu kata-kata ku
mellia : etdah -_- dipinjem bentar aja -_-
naru : aduuh kok ada adegan kecelakaan sih T^T
sasu : awas kalau berani-berani membuat naru-ku kenapa-kenapa
mellia : iyaaaa -_-
oh iya, sebelumnya melia mau ngadain vote nih :D
ada beberapa pilihan, yakni :
Naruto-Gaara
Sasuke-Naruto
Gaara-Hinata
Sasuke-Sakura
Sasuke-Gaara
Sai-Ino
Naruto-Sai
Naruto-pemuda penolong
Gaara-Sakura
hayuk silahkan dipilih, saya mohon untuk kalian semua mem vote, karena pilihan kalianlah yang akan menentukan :D
Arigatouu mina-san :D
untuk sekrang, hasil vote yang sudah ada menunjukkan :
sasu-naru : 18 ( wah tertinggi OoO)
naru-gaa : 7 ( nyusul nomor dua nih :3 )
gaa-hina: 6 ( lumayan =3=)
sai-ino : 3 ( haha ga diduga udah ada XD )
sasu-saku: 1 ( what the... -_-)
sasu-gaa: 2 (oh my kami-sama O#O )
ayoo makanya vote, biar chara fav kalian bisa dapet pair yang serasi dan benar ;)
cuap-cuap dan balas review chap XD :3
hanazawa kay :arigatou atas votenya:D arigatou atas review nya, review lagi ya :D
Uzumaki Lala : gomeneeee X'D arigatou dukunganya X') arigatou atas review nya, review lagi ya :D
Fujoshi desu : lagi-lagi reviewmu lah berperan banyak dalam mengisi daftar review hahah X'D tunggu saja, kamu bakalan kaget akan sifat naru yang selanjutnya hueheh #evillaught wah ide bagus tuh :v wkwkwk udah dipatuk sama patukan chidori belum ? :v arigatou atas reviewnya X'D arigatou atas review nya, review lagi ya :D
yuichi : amiiin X'D arigatou atas review nya, review lagi ya :D
B-Rabbit Ai : gomene rabbit-san soalnya ga ada ide itu semacam perpisahan sebelum hiatus X'( arigatou atas votenya X'D arigatou atas review nya, review lagi ya :D
Deathberry45 : arigatou atas semua dukunganya X'D arigatou atas votenya X'D arigatou atas review nya, review lagi ya :D
PAY : oke, arigatou atas votenya serta kritiknya X'D arigatou atas review nya, review lagi ya :D
Rinne desu : haha okesip XD arigatou atas votenya X'D arigatou atas review nya, review lagi ya :D
irmasepti11 : arigatou dukunganyaaaa X'D iya, susah binggo X'D arigatou atas votenya X'D arigatou atas review nya, review lagi ya :D
RyunkaSanachikyu :ampun haha X'D arigatou atas votenya X'D arigatou atas review nya, review lagi ya :D
TOP : arigatou atas votenya X'D arigatou atas review nya, review lagi ya :D
dian : haha pasti dian-san X'D arigatou atas review nya, review lagi ya :D
Nurin-san : arigatou, haik yoroshiku X'D arigatou atas votenya X'D arigatou atas review nya, review lagi ya :D
KireiRyuugazaki : haha iya pasti kirei-san XD arigatou atas votenya X'D arigatou atas review nya, review lagi ya :D
Arruka Terlucky-nanodayo : iyalah, author malah tergantung para readers X'D arigatou atas review nya, review lagi ya :D
Dark deay : iya siaaap XD arigatou atas votenya X'D arigatou atas review nya, review lagi ya :D
himekaruLI : arigatou atas dukunganya XD arigatou atas review nya, review lagi ya :D
LadySeptiSasuNaru, Mauchi, maiya, cacha, rizukilucifer : arigatou atas votenya X'D arigatou atas review nya, review lagi ya :D
D'yELLOw : haha tau aja, emang namanya aku buat unik iar ga mainstrem XD hehe gomenee mellia usahain arigatou banget XD arigatou atas votenya X'D arigatou atas review nya, review lagi ya :D
funny bunny blaster : hehe arigatou iya tuh XD arigatou atas votenya X'D arigatou atas review nya, review lagi ya :D
Jasmine DaisynoYuki : iya tuh :s arigatou atas review nya, review lagi ya :D
Woow : iya, ini jua udah lanjut XD arigatou atas review nya, review lagi ya :D
Mami Fate Kamikaze : arigatou atas dukunganya XD arigatou atas votenya X'D arigatou atas review nya, review lagi ya :D
lovesasunaru : arigatou banget atas dukunganya X'D arigatou atas review nya, review lagi ya :D
Arnygs : haha iya, iya ini mellia usahain X'D arigatou atas votenya X'D arigatou atas review nya, review lagi ya :D arigatou atas review nya, review lagi ya :D
guest-san : gomene ga dibalas satu-satu malah mellia berondong, soalnya mellia sendiri bingung karena kalo balas satu-satu namanya sama, gpp kalau ga pake akun, tapi se engganya pake nama, gomen kalau terkesan menyuruh, soalnya mellia juga pengen membalas review kalian satu-satu supaya lebih kenal T^T arigatou ata votenya juga X'D arigatou atas review nya, review lagi ya :D
MINNA-SAN YANG UDAH MAU REVIEW, ALERT, BAHKAN NGE FAV, ARIGATOUU BANGET T^T
BERKAT KALIANLAH MELLIA MAU NGELANJUTIN SWC, ARIGATOUUU T^T
ARIGATOU MINNA-SAN KARNA KALIAN SEMUA MAU MEMBACANYA, APA LAGI KALAU KALIAN MAU NGE REVIEW !, ARIGATO MINNA-SAN !
DAN UNTUK MINNA YANG UDAH NUNGGU FIC NYA MELLIA YANG LAIN YANG BELUM END, GOMENNASAI, KARNA BUKANYA UPDATE CHAP BARU, MALAH BUAT FIC BARU. DIKARENAKAN, FOLDER NYA YANG HILANG, JADI SEMUA DATANYA JUGA HILANG :'(
DAN KARENA INI ADALAH FIC SASUNARU HURT PERTAMA AUTHOR, JADI GOMEN JIKA JELEK BANGET.
POKOKNYA ARIGATOOOOU + GOMEN BGT DEH :3
M-_-M
DAN UNTUK FIC KALI INI, MAAF, KALAU MELLIA BELUM BISA MEMBERIKAN FIC YANG MEMUASKAN :'(
DAN 1 YANG MELLIA INGINKAN :
P
L
E
A
S
E
R
E
V
I
E
W
!
