Figure It Out
Cast:
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Other...
.
.
.
Rate M
.
.
.
Warning:
OOC, GS, Typo(s)
Terdapat adegan dewasa jika tidak berkenan tolong skip saja oke ^^
.
.
.
Ini hanya FF, sebuah karya fiksi yang terlahir dari otak sederhana saya. Jangan bash cast yang saya pakai karena mereka tidak tahu apa-apa. Saya hanya pinjam nama saja. V cinta damai chingu ^_^
.
.
.
Kyumin is Real
.
.
.
Enjoy
.
.
"Apa kalian yakin?" tanya Kangin memastikan,
Sungmin tersenyum manis pada Kyuhyun yang memandangnya. "Ne Appa, kami yakin" ucapnya. Kangin dan Hangeng menghembuskan nafasnya pasrah mendengar jawaban Kyuhyun.
"Jadi kalian akan tetap tinggal disana?" tanya Leeteuk. Sungmin berdiri dan duduk di samping Ibunya. Mengecup pipi tirus itu lalu memeluknya. Leeteuk mengecup kening putri tunggalnya, mengerti jika memang keputusan putri dan menantunya sudah final dan tidak bisa di ganggu gugat.
"Jika begitu aku akan berpisah dengan cucuku" Heechul mengecup bibir Sunghyun yang memang berada di gendonganya dengan mimik muka yang sangat sedih.
"Ck. Lebay" cibir Kyuhyun. Pemuda itu mengangkat sebelah alisnya tak takut ketika Heechul memberinya deathglare.
Sreet
Cup
"Huwaeee.." Kyuhyun memeletkan lidahnya seakan ingin muntah ketika Hangeng memutus tatapan mematikan Heechul pada Kyuhyun dengan memalingkan wajah Ummanya dan mencium tepat di bibir wanita hiperaktif itu.
Sungmin dan Leeteuk terkikik geli melihatnya. "Ckck! Pantas menantuku mesum. Ternyata itu turunan darimu Hangeng-ah" tambah Kangin.
Hangeng mengendikan bahunya sedangkan Heechul yang di buat merona memukul bahu suaminya pelan.
"Ah!" seru Kangin. "Appa punya sesuatu untukmu sayang" pria paruh baya itu memberikan Sungmin sebuah amplop. "Bukalah" titahnya sambil tersenyum misterius.
Sungmin menganga lebar ketika ia membuka amplop yang berisi beberapa lembar foto. Ia mendelik pada suaminya. Kyuhyun meneguk ludahnya kasar ia dapat merasakan sesuatu yang tidak enak akan ia alami.
"Cho KyuhyunKu sayang" desis Sungmin.
"Ne?"
"8 MINGGU TITIK"
.
.
.
Chapter 10
Ballroom hotel mewah bintang 7 itu penuh dengan orang-orang. Banyak dari kolega Hangeng maupun Kangin tidak menyangka pesta yang mereka hadiri adalah resepsi pernikahaan putra putri kedua pengusahaan itu.
KangTeuk dan HanChul sebenarnya ingin mengadakan resepsi pernikahaan KyuMin beberapa hari setelah pembongkaran sandiwara mereka. Tapi mereka undur hingga 2 bulan bersamaan dengan merayakan ulang tahun pertama Sunghyun.
Baby tampan turunan dari sang Appa itu sudah bisa berjalan. Kata-kata yang di ucapkan sudah mulai bertambah banyak. Pipi gembul Sunghyun sedikit tirus karena 1 minggu lalu ia demam. Sungmin sempat khawatir tapi Leeteuk dan Heechul menenangkannya dan mengatakan jika itu biasa terjadi pada bayi yang akan bisa melakukan sesuatu.
Doa Kyuhyun dan Shindong terkabul. Mereka telah di angkat menjadi pengurus restoran 1 bulan yang lalu. Shindong di tempatkan di daerah Gyeong gido. Kyuhyun bernafas lega karena di tempatkan di restoran ia bekerja menggantikan Tuan Ha yang di pindahkan ke Mokpo.
Urusan kuliah juga tak ada kendala. Kyuhyun berusaha untuk memenuhi kreteria menjadi seorang Direktur suatu hari nanti menggantikan Hangeng. Ia tidak mau di cap mendapat jabatan itu karena ia putra dari Hangeng.
"Wah.. aku tidak pernah sekalipun bermimpi datang ke pesta orang-orang kaya seperti ini. Jinja daebak" kagum Shindong menganga di buatnya. Sedangkan pemuda yang berada di sampingnya hanya menghembuskan nafasnya jengah.
Shindong penasaran dan bertanya langsung pada Kyuhyun ketika pemuda berkulit pucat itu mulai bekerja di restoran.
'Apakah kau putra dari Cho Hangeng?' tanya Shindong waktu itu.
'Aniyo, aku hanya mirip saja' jawab Kyuhyun.
'Tapi bukan hanya wajah nama mu pun sama' kata Shindong belum puas.
'Nama sama di negara ini juga sudah banyak' finish Kyuhyun.
Walaupun masih penasaran, tapi Shindong memutuskan untuk berhenti bertanya lebih lanjut.
2 bulan lalu juga, Yesung dan Donghae sempat takut mendapat pesan dari Kyuhyun yang mengajak kedua pemuda itu bertemu. Apalagi terdapat tulisan besar, BERSIAPLAH MENJELASKAN SEMUANYA, mereka menyimpulkan jika KangTeuk dan HanChul sudah membongkar semuanya. Seketika itu juga Yesung dan Donghae panas dingin, dua pemuda itu hanya tersenyum sangat manis pada Kyuhyun. Namja berkulit pucat itu hanya diam sembari terus memandang mereka. Yesung dan Donghae meneguk lidahnya susah. Jadilah mereka menjelaskan semuanya pada Kyuhyun dengan bicara saling timpang tindih.
.
"Ada apa dengan wajah tampan suamiku tercinta ini eum?" Sungmin merangkul lengan Kyuhyun yang tampak menekuk wajahnya sendirian di pojok ruangan.
"Mereka berlebihan" ucap Kyuhyun. Sungmin mengikuti arah pandang suaminya. Ia tersenyum ketika di depan sana KangTeuk dan HanChul sedang asyik tertawa dengan para kolega.
Kyuhyun sempat mengusulkan resepsi yang sederhana saja, tapi Appa mertua dan kedua orang tuanya kekeh untuk menyelenggarakan dengan besar-besaran. Baikalah! 1 lawan 3 dan Kyuhyun yang kalah.
"Sungmin-ah"
Kyuhyun dan Sungmin menoleh pada sumber suara. Wanita bergigi kelinci itu tersenyum lalu menarik Kyuhyun untuk mengikutinya. "Ahjumma kalian datang" seru Sungmin.
Kyuhyun makin menekuk wajahnya ketika Sungmin lebih asyik berbicara dengan para tetangga mereka di rumah, yang sengaja di undang kemari. Mereka terus saja bercoleteh tidak menyangka jika Sungmin dan Kyuhyun adalah putra putri dari pengusaha yang berpengaruh di negeri gingseng itu. Bukan hanya kolega Kangin dan Hangeng atau para tetangga di tempat tinggal Kyuhyun yang di undang tapi ada juga teman kerja Kyuhyun, Sparkyu, Sweet Pumpkin dan masih banyak lagi.
Dari pada terus di acuhkan, Kyuhyun berjalan ke meja bundar yang terdapat HaeHyuk, YeWook, Jungmo dan Changmin beserta Sunghyun yang sedang di suapi kue oleh namja tinggi itu.
"Ap-pa" seru Sunghyun melihat Kyuhyun yang duduk di sebelah Changmin. Baby itu mengambil kue yang berada di dekatnya lalu menyerahkan pada sang Appa. Kyuhyun yang mengerti mencondongkan tubuhnya dan membuka mulutnya menerima kue yang di suapi oleh putra pintarnya.
"Eum.. mashitta" ujar Kyuhyun tersenyum pada putranya yang tertawa.
"Aaa... Ap-paa kaann kaann..Ap-pa kaan kann (Appa makan)" pekik Sunghyun tidak terima, pokoknya sang Appa harus makan kue itu.
"Sunghyunnie saja ne.." Kyuhyun menuntun Sunghyun untuk menyuapkan kue ke dalam mulut kecil baby mungil itu.
"Kaaannnn... Apppaaaa" Sunghyun tidak mau mengalah.
"Hyung saja ne.. aaaa" Changmin membuka mulutnya berusaha membujuk baby mungil itu. Dan usahanya berhasil, Sunghyun mengalihkan perhatiannya lalu memasukkan kue yang di pegangnya pada Changmin.
Kyuhyun tersenyum kecil, lalu mengusap kepala putranya itu. Bukan kali ini saja sifat pemaksa putranya terlihat. Sunghyun memang selalu seperti itu, jika baby mungil itu sedang makan atau bermain, ia pasti membagi yang di punya pada orang lain. Seperti tadi, Kyuhyun harus mau di suapi, atau Sunghyun akan mengamuk. Tapi ia juga bersyukur, putranya tidak mengidap sifat pelit.
"Wajahmu kusut sekali" cibir Changmin.
"Itu akibat dua bulan ini tidak di beri jatah olah Sungmin" timpal Donghae. Eunhyuk dan Ryeowook terkekeh gelik. Kyuhyun hanya mendengus sebal.
"Tidak apa, karena masa hukumanku akan segera berakhir malam ini" balas Kyuhyun.
"Makanya jangan asal pelak-peluk gadis lain" Yesung ikut nimbrung.
"Memang siapa yang Kyuhyun peluk?" tanya Jungmo.
Eunhyuk lalu menceritakan dengan semangat. Kyuhyun mensumpah serapah mulut sahabatnya itu yang senang sekali melihatnya menderita. Hell! Amplop yang di beri Appa mertuanya pada Sungmin adalah foto-foto dirinya yang sedang berpelukan dengan Seohyun waktu di Busan. Kyuhyun sudah menjelaskan semuanya pada istri tercintanya tapi tetap saja ia mendapat hukumannya. Dan hukumannya? Tak ada jatah selama 8 minggu. Selama itu, Kyuhyun hanya bisa pasrah. Beberapa kali mencoba membujuk Sungmin tetap nihil.
Changmin menyerahkan Sunghyun pada Kyuhyun karena baby itu menangis. Bisa di lihat dari mata yang merah dan lelah tanda baby itu mengantuk. Kyuhyun menggendong putranya, menyerukkan wajah Sunghyun kelehernya dan menepuk-nepuk pelan pantat berisi putranya itu.
Ia akan menuju istrinya yang masih tetap berbicara dengan para Ahjumma. Beberapa langkah meninggalkan sahabat-sahabatnya, seorang gadis mencekal lengannya membuat Kyuhyun menoleh pada gadis itu.
"Seohyun-ah" ucap Kyuhyun. Gadis itu tersenyum manis, tak lama Kyuhyun dan Seohyun masuk dalam pembicaraan mereka. Gadis itu sudah berubah lebih baik, maka dari itu Kyuhyun segan untuk berbicara dengan Seohyun lagi.
"Aigoo. Dia tidak kapok juga berdekatan dengan gadis tinggi itu" cibir Ryeowook.
"Perpanjang tidak di beri jatah oleh Sungmin baru tahu rasa" timpal Eunhyuk. YeHae, Changmin dan Jungmo menganguk mensetujui.
Kyuhyun tidak tahu saja sejak ia berbicara dengan Seohyun, Sungmin memandangnya dengan wajah cemburu luar biasa.
.
.
Kyuhyun mencuri-curi pandang pada Sungmin yang sedang bersender di kepala ranjang, melipat kedua tangan di depan dada sembari terus saja menatapnya.
"Kenapa memandangku seperti itu?" Kyuhyun mengusap wajah istrinya sambil ikut menyenderkan tubuhnya. "Malam ini bukankah hukumanku sudah selesai" ujarnya.
"Kenapa? Mau di perpanjang masa hukumannya?" dengus Sungmin. Kyuhyun menggeleng kuat cukup 2 bulan tidak lebih. "Boleh aku minta jatahku sekarang?" bisik Kyuhyun pelan.
"No" tegas Sungmin.
"Wae?" protes Kyuhyun menjauhkan tubuhnya menatap Sungmin yang masih seperti semula.
"Apa yang kau bicarakan dengan Seohyun?" bukanya menjawab, Sungmin malah balik bertanya dengan nada ketus.
Namja berkulit pucat itu mulai mengerti arah pembicaraan istrinya ia pun tersenyum penuh arti. "Kau cemburu?" godanya.
"Cari dimana, istri yang tidak cemburu melihat suaminya berbicara dengan wanita lain" ucap Sungmin ketus dengan wajah cemberut.
"Tapi kau juga pasti tahu jika di hatiku hanya ada namamu"
"Gombal" ketus Sungmin.
Kyuhyun menangkupkan kedua tangannya di sisi wajah istrinya yang sedang cemberut. "Bukankah aku sudah menjelaskanya semua padamu eum" bisik Kyuhyun sembari beberapa kali mengecup bibir shap M Sungmin.
Awalnya kecupan, dan berubah menjadi pagutan. Sungmin pun tidak menolak, 2 bulan ini ia juga merasa kehilangan sentuhan suaminya tapi ia harus tegas bukan, dengan hukumannya agar Kyuhyun jera. Kedua mata pasutri itu sudah menutup sempurna, Kyuhyun tersenyum lebar dalam hati, ia tahu istrinya juga tersiksa sama sepertinya. Tangannya yang menangkub wajah Sungmin perlahan turun menuju leher lalu bertengger di tengkuk istrinya.
Lidah Kyuhyun sudah masuk dan bergulat dengan lidah istrinya. Menggerakkan kepala kekiri dan kekanan, mereka benar-benar mempunyai cadangan oksigen hingga menit ke 7 belum ada yang memutus tautan bibir mereka.
"Maaf menggangu, cucuku ingin minum ASInya" celetuk sebuah suara yang sedari tadi berdiri di ambang pintu.
Sungmin langsung membuka matanya dan reflek mendorong tubuh jangkung Kyuhyun membuat suaminya itu meringis. Wanita bergigi kelinci itu tersenyum manis plus malu wajahnya sudah merah karena kepergok oleh Heechul yang menggendong Sunghyun.
Sungmin beranjak mendekat pada Umma mertuanya dan langsung mengambil alih Sunghyun. "Aigoo. Mianhae ne" Sungmin mengecup bibir mungil putranya. Ia mengusap kedua mata Sunghyun yang merah dan basah karena air mata.
Banyak yang terjadi selama dua bulan kebelakang. Beberapa sudah di jelaskan di atas, tambahan Kyu Min akan menginap di rumah Kangin jika weekend kadang juga di rumah Hangeng. Tapi malam ini Kyu Min menginap di rumah Kangin bersama HanChul kerena besok mereka berencana pergi berlibur.
Karena jabatannya sekarang, Kyuhyun bisa berlibur jika akhir pekan tapi tidak selalu, hanya beberapa kali saja, dan selebihnya tetap berangkat bekerja walaupun akhir pekan.
"Ckckckc! Dasar anak muda" cibir Heechul sambil melirik pada putranya yang melayangkan protes dari tatapan mata oniknya.
=Figure It Out=
Kyuhyun mengerutkan dahinya, tubuhnya pun tiba-tiba meremang. Ia mengubah posisi tidurnya menjadi menyamping dan Ia bisa merasakan sesuatu yang lunak dan basah menyelimuti cuping telinganya.
"Eungh.." lenguhnya antara nikmat dan efek bangun tidur.
Perlahan kedua matanya terbuka, mengerjap beberapa kali hingga pandanganya kembali focus. Ia tersenyum melihat sebuah tangan yang sedang mengusap perut dan dadanya naik turun, dan kehangatan cuping telinganya pun masih ada.
"Cara terbaik membangunkan suami. Istriku memang nakal" ucap Kyuhyun.
"Aku nakal hanya padamu" Sungmin tersenyum dari sela mengemut cuping suaminya. Ia pun lebih merapatkan tubuh depannya pada punggung Kyuhyun hingga menempel tak ada celah. Tidak mau kalah. Tangan kirinya, Kyuhyun perintahkan menuju butt padat milik istrinya.
"Kenapa tidak langsung telanjang saja" ujar Kyuhyun frontal ketika tangannya menyentuh bathrobe yang menyelimuti tubuh istrinya.
"Aku ingin kau yang membuatku telanjang" bisik Sungmin. Ia turun menciumi tengkuk dan leher Kyuhyun.
"Akh.. eung..." Kyuhyun berjingit kaget ketika Sungmin menggigit dan menghisap kulit lehernya. Ia yakin ada tanda berwarna merah buatan istrinya di sana. Kyuhyun beranjak bangun ia memandang Sungmin yang duduk menggoda sembari menatapnya full of innocent.
"Sunghyun dimana?" tanya Kyuhyun.
"Di bawa Umma, Chullie Umma, Han Appa dan Appa, lari pagi"
Kyuhyun menyeringai. "Jadi kita bisa leluasa?" Sungmin menganguk.
"Am ready" Kyuhyun mengedipkan sebelah matanya. "So me too" balas Sungmin.
Kyuhyun langsung membuka baju dan boxsernya. Malam tadi mereka tidak jadi menuntaskan hasrat karena Heechul tiba-tiba masuk. Dan sekarang di rumah tak ada orang, itu sangat mendukung. Gairahnya sudah tak tersalurkan selama dua bulan.
"Tuh kan. Di goda sedikit saja 'adik'mu sudah berdiri tegak" ucap Sungmin ketika melihat Kyuhyun sudah total neked. Sungmin berdiri dari duduknya mendekat pada suaminya, tanpa di suruh Kyuhyun mulai menarik tali bathrobe dan membukanya perlahan hingga terpangpang dua payudara polos Sungmin di hadapannya.
Kyuhyun merangkul pinggang ramping Sungmin dan mulai menciumi pucuk payudara istrinya yang sudah menegang.
"Ahh.. eungg.." Sungmin merangkulkan tangannya di leher Kyuhyun dan melingkarkan kakinya di pinggang Kyuhyun ketika namja berstatus suaminya itu menggendongnya ala koala style.
.
"Eungh...ahh" Sungmin memejamkan matanya rapat ketika kecupan demi kecupan Kyuhyun berikan pada leher dan bahunya. Air hangat dari shower yang mengguyur tubuh polos mereka berdua menambah kesan erotis keadaan mereka saat ini.
"Akh..oh..sshh" Kyuhyun membalas Sungmin dengan membuat sebuah tanda merah juga di perpotongan rahang dan leher bawah telinga. Sengaja untuk memperlihatkan jika wanita muda itu adalah miliknya.
Sungmin menjambak ramput Kyuhyun pelan ketika namja itu mengecup kemudian mengulum kedua nipple tegangnya bergantian membuatnya melenguh nikmat. Sesekali Kyuhyun menggigit kecil membuat Sungmin tambah frustasi.
Kyuhyun membalikkan tubuh istrinya. Menyingkapkan rambut basah Sungmin ke pinggir hingga ia bisa mengecup dan membuat tanda merah di bahu putih istrinya.
"Ahh.. Kyuuhh..." Sungmin mengerang ketika Kyuhyun sengaja menggesekkan junior kerasnya pada vaginannya yang sudah membengkak karena rangsangan.
"Aku akan memasukannya" bisik Kyuhyun. Sungmin menganguk. Ia di bimbing oleh Kyuhyun untuk menungging. Namja itu menusuk-nusuk kejantananya berusaha melebarkannya sebelum ia masuk karena lubang istrinya pasti kembali sempit karena dua bulan tidak terjamah.
"AHHH..." pekik Sungmin dan Kyuhyun bersamaan ketika mereka sudah menyatu. Sungmin sedikit meringis, mencengkram tembok walaupun tak bisa, melampiaskan rasa penuh dalam tubuh bagian bawahnya.
"Ahh.. ahh..ahh..ahh..ahh..ahh...ohh...eunghh...ahhh" Sungmin mulai mendesah ketika Kyuhyun mulai menggerakkan pinggulnya membuat junior panjang, tegang, keras itu keluar masuk liang vaginanya.
"Ohhh... sempitt...Minn ahhh...sshhh..ohhh..ahhh" Kyuhyun merasa miliknya teremas begitu kuat. Wow dahsyat pekiknya dalam hati.
"Ahh.. ahh..ahhh...ahh.. Kyuhh...ohhh" Sungmin semakin kuat mencengram tembok datar itu.
Kyuhyun membantu Sungmin untuk menegakkan tubuh kurus istrinya hingga menempel di dadanya walau pun, tetap saja tubuh Sungmin sedikit melengkung membuat celah sedikit di bagian perut Kyuhyun.
"AHH...AHH...AHH...KYUUHHH..." pekik Sungmin ketika junior suaminya mengenai sweet spotnya. Satu tangan Kyuhyun di pakai untuk melingkar dada Sungmin dan menangkup salah satu payudaranya. Sedangkan tangan satunya, bertengger di perut bawah Sungmin. Menekannya lebih, hingga menempel di selangkaan Kyuhyun dan juniornya tenggelam sempurna di kewanitaan Sungmin.
"Ahh...ahhh..ahhh.. Minn..ohh..yeaahh...ohh.." desah Kyuhyun memejamkan matanya erat.
"Ohh..ahhh..ahha.. Kyuuhh..ahh..ahhh..."
Ceplak
Ceplok
Ceplak
Ceplok
Tumbukan dua kulit itu terdengar beriringan dengan gemiricik air. Membuat suasana lebih panas karena gairah yang tersampaikan dari kedua tubuh itu.
Kyuhyun menghentikan gerak pinggulnya. Meraih satu kaki lentik Sungmin lalu memutar tubuh istrinya itu, membuat ia dan Sungmin berpekik nikmat. Kini Kyuhyun bisa melihat wajah merona Sungmin yang berada di hadapannya, ia menaruh kaki Sungmin di bahunya kemudian kembali mengerakkan pinggulnya.
"Ahhh...ahh..ahh.. ohh..ohh..Kyuhh..."
"Ne..Minn..ahh..kauu.. menghiisapp juniorkuu..ahh..."
"Teruss...Kyuuhhh..ohhh..ahhh"
Sungmin mendongak merasakan milik suaminya masuk lebih dalam dan menghentakkannya kasar membuatnya mengerang ia menjambak rambut basah Kyuhyun sebagai pelampiasan rasa nikmatnya.
Kyuhyun tidak membuang kesempatannya. Ia kemudian menghisap kuat leher putih istrinya. Satu tangannya menekan butt Sungmin hingga menekan selangkaannya sedangkan tangan satunya meremas dan memijat payudara Sungmin yang mengangur.
Sreet
Bless
Sreet
Bless
Sreet
Bless
"Ahhh..ahh..ahh..ahhh..Kyuuhh...akuuhh..OHHH" pekik Sungmin ketika Kyuhyun menghentakkan juniornya keras dan tepat mengenai spot terdalamnya.
"Sebentarr...ohh..." Sungmin merangkul erat leher Kyuhyun ketika namja itu menggendongnya seperti koala. Kyuhyun membalikkan posisi hingga ia yang membelakangi tembok kamar mandi dan mengenjot kembali lubang surga istrinya itu.
"Ahh..ahh..ahh..Ohh..ohh..ahh..ahh..Kyuhh..Kyuhhh..."
"Waitt aahh..a momeenntt...ohh ahh..."
"AHH..AHH..AAHH..Ahhh..Kyuh...Kyuhh...ahhh"
Kyuhyun mempercepat gerakannya hingga tubuh Sungmin terhentak ke atas. Ia merasa juniornya makin mengeras dan berketut tanda sebentar lagi ia mencapai orgasmenya.
"Ahh..ahh..ahh..ahh..ohh..ohh KYUUUU/MINNN" jerit Sungmin dan Kyuhyun bersamaan.
Kyuhyun menyender pada tembok dan merosot dengan Sungmin masih berada di gendongannya membuat wanita itu kini duduk tepat di selangkaan Kyuhyun karena genital mereka masih nafas yang saling bersahutan karena rakusnya dua anak manusia itu meraup oksigen.
"Kau membuat staminaku habis" ucap Kyuhyun sambil mengecup pelipis istrinya. Sungmin yang tersenyum mendengar ucapan suaminya. Ia mengangkat wajahnya dari ceruk leher Kyuhyun dan menatap wajah tampan suaminya itu.
"Cho Kyuhyun saranghae" lirih Sungmin tersenyum manis.
Kyuhyun membelai pipi istrinya, membawa wajah ayu itu mendekat padanya. "Nado saranghae nae yeobo~ youngwonhi" ujarnya lalu meraup bibir merah dan bengkak itu membawanya keciuman panjang dan dalam.
=Figure It Out=
HaeHyuk dan YeWook berlari kecil memasuki pintu masuk kebun binatang. Seperti anak kecil berumur 5 tahun dua pasangan kekasih itu berteriak heboh ketika petugas loket memperbolehkan mereka masuk. Di susul di belakangnya KangTeuk dan HanChul, lalu Changmin yang menuntun Sunghyun, yang paling belakang adalah Kyu Min.
Kyuhyun mengeratkan genggaman tangannya pada Sungmin dan wanita bergigi kelinci itu merangkul lengan suaminya. Mereka tersenyum memperhatikan orang-orang yang mereka berdua sayangi ter senyum bahagia.
Tatapan kedua pasutri itu jatuh pada sosok baby mungil yang baru bisa berjalan yang di tuntun oleh Changmin tertawa.
Kyuhyun menengok pada istrinya ketika mendengar suara isakan pelan dan benar saja segaris lurus air mata keluar dari pelupuk mata istrinya.
"Wae?" Kyuhyun mengusap pipi basah Sungmin.
Sungmin tersenyum. "Aku sangat bahagia melihat mereka tersenyum dan tertawa senang" ujarnya tanpa mengalihkan pandangannya dari KangTeuk, HanChul, HaeHyuk, YeWook, Changmin dan Sunghyun.
Kyuhyun tersenyum, ia melepas genggaman tanganya dan membimbing satu tangan istrinya untuk merangkul pinggangnya sedangkan tanganya merangkul bahu sempit Sungmin. Mengecup pelipis wanita yang sangat ia cintai itu.
"Terima kasih. Dan tetaplah bahagia, karena kebahagianmu adalah kebahagianku juga" ujarnya.
Kyuhyun dan Sungmin kembali mengenang saat-saat melepas kemewahan yang di berikan oleh orang tua mereka. Hidup mandiri berdua, susah senang mereka selalu bersama dan di temani oleh sahabat-sahabat yang sangat perhatian dan pengertian, tanpa lepas dari pengawasan orang tua mereka.
Kembali mengenang bagaimana rasanya terpisah dari putra mereka, sulitnya mencari uang. Tak pelak pertengkaran juga terjadi di perjalanan rumah tangga keluarga kecil mereka. Kyuhyun dan Sungmin bersyukur karena tanpa masa-masa sulit seperti itu, mereka tidak akan bisa menjadi lebih baik seperti sekarang.
.
.
Jam sudah menunjukan waktunya makan siang. KangTeuk, HanChul, KyuMin, HaeHyuk, YeWook dan Changim sekarang berada di sebuah restoran yang berada di kebun binatang. Para orang tua berada di meja berbeda dengan para anak muda. Biasa, orang tua hanya perlu mengawasi.
"Hyunnie baby kajja sama Umma" Sungmin sudah mengulurkan tangannya untuk mengendong putranya.
"Tidak apa-apa aku saja yang menyuapi Sunghyunnie" kata Changmin.
"Ck! Kau tidak akan bisa" ucap Sungmin.
"Bisa" balas Changmin tidak mau kalah.
"Sungmin-ah biarkan saja. Jika Sunghyun kau gendong, dia tidak punya pasangan seperti kita" ejek Donghae.
"Jinjayo?" tanya Sungmin mendapat anggukan dari HaeHyuk,YeWok dan Kyuhyun.
"Um-ma.. Um-ma..." rengek Sunghyun ingin di dekapan Sungmin.
"Yah! Lepasakan anakku bodoh" cibir Kyuhyun pada Changmin. Namja itu mendengus dengan tak rela menyerahkan Sunghyun pada Ummanya.
"Mulailah cari kekasih" ucap Eunhyuk.
"Apa langsung cari istri saja?" tawar Yesung mendapat kikikan dari yang lainnya.
"Mau aku bantu carikan?" Ryeowook juga menawarkan dirinya membantu Changmin.
Bukannya tak laku. Hei! Seorang Shim Changmin namja tampan, tinggi, muda dan berada siapa gadis yang akan menolak. Hanya dia belum mendapatkan seseorang yang membuat hatinya berdesir.
"Ck kalian menyebalkan. Kalian tunggu saja kartu undangan pernikahanku" kata Changmin.
"Kapan?" tanya Kyuhyun mengejek.
Changmin mendelik tidak suka. "Tidak lama lagi" serunya membuat sahabat-sahabatnya tertawa. Namja tinggi itu bangun.
"Odiga?" tanya Donghae. Changmin hanya mengendikan bahunya tidak peduli.
"Changmin-ah" panggil Kyuhyun, namja itu menoleh malas tanpa menjawab. "Cappucino satu please" ujar Kyuhyun yang tahu maksud sahabat tingginya itu yang akan membeli minum.
Changmin mendengus kemudian melangkah meninggalkan meja di mana para sahabat-sahabatnya menertawakan ketidakberdayaan (?) dirinya.
Tak berapa lama pesanannya sudah siap. Changmin tersenyum sopan sembari mengatakan terima kasih pada waiter. Ia pun berbalik dan hendak menuju teman-temannya lagi tapi..
Bugh
Byur
Changmin memejamkan matanya mencoba meredam amarahnya yang ingin meledak. Sudah di tertawakan oleh sahabatnya kini ia harus bertabrakan dengan orang dan lebih parahnya minumannya tumpah ke bajunya sendiri.
"Mianhae" ucap seorang gadis penuh penyesalan ia benar-benar tidak sengaja. Setelah berhasil mereda emosinya perlahan ia membuka matanya.
Deg
Ucapan adalah doa. Karena baru saja ia berkata pada sahabat-sahabatnya untuk menunggu kartu undangan pernikahnya, walaupun ia belum yakin, tapi ia merasa memang benar surat undangan itu akan di terima oleh sahabatnya tak lama lagi. Tak peduli dengan usianya yang masih 19 tahun, hei bahkan Kyuhyun sudah lebih dulu menikah dan malah sudah mempunyai seorang putra.
Ia merasa terperosok jatuh kedalam manik hitam gadis di hadapannya itu, gadis yang sudah menubruknya. Love at first sight eoh?
"Jongmal mianhae. Jinja aku tidak sengaja" ucap gadis itu.
Changmin baru sadar keadaaanya, ia berdehem sebentar. "Kalau jalan hati-hati" ujarnya. "Kau pikir ini lapangan, lari-lari seperti itu" lanjutnya. Changmin hanya bisa merutuk karena ucapannya sendiri. Niatan ingin lembut eh, kata-kata kasar yang malah keluar. Entahlah ia juga bingung kenapa bisa seperti itu.
"Aku kan sudah minta maaf" ucap gadis itu dengan nada agak tinggi.
"Loh kamu kok marah. Harusnya aku yang marah karena kamu sudah menabrakku hingga minumanku tumpah" ujar Changmin.
"Ck! Aku minta maaf" ulang gadis itu tidak mau lebih lanjut lagi berdebat dengan namja yang membuat lehernya pegal karena ia harus mendongak hanya untuk melihat wajah namja tinggi itu.
Gadis itu akan melangkah pergi tapi Changmin mencekal lengan gadis itu. "Kau akan pergi begitu saja tanpa bertanggung jawab?"
"Memangnya aku menghamilimu apa?" dengus gadis itu kesal membuat Changmin menganga lebar. Gadis itu membuka tas selempangannya, mengeluarkan dompet dan mengambil beberapa lembar uang won lalu memberikannya pada Changmin.
"Sudah" gadis itu langsung berlari kecil.
"YAH!" teriak Changmin tidak terima. Di hatinya malah tersenyum, ternyata ia menemukan juga seseorang yang membuat hatinya berdesir.
"Eoh?" gadis itu terdiam tak percaya pada apa yang di lihatnya. "Ah, Annyeong haseyo eonni" sapa gadis itu menghampiri Sungmin yang balas menyapanya. Gadis itu lalu menyapa HaeHyuk dan YeWook tak lupa Kyuhyun.
"Ah! Aku beruntung sekali datang kerestoran ini" seru gadis itu. "Perkenalkan, Lee Minry imnida. Aku fans kalian Sungmin eonni, Kyuhyun oppa" ujarnya.
"Ah ne" ucap Sungmin pelan.
Gadis itu berceloteh ria menceritakan bagaimana ia mengidolakan Sungmin, Kyuhyun dan gadis itu pun tahu mengenai Sunghyun. HaeHyuk dan YeWook sesekali terkekeh melihat ekpresi antusias gadis itu ketika bercerita.
Gadis bernama Minry itu meminta berfoto berdua dengan Sungmin dan juga bertiga dengan Sunghyun.
"Eonni, bolehkan aku berfoto dengan Kyuhyun oppa?" tanya Minry pelan.
"HA! Modus. Mendekati Sungmin lalu meminta izin untuk berfoto dengan suaminya. Briliant" puji Changmin.
"Silahkan. Tapi satu kali saja ya" jawab Sungmin yang di balas dengan anggukan gadis itu. ia langsung mengambil posisi di samping Kyuhyun.
"Sebentar" intupsi Kyuhyun ketika Minry akan mulai mengambil selca. Kyuhyun menatap pada istri tercintanya. "Kau yakin? Asal kau tahu aku tidak mau sampai tidak mendapat jatah" lanjutnya.
HaeHyuk, YeWook dan Changmin geleng-geleng kepala sedangkan seorang gadis pendek yang berdiri di samping Kyuhyun menatap tidak mengerti. Lebih baik Sunghyun yang sedang asyik memasukkan makanan kedalam mulutnya.
"Hm~" jawab Sungmin singkat. "Jangan pakai kontak fisik" gumam Sungmin.
"Jadi..."cicit Minry tidak melanjutkan perkataannya. Sungmin mengambil ponsel gadis itu lalu mengarahkannya membidik wajah suami dan gadis itu. Kemudian kembali mengembalikan ponsel itu kepada sang pemilik.
"Minry-ya" teriak seorang pemuda yang menghampiri gadis itu. Semua orang menoleh kesumber suara.
"Oppa" seru Minry.
"Jungmo?" ucap Donghae tidak percaya.
"Kalian? Sedang apa disini?" tanya Jungmo.
"Makan" jawab Kyuhyun singkat.
"Kau mengenal gadis ini?" tanya Ryeowook pada Jungmo.
Jungmo tersenyum lalu merangkul bahu gadis itu. "Dia Lee Minry sepupuku" jawabnya memperkenalkan membuat namja yang paling tinggi dari mereka bernafas lega. Terjadi berbincang sebentar di antara mereka.
"Minry-yah kajja, yang lain sudah menunggu" kata Jungmo.
"Ne Oppa" Minry membungkuk sopan pada KyuMin, HaeHyuk dan YeWook. "Aku pamit Oppadeul, Eonnideul" katanya pamitan. Jungmo hanya mengangkat tanganya sebagai tanda sampai jumpa.
Sreet
"Yah! Lapaskan tasku" seru Minry ketika tasnya di cekal oleh Changmin. Tanpa membalas, namja tinggi itu merampas ponsel gadis itu lalu mengutak-atiknya. Protesan sepupu Jungmo itu ia tidak hiraukan. Mau merampas bagaimana, Changmin mengangkat tinggi ponselnya. Hei perbedaannya jauh sekali, tinggi gadis itu hanya 155 cm sedangkan Changmin 190 cm. Setelah urusannya selesai, Changmin menyerahkannya lagi pada gadis itu.
"Nama ku Shim Changmin. Nanti malam aku telpon ne. Minry-ya" ujarnya sambil tersenyum lebar. Gadis itu hanya menatap Changmin tidak percaya lalu langsung berlari menyusul Jungmo.
KyuMin, HaeHyuk dan YeWook terkekeh melihat interaksi seorang yang terlihat jelas sedang jatuh cinta itu.
"Aku rasa ada yang akan memiliki kekasih sebentar lagi" goda Yesung.
"Lihatlah wajah bodohnya tambah kelihatan bodoh" cibir Kyuhyun.
"Aku rasa kalian akan segera mendapat kartu undangan dariku" ucap Changmin sambil mencubit pipi Sunghyun gemas. "Iam falling in love" pekik tertahan Changmin.
"Jatuh cinta, jatuh cinta tapi jangan melampiaskannya dengan mencubit pipi putraku" seru Kyuhyun ketika melihat pipi Sunghyun memerah.
"Kalo begitu aku mencubit pipi mu saja" kata Changmin.
"Itu apa lagi" ujar Kyuhyun tapi tak di dengar oleh Changmin. Namja itu menghampiri Kyuhyun dan berusaha mencubit kedua pipi tirus sahabatnya itu. Kyuhyun yang tidak mau dan Changmin yang bersikukuh membuat HaeHyuk, YeWook dan Sungmin tersenyum lebar.
'Terima kasih Tuhan' ucap Sungmin dalam hati ia sangat bersyukur semoga kebahagianya ini selalu menyelimutinya. Ia mencium pipi putranya yang ikut tertawa melihat pertengkaran Kyuhyun dan Changmin.
I remember the image of you who waited for me again today
From time to time
When things get though
I always think of you
Thank you
When I'm happy
We all laugh together
And loving hearts are always abounding
Now, having just received your heart
I'll give everything back to you
A little bit closer, love
I'll always protect you
So we're like how we are now
When you're feeling exhausted and hurt and pained
All you have to do is lean on me
Always, HAPPY TOGETHER
It's just a little bit different
Even if those there are cold glares or someone says something
I just hope that you won't change
Thank you
For crying all together when I'm feeling down
For always staying together and protecting each other
Now, having just receieved your heart
I'll give everything back to you
Even when the tears that are hidden from the world flow
Because the dazzling you is with me
I can gain strength and laugh again..
Always
HAPPY TOGETHER
You're my everything
You're my best
My person
No matter what anyone says
You're my love
Don't say that you can't
Don't say that you'll fail
Even if no one acknowledges you
You can do it
Now, don't change and smile all together
Everyone here will now always be happy
Love, happiness
From now on
Love, happiness
Forever and ever
Love, happiness
You and me
Love, happiness
Doing it together
Forever
HAPPY TOGETHER
( Oppadeul, Happy Together )
.
.
"Huwaeee..."
"Tidak tidak tidak" Sungmin menggeleng sembari menggendong Sunghyun. Mencoba menenangkan.
"Es clim... clim.." Sunghyun menggapai-gapai kotak frizer yang berada di hadapannya. "Appaaa..ppaa" baby kecil itu merengek pada Appanya, meminta bantuan mungkin, untuk membujuk sang Umma agar mengizinkannya memakan ice cream.
Sungmin yang tahu maksud putranya langsung menolak. "Tidak boleh.. nanti kau batuk dan pilek Hyunnie baby"
"Huwaaee... Appaa..." tangis Sunghyun semakin keras.
"Kyu~" protes Sungmin ketika Kyuhyun mengambi l alih menggendong Sunghyun. Namja berkulit pucat itu membuka kaca geser frizer lalu mengeluarkan secup kecil ice cream. Kemudian berjalan menuju kasir untuk membayar meninggalkan Sungmin yang cemberut sambil meneruskan belanja persediaan makanan. Setelah puas bermain di kebun binatang keluarga kecil itu mampir di sebuah supermarket sebelum pulang.
Sungmin masih menekuk wajahnya ketika Kyuhyun kembali menghampirinya. Ia melihat Sunghyun yang tersenyum lima jari padanya seakan mengatakan. 'Hah! Ice cream ice cream, hahay :p'
"Dasar anak Appa" cibir Sungmin sedangkan Sunghyun tertawa.
Kyuhyun mencolek dagu Sungmin menggoda, tapi langsung di tepis oleh istrinya itu. "Umma marah pada kita berdua baby" ucap Kyuhyun pada Sunghyun.
Sungmin pura-pura tidak mendengar dan lebih asyik memilih sayuran. Wanita manis itu kaget, ia menaruh sayuran pada trolinya dan langsung menggendong Sunghyun yang tadi sempat Kyuhyun dudukkan di troli.
Kyuhyun yang mengerti akan ketakutan Sungmin, mengusap ramput istrinya itu lalu mengecupnya. "Gwenchana. Sunghyun tidak akan apa-apa. Ada aku" ucapnya.
"Tapi.."
Kyuhyun mengambil Sunghyun kemudian kembali mendudukan putranya itu di troli. Satu tangan mendorong troli dan satunya lagi memegang tangan istrinya. "Kajja.." ujar Kyuhyun dengan nada ceria dan mulai berbelanja lagi.
.
.
Sepasang pupil hitam itu terus bergerak mengikuti objek yang di lihat di layar kecil persegi panjang berwarna hitam milik Ayahnya.
"Hahahah" tawa baby mungil itu ketika objek yang dikenalnya dengan nama mobil bertubrukan dengan mobil yang lainnya.
"Aish..! Hyunnie diam dulu" ujar Kyuhyun, ia sibuk memenangkan pertandingan mobil di PSP pemberian Yesung dan Donghae sebagai ucapan permintaan maaf dua bulan lalu.
"Aaaaa... auuuuu (mau)" Sunghyun menggengam kedua tangan Kyuhyun yang memegang PSP itu berusaha merebut. Ia juga tidak ingin hanya menjadi penonton setia.
"Nanti dulu..." kekeh Kyuhyun. Sebentar lagi, sebentar lagi ia akan menuju finish.
"Aaaa... Apppaaaaa... auuu...isssshhh... auuuu" pekik Sunghyun sama kekehnya sembari terus berusaha melepas tangan ayahnya dari tubuh (?) PSP.
GAME OVER
"Tuh kan..." protes Kyuhyun. Si baby hanya tertawa dan langsung menekan tombol-tombol PSP yang sudah di lepas oleh Kyuhyun.
"Nakal, nakal, nakal" Kyuhyun mencium Sunghyun bertubi-tubi.
"Hyunnie tampan, waktunya tidur" ucap Sungmin keluar kamar mandi setelah membersihkan diri. Wanita itu mendekat pada suami dan putranya. "Cha.. sama Umma"
Sunghyun menggeleng dan terus meronta ketika Sungmin akan menggendongnya. Ia masih asyik bermain dengan PSP malah di ganggu.
"Hyunnie ini sudah malam.. cha.. itu itu lihat ada cikcak" Sungmin mencoba mengalihkan perhatian putranya dari layar PSP pada langit-langit kamar. "Tuh.. mana cikcak nya mana? Hah! Mana ya?" kata Sungmin sembari menggoyang-goyangkan tubuhnya.
Kyuhyun terkekeh, dengan sengaja ia berteriak sembari memainkan PSPnya. "Aishh.. yah sedikit lagi sedikit lagi.. ahh" teriaknya riang implus Sunghyun yang mendengar kembali merengek minta di turunkan.
"YA!" pekik Sungmin kesal. Kyuhyun langsung diam dengan tampang innocent. Sungmin menatap Kyuhyun tajam, ia menyerukan wajah Sunghyun pada lehernya kemudian menepuk-nepuk pantat putranya itu.
Kyuhyun merangkak dan duduk di belakang Sungmin yang otomatis berhadapan langsung dengan putranya. Namja berkulit pucat itu malah melakukan Ci-Luk-Ba dan alhasil Sunghyun bukannya tertidur malah tertawa.
"Aish! Terserah kalian saja" Sungmin sebal, ia menurunkan Sunghyun dan menyerahkannya pada Kyuhyun. Ia langsung merebahkan tubuhnya menyelimuti dengan selimut sampai leher lalu memejamkan mata. Terserah apa yang ingin di lakukan Kyuhyun dan Sunghyun.
"Oow.. Umma marah lagi" bisik Kyuhyun pada Sunghyun yang berada di pangkuannya. "Umma.. Umma.." ujar Sunghyun.
Kyuhyun dan Sunhyun merangkak mendekati Sungmin. Sunghyun berbaring memeluk Sungmin dari depan sedangkan Kyuhyun melingkarkan tangannya di perut wanita yang ia cintai itu.
"Ummaa.. mmaa..." rengek Sunghyun meminta maaf. Kyuhyun mengangkat kepalanya hingga bisa melihat wajah Sunghyun yang menatapnya juga. Namja itu mengerucutkan bibirnya lalu menunjuk Sungmin dengan dagunya memerintahkan putranya untuk mencium Sungmin.
Sunghyun, baby 1 tahun yang cerdas hingga mengerti apa yang di sampaikan Ayahnya. "Ummaa..mma..-Cup" Sunghyun mencium bibir Sungmin.
Wanita itu membuka matanya satu dan langsung disuguhi oleh wajah tampan putranya yang tersenyum lebar.
"Mwo?" tanyanya.
"Cu..cu..niee.. (Susu Hyunnie)" ujar Sunghyun sambil membuka selimut yang Ummanya pakai dan menepuk dada Sungmin pelan.
Sungmin tersenyum kecil lalu mencium bibir Sunghyun gemas. "Jangan ikut-ikutan nakal seperti Appamu arraso?"
"Aku nakal apa?" tanya Kyuhyun menyerukkan wajahnya pada leher istrinya. Sungmin tidak menjawab ia membenarkan letak tidur putranya, membuka kancing baju atasnya. Sunghyun sudah tertawa girang melihat Sungmin mengeluarkan nipple kesukaan baby itu yang langsung di lahap.
"Setelah Hyunnie selesai, giliranku ya" cicit Kyuhyun manja.
"Shireo.." ujar Sungmin singkat.
"Wae?" protes Kyuhyun tidak terima.
"Aku ingin tidur"
Kyuhyun berdecak lalu seringai muncul tanpa di ketahui Sungmin. Namja berkulit pucat itu kembali menegakkan tubuhnya sedikit, ia melihat Sunghyun yang belum memejamkan matanya.
"Hyunnie.." Kyuhyun memanggil putranya sembari memegang dada Sungmin yang bebas.
"Huwaeeee" tangis Sunghyun tidak terima.
"Kyu~ kapan Sunghyun tidur kalau terus saja kau ganggu" Sungmin menepuk-nepuk pantat Sunghyun dan kembali menyodorkan nipplenya.
"Makanya. Ne, sudah Hyunnie baby, giliran aku ne ne ne" katanya manja. "Terserah kau saja" ucap Sungmin malas. Kyuhyun hanya beryeay ria.
Tak menunggu lama Sunghyun sudah terlelap. Sungmin segera memindahkan Sunghyun ke box bayi. Setelah memastikan tubuh putranya terbungkus rapi oleh selimut. Kyuhyun langsung menggiring Sungmin untuk berbaring dan menyelimuti tubuh mereka berdua.
"Mesum" ejek Sungmin, Kyuhyun tersenyum dan langsung menyatukan bibir nya dengan milik Sungmin. Sungmin memejamkam matanya menikmati gerakan bibir suaminya. Lain di mulut lain di hati eoh?
Sungmin membuka matanya, menyusuri tiap inci wajah Kyuhyun. "Wae?" gumamnya tidak mengerti ketika Kyuhyun melepas pagutan mereka.
Kyuhyun tersenyum kecil sembari menggeleng pelan. Ia membawa wajah Sungmin pada dadanya. Kyuhyun memeluk erat tubuh kecil itu.
Kyuhyun menundukan wajahnya hingga dahinya bertubrukan dengan dahi Sungmin. "Tidak apa-apakan seperti ini?" ujarnya.
"Hm?" Sungmin berdehem tidak mengerti.
"Aku masih ingin tinggal di rumah sederhana ini bersamamu dan Sunghyun. Permintaan Appa untuk pindah. Bolehkan aku menolaknya" Kyuhyun meminta pendapat.
Ya! Kangin maupun Hangeng terus saja mengajaknya untuk segera pindah rumah. Dan kembali kerumah tempat mereka berasal (?). Sungguh Kyuhyun sudah merasa nyaman hidup seperti ini.
Hidup seperti ini sebelum berkonsentrasi menjalankan perusahan Ayah dan Ayah mertuanya yang di satukan. Tanggung jawab memegang itu semua sangat besar banyak orang yang bergantung hidup. Dan Kyuhyun harus menyiapkan mental dan ilmu nya terlebih dahulu bukan.
"Hm. Gwenchana. Aku tidak keberatan sama sekali" kata Sungmin, ia membelai wajah putih suaminya.
Kyuhyun tersenyum lalu mengecup bibir shap m di hadapannya singkat. "Gomawo. Nae sarang"
"ck hentikan itu" dengus Sungmin padahal wajahnya sudah merona. Senyum jahil langsung terlukis di wajah Kyuhyun.
"Sayang.." panggil Kyuhyun.
"Hm?"
"Kajja" Sungmin mengangkat satu alisnya tidak mengerti. "Membuat adik untuk Sunghyun" bisiknya sensual.
"Mwo? Andwehhmmffff" Kyuhyun tidak memberi kesempatan Sungmin untuk menjawab dan lebih langsung membungkam mulut menggoda itu dengan bibirnya.
.
.
Hartaku yang paling berharga. Cho Sungmin, Cho Sunghyun. Aku mencintai kalian.
.
.
Teman hidupku sampai aku menutup mata. Cho Kyuhyun, Cho Sunghyun. Aku mencintai kalian.
.
.
Terima kasih atas kasih sayang yang tak terhingga dari kalian untukku. Aku mencintai kalian Appa, Umma.
.
.
.
.
END
.
.
Tambahan cerita
"Ini" seorang anak laki-laki berumur 13 tahun menyerahkan sebuh kunci pada seorang anak perempuan gembul yang memakai kacamata minus, berjerawat dan berkawat gigi.
"Terima kasih Kyu" ucap anak perempuan itu.
Anak laki-laki yang di panggil Kyu itu hanya berdehem. "Kenapa tidak meminta bantuan orang lain untuk mencari kunci gembok sepedamu?" gadis itu hanya diam menunduk.
"KYUHYUN-AH" teriak tiga anak laki-laki teman sekelasnya.
"Cerewet" Kyuhyun berteriak. "Pulanglah. Aku duluan ya Seohyun" pamit Kyuhyun pada teman sekelasnya itu, lalu berlari menuju sahabat-sahabatnya Donghae, Yesung dan Changmin.
Seohyun anak perempuan itu terus menatap punggung Kyuhyun penuh arti. "Jika seekor kupu-kupu meminta bantuan, pasti banya orang yang akan membantunya. Beda jika yang meminta bantuan itu seekor ulat" gumam Seohyun.
Kyuhyun memang anak yang di kenal nakal dan jail, tak peduli pada orang lain kecuali pada orang yang dia kenal. Sejak istirahat pertama Seohyun menyadari jika kunci gembok sepedanya hilang dan ia mencarinya sejak istirahat dan akan di lanjutkan jika istirahat kembali hingga pulang sekolah tiba tak ada yang membantunya. Menanyakan sedang apa ia juga tak ada yang bertanya. Sampai Kyuhyun menyerahkan kuncinya entah di temukan dimana. Hanya Kyuhyun yang membantunya.
Seohyun menyentuh dadanya yang berdegup kencang. Ya! Ia bertekad untuk merubah penampilannya. Ia akan buktikan jika seekor ulat bisa bermetaforosis menjadi seekor kupu-kupu hingga tak ada orang yang memandangnya sebelah mata. Dan saat itu ia akan berusaha untuk menyampaikan perasaannya pada seorang anak laki-laki berkulit pucat yang sudah membuatnya jatuh cinta.
Tapi anak perempuan itu tidak tahu, jika kedepannya perasaan cinta itu berubah menjadi rasa obsesi untuk mendapatkan anak laki-laki berkulit pucat itu.
FINISH
.
.
.
.
.
HUWAHAHAHAH... #ketawa_nista
Lee Minry Nuguya? Ada yang tahu? Kalo yang ga tahu lihat pen name aku Kekek~~ MinRy (Sungmin+Poery) Kyahahaha #dirajam_ma_Daddy_Kyu. mian, mian bikin fantasy kalian rusak karena satu bintang tamu. hanya sebagai pelengkap saja oke hahah.
Buat scane Seohyun yang akhir itu aku ambil dari salah satu adegan novel pertama aku baca yaitu novel Let's Go karya Widhy P (gatahu nama panjangnya aku lupa. Ada yang pernah baca ga?)
Novel friendship yang memang good lah. Tokohnya Caraka yang nolong temen ceweknya yang lagi nyari kunci, 2 jam nyari ga ada yang nolong. Trus ia tanya ma rivalnya yang entar akhirnya jadi pacarnya, Nadia. Kenapa temennya itu ga ada yang nolong. Jawaban Nadia itu kurang lebih sama kaya Seohyun gitu. Mengerti kan?
Jadi itu kenapa Kyuhyun bilang 'Dulu kau lembut dan baik hati. Setelah ini, aku ingin melihat Seohyun temanku yang seperti itu. Bukan Seohyun yang tergila-gila dan mengejar-ngejar lelaki yang sudah beristri' chapter 8.
Oke oke oke bisa di terima..
Untuk chapter 9 kemarin pasti kawant semua sebagian sudah pada bisa nebak bukan. Ceritanya klise banget, aku tahu itu tapi yah. Idenya cuman bisa sampai sana. Seberapa banyaknya kita buat salah sama orang tua, tetep aja mereka tuh sayang sama kita bener ga? Mereka tuh cuman pengin yang terbaik untuk anak-anaknya. Hiks T.T udah ah entar jadi nangis kalo di terusin...
CHINGUDEUL!
Eotte? Last chapter!
Huft! Akhirnya selesai juga namatin FF ini. bersyukur dapet respon yang sangat wah banget huft… tak pernah terbayangkan sumpah ^^ pokoknya tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Dalam pembuatan FF ini alhamdulilah tidak ada halangan apapun. Inspirasi langsung ada.
Aku udah buat FF lagi Oneshoot. Ga tahu disebut apa sequelkan atau side story.. yang pasti Kyumin dong.. aku akan publish 3-4 hari kedepan.
Aku mau ngucapin banyak-banyak terima kasih buat kalian semua yang sudah memfollow, memfavorite dan mereview FF sederhana ini. Terima kasih atas masukan dan sarannya juga semangatnya buat aku, itu berarti banget beneran ^^
CHINGUDEUL! GOMAWO, JONGMAL
Silahkan tuangkan semuanya tentang keluh kesah, kesan, saran atau pesannya mungkin? Selama mengikuti FF ini.
SEE U ALL...
SARANGHAE ^O^
