Chapter 10
Disclaimer : Naruto [Masashi Kishimoto]
One Piece [Eiichiro Oda]
Created by : Kurosaki D Jasmine
Rated : M
Warning : Typo (s), Miss Typo (s), ABAL, TIDAK SESUAI ALUR, GAJE DLL OOC, OC, Alternative Universe, Bikin sakit mata and Etc.
Don't like, Don't read ..
Ide ini dihasilkan oleh imajinasi otak Author sendiri, jadi harap maklum jika masih banyak kesalahan.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Naruto melihat Enel yang duduk didahan pohon dengan pandangan tajam lalu
Swuuushh
Naruto lari dari sana dengan cepat meninggalkan Enel yang melihatnya dengan berkedip'Menghadapinya sekarang itu buruk, lebih baik serahkan saja pada Luffy!'Naruto berlari dengan bantuan mengendalikan tanah yang membuatnya lebih cepat
"Ahaha kau pikir bisa lari semudah itu"
"10 juta Volt Vari"
Srezzzss Dhuar
Naruto menggunakan anginnya untuk menetralisir kekuatan petirnya agar tidak terlalu besar damage-nya
"Ya ampun walau sudah kutahan dengan angin yang bisa menetralisir, petirnya kuat sekali ya!"
"Kau pikir angin manusia biasa bisa menghalau petir serangan dewa!"Enel tersenyum melihat Naruto yang merenungkan sesuatu
"Hmm tapi jika kau kalah melawanku berarti Dewa itu sangatlah lemah ya bisa kalah melawan manusia yang merupakan makhluk yang diciptakannya"
"Ahaha manusia, mulutmu itu lancang sekali!"
Srezzz
Petir menyambar kemana-mana akibat serangan mereka berdua yang membabi buta keseluruh hutan
Robin Place
Dzzz
Suara petir mengalihkan perhatian Robin dari reruntuhan yang ia teliti sekarang ini
"Senpai-san sedang bertarung dengan siapa?"Robin melihatnya dengan heran
Dug
Suara langkah kaki yang berat dan keras mengalihkan perhatian Robin, rupanya yang ia lihat adalah orang tua yang kebanyakan makan ban eh salah yang tubuhnya kaya tong sampah karena lebarnya
"Khikhikhi penduduk laut biru, ketemu kau!"
Naruto Vs Enel
Srungg Szz
Naruto menggunakan anginya sebagai tameng agar petir Enel tidak menjangkaunya, walau ia memiliki kekebalan terhadap petir, tubuhnya memiliki batas untuk menerima serangan, Naruto juga membalas balik dengan menggunakan serangan angin karena menggunakan petir juga tidak banyak berpengaruh karena tubuh Enel itu petir jadi pasti tidak mempan
"Shock Air"
Bruunngg
Tubuh Enel terdorong kebelakang oleh angin Naruto yang menghempaskan pohon-pohon disekitarnya akibat kuatnya serangan Naruto tadi
'Cih pengguna buah iblis Logia benar-benar merepotkan, mereka hanya bisa dikalahkan oleh orang yang memiliki elemen yang berlawanan dengan mereka'Naruto melihat Enel yang hanya terluka sedikit melawannya
"Hahahaha baru kali ini diriku terluka, kau adalah manusia pertama yang bisa melukaiku, seharusnya kau bangga terhadap hal itu!"Enel mengusap darah yang mengalir disudut bibirnya dengan santai
'Menma-nii bilang untuk tidak bersikap angkuh karena itu akan menjatuhkanmu, tapi kadang-kadang kupikir jika orang yang bisa bersikap angkuh adalah orang yang benar-benar mempunyai hal yang disombongkannya secara sempurna, jadi dia ini contoh yang cocok untuk persepeksiku'Naruto melihat Enel yang mengangkat tangannya bersiap untuk menyerangnya dengan serangan yang lebih besar daripada yang tadi
"El Thor!"
Wruunnnggggg
Petir yang bergemuruh dengan keras jatuh tepat diatas Naruto dimana ia tidak bisa mengelak, karena cepatnya petir itu melesat berbeda jauh dengan kecepatan refleknya yang tidak secepat petir
"Guh"Naruto memuntahkan darah dari mulutnya akibat menerima langsung serangan Enel yang tepat mengenainya, jika manusia biasa yang mengenainya bisa dipastikan akan langsung mati ditempat, manusia abnormal sekalipun pasti akan roboh dan pingsan jika menerima serangan itu secara langsung berbeda dengan Naruto yang juga memiliki kekuatan petir jadi bisa meminimalisir kekuatan serangan Enel tadi"Sialan kekuatannya benar-benar hebat, yang bisa mengalahkannya sekarang hanya Luffy! Aku sudah menetapkan untuk tidak memakai Mangekyou jika kondisinya benar-benar tidak darurat, tapi sekarang ini darurat"Naruto melihat keatas dimana serangan yang sama akan turun lagi
"Manusia yang keras kepala"Enel menjatuhkan serangan itu tepat mengenai Naruto yang terkena telak
DHUAARRRRR
Ledakan menggema ke seluruh pulau, suara ledakan pun mereda dan Enel melihat kedalam yang didalamnya tidak ada apa-apa
"Hm sudah mati ya"Enel melangkah pergi dari sana dengan santainya meninggalkan lubang itu
'Hampir saja'Naruto membatin dengan kondisi terjepi didalam tanah dimana kepala dibawah dan kaki diatas seperti orang nyungseb'Jika tadi aku tidak memindahkan tubuhku kedalam tanah yang berada dipinggir aku pasti sudah mati terkena serangan tadi, tapi lebih baik aku menunggu dulu, selama beberapa saat untuk membiarkannya memastikan aku telah benar-benar mati'
Skip time 2 jam
Naruto keluar dari dalam tanah dengan tubuh yang cukup kotor dan babak belur
"Yeah untung saja aku memiliki kekuatan untuk memanipulasi tanah jika tidak, aku pasti sudah mati karena terkena serangannya dan tidak bisa mengelabuinya!"Naruto menepuk pakaiannya yang kotor agar sedikit bersih'Mantra yang orang bernama Enel gunakan tadi itu adalah kombinasi suara dengan petir tapi kelemahan suara adalah benda lunak yang bisa menyerap suara, apa dengan menyelimutiku dengan tanah sekali lagi apa akan membuatnya lengan?'
Szzztt DHuar Dzztt Blaar
Petir yang menyambar kepada seluruh pulau, seluruh pulau berguncang akibat petir-petir yang turun dari awan hitam yang menyelimuti langit dan menghalangi cahaya matahari yang turun
"Ohh rupanya terjadi sesuatu yang besar selama aku berdiam diri didalam tanah, kurasa aku juga harus kesana!"Naruto meloncat dari lubang yang ia tempati dan berlari menuju batang pohon kacang karena merasakan keberadaan seseorang disana
Dekat Pohon kacang
Naruto berlari dengan melihat sekeliling hutan dengan heran karena dia tidak melihat hewan-hewan yang berkeliaran
"Bukannya hewan itu takut api bukan petir?!"Naruto bergumam dengan heran tidak melihat satupun hewan semenjak ia berlari
Szztt Dhuar
Suara petir yang terdengar jelas didepannya mengalihkan perhatiannya dan melihat Zoro yang gosong kaya ikan bakar akibat petir tadi
"Wah-wah apa akan enak dimakan?"Naruto bergumam dengan mata setengah terbuka melihat Zoro dari kejauhan, tapi daripada mendekati Zoro malah ia mendekati Robin yang jaraknya lebih dekat darinya"Robin apa yang terjadi disini?"
"Seperti yang kau lihat, dewa itu berencana menurunkan seluruh pulau langit kebawa menuju laut biru"
"Ohoho rupanya dia mulai bertindak, terus dimana Luffy?"
"Ia sedang mengejar Enel bersama Nami, terus darimana saja kau selama ini Senpai-san?"
"Nada bicara yang dingin ya, aku tadi terkubur jadi aku terpaksa untuk bersembunyi sementara, yang lebih penting lagi Luffy hanya perlu jalur untuk menghajar dewa sakti bin kurang ajar bin sialan bin brengsek bin beruntung bin kuat itu bukan"
"Kebanyakan binnya, apa kau memakan buah bin Senpai-san?"
"Memangnya ada?"
"Tentu saja tidak ada"
"KALAU BEGITU JANGAN MENGATAKANNYA, KAU MEMBUATKU SEPERTI ORANG BODOH SAJA!"
"Memang begitu bukan"Robin membalas dengan ringannya perkataan Naruto yang membuat semangatnya down seketika
"Hahh mulutmu itu memang tajam sekali seperti pedang Menma-nii"
"Air Way"Naruto mengarahkan tangannya pada Luffy yang mulai bisa berjalan diudara
"Apa yang kau lakukan Senpai?"
"Hanya membuat jalan dari udara untuk membuat Luffy lebih mudah menuju dewa itu!"Luffy berlari diatas udara dengan cepat menuju Enel, namun diatasnya muncul bola hitam yang mengeluarkan tekanan listrik kecil
"LUFFY MENGHINDARLAH, BAHKAN JIKA TUBUHMU KARET SEKALIPUN KAU AKAN MATI JIKA TERKENA LISTRIK SEKUAT DAN SEBESAR ITU!"Naruto berteriak dengan terkejut melihat bola hitam yang ukurannya menyamai setengah dari pulau Upper Yard, tapi Luffy tidaklah mendengarkan, ia terus berlari namun arahnya bukan pada Enel melainkan pada bola hitam itu"Ahhh sepertinya kita harus cari kapten baru"
"Apa yang kau katakan Naruto? Apa kau tidak percaya pada Luffy?"Ussop melihat Naruto dengan tajam yang ditajam yang mengalihkan matanya
"Kepercayaan yang terlalu tinggi akan mengakibatkan keputusasaan yang tinggi juga, aku tidak terlalu percaya dengan Luffy! Dia selalu berlaku seenaknya dan tidak mendengarkan kita, jika saja ia memutuskan untuk mengalahkan Enel terlebih dulu, bola hitam itu juga akan ikut menghilang!"
Buagh
Naruto terseret beberapa centi dari tempat ia berdiri tadi setelah menerima pukulan Ussop yang tepat mengenai pipinya
"APA KAU INI TIDAK PERCAYA DENGAN SIAPAPUN? PADAKU, LUFFY ATAU TEMAN-TEMAN YANG LAIN?! APA KAU HANYA PERCAYA PADA DIRIMU SENDIRI?!"Ussop berteriak dengan marah pada Naruto yang mengusap pipinya
"Jangankan pada orang lain, pada diriku sendiri saja aku tidak mempercayainya, bahkan Menma-nii sekalipun aku tidak mempercayainya! Apa kau puas?!"Naruto menatap balik Ussop dengan tajam, raut wajah Ussop masih tidak berubah saat melihat Naruto yang melihat dirinya dengan tajam
"Sudahlah kalian berdua berhenti bertengkar! Yang lebih penting apa kalian menyadarinya?"Robin menengahi mereka berdua yang saling menatap dengan tajam
"Ini mustahil, bagaimana bisa Luffy masih hidup, dan lagi apa dia sedang mencoba menghancurkan bola hitam itu?!"Naruto melihat kearah bola itu dengan tidak percaya
"Lihat Naruto, Luffy pasti tidak akan mengecewakan kita, dia pasti tidak akan menghianati kepercayaan kita!"Ussop berkata dengan senyum yang mengembang pada Naruto yang memalingkan wajahnya
Blaaarrr
Bola hitam itu hancur dengan munculnya Luffy
"Kepercayaan yang terlalu tinggi, bukannya akan mengecewakan pada dirimu saja, Luffy juga akan merasakannya"
"Bukannya itu artinya teman, saling berbagi suka dan duka"
"Terserah kau saja, yang lebih penting lagi, kenapa ditangan Luffy ada bola emas itu?"
"Enel yang memasangnya agar ia tidak bisa mendekatinya dengan mudah"Robin menjawab dengan ringan pertanyaan Naruto tadi
"BRENGSEK BERANINYA KAU MENGHANCURKAN RAIGOU-KU! MONYET LAUT BIRU"Suara yang berasal dari atas terdengar sampai bawah
"UNTUK MEMBUNYIKAN APA? LONCENG EMAS? KETIKA TERDENGAR LAGI, ITU AKAN MENANDAI AKHIR PERANG! APA KAU TIDAK MENGERTI DENGAN YANG KUPERBUAT?! AKULAH DEWA!"dimana Enel berubah menjadi petir dan menjadi lebih besar
Szztt SYUUUNNNNNGGGG
Petir menyambar Luffy dengan kuat
"Kau menjadi sangat percaya diri hanya karena kekuatan Paramecia! Tapi itu tidak akan pernah melebihi kekuatan Logiaku!"
Namun petir tidak mempan pada karet yang membuat Luffy baik-baik saja
"APA KAU TIDAK MENDENGARNYA? MENYINGKIRLAH! BERHENTI MENGOCEH-NGOCEH TENTANG DEWA! MEMANGNYA DEWA MANA YANG AKAN MENGHANCURKANKU?!"
"Ahahaha Luffy nekat dan berani sekali! Aku jadi ingin tahu apa yang akan terjadi nanti?"Naruto tersenyum mendengar perkataan Luffy dari bawah
"W….Apa yang kau katakan Luffy? Dewa mohon ampuni aku!"
"Menyedihkan sekali, bukannya tadi kau bilang untuk mempercayai Luffy"Naruto melihat Ussop dengan mata setengah terbuka, dimana Ussop tengah berlutut dengan menyatukan kedua tangannya
"BERISIK, ITU YA TADI, SEKARANG YA SEKARANG!"Ussop membalas dengan berteriak, wajahnya terlihat ketakutan sekali
"Pintar sekali kau mengelak!"Naruto berkata dengan mata setengah terbuka mendengar balasan Ussop tadi
"Duren busuk"
"Kacamata tidak berguna"
"Orang kurang Pd"
"Orang Kepedean"
"Petir liar"
"Rambut kribo"
"A…..a...a….a...a...apa? darimana kau tahu itu?!"
"Hah jangan meremehkank-"Suara lonceng yang menenangkan jiwa menghentikan perkataan Naruto yang membuatnya melihat keatas, dimana kapal terbang dan Enel jatuh kebawah dan lonceng emas yang berdentang ikut jatuh juga menuju laut putih"Ohh akhir yang diduga"Naruto menutup matanya dengan tangan agar sinar matahari tidak mengenai matanya
"BERHASIL!"Ussop berteriak dengan girang melihat Enel, kapal emasnya beserta lonceng emas yang ikut jatuh
"Heh sepertinya keangkuhan Luffy benar-benar menyelamatkan kita kali ini! Walaupun keangkuhan juga akan mencelakakan kita juga nanti!"Naruto berkata dengan tersenyum pada dirinya sendiri
"Jangan mengatakan sesuatu yang jelas dan merepotkan! Lebih baik kita rayakan ini"Ussop, Robin dan Naruto mulai membawa tubuh orang-orang yang gosong akibat tersambar petir Enel'Ini terlalu mudah! Eryus dia bilang jika ia itu iblis, apa maksud dari perkataannya? Serta apa yang ia maksud dengan setengah dari Selene? Bukannya Selene adalah orang yang merupakan nenek moyang Senju dan Uchiha yang diberitahukan Menma-nii! Tapi ia juga bilang jika Selene itu adalah putri bodoh yang mengambil keputusan berdasarkan perasaannya tanpa berpikir dengan apa yang akan terjadi dimasa depan? Teka-teki tentang dirinya benar-benar membuatku penasaran!'
Malam hari
Kelompok Mugiwara, pasukan dari kedua belah pihak yang berselisih sekarang tengah berpesta ditengah-tengah pulau dengan raut wajah yang bersuka cita, senang, bahagia, tertawa dan senyum ada pada raut wajah mereka semua, selain para pejuang dari kedua belah pihak, warga dari kedua belah pihak juga ikut bergabung berkat Enel yang menghancurkan tempat tinggal mereka, yang membuat mereka tidak punya pilihan lain selain pergi ke pulau ini, pesta ini berlangsung selama 3 hari 3 malam tanpa henti, walaupun sekarang orang yang berpesta-pun sudah mulai kelelahan karena berpesta tanpa henti selama 3 hari penuh namun ada orang yang mengendap-ngendap menuju yang lain dengan senyum yang terlihat mau bersenang-senang
"Hoi Nami, bangunlah!"Orang itu membangunkan Nami dengan menggerak-gerakan tubuh Nami dengan pelan
"Ada apa Luffy? Membangunkanku pagi-pagi begini!"Nami mengucek matanya dengan raut wajah yang masih lelah
"Bodoh, pelankan suaramu!"
"Kau juga bukan"
"Ahh itu sekarang tidak penting, yang lebih penting sekarang kita harus mengambil Harta itu"
"Ehh harta"Nami langsung kegirangan mendengar kata harta dari mulut Luffy yang notebene adalah orang paling jujur dan paling mudah mengetahui jika ia berbohong
"Sssssstttt Bodoh, pelankan suaramu!"
"Berisik, lebih baik kita bangunkan yang lain juga!"Nami membalas dengan ketus perkataan Luffy yang menurutnya tidak penting itu
"Mereka berisik sekali, aku jadi tidak bisa tidur dengan tenang"Naruto menyelimuti dirinya sampai kepala untuk menghalangi suara Luffy dan Nami yang mengobrol
"Hoi Naruto, kau juga bangun! Ikut mencari harta!"Nami menarik selimut yang dikenakan Naruto agar ia beranjak dari tempatnya
"Tidak mau! Aku ini bukan Zoro yang punya hutang padamu, bukan Sanji yang selalu menuruti perintahmu, jadi aku tidak mau menghabiskan waktu istirahatku untukmu!"Naruto membalas dengan berpegang kuat pada selimutnya
"Hahh memaksamu hanya akan membuang waktu, Luffy, teman-teman lebih kita bersiap dan tinggalkan si pemalas ini!"Nami berjalan menuju Zoro, Sanji, Chopper, Ussop dan Luffy, Robin dan Naruto tidak ikut. Nami dkk meninggalkan mereka berdua seolah tidak ada apapun yang mereka lupakan
"Ne Senpai-san, apa kau yakin tidak ikut dengan mereka?"
"Ada apa denganmu Robin? Tidak biasanya kau bertanya padaku! Tentu saja aku mau istirahat setelah berpesta berhari-hari tubuhku masih pegal-pegal"
"Nanti kau tidak akan kebagian hartanya loh!"
"Nami sialan, tapi tidak apalah, sehat itu mahal, jadi aku harus beristirahat yang cukup"
"Ne Senpai, mengapa kau mau bergabung dengan kelompok Luffy? Apa karena aku?"
"Kepedean sekali! Aku bergabung dengan Luffy, karena aku ingin tahu dan memastikannya apa yang kuyakini itu tidaklah salah!"Naruto bangkit dari tidurnya dan melihat Robin yang tersenyum
"Lalu apa yang kau yakini?"
"Itu bukanlah urusanmu! Yang lebih penting lagi, aku akan membantu para penduduk yang sedang mengambil lonceng emas itu"
"Ara, bukannya tadi bilang ingin istirahat!"
"Tidak jadi, kau sudah menghancurkan jam istirahatku!"Naruto berjalan pergi menuju hutan dimana diujung hutan tepatnya dipesisir dimana para penduduk mulai berdatangan karena keberadaan lonceng emas yang baru saja diketahui
Naruto melihat para penduduk yang berombong-rombong berusaha menarik keluar lonceng emas dari laut putih menggunakan sulur yang panjang dan juga tebal'Niatnya tadi mau membantu, tapi jika aku membantu itu sama saja dengan menghancurkan usaha mereka! Lebih baik kuurungkan saja, aku sedang tidak ingin terkena masalah'Naruto duduk dengan memakan apel yang ia petik saat dalam perjalanan kesini, ia duduk dan melihat penduduk pulau langit ini bekerja sama untuk mengeluarkan lonceng emas yang ukurannya besar untuk seukuran manusia, jika dihitung tingginya sekitar 4 kali orang dewasa dan lebarnya 5 kali orang dewasa
Brushh
Lonceng emas itu tertarik keluar dan ditarik menuju dekat hutan agar tidak terjatuh kembali
"Itu…."Naruto melihat poneglyph yang tersemat di lonceng emas dengan pandangan yang tajam, matanya berubah menjadi Mangekyou Sharingan untuk bisa melihat dari kejauhan
"Oya-oya terakhir kali aku melihat mata itu adalah lebih 20 tahun yang lalu, dimana ada bocah kecil yang matanya sangat hampa, rambut orangenya yang panjang, kalau tidak salah ia dipanggil O'noshi! Apa kau mempunyai hubungan dengannya?"Gun Fall tiba-tiba muncul mengagetkan Naruto yang langsung saja menonaktifkan Mangekyou miliknya
"Jangan mengagetkan begitu kakek, aku sedang serius-seriusnya membaca batu itu!"Naruto melihat Gun fall dengan matanya yang kembali menjadi biru safir
"Ohh kau bisa membaca huruf itu, dan juga nona muda itu juga sepertinya bisa membacanya!"Gun Fall melihat Robin yang tengah membaca Poneglyph itu dengan seksama
"Dia itu lulusan terbaik di Ohara, jadi dia pasti bisa! Lagipula karakter tulisan Poneglyph yang ditulis disamping batu Poneglyph itu siapa yang menulisnya, mana mungkin Gol D Roger bisa menulisnya?!"Naruto berkata dengan berkeringat dingin
"Jika kata-katanya mudah dipahami, itu pasti dia yang menulisnya, lagipula karakter itu terlihat mirip dengan tulisan Roger yang pernah kulihat"Naruto yang mendengarnya tersenyum kecil dan melangkah pergi ke hutan, tapi ia tidak kembali ke altar karena ada hal yang ingin ia lakukan
Skip time 3 hours
Naruto kini menunggu dikapal menunggu yang lain menuju kesini'Hah kenapa mereka kabur, saat orang-orang itu mau memberikan emas, jadi terpaksa aku harus mengambilnya dan menyimpannya didalam fuinjutsu lenganku! Tapi kenapa mereka semua lama sekali kesini? Apa tersesat?'Naruto menunggu dengan melihat selembar kertas yang ia dapatkan dihutan tadi, tulisannya menggunakan bahasa dari kerajaan Aestyiu dimana kerajaan itu telah hancur 700 tahun yang lalu, dihancurkan oleh pemerintah dunia, karena mereka tidak mau bergabung dan penyebab lain adalah karena ingin meneliti Poneglyph yang terpaksa pemerintah harus mengambil langkah untuk menghadapi Kerajaan Aestyiu
'Lembaran kertas ini berisi tulisan Menma-nii! Apa dia ingin memberi pesan pada orang yang mengenali pesan Gold Roger? Dikertas ini berisi [Datanglah ke Raftel, dimana semuanya akan terungkap, akan kutunggu kalian orang yang mewarisi tekad D, dimana kalian akan mengetahui semua kebenaran tentang abad kekosongan dan kebenaran akan keberadaan Senju dan Uchiha, akan kuberitahu jika kalian semua sampai disana] begitulah isinya, jadi dia tahu tentang abad kekosongan ataupun kebenaran Senju dan Uchiha yang aneh, karena mereka berbeda dengan manusia pada umumnya'Naruto melihat kertas itu dengan teliti, mengapa ia bisa membacanya? Karena Menma memberikannya buku yang berisi seluruh bahasa kuno yang ia punya, sangking seriusnya melihat kertas itu Naruto, tidak sadar akan keberadaan Luffy dkk yang melihatnya dengan serius
"Hoi Naruto ada apa denganmu melihat kertas kusam itu dengan serius? Apa itu benda penting?"Sanji mendekat dengan hati-hati, karena bisa saja kertas kusam itu adalah foto orang yang sedang berpose seksi menurut pikiran Sanji, tapi pupus sudah harapannya, melihat kertas itu dipenuhi dengan tulisan aneh yang tidak bisa ia baca
"Ahh ternyata hanya tulisan coret-coret! Kupikir itu foto bagus"Sanji menghela nafas kecewa, tidak sesuai dugaanya
"Begitulah, kalau begitu ayo kita segera pergi!"Naruto memasukan kertas itu kedalam sakunya
"Kau benar, ayo kita kembali! Kita juga sudah mendapat harta karunnya"
"Harta karun?"Naruto berkata dengan bingung, padahal ia pikir ialah yang sedang membawa harta karunnya
"Hah Naruto, kau tidak akan kubagi hartanya, karena tidak ikut mencari!"Nami berkata dengan mata yang licik
"Bukannya penduduk pulau ini ingin memberi kalian emas yang besar dan kalian berlari bukan! Jadi kupikir kalian tidak membawanya dan malah aku yang membawanya"
"Hahh emas, yang mereka bawa itu meriam yang akan menghancurkan kami! Dan juga jika kau membawanya itu sangat tidak mungkin, kapal ini akan tenggelam jika kau membawanya dan juga tidak ada tanda-tanda benda besar!"Ussop berbicara dengan professional pada Naruto
"Tapi aku benar-benar membawanya loh, emas yang ukurannya 2 kali dari kapal ini"
"Tidak mungkin, kau pikir aku akan percaya dengan kebohonganmu yang tidak berdasar!"Ussop menunjuk Naruto dengan gaya kerennya
"Hahh terserah saja, ayo kita segera pergi saja!"
"Shishishishi Naruto saat harta karunnya sudah ditukar, kita gunakan untuk membeli makanan yuk"
"Tidak mau, aku ingin menggunakannya untuk yang lain!"
"Hahh kalian berdua jangan hanya bicara dan bantu kami"Zoro menarik tali yang menjaga tiang utama untuk tidak roboh
"Baiklah"Naruto berjalan menuju tali yang lain
"Shishishishi KECEPATAN PENUH, KELUAR DARI PULAU INI!"
"OUUU"Mereka semua membalas dengan bersemangat teriakan Luffy
======================TO BE COUNTINUED==============
Kalian pasti kecewa bukan, melihat akhir pertarungan Enel dan Naruto hanya segitu, tapi yah saran saja jika memang kecewa dan tidak suka tinggal tekan tombol back atau hapus halaman yang sedang kalian buka maka kekecewaan kalian pasti akan menghilang, yah hanya itu saja yang ingin saya sampaikan
