:: CHAPTER 9 ::
Rukia berjalan di sepanjang koridor divisi 13 yang membawanya kepada kaptennya. Ia berjalan sambil menerawang ke atas, seperti mengulang kembali memori yang sudah dilewatinya.
Flashback
Byakuya menjauhkan bibirnya dari bibir Rukia dan membelai wajahnya dengan tangannya yang lembut. Rukia masih menutup matanya dan memegang tangan Byakuya, memastikan tangan Byakuya benar-benar menempel padanya. Rukia tersenyum.
"Rukia…", panggil Byakuya.
Rukia masih menikmati lembutnya tangan Byakuya.
"Sepertinya…Nee-san akan menghukumku di neraka nanti…Aku…sudah merebutmu darinya, Nii-sama…", kata Rukia dengan suara lembut dan menatapnya dengan mata violetnya yang masih berkaca-kaca.
Byakuya menghapus airmata yang segera jatuh dari matanya. "Jika itu terjadi…Aku akan menghalangi Hisana…", katanya dengan nada dingin namun tetap menunjukkan kelembutan. "…aku akan mengikuti kemanapun kau pergi Rukia…Aku akan mati jika kau meninggalkanku…Karena aku me-.."
"Ssshhh…"
Rukia menempelkan jari telunjuknya ke bibir Byakuya, menahannya untuk berkata-kata. "Nii-sama…Jangan katakan itu dulu sampai aku benar-benar memastikan dimana hatiku akan berlabuh…"
Byakuya melingkarkan tangannya di tubuh Rukia yang lebih kecil darinya dan memeluknya dengan erat.
"Wakatta…"
End of Flashback
"AAARRGGHHH…Kenapa aku kemarin??"
Rukia menggerutu sambil mengucek-kucek rambutnya. Rambutnya yang semula terlihat rapi, menjadi terlihat berantakan. Tanpa sadar, ia telah sampai di depan kantor kapten divisi 13. Rukia mengetuk pintu di depannya, menunggu akan adanya jawaban dari dalam.
"Siapa?"
Suara Ukitake terdengar begitu jelas bagi Rukia, ia tersenyum.
"Ini Kuchiki Rukia.", jawab Rukia dengan suara yang tidak terlalu keras, namun tetap bisa di dengar.
"Masuklah.", kata Ukitake tanpa keraguan.
Rukia membuka pintu dan melangkahkan kakinya ke dalam ruangan. Mata violetnya melihat kapten berambut putih itu duduk di kursi sambil mengerjakan tugasnya dengan kondisi yang sehat wal afiat, ia tersenyum.
"Taichou…Ada apa memanggilku?", tanya Rukia sambil menyerahkan laporan yang sudah dikerjakannya. Ukitake menatapnya sambil tersenyum dan menyodorkan selembar kertas berwarna pink pada Rukia. Rukia menatap kertas itu dengan penasaran dan mengambil kertas tersebut dari tangan kaptennya. Kemudian dibukanya kertas pink itu. Rukia terdiam, matanya membelalak tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Itu kertas undangan pernikahan. Ternyata Ichigo benar, Inoue dan Ishida akan segera menikah dan Rukia sudah salah presepsi tetang Ichigo.
"Sono kami…Ichigo memberikannya padaku beberapa saat yang lalu. Katanya ia mencarimu dan tidak menemukanmu, jadi ia menitipkannya padaku.", kata Ukitake sambil tertawa kecil. "Datanglah bersama Byakuya, Rukia. Sesekali kalian juga perlu bersenang-senang."
Rukia meremas kertas undangan tersebut dan memandang kaptennya. "Taichou…Dimana Ichigo sekarang?", tanya Rukia dengan wajah yang sangat panik.
"Aahh…Kalau tidak salah dia bilang akan menunggumu di tempat apa ya…?", kata Ukitake bingung. Rukia berusaha mengingat-ingat perkataan Ichigo saat berada di kediaman Kuchiki.
"Aku sangat mencintaimu…Menikahlah denganku!"
"Ku tunggu jawabanmu minggu depan di…"
Dimana???
Rukia berusaha mengingat-ingat perkataan Ichigo. Ia terlihat frustasi.
"Di Soukyoku hill", kata Sode no Shirayuki dari dalam jiwa Rukia.
Benar..di Sokyouku hill…
"Ukitake-taichou…Saya permisi dulu!", kata Rukia sambil membungkukkan badanya dan langsung bergegas menyusul Ichigo. Ia bershunpo secepat mungkin, berusaha menyusul Ichigo. Ia memang tak secepat Byakuya dalam hal bershunpo sehingga membuatnya sedikit lebih lambat untuk sampai ke Soukyoku hill.
"Rukia…", panggil Sode no Shirayuki yang sudah dalam bentuk fisiknya. Rukia berhenti dan memandang dewi salju yang cantik dengan rambut panjang berwarna putih di sampingnya.
"Ada apa, Sode no Shirayuki?", tanya Rukia.
"Kuchiki Rukia…Putuskan…", kata Sode no Shirayuki dengan lembut.
"A-Apa maksudmu, Sode no Shirayuki?"
"Putuskan…Dimana sebenarnya hatimu sekarang…Jangan sakiti keduanya dengan hatimu yang tidak pasti itu…Putuskan sekarang…"
Rukia masih bershunpo dengan sekuat tenaga menuju Soukyoku hill. Matanya sudah menangkap sosok dengan rambut oranye berdiri di atas tanah gersang yang berbatu. Rukia mempercepat langkahnya mendekati sosok itu. Sosok itu kemudian berbalik.
"Ah…Datang juga kau akhirnya ya, Rukia…", kata Ichigo dengan penuh senyum kebahagiaan.
Rukia menghentikan langkahnya tepat di depan Ichigo. Nafasnya terengah-engah.
"I-chi-go…Sedang apa kau…di sini..huff…", kata Rukia sambil menghapus keringatnya yang bercucuran.
"Menunggumu…Jadi, apa jawabanmu…?"
"Kuchiki-taichou…", panggil Renji dari luar ruang kerjanya. Byakuya menghentikan pekerjaannya sejenak dan mempersilahkan Renji masuk.
"Masuklah", katanya dingin.
Renji memasuki ruangan itu sambil membawa beberapa berkas yang harus di tandatangani. Ia berjalan ke arah meja dan meletakkan berkas-berkas itu. Byakuya masih mengacuhkannya dan tetap mengerjakan laporan yang lain.
"Taichou..a..ano..", kata Renji ragu-ragu. Byakuya hanya diam mendengar perkataan Renji yang masih tidak jelas. Renji mulai menggaruk-garuk kepalanya. "Itu..Kurosaki..Tadi aku sempat melihatnya dengan Rukia di Sokyouku Hill…"
Renji melihat ke arah kaptennya. Tak ada sedikitpun perubahan ekspresi dari kaptennya itu.
"Selesai."
Suara Byakuya tiba-tiba mengejutkan Renji. Ia melihat ke arah tumpukan berkas-berkas yang harus di tandatanganinya. Semuanya sudah beres dan tertandatangani dengan baik. Byakuya kemudian berdiri dari kursinya dan berjalan keluar. Renji terdiam.
"Abarai, serahkan semua itu pada juu ban taichou…Aku pergi dulu, ada sedikit urusan.", kata Byakuya dingin dengan sedikit menolehkan wajahnya kepada Renji yang berada di belakangnya. Kemudian, dalam sekejap, Byakuya menghilang dari hadapan Renji.
"h-hai…"
Rukia menatap mata coklat Ichigo dalam-dalam. Ichigo tersenyum padanya.
"HEI, PENDEK!! Kenapa kau menatapku seperti itu? Mengagumi ketampananku ya?", ujar Ichigo dengan sedikit humor di dalamnya.
"A-APA?! Aku tidak pendek Ichigo! Sekarang aku sudah bertambah tinggi!..ya..walaupun sedikit sih…"
Ichigo tertawa melihat ekspresi Rukia yang samasekali tidak berbeda dari dulu. Mata violetnya dan wajahnya saat kesal, itulah sesuatu yang menjadi favorite Ichigo dari Rukia. Tanpa sadar, Ichigo memegang kepala Rukia dengan tangan kanannya dan tangan kirinya menarik pinggul Rukia, memeluk Rukia.
"Jangan tinggalkan aku…", pinta Ichigo dengan nada memelas.
"Ichigo…Aku…"
"Jangan tinggalkan aku…Kumohon…"
Suara memelas Ichigo membuat Rukia semakin tidak tahan, tanpa sadar, Rukia memeluknya juga.
Putuskan sekarang…
Suara Sode no Shirayuki bergeming kembali di kepala Rukia, mengingatkannya. Saat ini, hatinya benar-benar bimbang dengan perasaannya sendiri. Perasaannya kepada Ichigo yang begitu dalam, dan perasaannya pada Byakuya yang…yang…Ia harus memutuskan.
"Ichigo…Maaf…Aku…", Rukia menarik nafas dalam-dalam."Aku...Mencintai Suamiku sekarang…", kata Rukia dengan suara yang sangat bergetar. Mendengar hal itu, pelukan Ichigo pada Rukia menjadi sangat erat.
"Ti-Tidak mungkin Rukia…Tidak…"
"Ichigo…Maaf…Aku mencintai Byakuya…Maaf…Perasaanku padamu, tidak sedalam perasaanku pada Byakuya…Maaf…"
"Rukia…", ujar Ichigo yang semakin mempererat pelukannya, menciumi rambut hitamnya, dan mereka, tidak sadar, bahwa sedari tadi, ada seseorang yang memperhatikan mereka dari kejauhan dan mulai berjalan mendekati mereka.
"Apa kalian sudah selesai?"
Suara yang tiba-tiba muncul itu membuat mereka terperanjak. Reiatsunya juga begitu besar, hingga membuat mereka semua merasa tertekan. Mereka melepaskan pelukan mereka dan melihat ke arah orang yang berbicara tadi. Ichigo terdiam, Rukia melihat dengan mata yang terbuka lebar, seakan tidak percaya. Bibirnya mulai bergetar sewaktu ingin mengucapkan nama orang itu.
"Nii-sama?"
Byakuya berjalan mendekati Rukia dan menarik tangan Rukia, mendorongnya menjauhi Ichigo. Byakuya kemudian melepaskan haori kaptenya dan kenseikannya di atas tanah, membuat Ichigo dan Rukia menjadi sangat terkejut. Byakuya mengeluarkan katananya dan mengarahkannya ke Ichigo.
"Kurosaki Ichigo. Ayo kita bertarung.", kata Byakuya dengan suaranya yang dingin, sangat dingin, suara yang belum pernah mereka dengar sebelumnya.
"Byakuya…Apa maksudmu?", tanya Ichigo.
"Ayo kita bertarung. Bukan sebagai shinigami ataupun kapten dari gotei 13, ataupun kepala klan. Kita bertarung sebagai laki-laki. Mempertaruhkan harga diri kita sebagai laki-laki."
Ichigo dan Rukia terdiam. Itu kalimat pertama yang didengar oleh mereka dengan nada sedingin itu, semengerikan itu. Angin mulai berhembus, Byakuya tiba-tiba menghilang dan muncul di belakang Ichigo.
"Aku anggap diam sebagai 'ya'", kata Byakuya sambil mengayunkan pedangnya ke leher Ichigo. Ichigo menghindar dan menangkis serangan Byakuya.
"Byakuya! Cukup, dengarkan penjelasanku dulu!", pinta Ichigo sambil menahan seluruh serangan yang diberikan Byakuya. Byakuya hanya diam dan memfokuskan serangannya pada Ichigo.
"Bankai. Senbonzakura Kageyoshi."
Ribuan kelopak sakura yang tak terhitung jumlahnya, bergerak bergerombol, bermaksud menyerang Ichigo. Namun, Ichigo menghindar dengan cepat. Ribuan kelopak sakura itu mengejar Ichigo kembali, dan berhasil memerangkap Ichigo di dalamnya.
"GETSUGA TENSHOU!!!"
Cahaya hitam seperti bulan sabit memecah kumpulan ribuan sakura itu, memperlihatkan sosok Ichigo yang kali ini sudah mengenakan kostum bankainya dan topeng seperti anggota vizard. Ichigo melihat ke depan melalui celah-celah ribuan sakura itu, mencari lokasi Byakuya. Kanan, kiri, namun tidak ada juga.
"Bakudou no 61, Rikujoukou…"
Enam pasang cahaya memerangkap Ichigo, membuatnya tidak bisa bergerak sedikitpun. Byakuya berjalan sambil diiringi dengan ribuan kelopak sakura yang mulai mengerubungi Ichigo.
"Gokei. Senbonzakura Kageyoshi"
Ribuan kelopak sakura itu meledak.
"RUKIA!!!!", teriak Ichigo.
Byakuya yang mendengar teriakan Ichigo menjadi sangat terkejut. Ia melihat Ichigo yang jatuh tersungkur dan Rukia yang terlempar jauh hingga mendekati jurang karena ledakan serangannya. Mata Byakuya melebar karena terkejut dan katananya jatuh ke tanah.
"Ru…Ki…A?"
Chariot330 : Haaah…Akhirnya bisa juga saya apdet chapter ini. Chapter selanjutnya adalah chapter terakhir! YAY!!! *bawa pom2*. Terimakasih atas dukungannya selama ini…Saya jadi terharu…Terimakasih banyak untuk ; ichakuchikichi, kishina nadeshiko, BinBin Mayen Kuchiki, Ruki_ya_cH, Kuchiki Rukia-taichou, Nibras Kuchiki, Shena Blitz, Ni-chan d'Sora Yuki, shiNomori naOmi, RabiicHan kawaii na, sapphire09, Maskichy Zaoldyeck, Aoi Misora, nha luph him, Kumiko Aluto, Reiya Sumeragi, Akabara Hikari, Nagisa14137 Yoriko –hiatus-, ariana kuchiki, DD, Ruise Vein Cort, bakaMirai, Hitsugaya Yuki Phantomive, dan semua reader…Saya benar-benar mengucapkan terimakasih…Mohon doa restunya buat bikin chapter terakhir!! ONEGAI!!!
