GyuMin407
Present
"We found the love"
Cast : Super Junior member, OC's, and SMent artist.
Rated-T, GS, Typo's, Newbie, Gak jelas, Alur berantakan
Romance, School life, Family.
Summary : Sungmin tidak pernah berfikir akan terlibat masalah oleh kedua penguasa disekolah baru nya, dimana kedua penguasa itu saling menjatuhkan satu sama lain. Tapi seiring berjalan nya waktu, Sungmin mulai terbiasa dengan keduanya, lalu bagaimana jika ada sebuah keadaan yang memaksa nya harus memilih diantara keduanya?
Enjoy^o^
.
.
.
Kibum merasakan batin nya bergejolak, banyak ungkapan yang ingin dikeluarkannya saat ini namun tidak ada yang bisa dia ekspresikan. Wajahnya-bukan, hatinya seakan mati rasa.
Kibum terdiam ditempatnya, menatap Kyuhyun dan Sungmin dengan tatapan datar tanpa ekspressi, namun tatapannya berhenti pada Kyuhyun yang juga tengah menatapnya datar. Keduanya saling menatap satu sama lain, saling mengintimidasi lewat tatapan masing-masing. Sementara Sungmin terdiam, bingung dengan apa yang akan ia lakukan, bingung dengan situasi yang sedang dihadapi nya.
"Ternyata benar, kalian sudah berhubungan, selamat," ucap Kibum disertai senyuman kecil dibibir nya.
Sungmin memandang Kibum lama, ia tahu kalau senyum yang Kibum berikan bukanlah senyum dalam arti sebenarnya. Senyumnya terlalu dipaksakan, bahkan senyumnya tidak sampai ke matanya. Sungmin bergerak gelisah, entah mengapa merasa tidak nyaman dengan keadaan ini.
Sungmin semakin gelisah ketika tanpa kata Kibum berbalik pergi dan melangkah menjauhi nya dan Kyuhyun yang masih terdiam bagai patung di tempat semula. Sungmin merasakan pergulatan batin didalam dirinya, apakah dia harus mengejar Kibum dan menjelaskan semuanya? Kenapa dia tidak suka jika Kibum salah paham? Lalu Kyuhyun?
Bagaimana dengan Kyuhyun?
Tanpa sadar Sungmin mulai beranjak pergi mengejar Kibum, dia bahkan baru sadar kalau ia beranjak pergi ketika Kyuhyun menahan sebelah tangannya.
Sungmin menatap Kyuhyun penuh tanya, ia melirik pada pergelangan tangannya yang dicekal Kyuhyun.
Kyuhyun mendesah pelan, "Kkajima, jangan kejar dia," ucap Kyuhyun pelan, ada nada memohon didalamnya.
Sungmin kembali diam dan terlihat berfikir beberapa saat sampai akhirnya melepaskan pergelangan tangannya dari cekalan Kyuhyun, "Maafkan aku, tapi aku tidak bisa membiarkan Kibum salah paham,"
Dan begitu saja.
Sungmin pun akhirnya berbalik dan melangkah menjauhi Kyuhyun yang terdiam. Kyuhyun menatap punggung Sungmin yang semakin menjauh dari pandangannya dengan tatapan datar yang lama-kelamaan berubah menjadi tatapan sendu.
"Jadi benar, kejadian yang dulu terulang kembali," lirih Kyuhyun, "Dan haruskah kali ini aku lagi yang mengalah?"
.
.
.
"Kibum-ah!"
Kibum menghentikan langkahnya ketika Sungmin menahan pundaknya. Kibum menoleh dan menemukan Sungmin yang tengah mengatur nafasnya yang terengah-engah, "Yang kau lihat bukan seperti apa yang kau fikirkan!"
"Kalaupun kalian berhubungan, itu tidak ada urusannya dengan ku." ucap Kibum, menaikkan sebelah alisnya menatap Sungmin datar.
Sungmin tergagap ketika menjawab, "A-aku… Aku hanya tidak ingin ada yang salah paham dengan hubungan ku dan Kyuhyun, kami tidak sedang dalam hubungan yang seperti itu,"
"Kau menyukainya, Sungmin-ah. Entah sadar atau tidak, kau sudah jatuh cinta pada Kyuhyun. Matamu menjelaskan segalanya," jelas Kibum terburu-buru, nafasnya terengah-engah dan dada nya naik turun menandakan gejolak.
Mereka berdua pun diam, tidak ada yang berbicara atau bergerak disana, mereka hanya berdiri berhdapan tanpa mau menatap mata satu sama lain. Hening beberapa saat sampai akhirnya Sungmin mengangkat wajahnya, Kibum juga melakukan hal yang sama. Selama beberapa detik mereka saling menukar pandangan, sampai akhirnya Sungmin menghela nafas.
"Tapi aku juga menyukai mu, Kibum-ah,"
Kibum membulatkan matanya, menatap Sungmin tidak mengerti, "Kau, menyukai kami berdua?"
Sungmin menggeleng, "A-aku tidak tahu, aku tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi padaku,"
"Kau tidak bisa menyukai kami berdua secara bersamaan, Sungmin-ah. Tidak lagi," ucap Kibum sambil berbalik melangkah pergi.
Kali ini Sungmin tidak mengejar Kibum, ia hanya menatap punggung Kibum yang menjauh sampai hilang di persimpangan lorong sekolah. Ia memikirkan kata-kata terakhir Kibum dan merasa janggal.
Tidak lagi? Berarti mereka pernah mengalami suatu kondisi seperti ini dimasa lalu?
.
.
.
Kyuhyun berjalan gontai menuju kantin, sepanjang perjalanan ia tidak melihat Sungmin ataupun Kibum. Kyuhyun mencoba untuk tidak peduli, mungkin mereka sedang berbicara disuatu tempat entah dimana. Tapi hati nya resah, tidak bisa dibohongi kalau ia gelisah. Sungmin menyukainya, tapi gadis itu juga menyukai Kibum, Kyuhyun tersenyum miris ketika merasa semuanya seperti de javu.
Changmin dan Minho sedang duduk bersama ketika melihat Kyuhyun berjalan ke arah mereka, mereka saling berpandangan melihat keadaan Kyuhyun yang tampak lesu. Minho mengedikkan bahunya tanda tidak tahu ketika Changmin menatapnya penuh tanya.
"Wah, sudah lama sekali kami tidak melihat mu, Kyuhyun-ah," sapa Minho, sedikit canggung sebenarnya, namun pemuda bermata bulat itu tetap mencoba terlihat ceria.
Kyuhyun menghentikan langkahnya, berdiri tepat diantara kedua temannya. Ia tidak membalas sapaan Minho, membuat pemuda bermata bulat itu semakin kebingungan. Changmin menghela nafas, seperti tahu apa yang sedang terjadi.
"Sekarang kau mendatangi ku karena semuanya sudah terjadi, bukan?" ucap Changmin membuat Minho makin mengerutkan dahinya tidak mengerti.
Kyuhyun mengangkat wajahnya, memandang Changmin dengan tatapan bersalah dan menyesal, sepenuhnya mengabaikan keberadaan Minho yang tengah memandang keduanya dengan tatapan bingung.
"Mian, aku memukulmu waktu itu," Kyuhyun melihat Changmin yang menghindari kontak mata dengannya.
"Bukankah memang seperti itu cara kerja nya? kalian berdua yang membuat masalah, aku yang dipukul? Bukankah sejak dulu kau dan Kibum seperti itu padaku?" ucap Changmin ketus.
"Aku sudah minta maaf, Changmin-ah," tegas Kyuhyun tidak sabar.
Changmin mengetatkan rahangnya, mencoba menjaga bibirnya agar tidak tersenyum, dia masih ingin mempermainkan Kyuhyun. Kalau difikir-fikir, kapan lagi mengerjai sahabatnya yang satu ini.
Minho memekik, "Mwo? Apa aku tidak salah dengar? Kyuhyun memukul Changmin? Jadi selama ini kalian saling berjauhan karena kalian bertengkar?"
Minho menghela nafas ketika tidak mendapat jawaban keduanya, "Yya! Apa aku tidak terlihat disini?!"
Changmin tidak bisa lagi menahan senyumnya, ia tersenyum lebar sambil mencapit leher Minho dengan lengannya, membuat pemuda bermata bulat itu memekik kesakitan.
"YA! Kau mau membunuh ku ya?" ucap Minho ketika Changmin melepaskan lehernya.
Changmin tertawa keras, sementara Kyuhyun yang mulai mengerti situasi apa yang sedang terjadi pun mulai ikut tertawa walaupun tidak sekeras Changmin. Setelah Changmin dengan susah payah menghentikan tawanya, Kyuhyun berdehem,
"Well, Changmin-ah?" Kyuhyun menatap Changmin dengan satu alis yang terangkat ke atas.
"Oh, ayolah, aku hanya bercanda, selamanya kita adalah teman,"
Changmin pun mengapit kedua leher temannya dengan kedua lengannya yang panjang, Kyuhyun dan Minho sempat kaget ketika tubuhnya tertarik secara paksa oleh lengan panjang Changmin, namun sesaat kemudian ketiga nya tertawa lepas. Seakan tidak pernah terjadi apa-apa, Changmin dan Kyuhyun tampak akrab seperti sebelumnya.
Sementara Minho yang tidak tahu apa-apa memutuskan untuk tidak mengungkit masalah apa yang membuat kedua temannya sempat bermusuhan, yang terpenting adalah mereka kini berkumpul lagi.
"Senang memiliki teman seperti kalian," ucap Changmin disela tawa mereka,
.
.
.
Sungmin mengusap peluh yang keluar dari dahi nya ketika pekerjaan nya di restoran sudah selesai. Dengan semangat ia segera berganti baju diruang ganti dan bersiap-siap untuk pulang, Sungmin sedang merapihkan anak rambutnya yang tak sampai di kuncirnya ketika Manager Ahn menghampirinya.
"Sungmin-ssi, kau sudah mau pulang?" tanya Manager Ahn memperhatikan Sungmin yang sudah berganti baju.
Sungmin mengangguk sambil tersenyum kecil, "Nde, saya baru saja hendak pulang,"
Manager Ahn mengangguk kecil, tangannya beralih membenarkan letak kacamatanya yang sempat turun, "Sebelum pulang bisakah kau mengantar satu pesanan? Pengantar kita sibuk semua, kau tahu kan restoran akhir-akhir ini sedang ramai sekali. Pelanggan kita sudah membayar, jadi setelah kau mengantarnya kau bisa langsung pulang tanpa harus kembali kesini,"
Sungmin terdiam sebentar sebelum akhirnya mengangguk, "Baiklah, saya akan mengantarkannya,"
Manager Ahn tersenyum senang, dengan semangat wanita pertengahan tiga puluh itu bergegas mengambil pesanan dan memberikannya kepada Sungmin lengkap dengan alamat yang harus ditujunya, "Chaa, hati-hati dijalan, ne, Sungmin-ssi,"
"Nde, allgaseumnida," Sungmin menerima nya sambil tersenyum kecil, ia pun bergegas berbalik dan keluar dari restoran melalui pintu belakang yang biasa digunakan staff dan karyawan.
.
.
.
Kyuhyun meletakkan dua kaleng minuman soda di meja kasir minimarket dengan gerakan perlahan, ia menoleh kebelakang dan mengerutkan dahi. Sejak tadi ia merasa seperti sedang diikuti, Kyuhyun melirik kebelakang melalui bahunya dan melihat seorang pria dengan pakaian tertutup serba hitam dan mengenakan topi sedang memperhatikannya dibalik barisan makanan ringan didalam minimarket.
Tidak salah lagi, ia memang membuntuti ku, batin nya.
"Chogi, ini yang harus anda bayar," ucap petugas kasir menyadarkan Kyuhyun dari pengamatannya.
Ia menoleh dan melihat petugas kasir menunjuk layar monitor yang menampilkan nominal belanjaannya. Setelah membayar belanjaannya, Kyuhyun tidak lekas keluar minimarket, ia memilih untuk tetap berada didalam keramaian agar aman. Orang-orang itu mengikutinya pasti bukan untuk mengajaknya bermain, tapi mengajak nya bertarung.
Kyuhyun memperhatikan ketika akhirnya orang itu menuju meja kasir untuk membayar belanjaannya. Kyuhyun mengamati orang itu secara terang-terangan, dan ketika orang itu selesai dengan pembayaran ia pun berjalan menuju pintu untuk keluar. Kyuhyun mengikuti orang itu melalui pandangannya.
Kyuhyun tersentak ketika orang itu secara sengaja memperlihatkan apa yang ia genggam sedari tadi ditangan kanannya, sebuah pisau lipat.
DRRTT… DRRTT…
Kyuhyun masih terkejut ketika menerima telfon yang masuk dari ponselnya, ia bahkan tidak tahu siapa yang menghubunginya.
"Nugu?" Tanya Kyuhyun tanpa basa-basi.
"Kibum."
"Mwo? Kibum-ah? Waeyo?"
"Yya! Eoddiga? Apa kau diikuti orang aneh?"
Kyuhyun mengerutkan dahinya, "Ya, bagaimana kua bisa tahu? Solma… Apa kau juga diikuti orang-orang itu?"
"Ya, mereka mengikuti ku, aku tidak tahu apa yang dia inginkan dari kita tapi yang jelas itu bukanlah sesuatu yang baik."
Kyuhyun menghela nafas, "Temui aku ditempat biasa, kita bicarakan disana, kau bisa bertahan tanpa cacat sampai ke tempat biasa, kan?"
"Kau meremehkan ku,"
Kyuhyun tersenyum kecil sebelum akhirnya memutuskan sambungan telefonnya, ia pun segera beregegas keluar dari minimarket menuju motornya yang diparkir tak jauh dari minimarket.
.
.
.
Sungmin keluar dari ruko itu setelah mengantarkan pesanan, sambil membuka bungkus permen yang baru saja dibeli nya, ia menggeram kesal ketika melihat jam tangan usangnya. Ia kelewatan satu bus lima menit yang lalu, itu berarti dia harus menunggu sekitar setengah jam lagi untuk bus berikutnya.
BRUK
Sungmin terhuyung kebelakang ketika tubuhnya ditabrak seseorang yang berjalan cepat melewatinya, Sungmin mengerutkan dahinya melihat tampilan orang itu yang memakai pakaian serba hitam tertutup dan mengenakan topi.
"Maaf, aku tidak melihat mu tadi." Ucapnya sambil lalu melewati Sungmin begitu saja.
Sungmin mengerutkan dahi nya ketika melihat punggung pria itu menjauh, dari gelagatnya sudah sangat mencurigakan, apakah orang itu penjahat? Batinnya.
.
.
.
Kyuhyun menarik gas motor nya lebih kencang ketika melihat tiga orang pria mengejar nya dengan berlari, sebuah kesalahan besar karena Kyuhyun membawa sepeda motor. Kyuhyun tidak mengenal ketiga pria itu, tapi satu hal yang Kyuhyun tahu, ketiga pria itu bukan datang untuk menawarinya minum kopi bersama.
Kyuhyun melihat ke arah spion dan melihat ketiga pria itu masih berlari mengejarnya, walaupun tertinggal jauh namun ketiga pria itu terlihat tidak mau menyerah. Kyuhyun mendengus, ketika mengalihkan pandangannya ke depan, ia terkejut melihat seseorang berada tak jauh didepannya.
BRAKKK!
Kyuhyun kehilangan kendali motornya dan memilih untuk melompat dari motor besar nya sementara motornya melaju kencang hingga berhenti karena menabrak sebuah pohon. Kyuhyun melepaskan helm nya dan mengguncangkan kepalanya yang terasa pening. Kyuhyun menoleh kebelakang nya dan terkejut melihat Sungmin lah seseorang yang hampir saja ia tabrak.
"Gwenchana?" Sungmin menghampiri Kyuhyun dengan raut wajah cemas.
Kyuhyun masih terlihat ling-lung ketika membalas ucapan Sungmin, "Kenapa kau ada ditengah jalan? Bagaimana jika kau tertabrak?!"
Sungmin tidak menghiraukan ucapan Kyuhyun, "Kau baik-baik saja? Kenapa membawa motor seperti orang kesetanan begitu?"
Kyuhyun mengusap belakang kepalanya, bingung harus menjelaskan darimana, ditambah lagi kepalanya kini terasa begitu pening karena benturan nya dengan aspal, walaupun memakai helm tetap saja kepalanya terasa sakit.
Sungmin dan Kyuhyun menoleh kebelakang mereka ketika mendengar suara langkah orang berlari yang terdengar semakin dekat. Baru saja Kyuhyun akan menarik tangan Sungmin ketika ketiga pria yang tadi mengejar nya kini sudah berada dihadapan mereka.
Kyuhyun menghela Sungmin agar bersembunyi dibalik punggung nya, berniat melindungi gadis itu. Namun ternyata Sungmin menolak perlindungan Kyuhyun,
"Siapa mereka?" ketus Sungmin, namun diacuhkan oleh Kyuhyun.
"Siapa kalian?" tanya Kyuhyun, menatap ketiga pria itu dengan tatapan tajam nya.
"Mana mungkin kau lupa dengan kami? Dua bulan yang lalu kau dan teman mu hampir mematahkan lengan pemimpin kami," ucap seorang pria yang berdiri ditengah, secara refleks Kyuhyun menarik tubuh Sungmin ke belakang punggungnya, dan kali ini Sungmin tidak menolak.
"Apa yang kalian inginkan?" ucap Kyuhyun sinis.
Pria yang berdiri ditengah tadi mengeluarkan sebuah pisau lipat dari dalam saku jaket nya, sontak membuat Kyuhyun dan Sungmin menahan nafas, mereka secara perlahan pun mulai melangkah mundur kebelakang.
"Jangan macam-macam dengan pisau itu, bung," ucap Kyuhyun, ia menatap pisau lipat itu lalu beralih pada wajah ketakutan Sungmin dibalik bahunya. Tubuh gadis itu bergetar, dan wajah nya pucat pasi, sudah jelas kalau dia ketakutan.
Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin erat, menoleh dan memberi aba-aba untuk segera melarikan diri. "Satu…."
Kyuhyun mengeratkan pegangannya, "Dua…"
Kaki Kyuhyun dan Sungmin mulai mengambil aba-aba untuk lari, "Tiga…"
Dan Kyuhyun pun bergegas lari sekuat tenaga dengan Sungmin yang mengikuti dibelakang, tangan mereka saling bertaut dan tidak terpisahkan. Kyuhyun menoleh kebelakang dan mengumpat melihat ketiga pria itu kembali mengejarnya.
.
"Sial! Didepan jalan buntu!"
Lagi-lagi Kyuhyun mengumpat sambil terus berlari kedepan, sesekali menoleh melihat Sungmin yang terlihat kelelahan namun tetap diam tak mengeluh. Sedikit bersyukur karena Sungmin bukan tipe gadis yang berisik dalam keadaan seperti ini, walaupun lelah, Sungmin tidak mengeluh dan tetap berlari mengikutinya.
Akan berbeda jika keadaannya hanya Kyuhyun sajalah yang dikejar, mungkin ia bisa menghadapi ketiga pria itu sekaligus. Tapi, berbeda jika ada Sungmin. Bagaimana jika salah satu dari mereka menyakiti Sungmin?
"Kita akan mati," bisik Sungmin ketika melihat tembok besar didepannya.
Kyuhyun sudah hampir putus asa ketika sebuah Range Rover melesat kencang dan berhenti didepannya dengan pintu belakang yang terbuka lebar. Kyuhyun melirik ke arah kemudi dan menemukan Kibum tengah memberinya isyarat untuk masuk.
"Cepat masuk!" teriak Kibum.
Tanpa banyak kata, Kyuhyun mendorong Sungmin agar segera masuk ke dalam mobil sementara ia menyusul kemudian. Ketika Kyuhyun masuk, Kibum langsung menancapkan gas nya meninggalkan gang kecil itu, bahkan ketika pintu belakang belum sempat Kyuhyun tutup. Mereka menoleh dan mendapati ketiga pria itu masih terus mengejar dibelakang, dan berhenti untuk masuk kedalam sebuah mobil jeep yang terparkir didepan gang. Sungmin menggigil, ia baru kali ini merasakan perasaan takut sebesar ini.
"Mereka mengejar kita dengan mobil," ucap Kyuhyun, masih mengawasi dibelakang.
"Aku tahu," sahut Kibum.
"Kita akan mati, kita semua akan mati!" pekik Sungmin gemetar,
Kyuhyun menoleh, "Tidak, kita tidak akan mati, Sungmin,"
Sungmin menggeleng, "Tidak, astaga, kita akan mati, mereka akan menemukan kita dan kita akan mati,"
Kyuhyun menghela nafas, penilaiannya salah, ternyata Sungmin juga termaksud gadis yang berisik dalam keadaan panik seperti ini.
"Tidak! Kita tidak akan mati, tidak hari ini!" sahut Kyuhyun emosi,
Mata Sungmin menyipit, menatap Kyuhyun penuh emosi, "Kita akan mati, dan ini semua karena kau!"
Kyuhyun dan Sungmin saling menatap penuh kebencian serta amarah selama beberapa detik, merasakan akan ada perang mulut didalam mobilnya, Kibum menengahi,
"Hey!Hey! kita tidak akan mati, okey. Aku punya rencana," usul Kibum.
Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari Sungmin, "Apa rencana mu?"
"Aku akan menurunkan kalian ditikungan depan, disana ada banyak semak-semak untuk kalian bersembunyi. Sementara ketiga orang itu biar aku yang mengurus,"
"Kau yakin?" tanya Kyuhyun ragu,
Kibum mengangguk, "Ya, aku yakin. Sungmin tidak terlibat dalam masalah ini, jadi kita tidak boleh melibatkannya, Kyu,"
"Mana bisa begitu, bagaimana dengan keselamatan mu?" tanya Sungmin.
"Dia bilang kan tidak apa-apa," cibir Kyuhyun pelan, mengacuhkan tatapan tajam Sungmin.
"Bersiaplah," seru Kibum.
Kibum melihat Sungmin dari kaca spion ditengah, ia tersenyum kecil lalu menginjak rem dengan kuat ketika menikung. Semua terjadi dengan cepat ketika Kyuhyun membuka pintu disampingnya dan menarik Sungmin untuk keluar dan berguling ke semak-semak. Mobil Kibum langsung melesat pergi dan beberapa saat kemudian disusul dengan mobil jeep yang mengejar mereka.
Sungmin dan Kyuhyun tengkurap di semak-semak, mengawasi sampai mobil jeep itu tidak terlihat dalam pandangan mata mereka. Kyuhyun menghela nafas, ia berguling dan telentang menghadap langit,
"Tadi hampir saja,"
Sungmin mengeryitkan dahinya, tubuhnya masih bergetar ketakutan, "Bagaimana dengan Kibum?" Sungmin mengigiti kukunya, "Aku takut sekali, ya ampun, ini pertama kali nya aku setakut ini,"
Kyuhyun melirik kearah Sungmin yang bergetar, ia menghela nafas dan membantu menenangkan Sungmin dengan menarik gadis itu kedalam dekapannya dengan posisi saling berhadapan, "Dia bilang dia akan baik-baik saja," bisik Kyuhyun, "Sssttt, tenanglah. Maafkan aku karena kau harus mengalami ini,"
.
.
.
"Kau sudah membereskan nya? Baiklah, temui aku di tempat kita setengah jam lagi,"
Kyuhyun memutuskan panggilan telfonnya dan memasukan ponselnya kedalam saku celana nya. Ia berbalik dan berjalan menghampiri Sungmin yang tengah meniupi coklat panas yang baru dibelinya. Ketika Kyuhyun sudah berada didepan Sungmin, gadis itu mengangkat wajahnya dan memandang Kyuhyun dengan mata berbinar-binar.
"Tadi Kibum, eoh?" tanya Sungmin, Kyuhyun hanya mengangguk.
"Bagaimana keadaannya? Dia tidak kenapa-kenapa, kan?" tanya Sungmin lagi.
"Gwenchana, orang suruhannya sudah membereskan ketiga orang itu. Dan setengah jam lagi aku akan menemuinya ditempat biasa kami berkumpul," jawab Kyuhyun santai.
"Kalian saling memperdulikan satu sama lain, tapi kenapa kalian bisa bermusuhan? Ku dengar sebelumnya kalian bersahabat," ujar Sungmin, menyesap coklat panasnya sedikit-sedikit.
Kyuhyun melirik Sungmin dengan sebelah alis yang dinaikkan, "Kau suka menggossip juga, ya? Heh.. Dasar yeoja, sepertinya menggossip itu memang sudah menjadi sifat alami kalian ya," Kyuhyun berhenti bicara ketika Sungmin menatap nya tajam, ia menghela nafas, "Baiklah, tidak semua yeoja suka menggossip, puas?"
Kyuhyun mendengus ketika melihat senyum kecil dibibir Sungmin, "Puas, tapi kau belum menjawab pertanyaan ku. Kenapa kalian bermusuhan jika dulunya kalian bersahabat?"
Kyuhyun mengangkat bahunya acuh tak acuh, "Alasannya sebenarnya sangat kekanakkan,"
Kyuhyun menoleh dan menatap Sungmin lekat, "Kami menyukai satu gadis yang sama,"
.
.
.
TBC
Telat lagi update nya…..
Satu minggu? Atau dua minggu? Duh pokoknya telat deh-_- lagi-lagi aku minta maaf yaa, kesibukan aku bertambah akhir-akhir ini huhu:"
Maaf lagi gak bisa bales review seperti biasa, yang pasti aku mau bilang terima kasih buat yang udah sempetin baca dan review, semangat aku balik lagi karna baca review kalian hihi^^ dan buat reader baru, annyeong! Selamat datang di screenplays gyumin407^^ mohon bimbingannya^^
Big Thanks to :
banana joyer, RyaElfMin, HayatiLee, HKY, lalakms, Whey. K, Mayasiwonest. everlastingfriends, tamu, vitaminsparkyu1123, Cho MeiHwa, 1307, Minnalee1, .94, Ayysimpson, Rya, ChoiMerry-Chan, JewelsStar, fariny, riesty137, SEungyo, ChoLee.13, zakurafrezee, NAP217, Cho Hyun Ah SparKins 137, cloudswan, ChoMeiHwa, Tika137, Chokyulate23, arisatae, Maximumelf, KikyWP16, sparkkyushi, KyuWie, kyurielf, .1272, danactebh, Cho Min Hwa, Heldamagnae, Lilin Sarang Kyumin, Ciciratnasari108, riesty137, LiveLoveKyumin, chaerashin, abilhikmah, TifyTiffanyLee, hanna, fariny, dewi. , Sera Lee, mooiejoy, PaboGirl, Guest, ckhislsm137, SyahBunnyBoy137, BluePink137, Tika, kyuwie, nurganevi, dan Semuanya^^
Maaf gak bisa balas satu-satu, tapi beneran deh suwer aku terima kasih banget buat yang dukung ff ini buat terus update, sampai jumpa di chapter depan yaa^^
Salam Tjoyers^^
GyuMin407
