Tittle : FRIDAY
Author : Bee
Maincast : Dongwoo (boyfriend)
Support cast : (Surprise ˊ▽ˋ)
Lenght : Twoshoot
Rating : T » M
Genre : Yaoi
##
"Sepertinya besok aku akan order. Mungkin hingga 5 kali."
"Akan aku kasih pelajaran padanya yang mengacuhkan ku"
##
Author POV
Minwoo membatalkan rencana untuk orderannya. Seseorang datang pada kehidupannya dan ia tau rencananya akan gagal kalau ia ordee hari ini juga. Ya, adiknya bernama El kembali pulang setelah mendapat libur sekolah di jepang.
"Kenapa kau datang tidak pada waktunya?" Gerutu Minwoo pada namdongsaeng yang sedang asik menonton tv.
"Ckckck...bukankah hyung pun tau kalau aku pulang itu artinya liburan tiba." Balas El tak menoleh.
"Ku pikir aku sudah bebas di rumah sendiri setelah Jeongmin hyung sibuk dengan skripsinya untuk seminggu ini, tapi ini di luar pikiranku."
"Waeyo? Bukankah hyung akan senang jika aku pulang?"
"Itu dulu..tidak untuk waktu ini.."
"Eoh? Apa bedanya? Ahh..apa hyung punya masalah? Ceritalah..bukanka aku selalu menjadi pendengar yang baik?" Kata El dengan aegyo-nya.
"Singkirkan aegyo anehmu itu dariku."
Minwoo menarik nafas sebelum ia mulai bicara kembali menatap sang adik.
"Dengar, aku punya masalah tentang..mmm..." ragu Minwoo.
"Cinta.." sambung El menggodanya.
"Tanpa hyung lanjutkan, aku sudah bisa tebak. Lihatlah..wajahmu butuh pemadam kebakaran." Lanjut El dengan tawa lepasnya.
"Diam kau! Mau lanjut atau tidak?"
"Ahhh... .."
~Flashback~
Sejak Minwoo mengenal Donghyun, ia selalu order pizza kapanpun saat ia mulai merindukan namja blonde itu.
"Apakah pizza favoritmu? Kau sudah order pizza untuk ketiga kalinya." Ucap Donghyun.
"Mmm..keluargaku sangat menyukai pizza. Dan ingat, kau masih punya janji padaku."
"Aku tidak akan lupa dengan janjiku itu. Akhir bulan aku akan mendapat gaji. Setelah itu, aku akan mengajakmu jalan sesuka hatimu."
Minwoo tidak membalas ucapanya. Dari lubuk hatinya ia tersenyum puas dengan semua perkataan Donghyun. Ia bukan senang karena namja itu mendapat gaji, melainkan ia di ajak kencan? Ok ini terlalu berlebih, hanya sebatas jalan.
"Ini lolipop untukmu! Sepertinya aku sudah terbiasa untuk memberimu lolipop setiap kau order. Jadi aku tidak pernah lupa dengan lolipopnya."
"Aku akan salahkanmu jika aku diabetes."
"Sepertinya aku terlebih dahulu yang terkena diabetes karena wajahmu yang begitu manis melebihi lolipop ini." Balas Donghyun segera pergi setelah mangacak puncak rambut Minwoo.
Janga tanyakan keadaan Minwoo sekarang. Ya tentu saja namja ini struk akut dengan perlakuan manis Donghyun.
~Flashback End~
"Ini sudah akhir bulan, dia belum mengajakmu berkencan?" Tanya El mulai serius.
"Siapa yang bilang berkencan? Ini hanya jalan-jalan biasa bodoh!"
"Kalian hanya jalan berdua, dan itu sudah ku pastikan kalau sebenarnya dia mengajakmu berkencan."
"Kau tau, dia itu sangat sibuk! Dalam seminggu, kami hanya bisa chatting tiga kali. Itu pun hanya beberapa menit saja."
"Jika malam, aku tidak ingin mengganggunya. Aku tau pasti dia sangat lelah. Dia benar-benar namja pekerja keras."
"Sebaiknya hyung harus lebih jual mahal sedikit padanya."
"Mwo?" Kejut Minwoo dengan bibir dan mata membulat.
"Kau harus berhenti terus menerus order pizza itu. Bisa saja namja itu ilfil padamu yang seperti itu. Mungin dia tipe namja yang tidak suka dengan ke antusiasan."
"Mmm...mungkin kau benar! Sebenarnya hari ini aku berencana order. Tapi dengan perkataanmu ini, aku batalkan saja."
"Kapan dia senggang?"
"Seperti hari jumat dia tidak begitu sibuk."
"Kalau begitu kita tunggu hari jumat. Ini baru hari selasa, seperti tiga hari cukup untuk membuatnya rindu padamu" goda El.
Minwoo POV
Tiga hari tidak bertemu dan tidak chat denganya, membuat jemariku begitu gatal. Handphone ku pun di sita oleh adikku sendiri.
"Chukkhae! Anda berhasil melewati tantangan ini." Seru El mengembalikan handphone ku kembali dengan senyuman manisnya.
"Ini baru tiga hari sudah membuatku gila. Bagaimana jika benar lost kontak dengannya.."
"Ppali..! Ini sudah cukup siang dan waktu yang tepat untuk order."
Dengan segera aku order pizza kembali. Sekarang aku dan El hanya menunggu kiriman datang.
Brrrrtttt..
Suara getaran bel rumah sudag terdengar, dengan segera aku membukanya.
"Dong..." "hyun.."
Senyumku memudar karena bukan Donghyun yang ku dapati.
"Ini pesanan anda.."
"Ne..gamsahamnida." balasku menerimanya malas.
"Mmm...karyawan bernama Donghyun tidak bekerja?"
"Ahh..dia mengambil libur hari ini. Apa ada masalah?"
" ..!" Sanggah ku.
Setelah karyawan itu pergi, El hanya terdiam memandangku yang menyedihkan ini.
"Sepertinya kita tidak tepat hyung. Bersabarlah, masih ada hari lain."
"Jangan tekuk wajahmu hyung..! Ahh...aku akan belikan lolipop untukmu. Jjakaman.."
Sekarang aku hanya sendiri saat El pergi membelikan lolipop entah kemana. Namun tak lama kemudian, suara bel bunyi kembali.
"Bukankah anak itu bisa membukanya sendiri." Celoteh ku.
"Bukankah kau bisa membukanya sendiri..El.."
"..."
"Annyeong Minwoo-ya!"
Pizza yang ku makan jatuh begitu saja dari mulutku. Ya, Donghyun datang mengejutkanku.
"Ini sudah akhir bulan, dan aku ingin menepati janjiku. Sudah tiga hari kau tidak ada kabar, aku takut kau marah karena menungguku lama."
"What? Takut? Kenapa dia harus takut?" Batin ku.
"Ahh..silahkan masuk."
Kami pun duduk di sofa dengan saling terdiam. Sesekali aku melirik Donghyun dengan setelan kemeja biru dan warna rambut yang berubah hitam, itu terlihat maskulin bagiku.
Donghyun mengeluarkan permen dan langsung ia masukkan ke dalam mulutnya.
"Kau tidak ingin lagi memberiku lolipop?" Tanya ku mengerucutkan bibirnya.
"Aku hanya membawa permen."
"Mmm..permen pun tidak masalah."
Dengan gerak cepat, Donghyun mentransfer permen yang ada di mulutnya ke mulutku. Kedua mataku mengerjap berkali-kali saat kedua mata kami bertemu begitu dekat. Donghyun masih menatapku lekat.
"Donghyun-ah! Sebenarnya aku.." gumam ku terhenti ketika Donghyun menempelkan bibirnya tepat pada bibirku.
"Aku tau kau ingin mengatakan itu, tapi aku tidak mau di dahului olehmu." Ucap Donghyun.
"Kau tau? Sebenarnya aku menyukaimu saat kecelakaan itu. Tingkahmu membuatku selalu tersenyum dan itu sangat nyaman. Aku takut untuk jatuh cinta padamu dengan keadaanku seperti ini."
Aku hanya terdiam mendengar semua penjelasan Donghyun yang menatapku teduh.
"Dan juga karena status kita sama. Namja x namja? Aku takut orang berpikir aneh dengan hubungan kita. Maka dari itu aku tidak ingin terlalu dekat denganmu."
"Tapi...sepertinya aku tidak bisa menjauh lagi darimu, karena perasaanku serius padamu."
Kedua mataku berkaca-kaca mendengar itu semua. Kemudian lenganku mengangkat dagunya yang menunduk untuk terus menatapku.
"Bukankah cinta yang sesungguhnya tidak memandang status apapun?"
"Aku tidak peduli dengan semua status kita. Sekarang hanya satu status yang aku inginkan.."
"Memilikimu.."
Aku tersenyum manis dengan semua perkataan ini pada Donghyun. Tanpa izin, Donghyun langsung melumat bibirku. Di awali dengan lembut, namun menjadi nafsu satu sama lain.
Suara decakan manis mengisi keheningan ruangan ini. Tanganku terlingkar erat pada leher Donghyun yang mendekap pinggangku.
"M..m..sa.m..rang. .." Bisik ku.
"Manhi saranghae.." balas Donghyun melepas lumatannya.
Belum berhenti disini, Donghyun kembali melumat. Jemarinya mulai bermain pada kancing bajuku. Setelah terpampang jelas leher jenjang mulusku ini, Donghyun langsung memberi kiss mark di sekeliling leher tersebut hingga aku menggelinjang geli dan membuat suara desahan kecil.
"Aaahh..dong..euugh..hyun.."
"Suaramu kenapa begitu seksi baby?" Goda Donghyun.
"Bisakah kita lanjutkan disini?"
"Sesuka hatimu baby.." balas ku.
Senyuman manis Donghyun kembali terangkat dan dengan segera ia menindih tubuh mungil ku. Tangannya mulai melepaskan semua pakaian yang ku kenakan.
Author POV
"Aahhh..shit..! Dong...hyunn.."
"Ya..te..rus..lah..eeuugghh.."
"Oohh..Damn..!"
"Aahh...ssshhhtt.."
Desahan demi desahan selalu di keluarkan dari bibir Minwoo tanpa ia tahan.
"Eoh? Apa yang hyung lakukan?" Pikir El saat kembali pulang.
Ia mendengar semua desahan Minwoo dari balik pintu.
"HYUNG AKU PULANG!"
Pekikan El terhenti seketika setelah mendapati pemandangan yang begitu jelas di hadapannya.
"Oppss...sepertinya aku harus belajar masuk untuk ketuk pintu terlebih dahulu.." kekeh El.
Ya tentu saja Minwoo dan Donghyun sangat terkejut atas kedatangan El yang tidak tepat.
~End~
Jangan lupa add akun Kpop Fanfic di Line Messenger
id: knq4411u
