Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto


Normal POV

Sudah saatnya Sakura pergi meninggalkan kediaman Sakura, Sakura berpamitan dengan Fugaku dan Itachi, dia memeluk pamannya itu dengan lembut, lalu Itachi, dia memelukna dan Itachi memelluknya sangta lama.

"Memangnya harus selama itu yah?" ucap Sasuke dengan jengkel.

"Hahhahaha…masa kau cemburu padaku Sasuke." Ujar itachi.

Lalu Sakura menghampiri Sasuke dan memeluknya.

"Makan yang teratur yah, jangan marah-marah terus, telepon aku sesering mungkin." Pesan Sakura.

"Iya, kau juga, jaga kesehatan, jangan berkenalan dengan cowok disana, Ibu, tolong awasi Sakura." Ucap Sasuke.

"Hahahaha, sudah pasti." Jawab Mikoto.

"Baiklah, sudah saatnya aku pergi, sampai jumpa semuanya." Pamit Sakura.

Ketika Sakura telah berangkat dan menghilang dari pandangan para Uchiha, Fugaku meninggalkan kedua anaknya lebih dulu kedalam, sedangkan Sasuke dan Itachi masih berdiri didepan pintu seolah menunggu salah satu dari mereka yang berbicara.

"kak…" panggil Sasuke yang akhirnya mengalah untuk berbicara duluan.

Itachi menoleh kearah adiknya itu. "Maafkan aku."

"jagalah dia dengan baik, atau aku akan mengambilnya kembali." Ucap Itachi sambil masuk kedalam dan memegang kepla Sasuke.

"Kakak memang kakak yang paling the best." ucap Sasuke.

"Hanya disaat seperti ini kau memujiku?" ledek Itachi.

Setelah 2 bulan mereka terpisah dan hanya bertemu saat disekolah dan lewat handphone, bahkan berkencanpun tidak diizinkan oleh Mikoto dan Fugaku, dan Sasuke pun tidak di izinkan mengunjungi Sakura, tiba saat hal yang paling tidak terduga oleh Sakura, saat di pagi hari ketika hari sedang libur, Sakura terbangun tba-tiba karena merasa mual, dan dia berlari ke kmar mandi untuk memunthkannya.

"Hueeeek…ukh..mual sekalii~" keluh Sakura."aku juga belum dapat bulan…" Sakura kini mulai panic, sejak hubungannya dengan Sasuke itu, dia tersadar saat itu mereka tidak memakai pengaman, akhirnya Sakura memutuskan untuk mengunjungi dokter sendirian. Dia bersiap-siap untuk pergi, tadinya dia ingin pamit pada Mikoto, tapi Mikoto masih teridur, akhirnya dia memutuskan untuk pergi tanpa pamit.

Sepanjang perjalanan, Sakura memikirkan sebab yang membuat dia mual, dia sangat takt kalau sampai-sampai dia hamil.

'Bagaimana kalau Sasuke tidak mau menjadi ayah secepat ini? Bagaimana kalau nanti dia meninggalkanku?' Sakura mulai berfikrian yang macam-macam.

Ketika dalam perjalanan menuju klinik, Sakura merasakan kepalanya yang pusing dan berkunang-kunang, akhirnya dia memutuskan untuk berhenti sejenak, ketika dia berhenti, dia melihat ada sebuah keluarga kecil yang terdiri dari suami, istri dan 1 anak, Sakura tersenyum membayangkan kalau mereka adalah dia, Sasuke dan anak mereka. Akhirnya Sakura melanjutkan perjalanannya, tapi sayang, kepla Sakura terlalu pusing sehingga dia pingsan di tengah jalan menuju klinik.

Mikoto POV

Ketika aku terbangun dan melihat kekamar Sakura, dia tidak ada dikamarnya, aku berfikir kemana dia sepagi ini. "Anak itu, kemana dia."

Ketika aku ingin bersiap-siap untuk pergi menemui suamiku, handphoneku berbunyi.

"Ya, halo? Iya, aku bibinya...apa? dirumah sakit? Baiklah aku segera kesana!" aku langsung bergegas menuju rumah sakit, telepon itu dari seseorang yang memegang handphone Sakura dan memberi tahuku bahwa Sakura pingsan ditengah jalan, sampai-sampi aku lupa mengabari Fugaku.

Normal POV

Ketika Mikoto sampai dirumah sakit Sakura berada.

"Maaf, apa ada pasien yang bernama Sakura Haruno disini?" tanya Mikoto pada pusat informasi.

"Sebentar yah, kami cek dulu." kata suster yang bertugas disitu. "Ya, dia berada diruang pemeriksaan."

"Terima kasih suster." ucap Mikoto yang langsung berlari.

Ketika Mikoto sampai diruangan tersebut, dokter yang memeriksa Sakura keluar, dan memberi tahu informasi yang sangta mengejutkan.

"Dokter, bagaimana keadaan Sakura?" tanya Mikoto panik.

"Baik, dia sehat, dia pingsan karena belum terbiasa dengan kondisinya yang sekarang, bayunya juga sangat sehat, nyonya tenang saja" ucap dokter itu.

'Apa? Bayi?' Mikoto terbengong sejenak. "M...maksud dokter?"

"Iya, selamat, anak ibu telah mengandung, dan usia kandungannya kini sudah 4 minggu." Ucap dokter.

Mikoto yang sedang bengong tidak tahu harus senang atau panik, di satu sisi, sia senang Sakura memberikannya cucu, disisi lain, Sakura masih sangat muda, bagaiman reaksi Sasuke nanti.

Akhirnya Mikoto menghampiri Sakura yang sedang melamun.

"Sayang, bagaimana keadaanmu?" tanya Mikoto.

"Bibi...apa kugugurkan saja.."

"Jaga bicaramu! Bayi yang ada di kandunganmu itu cucuku, ankanya Sasuke, kau harus merawatnya!" potong Mikoto.

"Tapi...bagaimana kalau Sasuke tidak mau menerimanya?" ucap Sakura yang kini menangis karena khawatir.

"Sebulan lagi, sebulan lagi kau bertemu dengan Sasuke, beritahulah dia, dan kita beri tahu yang lain bersama-sama, tapi ku mohon, jangan gugurkan bayimu." ucap Mikoto yang mennagis.

Mikoto membawa Sakura pulang ke apartemen mereka, dia menyuruh Sakura untuk beristrahat, dia tahu ini kabar yang berat bag Sakura yang umurnya masih muda, akhirnya setelah dia membereskan segalanya, dia menghampiri Sakura di kamarnya.

"Sakura..." panggil Mikoto dengan sangat lembut, Mikoto datang dan duduk disampingnya. "Kau tahu, ketika aku mengandung Itachi, dia sangat nakal dikandungan, dia selalu menendang-nendang dengan semangat."

Sakura tersenyum mendengar cerita Mikoto. "Dan ketika aku mengandung Sasuke, dia sangat kalem, sehingga aku ragu apakah dia hidup atau tidak didalam perutku, ternyata dia tumbuh menjadi pangeran es." ucap Mikoto sambil tersenyum.

"Hihihi...ternyata bawaan dari lahir yah." ucap Sakura yang kini tertawa.

"Sekarang, rawatlah anak ini dengan penuh kasih sayang, aku jamin Sasuke akan senang mendengar kabar ini." kata Mikoto sambil memegang perut Sakura.

"Iya." jawab Sakura tersenyum.

Mulai saat itu, Mikoto mulai memperhatikan pola makan Sakura dan kegiatan-kegiatannya, dia telah memberi tahu pihak sekolah, dan Sakura diizinkan cuti sekolah untuk kehamilannya dan sekali lagi, uanglah yang berbicara. Waktupun berlalu, kini kandungan Sakura sudah 2 bulan, dan saat ini jugala waktunya Sakura kembali ke kediaman Uchiha.

"Apa kau siap?" tanya Mikoto yang telah sampai di depan rumah Uchiha sambil memegang tangan Sakura, Sakura menghela nafas dan mengangguk, karena umur kandungan masih 2 bulan, jadi masih belum terlihat.

Ketika Sakura memasuki rumah uchiha, tiba-tiba seorang laki-laki langsung memeluknya dan mengangkatnya.

"Sakuraaaaaaaaa! Aku rindu sekali padamu." teriak Sasuke.

"Sasuke! Jangan angkat Sakura seperti itu! Hati-hati." ujar Mikoto.

"Hahahahaa...sekaran ibu sudah benar-benar menjadi ibunya Sakura yah." ejek Sasuke.

"Ayo, kita makan siang bersama." ajak Fugaku.

"Bagaimana Sakura? Apa kau menikmati hukumanmu?" tanya Fugaku dengan nada bercanda.

"Hehhehee...begitulah." jawab Sakura cengengesan.

"Kalau Sasuke, dia sangat menikmatinya." kompor Itachi.

"Kakak, jangan mulai!" sewot Sasuke.

Suasana di meja makan yang begitu damai, Sakura yang tersenyum dengan secara terpaksa memikirkan apakah yang sebaiknya dia lakukan, ingin sekali dia memberi tahu Sasuke, tapi dia takut keadaan akan kacau, kalau dia sembunyikan, lama-lama perutnya akan membesar. Sasuke menyadari ekspresi Sakura yang tidak wajar, dan dia langsung menggenggam tangannya lalu tersenyum lembut pada Sakura, Sakura melihat Sasuke tersenyum lembut padanya, dan memutuskan untuk tidak memberi tahukannya dulu.

"Sakura." panggil Mikoto pada Sakura yang telah berda dikamarnya. "Kapan kau akan memberi tahunya?"

"Aku belum siap, tunggu sampai aku siap." jawab Sakura.

"aku telah memberi tahu Fugaku." Ucap Mikoto yang membuat Sakura terkejut cemas. "Jangan khawatir, reaksinya diluar bayanganku, dia sangat senang akan mendapatkan cucu." Jawab Mikoto tersenyum.

"Aku sangat takut...takut sasuke tidak mau mengakuinya." Ucap Sakura.

"Aku mengerti perasaanmu, katakanlah kalau kamu sudah siap." Ucap Mikoto. "kau istirahat saja, jga kesehatanmu."

Sakura mengangguk dan tersenyum, dia tertidur dengan tangan memegang perutnya, dia sangat ingin memberi tahu Sasuke tentang kehamilannya, tapi dia sangat ragu, sehingga 2 bulan terlewati dan kabar Sakura hamil telah tersebar kecuali Sasuke.

"Bagaimana bisa Sasuke tidak tahu tentang kehamilan Sakura?" tanya Itachi pada ibunya yang sedang minum teh di halaman belakang.

"Aku meminta pada semua yang tahu untuk tutup mulut, Sakura ingin memberi tahunya sendiri." ujar Mikoto.

Kini usia kandungan Sakura telah 4 bulan, dan perutnya sudah agak membesar, Sakura sangat panik, bagaimana caranya untuk menyembunyikannya, tapi Sakura tersadar, dia tidak perlu lagi menyembunyikannya, dia harus memberi tahu Sasuke, apapun pendapat Sasuke, dia akan tetap merawat kandungannya. Sakura keluar dari kamarnya dan menemui Sasuke yang sedang bersantai di kamarnya.

"Sasuke," panggil Sakura sambil memegang boneka beruangnya untuk menutupi perutnya.

"Ah, Sakura...ada apa?" tanya Sasuke dengan lembut.

"Ada yang ingin kubicarakan denganmu." kata Sakura dengan serius.

"Ada apa? Kenapa wajahmu serius sekali?" tanya Sasuke bingung.

Sakura duduk disamping Sasuke, dan perlahan membuka boneka yang menutupi perutnya yang membesar itu, Sakura mengelus perutnya dan memandang ke wajah Sasuke yang kebingungan.

"S...Sakura..." kata Sasuke yang gugup.

"Iya, Sasuke...aku hamil." ucap Sakura dengan wajah serius.

Sasuke memandang Sakura dengan wajah terkejut, Sakura yang sudah menduga Sasuke akan berekspresi seperti itu mengatakan.

"Apapun keputusanmu, aku akan merawat bayi ini, kau suka atau tidak aku akan.."

Kalimat Sakura terpotong karena ciuman dari Sasuke yang tiba-tiba.

"Bicara apa kau..ini berita terindah dalam hidupku." ucap Sasuke yang sedikit menangis karena bahagia.

"B... benarkah? Kau...menerimanya?" tanya Sakura ragu.

"Bodoh! Tentu saja...ini anakku..anakku..." ucap Sasuke sambil perlahan menempelkan kupingnya ke perut Sakura. "cepat lahir dengan sehat yah, ayah dan ibu menunggumu di dunia ini."

Mendengar Sasuke mengucapkan kalimat itu, Sakura menangis karena saking bahagianya. Di memeluk kepala Sasuke yang sedang mendengarkan perut Sakura.

"Oh iya, aku harus ke dokter dulu nanti sore." ucap sakura.

"Aku temani, pokoknya aku temani." kata Sasuke ngotot.

"Hahahaa..iyaaa..kita pergi bersama yah." jawab Sakura dengan senyumnya, dia sangat lega telah memberi tahu Sasuke, dan dia sangat bahagia karena Sasuke menerima kandungannya. Ketika Sore tiba, Sasuke dan Sakura bersiap untuk berangkat ke dokter, mereka berjalan dengan tawa bahagia sambil bergandeng tangan.

"Wah, mau kemana kalian?" goda Fugaku.

"Mau kedokter yah, tapi kami ingin berjalan kaki." jawab Sasuke.

"Begitu, sepertinya kau sudah memberi tahunya yah Sakura." ucap Fugaku.

"Apa? Ayah sudah tahu? Oh...jadi aku satu-satunya orang yang tidak tahu tentang kehamilanmu?" kata Sasuke jengkel.

"Ah, bukan begitu, aku hanya mempersiapkan hatiku untuk memberi tahumu." ucap Sakura.

"Maksudmu mempersiapkan hati?" tanya Sasuke.

"Hei heii..sudah snaa..nanti kalian telat." ucap Fugaku kepada pasangan yang mulai berargumen.

"Heehhe..paman kami pergi dulu yaah." pamit Sakura.

"Sakura." panggil Fugaku. "Kenapa kau masih memanggil paman?" senyum Fugaku pada Sakura.

Sakura membalas senyumnya. "Kami pamit dulu yah, ayah." ucap Sakura.

"Yaa..hati-hati kalin berdua." ucap Fugaku.

Sasuke dan Sakura berjalan menuju klinik terdekat dengan bergandengan tangan sambil berbincang-bincang dengan tawa, seperti layaknya pasangan normal biasa.

"Oh iya, Sasuke, kau mau kasih nama siapa?" tanya Sakura.

"Hhhmmm...siapa yah, yang keren tapi juga bermakna, dan bisa dipakai untuk laki-laki atau wanita." usul .

Sakura dan Sasuke berfikir sejenak, dan tiba-tiba mereka mendapatkan ide nama, dan mengucapnya secara bersamaan. "Ashura" mereka saling pandang, karena kaget mereka mengeluarkan nama yang sama.

"Hahahaa...kenapa bisa sama?" kata Sakura.

"Itu namanya kontak batin." ucap Sasuke.

"Sakura." panggil Sasuke tiba-tiba dan ketika Sakura menoleh, Sasuke menicum bibirnya ditengah ramai umum dan memasangkan cinci di jari manisnya. "Maukah kau menikah denganku."

Sakura terdiam da melihat cincinnya, lalu dia memeluk Sasuke. "Iya, aku mau."

Sasuke memeluk Sakura kembali dan mencium kepalanya. "Kau mau kita merayakan pernikahan kita dimana?" tanya Sasuke,

"Pantaiii..ah tidak, di danau halaman rumah saja." usul Sakura.

"Usul yang bagus." jawab Sasuke.

Ketika mereka sedang berbincang-bincang tentang pernikahan mereka, tiba-tiba dikerumunan orang-orang yang sedang berjalan, teriak seorang wanita tua yang telah kecopetan.

"TOLOOOONG...TANGKAP ORANG ITUUU...DIA PENCOPEEET!" teriak wanita itu.

Dan tiba-tiba seorang laki-lai bertopi merah dan menutupi wajahnya itu berlari menuju arah Sakura dan Sasuke, Sakura seakan memasag pose untuk menghentikan pencuri tu, lalu pencuri itu menubruk Sakura sehingga membuat Sasuke marah dan mengejarnya.

"Hei! Jangan lari kauu!" teriak Sasuke yang mengejarnya, Sasuke berlari mengejar pencuri itu bukan untuk menolong wanita tua itu, tapi karena dia telah menubruk Sakura yang kini tengah mengandung, Sasuke melihat pencuri itu berlari menuju tangga bawah, dan Sasukepun melompat dari atas dan mendarat tepat diatas sang pencuri, lalu Sasuke memukulnya sampai pencur itu tidak sadarkan diri, Sasuke mengambil kembali tas yang diambil oleh pencuri itu, tapi, tas itu telah berdarah, sedangkan pencuri itu tidak terluka sma sekali tangannya, Sasuke tidak mempedulikannya, dia bergegas kembali pada Sakura. Ketika dia sampai di tempat Sakura, Sakura sedang dikerumuni orang-orang, Sasuke langsung menghampirinya dan melihat kondisi Sakura yang telah tertusuk perutnya oleh pisau, sepertinya ditusuk oleh pencuri itu saat dia menubruk Sakura.

"SAKURAAA! BERTAHNLAH!" teriak Sasuke yang panik.

"S...Sasu...keee.." rintih Sakura yang memegangi perutnya, darah yang begitu deras keluar dari perut dan mulut Sakura, untungnya ada seorang laki-laki yang baik hati memberi pertolongan pada mereka dan membawa mereka kerumah sakit.

Ketika sampai dirumah sakit, karena para suster melihat Sasuke yang terkenal sebagai anak bungsu Uchiha yang tampan, mereka langsung bertindk sangat gesit mengatasi Sakura.

"Sakura...bertahanlah..aku mohon.." ucap Sasuke sambil menggenggam tangan Sakura yang dibawa ke UGD memakai kasur dorong.

"Tuan Sasuke harap tunggu diluar" ucap salah satu suster.

Sasuke bergegas menelepon keluarganya dan memberi tahu mereka apa yang terjadi.

"Ayah? Ayah...aku mohon datang kerumah sakit sekarang juga! Sakura...Sakura diaa..tertusuk dan dia..dia sekarang.."

'Sasuke tenang! Kau berada dirumah sakit mana sekarang? Ayah segera kesana' ucap Fugaku di telepon.

"Aku di rumah sakit Konoha...ayah...cepat datang.." ucap Sasuke lemas.

Sasuke menutup teleponnya dan menutup matanya sambil berdoa agar Sakura dan bayinya tidak apa-apa, lumayan lama penganan Sakura didalam sana dan seluruh keluarga Uchiha telah tiba di rumah sakit.

"Sasuke..bagaimana Sakura?" tanya Mikoto.

Sasuke hanya terdiam, dia tidak menjawab pertanyaan siapapun, saat ini yang dia inginkan hanya keselamatan Sakura dan bayinya. Ketika mereka sedang tegang menunggu kabar, Dokter yang telah mengatasi Sakura keluar.

"Dokter! Sakura...dia..." ucap Sasuke gugup.

"Dia selamat, tapi mendapat jahitan yang lumayan dalam, dan...siapa suaminya?" tanya dokter itu.

"Aku...aku suaminya." jawab Sasuke dengan cepat yang mendapat pandangan sedih dari Mikoto, Fugaku dan Itachi yang sedang memegangi adiknya itu.

"Aku turut berduka cita untuk calon anakmu, istri anda telah keguguran." ucap dokter itu.

Sasuke mematung mendengar kabar berita ini, baru saja Sakura memberinya kabar yang sangat menggembirakan, tapi dalam waktu sesaat kabar itu berubah menjadi buruk.

"Aaaarrrgghhh!" teriak Sasuke yang menangis. "Sialaaan! Kenapaaaa! Kenapa tuhan tidak puas membuatku dan Sakura menderittaaaaa!"

Itachi memeluknya, Mikoto menangis di pelukan Fugaku, Sasuke tetap terus menangis kencang tapi tertahan karena tidak mau Sakura tahu, dia menangis sampai seluruh tubunya gemetar.

"Kau boleh menemui istrimu." ucap sang dokter.

Sasuke menoleh kearah Itachi, dan Itachi mengangguk menandakan kalau Sasuke harus menemui Sakura, Sasuke bangkit dan perlahan menemui Sakura, dia melihat gadis yang sangat dicintainya itu sedang terbaring tidak sadarkan diri, Sasuke mendekati tubunya dan memegang perutnya yang kini telah menipis, Sasuke mengeluarkan air matanya lagi, dia berlutut disamping Sakura dan memeluk perutnya.

"Maafkan aku yang tidak berguna ini...aku tidak dapat melindungimu...maafkan aku.." itulah yang diucapkan Sasuke berkali-kali disamping Sakura yang sedang tertidur. Itachi memasuki ruangan yang berisi hanya dengan kedua pasangan kekasih itu, dia menghampiri Sasuke yang sedang berlutut dan menepuk punggungnya.

"Kalau kau bersedih seperti ini, kasihan Sakura...pasti dia yang paling terpukul atas hilangnya anak kalian." ucap Itachi sambil menenangkan adiknya yang masih menangis.

Fugaku dan Mikoto pulang sementara untuk mengambil baju-baju Sakura dan Sasuke, sedangkan Itachi menemani Sasuke yang sedang menunggu Sakura sadar. 5 jam pun berlalu, Sasuke tertidur disamping Sakura sambil memegang tangannya, sedangkan Itachi tertidur di sofa.

"Ngh..." Sakura mulai tersadar dan menggerakkan tangannya yang sedang digenggam Sasuke. Gerakannya membuat Sasuke kaget dan terbangun.

"Sakura...bagaimana keadaanmu?" tanya Sasuke yang khawatir sambil memegang wajah Sakura, suara Sasuke membuat Itachi juga terbangun dan menghampiri Sakura.

"Sa...suke~" ucap Sakura dengan lemas, dia memegang wajah Sasuke dan tersenyum pahit. "Ashura~...dia..." lalu Sakura mulai menangis dan tangannya yang lain memegang perutnya.

"Iya, aku tahu...aku tahu." ucap Sasuke yang juga menangis dn memeluk Sakura yang sedang terbaring, Sakura balas memeluk Sasuke dan menangis pelan.

"Maafkan akuu..." ucap Sakura.

"Jangan! Aku yang minta maaf, kau tidak perlu meminta maaf..." jawab Sasuke dengan cepat.

"Huhuhuuuuu...Sasukeeee~~" tangis Sakura.

Mikoto dan suaminya yang baru datang melihat mereka bedua berpelukan sambil menangis, Mikoto bisa merasakan perasaan Sakura yang kehilangan bayinya, sebagai ibu, dia sangat paham perasaan Sakura, Mikoto memeluk suaminya dan menangis.

"Ini pasti sangat berat bagi Sakura." ucap Mikoto.

"Pasti, karena itu kita tidak boleh meninggalkannya, kita harus mendukungnya." jawab Fugaku.

Mikoto memasuki ruangan Sakura dan menenangkan Sakura yang sedang menangis, ketika Sakura sudah mulai tenang Sakura meminta untuk dirawat dirumah saja, karena dia merasa sudah agak mendingan, dan permintaan itu tadinya ditolak oleh Sasuke, tapi Sakura mengeyel untuk dirawat dirumah.

"Jangan! Kalau ada apa-apa bagaimana?" tolak Sasuke.

"Sasuke aku mohoon, aku janji akan mematuhi larangan dan sebagainya dari dokter, dan aku janji akan beristirahat dengan benar dan teratur." mohon Sakura.

"Tidak apa Sasuke, kita kan bisa memanggil dokter kalau ada apa-apa." ucap Fugaku.

Sasuke melihat kearah wajah Sakura yang memelas meminta untuk pulang, akhirnya dia menyetujinya.

"Dengan satu syarat." ucap Sasuke. "Kau harus tidur satu kamar denganku."

"Sasuke! Jangan bercanda" teriak Fugaku.

"Aku tidak bercanda yah, aku ingin menikah dengan Sakura secepatnya." ucap Sasuke.

"Kau masih sekolah!" bantah Fugaku.

"Lalu? Aku bisa melompat kelas dengan nilaiku dan lulus dengan cepat, setelah itu aku akan meneruskan salah satu perusahaan Uchiha dan menghidupi Sakura." jawab Sasuke dengan tegas.

"S...Sasuke..." Sakura merasa tidak enak hati pada Fugaku, dia tidak menyangka aklau Sasuke akan mengucapkannya didepan orang tuanya. Fugaku melirik kearah Sakura, lalu pindah ke Sasuke, dan akhirnya dia menghela nafas.

"Hhhh...ternyata kalian sudah sangat besar yah...sangat tidak terasa, baiklah, jangan kecewakan aku." senyum Fugaku pada anak bungsunya itu.

Sasuke dan Sakura tersenyum lebar. "Terima kasih ayaah."

"Heii...jangan lupa kalau kau melangkahi aku Sasuke." ucap Itachi.

"Ah...kakak..iya, maaf." kata Sasuke.

"Tidak apa, asal kalian bahagia aku senang kok." ujar Itachi sambil memegang kepala Sasuke, lalu dia memandang Sakura dengan lembut. "Selamat yah." ucap Itachi.

Sakura memandang Itachi kembali dengan kelembutannya. "Terima kasih kak."

Akhrinya mereka bersiap-siap untuk pulang kerumah, Sasuke mengangkat Sakura ke kursi roda karena Sakura belum kuat untuk berjalan, mereka barjalan menuju mobil, dalam perjalanan Sasuke melihat Sakura yang wajahnya kelihatan seperti masih bersedih, dia menggenggam tangan calon istrinya itu dan tersenyum lembut, Sakura menoleh kearah Sasuke dan juga tersenyum, tapi tidak bisa dibohongi, dari tadi Sakura terus menerus memegang perutnya yang sudah kosong itu.

Sesampainya dikediaman uchiha, Sasuke membantu menurunkan Sakura, dan mereka mengangkat barang-barang Sakura yang tadinya untuk menginap, ketika mereka masuk kerumah, terlihat Ino sedang duduk diruang tamu menunggu mereka datang.

"Akhirnya datang juga." ucap Ino. "Aku dengar kau keguguran Sakura? Apa kamu tidak apa-apa?" ucap Ino dengan ramah.

Sakura terbengong melihat perubahan sikap Ino yang tiba-tiba, begitu pula Sasuke dan yang lainnya.

"Ah...iya..aku..."
"kau tahu...itu artinya ucapanku menjadi kenyataan, .." ucap Ino yang tiba-tiba berubah menjadi sinis.

"Sudah kuduga, kau tidak mungkin berubah drastis menjadi baik pada Sakura." ucap Itachi.

"Ino, tolong jangan membawa masalah lagi, aku dan ayahmu berteman baik, aku tidak mau sampai terjadi permusuhan karena ulahmu pada Sakura." ucap Fugaku.

"Waah...jahat sekaliii...aku kan kesini utnuk mengucapkan selamaat." ucap ino pada mereka, mereka bingung, apa yang mau diucapkan Ino, bahkan mereka belum memberi tahu siapa-siapa tentang pernikahan Sakura dan Sasuke.

"Selamat untuk apa?" tanya Sakura.

"Selamat karena kau telah keguguran! Hahahahaha." tawa Ino sambil melalui Sakura keluar, tapi langkah Ino terhenti karena pundaknya dicengkram oleh seseorang, ketika Ino menoleh, dia terkena tamparan yang sangat keras sehingga dari bibirnya mengeluarkan darah.

"S...Sasuke!" teriak Sakura, ya. Sasuke lah yang telah menampar Ino.

"K...Kau! berani-beraninya kau..!"

"JANGAN SEKALI-KALI KAU MELEDEK TENTANG GUGURNYA ANAKKU! KUBUNUH KAU SEKALI LAGI BERUCAP SEPERTI ITU!" bentak Sasuke.

"Ino, maaf sebaiknya kau pulang." ucap Mikoto dengan tegas yang sepertinya telah mengambil resiko untuk tidak berteman lagi dengan keluarga Yamanaka. Itachi menahan tawanya ketika melihat ekspresi Ino yang ditampar oleh Sasuke.

"Aku tidak akan memaafkan kalian!" teriak Ino sambil berlari keluar dan memasuki mobilnya.

"Hahahaha...Sasuke...kau terlalu kereen tadi, hebaat!" ucap Itachi.

"Tidak baik memukul wanita, tapi entah kenapa saat kau menamparnya aku merasa sangat puas." ucap Fugaku.

"Yaa...aku juga spontan." jawab Sasuke yang melihat kearah Sakura, Sakura tersenyum pada Sasuke seolah mengucapkan terima kasih.

Waktu pun berlalu, Sakura terkadang masih merasa sedih tentang bayinya yang mati, kalau dia merasa sedih terkadang dia pergi kedanau untuk menenangkan dirinya, sedangkan Sasuke, dia sangat sibuk untuk mengejar nilai agar dia bisa lompat kelas dan cepat lulus, Sakura memutuskan untuk berhenti sekolah dan memilih homeschooling, Itachi yang kemudian lulus meneruskan salah satu perusahaan Uchiha, dia membantu Sasuke agar bisa lulus dalam waktu yang cepat.

Tanggal pernikahan pun telah diputuskan, Ino yang telah mendapatkan tamparan dari Sasuke tidak berani lagi menampakan dirinya, dia pun pindah sekolah dan tidak ada lagi kabar darinya. Sebelum pernikahannya diselenggarakan, Sasuke terkadang sering tidur bersama dengan Sakura dikamarnya, Akhirnya Sasuke lulus dengan cepat, dan tiba waktunya saat pernikahan mereka.

"Sakura." panggil seseorang yang menghampiri Sakura yang sedang didandani, saat itu Sakura sangat cantik, dia memakai gaun pengantin yang panjang berwarna putuh dan memegang satu buket rangkaian bunga.

"Ah...Neji." sapa Sakura.

"Kau cantik sekali." puji Neji.

"Hehehe...terima kasih." ucap Sakura.

"Sakura..." panggil Itachi. "Sudah siap?"

Sakura mengangguk dan melingkarkan tangannya dilengan Itachi, Itachi membawanya kedalam gereja. Neji mengikutiny dari belakang dan berhenti di bangku tamu.

"Seharusnya aku yang berdiri disana." ejek Itachi menunjuk memakai matanya kearah Sasuke yang berdiri didepan pendeta memakai tuxedo putih panjang.

"Hihihi...maaf dan terima kasih ya kak." ucap Sakura.

"Iya, selamat yah." jawab Itachi.

Itachi menemani Sakura hingga Sakura berada disamping Sasuke, wajah Sakura tertutp tudungnya yang tembus pandang, Sasuke melirik kewajah Sakura.

'Astaga, dia cantik sekali.' Pikir Sasuke.

"Uchiha Sasuke, apakah kau bersedia menerima Haruno Sakura sebagai istrimu, dan menerimanya dalam keadaan senang dan susah, dan setia selamanya sampai mati?" tanya sang pendeta.

"Ya, saya bersedia." jawab Sasuke tegas.

"Haruno Sakura, apakah kau bersedia menerima Uchiha Sasuke sebagai suamimu, dan menerimanya dalam keadaan senang dan susah, dan setia selamanya sampai mati?" tanya sang pendeta kepada Sakura.

Sebelum Sakura menjawab, terlintas kejadian-kejadian dulu sebelum mereka bersama, disaat pertama kali orang tuanya dibunuh, saat keluarga Uchiha mengasuhnya, saat mereka berkuda bersama, saat masuk sekolah pertama, saat Sasuke melindunginya, saat terjadi kesalah pahaman di ferrish wheel, saat selesainya kesalah pahaman dan kejadian di rumah pondok dekat danau, lalu sampai terakhir kejadian dikamarnya.

"Ya, aku bersedia." jawab Sakura.

"kalau begitu silahkan tukarkan cincin kalian sebagai tanda sumpah dan dipersilahkan untuk mencium pasangannya masing-masing." ucap Sang pendeta.

Sasuke memasukkan cincin kejari manis Sakura, begitu juga Sakura, dan tiba saatnya Sasuke membuka tudung Sakura, ketika Sasuke membukanya Sakura tersenyum pada Sasuke, saat itu Sasuke merasa senyuman Sakura sangat hangat dan seperti malaikat, Sasuke memandang lembut kearah Sakura dan berfikir dia sangat beruntung memiliki Sakura, lalu dia mencium Sakura dengan lembut, Sakura pun membalas ciuman Sasuke.

Tiba saatnya Sakura melemparka buket bunganya, ketika Sakura melemparkannya, Naruto melompat tinggi dan menggapai bunga itu lalu memberikannya pada Hinata, dan itu membuat Hinata tersipu malu.

"Sasukeee! Selamat yaah, jangan lupa datang ke pernikahanku dan Hinata!" teriak Naruto pada Sasuke dan Sakura yang ingin memasuki mobil pengantin.

"N...Narutooo.." teriak Hinata malu.

Didalam mobil, Sakura tersenyum pada Sasuke, lalu Sasuke memeluknya dengan erat.

"Akhirnya aku membuatmu tersenyum." ucap Sasuke.

"Hehehee...Sasuke." bisik Sakura ditelinga Sasuke."Aku telat 2 bulan."


huaaa...tamaat...maaf yah kalau kalian ngga suka endingnya, tapi inilah original ending buatanku, maaf baru bisa update sekarang, sebenernya udah selesai dari kemaren2, tapi baru sempet update sekarang, hhhh...

makasih yah yang udah review, tanpa kalian aku g mungkin update cepet..hehee...

makasih, makasiih, makasiiih..

baca ceritaku selanjutnya yang berjudul " Love Or Mission? " dicerita ini, aku mengubah sifat beberapa karakter dari Naruto, jadi maaf yah kalo ada yang ngga suka...^^

tengkyuu...tengkyuuu...