Chapter 10

Disclaimer :

Naruto © Masashi Kishimoto

Summary : Naruto putra hokage yang terabaikan, lelah mencari perhatian keluarga kandungnya. Mencari kekuatan sebagai pembuktian keberadaannya. Belajar dari rasa sakit, kesendirian, diabaikan, mencari sosok yang mau menerima apa adanya. Mampukah dia menjadi sang penyelamat, atau terlahir sebagai sang penghancur.

Genre : Adventure, Romance, Drama, humor, Dll.

Warning :Typo, Gaje, Abal-abal, ide pasaran, OOC, OC, Alur acak-acakan,Adult Theme, Newbie, Penuh kekurangan. AliveMinaKushiDll

UzumakiIchie : Masuku No Uragawa

Rate : M

Pair : (Naruto x Hinata x ...)

#Kalau dirasa jelek, silahkan tekan tombol back (Don't Like Don't Read)


Chapter Sebelumnya..

Arashii, Nagato, Rei, Yahiko, dan Konan menatap Sara dan Naomi dengan senyum di masing-masing wajah mereka. Selama 2 minggu ini mereka mengawasi Sara dan Naomi secara diam-diam. Mereka tak menyangka dengan peningkatan kemampuan kedua gadis cantik itu, kali ini Arashii membayangkan wajah cucu kesayangannya. Ia tak menyangka bahwa cucunya yang dikenal urakan, tidak peka, cuek, akan mampu memberi dampak positif kepada kedua gadis yang tengah tak sadarkan diri itu.

"Rei-chan, Konan-chan, kalian bawa Sara dan Naomi untuk Istirahat"

"Ha'i Jii-san" jawab Konan dan Rei.

Setelah kepergian Rei dan Konan, para pria mulai berbincang. "Aku tak menyangka mereka akan sepesat ini perkembangannya" ucap Nagato.

"Yaa aku tak jauh berbeda denganmu. Melihat putriku gigih dalam mencapai tujuannya, membuatku merasa sempurna sebagai seorang ayah hiks.."

Ucapan Yahiko hanya dibalas dengusan malas oleh Nagato, Arashii malah tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi menjijikkan Yahiko.

"Kau tak pernah berubah Yahiko, Hahaha"

"Kau mau aku berubah jadi apa Arashii Jii-san ? Berubah jadi Nagato versi perempuan ? Hahaha"

"Buahahaha..."

Nagato hanya terdiam merespon kelakuan Arashii dan Yahiko.

"Ne Jii-san, bagaimana dengan info 2 minggu yang lalu ? kau sudah menentukan apa yang akan kita lakukan ?" tanya Nagato mengubah topik pembicaraan.

"Info itu yaa ?" aku masih bingung Nagato"

"Ne Jii-san, menurutku kita harus menjemput Naruto, Naruko, dan Kushina-sama sebelum 'itu' benar-benar terjadi.." Yahiko menanggapi.

"Kumogakure dan Iwagakure, mereka memang tak ada puasnya. Setelah membumi hanguskan Uzushiogakure, mereka semakin tak terkendali"

Arashii mengingat info yang mengharuskan ia berpisah dengan cucu kesayangannya itu. Berita yang kurang baik menyambutnya saat tiba di Uzushiogakure.

"Nagato, Kumpulan semua mata-mata mu 2 hari lagi. Kita adakan rapat dadakan, aku tak mau lagi kehilangan hartaku yang paling berharga"

Nagato tersenyum menanggapi perintah Jii-san nya ini, "Ha'i Sandaime-sama"

"Huuhh, Kau dan kelakuanmu Nagato" balas Arashii.

Nagato tau apa yang Jii-san nya pikirkan saat ini. Ia mengatakan bahwa 'Tak mau kehilangan hartaku yang paling berharga' itu sudah menandakan betapa sayangnya ia kepada Naruto. Bertahun-tahun ia menunggu kedatangan anaknya Uzumaki Kushina, tapi malah anak dari Kushina yang mendatanginya. Terlebih lagi, anak Kushina yang tak lain adalah cucunya, disengsarakan, diabaikan, dan disakiti fisik dan mentalnya oleh warga desa Konoha. Tapi orang tuanya hanya diam, tak membela, bahkan tak memberi perlindungan.

Nagato tau bagaimana kecewanya Arashii kepada Kushina, maka dari itu Jii-san nya ini tak mungkin membiarkan cucunya tersakiti untuk kedua kalinya.

"Aku harap kalian mendukung ku jika saja aku ingin menghancurkan Konoha, Kumogakure, dan Iwagakure"

Yahiko dan Nagato membalas dengan anggukan dan senyuman. "Aku pun ingin mereka merasakan desanya rata dengan tanah.."

.

.

.

Happy Reading...

Chapter 10 : The War Soon Began!

.

.

Malam ini terasa sangat dingin, itulah yang dirasakan Hinata dan Hikari saat ini. Pakaian tebal yang mereka pakai tak mampu menahan dinginnya udara malam ditengah hutan. Misi kali ini akan dilakukan tengah malam, itu dilakukan untuk meminimalisir resiko pertarungan. Disaat Hinata dan Hikari beristirahat, Kakashi, Anko, dan Naruto tengah berdiskusi cara penyusupan untuk membawa Kapten Anbu Ne, Uchiha Sasuke.

Kembali ke Hinata dan Hikari, mereka seperti masih terjaga membicarakan sesuatu yang mungkin hanya bisa dimengerti oleh kaum hawa. Sejak misi pertama tim Anzen, Hinata selalu memperhatikan Hikari yang sedikit demi sedikit agak berubah. Sikapnya, perilakunya, bahkan cara bicaranya, Sejujurnya Hinata mengetahui penyebab sikap Hikari yang berbeda. "Hikari-chan.."

"Hmmm ?"

Lagi..

Perasaan Hinata mulai tak enak melihat Hikari yang mulai dingin kepadanya. Seminggu terakhir mereka jarang melakukan kegiatan bersama.

Hinata akui kini ia sering menghabiskan waktunya bersama Naruto, ia bahkan sampai lupa jika Hikari memiliki perasaan yang sama kepada Naruto. Mungkin pada awalnya Hinata egois, ia ingin memonopoli Naruto hanya untuk dirinya. Tapi ia memikirkan bagaimana jika posisinya dibalik, Hikari yang menjadi kekasih Naruto, dan dirinya malah di posisi Hikari saat ini.

Untuk Hikari, jika ia disuruh jujur sejujur-jujurnya, ia memang masih menyayangi- bukan, tapi mencintai Naruto sama seperti 5 tahun lalu, saat Naruto berangkat untuk berlatih diluar desa. Tapi sekali lagi, logika memaksanya merasakan sakit yang belum pernah ia rasakan. Maju merebut Naruto dengan resiko persahabatan antara ketiganya bisa hancur, atau mempertahankan persahabatan, tapi hatinya yang hancur.

"Hikari-chan.."

Kembali Hinata mencoba memanggil Hikari yang bersandar pada pohon.

"Ada apa Hinata-chan ?"

"Aku ingin membicarakan tentang hubungan kita dan.." Entah kenapa tiba-tiba perkataan Hinata terputus.

"Dan..?" tanya Hikari yang tak mengerti arah pembicaraan Hinata.

Untuk Hinata sendiri, saat ini ia tengah mengumpulkan keberanian untuk membahas hal yang sangat rumit dijelaskan. Mungkin karena mempelajari perasaan dan hati tak ada dalam materi akademi.

"Naruto-kun.." lanjut Hinata membuang nafas dalam-dalam.

"Naruto-kun ? Ada apa dengan Naruto-kun ?" tanya Hikari seolah tak mengerti. Tapi di dalam hati ia sungguh sangat mengerti apa yang dimaksud Hinata. Hubungan mereka dan Naruto, jelas ini cinta segitiga dimana pihak ketiganya adalah Hikari.

"Ja-jangan berpura-pura Hikari-chan! Aku tau bagaimana perasaanmu padanya" jawab Hinata walau dengan nada suara yang lemah pada akhir kalimat.

Hikari terdiam, bukan untuk mencerna kata-kata Hinata. Tapia ia mengumpulkan tekad untuk mengambil keputusan yang menurutnya benar, yaitu melupakan Naruto. Tak mungkinlah Hikari tega merebut Naruto untuk kebahagiaannya, sedangkan sahabatnya terluka karena perbuatannya.

"Tapi itu dulu Hinata-chan, kau tenang saja saat pernikahan kalian nanti aku akan berada dibarisan paling depan" ucap Hikari sambil tersenyum dipaksakan. Jika boleh memohon Hikari ingin sekali dirinya yang berada di pelaminan bersama Naruto, tapi Kami-sama berkehendak lain, mungkin ia akan menemukan Naruto-nya pada sosok yang lain.

Hikari Pov

"Ja-jangan berpura-pura Hikari-chan! Aku tau bagaimana perasaanmu padanya" dapat kudengar suara Hinata yang bergetar.

Kau memang benar Hinata-chan, tapi aku juga sadar posisiku saat ini. Naruto-kun hanya menganggapku sebagai sahabatnya, tak lebih dari itu. Berbeda denganmu yang memiliki tempat spesial di hati Naruto-kun.

"Tapi itu dulu Hinata-chan, kau tenang saja saat pernikahan kalian nanti aku akan berada dibarisan paling depan" Sungguh lancar sekali kata-kata itu meluncur. Senyum yang aku tampakkan hanyalah senyum miris seorang gadis yang patah hati, gak menerima kenyataan dari Kami-sama.

Tapi aku tak boleh egois, kebahagiaan sahabatku sudah didepan mata. Mana mungkin aku tega..

Jangan.. Jangan lagi..

Kenapa susah sekali menerima kenyataan ini..

"Mungkin Naruto-kun bisa membagi cintanya Hikari-chan"

Jangan Hinata, jangan buat aku berharap dengan kata-kata manis yang bisa saja menjadi Boomerang yang menyakitkan.

"Kau gilaa Hinata! Kenapa kau ini ?"

Hikari Pov End

.

"Kau gilaa Hinata! Kenapa kau ini ?" Hikari bertanya dengan nada bergetar agak tinggi.

Hinata tak langsung menjawab pertanyaan dari Hikari, ia hanya tersenyum mendengar kata-kata yang mungkin akan menyakiti Hikari dari dalam.

"Karena aku tau kau mencintai Naruto-kun seperti aku mencintainya" jawab Hinata sambil tersenyum, kemudian ia memeluk Hikari erat. Hinata tau Hikari merasa menjadi seorang pengganggu hubungannya dengan Naruto. Tapi Hikari tak bisa membohongi Hinata, se-rapi apapun Hikari menutupi perasaannya, matanya tak bisa menyembunyikan rasa sakit melihat Naruto bersama Hinata.

"Hiks.. Kenapa aku Hikss.. tak bisa membohongimu Hinata-chan hiks.."

Hikari menangis dipelukan Hinata, hancur sudah keyakinan melupakan Naruto adalah yang terbaik. Bagaimana bisa melupakan jika hari-harinya terus bersama Naruto dan Hinata, secara mereka adalah tim Anzen bersama Kakashi dan Anko.

Hinata masih setia mengelus punggung Hikari lembut, mencoba menenangkan sahabat ubannya ini. "Jangan lagi membohongi dirimu sendiri Hikari-chan" ucap Hinata dengan lembut.

Inilah perbedaan Hinata dan Hikari, yang satu lembut, anggun, dan kadang pemalu. Sedangkan satunya cuek, dingin, dan tempramen. Yah mungkin itu sebagai pelengkap sekaligus hiburan bagi Naruto.

Mungkin sifat Naruto adalah campuran dari keduanya, kadang ia bisa lembut, baik, tapi tak jarang ia juga cuek, datar, dan tempramen. Memang aneh jika seseorang memiliki sifat yang bertolak belakang seperti itu, tapi setiap lika-liku kehidupan bisa merubah seseorang menjadi sosok yang baru, bahkan tak pernah kita kenal sebelumnya.

Kembali ke Hinata dan Hikari, akhirnya Hikari mengakui semua perasaannya. Ia meminta maaf karena masih belum mampu untuk melupakan Naruto. Hikari masih bersikukuh bahwa melupakan Naruto adalah jalan terbaik, ia tak mau menjadi pengganggu kebahagiaan Hinata dan Naruto.

Diposisi Hinata yang masih memeluk Hikari, ia tersenyum getir melihat kegigihan sahabatnya. Hikari rela berkorban untuk kebahagiaan Hinata, Hikari rela dirinya tersakiti untuk kebahagiaan Hinata, memikirkan bagaimana sakitnya Hikari, Hinata tanpa sadar meneteskan air matanya.

"Aku tak mau kau terluka karena aku Hikari-chan, biarkan ini jadi keputusan Naruto-kun. Kau tak boleh menolak jika Naruto-kun menerimamu seperti ia menerimaku"

Di akhir kalimat Hinata itu, Keduanya menangis, menumpahkan emosinya dengan air mata.

"Maafkan aku Hinata-chan, kau memang sahabat terba- bukan, kau adalah saudariku Hinata-chan"

"Terimakasih sudah menganggap ku sebagai saudarimu Hikari-chan, kau juga sudah ku anggap saudariku Hikari-chan"

Adegan drama Hikari dan Hinata tak sengaja diperhatikan oleh Anko, ia sempat ingin meninggalkan tempat itu saat Hikari seperti membentak Hinata. Tapi rasa penasaran Anko muncul saat tiba-tiba Hikari malah menangis dipelukan Hinata.

Hingg akhirnya Anko mendengar semuanya, cinta segitiga tim 11 sungguh membuat hatinya terenyuh. Hinata yang rela berbagi demi kebahagiaan bersama sahabatnya, sedangkan Hikari yang mencoba menarik diri agar dirinya tak jadi pengganggu kebahagiaan mereka.

"Sungguh menggelikan, tapi sangat menyentuh" gumam Anko tiba-tiba.

Anko sudah hafal bagaimana kepribadian ketiga muridnya itu, Hinata yang lembut, Hikari yang keras kepala, dan Naruto yang memiliki kepribadian ganda, Bagaikan Bulan dan Matahari. Kadang ia hangat tapi tak jarang ia dingin dan menampakkan Ketidaksukaannya.

Akhirnya Anko memutuskan untuk beristirahat bersama kedua murid perempuannya. Ia harus beristirahat untuk misi yang akan dilakukan 4 jam lagi.

.

® Masuku No Uragawa ®™

.

4 setengah jam berlalu, kini tim Anzen telah bersiap untuk melaksanakan misi membawa Uchiha Sasuke kembali ke Konoha, misi ini bertujuan untuk mencari informasi motif atas penyerangan Anbu Ne di Mansion Hyuuga.

"Kalian sudah siap ?" tanya Kakashi kepada keempat anggota tim Anzen.

"Ha'i Taicho!"

"Bagus, kita gunakan formasi diamond, Hinata ditengah, Anko dan Hikari di samping, Naruto dibelakang, dan aku di depan. Hinata, tolong gunakan Byakugan untuk melihat keadaan sekitar, jika ada yang mencurigakan segara melapor"

"Semua! Kita berangkat!"

Komando terakhir Kakashi menjadi tanda keberangkatan tim Anzen.

Masuk menyelinap menggunakan kemampuan Hiraishin Naruto, mereka selalu menajamkan sensornya sejak berada di desa Otogakure.

Disaat tim Anzen mengendap-endap, tiba-tiba Hinata memberi komando untuk berhenti.

"Berhenti!" ucap Hinata pelan, tapi masih bisa didengar semua tim Anzen.

"Ada apa Hinata ?" tanya Kakashi.

"Arah jam 2, 2 kilometer terjadi pertarungan, Ah! pembantaian!" ucap kaget Hinata.

Semua tim Anzen yang mendengar membulatkan matanya, bagaimana mungkin ada pembantaian, sedangkan desa terlihat aman.

"Sebaiknya kita kesana, tapi tetap bersembunyi Taicho" usul Naruto.

"Baiklah, kau awasi belakanganmu Naruto jika misi ini sampai bocor, Otogakure bisa menganggap ini tindakan ini pemicu perang"

"Kalian semua tetap waspada!"

"Ha'i Taicho" Setelah itu mereka mendekati tempat pembantaian yang di infokan oleh Hinata.

Tim Anzen terbelalak melihat tempat pembantaian, korban mungkin sekitar 300 orang. Tapi bukan itu yang membuat mereka kaget, melainkan pelaku pembantaian itu sendiri.

Kakashi yang mengenal siapa pelaku pembantaian tak bisa berbuat apa-apa, mereka hanya mematung seakan terkena jutsu Kagemane.

"Ooh.. Halo Kakashi senpai, Anko senpai!" sapa sang pelaku.

"Shishui.."

"Itachi.."

"Hatake Kakashi.."

Setelah Itachi menyapa Kakashi, ia tiba-tiba melemparkan gulungan kearah Kakashi.

"Tolong berikan itu kepada Yondaime, Siapkan pasukan untuk mempertahankan Konoha dan perketat penjagaan" ucap Itachi misterius.

"Untuk disini biar kami yang membereskan, dan katakan kepada Yondaime, Sasuke tak ada kaitannya dengan ini. Mohon bantuannya Kakashi senpai!" kini Shisui yang angkat bicara.

"Tapi ada apa ini ? kenapa kalian bisa ada disini ? dan kenapa kalian harus membunuh semua Anbu Ne ?" tanya Kakashi bertubi-tubi.

Tim Anzen selain Kakashi hanya bisa memperhatikan interaksi Kakashi dengan dua orang yang menggunakan pakaian berlambang Uchiha. Naruto sebenarnya tau siapa Itachi ini, ia adalah kakak dari Sasuke, entah apa yang sebenarnya terjadi tiba-tiba duo Uchiha itu membantai Anbu Ne yang bersembunyi di Otogakure.

"Untuk itu, kalian bisa tanyakan kepada Yondaime setelah memberikan gulungan itu" lagi-lagi Itachi menjawab dengan kata-kata yang misterius.

Itachi dan Shisui yang melihat Kakashi terdiam hendak meninggalkan tempat pembantaian, sebelum suara Naruto menginterupsi.

"Dimana Sasuke Itachi-san ?" tanya Naruto menatap Itachi dan Shisui.

"Adik bodohku itu sedang tersesat saat ini, ku harap kau mampu menyadarkannya. Karena ia memiliki masa lalu yang hampir sama denganmu.."

.

"Uzumaki Naruto.."

.

Entah hobi atau apa, Itachi lagi-lagi memberi jawaban yang ambigu.

Setelah Itachi dan Shisui pergi, Tim Anzen segera meninggalkan tempat mengerikan itu. 300 lebih mayat Anbu Ne ditinggalkan begitu saja, sungguh pembantaian yang sadis.

Dalam perjalanan, Kakashi terus mencerna ucapan Itachi dan Shisui. Ia mengenal betul kedua mantan bawahannya itu, mereka sangat royal kepada Konoha, duo Uchiha itu memang Jounin khusus yang bisa mengambil misi sesuka hati, namun bila keadaan genting mereka juga pasti akan diberikan misi khusus.

"Kakashi Nii, sebaiknya kita Istirahat dulu, besok baru kita lanjutkan perjalanan" usul Naruto, ia berkata seperti itu karena melihat keadaan Hinata dan Hikari. Memang mereka beristirahat selama 4 jam, tapi dalam waktu Istirahat itu sepertinya Hinata dan Hikari tak memanfaatkan waktu dengan baik.

"Baiklah, kita cari tempat yang aman dulu. Saat fajar kita lanjutkan perjalanan ke Konoha"

"Dimengerti Taicho!"

Akhirnya mereka beristirahat di gua agak jauh dari Otogakure. Naruto membuat 2 Bunshin untuk berjaga-jaga, tak lupa memasang kekkai tembus pandang untuk menghindari musuh menyerang.

.

Disaat tim Anzen beristirahat, kita pindah scene ke tempat dimana Sasuke berada.

Sasuke sebenarnya mampu menghancurkan klan Hyuuga sendirian, tapi ia memiliki tujuan lain tidak menghabisi mereka malam itu. Saat ini ia berada di markas Orochimaru, kedatangan Sasuke kali ini memastikan bawahannya yang menjadi objek penelitian Orochimaru dapat diandalkan nantinya.

Saat ini Sasuke tengah berada di laboratorium bawah tanah Orochimaru, ia melihat langsung bagaimana uji coba proyek Orochimaru.

Para ninja yang akan di uji coba di beri suntikan penenang terlebih dahulu. Kemudian Orochimaru akan mengambil sampel dari ninja relawan tadi, sampel relawan akan dicampur dengan DNA salah satu makhluk hasil uji coba yang berhasil.

Makhluk hasil ciptaan Orochimaru ini seperti campur dari manusia, ular, kadal, dan kelelawar. Kemampuannya pun tak bisa dianggap remeh, Sasuke saja harus menggunakan Susano'o untuk menghabisi salah satu makhluk campuran tadi.

Mungkin mereka terkesan liar, tapi semua itu berubah saat mereka bertarung. Mereka mampu menggunakan kemampuan dari setiap DNA yang dicampurkan.

Mereka bisa terbang seperti kelelawar, bisa menyemburkan racun seperti ular, dan bisa menyembunyikan diri seperti kadal. Karena makhluk ini tak memiliki cakra, maka mereka akan sangat sulit dideteksi jika sudah menyembunyikan diri.

Kembali ke Sasuke, ia masih setia melihat percobaan ke 68 hari ini. "Apa ada yang berhasil sampai percobaan ke 68 ini, Orochimaru ?"

"Khukhukhukhu~ Mereka sangat lemah Sasuke-kun, hanya ada 19 orang saja yang mampu bertahan di tahap satu ini khukhukhu~" balas Orochimaru menjilati bibir bawahnya.

"Hanya 19 orang ?! Kau membunuh sia-sia bawahanku Orochimaru. Kuharap hasilnya akan memuaskan" dengan ucapan terakhir itu Sasuke beranjak meninggalkan laboratorium. Namun langkahnya terhenti setelah mendengar pertanyaan Orochimaru.

"Sebenarnya kenapa kau menginginkan kehancuran Konoha Sasuke-kun~ bukankah Konoha desa kelahiranmu~ ?"

"Kheh.. Kau tak tau apa yang telah aku lalui di desa terkutuk itu. Sebaiknya jangan ikut campur urusan orang lain"

Setelah memberikan jawaban ambigu, Sasuke hilang dengan meninggalkan kepulan asap, khas teknik Shunshin. Sedangkan Orochimaru menyeringai mendengar jawaban Sasuke, kemudian ia melanjutkan pekerjaannya.

.

® Masuku No Uragawa ®™

.

Saat ini fajar masih belum seutuhnya terlihat, tapi tim Anzen sudah melanjutkan perjalanan pulang menuju Konoha. Tapi tanpa siapapun ketahui, semalam saat tim Anzen beristirahat, Naruto didatangi Chi Bunshinnya yang menyamar, siapa lagi kalau bukan Wolf.

Flashback

Saat Naruto merasa keempat anggota tim Anzen telah tertidur, Naruto keluar goa dan memanggil Wolf melalui telepati.

BLITTZZZ

"Ada apa bos kau memanggilku ?"

"Aku ingin kau mencari keberadaan Uchiha Sasuke, mata-matai Sasuke, cari apa niat Sasuke sebenarnya dan siapa saja yang bekerjasama dengannya"

"Ha'i boss, jika ketahuan apa aku boleh melawannya ?" tanya Wolf

"Kau boleh melawannya, tapi usahakan temukan dulu tujuan utama Sasuke"

"Baik, aku mengerti boss"

BLITTZZZ

Setelah itu Naruto kembali ke dalam gua untuk Istirahat, tapi Naruto tau bahwa sebenarnya Kakashi belum tidur dari tadi. Naruto hanya mendiamkan, seolah ia menyangka Jounin bermasker itu tengah tertidur.

Flashback End

.

Siang harinya, tim Anzen telah tiba di Konoha. Saat ini mereka sedang melapor hasil misi kepada Yondaime dan Sandaime. Tapi ada 4 orang tambahan di dalam ruangan itu.

Seorang pemuda seumuran Naruto bersurai pirang pendek, mengenakan pakaian serba orange, Namikaze Menma. Sebelah Menma ad seseorang yang Naruto kenal sebagai seorang Sannin yang mesum, siapa lagi kalau bukan Jiraya. Tapi disamping Jiraya ada seorang perempuan yang Naruto tak kenal, mungkin berumur 30 tahunan, bersurai pirang pudar, ada seperti tato permata di tengah keningnya, dan lagi yang paling mencolok yaitu kedua aset yang bisa dibilang melebihi kapasitas semestinya. Terakhir pria dewasa dengan rambut model nanas, dan tampang bosannya, Nara Shikaku.

"Ha'i Hokage-sama, misi ini gagal membawa Sasuke tapi saya mendapatkan titipan dari Uchiha Itachi dan Uchiha Shisui, kami bertemu mereka di Otogakure" lapor Kakashi selaku ketua tim.

"Itachi dan Shisui ? apa yang mereka lakukan disana ?" tanya Yondaime aka Namikaze Minato.

"Itu yang sebenarnya ingin saya tanyakan Yondaime-sama, dan mereka menitipkan pesan 'Siapkan pasukan untuk mempertahankan Konoha dan perketat penjagaan' itulah yang mereka sampaikan semalam Hokage-sama" balas Kakashi menjelaskan.

Minato yang penasaran dengan pesan Itachi dan Shisui langsung membuka gulungan yang diberikan tim Anzen. Membaca dengan seksama mata Minato membola, rahangnya mengeras.

"Brengsek Danzo!"

"Shikaku!"

"Hokage-sama!"

"Siapkan rapat 4 jam lagi, aku mau semua ketua klan, tetua desa, dan Council Civilian hadir! Gunakan aula kantor Hokage untuk rapat kali ini!" ucap Minato tegas.

"Ha'i Hokage-sama!"

Kakashi yang tak tau apa isi dari gulungan hanya diam menunggu perintah Senseinya, sekaligus Hokage saat ini.

"Jiraya Sensei, dan Tsunade-Hime, saya mohon untuk ikut rapat kali ini, karena ini menyangkut masa depan Konoha" lanjut Minato menatap Jiraya dan perempuan disebelah Jiraya yang ternyata memiliki nama Tsunade.

"Kakashi, tolong kau beri tahukan Guy, Asuma, dan Kurenai untuk hadir rapat nanti. Kau dan anggotamu wajib hadir karena kalian adalah kunci utama pembahasan"

"Ha'i Hokage-sama!" jawab tim Anzen minus Kakashi.

"Menma, kau boleh kembali"

"Ha'i Tou-san" jawab Menma.

Kakashi bisa menilai dari respon Yondaime setelah membaca isi gulungan itu, 'Kenapa seperti sesuatu yang buruk akan datang' batin Kakashi

Untuk Naruto sendiri masih kebingungan dengan tindakan Yondaime yang bisa dibilang tak biasa. Bayangkan semua tokoh penting harus hadir dalam rapat kali ini, dari Kepala Klan, Tetua Desa, Council Civilian, sampai Jounin berpengaruh diwajibkan hadir.

Saat ini Naruto berada di kedai Ichiraku Ramen, tapi pikirannya melayang kemana-mana. Semua orang yang dekat dengan Naruto mengernyit heran melihat tingkah Naruto yang berbeda dari biasanya.

"Kau kenapa Naruto-kun ?" tanya Hinata.

"Ah! Aku tak apa-apa Hime" jawab Naruto sekenanya.

Kembali Hikari yang dipaksa melihat interaksi Naruhina harus memejamkan mata, dan mengatur nafasnya.

"Setelah ini aku mau bicara serius denganmu Naruto-kun" balas Hinata. Kemudian ia mengalihkan pandangannya kearah Hikari, mengedipkan sebelah matanya, Hinata tersenyum manis kearah sahabat ubannya itu.

Hikari yang mengerti kode Hinata hanya mengangguk sekali, kemudian melanjutkan memakan ramennya.

.

.

Diwaktu yang sama tempat yang berbeda, terlihat seseorang yang menggunakan topeng serigala duduk menyandar di salah satu dahan pohon. Ia menunggu kedatangan incarannya saat ini.

Memainkan kunai, ia memutar, membalik, memutar lagi menghilangkan rasa bosan menunggu incarannya datang. "Huhh lama sekali pantat ayam itu" gumam Wolf yang sampai saat ini belum merasakan cakra orang yang ditunggu-tunggu.

20 menit berlalu, akhirnya orang yang ditunggu-tunggu datang juga. "Uchiha Sasuke" ucap Wolf sambil menyeringai.

"Hmm Wolf..?"

"Aku tau kau masih menahan diri saat penyerangan waktu itu, aku hanya tak bisa mengerti kenapa orang dalam dari Konoha ingin membuat kekacauan" ucap Wolf sarkasme.

"Kau tak perlu ikut campur, kau tak pernah merasakan apa yang aku rasakan" jawab Sasuke tanpa menatap Wolf.

"Tujuan utamaku sebenarnya bukan untuk menghancurkan Konoha. Tapi dengan hancurnya Konoha, akan memperlancar rencana utamku"

Wolf terdiam mencerna setiap perkataan Sasuke. "Sebenarnya apa tujuan utamamu ?" tanya Wolf memandang Sasuke tajam.

Sasuke tak bergeming, ia hanya melirik Wolf sejenak, kemudian melanjutkan perjalanan menuju markas Anbu Ne di Otogakure.

Wolf yang tak mendapat jawaban diam-diam mengikuti Sasuke. Dalam benak Wolf, ia merasakan seperti ada sesuatu yang buruk dibalik tujuan Sasuke. Perkataannya seperti mengandung rasa dendam yang besar, rasa putus asa, dan keinginan untuk menghancurkan. Entah hanya pemikiran Wolf, atau memang seperti itu kenyataannya.

Sesampainya di Otogakure, Wolf sempat terheran-heran saat Sasuke tiba-tiba berlari kencang. Tak mau kehilangan jejak, Wolf ikut menaikkan kecepatan larinya.

Namun apa yang ia temukan, mayat berserakan, tubuh terpotong tak beraturan. 'Ini pembantaian' batin Wolf.

'Apa ini alasan boss menyuruhku mencari informasi Sasuke ?' batinnya lagi.

"BRENGSEK!"

Lamunan Wolf terhenti saat mendengar teriakan emosi Sasuke. Ia sepertinya tau kenapa Sasuke terlihat marah seperti itu. Bayang jika 300 lebih anak buahmu ditinggal tak sampai 24 jam, dan saat kembali mereka telah menjadi bangkai dengan keadaan yang mengenaskan.

"BRENGSEK!"

Kembali Sasuke berteriak marah, emosinya meluap-luap. Wolf yang merasakan adanya pergerakan cakra mendekat langsung menghilang dengan efek kilatan merah.

Tak lama setelah Wolf meninggalkan tempat itu, datang beberapa ninja Otogakure. Mereka terkejut dengan pemandangan yang ada di depan mereka.

"A-ada apa ini ?" gumam salah satu ninja Otogakure.

"Sasuke-sama, apa yang sebenarnya terjadi ?" kali ini sosok pria dengan surai putih menanyakan keadaan. Ia adalah salah satu bawahan Orochimaru, Kaguya Kimimaro.

"Kimimaro, apa semalam ada tamu tak diundang ?" tanya Sasuke tanpa memandang Kimimaro.

"Ah! Ma-maaf Sasuke-sama, tapi kami tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan tadi malam" jawab Kimimaro dengan keringat dingin menetes di keningnya.

"Baiklah, kau panggil semua Anbu Ne yang berada di ruang bawah tanah. Suruh mereka menemuiku disini" perintah Sasuke kepada Kimimaro.

Pasukan Anbu Ne yang Sasuke pimpin kini berkurang drastis. Bawahannya yang awalnya kurang lebih 1000 orang, kini harus berkurang ⅓ lebih, 300 lebih karena dibantai, dan 100 untuk uji coba Orochimaru. Jadi saat ini pasukan yang tersisa sekitar 500 orang lebih.

"Ha'i Sasuke-sama!"

Setelah itu Kimimaro dan ninja Otogakure pergi meninggalkan Sasuke sendirian.

'Aku harus segera melaporkan ini ke Danzo' batin Sasuke. Mau tak mau ia masih harus memanfaatkan Danzo untuk rencana besarnya.

.

® Masuku No Uragawa ®™

.

Saat ini Penjagaan di desa Konoha semakin diperketat, ini menimbulkan pertanyaan besar di benak warga Konoha. Kini semakin banyak Shinobi-shinobi uang berpatroli tiap jam-nya.

Beralih ke kantor Hokage, rapat besar diadakan secara mendadak oleh Yondaime. Entah apa yang terjadi sebenarnya, tapi melihat tindakan Yondaime, ini bukanlah masalah yang bisa disepelekan.

Kembali Naruto harus mengikuti rapat yang kini dihadiri semua kepala klan, Tetua desa, Council Civilian, dan beberapa Jounin Elite. Hari-hari Naruto kini semakin jenuh, membosankan, dan penuh dengan masalah yang tak kunjung menemukan jalan keluar.

"Baiklah karena semuanya sudah hadir, maka kita bisa langsung memulai rapat kali ini. Silahkan Hokage-sama"

"Terimakasih Shikaku-san"

Yondaime aka Namikaze Minato mengambil alih jalannya rapat. Sebelum melanjutkan rapat, sejenak ia menatap semua yang hadir.

"Saya mohon untuk rapat kali ini kalian semua memperhatikan baik-baik permasalahan kita saat ini. Dan untuk absennya salah satu tetua desa, kita akan tau setelah pembahasan yang akan dijelaskan Hatake Kakashi nanti"

Mengambil sejenak, Yondaime melanjutkan "Saat ini Konoha diambang peperangan"

Setelah kata-kata itu keluar dari mulut Yondaime, semua yang hadir dalam rapat terbelalak, minus Sandaime.

"Apa maksud anda Hokage-sama ? perang ? Perang dengan siapa ?" Tanya Yamanaka Inoichi beruntun.

"Sebenarnya apa yang terjadi Hokage-sama ? mengapa kita baru di kabari sekarang ?" tanya salah satu perwakilan Council Civilian.

"Kenapa Hokage-sama ? Kenapa kita harus menghadapi perang lagi ?"

"DIAAM!

BRAAKK!

Kakashi tak mampu menahan amarahnya saat semuanya mulai tak kondusif, ia mengebrak meja dan berteriak dengan mata melotot memandang semua yang hadir dalam rapat.

"Mana etika kalian ? Ini adalah rapat penting, bukankah Hokage-sama sudah mengatakan untuk memperhatikan penjelasannya. Mohon pengertiannya, saat ini Konoha sedang dalam masa kritis. Maafkan Saya Hokage-sama, Sandaime-sama"

Setelah melepaskan emosinya Kakashi membungkuk 90° kearah Yondaime dan Sandaime. Peserta rapat bungkam seketika, Kakashi benar, saat ini Konoha dalam masa kritis dan diambang peperangan, tapi mereka malah membuat kondisi rapat tak kondusif.

"Tak apa Kakashi, dan Terimakasih telah mengingatkan mereka. Minato silahkan lanjutkan" Sandaime dengan kewibawaannya yang tinggi menengahi jalannya rapat.

"Ha'i Sandaime-sama, terimakasih Kakashi"

Mengatur nafasnya, Yondaime mencoba menghilangkan emosi yang sempat naik akibat tindakan yang tak perlu tadi, untung Kakashi sudah menangani suasana yang tak kondusif.

"Baik, mohon perhatian baik-baik"

"Konoha saat ini berada di ambang peperangan, info ini saya dapatkan dari Jounin khusus kita, Uchiha Itachi dan Uchiha Shisui. Setelah rapat masalah penyerangan di Mansion Hyuuga, saya menugaskan Itachi dan Shisui untuk mencari petunjuk keterlibatan orang luar dalam masalah ini"

Peserta rapat memperhatikan dengan seksama setiap kalimat yang Yondaime sampaikan. Begitu juga Naruto, ia sangat tertarik dengan masalah penyerangan Mansion Hyuuga. 'Bagaimana jika penyerangan Mansion Hyuuga hanya sebagai pembuka dari serangkaian masalah' batin Naruto.

"4 jam yang lalu, tim 11 beserta Kakashi dan Anko (Tim Anzen masih rahasia) mendapatkan pesan dari Itachi dan Shisui saat melaksanakan misi. Kejadian di Mansion Hyuuga ada kaitannya dengan Kumogakure"

Kembali semua orang terdiam, Hiashi yang memiliki riwayat buruk dengan Kumogakure mengeram menahan emosi. Kumogakure sudah 2 kali mencoba menculik kedua anaknya, namun berhasil digagalkan oleh Naruto yang saat itu masih di anggap aib oleh warga Konoha. Kali ini Kumogakure berniat menghancurkan klan Hyuuga, Hiashi dapat mengambil inti dari pembahasan ini. Kumogakure masih berniat untuk mengambil Byakugan untuk kepentingan desa mereka.

"Hiashi-san mohon tenangkan emosi Anda. Biarkan Hokage-sama melanjutkan penjelasannya" ucap Shikaku yang merasakan cakra Hiashi mulai meluap-luap.

"Baiklah, Kumogakure bisa menjadi ancaman terburuk bagi kita. Tentu kalian masih mengingat bukan Invasi Kumogakure sebelum peristiwa invasi Uzushiogakure puluhan tahun silam" setelah ucapan itu Minato mengumpat dalam hati, kenapa ia membahas masalah Invasi Uzushiogakure, padahal saat ini Naruto hadir dalam rapat.

"Dari info yang disampaikan Itachi dan Shisui, Kumogakure bekerjasama dengan satu-satunya tetua desa yang tak hadir saat ini"

.

"Shimura Danzo..."

.

"Dari yang Itachi dan Shisui sampaikan, mereka belum yakin 100%, tapi mereka mendapatkan informasi ini dari ingatan salah satu Anbu Ne yang saat ini bersembunyi di desa baru Otogakure"

"Untuk lebih jelasnya, Hatake Kakashi silahkan menjelaskan kronologi di desa Otogakure"

Mendengar perintah dari Yondaime, Kakashi segera berdiri dan bersiap melaporkan kejadian yang sebenarnya.

"Ha'i Hokage-sama"

"Saya bersama Mitarashi Anko dan tim 11 saat itu sedang menjalankan misi, tapi saat melewati sebuah hutan lebat di Otogakure, kami menemukan Itachi dan Shisui melakukan pembantaian Anbu Ne di Otogakure"

"Mereka berdua menitipkan gulungan kepada kami untuk diberikan kepada Hokage-sama, saya sebenarnya tak mengerti kenapa mereka membantai Anbu Ne yang saya perkirakan berjumlah 300 orang lebih"

"Tapi mungkin Otogakure ada hubungannya dengan Kumogakure, mengingat saat itu Anbu Ne seperti bersembunyi di desa baru itu"

Lagi-lagi penjelasan Kakashi mendapat tatapan tak percaya dari semua peserta rapat kecuali tim Anzen, Yondaime, Sandaime, Jiraya, dan Tsunade.

Sandaime sedari tadi hanya diam memikirkan semua penjelasan Minato dan Kakashi. Sandaime memiliki firasat buruk dengan masalah satu ini.

"Sepertinya invasi Uzushiogakure akan terulang kembali, Kumogakure, Iwagakure, Kirigakure, dan kini ditambah Otogakure. Yang aku takutkan sepertinya benar-benar terjadi, mungkin ini karma dari Kami-sama"

Perkataan Sandaime itu tak dapat dimengerti oleh peserta rapat kecuali, Jiraya, Tsunade, Minato, Kakashi, dan tetua desa. Naruto dan ketiga gadis di tim Anzen menaikkan sebelah alisnya, 'Karma ? Invasi Uzushiogakure ? Apa yang kau sembunyikan dariku jiji' batin Naruto memandang Sandaime dengan tatapan bertanya.

"Saya ragu jika Kirigakure bekerjasama dengan Kumogakure Sandaime-sama, mengingat saat ini mereka masih dalam tahap memperbaiki dan membangun kembali desa mereka akibat perang saudara untuk menjatuhkan pemerintahan Yondaime Mizukage Yagura" tanggapan Shikaku memang tak pernah asal-asalan, otak Nara yang ia miliki jadi senjata tersembunyi untuk Konoha.

"Kurasa aku melupakan fakta itu Shikaku-san haha" balas Sandaime sekaligus berusaha menghilangkan perasaan bersalah yang tiba-tiba hadir dalam hatinya.

Jiraya dan Tsunade hanya bisa diam menanggapi ucapan Senseinya itu. Tapi dalam hati mereka sungguh menyesal, apalagi Tsunade yang sedari tadi terus memandangi Naruto dengan pandangan sulit diartikan. Ia sebagai cucu dari Senju Hashirama dan Uzumaki Mito merasa terpukul saat tau invasi Uzushiogakure hanya menyisakan Kushina seorang.

Tapi saat Tsunade dijemput Jiraya, ia melihat seorang pemuda yang mirip dengan murid dari Jiraya. Tapi saat itu juga Jiraya menceritakan semua tentang Menma, Naruto, dan keluarga Namikaze (tanpa sepengetahuan Menma).

Setelah ia kembali ke Konoha ia langsung bertemu Naruto yang diceritakan Jiraya. Mungkin wajahnya lebih mirip Minato, tapi dari warna rambutnya Tsunade bisa memastikan bahwa Naruto adalah Uzumaki. Dari situ Tsunade merasa iba mengetahui masa lalu Naruto, ia sempat ingin menghajar Minato dan Kushina tapi keinginan itu ia urungkan karena melihat sikap Naruto yang seperti tak membenci Minato.

Kembali ke rapat, saat ini Minato sedang mendengarkan pendapat dari setiap kepala klan di Konoha.

"Dari penjelasan Hokage-sama, mungkin benar jika Danzo bekerjasama dengan Kumogakure, dan saya rasa kita perlu meminta bantuan Sunagakure untuk kemungkinan terburuk" Kepala klan Inuzuka memaparkan pendapatnya.

"Seperti yang kita ketahui, musuh kita saat ini bisa saja beraliansi dengan beberapa desa lain untuk menghancurkan Konoha, tapi kita tak bisa membocorkan informasi ini kepada desa lain. Bagaimana jika Sunagakure terlebih dahulu beraliansi dengan Kumogakure ? Sebaiknya kita cari informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan" Kali ini Kepala Klan Uchiha menyuarakan pendapatnya.

"Saya rasa pendapat Hana-san dan Fugaku-san ada benarnya. Tapi kita tak bisa hanya menunggu musuh datang menyerang, kita harus menjalin kerjasama dengan Sunagakure mau tak mau. Tapi kita bisa meminta Kazekage untuk tidak menyebarkan berita ini. Kita hanya meminta bantuan pertahanan kepada Kazekage, dan bergerak mencari informasi mengenai Kumogakure, Otogakure, dan Iwagakure jaga-jaga ketiga desa itu benar-benar beraliansi" Pendapat kepala klan Nara menghasilkan senyum diwajah tua Sandaime.

"Selalu memikirkan resiko dan peluang, tipikal seorang Nara" ucapan Sandaime diiringi senyum diwajahnya.

Sepertinya semua yang menghadiri rapat setuju dengan usulan Nara Shikaku, dan mendapatkan gumaman khas seorang Nara "Merepotkan"

Diakhir rapat Hayate di tugaskan untuk mengantarkan pesan untuk Kazekage, Perintah untuk menyiapkan ruang evakuasi tersembunyi di bawah bukit Hokage, dan Jiraya yang menjadi telinga Konoha bersama jaringan mata-matanya.

Setelah rapat selesai Tsunade menemui Tim Anzen, khususnya Naruto. Ia mengajak Naruto ke bukit Hokage untuk membicarakan sesuatu yang penting menurut Tsunade.

"Jadi apa yang ingin Tsunade-sama bicarakan ?" Naruto membuka suara setelah sampai di bukit Hokage.

"Kau tak bisa berbasa-basi dulu ya Naruto-kun" balas Tsunade.

"Jika alasanmu ingin memintaku kembali kepada mereka, maaf itu tak mungkin terjadi. Aku sudah tau siapa Anda sebenarnya, jadi tak perlu basa-basi lagi" Tak memberi kesempatan Naruto langsung menanyakan keperluan Tsunade. Ia tau Tsunade ini termasuk dalam 3 legenda Sannin, dan merupakan murid dari Sandaime jiji.

"Aku hanya ingin meminta maaf kepadamu Naruto-kun, klan Senju bisa dibilang sahabat dari klan Uzumaki, jadi izinkan aku untuk merawatmu. Aku akan melakukan apapun agar kau memaafkanku Naruto-kun" jawab Tsunade yang kini sudah berlinang air mata, wajahnya menyiratkan penyesalan dan kesedihan.

Sebenarnya Naruto tak mengerti kenapa Tsunade meminta maaf kepadanya. Naruto merasa Tsunade tak memiliki kesalahan apapun.

"Apapun ?" tanya Naruto.

"Apapun Naruto-kun!" jawab Tsunade serius.

"Bagaimana jika aku menginginkan tubuhmu~" tanya Naruto dengan seringai diwajah tampannya.

"A-apa.. Ma-maksudmu ?" Tsunade kini gelagapan mendengar pertanyaan Naruto. Bagaimana mungkin Naruto menginginkan tubuhnya, pikiran negatif bahwa Naruto seorang yang brengsek mengalir deras di kepalanya.

"Aku hanya bercanda Tsunade-sama. Untuk apa kau meminta maaf kepadaku ? Kau tak memiliki salah apapun jadi berhentilah meminta maaf" jawab Naruto tanpa mengalihkan pandangannya, masih menatap desa Konoha dari bukit Hokage.

"Aku bersalah karena telah menelantarkanmu Naruto-kun. Seharusnya aku ada disaat kau butuh perhatian dan kasih sayang"

"Kau tau kan bahwa aku keturunan Senju terakhir, jadi aku bisa mengerti kesendirianmu selama ini"

Naruto yang mendengar ucapan Tsunade terdiam sebentar, 'Tau dari mana dia ? mungkinkah Ero Sannin ? pikir Naruto.

"Kau orang yang baik Tsunade-sama, tapi aku tidak apa-apa sekarang. Aku tak merasa sendiri lagi saat ini, aku juga sudah menemukan keluarga ku sendiri" jawab Naruto tersenyum membayangkan keluarga Uzumaki nya.

'Walaupun sedikit aneh' lanjut Naruto dalam hati mengingat kelakuan absurd Kakeknya, dan pamannya, Yahiko.

"Begitukah..." gumam Tsunade tertunduk lesu.

Naruto yang melihat Tsunade masih bersedih menghela nafas panjang, "Kau tak perlu khawatir, aku tak membencimu. Aku akan menganggap kau adalah Keluargaku juga, asal kau tak mengkhianati ku nantinya"

Tsunade mendongak memandang wajah Naruto, mencari kebohongan di manik blue saphire Naruto. Tsunade tak menemukan kebohongan dari pancaran kedua manik Naruto, ia tersenyum kemudian memeluk Naruto erat.

"Terimakasih Naruto-kun, mulai sekarang kau panggil aku Nee-chan yaa!"

"Hhee ? Nee-chan ? bukannya kau seumuran dengan Ero Sannin ?" tanya Naruto yang keheranan. Sungguh malang nasibmu Naruto, apa ia tak pernah mendengarkan kata-kata Shikaku, 'Jangan pernah membahas masalah umur jika berhadapan dengan makhluk merepotkan yang bernama Perempuan'.

"Iyaa tapi kau harus memanggilku Nee-chan!"

"Tidak.. Tidak cocok, walaupun wajah dan penampilanmu seperti wanita berumur 30 tahunan. Tapi umurmu yang sebenarnya pasti lebih dari 50 tahun, jadi Baa-chan lebih cocok!" jawab Naruto dengan mengusap dagunya.

"Pokoknya panggil aku Nee-chan Na-ru-to-kun!" Wajah Naruto memutih saat melihat Tsunade mengeluarkan aura suram, dibelakang Tsunade seperti terlihat sosok yang membawa dua sabit menyeringai kejam.

"Ha-ha'i Tsu-tsunade Ne-nee-chan" jawab Naruto tergagap.

"Baguslah kalau begitu" jawab Tsunade dengan senyum, seketika menghilangkan aura suram yang tadi sangat menakutkan.

.

® Masuku No Uragawa ®™

.

Uchiha Sasuke, Kapten Anbu Ne termuda saat ini tengah berhadapan dengan Shimura Danzo, seorang veteran perang. Danzo tidak hanya sendiri, Ia bersama dengan Raikage A dan Tsuchikage Onoki.

"Saya melapor Danzo-sama" Sasuke menundukkan kepalanya kepada 3 pimpinan yang saat ini berada di depannya.

"Ada apa Sasuke ?" tanya Danzo.

"Saya datang melapor Danzo-sama, Pasukan yang berada di hutan Otogakure dibantai habis oleh orang tak dikenal" jawab Sasuke datar.

"APPPAA ?!"

"BAGAIMANA BISA ?!"

Raikage dan Tsuchikage hanya diam memperhatikan interaksi Danzo dan Sasuke. sedangkan Danzo, saat ini wajahnya sudah memerah menahan amarahnya. 'Apa rencanaku bocor ?' pikir Danzo.

"Saya tidak mengetahui bagaimana itu bisa terjadi Danzo-sama, saat saya kembali dari laboratorium Orochimaru saya sudah menemukan banyak mayat pasukan berserakan disekitar hutan. Saya akan memindahkan sisi pasukan ke ruang bawah tanah Orochimaru" jawab Sasuke.

"Baiklah, tapi cari siapa pelaku pembantaian itu. Aku tak mau rencana ini sampai bocor ke telinga Hokage" balas Danzo.

"Dan awasi Orochimaru, pastikan hasil percobaannya dapat kita jadikan senjata untuk menghancurkan Konoha"

"Dimengerti Danzo-sama"

Setelah melapor Sasuke langsung kembali ke tempat awal untuk memindahkan pasukan Anbu Ne ke ruang bawah tanah.

Untuk Danzo, ia memandang kedua kage yang menjadi rekan untuk menghancurkan Konoha. "Kita majukan rencana kita, aku punya firasat buruk. Apa persiapan kalian sudah selesai Raikage, Tsuchikage ?"

"Jika harus menyerang sekarang pun pasukanku sudah siap" balas Raikage.

"Beri aku waktu, masih ada sedikit yang belum aku selesaikan" Tsuchikage memberikan komentar, yang hanya dibalas anggukan oleh Danzo.

"Sebaiknya kau cepat selesaikan persiapan pasukan Tsuchikage, karena kita akan menyerang saat perayaan malam tahun baru.."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"7 hari lagi..."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

T

B

C

.

.

.

.

.

.

.

.

Catatan UzumakiIchie ^_^

Halo Akhirnya saya bisa up lagi, jujur saya ngerjain chapter 10 ini lembur dari jam 2 malam tadi sampe jam 11 ini. Semoga terhibur walau dikerjakan dadakan, Chapter ini adalah Chapter akhir sebelum masuk Konflik berkepanjangan, untuk Chapter kemarin saya rasa memang membosankan.

Alur lambat yaa ?

Ya saya akan memperbaikinya sebisa mungkin, yaa saya juga seorang manusia biasa tak luput dari kesalahan. Saya ucapkan banyak terimakasih atas review di chapter sebelumnya, ada sebagian review yang sudah saya balas langsung, naah saatnya balas review yang belum terbalas.

.

.

Balasan Review ^_^

[Kirroi Gremory Phenex] Hahahaha sepertinya kebaca yaa.. ^_^

[Ghost Specter] Akan saya pertimbangkan Reader-san ^_^

[Ootsutsuki Rey'su] Jleb! Saya bukan jomblo Rey-san, Hanya masih fokus terlepas dari yang namanya "Skripsi" *Masa Suram Mahasiswa Semester Akhir*

[Firman597] Sedikit bocoran, Naruto bakal jadi tokoh penting sekaligus menakutkan. Itu ajah bocorannya, untuk pertanyaan yang lain, akan terjawab dengan sendirinya.

[Cikedok54] Hahaha, akhirnya ada yang bisa mengerti posisiku Huhuhu, Semoga terhibur 54-san.

[ ] Hehehe, tunggu ajah kelanjutannya Yudi-san.

[Maelstrom] Sabar Maelstrom-san, tunggu tanggal mainnya.

.

.

.

Dan Akhirnya saya kembali meminta Review Chapter kali ini, jangan sungkan-sungkan menuliskan apa yang ada dipikiran reader-san sekalian setelah membaca chapter ini, tapi saya mohon gunakan bahasa dan kata-kata yang sopan, Terimakasih.

Anda menghargai, Saya menghormati..

Oke kewajiban up sudah dituntaskan, saya ijin melanjutkan sesuatu yang merepotkan bernama "Proposal"

.

® Masuku No Uragawa ®™

.

UzumakiIchie Pamit ^_^

See You Next Time ^_^

Sayonara ttebayou ^_^