Urban Legend
Purple Mirror
From Japan
.
A Pink's Naeun, Eunji, and Bomi
.::.
.
.
Naeun meremas bantal berbentuk hati miliknya.
Ia duduk di atas ranjang, bersama dengan kedua teman satu kelasnya, Bomi dan Eunji. Mereka sedang berada di sebuah penginapan di Jepang. Ini adalah hari pertama mereka di Jepang. Sekolah mereka di Korea mengadakan study tour ke Jepang selama tiga hari, dan disiniliah mereka sekarang.
Kamar ini diisi oleh tiga orang, tentu saja oleh Naeun, Bomi dan Eunji. Sekarang sudah pukul sebelas malam lewat, dan ketiganya belum tidur. Salah satu dari mereka, Eunji, sedang menceritakan tentang salah satu urban legend dari negri sakura ini. Dan hal itu membuat Naeun sedikit takut.
"Aaa~ sudah jangan ceritakan lagi." Naeun mengerucutkan bibirnya dan memeluk bantalnya semakin erat.
Eunji dan Bomi tertawa kecil. Naeun memukul paha mereka dengan bantal kesayangannya lalu merengek.
"Aku mau tidur. Sudah jangan ceritakan lagi~."
"Aniyo, Naeun. Kau tidak boleh tidur dulu." kata Eunji. Matanya mengarah pada jam di handphone yang tengah ia genggam. "Sebentar lagi pukul 11:55 pm."
"Memangnya kenapa?" tanya Naeun dengan suara imut.
Bomi memutar kedua bolamatanya.
"Kau bilang mau menjadi gadis yang berani. Kau bilang bosan diejek penakut. Maka dari itu, ayo buktikan sekarang."
Eunji mengangguk setuju seraya memperhatikan Bomi yang turun dari atas ranjang. Ia berjalan ke arah tas-nya dan meraih sesuatu dari sana.
"Tadah~ lihat apa yang aku punya."
Ia mengacung-acungkan sebuah cermin kecil berbingkai ungu dan kembali naik ke atas ranjang bersama mereka.
Naeun menggelengkan kepalanya sedangkan Eunji menepuk tangannya.
"Ayo, Naeun, belajarlah menjadi pemberani~."
"Tapi kenapa harus aku~?"
Eunji mencubit kedua pipi Naeun dan membuat si empunya semakin mengerucutkan bibirnya.
"Yang kau lakukan hanya menyebutkan mantra itu di depan cermin," Bomi terkekeh. "Ayo~ sekitar 5 menit lagi waktunya terlewat."
"A-aku takut." Naeun menggeleng lagi.
Bomi meletakkan cermin berbingkai ungu itu di hadapan Naeun dan melipat kedua tangannya.
"Come on."
Naeun menggeleng untuk yang kesekian kalinya.
"Kita menemanimu disini, Naeun." kata Eunji.
Naeun terdiam selama beberapa saat. Jam sudah menunjukkan pukul 11:50 pm. Itu artinya hanya lima menit lagi waktunya berpikir sebelum melakukan apa yang Eunji ceritakan sebelumnya. Tentang urban legend cermin ungu.
Jemari Naeun meraih cermin itu secara perlahan. Hal itu membuat senyuman pada bibir Bomi dan Eunji.
"A-aku harus bilang… apa?"
"'Murasaki no Kagami' sebanyak lima kali." jawab Eunji.
Bomi mengambil tempat duduk di hadapan Naeun, tepat di samping Eunji.
"Tepat pada pukul 11:55. Tenang Sayang, kami menemanimu disini."
Naeun memandang pantulan dirinya dari cermin itu dengan tangan yang bergetar. Ia masih merasa takut. Walau pada kenyataannya lampu dinyalakan dan ada dua teman di hadapannya, ia tidak bisa membohongi rasa takutnya.
Naeun menelan ludahnya dan kemudian memandang kedua temannya.
"K-kalian… yakin?"
"Ayolah, Naeun. Tidak akan terjadi apa-apa." kata Bomi seraya tersenyum.
Naeun menggigit bibir bawahnya.
"Well," Eunji menatap layar handphone-nya. "Sebentar lagi… satu menit lagi pukul 11:55. Ayo bersiap, Naeun."
Naeun mengangguk secara perlahan. Bomi menghitung mundur menit-menit menuju pukul 11:55 dengan jarinya sedangkan Eunji hanya menatap layarnya. Naeun memandang keduanya bergantian, kemudian ke arah cermin di tangannya.
"Yap. Pukul 11:55!"
Naeun sedikit tersentak. Bomi dan Eunji merekahkan senyumannya, meminta tindakan dari Naeun.
Naeun memandang mereka dengan memelas dan perlahan menjauhkan cermin itu. Namun tatapan marah dari Bomi membuat Naeun kembali meraih cermin dan kemudian memandangnnya.
Ia menarik napas secara perlahan.
"Murasaki no Kagami… Murasaki no Kagami… Murasaki no Kagami…" Naeun memandang kembali kedua temannya yang balas memandangnya menuntut. "Murasaki Kagami… Murasaki no Kagami…"
Dan kemudian hening.
Naeun masih memandang pantulan dirinya di cermin berbingkai ungu itu dengan takut.
Clap!
Tiba-tiba lampu di ruangan itu mendadak mati. Naeun menjerit seraya memejamkan kedua bolamatanya sedangkan Bomi dan Eunji hanya sedikit tersentak, kaget.
"A-ah.. tenang Naeun, lampu hanya ma—"
Clap!
Dan kemudian menyala kembali.
Eunji mengusap dadanya.
"Tidak ada apa-apa, bukan?"
Naeun membuka matanya secara perlahan dan tak sengaja pandangannya mengarah pada cermin yang masih berada di tangannya.
Ada pantulan sebuah wajah yang rusak seperti terbakar.
Naeun membulatkan kedua matanya dan kembali menjerit seraya melemparkan cermin itu sembarang arah.
"Hiyaa!"
Prang!
"Naeun! Waeyo?"
Bomi dan Eunji yang panic segera mendekatkan tubuh mereka ke arah Naeun. Naeun memandang mereka ketakutan dan tanpa sengaja pandangannya terarah pada sudut dimana pecahan cermin itu bercecer.
Ada seorang gadis, memakai seragam sekolah, dengan wajah rusak terbakar.
Mata Naeun membulat semakin lebar dan ia menjerit semakin keras.
"Aaaa!"
Naeun mendorong tubuh Bomi yang berusaha memeluknya dan segera turun dari ranjang. Ia berjalan panik dan tergesa ke arah pintu.
Bomi dan Eunji tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Sedangkan sosok gadis itu hanya melotot ke arah Naeun tanpa mereka ketahui.
Naeun berusaha membuka pintu dengan panik dan ketika pintu terbuka, apa yang ia temukan adalah sosok gadis itu sudah berada di hadapannya dengan tatapan penuh amarah.
Naeun menjerit kembali tepat ketika gadis itu mencekiknya.
Bomi dan Eunji segera mendekati Naeun. Berusaha menolong temannya yang tidak mereka ketahui apa yang terjadi kepadanya.
"Naeun! Naeun! Kau kenapa?"
"Naeun! Hei!"
Naeun hanya menggapai-gapai angin dari pengelihatan mereka. Sedangkan napasnya sedikit tercekat dan mulutnya terbuka.
"Eunji! Panggil Park seonsaengnim!"
Eunji mengangguk dan keluar dari kamarnya. Beberapa teman kamar sebelah mereka ikut keluar, mendengar suara gaduh.
Bomi masih berusaha menolong Naeun yang tiba-tiba terdorong ke arah pintu. Kedua matanya mulai terlihat putihnya saja dan lehernya tiba-tiba memerah.
"Naeun! Naeun! Apa yang terjadi?"
Tanpa mereka bisa lihat, gadis dengan wajah terbakar itu berhasil menarik nyawa Naeun dari raganya. Membuatnya kehilangan napas dan akhirnya meninggalkan dunia.
"Naeun!"
"Murasaki no… Kagami."
.
.
.
Mau request Urban Legend lainnya?
Isi di kotak review ya ^^
Nanti aku pilih yang mana yang bakal dibuat
Boleh request pemainnya jugaaaa
Seeyaaaaaa
