Halooo~ bertemu lagi dengan Author gj /uhuk
Jadi sebelumnya aku pengen minta maaf sebesar-besarnya karena lama update..
Zhao Yun : Wah si thor lagi bikin pro- *sumpel mulut Zhao Yun pake sendal*
Jadi, leptopku lagi bermasalah karena windowsnya gak aktif-
Ma Chao : BAJAKAN CIAAAAA TAK JASTISSSSS *nyatet nama Ma Chao di Death Note*
Gara-gara windows yak tak aktif aku jadi gak bisa melanjutkan FF ini karena Microsoftnya tak ada satupun yang berfungsi, akhirnya aku menunggu Kakakku pulang dari liburan setelah wisudanya sambil membuat cerita baru di W*&^ #. Dan akhirnya bisa di gunakan lagi dan ngebut melanjutkan FF iniii~~~ Yeeeeeyyy!
Aku ucapkan terima kasih pada Readers yang sudah sabar menunggu dan setia pada FF ini. CIUM SINI! /di fire attack Zhu Ran.
Waktunya Balas Reviews!
Aiko-HeroChaos:
Guan Ping : you know da wei? can you show me da wei?
Cao Cao : Saya merasa terpanggil
Ma Dai : Lalalalala~ *ngewarnain boneka saljunya*
Ma Chao :BIKIN KOTOR AJA KAMU! *musou air Ma Dai*
Guo Jia : Maaf maaf aja ni yee gue bukan wibu, Man Chong noh wibu
Man Chong : Dih bocah kurang ngopi. WOY! NGOPI LAH! DIEM-DIEM BAE
Tomatoiclicious:
Tenang saja tidak apa-apa kok~ Author selalu menyayangi Readersnya tertutama charc DW~
Zhao Yun : Halaaahhh... KWEK
HEH! Kata-kata gue itu Zhao Yun!
Lu Xun : Tenang saja sayang inilah hidup, jalani saja~ *peluk*
Zhu Ran : E-EH!? K-KATA SIAPA!? A-AKU GAK NAKSIR! AKU CUMAN KHAWATIR (?)! B-BAKA! *tsundere mode*
Sun Quan : *elus dada*
Soal video viral itu. Maksudku itu video dari acara kayak mencari bakat (?) dari Filipina atau Thailand gitu (lupa /uhuk) peserta cowok dia nampilin vape tapi ya... begitu deh xD. Selebihnya cari saja di YouTube biar lebih jelas /bilang aja mager ngasih tau
Terima Kasih sudah Reviews! Selamat membaca!
WARNING: OOC, TYPO, DSB
Stalker! (END)
Setelah berjalan yang memakan waktu 10 menit Zhao Yun dkk pun sampai di Alun-alun kota. Tentu saja mereka tidak langsung menghampiri Zhang Bao dan Guan Yinping, mereka berdiri dekat dengan boneka salju yang tidak terlalu besar.
"Itu mereka!"
Zhao Yun mempertajam penglihatannya, "kau benar! Baiklah... disini cocok untuk mengawasi mereka."
Guan Ping menhebuskan nafas panjang. "Ada-ada saja Stalker ini, kenapa coba dia harus membuntuti Yinping?"
"Kita bakal tahu alasannya apa kalau sudah tertangkap. Yang penting sekarang kita awasi mereka dulu saja sampai selesai."
Zhao Yun dkk pun duduk disamping boneka salju sambil memperhatikan Zhang Bao dan Guan Yinping yang sembari tadi menunggu pohon natal raksasa menyala. Sementara Ma Chao, Ma Dai dan Guan Xing mabar PUBB yang baru rilis versi mobilenya.
Sementara itu ditempat lain..
"Ran... kenapa kita jadi merhatikan mereka berdua si? Berasa jadi Stalkernya tau."
"Justru itu aku khawatir juga!"
Ternyata orang yang memperhatikan Zhang Bao dan Guan Yinping adalah Zhu Ran dan Lu Xun. Maksudnya ditempat lain dimana tuh? Tentu saja didalam toko kue.
"Ingat Readers! Kita berdua bukan Stalkernya! Kebetulan aja kita disuruh beli kue tokonya pas-pasan sama mereka berdua." Zhu Ran menjelaskan.
"Ya sudah kita cepat beli kuenya dan langsung ke Sekolah lagi, kau tidak perlu khawati karena ada Zhao Yun dkk." Lu Xun memegang pundak Zhu Ran. Zhu Ran pun mengangguk dan membeli kue.
Waktu menunjukan pukul 18:55, lima menit lagi pohon natal raksasa itu akan menyala menerangi Alun-alun kota. Guan Yinping dan Zhang Bao setia menunggu sambil duduk di bangku panjang Alun-alun, sesekali mereka mengobrol untuk mengisi kesunyian. Sementara itu kelompok Zhao Yun masih setia di tempat mereka sampai salju-salju menyelimuti mereka. Boneka saljunya jadi ada temennya deh.
"Puah! Sampe gue jadi manusia salju Stalkernya gak nongol!"
"Kamu benar Yun, disini gak ada tanda-tanda orang yang mencurigakan... Biasanya si Stalker itu ada di belakang atau samping sasarannya gitu." Ucap Jiang Wei.
Sementara itu Guan Ping yang sudah seperti Santa Claus karena ada jenggot salju masih setia memperhatikan Adik tercintanya, "walaupun kebanyakan yang gue lihat di sekeliling mereka itu orang pacaran. Mata ini tidak akan terpalingkan darinya!"
"Gila seru banget nih game! Eh, bro, gimana dah dapet Stalkernya?" Tanya Guan Xing.
Zhao Yun menggeleng lemah, "kayaknya Stalkernya gak ada deh... Dari awal kita mengikuti mereka tidak ada tanda-tanda si Stalker."
Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk menghentikan kegiatan bermain gamenya dan ikut memperhatikan Guan Yinping. Lima menit pun berlalu, pohon natal raksasa akhirnya menyala menerangi Alun-alun kota.
"Waaahhh... Indahnya..." Guan Yinping terpesona melihat keindahan pohon natal raksasa tersebut, baru kali ini dia bisa melihat pohon natal raksasa begitu dekat. Sesekali dia melirik ke Zhang Bao yang sedang asyiknya melihat pemandangan pohon natal raksasa. Guan Yinping sadar wajahnya mulai memanas dia segera memalingkan wajahnya kembali.
Zhao Yun dkk pun ikut memperhatikan pohon natal raksasa itu, sampai-sampai mereka lupa dengan misi menangkap si Stalker karena pohon natal raksasa tersebut. "Mungkin... Kita akhiri dulu misi ini." Gumamnya.
"Terima kasih Kak Bao sudah mengajakku jalan-jalan. Aku senang sekali!" ucap Guan Yinping antusias.
Zhang Bao tersenyum simpul, "sama-sama... besok sudah harus Sekolah jangan tidur malam-malam." Zhang Bao mengingatkan dan dibalas dengan anggukan kecil.
"Kalau begitu aku masuk dulu ya, selamat malam Kak Bao." Yinping melambaikan tangannya lalu menutup pintu rumahnya.
"Yak, kalian boleh keluar." Zhao Yun dkk keluar dari persembunyiannya lalu Zhang Bao menghampiri mereka. "Gimana misinya?"
"Nihil." Jawab Zhao Yun singkat, "kita gak menemukan tanda-tanda si Stalker, kebanyakan yang kita dapet itu orang pacaran."
"Tidak justice sama sekali penuh dengan orang pacaran. Kasihanilah yang jomblo." Seribu bola salju menghantam Ma Chao.
Zhang Bao menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, "jadi gitu ya... Kalian tidak menemukan si Stalker ini."
Guan Ping menghela nafas panjang, "apa boleh buat... Kita lanjutkan saja di Sekolah. Aku yakin si Stalker ini pasti akan membuntuti Yinping di Sekolah."
Mereka semua pun mengangguk. "Kalau begitu, kita pulang dulu ya."
"Oke, hati-hati di jalan." Guan Ping dan Guan Xing memasuki rumah mereka dan— "GYAAAAAA! KENAPA ADA UGANDA KNUCKLES DISINI!?"
"Gue ama Ma Dai balik ya." Ma Chao dan Ma Dai berjalan membelakangi Zhao Yun, Jiang Wei dan Zhang Bao.
"Rumah Gue sebelahan kok jadi kalian duluan aja." Kata Zhang Bao,
"Yowes kita balik dulu ya, byeee." Zhao Yun dan Jiang Wei melangkah kakinya untuk meninggalkan Zhang Bao. "Mau ke warkop Pak Pang Tong dulu gak?"
Jiang Wei berpikir sejenak. "Boleh, kebetulan tidak ada pekerjaan rumah."
Mereka berdua pun pergi menuju warkop Pang Tong. Sampai disana, mereka memilih tempat seperti biasanya yaitu di dekat TV tapi kali ini mereka dikejutkan oleh kehadiran orang.
"Eh? Ada Zhong Hui!" sapa Jiang Wei lalu di balas dengan buang muka. Sabar ya Jiang Wei... Zhong Hui memang begitu. "Tumben kamu kesini?"
"Itu karena si bodoh Xian." Zhong Hui melirik Zhong Xian yang sedang mengelap meja, lalu menghampiri Zhao Yun dan Jiang Wei.
"Ada Zhao Yun sama Jiang Wei toh, pesan seperti biasa nih?" tanya Xian.
"Yoi, sekalian roti bakar ya." Tambah Zhao Yun, Xian pun berlalu menuju dapur untuk membuat pesanan Zhao Yun dan Jiang Wei.
"Jadi, kalian habis jalan-jalan?" Zhong Hui memulai bicara.
"Gitu deh sekalian menjalankan misi penyelamatan." Jawaban Zhao Yun membuat Zhong Hui bingung.
"Kita habis mengikuti teman kita yang sedang kencan, sebenarnya adek dari wakil OSIS Shu itu lagi punya Stalker makanya kami ingin menangkap si Stalker ini tapi tidak membuahkan hasil." Akhir Jiang Wei dan dibalas dengan o panjang.
Zhao Yun melihat sekitar warkop Pang Tong, sudah lumayan sepi karena mau tutup sedangkan Pang Tong sedang asyik-joget bersama seorang pelanggan dengan jaket musim dingin, rambutnya menutupi poninya jadi sulit untuk melihat wajahnya, "Pak Pang Tong kayaknya lagi asyik tuh." Kata Zhao Yun.
Jiang Wei dan Zhong Hui menatap Pang Tong heran, "kamu bener Yun, kayaknya lagunya asyik ampe Pak Pang Tong sama pelanggan itu joget."
Penasaran, 'kan, mereka sedang memasang lagu apa? Coba kita dekati dan dengarkan...
"Metamorufozeeeeeeeeee."
"HIME HIME! HIME! SUKI SUKI DAISUKI HIME! HIME! KIRAKIRARIN!!"
"WANJAAYY TERNYATA PAK PANG TONG DEMAM HIME!" Zhao Yun syok sementara Jiang Wei dan Zhong Hui menutup telinga mereka karena volume lagu itu terlalu kencang.
"Kimi to minna ireba watashi tte zettai muteki!"
"HIME HIME! HIME! SUKI SUKI DAISUKI HIME! HIME!"
"PAK! UDAH PAK! CUKUP!" Zhao Yun mencoba menghentikan Pang Tong. Alih-alih menghentikan, Pang Tong malah semangat joget sampai-sampai kipas besarnya membuat angin dan melemparkan Zhao Yun.
"Maaf, ya, lama ini pesanannya." Zhong Xian datang dengan santainya sambil menaruh pesanan Zhao Yun dan Jiang Wei di meja.
"XIAN! ITU BOS LU TOLONG DI KONDISIKAN NGIDOL HIME AMPE SEGITUNYA!" pinta Zhong Hui.
"Biarkan saja, lagunya abis tar juga berhenti."
"Hime! RABU hime FAITO! " Pemuda misterius dan Pang Tong mengakhiri demam Hime meraka.
"Besok lagi ya anak muda." Kata Pang Tong dan di jawab anggukan oleh pemuda itu, pemuda itupun berlalu meninggalkan warkop. "Ada nak Jiang Wei juga toh disini! Zhao Yun mana?"
Jiang Wei menunjukan Zhao Yun yang kepalanya nancep ke tembok warkop, "walah bocah ngapa dah? Kurang ngopi nih."
"ITU KARENA BAPAK NGIDOL!"
...
"Jadi Adik dari wakil ketua OSIS Shu punya Stalker?" Tanya Zhong Xian lagi.
"Maka dari itu kita bingung harus bagaimana. Kasihan juga si dek Yinping jadi gak nyaman."
Mereka berempat pun diam sesaat, hanya ada suara acara TV mengisi kesunyian warkop Pang Tong tersebut. Sementara Pang Tong sendiri lagi asyik bersihin dapur sambil siul Hime Hime.
"Oh iya, Yun, kita jangan tidur terlalu malam besok kita sudah sangat sibuk loh." Jiang Wei mengingatkan.
Zhao Yun hanya berdehem sebagai jawaban, "eh Xian. Wei sama Jin ngapain aja besok?"
"Wei-Jin akan mengurus acara natalnya, mungkin saja akan ada pertunjukan." Jawab Xian, Zhao Yun hanya mengangguk paham. Akhirnya kesalah pahamannya pun terpecahkan yang tadi mengira Wei-Jin hanya santai saja ternyata juga sibuk untuk memeriahkan natal nanti. "Ngomong-ngomong Zhao Yun..." panggil Xian pelan.
Zhao Yun nengok, "hem?" Zhong Xian hanya terdiam saat Zhao Yun menatapnya. Seperti orang yang kebingungan untuk mencari topik pembicaraan. "Tidak jadi deh..."
Jiang Wei dan Zhong Hui saling bertatapan karena bingung. Akhirnya Jiang Wei menghabiskan teh hangatnya dan beranjak menuju Pang Tong untuk membayar, mengetahui Zhao Yun ketinggalan dia segera menghabiskan sisa roti bakar dan menyusul Jiang Wei. "Nih, Pak, mumpung ada duit saya bayar sekalian utang saya kemarin-marin."
"Wah, tumben kamu ada duit Yun?"
Zhao Yun terkekeh, "biasa hasil dari kerja sambilan."
"Zhong Hui, Zhong Xian, kami duluan ya."
Zhong Xian melambaikan tangan, "hati-hati di jalan." Sementara Zhong Hui memutar-mutari poninya kek gak ada kerjaan lain.
Keesokan harinya Zhao Yun dan Jiang Wei berangkat ke Sekolah bersama Guan Ping, Xing dan Zhang Bao yang kebetulan bertemu di jalan.
"Dua Adek lu mana?" tanya Zhao Yun ke Guan Ping.
"Biasa, jalan duluan bareng Sanniang sama Xingcai."
"Dua Adek lu lebih rajin ternyata dari pada Kakaknya." Ledek Zhang Bao.
"Gak ngaca lo." Cibir Guan Xing.
Di perjalanan menuju Sekolah, mereka berlima terhenti di persimpangan jalan karena di seberang jalan mereka melihat sosok gadis bersurai hitam yang sangat mereka kenal. Benar sekali, Guan Yinping.
"Eh? Itu dek Yinping-tapi sama siapa..." Jiang Wei mengerutkan alisnya, Guan Yinping tidaklah sendiri dia bersama seorang pria yang tidak mereka kenal. Apa lagi pemuda itu nampak mencurigakan karena memakai jaket dan kepalanya tertutup oleh tupluk jaket tersebut.
"A-adek gue sama siapa itu... D-dan-" Ucapan Guan Ping terhenti karena dia melihat sesuatu yang tidak begitu asing. Di tas yang di kenakan oleh pria itu terdapat keychain yang sangat di ketahui oleh Guan Ping, "Itu... keychain Hime?"
"Hah? Hime?" tanya Zhao Yun.
"Ituloh Yun yang lagi tenar sekarang di internet, ada lagunya malah kayak gini. Hime Hime-"
"Oke-oke cukup. Suara lu kayak traktor, tu lagu kayak pernah gue denger deh..." Zhao Yun mulai mengingat-ngingat dimana dia pernah mendengar lagu ini, belum selesai mengingat. Merek di kejutkan oleh pria itu karena seenaknya memegang tangan Yinping.
"IN THE NAME OF JUSTICE! ADEK GUEEEE!" Guan Ping dan Xing langsung berlari menuju Guan Yinping. Sebentar, bukankah kata Justice itu punya...
"Zhao Yun! Kayaknya itu Stalkernya deh!" Zhang Bao panik.
Zhao Yun dan Jiang Wei terbelalak. "WOOOOOTTT!" Mereka bertiga pun menyusul Guan Ping dan Xing.
"Hemm... Bagaimana ya-" "DEEEEEKKKK YINPIIIIIING!" perkataan Yinping terpotong karena kedua Kakak tertuanya berlari menujunya.
Guan Ping menarik kerah jaket pria itu, "LU APAIN ADEK GUE?!"
"E-eh?! A-anu..!"
"Dek Yinping kamu gak apa-apa!? Dia apain kamu!?" Guan Xing memegang kedua pundak Guan Yinping dengan wajah gak nyelo.
Tupluk jaket pria itu terbuka menghasilkan wajah pria itu tertutup oleh poninya. "WAT DE PAK!? RAMBUT LEGEND!"
"A-anu! K-kamu salah paham! A-aku-"
"KAK PING UDAH CUKUP!" teriakan Guan Yinping menyebabkan getaran sedikit besar dan memekakkan telinga. Zhao Yun, Jiang Wei dan Zhang Bao yang baru saja tiba dan disambut oleh teriakan Yinping membuat mereka terpeleset menuju tumpukan salju, apa lagi Guan Xing yang berada di depan Yinping mental ke dahan pohon.
"Dia itu orang baik-baik Kak jangan kasar begitu!" Hardik Yinping.
"Tapi dek Yinping orang ini mencurigakan, pasti dia Stalkernya."
Guan Yinping menghela nafas panjang, "memang benar dia Stalkernya... tapi—"
"TUHKAN BENER DIA STALKERNYA!" Zhao Yun dan Zhang Bao bangkit dari kubur eh, dari tumpukan salju. "Sejak dari warkop Pak Pang Tong gue dah curiga ama lu, apa lagi Stalker dek Yinping itu wibu dan elu wibu."
"Duuuhhh... Kak Yun dan Kak Bao juga, tolong dengarkan aku dulu!"
Akhirnya Guan Yinping menceritakan identitas pemuda ini, namanya Ma Lui dari SMA Other. Walaupun SMA Other tidak termasuk dari SMA Three Kingdoms, SMA Other seperti Sekolah Support walaupun murid-muridnya bisa dibilang sangatlah bandel seperti berandalan. Guan Yinping dan Ma Lui menceritakan yang sebenarnya.
"J-jadi kamu ingin membantu Cosplay?" tanya Guan Ping.
Ma Lui mengangguk, "I-iya. Karena kudengar SMA Shu akan melakukan Cosplay komunitasku ingin membantu untuk costumenya. Karena kami butuh perwakilan kami memilih Guan Yinping untuk mencoba costume yang kami buat."
"Tapi kenapa harus nguntit segala si? 'kan, bisa langsung ngomong terang-terangan." Zhao Yun berkacak pinggang.
"M-maaf... aku orangnya pemalu... apa lagi di hadapan Perempuan."
"Jadi Stalkernya itu adalah Ma Lui, dia sudah minta maaf kok Kak..." Ujar Yinping.
Akhirnya Guan Ping dan Xing bisa bernafas lega. "Ama juga kalo bisa poni lu jangan kayak gitu, dah kayak anu tau gak..."
Ma Lui menyugar poninya yang menutupi matanya, "Begini...?" Dan sebuah cahaya ilahi membuat mata silau. Ma Lui memamerkan mata ambernya berhasil memikat hati para Wanita.
"I-Ikemen da..."
Bao Sanniang, Guan Suo dan Xingcai terlihat baru keluar dari toko, mereka menghampiri Guan Yinping dengan sedikit tergesa-gesa. "Kenapa jadi rame?" tanya Xingcai.
"Lah, Xingcai kamu habis dari mana ningglain dek Yinping sendirian?" Tanya Zhang Bao.
"Aku, Sanniang dan Suo habis dari toko lampu."
"Beli apaan?"
"Beli anak."
Zhang Bao syok.
"Ke Toko lampu ya beli lampu, beg0 lu." Ejek Guan Xing.
"Kalian sudah bertemu dengan Stalkernya ya? Ternyata Stalkernya itu sangat tampan ya! Tetapi lebih tampanan Guan Suo." Seru Bao Sanniang.
"Dengan begini kesalah pahamnya sudah terselesaikan." Lanjut Xingcai.
Zhao Yun pun bisa bernafas lega, "akhirnya... Masalah terselesaikan. Ya sudah langsung ke Sekolah aja yuk."
Mereka semua mengangguk dan berjalan bersama menuju SMA Three Kingdoms dengan semangat. Tetapi, ada sesuatu yang terlupakan.
Apa itu?
"Zhao Yuuuunnn... Tolong aku... Tumpukan saljunya bikin aku gak bisa gerak..."
"Do you know da wae?"
Pang Tong : HIME HIME! HIME! SUKI SUKI DAISUKI HIME HIME! KIRA KIRAI YO!
Guan Ping : KENAPA ROBOT SIALAN INI MUNCUL LAGI!?
