He's a Girl

Author : Si HwangJae Tyaz

Genre : Romantic, Brother/Sistership

Cast :

Katara

Lee Junho

Kintaro

Hwang Chansung

Lee Eun Ji

2PM's Member

Disclaimer : Semua member 2PM di FF ini hanya milik Tuhannya masing-masing. Yang punyaku cuman ide FF ini. Happy reading. Don't forget your review, guys. Gamsahamnida.. :D


TARO


Hullyeo peojineun umage matchweo

Everyone put your hands up and get your drinks up

On sesangi hamkke michyeo

Everyone put your hands up and get your drinks up


"Yeoboseyo? Ahh Eomma." aku mengangkat panggilan masuk tersebut. "Mwo? Appa sakit? Gwaenchanhayo?" ternyata Eomma meneleponku karena ingin mengabarkan bahwa Appa sedang jatuh sakit dan masuk rumah sakit karena Tipes dan Demam berdarah.

Setelah ku tutup panggilan Eomma, aku langsung menghubungi Tara yang saat itu berada di kampus.

"Yeoboseyo, Yeosaeng."

"Ne' Oppa. Ada apa?"

"Kamu bisa pulang sekarang?"

"Ne, isseubnida Oppa. I'll be there soon."

"Arraseo. Kirim pesan padaku jika sudah sampai di stasiun Cheongdam."

"Okay Oppa." KLIK. Ku tutup panggilanku. Aku mulai berpikir. 'Mungkin aku harus pulang ke Indonesia akhir bulan ini'.

Setengah jam kemudian, aku sudah berada di Stasiun Cheongdam untuk menjemput Tara. Ku lihat Tara turun dari kereta dan melambai padaku. Aku tersenyum.

"Oppa, museun iliseyo?"

"Appa sakit."

"Mwo? Jinjjayo? Yaah Oppa. Eotteokhajyo?" Tara terlihat khawatir. Aku hanya menghela nafas panjang.

"Kayaknya kita harus pulang ke Indonesia, Yeosaeng."

"Tapi, minggu depan kan Oppa ada pemotretan CF baru. Gimana donk?" aku berpikir keras. Aku lupa dengan jadwalku satu itu.

"Sepertinya kita harus melakukan ini. Tak ada cara lain yang bisa kita lakukan, Yeosaeng. Appa butuh salah satu dari kita ada di sampingnya." Aku masih tetap ngotot dengan pendirianku. Tara terlihat tidak setuju dan menggeleng. "Tenang saja. Aku yang pulang ke Indonesia. Besok kita temuin Mr. Jang sama Mr. Park buat izin." Aku berusaha membuatnya mengerti.

"Kalo ga boleh gimana?"

"Jangan pesimis lah. Appa bener-bener butuh kita, Sist."

"Arraseo. Gaja. Kita telepon Mr. Jang dan Mr. Park sekarang."


-He's a Girl-


Akhirnya kami memberitahu Mr. Jang dan Mr. Park melalui telepon saat itu juga. Tepat seperti dugaan Tara. Mr. Park tidak setuju jika aku yang pulang ke Indonesia. Secara tidak langsung, Mr. Park lebih merelakan Tara yang menempuh perjalanan ke Indonesia sendiri untuk menjenguk Appa. Tetapi aku lebih tidak tega membiarkan saudara kembarku satu-satunya melakukan perjalanan sendiri tanpa aku di sampingnya.

"Apa aku bilang. Mr. Park jelas ga akan rela kalo jadwal kalian terganggu." ujar Tara sambil berdiri di depan cermin dan menyisir rambutnya. "Ahhh...! Aku pengen potong rambut deh. Rambut kok ga bisa diatur." teriak Tara. Tiba-tiba aku mendapatkan sebuah ide cemerlang.

"Oppa? Apa ide ini tidak keterlaluan?" Tara masih saja cemas semenjak ide ini aku utarakan padanya. Ku pegang pundaknya dan kulihat matanya.

"Ingat saja wajah Appa. Kita lakukan ini semua untuk Appa. Jangan pkirkan yang lain. Arraseo?" aku meyakinkan hatinya sekali lagi. dia mengangguk lemah. "Baiklah. Ayo kita kembali ke Dorm dan melakukan beberapa test. Mungkin kita memang serupa. Tapi ada beberapa sikap kita yang dapat dikenali oleh mereka." Tara mengangguk mengerti.

"Pertama, Khun Hyung, dia memang selalu perhatian pada kita. Tapi, itulah jalan termudah kita untuk ketahuan. Karena, secara tidak langsung Khun Hyung hafal apa saja kebiasaan kita berdua." Aku menjelaskan panjang lebar.

"Benar Oppa. Kedua, Taec Oppa. Walaupun sepertinya dia careless, tapi dia punya ingatan yang tajam. Jadi, mungkin dia bisa mengingat dengan baik kebiasaan-kebiasaan kita." Semangat Tara mulai bangkit.

"Hehem." Aku membenarkan. :Ketiga, Junho dan Junsu Hyung. Mereka adalah pengamat yang baik. Jadi, jangan anggap remeh mereka"

"Ne'. Geuttaen... Hem... Woo Oppa dan Chan Oppa sepertinya bukan termasuk dalam lingkup di atas. Jadi, mungkin mereka tidak sepenuhnya sadar kalau kita berganti peran."

"Tapi tetap jangan remehkan mereka berdua. Ingat, Woo Hyung adalah member paling manja. Dan kadang-kadang, sasaran kemanjaannya adalah aku. Sedangkan Chan Hyung itu selalu mengajakku keluar saat dia butuh waktu untuk sendiri."

"Arraseo arraseo. Gaja kita balik ke Dorm dan mulai melakukan rencana kita."

"Mianhae Yeosaeng. Jeongmal mianhae sudah membuatmu harus melakukan ini." Aku menghela nafas panjang. Lalu Tara memelukku. Tingginya yang hanya berjarak 5 sentimeter dariku membuat aku bisa melihat puncak kepalanya.

"Gwaenchanhayo, Oppa. Tapi setelah ini, aku yang pulang ke rumah. Yagsoghae-promise?" lalu Tara melepas pelukannya dan

"Arraseo arraseo. Kita masih punya waktu 1 minggu untuk mempersiapkan ini semua. Jadi, besok lusa aku mau pesan tiket ke Indonesia."

"Ne' Oppa." Lalu kamu berjalan menuju Dorm. Namun sebelum itu, aku harus membawa Tara untuk memotong rambut sebahunya menjadi seperti rambutku. Lalu, membeli beberapa pasang baju dengan warna yang sama alias baju yang kembar. Hanya saja, ukuran Tara lebih kecil satu tingkat di bawah ukuranku. Dan sejak saat itu, kami benar-benar susah untuk di bedakan.


Sesampainya di Dorm, Khun, Junsu dan Woo Hyung yang ada di depan televisi langsung shock melihat potongan rambut Tara yang baru. Mereka benar-benar tak mampu berkata apa-apa saat pertama kali melihat Tara dengan potongan rambut cepak. Sampai Junho Hyung datang dari dapur.

"Yaaahh..! Apa yang kau lakukan pada rambutmu, Tara-ah?"

"Ini memang keinginanku dari dulu Oppa. Aku bukan yeoja yang girlie. Hahahahahaha... Bagus khan?" Aku hanya tertawa melihat mimik wajah mereka yang benar-benar shock.

"Yah Hyung. Mulai saat ini, kami terlihat 'sangat' kembar khan? Hahahahahahaha..." Aku menambahkan lelucon dengan tujuan mencairkan atmosfer shock yang dibuat Tara. Namun tampaknya tidak berhasil. Lalu, Chan dan Taec Hyung datang dan mereka mengalami hal yang sama dengan member yang lain yaitu shock berat.

Ku pikir-pikir lagi. Ini mungkin salah satu tahapan yang harus terjadi sebelum Tara menjadi aku selama kurang lebih satu minggu saat aku berada di Indonesia. Dan malam ini juga, kami akan memulai latihan.


"Taro-ah. Apa yang terjadi dengan yeosaengmu?" Junho Hyung bertanya padaku saat kami tengah berbincang-bincang di balkon.

"Ahh.. Kau masih saja memikirkan potongan baru si Tara, Hyung? Biarkan saja. Dia memang dari dulu anaknya seperti itu. Agak tomboy. Jadi jangan kaget kalau dia memotong cepak rambutnya. Mungkin, suatu saat dia juga akan memakai celana sk8ter dan memakai kaos longgar. Hahahaha..."

"Jinjjayo? Omo~" Junho Hyung menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Waeyo Hyung? Kau lebih senang Tara tampil feminine?"

"Seharusnya kodratnya sebagai yeoja khan tampil feminine. Bukan sebaliknya seperti ini." Nada suara Junho Hyung meninggi. "Hasss..." dia mengeluh sambil memegangi kepalanya. "Sekarang, mungkin aku menjadi lebih susah membedakan kalian saat kalian memakai baju yang sama. Suara kalian pun hampir sama. Dan satu-satunya hal yang dapat membedakan kalian, sudah terpotong oleh gunting salon. Ckckckckck..."

"Hahahahahahaha... Sudahlah Hyung. Aku dan Tara tetap orang yang berbeda." Aku tertawa sambil menepuk-nepuk pundak Junho Hyung. Namun, otakku tetap merekam pernyataan yang dilontarkan Junho Hyung tadi. 'Assaaaa..! Dia sudah mengakui bahwa dia kesulitan membedakan aku dan Tara sekarang.Junho Hyung sudah gugur.'

"Ahhh.. Anginnya sudah mulai terasa dingin. Benar-benar hawa musim dingin. Yahh Taro-ah. Bagaimana kalo besok kita jalan-jalan? Minggu depan kita khan ada pemotretan sama shooting CF. Aku butuh refreshing sebelum shooting benar-benar berjalan. Eottae?" Deg..! Aku terkesiap. "Ada apa Taro-ah?" Sepertinya, respon yang ku berikan sudah membuat Junho Hyung kaget.

"Aniya aniya. Bseok aku mau mengantar Tara untuk memesan tiket pesawat. Jadi mungkin aku tidak bisa Hyung. Bagaimana kalo selesai shooting CF?"

"Andwae andwae. Otakku butuh di format ulang sekarang. By the way, memangnya Tara mau kemana kok pesan tiket pesawat?"

"Appa sakit. Jadi, salah satu dari kita harus pulang. Sebenarnya, aku yang akan pulang. Berhubung ada shooting, jadi Tara yang pulang."

"Hey. Kalian sekarang khan sudah benar-benar seperti kembar identik. Kenapa tidak bertukar tempat saja? Hahahahahaha..." DEG..! aku yang terkejut, langsung menatap wajah Junho Hyung.

"Be...ber...bertuk...kar?"

"Yaahh Taro-ah. Aku hanya bercanda. Kau ini. Jangan terlalu khawatir lah. Appamu sudah pasti dirawat oleh tangan yang ahli sekarang."

"Ne' Hyung." Aku mengangguk.

"Baiklah. Mana yeosaengmu? Suruh dia buat makan siang. Aku sangat lapar."

"Arraseo arraseo Hyung." Aku beranjak dari balkon menuju ke kamar.


-He's a Girl-


Di kamar, aku melihat Tara melamun di dekat jendela. "Waeyo?"

Tara yang medengar suaraku langsung menoleh. "Mwo?"

"Waeyo? Kenapa melamun?"

"Ohh.. Aku kangen Eomma, Appa dan Tari. Aku juga kangen masakan Eomma."

"Udahlah sist. Sekarang, kamu masakin aku sama Hyung-hyung makan siang ajja. Ada yang udah kangen sama masakanmu."

"Nuguya?"

"Junho Hyung."

"Jinjjayo? Aigoo~... Kalo gitu, bantu aku masak yha. Biar bisa masak sedikit-sedikit."

"Arraseo arraseo. Gaja."


Akhirnya, kami berdua memasak makan siang untuk kami dan Hyung sekalian. Ternyata, siang itu Mr. Park dan Mr. Jang juga akan datang. Sehingga, Tara menambah porsi masakannya. Sepertinya Mr. Park dan Mr. Jang sudah terhipnotis oleh masakan Tara seperti member 2PM. 10 menit kemudian, Mr. Park dan Mr. Jang datang. Beliau berdua kahirya berbincang-bincang terlebih dahulu dengan Khun, Junsu dan Woo Hyung. Sedangkan Taec, Chansung dan Junho Hyung mempersiapkan mejanya. 10 menit kemudian, masakan Tara sudah matang. Tara memasak Sapo Tahu Udang, Kimchi, Japchae, dan Pakchoy Siram Wijen.

"Selamat makaaaaaannnnn...!" ucap kami bersama-sama setelah makanan datang dan berdoa menurut kepercayaan masing-masing.

"Tara-ssi. Apa kau jadi pulang ke Indonesia minggu depan?" tanya Mr. Park pada Tara sesaat setelah makan siang selesai. Kami semua -termasuk Tara- yang sedang bersantai di depan Televisi, menoleh ke arah Mr. Park.

"Ne' Ahjussi." Tara mengangguk.

"Lho, kau mau pulang? Ada apa, Tara-ah?" Chan Hyung mulai membuka percakapan dengan bertanya pada Tara. Kulihat ada tatapan risih dari Junho Hyung yang berada di sampingnya. Rumor kalau Junho Hyung tertarik dengan saengku memang sudah terdengar sejak lama. Namun, Tara sama sekali belum tahu. Kurasa...

"Appa sakit. Aku kangen Eomma. Aku kangen Yeosaeng. Semuanya deh.. Tapi yang paling penting yha sakitnya Appa. Sayang Taro Oppa ga bisa ikut."

"Yaaahh..! Aku akan mendoakanmu selamat dari sini, Saeng." untuk menutupi kedok kami, aku mulai ikut berbohong.

"Arraseo arraseo. Ayo nanti sore jalan-jalan sebelum kalian memulai shooting CF minggu depan. Aku juga sudah mengajak Jia, Min, Joo dan Sohee ikut." kata Mr. Park.

"Hyung. SeulOng Hyung dan Jinwoon ajak juga." pinta Taec Hyung.

"Arraseo Taec. Pukul 4 tepat, kalian kutunggu di kantor. Okay?"

"Ne' Hyung." Jawab kami bersama-sama.


-He's a Girl-


Sore itu, aku dan Tara mulai melancarkan testing kami. Kami menggunakan kaos kembar yang kami beli kemarin dan memakai celana training dengan warna hitam yang 'agak sedikit' berbeda. Aku memakai kaos putih bergambar kucing hitam di bagian dada serta celana bergaris hijau dipinggir kanan dan kirinya sedangkan Tara memakai kaos bergambar kucing abu-abu dan celana bergaris merah. Dan kami langsung menuai protes dari semuanya.

"Yaaaahhh...! Apa yag kalian pakai?" Junsu Hyung langsung mendekati kami dan melihat kami bergantian. Aku dan Tara tertawa.

"Coba saja bedakan kami." ucap Tara dengan suaranya yang ia buat menjadi seberat suaraku yang agak ngebass. Aku juga ingin ikut mengerjai mereka.

"Bedakan kami. Cepat..!"

"Mwo? Suara kalian terdengar sama. Tidaaaakkk...!" ke-LEBAY-an Taec Hyung mulai muncul. Mr. Park atau yang sekarang lebih suka dipanggil Jinyoung Hyung hanya menggelangkan kepala melihat kelakuan Taec Hyung.

"Yaaaaahhh...! Kalian berdua ingin mempermainkan kami?" kata Chan Hyung yang semakin mendekat ke arahku. "Taro-ah..!" dia sudah ada di depanku. Mataku melotot. 'Aduuuhh..! Jangan-jangan Chan Hyung masih bisa membedakan kami. WTH...!' Aku berpikir keras untuk membuatnya terkecoh.

"Yah Oppa. Apa yang kau lakukan? Apa aku terlihat seperti Taro Oppa?" kataku tiba-tiba. Tara yang berada di sebelahkan kaget namun langsung tertawa. Chan Hyung terlihat bingung. Aku dan Tara sama-sama tertawa.

"Tara-ah? Lho? Aku salah yha? Ahhhh...! Kalian benar-benar membuatku bingung...!" Chan Hyung langsung meninggalkan kami sambil menggerutu. Jinyoung Hyung tertawa melihat kelakuan Chan Hyung.

"Junho-ah. Kamu tidak ingin mencoba untuk menebak mana Taro yang asli?" tawar Taec Hyung. Chan Hyung langsung sumringah dan mendorong-dorong Junho Hyung agar mau ikut menebak. Sayangnya, jawaban Junho Hyung mengecewakan Chan Hyung.

"Buat apa melakukan hal yang tidak penting, Hyung? Gaja. Aku sudah ingin sekali mereset otakku." ujar Junho Hyung sambil berlalu.

"Hasssshh..! Tetap saja dengan gayanya yang sok tidak mau tahu urusan orang." ujar Tara pelan sambil cemberut. Aku hanya tersenyum kecut.


PS : Pesannya masih sama kayak part 1. D butuhkan kritik dan saran yang membangun. Gomawo all. :)