"Tapi apa kau benar-benar menyukainya?" tanya Sehun mencoba mamastikan.
"Tentu saja, aku tak pernah seyakin ini sebelumnya." jawab Chanyeol.
"Lalu apa yang akan kau lakukan? Bukankah kemarin malam ia langsung masuk begitu saja tanpa mengatakan apapun?"
Chanyeol menghela nafasnya sejenak "Mungkin saat ini aku harus menunda niatku.. aku tahu, ini bukan hal yang mudah baginya apalagi ia hanya seorang gadis biasa pasti ia tidak terbiasa menghadapi masalah seperti ini. Aku tak ingin membuat pikirannya semakin terbebani."
"Aigoo kau perhatian sekali hyung."
.
Baekhyun hendak menaiki tangga lantai tiga, namun baru saja ia akan melangkah seseorang memanggilnya sehingga membuatnya menoleh lalu berbalik.
"Taemin-ssi? Waeyo?"
Taemin langsung menyerahkan sebuah kotak kecil kepada Baekhyun.
"Untuk noona, seseorang menitipkannya padaku dan memintaku untuk menyerahkannya langsung padamu."
"Siapa yang menyuruhmu?"
"Dari seseorang yang selama ini terus memperhatikanmu secara diam-diam. Sudah ya, aku pergi dulu."
Lelaki itu hendak berbalik namun dengan cepat Baekhyun langsung menahan tangannya.
"Tunggu! Apa aku mengenalnya? Kira-kira orangnya seperti apa?" tanya Baekhyun penasaran.
Taemin hanya tersenyum kecil "Mianhe noona, aku tak bisa mengatakannya. Tapi yang jelas kau sering melihatnya di kampus ini. Sudah ya, aku sedang buru-buru." pamitnya sebelum akhirnya ia berlari meninggalkan Baekhyun.
Baekhyun mengecutkan bibirnya lalu menatap kotak berwarna biru yang ada di tangannya. Karena penasaran akhirnya Baekhyun membukanya, ternyata di dalamnya terdapat sebuah kalung dan sebuah kertas yang berwarna peach.
'Hai! Apa kau masih mengingatku? Aku orang yang memberikan ice cream padamu sebulan lalu, walaupun memang pada awalnya kau memberikannya pada Chanyeol tapi aku senang karena pada akhirnya kau mau menerima hadiahku^^
Bagaimana, apa kau menyukai kalung pemberianku? Aku tahu kau pasti penasaran denganku, siapa aku sebenarnya dan apa alasanku sampai menjadi penggemar rahasiamu. Mungkin untuk saat ini aku belum bisa mengungkapkannya padamu karena untuk saat ini aku belum siap. Tapi aku janji aku akan mengungkap identitasku secepatnya.
Tetaplah bersemangat Baekhee, ini akan menjadi minggu yang sulit untukmu, tapi percayalah setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya^^. Tetaplah tersenyum karena hal yang paling kuinginkan adalah melihatmu bahagia.'
Baekhyun tersenyum kecil begitu membaca surat yang entah dari siapa. Hatinya menghangat dan entah mengapa ia merasa sedikit terharu dengan kata-kata yang ada di dalam surat itu, terkesan tulus dan mampu membuat perasaannya lebih tenang. Ia mengeluarkan kalung tersebut lalu memandangnya sejenak.
"Gomawo." ujarnya pelan sebelum akhirnya ia kembali memasukan kalung itu didalam kotak dan menaruhnya di dalam tas.
Iapun akhirnya menuju lantai 3, tepatnya menuju ruang administrasi karena ada hal penting yang harus ia kerjakan.
Baekhyun mengetuk pintu ruang administrasi tersebut sebelum akhirnya ia mendengar menyahut menyuruhnya masuk.
"Annyeong haseyo ." sapa Baekhyun sambil membungkukkan badannya.
"Baekhee-ssi? Ada keperluan apa? Ayo silahkan duduk." ujar mempersilahkan Baekhyun duduk.
"Aku ingin mengajukan sebuah permohonan."
"Hyung!" Sehun tiba-tiba saja langsung mengejutkan Baekhyun dari belakang sehingga membuat lelaki mungil itu terkejut dan langsung berbalik.
"Yak! Jangan memanggilku seperti itu, bagaimana kalau ada yang dengar."
"Tenang saja, siapa juga yang mau datang ke atap siang-siang begini." Sehun mengedikkan bahunya lalu duduk di samping Baekhyun.
"Apa yang kau lakukan sendirian disini? Kenapa kau tidak istirahat di kantin?" tanya Sehun.
"Aku hanya malas, lagipula aku sedang ingin sendirian." jawab Baekhyun sambil menyenderkan kepalanya di dinding sambil memejamkan matanya.
"Kau sendiri tumben datang kesini, tidak istirahat dengan Chanyeol?"
"Aku sedang bosan istirahat dengannya, lagipula dia bisa istirahat sendiri."
Baekhyun langsung tertawa kecil "Kau bisa bosan juga? Aku kira selama ini kau sama sekali tak pernah merasa bosan istirahat dengannya."
Sehun ikut tertawa kecil mendengar ucapan Baekhyun, lalu suasana kembali hening kedua namja itu sama-sama menikmati kehangatan angin musim semi yang berhembus perlahan. Hingga pada akhirnya Sehun kembali membuka suaranya.
"Kenapa sejak tadi pagi kau terus saja menghindar dari Chanyeol hyung? Apa yang terjadi dengan kalian?" tanya Sehun pura-pura tidak tahu.
Baekhyun tak langsung menjawab, ia terdiam sejenak sebelum akhirnya ia membuka matanya "Kemarin malam pas Chanyeol mengantarku pulang, sebelum aku masuk kedalam apartemenku tiba-tiba saja dia langsung menciumku dan memintaku untuk menjadi kekasihnya."
"Jinjja? Lalu?"
"Pada awalnya aku sempat kaget dan tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, tapi pada akhirnya aku malah langsung masuk tanpa berkata sepatah katapun."
"Yak hyung kenapa kau malah langsung masuk begitu saja?!" omel Sehun.
"Aku terlalu kaget dengan perlakuannya yang seperti itu, lagipula aku tak menyangka ia akan berkata seperti itu padaku."
"Apa kau menyukainya hyung?"
Baekhyun menghela nafasnya berat "Aku tidak tahu, aku belum yakin dengan perasaanku."
"Bagaimana kalau misalnya Chanyeol hyung benar-benar menyukaimu?" tanya Sehun sambil mengulum senyumnya.
"Itu tidak mungkin. Chanyeol itu normal, dia tidak mungkin menyukaiku, lagipula bukannya dia sudah punya Sulli?"
Sehun menatap Baekhyun lalu menghembuskan nafasnya sambil menyenderkan kepalanya di dinding "Sebenarnya selama ini ada satu hal yang Chanyeol hyung sembunyikan dari kebanyakan orang. Chanyeol hyung sama sekali tidak menyukai Sulli, dia melakukannya hanya untuk menutupi aibnya dan mengembalikan kehormatan keluarganya."
"Maksudmu?"
"Chanyeol hyung sebenarnya adalah seorang gay dan itu sempat membuatnya diusir dari rumah selama setahun. Kedua orang tuanya benar-benar kaget dan marah begitu mengetahui hal itu." jelas Sehun dengan suara yang lebih pelan dibanding sebelumnya.
"APA?!" tukas Baekhyun terkejut "Kau bercanda kan?"
Sehun menggeleng kecil "Itu terjadi ketika SMA. Apa kau ingat tentang aku dan Chanyeol hyung yang waktu itu sama-sama menyukai Kyungsoo?"
"Sampai saat ini kami berdua tidak tahu darimana kedua orang tua Chanyeol hyung mengetahuinya, karena tiba-tiba saja saat ia baru pulang dari sekolah mereka langsung marah besar dan langsung mengusir Chanyeol hyung dari rumah." jelas Sehun.
"Lalu darimana kau tahu kalau Chanyeol diusir?"
"Dia langsung menghubungiku dan selama beberapa bulan ia menginap di rumahku. Ia mencoba meminta maaf pada orang tuanya tapi nihil, mereka tetap menolak dan akhirnya aku membujuknya untuk mencoba membuang perasaannya terhadap Kyungsoo dengan janji aku akan melupakan taruhan yang dulu pernah kami buat. Awalnya memang susah bagi kami untuk melakukannya tapi seiring berjalannya waktu akhirnya kami berhasil." lanjut Sehun panjang lebar sambil menatap Baekhyun.
"Lalu bagaimana dengan Chanyeol dan Sulli? Kenapa mereka bisa sampai pacaran?"
Sehun kembali memalingkan wajahnya dan menatap lurus...
"Sulli memang sudah lama menyukai Chanyeol hyung dan tepat tahun lalu di ulang tahun Sulli, Chanyeol hyung tiba-tiba saja memintanya untuk menjadi kekasihnya. Awalnya aku dan Kyungsoo sempat kaget dan menyangka kalau Chanyeol hyung bukan lagi seorang gay, tapi ternyata tidak. Ia melakukannya hanya untuk menutupi kenyataan yang sebenarnya dan mencoba mengembalikan kehormatan keluarganya."
Baekhyun mengernyitkan dahinya sejenak sebelum akhirnya ia kembali membuka suaranya "Apa Sulli tahu soal Chanyeol yang ternyata seorang gay?"
Sehun menggeleng kecil "Dia sama sekali tidak tahu, yang mengetahui hal itu hanya aku dan Kyungsoo saja. Itulah alasannya kenapa aku memintamu untuk segera mengaku padanya, aku tak ingin nantinya hubunganmu dengan Chanyeol hyung semakin jauh dan membuat keadaan kalian semakin sulit. Aku bukannya tidak senang dengan hubungan kalian hanya saja aku takut jika kebohongan ini terus dilanjutkan yang ada malah akan menyakiti kalian berdua."
Baekhyun terdiam lalu menundukkan kepalanya sambil memainkan jemarinya "Sehun, menurutmu apakah sikapku terlihat seolah-olah aku menyukai Chanyeol?" tanya Baekhyun pelan.
"Aku tidak bisa menjawabnya hyung, kau harus bisa menemukan jawabannya sendiri.. kau harus yakin dengan perasaanmu." jawab Sehun sambil menggenggam tangan Baekhyun
"Aku hanya takut kalau seandainya dugaanku selama ini salah."
"Sudah kubilang hyung, kau harus yakin dengan perasaanmu sendiri. Kalau kau memang menyukainya kau pasti tahu mana yang terbaik untuk kalian berdua."
Baekhyun menghela nafasnya lalu tersenyum kecil menatap Sehun "Aku akan mencobanya."
.
.
.
"Sore nanti apa kau sibuk?" tanya Sehun sambil berjalan disamping Baekhyun menuju kelas.
"Ani, wae?"
"Aku ingin mengajakmu bertemu dengan seseorang, kau mau?"
"Siapa?"
"Rahasia." Sehun mengedipkan matanya sambil tersenyum jahil.
"Yak pelit!" Baekhyun langsung mengecutkan bibirnya sehingga membuat Sehun langsung mengacak rambutnya gemas.
"Memangnya orang yang ingin kau temui, ada hubungan apa denganmu? Aaahh, apa dia itu pacarmu?" goda Baekhyun sambil memicingkan matanya.
"Mungkin segera." jawab Sehun sambil terkekeh kecil.
"Aigoo, akhirnya dongsaengku tobat juga menjadi seorang playboy." ejek Baekhyun.
Sehun berniat akan membalas ucapan Baekhyun namun seseorang sudah lebih dulu memanggilnya.
"Ne seonsaengnim?"
"Bisa tolong panggilkan Chanyeol, suruh dia ke ruanganku sekarang. Dan kau Baekhee, ikut aku ke ruanganku." suruh Kyuhyun.
"Eh? Aku juga?" tanya Baekhyun setengah terkejut sambil menunjuk dirinya.
"Cepat panggil dia." Sehun hanya mengangguk lalu berbalik.
"Apa?" tanya Kyuhyun begitu mendapati Baekhyun yang tengah menatapnya dengan tatapan bingung.
"Kenapa aku juga dipanggil?"
"Sudah jangan banyak tanya, pokoknya ikut aku sekarang." ujarnya sambil menarik pundak Baekhyun menyuruhnya untuk ikut.
Kyuhyun adalah salah satu dosen termuda di SM University, jadi jangan heran kalau terkadang sikapnya terhadap mahasiswa di kampus ini tidak terlihat seperti seorang dosen dan karena hal itu, ia menjadi salah satu dosen yang banyak digemari dikalangan mahasiswa.
Pintu ruangan Kyuhyun diketuk dari luar dan tak lama kemudian Chanyeol masuk, saat itu juga tatapannya dengan Baekhyun bertemu selama beberapa detik. Tanpa berlama-lama Chanyeol langsung menarik kursi di samping Baekhyun dan mendudukinya. Kyuhyun menaruh tangannya diatas meja lalu menatap keduanya secara bergantian.
"Aku ingin menunjuk kalian menjadi relawan di acara amal lusa."
"Mwo?" tukas Baekhyun dan Chanyeol bersamaan.
"Kenapa harus kami?!" tanya Baekhyun dengan wajah setengah terkejut.
"Karena kalian berdua sama-sama kompak dalam urusan hal ini, selain itu kalian berdua adalah salah satu mahasiswa yang diidolakan di kampus ini jadi aku harap dengan keikutsertaan kalian, akan mengundang minat mahasiswa lainnya." jelas Kyuhyun.
"Aku tidak mau." tolak Chanyeol dengan malas sambil menyender malas sehingga langsung membuat Kyuhyun berdecak pelan dan sedikit melototkan matanya.
"Kalian harus ikut, lagipula ini akan menjadi nilai tambah bagi kalian di kelasku."
"Tetap saja aku tidak mau. Aku sibuk."
"Ya! Acaranya tidak sampai hari minggu. Masa untuk sehari saja kau tidak punya waktu?! Pokoknya kalian harus ikut, karena ini sudah keputusan dari pihak panitia."
"Aish!" Chanyeol berdecak malas, dan kini giliran Kyuhyun yang menatap Baekhyun.
"Dan kau Baekhee?"
Baekhyun menghela nafas malas "Baiklah kalau memang begitu, lagipula aku tak punya pilihan lain kan? Walaupun aku menolak, seonsaengnim akan tetap memaksa."
.
.
.
Baekhyun dan Chanyeol keluar dari ruangan Kyuhyun dengan perasaan canggung, atau lebih tepatnya hanya Baekhyun seorang merasa begitu karena dari tadi Chanyeol sedang sibuk dengan pikirannya sendiri mencari bahan pembicaraan untuk mereka.
"Umm.. Baekhee, apa semalam tidurmu nyenyak?" pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut Chanyeol dan dalam hati ia merutuki dirinya kenapa malah bertanya hal bodoh seperti itu.
"Eumm.." jawab Baekhyun yang bisa dibilang hanya menyerupai sebuah gumaman.
"Tadi kau istirahat dimana? Apa kau dan Sehun istirahat sama-sama?"
Lagi-lagi Baekhyun hanya bergumam sambil mengangguk kecil.
Chanyeol tak meneruskan ucapannya karena mendadak ia tidak tahu harus bicara apa. Sungguh ia benar-benar tidak tahan dengan situasi seperti ini.
Ia akhirnya menghela nafas frustasi lalu langsung melangkah menghalangi jalan Baekhyun. Sontak Baekhyun langsung menghentikan langkahnya sambil menunduk menatap lantai, ia tidak berani menatap Chanyeol.
"Kenapa seharian sikapmu seperti sedang menghindariku? Apa ini gara-gara aku menciummu kemarin?!" tanya Chanyeol, ia berani berkata seperti itu karena saat ini suasana koridor sedang sepi.
Baekhyun tak menjawab, ia hanya menggeleng samar namun sepertinya Chanyeol tidak menyadarinya.
"Kenapa kau diam saja? Katakan apakah memang benar kau menghindariku hanya kerena ciuman itu?"
"Tidak Chanyeol.." jawab Baekhyun pelan.
"Tatap aku ketika kau sedang berbicara denganku. Wajahku bukan di lantai." tukas Chanyeol dan terselip nada tegas di dalamnya.
Perlahan dengan canggung Baekhyun mengangkat wajahnya mencoba menatap Chanyeol.
"Apa ucapanku memang benar?" tanya Chanyeol dan kali ini terdengar lebih halus.
Namja pendek itu menggeleng kecil "Tidak Chanyeol."
"Lalu kenapa kau bersikap seperti ini? Apa karena ucapanku kemarin?"
Baekhyun tak menjawab, ia malah membalas tatapan Chanyeol dengan tatapan yang sulit dibaca hingga pada akhirnya kedua orang itu saling bertatapan selama beberapa detik sebelum akhirnya Baekhyun menunduk dengan wajah yang terasa panas.
"Aku harus pergi." ujar Baekhyun sambil menunduk meninggalkan Chanyeol yang hanya terdiam menatap kepergiannya.
Baekhyun memegang dada kirinya, merasakan jantungnya yang berdetak cepat dengan wajah yang terasa panas. Beberapa kali ia menghela nafas sambil menepuk kedua pipinya mencoba menenangkan diri, tapi hasilnya nihil.. ia masih bisa merasakan jantungnya yang berdetak cepat.
"Hhhh.. aku pasti sudah gila."
Dua hari kemudian..
Chanyeol, Baekhyun dan juga beberapa mahasiswa relawan lainnya kini sudah berkumpul di lapangan kampus, mereka menunggu Kyuhyun dan ketiga dosen lainnya datang.
Kira-kira ada sepuluh relawan yang berkumpul di tempat itu. Masih sama seperti sebelumnya, Baekhyun tetap bersikap menghindar setiap kali Chanyeol mencoba mendekatinya sehingga membuat lelaki jangkung itu mulai frustasi. Seperti saat ini, ketika Chanyeol hendak mendekatinya, Baekhyun langsung berpindah tempat dan memilih untuk berkumpul dengan teman-temannya yang lain.
Setelah menunggu selama setengah jam, akhirnya Kyuhyun dan datang dan tak lama kemudian disusul dengan beberapa dosen yang menjadi panitia acara hari ini.
"Baiklah anak-anak, sebelum kita berangkat saya ingin membagi kalian menjadi dua tim, Tim pertama akan dipimpin oleh Cho seonsaengnim dan tim kedua akan dipimpin oleh , yang saya panggil harap maju kedepan." perintah sebelum akhirnya ia mulai membacakan nama mereka satu per satu.
Dan ternyata kali ini keberuntungan berpihak pada Chanyeol, ia dan Baekhyun berada di tim yang sama.. dan Baekhyun ia hanya bisa menghela nafas pasrah, bukannya ia tidak senang hanya saja ia malu dan gugup jika harus berdekatan dengan Chanyeol.
Akhirnya merekapun berangkat menuju sebuah panti asuhan yang berada di sebuah kota kecil di daerah Busan, butuh waktu sekitar satu jam dari Busan untuk sampai di tempat itu. Mereka berdua berangkat dengan menaiki mobil milik Kyuhyun dan keduanya duduk di kursi paling belakang. Sepanjang perjalanan Baekhyun terus saja menatap keluar jendela berusaha mengacuhkan Chanyeol.
Sedangkan lelaki yang satunya terus saja mencoba mencari cara bagaimana agar Baekhyun mau berbicara dengannya dan pada akhirnya ia mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan sebuah pesan kepada Baekhyun.
From : Chanyeollie
Kau marah padaku?
Baekhyun membaca pesan dari Chanyeol, pada awalnya ia sempat ragu apakah ia akan membalasnya atau tidak, namun pada akhirnya ia memilih untuk membalas pesan tersebut.
To : Chanyeollie
Tidak.
From : Chanyeollie
Lalu kenapa dari tadi kau diam saja?
To : Chanyeollie
Aku baik-baik saja.
Chanyeol langsung menghela nafas berat membaca pesan Baekhyun, iapun beralih menatap Baekhyun dengan tatapan frustasi... andai saja dimobil ini hanya ada mereka berdua pasti sudah dari tadi Chanyeol mengajak Baekhyun bicara dan membujuknya. Kini yang bisa ia lakukan adalah berharap semoga saja hari ini hubungannya dengan Baekhyun akan kembali seperti dulu.
Satu setengah jam kemudian mereka tiba di panti asuhan tersebut, Kyuhyun langsung menyuruh anak laki-laki mambawa masuk beberapa kebutuhan yang mereka bawa sedangkan Baekhyun dan beberapa anak wanita lainnya langsung masuk dan menyapa beberapa anak panti.
Ada seorang anak laki-laki yang berhasil menarik perhatian Baekhyun, anak itu memiliki tatapan puppy sama seperti miliknya dengan pipi yang chubby, iapun menghampiri anak laki-laki tersebut dan berjongkok di hadapannya. Anak itu langsung terkejut dan langsung berlari bersembunyi di balik tembok sambil sesekali mengintip kearah Baekhyun.
Baekhyun hanya tersenyum kecil lalu kembali berdiri dan menghampiri anak tersebut "Adik kecil kenapa lari? Siapa namamu?" tanya Baekhyun lembut sambil tersenyum manis kearahnya
Anak tersebut hanya diam lalu kembali menyembunyikan wajahnya dibalik tembok sehingga membuat Baekhyun terkekeh kecil melihat tingkah anak tersebut.
"Kenapa malu? Aku Baekhee.."
"Kau tidak mau berkenalan denganku? Kalau begitu noona jadi sedih." bujuk Baekhyun sambil mengecutkan bibirnya dan berpura-pura memasang wajah sedih.
Anak tersebut akhirnya kembali memandang Baekhyun walaupun masih takut-takut tapi akhirnya ia mengulurkan tangannya.
"Aku Cho Youngmin."
Baekhyun langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi cerah lalu membalas uluran tangan anak tersebut "Aku Byun Baekhee." tukas Baekhyun sambil tersenyum hingga menunjukkan eyesmilenya.
Youngmin yang melihat senyuman Baekhyun sontak langsung menyembunyikan wajahnya karena malu sehingga membuat Baekhyun kembali tertawa kecil dan langsung menarik tangan anak tersebut dan memangkunya.
"Berapa umurmu?"
"6 tahun." jawabnya pelan sambil tersipu malu.
"Jinjja? Umm.. lalu apa hobimu?"
Youngmin langsung menyodorkan robot mainannya kepada Baekhyun dan namja imut itu langsung mengangguk mengerti.
"Oooh.. lalu kau biasanya main robot-robotan ini dengan siapa?"
"Dengan Minseok hyung."
"Lalu sekarang Minseok hyung ada di mana?"
"Dia sedang pergiii jauuuh." jawab Youngmin polos
"Apa Youngminnie rindu dengan Minseok hyung?"
Anak tersebut langsung mengangguk cepat sambil mengecutkan bibirnya "Minseok hyung selalu pulang dua bulan sekali, kata ibu panti Minseok hyung pergi untuk mencari uang yang banyak."
Walaupun masih terkesan malu-malu namun secara perlahan anak laki-laki tersebut mulai mau diajak bermain, terkadang dengan usilnya Baekhyun menggelitik perut anak tersebut atau menyubitnya gemas dan sedikit demi sedikit keduanya mulai terlihat akrab bahkan ternyata Youngmin termasuk anak yang cerewet dan hyperaktif.
"Kau kelihatan seperti seorang eomma saja Bakhee." tukas Suho sambil menaruh tumpukan selimut tak jauh dari tempat Baekhyun duduk.
Baekhyun langung menoleh lalu tertawa kecil "Ah sunbae ada-ada saja."
Suho tersenyum kecil lalu berjongkok di samping Baekhyun "Adik namanya siapa?" tanyanya ramah kepada Youngmin.
Bukannya menjawab anak itu malah berdiri dan langsung memeluk Bakhyun sambil memasang ekspresi takut sehingga membuat Suho langsung terheran-heran dengan reaksi yang didapatnya.
"Wae?"
"Sepertinya dia takut denganmu." jawab Baekhyun sambil tertawa kecil.
"Kenapa dia takut padaku? Aku tidak melakukan apa-apa?!"
Baekhyun tetap tertawa lalu mencoba membujuk anak laki-laki tersebut.
"Youngminnie tidak perlu takut, hyung ini orang yang baik." bujuk Baekhyun namun hasilnya tetap sama, anak itu tetap memeluk Baekhyun.
"Sepertinya di takut gara-gara melihatmu tersenyum seperti itu."
"Apa yang salah dengan senyumanku? Apa dia tidak bisa membedakan mana senyuman angelic dengan senyuman-senyuman yang lainnya." tanya Suho dengan ekspresi tidak terima.
"Dia masih kecil sunbae, baginya semua senyuman itu sama. Lagipula ia takut padamu gara-gara melihatmu tersenyum seperti itu, itu tandanya senyumanmu itu menyeramkan." canda Baekhyun sambil terkekeh kecil.
"Dasar kau ini bisa saja."
Suho mengacak gemas rambut Baekhyun lalu kembali berdiri untuk melanjutkan kerjaannya. Tanpa diketahui mereka ternyata daritadi Chanyeol melihat semua apa yang dilakukan mereka. Ia langsung mengepalakan tangannya menahan emosi.. merasa cemburu dengan perlakuan Suho terhadap Baekhyun.
Merasa diperhatikan membuat Baekhyun menoleh dan mendapati Chanyaeol yang tengah menatap tajam kearahnya dengan ekspresi kurang senang. Baekhyun sempat tertegun heran sebelum akhirnya ia kembali memalingkan wajahnya.
"Baekhee." panggil Kyuhyun sehingga membuat Baekhyun langsung mendongak dan langsung berdiri.
"Ne seonsaengnim?"
"Tolong panggil Chanyeol dan yang lain, suruh mereka untuk istirahat makan siang."
"Ne."
Baekhyun langsung berbalik dan menghampiri Chanyeol dan kedua temannya yang sedang mengatur halaman belakang. Chanyeol masih saja menatapnya dengan tatapan yang sama sehingga langsung membuat Baekhyun salah tingkah.
"Cho seonsaengnim menyuruh kalian untuk istirahat makan siang." ujarnya tanpa menatap langsung mata Chanyeol.
"Key, Minhyuk.. sebaiknya kalian masuk duluan, aku mau ke toilet dulu." suruh Chanyeol tanpa mengalihkan tatapannya dari Baekhyun.
"Baiklah, jangan lama-lama." tukas Minhyuk sambil menepuk pundak Chanyeol dan berjalan masuk.
Baekhyun langsung menunduk sambil memainkan jemarinya, karena sudah tak tahan lagi ditatap seperti itu akhirnya iapun berbalik.. namun tiba-tiba saja Chanyeol bersuara sehingga langsung membuatnya berhenti.
"Kenapa kau bersikap seperti ini padaku?" tanya Chanyeol serius.
Baekhyun menghela nafasnya sejenak lalu berbalik "Bersikap seperti apa? Aku baik-baik saja."
"Kau bersikap seolah-olah kau menghindariku.. apa yang sebenarnya terjadi? Apa kau marah gara-gara aku menciummu tanpa ijin? Atau gara-gara pernyataanku waktu itu?"
Baekhyun mendongak menatap Chanyeol, terlihat jelas raut wajah Chanyeol mulai terlihat frustasi gara-gara sikap Baekhyun "Sudah kubilang aku tidak marah Chanyeol."
"Lantas kenapa kau bersikap seperti ini? Kau tahu, sikapmu ini benar-benar membuatku frustasi.. aku benar-benar tidak tahan dengan sikapmu sekarang!"
Baekhyun kembali menghela nafasnya "Sebaiknya kita segera masuk, mereka pasti sudah menunggu kita." ujarnya sebelum akhirnya berbalik.
Chanyeol hendak menahannya namun Baekhyun langsung menepis tangannya secara perlahan.. sungguh terlihat dengan jelas kalau Baekhyun sedang berusaha menghindari Chanyeol.
Acara makan siang itupun akhirnya berlangsung dengan Baekhyun yang duduk berjauhan dengan Chanyeol, ia tahu kalau dari tadi Chanyeol terus memperhatikannya namun ia berusaha untuk bersikap acuh dan tidak peduli.
"Biar aku saja yang mencuci piringnya." tawar Baekhyun sambil menumpuk piring-piring kotor di hadapannya.
"Tidak apa-apa?" tanya Naeun dengan ekspresi tidak enak dan hanya dijawab oleh sebuah anggukan dari Baekhyun.
"Gomawo eonnie, kau tahu saja aku ini memang tidak bisa cuci piring." tukasnya sambil tersenyum menyengir sambil membantu Baekhyun membawa piring-piring tersebut di dapur.
"Gwenchana. Sudah sana kau temani saja Youngmin dan lainnya bermain." perintah Baekhyun dan yeoja itupun langsung berbalik dan meninggalkan Beekhyun yang mulai melakukan tugasnya. Tak lama kemudian Suho datang sambil membawa gelas kotor miliknya dan menyerahkannya pada Baekhyun.
"Mau kubantu?" tawarnya dengan ramah.
"Eh, tidak usah sunbae.. Lagipula hanya sedikit." jawab Baekhyun sambil tersenyum kecil.
"Sedikit bagaimana?! Piringnya banyak begini masa dibilang sedikit!"
"Tidak usah sunbae, nanti aku malah merepotkanmu."
"Sudah, santai saja.. Kau tidak perlu sungkan begitu." tukas Suho lalu mengambil beberapa tumpukan piring bersih dan membawanya ke ruang makan.
Tapi begitu di ruang makan ia sedikit dikejutkan dengan Chanyeol yang tiba-tiba saja menepuk pundaknya.
"Chanyeol? Ada apa?" tanya Suho sambil menatap Chanyeol bingung.
"Biar aku saja yang membantu Baekhee, kau kedapan saja soalnya mencarimu."
"Oh, baiklah." Suho mengangguk lalu menyerahkan piring yang dipegangnya kepada Chanyeol lalu meninggalkan lelaki lelaki jangkung tersebut.
Chanyeol menunggu hingga Suho benar-benar pergi sebelum akhirnya ia meletakkan piring tersebut di atas meja lalu berjalan ke dapur. Ia langsung mematikan keran air yang terpasang dari belakang, Baekhyun yang menyangka itu adalah Suho akhirnya langsung menoleh dan membalikkan badannya.
"Kenap—Chanyeol?!" ujarnya terkejut begitu mendapati wajah Chanyeol terlampau dekat dengannya dan tengah menatapnya tajam.
"Mana Junmyeon sunbae? Kenapa kau disini?"
Chanyeol tak menjawab pertanyaan Baekhyun, ia menatap lelaki tersebut sehingga langsung membuat Baekhyun mulai salah tingkah.
Baekhyun akhirnya berniat untuk berbalik namun dengan cepat Chanyeol langsung menahan pundaknya.
"Ada apa lagi Chanyeol? Aku harus mencuci piring?!" tanya Baekhyun malas.
"Berhenti bersikap terus menghindar seperti ini!"
"Apa maksudmu Chanyeol?" tanya Baekhyun pura-pura tidak mengerti.
"Apa kau pikir pernyataan cintaku kemarin hanya main-main? Kau pikir aku tidak serius berkata seperti itu padamu?!" tanya Chanyeol serius.
"Aku tidak pernah berpikiran seperti itu."
"Lalu kenapa sikapmu seperti ini Baekhee? Apa kau masih ragu dengan keseriusanku? Aku mencintaimu dan aku serius mengatakannya."
Baekhyun merasakan wajahnya semakin memanas dengan jantung yang semakin berdegup cepat, ia langsung menunduk tak berani menatap Chanyeol.
"Kenapa kau diam saja? Haruskah aku mengulangi ucapanku untuk membuatmu percaya?!" tanya Chanyeol dengan sedikit emosi.
"Hentikan Chanyeol, kumohon jangan katakan."
"Kenapa? Apa kau merasa kurang pantas untukku gara-gara statusku sekarang?!"
Baekhyun mengangkat kepalanya menatap Chanyeol "Tak seharusnya kau memiliki perasaan seperti ini padaku. Aku tak pantas untukmu, kau punya Sulli dan aku tak ingin merusak hubungan kalian."
"Aku tidak peduli! Aku tak pernah mencintainya, aku hanya mencintaimu Baekhee.. jadilah kekasihku." tukas Chanyeol sambil tetap memegang pundak Baekhyun dengan sedikit menunduk.
"Kau jangan gila Chanyeol. Bagaimana bisa kau berkata seperti itu disaat statusmu sekarang yang masih menjadi pacar Sulli!" balas Baekhyun dengan suara yang sedikit mengeras sehingga langsung membuat ekspresi wajah Chanyeol langsung berubah.
"Aku tidak peduli, dan kurasa aku akan semakin gila jika aku tak melakukan ini..."
Bersamaan dengan itu Chanyeol menangkup kedua pipi Baekhyun dan langsung mencium bibir lelaki tersebut dengan sedikit melumatnya, sontak Baekhyun langsung terkejut dan iapun langsung mendorong tubuh Chanyeol berusaha melepaskan ciumannya tapi hal itu malah membuat Chanyeol semakin memperdalam ciumannya sambil mendorong tubuh Baekhyun hingga membentur meja kecil yang ada di situ dan malah membuat Baekhyun semakin memberontak sambil memukul-mukul dada Chanyeol.
Namun sekuat apapun usahanya, pada akhirnya Baekhyun terbuai dengan lumatan lembut yang diberikan oleh Chanyeol dan perlahan ia mulai memejamkan matanya, menikmati sensasi aneh namun menyenangkan ketika lidah Chanyeol menyapu bibir bawahnya disela-sela ciuman mereka.
Secara perlahan ia mulai melingkarkan tangannya di leher Chanyeol sambil membalas ciuman namja tersebut dan membuat Chanyeol semakin mendorong tubuhnya hingga ia setengah berbaring. Tapi tiba-tiba saja Baekhyun tersadar dan iapun langsung mendorong tubuh Chanyeol dengan kuat. Wajahnya langsung merah padam dan tanpa berkata apa-apa ia langsung berlari keluar sambil menutup mulutnya dengan punggung tangannya.
TBC
a/n : Benaran tbc loh hahaha *ketawa nista, sebenarnya rencana awalnya part b ini Cuma mau dibikin jadi 2k tapi belum nemuin end yang pas yaudah akhirnya berlanjut smpe 4k
Soal Chanyeol yang nyium Baekhyun, ini benar-benar diluar rencana awal -_- ga tau kenapa pas udah dekat ending malah melenceng dari naskah yang udah ditulis, tapi pas dibaca lagi ternyata lumayan bikin greget(?)
Chanbaek udah mulai galau nih.. wahahaha tapi tenang aja ga bakalan berlangsung lama kok, tinggal tiga chapter lagi sebelum tamat *ntar saya usahain semoga bisa* dan maaf aja kalau feelnya kurang ngena soalnya saya lagi sibuk jadi rada susah nyari adegan yang pas X.X
RnR juseyo ^^ ditunggu ya hehehe
.
.
.
Spoiler for next Chap
"Baekhee tunggu, dengarkan penjelasanku."
"Sudah kubilang hentikan Chanyeol, harus berapa kali kubilang aku tidak mau menjadi perusak hubungan orang!"
"Kalian berdua kenapa? Apa kalian bertengkar?"
"Kau benar Baekhee, aku memang sudah gila.. tapi kaulah yang menjadi penyebab aku menjadi seperti ini."
.
"Hhh dasar, kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau sudah selesai belanja?!"
"Aku hanya tak ingin merepotkanmu."
"Sudah terlambat hyung, kau bahkan sudah merepotkanku sejak pertama kali kita bertemu."
"Ya hyung, sudah berapa kali kubilang jangan memasang ekspresi seperti itu di tempat umum, kau ingin menggoda namja lain huh?!"
"Cih, dasar suka seenaknya sendiri."
"Aku hanya tak ingin mereka menyadari kecantikanmu."
"Cih gombal."
.
"Memangnya itu surat apa hyung?"
"Bukan apa-apa, hanya surat biasa."
.
"Baiklah, aku benar-benar sudah tidak tahan dengan kalian berdua! Sebenarnya kenapa kalian bersikap saling diam seperti ini?!"
"Kami baik-baik saja."
"Baik-baik saja bagaimana?! Jelas-jelas yang aku lihat hampir seminggu ini kalian sama-sama bersikap saling diam. Apalagi kau Baekhee noona, kau pikir aku tidak tahu selama ini kau sedang berusaha menjaga jarak dari Chanyeol hyung!"
.
"Komohon tetaplah seperti ini."
.
"Oh iya Baekhee, saengil chukkae."
.
"Aku mencintaimu Baekhee."
.
"Bukan itu masalahnya Chanyeol!"
"Lalu apa?"
"Karena aku adalah namja."
