Chapter 10
NARUTO MILIK MASHASI KSIMOTO
SEMUA LAGU DAN TOKOH MILIK PENGARANG ASLI,BILA ADA KESALAHAN MOHON MAAF
IDE MUNGKIN PASARAN biasa alur pasti cepat
Suara langkah kaki terdengar dari lorong rumah sederhana ini suara tawa dari bocah sayup sayup terdengar,siapa lagi kalo bukan Bolt anak dari pasangan Uzumaki Naruto dan Hinata pasangan Nomor satu Konoha bukan tanpa sebab karena mereka adalah Tuan dan Nyonya Hokage ke 7.
"ayo,kekar ku ayah" kata Bolt sambil tertawa.
"awas,kutangkap kau" ucap sang ayah.
Tak menghiraukan dua lelaki dalam keluarga ini satu satunya wanita di kediaman Uzumaki masih asyik dengan kegiatan mengorengnya,dia mengoreng udang goreng tempura untuk cemilan suami dan anaknya tentu saja porsi suaminya ekstra.
"baik,ahkirnya selesai"
Ucap Hinata wanita itu lalu membawa piring penuh dengan hasil masakanya itu ke meja tamu,saat hampir sampai dia tidak mengetahui tubuh kecil anaknya berlari kearahnya dan taberakan terjadi mereka berdua kaget,makanan di tangan Hinata terlempar di udara mengetahui hal itu dengan kemampuan ninja yang masih ada Naruto mengumpulkan semua yang terbang kembali kepiring.
"hebat kau ayah" ucap Bolt sambil tepuk tangan.
"kalo lari,lihat depanmu Bolt" ingat Naruto pada anaknya,ah jangan lupakan mulut yang mengunyah langsung dua udang yang tidak sempat ditangkap tangan.
"lainkali hati-hati,Bolt-kun" kini giliran sang ibu.
Canda tawa mengiringi mereka waktu seperti ini dimanfaatkan Naruto semaksimal mungkin,tak dia sangka tugas Hokage bisa seberat ini pantas saat Tsunade dan Kakashi menyerahkan tugas ini raut senang dan mencurigakan mereka pasang.
"ayah,ibu"
"ya,ada apa?" kata Naruto.
"aku ingin adik".
Walaupun dengan nada polos itu berhasil membuat ayah dan ibunya tersedak makanan yang mereka kunyah,Hinata sudah memerah mendengar permintaan anak lelakinya itu dia memandang Naruto saat tatapan mereka bertemu di mata Hinata sekarang suaminya seperti monster yang akan menangkap mangsanya dan sialnya dirinya adalah mangsanya.
"kenapa kau ingin adik,bolt-kun" kata Hinata dengan gugup.
"aku dirumah sendirian kalo ibu keluar,tidak ada yang bisa aku ajak main" kata Bolt sambil cemberut.
"Bolt,kemari"
Tanpa banyak tanya bocah kecil itu lalu menghampiri ayahnya dan yang dia dapat adalah ayahnya mencengkeram kepalanya,senyum cerah dia dapat dari ayahnya bingung tentusaja kenapa ayahnya malah tersenyum sepeti itu .
"tunggu,dalam waktu 9 bulan kau akan punya adik" kata Naruto sengan cengiran adalanya.
"benarkah" dan mendapat anggukan dari Naruto.
"hore"
Naruto lalu menyuruh jagoan kecilnya itu untuk pergi bermain dengan Hanabi dan Konohamaru, setelah memastikan anak lelaki mereka sudah pergi kini giliran Hinata yang kuatir terasa seperti mangsa yang terpojok di ujung jurang dan pemangsanya dia, ada didepanya.
"kau,kenapa sayang" Hinata mulai mundur.
"Apa?" balasnya dengan seringai iblis.
Langkah Hinata terhenti kala tembok membatasinya, dengan cepat dua tangan menghampitnya tatapan tajam ia dapat bukan tatapan mengancam namun sebuah tatapan tajam yang mampu membuatnya terpaku sebuah tangan memegang dagunya, mengarahkan pada sebuah kecupan lembut nan gangat pada bibir merah muda itu kecupan lembut yang memabukan.
"uh,Naruto-kun" ucapnya setelah lepas dari ciuman hangat pria pirang itu.
Naruto ia mulai akan melepas resleting rompi ungu muda milik Hinata, saat sebuah tangat lembut menghentikanya melihat itu mata sebiru laut itu memandang mata senada gugup dia temui senyum tipis tipis.
"bagai mana kalau Bolt-kun,kembali iyakan" ucapnya.
"dia akan bermin sampai sore bila bersama Hanabi, jadi kita akan punya waktu untuk suami dan istri"
Dengan itu mengunakan salah satu tagan untuk menarik kepala Hinata,membuat ciuman mereka semakin dalam ciuman itu menjalar turun Hinata hanya bisa mendesah kala dia bermain pada daerah sensitif disekitar leher, beberapa bekas merah tercipta dileher putih itu.
Tangan kanan Naruto beristirahat pada dada Hinata kala dia memberi ciuman dari kaus putih itu,menghirup dalam dalam aroma menenangkan yang keluar dari tubuh wanita yang sudah melahirkan buah hati mereka itu, wangi yang selalu dirindu kala tidak disampingnya.
"ini sudah sangat lama,sangat lama bagiku tidak menyentuhmu semua pekerjaan itu membuatku sulit untuk mengatur waktu untuk dirimu dan buah hatikita".
"baik"
"eh!".
Naruto ia memandang heran pada Hinata.
"aku akan pergi keranjang kita,cepatlah".
Senyum terpasang di wajah Naruto, kala melihat wajah Hinata sedikit rona ia lihat.
"ayo"
Naruto mengandeng tangan Hinata dengan lembut menuju tempat mereka, tempat dimana membagi kehangatan satu sama lain di dinginya malam Hinata berbaring sebuah tangan membingkai sisi kiri. Taklama Naruto ia kembali menyerang leher jenjang Hinata.
Lelaki itu mengangkat kaus yang menutup Hinata dan menyingkapnya setinggi dadanya,salah satu tangan mulai memainkan gumpalan daging itu remasan lembut dan belaian dia berikan sesekali memainkan puting kemerahan yang sekarang sedikit menegang itu.
"uhn"
Desahnya saat Naruto mulai menghisap puting itu,Hinata hanya melihat dengan semu apa yang dilakukan pria pirang ini pada tubuhnya memperhatikan saat tangan kekar membelai setiap lekuk tubuhnya mulai saat memainkan dua buah dadanya hingga kini, tangan itu sudah menyelinap pada celana dalam miliknya dan memegang bagian pribadinya.
"aku akan terus memegang ini" ucapnya ditelinga Hinata.
"uh"
"hey kenapa kau basah?".
Lelaki itu mulai membelai bibir itu,dua jarinya sudah mulai basah dan diselimuti aroma khas ia sesekali mecubit pelan daging kecil Hinata semakin mengeliat tak tenang dibuatnya senyum kemenangan semakin lebar dari Naruto.
"jadi,ini reaksimu setelah sekian lama aku tidak bermain denga ini"
Mengatupkan kakinya agar sedikit menahan rasa nikmat dari Naruto,nafas mulai memburu tak teratus semu merah semakin membuat Hinata cantikdimata Naruto dia mulai melepas dalaman Hinata yang berwarna hitam itu. Kini bagian yang bisa membuat kaum adam takluk itu terpampang jelas di hadapan Naruto.
"Naruto"
Ucapnya saat Hinata meremas dan memelintir dada kirinya dan klitorinya.
"jadi ini istri erotisku" kata Naruto.
"kyaa"
Jerit Hinata saat Naruto tiba-tiba menjilat kewanitaanya,mengunakan tanganya untuk menahan rasa geli dan nikmat dari suaminya itu cairan hinata keuar semakin banyak hasilnya Hinata semakin tak karuan saat akan mendekati puncak kenikmatanya, tubuhnya mengejang kaku berbarengan hisapan kuat dari Naruto yang menhisap habis oganesmenya.
"aku tebak, rasanya luar biasa iyakan sayang" ucap Naruto.
Sebagai jawabanya Hinata menekuk kedua kakinya dan mengangkang lebar,menunjukan veginanya yang basah dengan cairan pelumas alami dari tubuhnya Naruto ia mengeluarkan penisnya dan menaruhnya di depan pintu masuk lubang sengsama milik istrinya.
Hinata hanya menutup mata kala salah satu bagian tubuh leleki itu memasuki tubuhnya,menikmati mili demi mili daging keras dan tegap itu rasa nimat kala penetrasi tercapai saat daging itu mencapai ujung ukuranya,dinding kewanitaanya meremas kuat seakan tak membiarkan benda asing itu pergi.
"tetap ketat,Hinata" ucapnya sambil mulai mengerakkan pinggulnya dengan perlahan.
"uhnn"
Hinata dirinya memandang wajah orang yang sedang menyetubuhinya, mengunakan tangan kecilnya dirinya membingkai wajah lelaki itu uluran tanganya bersambut wanita itu mengerakka kepalanya menahan nikmat yang membuat jadi tak karuan, gerakan pinggul semakin kuat dan bertenaga dia dapat tanpa sadar Hinata semakin membuka lebar kakinya memberi jalan lelaki ini untuk lebih dalam menikmati dirinya.
"ahha"
Untuk kedua kalinya Hinata mencapai puncak kenikmatan,cairan kenikmatan itu mempermudah gerakan Naruto lelaki pirang semakin mempercepat dan menambah tenaga tusukanya pada daerah kewanitaan Hinata.
"aku menyusul"
Naruto menaruh kedua tanganya pada area kewanitaan hinata,dalam Hitungan detik berbarengan pada cengkeraman tanganya cairan hangat mengisi kembali rahim Hinata denyutanya terjadi hingga beberapa saat.
Mereka saling pandang dengan nafas yang masih tersengal akibat pertarungan barusan, membantu Hinata untuk duduk wanita itu menurunkan kaus yang disingkap Naruto tadi. dirinya menyandarkan kepalanya pada pundak yang terasa sangat nyaman itu,begitu pula lelaki itu dirinya merangul hangat Hinata.
"rasanya,sudah terlalu lama tidak melakukan ini" kata Naruto.
"iya"
Ucap Hinata sambil melihat lelehan sperma naruto dari veginanya,tangan Naruto mulai masuk kembali kedalam kaus dan mempermainkan dua payudarah Hinata sang pemilik hanya mendesah.
"apa,auhmn kau ingin lagi?" ucap Hinata.
"tidak,aku hanya ingin bermain dengan ini" balas Naruto.
Naruto menghentikan remasanya dan hanya mengistirahatkan tangan di dada Hinata, dirinya memandang keluar dari pintu kaca disamping tempat tidur mereka memandang awan yang bebas melayang digerakan angin.
"ada apa,kau nampak memikirkan sesuatu sayang" kata Hinata.
"aku hanya memikirkan semua yang aku lalui,tidak lebih" kata Naruto sambil memijat pelan dada istrinya.
"ah,memang kenapa" ucap Hinata.
"bersyukur,karena aku diberikan malaikat syurga untuk menemani didunia fana ini" kata Naruto sambil meremas kuat kedua dada Hinata.
"ahh"
"kita mulai ronde ke 2" ucapnya lantang dengan senyum besar di bibirnya.
The End.
