You Love Me ?
.
Chapter 10
.
.
KyuMin Gender Swich (GS)
.
Rate : T - M
Warning : Typo(s) dimana-mana dan tidak sesuai EYD.
Disclaimer : Cerita ini murni ide Saya dan Saya hanya meminjam nama mereka sebagai penyempurna Ff Saya ini. Ingat ini hanya Fiksi belakang. No Plagiat!
Autor Note : Ini adalah Ff kedua Saya yang publis disini. Disini Saya akan memasukan banyak tokoh pembantu dari Boy band lain sehingga saya tidak menuliskan siapa saja pemeran yang ada di FF ini. Mohon maaf jika ada banyak kesalahan di dalamnya. Kritik dan saran membangun sangat diperlukan.
.
.
Happy Reading...
.
.
.
Donghae terdiam seraya menatap undangan di tangannya. Nama Sungmin dan Kyuhyun tertera di sana dengan cantiknya. Pria itu tersenyum kecut, haruskah ia datang ke pernikahan gadis itu. Pertanyaan miris itu terus saja berputar-putar di otaknya. Ia memang kecewa, sangat, kesempatannya untuk merebut Sungmin kembali lenyap di telan waktu.
Donghae menghela nafas pelan. Di liriknya jarum jam yang menunjukkan pukul delapan pagi. "Dua jam lagi, dan aku akan benar-benar kalah." Gumamnya datar.
.
.
.
Sungmin menghela nafas gugup. Jemarinya terus saja bertautan di atas pangkuannya. Dengan kaku ia menatap sosok dirinya di balik cermin besar. Menyedihkan. Satu kata yang mampu ia ucapkan sekarang. Ingin rasanya menangis keras di depan kedua orang tuanya, bahwa ia tidak ingin menikah. Tetapi untuk sekedar bersuara saja ia tidak mampu, lidahnya begitu kelu, tersedak oleh perasaannya sendiri.
Seandainya ia memilih pergi dari rumah dan menyusul Donghae. Berarti ia akan menghianati kedua orang tuanya dan membuat kedua orang yang ia cintai menangis karena kebodohannya. Dan sekarang, ia akan menikah dengan Kyuhyun, sekaligus menghianati cintanya dengan Donghae. Serba salah.
Cklek~
"Sayang, acara akan segera di mulai." Suara Leeteuk terdengar begitu lembut.
Sungmin menghembuskan nafas dengan kasar. Ia harus kuat sekarang, laripun ia tidak akan bisa. "Iya, Eomma." Jawabnya lembut. Lalu segera berdiri dari duduknya.
Leeteuk menggandeng lengan Sungmin keluar dari kamar gadis itu. Menuju pintu belakang. Pernikahan di langsungkan secara sederhana. Semua ini atas permintaannya dan Kyuhyun menyanggupinya.
"Appa.." Panggil Sungmin sedih.
Kangin tersenyum lembut. "Appa akan mengantarmu pada pendampingmu." Di ulurkannya lengannya untuk Sungmin.
Dengan gemetar ia merangkul lengan Kangin. Dan keduanya berjalan menuju tempat dimana Sungmin akan menikah.
Kriett...
Sungmin menahan perasaan aneh di dadanya ketika berhasil keluar dari dalam rumahnya. Bahkan ia tidak berani menoleh ke samping, terlalu gugup dan takut ketika melangkah. Disana, sosok Kyuhyun berdiri tegap menunggunya datang.
Sebentar lagi..
Hidupnya tak akan lagi bebas seperti dulu...
Sungmin memejamkan kedua matanya dan saat terbuka entah kenapa ia bisa bertatap muka dengan Donghae. Pria itu menatapnya sendu, sama seperti dirinya. 'Maafkan aku, maaf.'
Teng!
Teng!
.
.
.
Kemeriahan pesta tidak berhenti sampai di situ saja. Bahkan sampai sore hari acara masih berlangsung, Kyuhyun bilang sekaligus acara resepsinya. Ya, Sungmin sebenarnya cukup lelah berada di tengah kerumunan orang banyak. Ia ingin tidur dan menjernihkan pikirannya setelah sah menjadi istri Kyuhyun.
Sebuah tangan merangkul pinggangnya, membuat Sungmin tersentak kaget dan mendongak. Gadis itu menelan ludahnya gugup saat melihat senyum manis di wajah Kyuhyun.
"Sebentar lagi acaranya selesai. Bersabarlah." Bisik Kyuhyun menenangkan. Jemarinya mengusap-usap pinggang Sungmin.
Sungmin sendiri, ia merasa gugup di peluk sedekat ini oleh Kyuhyun. Entahlah, ada perasaan aneh yang tidak ia ketahui lebih jelas. Sampai pada akhirnya, ia melihat sosok Donghae tak jauh dari sana, bersama Eunhyuk. Pria itu menatapnya sebentar sebelum memalingkan wajah.
Kyuhyun melihatnya, tapi pria itu hanya diam saja dan semakin merangkul pinggang Sungmin seraya menatap sinis kearah Donghae. Sungmin, sudah menjadi miliknya yang sah sekarang. Tekannya dalam pandangan matanya yang tajam.
"Kyuhyun, maaf. Aku ingin minum." Ujar Sungmin tiba-tiba.
"Biar aku ambilkan." Kyuhyun menarik Sungmin menuju kursi di sana. Mengambil segelas air putih untuk isterinya.
"Minumlah." Sodornya lembut.
Dengan sekali teguk, Sungmin menghabiskan satu gelas air mineralnya. "Hahh.."
"Bersabarlah, sayang. Sebentar lagi kita masuk ke kamar." Bisik Kyuhyun seraya tersenyum.
Sudut mata Sungmin melirik tajam kearah Kyuhyun, setengah malu. Masuk ke kamar? Ia bahkan lupa untuk hal yang satu itu.
.
.
.
Kyuhyun menggosok-gosok rambutnya yang basah setelah mandi air hangat barusan. Ia hanya memakai handuk yang melingkar di pinggangnya saat keluar dari kamar mandi.
Kedua matanya menatap sendu kearah Sungmin yang tidur lelap karena kelelahan. Lalu ia beranjak mendekat dan membenarkan letak tidur isterinya. Di usapnya dahi Sungmin dengan lembut sebelum ia kecup lama penuh perasaan.
"Kau kelelahan, sayang. Tidurlah." Bisiknya pengertian. Lagipula ia juga kelelahan sekarang, ia butuh tidur sama seperti Sungmin.
.
You Love Me?
.
Sungmin menguap pelan saat turun dari atas ranjangnya. Ia bergerak menuju kamar mandi, namun sebuah tangan melingkari perutnya.
Kyuhyun Mengecup bahunya lama. Nafas Sungmin tercekat begitu merasakan hawa panas di sekitar lehernya, yang tadinya mengantuk menjadi waspada. Gadis itu langsung menoleh kebelakang dan menatap wajah Kyuhyun.
"Pagi." Bisik Kyuhyun serak, mengecup singkat bibir Sungmin.
Sungmin menelan ludahnya kuat. Refleks ia mendorong dada Kyuhyun dan bergerak menuju kamar mandi dengan cepat.
Blam!
Kyuhyun terkekeh melihatnya. Istrinya yang manis dan tentu saja polos. Membuatnya tidak tahan untuk tidak mengecup bibir ranum Sungmin. Langsung saja ia turun dari ranjang, selagi menunggu Sungmin selesai.
Sampai beberapa jam kemudian, Sungmin keluar dari kamar mandi dan terkejut melihat Kyuhyun yang masih berada di atas ranjang. "Eumm, mandilah." Ujarnya gugup.
Kyuhyun tersenyum. Berjalan mendekati Sungmin yang tengah mengambil baju yang akan ia pakai sekarang. "Tunggu aku, aku akan segera kembali." Bisiknya setelah mencuri ciuman dari pipi Sungmin.
Kyuhyun tampak berbeda sekarang. Pikir Sungmin bingung. Pria itu terlihat lebih manis dan tersenyum ketika bersamanya, dan itu membuatnya takut. Apa suaminya memiliki kepribadian ganda? Manis dan menakutkan?
"Astaga, apa yang aku pikirkan. Lebih baik cepat turun kebawah." Ujarnya tergesa-gesa mengganti baju.
.
.
.
.
Kyuhyun turun dari anak tangga setengah jam kemudian. Duduk di sebelah Sungmin, yang sudah menyiapkan sarapan pagi untuknya. Meski Leeteuk yang memasaknya.
"Apa kalian berencana untuk pindah rumah setelah ini?" tanya Leeteuk.
"Iya, aku sudah menyiapkan rumah pribadi untuk kami tinggali, Eomma, Appa." Jawab Kyuhyun sopan.
Kangin mengangguk setuju. "Itu bagus, supaya kalian bisa mandiri dan saling mengenal satu sama lain." Ujarnya senang.
Sungmin hanya diam mendengarkannya.
"Noona pelgi kemana Eomma?" Tanya Jungkook tidak mengerti
Leeteuk tersenyum. "Noona akan tinggal berdua dengan Kyuhyun Hyung, dirumah baru mereka." Jawab Leeteuk sambil membersihkan noda dikedua pipi gembul Jungkook.
"Kookie juga mau ikut yaa Maa~"
Leeteuk menggeleng. "Tidak boleh. Kookie masih kecil. Bagaimana dengan sekolah? Jika ikut sama Noona, Kookie tidak bisa lagi main sama Jimin." Jelasnya dengan lembut.
"Noona.." Panggil Jungkook dengan mata berkaca-kaca menatap Sungmin dan kedua kakak nya.
"Jika libur sekolah Jungkook boleh kok main kerumah Hyung. Bersama Key Noona dan Taemin Noona." Ucap Kyuhyun mencoba menghibur Jungkook.
"Iya jika hari libur kalian kesana Kookie~" Sahut Sungmin yang sebenarnya tidak tega melihat Jungkook bersedih.
"Memangnya kami boleh kesana yaa? Apa tidak akan mengganggu kegiatan kalian. Kami tidak mau jadi perusak moment pasangan baru menikah." Tanya Key dengan wajah dibuat polos.
Kyuhyun sebenarnya malu dengan kalimat Key, dia tahu maksud dari kalimat itu.
"Memangnya mengganggu apanya? dan kegiatan apa yang Eonnie maksud? Kita kan hanya main." Timpal Taemin tidak mengerti.
"Yang dikatakan Taemin benar. Kalian tidak mengganggu apapun. Memangnya mengganggu apa sih?" tanya Sungmin yang juga tidak mengerti.
Key memijat pelipis nya pusing. Punya adik semuanya polos. Jungkook dan Taemin tidak termasuk hitungan karena mereka masih kecil untuk tahu hal yang dewasa. Tapi Sungmin? Dia juga masih kecil sih tapi dia sudah menikah, kenapa hal seperti itu saja tidak tahu? Eunhyuk dan Ryeowook malah tahu hal yang berbau dewasa. Malah mereka mengerti.
'Aku lupa jika Sungmin terlalu polos tentang kata bercinta. Dia tidak tahu apa-apa, lalu bagaimana nasibnya saat malam pertama nanti? Dia tidak tahu apa yang dia lakukan saat berbuat 'itu'. Apa aku yang harus menerangkan nya? Gila saja. Kyuhyun? Kyuhyun pasti menghabisi Sungmin tanpa sisa. Ohhh... adikku yang malang... Aigo.. Aku mulai membayangkan yang tidak-tidak... Aishhh Jinjja!'. Batin Key menjerit frustasi. Ia terus menatap Sungmin yang juga menatapnya.
"EKHEEM!" Kangin berdehem keras dan membuyarkan lamunan Key saat itu juga.
"Tentu, kami pasti akan cepat beradaptasi nanti. Iya, kan?" Kyuhyun tersenyum kearah Sungmin.
Sungmin mengerjab pelan, lalu mengangguk kecil. Ia melanjutkan acara makannya.
"Eomma sangat bahagia melihat kalian berdua. Cocok sekali dan juga manis." Ujar Leeteuk lugas.
Kyuhyun mengangguk kecil, melirik lagi kearah Sungmin yang tengah menunduk. Kyuhyun bertekad kuat, ia akan merebut hati Sungmin bagaimanapun caranya. Gadis itu akan berbalik mencintainya juga, suatu saat nanti pasti akan segera terjadi.
.
.
.
"Apa kita akan benar-benar pindah rumah?" tanya Sungmin saat keduanya berada di dalam kamar. Setelah seharian membantu di luar rumah.
Kyuhyun mengangguk. "Ya, kita akan pindah ke rumah sederhana sesuai permintaan mu, dan komplek perumahan itu tidak jauh dari kantor. Tapi berhubungan masih proses pembangunan jadi kita tinggal di apartemenku yang dekat dengan kantor juga. Kenapa?" tanyanya balik. Kyuhyun sedang membuka laptopnya sekarang.
"Tidak. Aku hanya bertanya saja." Gumam Sungmin pelan. Lalu memainkan selimut di bawahnya.
"Kalau kau mencemaskan masalah berpisah dengan orang tua. Tenang saja, aku pasti akan mengantarmu kemari kalau kau merindukan mereka." Jelas Kyuhyun.
Sungmin tersenyum singkat. "Ya."
Hening... Cukup lama. Sampai udara malam yang memasuki kamar, membuat Sungmin tersentak. Tadi malam ia dan Kyuhyun belum melakukan itu, apa Kyuhyun akan menagihnya sekarang? Lagipula ia belum pernah merasakan ciuman intens atau selebihnya. Dan itu membuatnya sedikit.. takut.
"Selesai. Hah! Sebaiknya kita tidur." Kyuhyun menutup laptopnya. Kemudian beranjak mendekati Sungmin yang asik melamun. "Hey, ada apa denganmu." Ia menjawil hidung Sungmin.
Sungmin kembali tersentak dan menelan ludahnya susah payah ketika Kyuhyun berada di dekatnya. "T-tidak.."
"Sungmin.. kemarilah." Kyuhyun menepuk ranjang di sebelahnya, ia sendiri sudah duduk tenang di sana.
Setengah ragu, Sungmin mendekati Kyuhyun dan menatap suaminya itu bingung. Sampai sebuah kecupan hangat medarat kembali di bibirnya.
Sungmin sempat terdiam, namun kedua matanya menatap polos kearah Kyuhyun. Lalu kecupan itu kembali ia dapatkan, lebih intens dan dalam. Kyuhyun menarik wajahnya mendekat, sampai tubuh mereka saling menempel satu sama lain.
Kyuhyun mengusap pinggang Sungmin lembut, sedikit meremas pinggang ramping isterinya. Ia belum puas mencium bibir ranum Sungmin, sampai suara nafas terengah membuatnya berhenti. Keduanya saling menatap satu sama lain.
"Itu.. tadi apa?" tanya Sungmin bingung. Terlalu kaku dan bingung.
Kyuhyun terkekeh pelan mendengarnya. Jemarinya mengusap dagu Sungmin pelan. "French Kiss." Bisiknya.
Dahi Sungmin mengerut tak mengerti. "Apa kau akan melakukannya lagi?" tanyanya bingung.
"Sesuai keinginanmu." Bisik Kyuhyun.
Sungmin tidak mengerti maksud Kyuhyun. Keinginan apa, tapi sebelum ia menjawab, Kyuhyun sudah kembali menciumnya dan membawanya untuk rebahan di atas ranjang, dengan tubuh besar Kyuhyun yang menindihnya. Sungmin gelagapan, tapi ketika usapan lembut di wajahnya, membuatnya diam saja.
"Aku akan lembut." Kyuhyun berbisik dan setengah menggeram. Pria itu kembali mencium sudut bibir Sungmin, lalu beralih ke lehernya.
Sungmin tersedak pelan. Ia merasa panas menghampiri seluruh tubuhnya, perasaan apa ini? Benarkah ia dan Kyuhyun akan melakukannya sekarang? Kyuhyun suaminya, dan ia tidak berani menolak sedikitpun.
Dook
Dook
Dook
"NOONA!" Teriak Jungkook diluar pintu kamar Sungmin. Bocah lucu itu memukul-mukul pintu kamar dengan tangannya. ketukan pintu yang beringas.
Kyuhyun dan Sungmin tersentak kaget. Mau tak mau Kyuhyun beranjak dari tubuh Sungmin. Kyuhyun sangat kesal karena dia baru memulainya. Tapi mana mungkin ia memarahi Jungkook kecil.
"Bocah nakal! Apa yang kau lakukan disini. Jangan mengganggu. Ikut sama Noona!" Suara Key terdengar jelas dibalik pintu.
Sungmin yakin Jungkook pasti sedang dimarahi.
"Aniyo! Kookie mau tidul sama Cungmin Noona!" Teriak Jungkook tidak mau ikut dengan Key.
"Tidur sama Noona saja yaa." Bujuk Key. Namun Jungkook menggeleng keras.
Dook Dook...
"Noona... hiks.. Cungmin Noona!" Teriak Jungkook dengan isakannya.
Sungmin yang tidak tega membiarkan Jungkook menangis, ia segera bangun dari posisinya dan turun dari ranjang. Dengan langkah tergesa-gesa Sungmin langsung membuka pintu tanpa meminta persetujuan dulu dari Kyuhyun.
CKLEK
BRUK
"Noona!" Teriak Jungkook senang sambil memeluk tubuh besar kakaknya. Bocah lucu itu menenggelamkan kepalanya di perut Sungmin.
Sungmin mengelus sayang kepala belakang Jungkook.
"Minnie... Tidurlah kembali. Eonnie akan membawa Jungkook pergi." Ucap Key sedikit tidak enak mengganggu Sungmin dan Kyuhyun. Key tidak buta, ia melihat piama tidur Sungmin yang kusut dan yang paling jelas adalah bibir Sungmin yang merah dan sedikit bengkak.
Dia tahu apa yang sedang Kyuhyun dan Sungmin lakukan.
"Sayang. Biarkan Jungkook tidur dengan kita untuk malam ini saja. Ini sudah sangat larut." Ucap Kyuhyun yang berada dibelakang Sungmin. Pria tampan itu tersenyum tampan kearah Key.
"T-tapi Kyuhyun-"
"Tidak apa-apa Eonnie. Jungkook tidur bersama kami. Eonnie sebaiknya lekas tidur." Ucap Sungmin.
"Yeeeeeyyy! Tidul sama Cungmin Noona dan Kyuhyun Hyung!" Teriaknya senang. Jungkook langsung melepas pelukannya pada Sungmin dan berlari masuk ke dalam kamar Sungmin, saking gembiranya Jungkook melompat ke kasur empuk milik Kakaknya.
Kyuhyun cukup terkejut dengan cara Jungkook melompat keatas kasur. Namun tidak lama senyum tulusnya ia sunggingkan.
"Kyuhyun-ah. Apa kau serius?" Tanya Key tidak yakin.
Kyuhyun tersenyum. "Ya, Aku serius Noona." Jawab Kyuhyun meyakinkan.
"Baiklah. Tapi jika Jungkook rewel kalian berdua segera ketuk pintu kamar ku."
"Ya. Noona/Eonnie!" Ucap Kyuhyun dan Sungmin bersamaan.
Key pergi meninggalkan Sungmin dan Kyuhyun, lalu memasuki kamarnya.
"Sayang. Ayo kita juga harus masuk." Kyuhyun merangkul bahu Sungmin dan membawanya masuk kedalam kamar. Mereka berdua melihat Jungkook yang sedang guling-gulingan tidak jelas diatas tempat tidur.
"Noona, tempat tidul nya wangi bunga." celoteh Jungkook pada Sungmin.
Kyuhyun dan Sungmin akhirnya berbaring ditempat tidur dengan Jungkook yang tidur ditengah-tangah antara Kyuhyun dan Sungmin. Mereka bertiga pun akhirnya tidur, Jungkook terus memeluk Sungmin begitu juga dengan Sungmin.
.
.
.
Keesokan harinya...
Kyuhyun dan Sungmin telah siap untuk pergi bulan madu ke pulau Jeju.
"Ayo sayang, sudah waktunya kita berangkat." Ucap Kyuhyun lembut, setelah menyelesaikan sarapan yang sudah dibuat oleh ibu mertuanya.
"Iya." Jawab Sungmin dengan rasa gugup.
Kangin dan Leeteuk hanya bisa tersenyum melihat pasangan muda yang baru menikah itu. Sedangkan Key tersenyum jahil kearah KyuMin.
"Minnie. Ingat kau jangan lupa apa yang aku katakan kemarin. Semoga sukses." Ucap Key dengan mengedipkan sebelah matanya. Dan otomatis Sungmin menunduk malu.
"Eonnie, memberi wejang-wejang apa memangnya?" Tanya Taemin polos. Gadis remaja tersebut sangat penasaran dengan wejangan kuno yang Kakak nya berikan untuk Sungmin.
Key melirik Taemin dengan wajah malas. "R-A-H-A-S-I-A!"
"Ishh... Pelit."
"Sudah sudah kalian berdua jangan bertengkar." Ucap Kangin melerai Key dan Taemin. Jika dibiarkan akan jadi keributan yang tidak ada akhirnya.
Leeteuk beranjak dari duduknya. Ibu rumah tangga tersebut merangkul bahu Sungmin dan berjalan keluar ruang. Kyuhyun dengan setia berada dibelakang Sungmin, tidak lupa Kyuhyun membawa koper kecil milik Sungmin dan miliknya.
Sesampainya diluar Rumah, Kyuhyun dan Sungmin berpamitan. Merek berdua memasuki mobil milik Kyuhyun. Taemin merasa sedih, tentu saja karena Sungmin tidak akan kembali kerumah nya, Sungmin yang manis akan pulang kerumah orangtua Kyuhyun selama seminggu, setelah itu baru Kyuhyun dan Sungmin bisa menempati rumah impian mereka. Alasan yang klasik, yaitu untuk mengenal seluruh anggota keluarga Cho.
"Eonnie. Jangan lupa oleh-olehnya yaa!" Ucap Taemin dengan melambaikan tangannya.
Key menyikut perut Taemin.
"aww... Eonnie!" pekik Taemin meringis kecil. Sebenarnya tidak sakit tapi hanya kaget.
Key mendelik tajam. "Dasar memalukan. Diamlah. Kau membuatku malu Tae."
Taemin memajukan bibirnya kesal. Apa dia salah meminta oleh-oleh pada kakaknya sendiri.
Sungmin tersenyum melihat pertengkaran kecil Key dan Taemin. Ia akan sangat merindukan mereka berdua termasuk si kecil Jungkook. Pagi ini ia tidak melihat Jungkook, bocah laki-laki lucu itu menghilang begitu saja, tidak ada dikamar nya. Dan setelah ia bertanya pada ibunya. Jungkook sudah dibawa oleh bibinya, Lee Jaejoong. Ibunya tidak mau Sungmin batal pergi bulan madu, lantaran bisa dipastikan Jungkook akan merengek ingin ikut.
Perlahan mobil yang dikendarai Kyuhyun dan Sungmin mulai pergi, dan menghilang di persimpangan jalan.
.
.
.
Selama di perjalanan, baik Sungmin maupun Kyuhyun tidak ada percakapan diantara mereka berdua. Suasana didalam mobil terasa sangat canggung dan sepi.
Ponsel Sungmin bergetar pertanda ada pesan masuk, getaran ponsel tersebut sangat terdengar jelas. Sungmin tidak berani mengambil ponselnya didalam tas kecil miliknya. Dia takut jika Kyuhyun marah.
DRRRTTTT
DRRRTTTT DRRRTTTT...
Ponsel Sungmin terus bergetar. Sungmin yakin jika banyak pesan yang masuk. Ia hanya diam dan mencoba tidak peduli dengan getaran ponselnya.
"Kenapa tidak dilihat? Siapa tahu itu penting?" Tanya Kyuhyun dengan mata yang fokus menyetir.
Sungmin ragu. Ia merasa tidak enak kepada Kyuhyun. "Aku rasa tidak penting." Jawab Sungmin seadanya. Dan tidak lama ponselnya bergetar kembali.
"Coba kau lihat dulu." Ucap Kyuhyun.
"A-apa boleh?" Tanya Sungmin.
Kyuhyun tersenyum tipis. "Tentu saja boleh. Itu kan ponsel mu. Kasihan orang yang mengirimi pesan untukmu dan kau belum membalas pesannya satu pun."
Sungmin tersenyum manis. "Gomawo. Emm..-"
"Kyuhyun. Kau boleh memanggil namaku. Atau Oppa juga boleh. Tapi jangan Sunbae. Aku kurang suka." Ujar Kyuhyun yang mengerti jika Sungmin bingung harus memanggil nama apa untuk dirinya.
"K-Kyuhyun. Gomawo." Ucap Sungmin terbata. Jujur Sungmin merasa aneh jika memanggil Kyuhyun dengan panggilan Oppa.
Kyuhyun tertawa kecil. Ia menepikan mobilnya didepan mini market.
Sungmin mengernyit bingung.
"Mau beli apa?" Tanya Sungmin.
"Eh... I-itu... Cemilan. Tunggu disini yaa." Jawab Kyuhyun gugup. Ia menatap istrinya sebentar, lalu segera membuka pintu mobil dan keluar tergesa-gesa.
"Cemilan. Iya yaa... Aku juga ingin makan sesuatu. Tapi Kyuhyun menyuruhku menunggu. Dia kelihatan aneh." monolog Sungmin.
Gadis manis tersebut memulai membaca pesan yang ternyata dari Ryeowook.
|| Hai. Minnie bagaimana keadaan mu? Apa kau baik-baik saja setelah melewati malam pertama mu?||
|| Sungmin! Kau masih tidur? Apa melelahkan? Waahh berapa ronde kau melakukannya? ||
|| Sungmin, jika kau sudah bangun. Cepat balas semua pesan ku atau hubungi aku. Aku ingin mendengar cerita mu.||
Sungmin merenggut kesal dan bingung. Tidak ada satupun yang Sungmin pahami dari semua pesan Ryeowook.
"Ronde? Apa malam pertama itu dihabiskan main game yaa? Honeymoon? Artinya Bulan madu. Emmmm... Apa maksudnya menatap bulan sambil makan madu. Kalimat yang aneh. Memangnya asyik menatap bulan sambil memakan madu.. Hehehe.. aneh." Sungmin tertawa sendiri dengan pemikirannya tentang bulan madu.
Mata cantik dan jernih nya menatap mini market yang Kyuhyun masuki. Sampai sekarang Kyuhyun belum juga keluar dari sana.
"Kyuhyun, lama sekali. Apa yang dia beli." Ucapnya bosan. Akhirnya Sungmin membalas pesan Ryeowook tapi tidak semua hanya satu.
|| Aku tidak mengerti dengan apa yang kau maksud Wookie. Malam pertama. Aku tidur memangnya apa lagi, dan ronde? Kau tahu aku tidak bisa main game apapun. Bahkan aku payah dalam main game tebak gambar dan kata.||
Send...
Sungmin menaruh kembali ponselnya kedalam tas. Ia melihat Kyuhyun keluar dari mini market dengan satu plastik penuh, isinya sudah pasti makanan dan minuman. Sungmin merasa aneh, tiba-tiba ia merasa gugup dan sedikit gelisah.
Kyuhyun memasuki mobilnya, ia melihat Sungmin yang juga tengah menatapnya.
Kyuhyun tersenyum. "Maaf membuat mu menunggu lama. Oh! iya kau pasti lapar kan Sayang. Aku membeli roti, keripik dan minumannya." Ucap Kyuhyun lembut. Pria tampan itu memberikan kantung belanjaan nya kepada Sungmin.
Sungmin ikut tersenyum, ia menerima dengan senang hati kantung plastik tersebut dan membukanya.
"Waahh, coklat!" Seru Sungmin senang. Gadis kelinci tersebut langsung saja membuka bungkus coklat, dan memakannya dengan lahap.
"Kau suka dengan cokelat?" Tanya Kyuhyun antusias.
"Iya." Jawab Sungmin dengan nada ceria. Gadis itu seakan lupa dengan rasa gugup dan canggung yang beberapa menit ia rasakan.
Kyuhyun diam sebentar, lalu mulai menyalakan mesin mobilnya.
Sungmin menatap Kyuhyun heran, karena gadis itu merasa makanan dan minuman yang dibelikan Kyuhyun, hanya untuk dirinya sendiri. Walau Sungmin kadang suka makan banyak tapi dia tidak sanggup menghabiskan nya sendiri.
"Kyuhyun, tidak merasa lapar?" tanya Sungmin mulai cemas.
"Tidak sayang. Aku sedang mengemudi." Jawabnya seadanya.
Sungmin merasa tidak enak jika menghabiskan makannya sendiri.
"Kyuhyun." Panggil Sungmin pelan.
"Yaa. Apa ada yang kau inginkan? Katakan saja." Tanya Kyuhyun yang mulai memelankan laju mobilnya.
"A-aku tidak bisa menghabiskan roti ini." Jawab Sungmin dengan kepala menunduk.
Kyuhyun menepikan mobilnya, dan menoleh kearah Sungmin. Di pangkuan gadis manis itu ada satu roti berukuran basar, sedangkan Sungmin memegang setengah roti yang sudah dimakan nya.
Kyuhyun tersenyum bahagia, untuk pertama kalinya Sungmin mengkhawatirkan nya. "Aku akan memakan roti nya." ucap Kyuhyun lembut.
Sungmin memberikan roti yang sejak tadi ada dipangkuan nya. Namun ia terkejut karena Kyuhyun justru memakan roti miliknya yang sudah separuhnya dimakan.
"K-kyu. Itu punya ku. Itu kan bekas." Ucap Sungmin dengan wajah terkejut. Niat Sungmin ingin menyimpan kembali sisa roti nya dan memakannya lagi nanti, ia tidak mungkin membuang makanan. Tapi sekarang Kyuhyun lah yang menghabiskan sisanya.
Kyuhyun melahap roti tersebut tanpa rasa jijik, pria tampan tersebut justru menikmati cemilan siangnya.
"Aku juga tidak sanggup memakan roti itu. Aku rasa aku salah pilih tadi." Ucap Kyuhyun dengan senyum tampan nya. Ia tanpa ragu meminum air mineral yang juga bekas Sungmin.
"Sayang. Aku ingin bertanya. Kau ingin bulan madu kemana? Aku hanya tidak ingin kau kecewa saat kita sampai di Jeju nanti. Katakan lah?"
"Ehh... Kenapa bilang begitu. Yaa aku memang ingin ke paris tapi setelah dipikir-pikir aku ingin ke Jeju saja, sama dengan pilihan mu. Aku ingin lihat pantai. Dan tidak mau pergi terlalu jauh." Jawab Sungmin jujur.
"Paris. Aku bisa membatalkan nya jika kau ingin ke paris."
Sungmin menggeleng tidak setuju. "Jeju saja. Disana juga tidak kalah indah."
Kyuhyun tersenyum hangat mendengar ucapan Sungmin, ia sudah menduga istrinya ini orang yang sederhana. Berbeda dengan wanita yang mendekatinya hanya karena uang dan kekayaan. Dengan perasaaan bahagia Kyuhyun mulai menjalankan mobilnya. Kali ini dia ingin membuat kejutan manis untuk Sungminnya, sehingga gadis manis tersebut tidak bisa melupakannya.
.
.
Sedangkan ditempat lain yaitu di apartemen Ryeowook. Gadis mungil tersebut memandang nanar ponselnya, terlalu terkejut dan tidak percaya dengan balasan pesan Sungmin.
"A-apa yang baru saja aku baca tadi? J-jadi S-sungmin belum melakukan 'itu' dengan Kyuhyun Sunbae?" Ucap Ryeowook tergagap.
"Uhh... ternyata benar yang dikatakan Eunhyuk kemarin. Sungmin benar-benar buta dengan hal 18+. Bagaimana jika tidak ada kepuasan dari keduanya." Ucapnya lagi dengan memijat pelan pelipis nya.
"Yaa. Aku tahu jika ini memang bukan urusanku. Tapi aku mencemaskan sahabatku Sungmin. Aku rasa tidak ada salahnya memberi dia privat dadakan. Asalkan tidak ketahuan Eunhyuk dan Kyuhyun Sunbae, semuanya aman-aman saja. Bisa mati muda jika mereka tahu aku memberi privat seperti ini. Lagipula ini juga demi kebaikan Sungmin, seorang istri harus bisa dan mampu melayani seorang suami dengan special." Ucap Ryeowook membenarkan ucapan sendiri.
"Baiklah. Pertama-tama aku akan memulai dari hal yang kecil tapi berkesan." Ryeowook tertawa kecil dengan ide yang akan ia lancarkan malam ini.
.
You Love Me?
.
.
Empat jam lamanya kedua sejoli pengantin baru itu menempuh perjalanan menggunakan mobil pribadi milik Ayah Kyuhyun, mereka berdua sampai dipulau Jeju.
Kyuhyun memarkirkan mobilnya. Pria tampan itu kini melirik sang istri yang tertidur pulas. Senyum tulus nya ia ukir, betapa bahagianya ia sekarang.
Kyuhyun meninggalkan Sungmin sebentar untuk mengurusi beberapa hal yang ia minta dari layanan hotel berbintang lima disana. Dengan langkah tergesa Kyuhyun akhirnya sampai disamping mobilnya dan membuka pintu mobil dengan pelan, takut membangunkan Sungmin.
Lalu Kyuhyun menggendong istrinya kekamarnya yang sudah ia pesan, ia juga dibantu beberapa pelayan untuk membawakan dua koper berukuran sedang dengan warna yang berbeda. Pink dan Blue. Satu miliknya dan yang satu lagi milik Sungmin.
Saat memasuki kamar hotel yang ia pesan, Kyuhyun disuguhkan dengan ruangan yang luas dan aksesoris kamar yang sangat mewah. Sang pelayan pun menaruh dua koper tersebut didepan lemari besar, dan membungkuk hormat kepada Kyuhyun sebelum pergi meninggalkan kamar dengan nomor 137 tersebut.
"Pemandangan diluar terlihat indah." Ucap Kyuhyun dengan senyum puasnya.
"Sayang, aku harap kau juga suka dengan pemandangan disini." Ucap Kyuhyun berbisik lembut. Dengan hati-hati Kyuhyun melangkah pelan dan membaringkan tubuh Sungmin diatas tempat tidur berukuran King size dengan sprai berwarna putih bersih, ia juga tidak lupa menyelimuti tubuh Sungmin dengan selimut lembut sampai leher.
Kyuhyun menghampiri Sungmin dan duduk disisi ranjang yang kosong. Ia terus menatap wajah damai milik sang istri.
"Manis dan cantik." Gumamnya.
.
.
.
"Kyu... Kenapa tidak membangunkan ku? Pasti lelah menggendong ku sampai kekamar ini."
Kyuhyun tersenyum lembut kearah istrinya "Kau terlihat sangat lelah dan tidur mu sangat nyenyak, aku tidak tega jika membangunkan mu."
"Tapi, Kau menyetir sangat lama dan kau juga harus menggendongku sampai sini. Tanganmu pasti sakit."
Kyuhyun kembali tersenyum lembut kearah istrinya "tidak sayang, Tanganku tidak sakit. Aku baik-baik saja." Jelas Kyuhyun sedikit berbohong. Tentu saja tangannya terasa pegal, tapi ia tidak memusingkan hal itu, ia terlalu senang sehingga rasa lelah dan pegal nya menghilang begitu saja.
Sungmin hanya mengangguk mendengar penjelasan lembut dari sang suami. Sungmin merasa tidak enak, bayangkan saja dia tertidur selama di perjalanan menuju Jeju, dan terbangun jam 8 malam. Sungmin merutuki hobi tidurnya itu.
"Kau pasti lapar dari sore belum makan. Aku akan memesan makanan untuk kita. Ingin pesan apa?" Tanya Kyuhyun yang sudah siap dengan telpon hotel ditangan nya.
Sungmin menggeleng tidak tahu. "Samakan saja menunya." Ucapnya pelan.
Kyuhyun hanya tersenyum mendengar jawaban Sungmin, lalu ia segera menghubungi pihak hotel untuk membawakan makan pesanannya kekamar.
Sungmin turun dari atas tempat tidur, gadis manis tersebut berjalan pelan untuk mengambil koper berwarna pink miliknya. Ia butuh mandi.
"Sayang, kau mandi saja duluan, setelah itu baru aku." Ucap Kyuhyun yang sukses membuat Sungmin kaget.
"I-iya." Ucapnya singkat.
Sungmin membuka tas koper nya. Ia terkejut saat melihat isi didalam tasnya.
GLEKK
'Tidak mungkin! Jelas-jelas aku melempar baju ini kedalam lemari . Kenapa bisa ada disini?'. Batin Sungmin bingung. Ia meremas gemas pakaian 'lucu' yang disebut oleh Key, sedangkan baginya pakaian itu adalah pakaian teraneh didunia. Bisa dibilang itu adalah lingerie dengan model lucu.
'Bagaimana ini, tidak ada pakaian santai satupun. Hiks... Key Eonnie, kau jahat sekali menukar semuanya.' Rutuk Sungmin didalam hati.
Kyuhyun terus memperhatikan Sungmin, yang terlihat gelisah. Gadis manis tersebut terlihat mengacak-ngacak pakaiannya didalam koper.
Kyuhyun ingin mendekati Sungmin dan bertanya, namun niatnya urung, karena Sungmin sudah pergi kedalam kamar mandi dengan tergesa.
"Ada apa sebenarnya? Apakah ada barang yang tertinggal?" tanya Kyuhyun entah pada siapa.
"Lebih baik aku juga memeriksa koper ku. Mungkin saja ada barang yang tertinggal." monolog nya pelan, lalu melangkah santai dimana letak koper nya berada. Ia bisa melihat koper pink milik istri mudanya itu. Ada rasa penasaran yang menggebu didalam hatinya. Istrinya sangat gelisah, dan otomatis ia juga khawatir.
Kyuhyun menggeleng pelan. "Tidak. Aku tidak punya hak melihat isi koper milik Sungmin. Aku tidak mau dia kesal dan marah di malam indah ini."
Kyuhyun pun membuka koper nya. Ia melihat kotak kado berwarna Biru laut dengan gambar bunga-bunga kecil, berukuran sedang. Kyuhyun ingat jika ini adalah kado dari Changmin untuknya. Sebenarnya ia tidak mau membawa kado tersebut namun apa boleh buat, Changmin memaksanya.
CKLEK
Pintu kamar mandi terbuka, terlihat sosok manis keluar dari kamar mandi dengan balutan jubah handuk. Sungminnya terlihat sexy, hanya dengan jubah handuk dan rambut basah nya.
GLEK
Tenggorokan Kyuhyun terasa kering, menelan ludah saja terasa sulit baginya. Mata tajamnya terus menatap gerak gerik Sungmin yang sibuk mengeringkan rambut dengan handuk kecil ditangan kanannya.
Sungmin melirik Kyuhyun yang tengah menatapnya. Sungmin membatin takut melihat tatapan tajam Pria itu. Apa dia salah keluar dari kamar mandi dengan hanya balutan jubah handuk? atau karena dia terlalu lama didalam kamar mandi. Sungmin terus bertanya-tanya dihati nya.
"Maaf. Apa aku terlalu lama mandinya? Maafkan aku." Tanya Sungmin merasa bersalah.
Kyuhyun tersadar dari acara memandang Sungmin. "Tidak sama sekali, jangan meminta maaf, kau tidak salah apapun. Sayang, ini ada hadiah dari Changmin. Kau masih ingat kan, dengan nya?" Kini giliran Kyuhyun bertanya.
Sungmin tentu saja ingat siapa Changmin. Sunbae yang gila itu. Ia tidak pernah lupa dengan permainan yang Changmin buat 'Drak Candy'. Si Cherry terkutuk.
Sungmin terkekeh kecil. "Iya. Changmin Sunbae yang tinggi itu." Jawab Sungmin dengan senyum manisnya.
"Sayang, kemari lah."
Sungmin menghampiri Kyuhyun dengan wajah bingung. Apalagi saat suaminya itu memberikan kado dengan kertas berwarna biru bermotif bunga kecil.
Sungmin menerimanya. "Ini untukmu bukan?"
"Hadiah ku, hadiah mu juga. Ini kan hadiah pengantin jadi ini milik kita berdua." Jelas Kyuhyun.
Sungmin hanya mengangguk. matanya berbinar penasaran dengan isi hadiah ditangan nya.
"Bukalah. Aku mau mandi."Ucap Kyuhyun lembut. Ia membawa pakaian nya dan melangkah santai memasuki kamar mandi.
Sungmin menatap Kyuhyun yang sudah masuk kedalam kamar mandi. Ia pun membawa kotak tersebut. Kakinya yang putih bersih dan halus berhenti ditengah-tengah karpet bulu putih yang sangat halus. Dengan semangat Sungmin duduk diatas karpet tersebut dan membuka hadiah itu tidak sabaran.
Mata bulat nya berbinar lucu, dengan wajah bingung.
"Ohh... ini mikrofon? Mikrofon untuk karaoke kah. Tapi bentuknya aneh. Apa mungkin ini model terbaru?" Monolognya bingung.
Karena bingung dan tidak tahu benda apa yang ia pegang, Sungmin menaruh nya disampingnya. Dan mulai mengambil beberapa barang didalam kotak kado tersebut.
"Botol apa ini? ada yang tablet dan cair? Aahh~ ini obat mungkin. Untuk apa memberikan ini. Bisa beli di apotik kan. aneh-aneh saja." Ucapnya lagi dan menaruh nya didekat benda yang menurutnya mirip dengan mikrofon tersebut.
"Omo! Balon!" Pekik nya senang. Tangan mulusnya mengambil sepuluh bungkus kecil yang isinya balon warna-warni.
"Tapi ini bentuknya aneh. Seperti dot bayi. Tidak ada salahnya kan membukanya satu."
Sungmin tanpa ragu membuka satu bungkus kecil balon, dengan plastik bening, balon yang ia ambil adalah balon berwarna pink. warna kesukaannya.
Kyuhyun keluar kamar mandi dengan piama polos berwarna biru laut. Pria tampan tersebut kini sibuk dengan ponsel ditangan nya. Kibum saudara perempuannya, terus menghubungi. Ia pun mengangkat telpon dari Kibum, tanpa tahu keadaan Sungmin yang berantakan diatas karpet didekat tempat tidur.
"Yaa, Kibum. Ada apa?" tanya Kyuhyun langsung pada intinya.
"Kyu, Apa kau sudah membuka hadiah dari Changmin Oppa?"
"Sudah. Tapi Sungmin yang membukanya." Jawab Kyuhyun sabil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
"APA!" Teriak Kibum dan Victoria heboh.
Kyuhyun mengernyit heran, ternyata ada Victoria yang juga ikut mendengar.
"Hallo, Kibum!" Kyuhyun terus memanggil Kibum tapi yang ia dengar adalah suara pertengkaran kecil antara Kibum dan victoria.
'Sepertinya ada yang tidak beres.' Batin Kyuhyun mulai tidak enak.
Kyuhyun melangkah tergesa, dan ia bisa melihat istrinya tengah asik memainkan sesuatu. Pria tampan tersebut mempercepat langkahnya.
"S-Sungmin." Panggil Kyuhyun terbata. Demi apa ia sangat terkejut melihat penampilan istrinya dan yang paling membuatnya shock adalah mainan yang sedang Sungmin pegang.
Sungmin menoleh ke samping, Ia menatap Kyuhyun yang sekarang duduk disampingnya.
"Kyu, lihat balon nya lucu." Ujarnya sambil mengibas-ngibaskan benda dari karet berbentuk bulat pipih, dengan warna pink dan ditengah benda tersebut sedikit menonjol, mirip dengan dot bayi. Sungmin tertawa kecil, terlalu senang dengan benda tersebut.
Kyuhyun tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Dengan tangan bergetar Kyuhyun menyimpan ponselnya yang masih terhubung dengan line telepon dengan Kibum. Ia menaruh nya dibawah karpet bulu didekat pahanya.
"Sayang. Apa ini semua dari hadiah yang aku berikan padamu?" Tanya Kyuhyun memastikan.
"Iya, Lihat lihat... ini Mikrofon untuk karaoke kan? Kaset nya juga ada." Jawab Sungmin antusias. Gadis polos tersebut, memberikan benda berbentuk Mikrofon dan satu keping CD kepada Kyuhyun.
Tangan besar tersebut bergetar samar. Mata tajamnya menatap bergantian benda ditangan nya dengan wajah polos istrinya.
'ini... ini bukan CD biasa, dan benda ini juga bukan Mikrofon seperti yang Sungmin ucapkan. Ini adalah toys. Dan balon yang berserakan ini. Ini juga bukan balon biasa. Ini pengaman untuk pria. Hadiah macam apa ini. Dan kenapa Kibum tahu? Atau jangan-jangan.'
"Kyuhyun, tidak senang yaa, dengan hadiah ini?" Tanya Sungmin bingung.
TLEKK
Suara botol saling terbentur dan terguling terdengar nyaring, saat Sungmin ingin bangun dari duduknya. Lutut nya tidak sengaja menggulingkan dua botol tersebut.
Kyuhyun yang mendengar suara itu langsung saja menoleh dan dengan penasaran mengambil dua botol mirip obat tersebut.
"Itu obat, tapi aku tidak tahu obat apa. Apa Kyuhyun sedang sakit?" Tanya Sungmin sedikit cemas.
Kyuhyun tidak menjawab, ia tengah serius membaca tulisan dikedua botol tersebut.
'Dasar gila.'. Maki Kyuhyun didalam hati, ia tahu obat apa dikedua botol ditangan nya ini.
"Kyuhyun." Panggil Sungmin pelan.
SREET
Kyuhyun kaget dengan tindakan Sungmin, wajah istrinya kini sangat dekat dengannya. Tangan kiri nya yang halus kini ia rasakan di keningnya.
"Tidak panas." Gumam Sungmin yang sedang mengecek suhu tubuh Kyuhyun melalui kening suaminya.
DEG
DEG
DeG
Jantung Kyuhyun berdetak begitu cepat. Jaraknya dan Sungmin begitu dekat.
"Sayang, kita makan dulu ya. Kau belum makan kan." Ucap Kyuhyun lembut.
"Tapi balon nya belum ku tiup." Tolak Sungmin.
"Sayang. Lain kali saja memainkan ini. Kita makan yaa. Nanti kau sakit jika tidak makan." Dengan lembut Kyuhyun menarik tangan Sungmin menuju meja makan kecil yang tidak jauh dengan jarak tempat tidur mereka berada, ia juga tidak lupa mengambil balon yang ada ditangan kanan Sungmin, dengan kesal Kyuhyun melempar nya entah kemana.
Sungmin mau tak mau menuruti Kyuhyun, sejujur nya dia juga lapar, tapi karena benda-benda itu terlalu menarik perhatiannya ia rela menahan rasa lapar yang mendera perutnya.
.
.
Sedangkan ditempat Kibum berada, gadis dingin tersebut menggeleng tidak percaya mendengar percakapan antara Kyuhyun dan Sungmin. Dengan gemas ia menutup panggilan telponnya. Kibum melirik victoria yang juga shock.
"B-balon? B-balon apa yang dia maksud, Bum?" Tanya Victoria yang terus menepuk kecil pundak Kibum.
"Kau jangan pura-pura tidak tahu Vic! Kau sudah dewasa!" Jawab Kibum ketus.
"Omo... Itu itu... Pengaman! Apa Sungmin serius akan meniupnya. Gila, ini gila!" Teriak Victoria senang karena berhasil menebak pertanyaan nya sendiri.
"Vicy Bodoh." Komentar Kibum.
"Yaakk... Kibum mau kemana kau?"
"Menemui kekasih ku." Jawab Kibum singkat, dan kembali melanjutkan langkahnya.
.
.
.
Selesai mengisi perutnya dengan jamuan makan malamnya yang istimewa, Kyuhyun kini sibuk dengan membereskan hadiah dari Changmin yang berserakan diatas karpet bulu. Jika ia bisa Kyuhyun ingin sekali memaki Changmin sekarang juga, meneriaki pria tinggi itu sampai tuli.
"Pengaman sebanyak ini untuk apa. Aku tidak mungkin memakai semua ini." Gerutu Kyuhyun yang sedang memungut satu persatu pengaman berwarna-warni tersebut. Ada perasaan geli saat memungut semua benda tersebut.
Kyuhyun melirik Sungmin melalui ekor matanya. Istri mudanya itu kini sibuk dengan ice cream yang sedang ia santap dan jangan lupa ponsel yang berada disamping mangkuk ice cream nya yang terus menyala. Bahkan jari-jari lentik nya menari-nari di atas layar, menulis kata demi kata.
"walau sedang cuek sekalipun dia tetap menggemaskan." Ucap Kyuhyun dengan terkekeh pelan.
.
.
.
Wajah Sungmin merona hebat membaca pesan panjang dari Ryeowook. Ryeowook memintanya untuk menjadi istri yang baik dan berakhir dengan pembahasan tentang hal dewasa. Sungmin hanya mengerti soal ciuman itupun hanya sedikit.
||Sungmin, aku tidak tahu harus menuliskan apa lagi untukmu. Kau itu cuma membalas tidak tahu dan tidak mengerti. Aku pusing. Jadi lebih baik kau pasrah saja saat Kyuhyun Sunbae menciummu, menggigit mu dan membuka seluruh pakaianmu. Orang yang pertama kali melakukan hubungan intim, itu memang sakit, tapi nanti juga tidak. Jika kau tidak mengerti juga dengan tulisan ku ini lebih baik kau buka alat website yang aku berikan ini. Semoga sukses Minnie. Annyeong.||
Itu adalah pesan terakhir dari Ryeowook untuknya, sepertinya gadis tersebut tengah kesal padanya. Ryeowook bahkan mengirimkan poto sepasang manusia yang sedang berciuman dan alhasil Sungmin salah tingkah sendiri melihatnya.
"Key Eonnie juga bilang begitu. Tapi apa harus sampai digigit segala. Seperti Vampire atau Drakula." Monolog Sungmin mulai takut. "Tapi itu juga kewajiban ku sebagai seorang istri. Dan aku harus melupakan Donghae dan mulai menerima Kyuhyun walau itu sulit." Sambungnya lagi dengan suara lirih.
"Sungmin, apa kau sudah selesai makan ice cream nya. Kemari lah." Panggil Kyuhyun lembut.
Sungmin tidak menjawab panggilan Kyuhyun tapi gadis manis tersebut tersenyum canggung. Kaki mungilnya melangkah pelan menuju tempat tidur dimana sudah ada Kyuhyun yang duduk dipinggir kasur.
"Duduklah disini. Aku ingin berbicara dengan mu." Ucap Kyuhyun lembut. Ia menepuk kasur disampingnya.
Sungmin menurut dan duduk disamping Kyuhyun. Rasa canggung mulai menyelimuti mereka berdua. Dengan lembu Kyuhyun meraih kedua tangan Sungmin. Mengecup punggung kedua tangan tersebut bergantian. Lalu Kyuhyun membelai sayang kedua pipi Sungmin.
"Sekarang ini aku adalah suamimu. Sayang, bolehkah aku meminta hak ku sebagai suami. Aku janji akan lembut..." Bisiknya tepat di telinga Sungmin. Dan Sungmin hanya mengangguk mengiyakan. Hingga beberapa saat Sungmin dapat merasakan bahwa bibir lembut Kyuhyun itu menyentuh telinganya. Dan jangan lupakan, suara sexy milik Kyuhyun mampu menggetarkan hatinya.
Lalu langkah selanjutnya Kyuhyun membuka tali simpul jubah handuk yang Sungmin kenakan sedari tadi. Kyuhyun terkejut dengan pakaian yang Sungmin pakai, itu adalah lingerie dengan model Cute dan sangat cocok dikenakan oleh Sungmin yang manis.
Dengan lembut Kyuhyun mendorong bahu Sungmin agar berbaring ditempat tidur, dia juga tidak lupa memposisikan kepala Sungmin dengan nyaman diatas bantal.
Kyuhyun membungkuk dan mulai mencium bibir Sungmin dengan lembut, lalu ciumannya turun ke leher jenjang sang istri, mati-matian Sungmin menahan suara desahan yang akan keluar dari mulutnya. Sentuhan yang Kyuhyun buat ditubuhnya terasa panas dan nikmat bersamaan. Setelah itu tangan kanan Kyuhyun masuk ke dalam baju tipis yang dikenakan Sungmin. Lalu mengusap lembut perut dan pinggulnya. Sungmin menggeliat kecil karena geli.
"Kyuhh..."
Dengan gerakan lembut tangannya berpindah mengelus pipi Sungmin dengan perlahan hingga akhirnya berhenti di ujung dagu nya. Sungmin tidak bergerak hanya bisa tertegun menatap wajah Kyuhyun. Dengan sangat intim dia kembali mengecup dahi Sungmin turun ke kedua mata melewati hidung dan mengecup singkat bibirnya. Sungmin terperangah dengan cara Kyuhyun.
"Aku akan berubah, tidak akan bertindak seenaknya lagi. Aku akan mencoba merubah sikap buruk ku yang kau benci dari diriku ini. Aku janji Sungmin. Bukalah hatimu untukku." Ucap Kyuhyun tulus dan sungguh-sungguh.
Sungmin mengerjapkan matanya. Ia tersenyum lembut dan mengangguk kepala. Mata sayu nya benar-benar menggoda Kyuhyun.
"Benarkah? Kau memberi aku kesempatan untuk berubah dan memulai semuanya dari awal."
"Iya. Kyu, bolehkah aku meminta sesuatu?" Pinta Sungmin ragu dan takut jika Kyuhyun tidak menyetujui permintaannya.
"Katakan saja Sayang. Kau ingin apa?"
Sungmin menarik nafasnya. Ia mencoba mengumpulkan keberanian untuk mengatakannya. "Kyu... Kau tahu kan, aku masih muda. Dan... dan dokter bilang aku tidak boleh hamil dulu. Kata temanku biasanya setelah melakukan hubungan suami istri biasanya sang istri akan hamil. Rahimku belum kuat. Selama menunggu dan aku sudah siap. Aku ingin membuka hatiku, mencoba mencintaimu." Jawab Sungmin dengan wajah yang merona dikedua pipinya.
Kyuhyun tersenyum. Sebelum Sungmin mengatakan itu Kyuhyun sudah tahu lebih dulu dari ibunya dan ibu mertuanya. "Tidak masalah. Selama menunggu rahim mu kuat, kita isi waktu kita dengan kencan. Menjadi sepasang kekasih sekaligus sepasang suami istri." Sahut Kyuhyun dengan tawa merdu nya.
Sungmin pun mengangguk kepala setuju dengan ide Kyuhyun.
Mata Kyuhyun seolah memaksa Sungmin untuk menatapnya juga, dan dengan anggun bibir tebalnya kembali mengecup bibir Sungmin. Ah, bukan hanya mengecup tapi melumatnya dengan sangat lembut. Sungmin bahkan tidak tahu harus melakukan apa lagi. Lumatan yang Kyuhyun berikan membuat Sungmin gila. Sampai akhirnya lidah Kyuhyun menjilat permukaan bibir Sungmin. Sesekali Kyuhyun menggigit kecil bibir bawahnya.
Kelembutan yang Kyuhyun ciptakan membuat tubuh Sungmin bergetar, melemahkan semua syaraf ditubuh nya.
Mulut Sungmin sedikit terbuka saat bibir Kyuhyun menjauh dari Sungmin. Sungmin bisa merasakan kilat gairah dari mata Kyuhyun. Pria tampan tersebut kembali mengecup leher tepat di bawah telinga Sungmin. Suara desahan pun lolos dari bibir cherry milik Sungmin.
.
.
Entah bagaimana tadinya kedua tubuh itu sekarang benar-benar polos tanpa sehelai benang sedikitpun.
Bahkan cahaya kamar tersebut berubah menjadi remang-remang.
"Sayang. Tahan sebentar. Ini memang sakit. Tapi jika kau tidak kuat katakan saja." Ucap Kyuhyun lembut, pelipis pria tersebut sudah berkeringat.
"Aku kuat kok. Tapi pelan-pelan saja..." ucap Sungmin dengan mata yang terus mengalirkan air mata, rasa yang begitu sakit di area sensitifnya masih terasa jelas. Ia sekarang sudah tidak suci lagi, Kyuhyun sudah berhasil memilikinya seutuhnya.
Kyuhyun mengecup kening istrinya seakan memberikan kekuatan dan ketenangan. "jangan takut sayang, ada aku"
Bagai tersihir, Sungmin mengangguk saja saat Kyuhyun kembali mencoba menggerakkan tubuhnya tanpa menggunakan apapun. Bahkan Sungmin terus mendesahkan nama suaminya dengan lantang tanpa memperdulikan desahaannya akan terdengar bahkan menganggu dikamar sebelah.
"uh..uh.. Kyu-Hyun.."
Kyuhyun mengecup setiap inci leher istrinya tak membiarkan sedikit pun terlewat tanpa menurunkan intensitas gerakan pinggulnya.
"Kyuh aah~"
Kyuhyun merasakan cairan hangat istrinya menyelimuti kejantanannya. Kyuhyun menunggu beberapa saat seraya memberikan remasan pada payudara sang istri yang juga penuh dengan tanda merah hasil karyanya.
"Kyuhh.. nghh~"
Lampu hijau itu tak disia-siakan oleh Kyuhyun, dengan segera lelaki itu melanjutkan tugasnya yang tertunda. Dia menggerakkan pinggulnya tanpa ampun sampai pada tiga hentakan terakhir Kyuhyun langsung mengeluarkan kejantanan nya dan menyemburkan benihnya diatas perut rata sang istri yang diikuti dengan pelepasan Sungmin untuk yang ketiga kali.
Kyuhyun ambruk disamping tubuh Sungmin. Dan Sungmin gadis tersebut langsung terlelap dengan Kyuhyun yang memeluknya dari arah belakang. Sesungguhnya Kyuhyun sudah tidak tahan melihat Sungmin yang hanya menggunakan jubah handuk saja, namun tadi nafsunya benar-benar sudah dipuncak setiap kali dia melihat penampilan Sungmin yang tidak wajar. Maka jangan salahkan dirinya jika tubuh istrinya begitu berhasil menggoda imannya walau hanya dengan rambut yang basah sekalipun.
Dengan sisa tenaga Kyuhyun menarik selimut dan menutupi tubuh mereka berdua. Senyum bahagia terukur indah diwajah tampan nya, sebelum akhirnya mata tajam itu tertutup dan terlelap kedalam mimpi.
.
.
.
The End...
.
.
.
.
.
To Be Contiune
.
.
Annyeong...^^
Hai hai... Chapter 10 update^^. Waahh kayaknya cerita saya semakin lama semakin membosankan yaa? Maaf saya tidak bisa membuat adegan NC nya... XD Tapi semoga kalian suka, dan tunggu cerita selanjutnya ^^
Mianhae jika di Ff ini masih banyak kekurangannya. Saya masih mencoba dan terus mencoba mengembangkan tulisan Saya ini agar menjadi karya yang baik.
Terimakasih untuk para readers sekalian yang masih mau men review FF ini. Saran membangun serta keritik selalu Saya terima dan Saya berusaha untuk memperbaikinya, untuk kalian semua jangan sungkan, terutama Typo, silahkan koreksi bila perlu.
See U... :-)
