Setelah beberapa jam diatas pesawat, akhirnya mereka mendarat di bandara internasional Tatsumi Port Island. Gak lama setelah itu jemputan milik Mitsuru datang, tapi karna terjadi kerusakan mesin dan perbaikan jalan jadinya mereka baru akan melewati sekolah mereka saat jam menunjukkan pukul 11.58 malam.

"Kayaknya gak akan sempat.. Tapi kalian bisa lihat Tartarus." ucap Akihiko melihat jamnya menunjukkan pukul 12 tepat seketika mobil yang mereka naiki berhenti dan supir baik hati tadi berubah menjadi peti, sedangkan sekolah yang mereka lihat malah berubah menjadi bangunan super gede lengkap dengan aura2 aneh.

"Wow.." ucap Yosuke yang tidak bisa menyembunyikan kekagumannya pada bangunan yang ada didepannya itu.

"Hah?" Chie hanya melongo saat tiba2 terdengar suara jeritan seorang gadis yang dia rasa sangat kenal dengan suara itu lengkap dengan suara tembakan dan suara gadis tadi berubah menjadi suara teriakan penuh kemarahan dan terdengar suara saat menfusion persona dan berikutnya tersengar suara mesin yang rusak. "HENTIKAN!" teriak chie tiba2 dan langsung menutup telinganya erat berharap suara2 itu menghilang.

"Chie? Chie?" sayup2 Chie mendengar suara orang2 yang memanggilnya.

"He?" Chie yang tiba2 tersadar langsung melihat kanan kiri dan ternyata tartarus sudah usai dan mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka.

"Kamu gak apa2?" tanya Shinjiro melihat Chie yang pucat.

"Aku rasa.." ucap Chie asal.

"Kau yakin?" tanya Junpei meyakinkan.

"Adaapa, Chie? Ceritakanlah." ucap Kou melihat Chie merasa kalau Chie ingin menceritakan sesuatu.

"Tadi.. Aku mendengar suara gadis jeritan seorang gadis dan berikutnya terdengar suara tembakan.. Lalu suara gadis itu berubah menjadi suara penuh amarah.. Dan sepertinya gadis itu menfusion persona, saat berikutnya terdengar suara mesih yang berdecit kuat.. Lalu semuanya gelap.." ucap Chie menceritakan.

"Halah.. Paling karna lapar." ucap Yosuke mengalihkan pembicaraan.

"Enak aja." saat berikutnya dikepala Yosuke terdapat sebuah menara yang cukup tinggi.

Setelah perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka sampai di dorm. Setelah selesai mengangkut barang2 mereka berkumpul sebentar di ruang makan untuk diskusi singkat.

"Ha? Kok? Semuanya ada dimana?" tanya Chie yang melongo karna tiba2 lampu di dorm padam dan yang dia lihat sekarang hanyalah seorang anak kecil berbaju tahanan *disate*

"Selamat datang.. Aku sudah lama menunggumu dan dia." ucap bocah tadi mendekati Chie yang udah siaga 1 *lebay*

"Dia?" Chie yang bego hanya melongo *digoreng*

"Nanti kamu akan mengerti. Sekarang silahkan isis ini dulu." ucap bocah tadi menyerahkan sebuah file yang didalamnya hanya ada kontrak yang entah apa dan dengan senang hati Chie menanda tanganinya. "Baiklah.. Sampai jumpa lagi.. hihihihihi" bocah tadi langsung ngilang sedangkan Chie ngango.

"Wah wah.. sepertinya.. Satu orang lagi telah terpilih." ucap seseorang dengan hidung super tebal dan panjang diruangan serba biru yang sepertinya ruangan itu adalah gerbong kereta.

"He? Aku dimana? Siapa si hidung panjang itu? Jangan2 dia selalu menbohongi ibunya hingga hidungnya sepanjang itu? Lalu aku diculik karna dia ingin balas dendam pada ibunay? TIDAK!" Chie malah heboh sendiri dan tidak menyadari keberadaan beberapa manusia disana.

"Chie-chan, tenanglah." ucap suara yang dikenal dekat Chie.

"Kou-kun? Wa!" langsung meluk Kou saking takut akan balas dendam sihidung panjang.

"Tenanglah Chie-chan." Ngelus2 kepala Chie.

"Hee? Souji? Minato-san? Yukari-san? Minako-san? Akihiko-san? Kenapa kalian ada disini? Kou?" Chie malah ngeliat Kou polos membuat orang yang dilihat meleleh *lebay*

"Aku gak tau.." ucap Kou yang hanya tersenyum salting.

"Selamat datang di velvet room orang2 baru." salam sihidung panjang.

"Gyaa! Siapa sihidung panjang itu?" makin erat meluk Kou.

"Namanya Igor." ucap Souji menjawab.

"Chi.. Chie-chan.. Aku senang kamu meluk.. Tapi... kamu kekencangan meluknya..." ucap Kou bersusah payah mengatakan apa yang ingin dikatakannya dari tadi.

"Maaf." ucap Chie yang spontan langsung melepaskan pelukannya.

"Nah.. Namaku Igor.. Selamat datang dikediaman baruku." ucap Igor dengan bangga.

"Tempat yang dulu kemana Igor-sama?" tanya Yukari sopan.

"Udah rintuh." ucap Igor sedih.

"Cup2." ucap Margaret menghibur.

"Baiklah.. Sampai bertemu lagi.. Sampai nanti yaa.. Bye bye.." ucap Igor ngacir pergi dan semuanya kembali gelap.

"Hoi!" Junpei yang membangunkan Chie langsung mendapat modem mentah dari Chie karna wajah Junpei yang kelewat dekat.

"Tadi kamu pingsan.. Sedangkan Minato, Yukari, dan Kou bengong kayak zombi." jelas Mitsuru

"Baiklah.. Sebaiknya masalah kamar segera diselesaikan." ucap Aigis.

"Karna dormnya belum selesai dipugar, kita akan melakukan undian." ucap Mitsuru yang lalu mengambil kotak di meja makan.

Dan apakah yang akan terjadi? Apakah pembagiannya akan sesuai harapan? Atau malah kacau balau? Dan bagimanakah kehidupan mereka disekolah baru? Chapter berikutnya yaaa Maap kalo makin lama ceritanya makin jelek XDD

"Baiklah, silahkan buka kertas yang kalian dapatkan" ucap Mitsuru yang lebih tepatnya memeritah.

Serentak semuanya membuka kertas kecil yang meraka dapat setelah mengobok-obok kertas yang ada didalam kotak menggunakan sebelah tangan mereka.

"Bacakan satu2 saja, biar cepat." saran Junpei pengen cepetan kekamar karna letih ngakak selama diperjalanan karna ulahnya yang bertanding memasukkan pipet kehidung dan bertanding melawan Yosuke, siapa yang paling lama pipetnya dihidung yang menang. Awalnya mereka tenang2 aja, tapi karna belum ada yang kalah mereka mengubah syarat permainan, dimana satu sama lain harus membuat lawan tertawa. Akhirnya permainan bodoh itu dimenangkan oleh Junpei. Dan permainan2 bodoh lainnya.

"Ya, sudah. Yang cowok duluan." ucap Shinji yang juga lelah memarahi Junpei untuk diam selama perjalanan panjang tadi.

"Akihiko-san." ucap Souji membaca kertasnya.

"Shinji-san." ucap Kanji setengah malas2an.

"Ken-kun. Yey!" ucap Teddie yang kayaknya udah akrab dengan Ken karna selama perjalanan mereka duduk bersebelahan.

"Minato-san." ucap Kou mantabbb. XDD

"Yes! Junpei-san.. Kita sekamar lagi ya.. Ayo lanjutkan pertandingan yang tertunda tadi." ucap Yosuke semangat begitu pula dengan Junpei.

"Pertandingan?" tanya Souji yang memang gak mau tau dengan manusia2 aneh yang melakukan pertandingan aneh selama diatas pesawat tadi.

"Pertandingan sebut kata.." ucap Fuuka yang memang mengikuti jalannya pertandingan gila itu.

"Hah?" semua cuma ber-hah ria karna gak ngertos.

"Iya.. Mereka mengambil satu huruf yang sudah digulung kecil2, saat sudah tau huruf apa mereka harus menyebutkan semua benda yang berhubungan dengan huruf itu." jelas Fuuka sedangkan yang lainya hanya manggut2.

"Selanjutnya yang cewek." ucap Aigis sebodo amat karna dia sudah pasti tidak akan sekamar dengan orang lain selain Metis, lagipula namanya tidak ada dikertas manapun.

"Minako-san dan Yukari-san." ucap Chie begitu membuka kertasnya.

"Fuuka-san." ucap Rise manggut2 karna dengan begitu dia bisa banyak belajar tentang support saat battle.

"Mitsuru-san." ucap Yukiko menunjukkan kertasnya.

"Aigis-san dan Metis-san?" tanya Naoto memastikan.

"Iya.. Minako memang tidak menginginkan kamar sendiri dan memilih bergabung dengan Yukari, lalu.." baru saja Mitsuru akan lanjut menjelaskan ucapannya keburu dikebut seseorang.

"Mitsuru-san, dia mau tidur dimana? Andakan tau bagaimana kamar saya." ucap Aigis protes diikuti anggukan kepala dari Metis.

"Aku tau, aku sudah menyiapkan satu kasur normal dikamar kalian berdua." ucap Mitsuru agak kesal karna ucapannya dipotong dari kiri (?) "Lalu Minako, kamarmu juga sedang tahap pembuatan." ucap Mitsuru menatap Minako.

"Heee.." ucap Minako kurang setuju.

"Tenang saja, kamarmu itu aku hubungkan dengan kamar Yukari, jadi kalian tetap bisa saling ngobrol." ucap Mitsuru yang tau kalo Minako itu kayak anak kecil yang takut gelap dan sendirian.

"Yey.." ucap Minako loncat2 kegirangan.

"Baiklah.. Sekarang angkat barang2 masing2 kekamar yang telah ditentukan." perintah Mitsuru capek.

"Yaa.." jawab semuanya serempak.

Besoknya, diruang makan.

"Pagi.." sapa Metis yang baru turun dari kamarnya.

"Pagi." balas semuanya yang ada diruang makan, bahkan Koromarupun menyalak2 gembira.

"Apa sarapan pagi ini?" tanya Metis yang mengambil duduk disebelah Aigis.

"Roti gandum dan milkshake coklat hangat." ucap Yukari karna hari ini gilirannya yang menyiapkan sarapan pagi.

"Huh." ucap Metis mengeluh gaje.

"Apa kamu tidak suka?" tanya Yukari menatap Metis yang hanya mengaduk2 milkshake tanpa meminumnya bahkan roti gandumnya hanya ditusuk2 menggunakan pisau mentega sama halnya dengan apa yang dilakukan Aigis sedari tadi.

"Tidak sedikit pun." ucap Aigis menjawab dan hanya diikuti anggukan kepala dari Metis. Saat itu juga Minato bangkit dari duduknya mengambil sarapan milik Aigis dan Metis memberikannya pada Koromaru yang terlihat masih lapar karna kemarin mereka lupa memberi makan Koromaru, lalu pergi kegudang belakang dan kembali dengan 2 oli ditangan kananya dan 2 mangkuk baut yang sudah tidak digunakan lalu meletakkan didepan Aigis dan Metis.

"Kalau gak mau makan itu, berarti kalian lebih suka ini." ucap Minato kembali duduk untuk menikmati sarapan paginya.

"Kalian ini membuat suasana sarapan jadi kacau balau." ucap Junpei jujur. "Tuh, Minato udah baik hati memberikan kalian sarapan yang kalian inginkan, jadi cepat dihabiskan." ucap Junpei mengejek.

"Pagi.." ucap Kanji yang baru turun dari kamarnya dan masuk sibuk dengan dasinya.

"Terlambat sekali." komentar singkat dari Naoto menatap Kanji yang duduk disebelahnya.

"Dasi ini membuatku frustasi!" geram Kanji yang lalu memilih membiarkan dasinya tergantu bebas dari pada jarinya terikat lagi saat mengikat dasinya itu.

"Dasar bego." komentar Shinji pedas dan dengan senang hati Mitsuru memberikan sebuah eksekusi singkat.

"Sini aku pasangin." ucap Naoto yang lalu mengikat rapi dasi Kanji dan membuat semua ngango dan melotot ada 2 manusia gila yang udah cengengesan gaje, Chie tersedak, Akihiko nyemberun milkshakenya sedangkan Kanji udah blushing. "Nah.. Sudah rapi.. Lain kali pakailah semuanya dengan lengkap dan rapi." berang Naoto.

"Baju ini levelnya terlalu tinggi untukku." ucap Kanji seala kadarnya dan kembali memakan sarapannya.

"Yey! Baju seragam!" sorak Teddie yang baru pertama kali pakai baju seragam.

"Apa dia baru pertama kali pakai baju seragam?" tanya Fuuka melihat kearah Souji.

"Iya.." jawab Souji singkat.

"Di Yasho dia belum sempat punya seragam." ucap Rise jujur.

"Owh.." ucap Fuuka yang lalu manggut2 ngerti.

Setelah acara sarapan yang panjang itu akhirnya mereka keluar dari dorm untuk berpisah dan berjumpa lagi nanti sore.

"Baiklah, seperti biasa. Kunci dorm akan dipegang oleh Yukari. Nanti sore semua wajib dan harus berkumpul diruang rapat yang ada dilantai 4, disana kita akan bahas semuanya." ucap Akihiko memberi instruksi singkat.

"Dari sini, kalian ikuti saja petunjuk Yukari." sambung Shinjiro.

"Kenapa Yukari terus?" protes Aigis.

"Karna dia jauh lebih lama tinggal disini dibandingkan yang lainnya. Dan jika kunci dorm ada ditanganmu nantinya kunci itu hilang lagi seperti dulu." jawab Mitsuru kembali ingat saat mereka terpaksa menyewa hotel untuk tidur semalam karna Aigis menjatuhkan kunci dorm saat mengambil uang saku dikantongnya.

"Sudah2.. Waktunya berangkat atau kalian terlambat." ucap Akihiko menengahi sebelum ribut besar. "Hari ini aku ada latihan pertama turun kelapangan langsung bersama Koromaru" Akihiko lalu mengusap2 kepala Koromaru.

"Worf!" seru Koromaru senang.

"Baiklah.. Ayo kita berangkat sekarang!" seru Chie kelewat senang.

"Sekolah baru seragam baru!" seru Teddie mengulangi perkataannya saat di ruang makan tadi.

"Hei, kalau kau begitu terus bajumu bisa kotor sebelum sekolah selesai." komentar Yosuke yang memperhatikan Teddie yang terus2an menatap bajunya bahagia.

"Biarkan saja dia.. Baru pertama punya seragam itu ya pasti bahagikan." ucap Chie yang ingat akan baju seragam pertamanya saat TK, dia bahkan rela duduk manis dan tidak ikut bermain demi menjaga baju seragamnya agar tidak kotor.

"Cepatlah, atau nanti kalian akan terlambat dihari pertama." ucap Mitsuru sebelum masuk kedalam mobil milik Akihiko.

"Ayo kita berangkat." ucap Junpei yang juga semangat.

TBC