Fanfics from all Yu-Gi-Oh! Series

Original Author: Takahashi Kazuki

Special Appearance from Canvas-Ranger Re-Generation (CR Generation Next)

ATTENTION!

Tidak ada yang terluka dalam pembuatan fanfics ini kecuali nyamuk…

Laskar Pamungkas 5DX on Vacation

"Dufan's Challenge"

Part 10

*sfx: jreeeeng...

Ardi ngemainin gitarnya layaknya basisst di band metal bahkan ampe rambutnya diajrut-ajrut biar keliatan 'metal'-nya. Ryan langsung nekek Ardi yang lagi ajrut-ajrutan.

"Woy!"

"Anjrit! Napa seh? Lagi aksi gene lu setop!" seru Ardi rada keki.

"Mereka bisa tau kalo itu elo, dodol! Brewok lu mau copot!"

Ardi baru ngeh kalo jenggot palsunya udah ampir lepas setengahnya. Belagak ngambil koin, dia ngebenerin brewok-nya yang sempet mau minggat.

"Lho, kok brenti? Padahal lagi seru tuh!" kata Yami disertai sorakan Shinera en de genk. Merasa 'tertantang', Ardi pasang aksi lagi.

"Kemon cuy!" seru Ardi mengomando Ryan dan Higeru.

*sfx: jreeeeeeeng...

"Jika kami bersama, nyalakan tanda bahaya! Jika kami tersesat, mending ke kuburan...! Aku dia dan mereka, memang sinting memang gila! Gak perlu berpura-pura, emang beginilah adanya...!" Ardi dan Ryan berduet lagu yang lagi booming sekarang ini

"Dan kami disini..., akan terus bernyanyi!" Higeru mulai nyanyi lagi. Ngedadak suasana yang rame berubah jadi hening.

"...? Lho? Kok pada diem?" tanya Higeru.

"Yaaaaah, Higeru! Lu mah merusak acara aja deh! Udah bener tadi lagunya juga, malah jadi kacau gara-gara satu suara deh..." sesal Ryan. Ardi manggut-manggut.

"Ni pengamen banyak arisannya..." gumam Yami retoris, begitupula anak-anak Laskar Pamungkas 5DX. Sedangkan para cewek (kecuali Fransisca dan Shinera) udah tau kalo tiga pengamen gadungan itu pasti Twinshipping dan Higeru.

"Kak, kayaknya pengamen ini Higeru cs deh..." bisik Ryuzaki pada Riry yang masih asoy ngeliat keluar. Ngerasa dibisikin, Riry mulai ngeh.

"Ah, apa?"

"Kakak gak merhatiin? Tuh yang ngamen di depan tuh! Si Tora, Vidi, sama Temon gadungan!"

"Sayangnya enggak." jawab Riry polos. Jawaban super pendek itu bikin Ryuzaki ogah nanya lagi. Dia langsung natap ke depan, natap ke Ardi, Ryan dan Higeru.

"Buka request lagi gak?" tanya Ryuzaki. Mereka bertiga manggut-manggut.

"Iya!"

"Saya request lagu Keong Racun! Tapi versi yang di yutub yah! Yang versi Sinta Jojo!"

*sfx: JGGGEEEEEEEEEEEEEEEEERRRR!

Ardi, Ryan, dan Higeru mangap selebar-lebarnya. Lagi-lagi request aneh dari teman mereka sendiri. Ryan sempet interupsi.

"Tapi kan kami bertiga..." elak Ryan disertai anggukan Ardi sama Higeru bareng-bareng. Karena ngangguknya semangat banget, sebagian rambut mereka sampe ada yang rontok.

"Kan yang satunya lagi pegang piguranya..." bales Ryuzaki sambil nunjuk Higeru dan sterofom yang (kebetulan) berbentuk persegi panjang kayak layar monitor. Higeru jadi ilfil.

"Aih! Ya udah deh! Daripada gue nyanyi nanti suasananya kayak di kuburan deh..." kata Higeru pasrah. Sambil nyari posisi pewe, dia megang sterofom itu. Ardi dan Ryan mulai beraksi yang aneh-aneh padahal lagunya belum disetel sama yang punya perahu.

"Kemon kang!"

Suara lagu Keong Racun mulai membahana di perahu itu. Ardi dan Ryan mulai bergaya ala di situs yutub yang sempet bikin se-Indonesia geger. Yang nonton langsung pada gak bisa nahan tawa soalnya belum nyanyi aja udah keliatan gokilnya.

"Dasar kau Keong Racun! Baru kenal langsung ngajak tidur! Ngomong gak sopan santun! Kau anggap aku ayam kampung!" pas Ryan lipsync, dia nunjuk-nunjuk Ardi. Higeru yang ngeliat cuman cekikikan. Yang lain malah ketawa ngakak.

"Kau rayu diriku, kau goda diriku, kau colek diriku..."

Gak kerasa perjalanan laut nan gaje itu berakhir. Semua pasangan turun dari perahu dengan muka cengo. Higeru, Ryan, dan Ardi cuman bisa duduk di jembatan kayu deket perahu.

"Anjrit! Sebenernya yang dikerjain itu kita apa mereka yah?" pikir Higeru.

"Eh, kan kita niatnya cuman mau mantau mereka doang..., tapi ternyata tujuan kita malah terbalik..." bales Ardi.

"Malah kita 'menjual diri' lah..." bales Ryan. Secepat kilat Ardi nutup mulut Ryan.

"Ni anak ngomongnya ngasal mulu! Emangnya kita gigolo? Pake jual diri segala? Harga diri sebagai pria sejati bisa terkoyak!" seru Ardi miris. Higeru cuman tepuk tangan.

"Wuah, perkataan lu hebat bener, Di!"

"Tengkyu..." Ardi mulai cengengesan. Ryan hanya bisa heran ngeliat kelakukan Ardi.

"Eh? Besok kita balik ke kamp Canvas-Ranger kan sebelum balik ke daerah masing-masing? Itu artinya ini hari terakhir..." kata Higeru. Ryan dan Ardi ngangguk.

"Bener euy! Kemon kita pulang!"

Malam udah tiba..., di hotel, semuanya udah pada priper barang-barang mereka buat pulang. Setelah beres-beres, mereka semua akhirnya berkumpul bersama di restoran hotel.

"Gak kerasa yah..." kata Fransisca sambil natap Judai lekat-lekat. "Padahal aku masih mau bareng sama Judai-san..."

"Tenang saja kok, kami kan bakal mampir lagi kok." kata Yugi pede. Judai cs natapin Yugi dengan tampang serem.

"Aih!"

Ryuzaki hanya senyum ngeliat keceriaan Laskar Pamungkas 5DX itu. Ngedadak Ryuzaki ngeplok tangannya dan nunjuk pada semuanya.

"Dengar! Ini malam terakhir kita! Kita manfaatin buat seneng-seneng! Dan, ohohoho... Aditya bersaudara! Kalian manggung yah!"

Ryan sama Ardi langsung mengkeret pas Ryuzaki nunjuk mereka. Mereka udah gak bisa ngelak.

"Boleh request?" tanya Aoi.

"Boleh kok."

"Coba nyanyiin lagu Anang-Syahrini itu dong! Hohohohoho!" seru Noir. Semuanya mulai tertawa laknat. Ryan sama Ardi langsung blushing.

"Waduh..."

Ryan sama Ardi karaoke-an lagu Anang-Syahrini sambil peluk-pelukan. Meski malu, mereka tetap saja beradegan begitu. Semuanya nyorakin Twinshipping ini, bahkan sampe poto-potoan segala. Pas keadaan gini, Yami langsung ngegandeng Shinera keluar ruangan.

"Eh, mau ngapain lagi!" tanya Shinera waspada.

"Ssssssh! Udah ah! Lo ikut gue aja!" bales Yami rada jutek. Pas udah deket pantai, Shinera sama Yami duduk di pasir.

"Tumben amat ngajak kesini?"

"Yah, kan langitnya lagi indah tuh! Lihat coba!"

Yami nunjuk ke arah langit yang bertaburan bintang. Shinera tersenyum senang meski pada akhirnya dia mimisan lagi.

"Ceilah, mimisan lagi lo..." kata Yami retoris. "Nih tisu..."

Shinera nerima tisu dari Yami tanpa ngomong apa-apa. Setelah sempet ngelap, Shinera natap Yami.

"Makasih..."

"Sama-sama..." Yami cuman senyum lalu mencium pipi Shinera. Shinera hanya blushing sekaligus heran.

"Lho? Ngedadak gini?"

"Hehehe..., emangnya gak boleh yah? Kalo gitu, gak usah ah..."

"Ah! Bukan gitu!" Shinera langsung megang tangan Yami yang udah mau pergi lagi. "aku hanya kaget saja kok..."

"Bukannya lo emang mau dicium sama gue?" tanya Yami.

"Engh, itu..."

"Ya udah..." Yami langsung nempatin kepalanya di atas paha Shinera dan rebahan mandangin langit. Meski agak malu, Shinera ngebiarin Yami tidur di pahanya.

"Hey, besok kami akan pulang."

"Hah? Cepet amat!" seru Shinera kaget. Raut wajah Shinera langsung berubah jadi sedih, bahkan dikit lagi dia mau nangis. Yami jadi tersentuh.

"Ehm, abisnya mau gimana lagi? Kami gak bisa lama-lama di Indonesia. Belum lagi arek-arek CR dan juga kalian yang pasti sibuk..."

"Ngggh..." Shinera ngegeleng pelan. Yami ngerti banget perasaan Shinera yang emang lagi gak nerima keadaan itu. Dia ngasih isyarat pada Shinera buat ngedeket. Shinera cuman nunduk sambil mandangin Yami.

"Apa?"

"Deketin dong mukanya..."

"Lho, mau ngapain?"

"Mau bisikin sesuatu..."

"Sesuatu apa?" pas Shinera makin ngedeket, Yami langsung lip kiss pada Shinera. Shinera lagi-lagi blushing, bahkan mimisan lagi.

"Eh, sori sori! Kelepasan!" Shinera buru-buru ngusep darah dari hidungnya itu. Yami hanya ngusep setetes darah yang sempet netes di mukanya.

"Gak apa." kata Yami. "Kita balik lagi yuk ke restoran. Takutnya arek-arek pada nyari tuh..."

Shinera ngangguk kecil. Sambil bergandengan tangan, mereka kembali ke restoran.

Part 10 - the end -