Vocaloid (c) Crypton Future Media, Internet, Yamaha, et cetera. No commercial profit taken.

warning cliché, cell phone format. Kesamaan ide harap dimaklumi.

summer shade

by sabun cair

"Sudah merasa lebih baik?"

Hari kedua di bulan Juni, Akira datang dengan sebuket bunga matahari. Dia meletakkan mereka ke dalam vas di meja, kemudian duduk setelah melepas topi. Rambut Akira kini cepak dan warnanya jauh lebih merah, efek dimakan terik mentari.

"Tidak." Gumiya memejamkan mata saat embusan angin masuk dari jendela. Dan sebelum Akira bertanya kenapa, dia sudah lebih dahulu menambahkan, "Hari ini tepat tiga tahun Aria meninggal."

Hening lama.

Topik tentang Aria begitu sensitif bagi keduanya, karena itu Akira ragu-ragu untuk bicara. Mereka belum sembuh dari luka lama.

"Harusnya kau berziarah ke makamnya. Bukan ada di sini."

"Aku akan menunggumu pulih, jadi kita bisa pergi sama-sama."

"Lupakan saja."

Akira bungkam. Bukannya tak menyangka, justru dia yang paling menduga akan dapat jawaban seperti barusan. Karena dalam 3 tahun terakhir, percakapan ini sudah terulang entah berapa kali.

"Aku bermimpi melihat Aria semalam." Akira menatap jendela. Nyaris menerawang dan, oh, di matanya ada kerlip bintang. "Dia masih seperti dulu, kautahu? Rambutnya panjang dan senyumnya lepas. Dia kelihatan hidup dan—"

"Kau merindukan Aria."

Vonis dari Gumiya membuat Akira tersenyum.

"Aku merindukan kita."