Vhy + GE Presents :

.

Summary :

"..Bersikaplah hemat Kibum-ssi. Perusahan sedang tidak baik. Jadi..." / "Jangan bicara mesum seperti itu!" Yesung melolot, dan mempoutkan bibirnya. / That was my hot morning kiss ever. / Benarkah?

.

.

OUR houseHOLD

Cast : Kim Jong Woon, Kim Ki Bum, and another cast -SUJU's member-

.

Disclaimer : ALL OF THE PLOT IS MINE (VHY)!

.

RATED : – TA – ( Tidak Aman )

.

GENRE : DRAMA/ROMANCE

.

CHAPTER : ?

.

Warning : SC –Straight Character–, Typos –pasti..ada aja –, POOR EYD, alur EXPRESS, general LIFE –not as SUPERJUNIOR member-

Warning +++ : diSARANkan untuk membaca cerita ini dengan POSISI PALING NYAMAN & SANTAI...

.

DON'T FORGET to SEND me A RIVIEW, ne~~?

.

.

.

! HAPPY READING !


"Seongaphamnida, appa." Kibum berucap sambil membungkukkan badannya 90 derajad untuk berterimakasih pada Hankyung appa.

"Sudah seharusnya. Sekarang pulang dan ajak istrimu jalan-jalan."

V

V

Cleek..

Kibum membuka pintu kamarnya. Berharap ia bisa menemukan Yesung yang sedang tidur di bed atau sedang berdiri di balkon kamar.

Tapi nihil.

Tak ada yang ia temukan di kamar.

Kamarnya sangat rapih. Sprei telah diganti dengan warna ungu, begitu juga dengan bantal dan gulingnya. Bahkan karpet yang berada di dekat bed pun diganti dengan warna yang senada dengan warna sprei baru. Sepertinya Yesung benar-benar tak nyaman dengan bau seks.

"Auuuu..."

Terdengar suara memekik di balik pintu kamar mandi.

Kibum langsung mendekat dan mengetuk pintu tiga kali tanpa bersuara.

Tak ada jawaban.

Apa yang dilakukan Yesung di kamar mandi? Pikiran Kibum tak kalut, ia hanya sedikit khawatir.

"Yesung-ah~" akhirnya Kibum sedikit berteriak, setelah mengetuk pintu itu tiga kali lagi.

Cleeek,

"Apa yang kau lakukan?" Kibum lansung bertanya ketika mendapati Yesung sedang mengenakan sweater hitam lengan panjang dan celana training warna ungu. Wajahnya menyimpan kesakitan, dan rambutnya tengah diroll.

"Kau pulang cepat sekali?" Yesung bertanya, karena ia merasa Kibum terlalu lama memperhatikannya.

"Masalah perusahaan telah selesai. Setelah makan siang, kita akan berberes beberapa barang untuk dibawa ke Jeju, ne~?" Kibum berkata lembut sambil mengusap pipi Yesung yang memerah.

Yesung mengangguk, dan menundukkan kepalanya. Ia tak menyangka Kibum bisa memperlakukannya seperti ini.

"Nah, sekarang lepaskan roll rambutmu itu. Bukankah itu sakit?"Kibum mencoba melepaskan roll rambut di sebelah kanan Yesung dengan hati-hati. Sepertinya dia tau apa yang membuat Yesung memekik tadi.

"Lagipula kenapa kau melakukannya?" Kibum melanjutkan kalimatnya dengan menatap Yesung yang masih menunduk dan memegang ujung sweaternya. Ini memang akhir musim gugur, cuaca sangat dingin dan berangin.

"Aku...aku hanya ingin terlihat lebih cantik." Yesung menjawab malu-malu, yang mendapat hadiah kekehan dari Kibum.

Yesung langsung mempoutkan bibirnya dan mendengus. Kibum kira Yesung melakukan ini untuk siapa?

"Dengar, neo ippeoitda, tanpa menempelkan roll panas ini ke rambutmu. Aku suka dengan rambut lurus berwarna hitam yang kau miliki. Geureomnyeo, cukup sisir rambutmu dan beri pita di sini, atau bandana, atau kau mau menguncirnya. Tak perlu mengubah gaya rambut, Yesung-ah..Kau...benar-benar sudah cantik, arra?." Jelas Kibum panjang lebar sambil membelai surai Yesung yang telah ia bebaskan dari roll rambut yang mengeluarkan uap panas itu.

"Eemm" Yesung mengangguk agak susah karena ia telah menunduk dalam. Sudah bisa dipastikan jika pipinya tengah semerah buah semangka sekarang.

"Nah, sekarang, Ayo kita makan siang, ne~? Bersiap-siaplah. Aku akan menunggu di ruang TV." Ujar Kibum dengan berbaik dan menutup kembali pintu kamar.

Usai tertutupnya pintu kamar, Yesung langsung mendongak dan tersenyum lebar, dan dengan sangat gembira, ia berlonjak-lonjak sambil mengepalkan kedua tangganya untuk meredam teriakan girangnya.

Huaa...Nyonya Kim sedang senang, eoh? Kencan?

Dengan tergesa-gesa, Yesung meyiapkan dirinya. Dia mandi, berganti baju, dan sekarang ia sedang duduk berdandan di depan meja rias.

Ia mengambil bedak yang satu tingkat lebih gelap dari kulitnya, lalu membubuhkannya ke wajah. Efeknya, wajahnya terihat lebih bersinar, karena rona wajahnya yang alami.

Ia menaruh blash-on pink tipis di daerah hidung, pipi atas, dan dahinya. Ia hanya menaruh eyeshadow berwarna soft pink tipis yang serasi dengan gaun selutut yang dikenakannya.

Rambutnya ia sisir rapih dengan beberapa bagian di taruh di depan, dengan poni yang menutupi dahinya. Ia juga mengenakan pita kecil di sela rambutnya.

Dengan tersenyum dan sedikit gugup ia membuka pintu kamar.

Dia langsung menundukkan wajahnya ketika Kibum menoleh dan melihatnya baik-baik.

"Apa...ada yang salah dengan aku?" Dia melihat ujung kakinya hingga rambutnya yang tergerai itu, tapi tak menemukan sesuatu yang ganjal, ia berniat berbalik untuk melihat dirinya di cermin...

"Jakkan...Kau hanya terlalu cantik." Diakhir kalimatnya, Kibum tersenyum dan menekuk lengan kirinya dan menaruhnya di pinggang.

Yesung tersenyum, dan menyangkutkan jemarinya untuk menggandeng siku Kibum.

"Kajja."

-::::::::::::::::::::::::::::-

8^_^8

-::::::::::::::::::::::::::::-

"Nah, makan malam sudah siap. Bamokjja." Kibum menaruh semangkuk penuh nasi di depan Yesung.

Di atas meja tersedia, daging bakar, kari ayam, ikan goreng, tuna segar, kimchi, daun selada dan daun mint yang tertata rapi di keranjang, serta kentang goreng dan timun yang dipotong rapi.

"Kenapa banyak sekali makanan?"

"Tentu saja untuk kau makan." Kibum menjawab acuh sambil menaruh sepotong daging bakar di atas mangkuk Yesung.

"Bagaimana aku bisa memakan semua ini?" Yesung bertanya, dan tak berniat sedikitpun menyentuh makanannya. Sejujurnya dia sedikit kesal sekarang, nada bicaranya terdengar sangat tidak bersahabat.

"Cicipi saja yang kau suka. Tak perlu menghabiskan semuanya." Kibum menjawab datar, tanpa melihat Yesung.

Merasa tidak dihargai, Yesung langsung berdiri dari duduknya. Lalu mencondongkan sedikit tubuhnya ke depan.

"Kuharap kau tak melakukannya lagi. Kukira sudah cukup siang tadi kita menghabiskan banyak uang untuk makan di restaurant mewah, dan sekarang kau menghabiskan uang berlebihan dengan memasak makanan sebanyak ini untuk kita berdua. Aku tak suka semua itu. Bersikaplah hemat Kibum-ssi. Perusahan sedang tidak baik. Jadi..."

"Duduk! Dan makan!" Kibum menekankan dua perintah itu, setelah meminum air putih di meja.

Yesung tak mengindahkan perintah Kibum dan beranjak dari ruang makan. Dengan keras ia menutup pintu kamar dengan dirinya di dalam.

Ia marah.

Ia kesal.

Ia tak bisa mengerti. Kenapa Kibum bersikap santai seperti itu? Kenapa Kibum menghabiskan uang sebanyak itu? Yesung mengira tadi siang, dia hanya akan diajak makan ke sebuah restaurant biasa, tapi Kibum mengajaknya ke restaurant mewah dan memesan satu set makan siang spesial.

Dan sekarang?

Sekarang di meja makan malamnya tertata banyak sekali makanan yang entah Kibum memasaknya sejak kapan dan menyiapkan sebanyak itu. Untuk apa? Menghabiskan uang, bukan?

Bukankah di saat seperti ini mereka harus berhemat? Bahkan jika bisa Ia dan Kibum harus memikirkan cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah perusahaan.

Ada apa ini? Kenapa Kibum seperti itu? Yesung bukanlah seorang yang hanya tau dimajakan dan tak mengerti situasi.

V

Tok tok tok

"KKA! Jangan menggangguku sebelum kau sadar dengan apa yang kau lakukan!" Yesung berteriak keras dari dalam kamar, setelah mendengar ketukan pintu dari luar.

Kibum menghela nafas. Ia tak berniat untuk membalas perkataan Yesung yang penuh dengan emosi.

Ddrrttt..dddrrrttttt..

Handphone Kibum bergetar. Ia segera melihat layar Handphone yang sedang berkedip memunculkan wajah dan nama Heechul eomma.

"Ne. Eomma."

"YA! Apa yang kau lakukan, eoh~? Kau menandaskan perusahaan appamu? Apa yang sebenarnya kau lakukan?!"

"Eomma, dengarkan aku dulu."

"Wajahmu terpampang dimana-mana. Berita-berita itu membuat eomma pusing. Appamu juga mematikan ponselnya dan tak pulang! Sebenarnya apa yang telah kalian berdua lakukan, eoh~? APAAA?!"

"Eomma, aku sedang menenangkan Yesung, jadi..."

"Jadi Yesung sudah mengetahuinya? Jadi dia tau kau kita bangkrut? Apa yang akan kau lakukan anak bodoh? Mau kau apakan perusahaan appamu itu, HAAA?!"

"Eomma..."

"Eomma tak mau tau! Eomma akan ke rumahmu sekarang juga! Eomma tau pasti kalau Yesung sangat terpukul karena ini. Aduuh... kepalaku, kepalaku..."

"Eomma, sebenarnya.."

Tuuut tuuuut tttuuuuuuuut

Telepon terputus dan Kibum hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dengan gerakan cepat ia mengambil jaket dan melangkah keluar apartement. Ia berniat mencegah Heechul eomma masuk ke apartementnya sebelum mendengarkan penjelasannya.

V

V

V

"Ahh..geurae, geurae. jadi begitu. Syukurlah...Syukurlah.." Heechul eomma langsung menghela nafas lega, sambil mengelus dadanya.

"Yesung sedang ada di kamar." Hanya kata itu yang bisa Kibum katakan dalam situasi yang sedang terjadi antara dirinya dan Yesung, setelah menjelaskan apa yang terjadi pada perusahaannya.

"Baiklah, eomma mengerti. Kalau begitu biar eomma saja yang menemaninya malam ini di kamar dan menyiapkan semua kebutuhan kalian untuk ke Jeju besok. Bagaimana pun juga, kau akan berangkat besok jam sembilan pagi, keujji?"

Kibum hanya mengangguk dan membiarkan Heechul eomma berjalan lebih dulu menuju apartementnya. Sedang Kibum masih duduk di sebuah cafe yang dekat dengan gedung apartementnya.

-::::::::::::::::::::::::::::-

8^_^8

-::::::::::::::::::::::::::::-

Kibum dan Yesung sedang berada di bench VIP dalam pesawat yang baru saja take-off menuju pulau Jeju. Semua yang ada dalam pesawat ini adalah pasangan yang berniat menghabiskan liburannya di pulau Jeju. Ya. Ini adalah sebuah pesawat khusus yang dipesan dengan hanya menyiapkan 20 tiket pasangan.

Meski bersebelahan, Yesung terus saja membuang pandangannya keluar jendela. Ia tak menatap wajah Kibum sedikitpun sejak kejadian malam itu.

V

V

"Mandilah duluan, aku akan pesankan makanan."

Mereka berdua sampai di sebuah hotel bintang lima dan mendapatkan kamar yang langsung berhadapan dengan taman lentera yang sangat indah.

Tanpa membalas perkataan Kibum, Yesung langsung melesakkan dirinya masuk ke kamar mandi.

Yesung membongkar isi kopernya. Memang kopernya dan Kibum terpisah. Tentu karena peralatan Yesung sangat banyak.

"Kenapa semua pakaian yang kubawa seperti ini?" Yesung terus mengeluarkan semua isi kopernya yang berisi baju-baju yang mini. Bukankah ini akhir musim gugur? Tapi kenapa hanya ada dua baju yang 'pantas' dikenakan di luar ruangan, dan sisanya hanya berupa gaun tidur yang minim dan tipis? Bahkan beberapa diantaranya tembus pandang.

"Eomma?" Yesung bergumam, setelah mengingat jika semalam Heechul eomma membereskan bajunya. Apalagi ada sebuah note yang baru ia temukan dalam kopernya.

Yesung-ah,

Eomma sudah siapkan baju yang cocok untukmu. ^-~

Eomma juga ingin memberitahumu, jika seluruh biaya yang kau habiskan disini sudah dibayar di muka sejak permikahanmu setahun yang lalu. Jadi, bersenang-senanglah karena ini adalah bulan madu kalian.

Oh, iya...

Kuharap kau memaafkan Kibum. Dia pasti punya tujuan yang baik. Eomma yakin itu. ^_^

Yesung-ah, saranghae :*

P.S : eomma tak memaksa, tapi...kalian bisa, 'kan membuat baby cepat lahir? Ehehehhehe ^_^v

-::::::::::::::::::::::::::::-

8^_^8

-::::::::::::::::::::::::::::-

Yesung sedang berdiri di balkon dengan mengenakan jaket tebal yang ia temukan di koper. Ia membuang pandangannya ke atas, dan melihat bintang yang berkelip. Pikirannya kembali pada note yang ditinggalkan Heechul eomma untuknya.

Dia pasti punya tujuan yang baik. Eomma yakin itu.

Tapi, dilihat dari manapun, ia belum bisa mengerti apa yang dimaksud Kibum dengan melakukan semua ini. Berfoya-foya diambang kehancuran perusahaan.

Duuk,

Seorang membuka pintu kaca balkon dan berdiri di sampingnya. Kedua tangannya ia tumpukan ke pagar besi sebagai pembatas balkon kamar.

"Sangat dingin di sini. Sebaiknya kau masuk." Kalimat itu tak berhasil membuat Yesung menoleh.

"Jika kau berpikir, kita jatuh miskin, kau salah besar." Yesung langsung menoleh dan menatap Kibum dengan tidak suka. Ini bukan tentang miskin! Ini tentang keterbukaan dalam rumah tangga!

"Semua sudah beres. Appa dan eomma menyiapkan liburan kita sebelum kita menikah, dulu. Jadi..." Dengan sangat perlahan dan hati-hati, Kibum mengenggam tangan kiri Yesung dan berdiri di belakangnya.

"Jangan pikirkan apapun. Semuanya sudah selesai." Kibum mengatakannya dengan menaruh dagunya di bahu kiri Yesung. Tangan kanan Kibum memeluk pinggang Yesung, berniat menghangatkannya.

Chuu~~

Leher Yesung dikecup, sangat dalam dan lembut.

Fuuu...

Kibum meniupkan udara secara perlahan ke telinga kiri Yesung. Membuat Yesung menggeliat dan bergidik. Yesung juga merasakan jika pelukan Kibum di pinggang dan jemarinya menguat.

"Euunnghh.." Lenguhan Yesung lepas, ketika Kibum menggigit kecil lehernya. Membuat Kibum makin gencar untuk mencium dan menjilat leher yang mengeluarkan aroma yang sangat membangkitkan gairahnya.

"Eummphh.." Tangan Kibum menyusup kedalam jaket dan meremas perut Yesung gemas, Tangan kirinya yang meremas jemari Yesung, ia pindahkan untuk melepas jaket Yesung.

"Ahhh..." yeusng tak bisa menahan dirinya lagi, dengan cekatan, dia menarik tangan Kibum yang telah membebaskan jaketnya untuk membantunya membalikkan badan berhadapan dengan Kibum.

Chuu~~

Kibum mengecup singkat bibir Yesung. Sekarang tinggal kain transparan, serta celana dalam dan bra merah yang dikenakan Yesung. Kibum memeperhatikannnya baik-baik.

Bluusshh,,

Yesung merona ketika tatapan Kibum jatuh di belahan dadanya.

Chuu~~

Dengan menunduk, Kibum mencium belahan dada itu dan memberi gigitan-gigitan kecil.

"Euunghh.."

Yesung langsung meremas rambut Kibum dan mendongakkan kepalanya. Memberi Kibum akses yang baik untuk lebih bisa mengeksplor belahan dadanya.

Tatapan mereka bertemu lagi, ketika Kibum mendongak dengan bibirnya yang masih menempel pda belahan dada Yesung, dan melihat mata sayu Yesung. Kedua tangan Kibum beralih ke pinggang Yesung dan menaikkan Yesung ke pagar balkon yang hanya setinggi satu seperempat meter.

Satu tangan Kibum menyibak paha Yesung, dan tangan lainnya memegangi Yesung agar tak jatuh.

Dengan gerakan cepat, Kibum masuk ke sela itu dan langsung menerjang Yesung di bibirnya. Membuat separuh badan Yesung melayang setinggi 20 lantai dengan hanya bertumpu pada tangan Kibum yang sedang memegangi pinggangnya.

Angin berhembus sangat kencang. Yesung bergidik. Sebenarnya ia sangat takut berada di posisi sekarang ini, tapi karena Kibum sedang mencumbunya, entah kemana rasa itu menghilang.

"Euummpphh..." Yesung mencengkeram pembatas balkon sambil menahan desahannya, ketika Kibum terus menggerayanginya sambil mencumbui dada, leher, dan seluruh wajahnya.

Happ,

Dengan sekali gerakan, Kibum mengangkat Yesung dengan gaya koala dan membalikkan keadaan. Kini, Kibum bersandar di pagar pembatas, dengan kedua kaki Yesung yang menjuntai keluar dari pagar. Bahkan Sandal yang digunakan Yesung langsung lepas dan jatuh ke tanah yang jaraknya sekitar 120 meter dari tempatnya berada.

Srrraakk,

Kibum merobek kasar baju tidur transparan milik Yesung dan langsung membuangnya sembarangan.

"Dingin?" Kibum bertanya sambil mengelus punggung Yesung dan tengkuknya.

Yesung mengangguk, yang membuat Kibum berjalan masuk. Kibum segera menaruh Yesung di kasur, dengan dia tepat di atasnya bersangga kedua tangan.

"Apa aku harus menutup mata?" Kibum mencoba bercanda, sambil megelus pelipis Yesung yang telah berkeringat.

Yesung menggeleng, dan membiarkan Kibum menyibak pahanya.

"Geurae." Dengan mengucapkan itu, Kibum langsung menaruh kedua kakinya di antara paha Yesung dan meraup bibir Yesung kasar.

Seletah merasa rileks, Yesung baru mengalungkan lengannya mengitari leher Yesung dan membalas ciuman itu sebisanya.

Teeg,

Kaitan bra Yesung terlepas, dan berikutnya dia hanya topless di depan Kibum untuk kedua kalinya.

Kibum yang ingin meraup nipple Yesung tertahan oleh tepukan halus Yesung pada pundaknya. Dengan tatapan lembut, Kibum berusaha mengerti apa yang dimaksud Yesung, meski ia belum mendapatkan hasilnya.

"Kau curang. Kau bahkan masih mengenakan kemeja dan jeans lengkap dengan sabuknya." Di akhir katanya Yesung mempoutkan bibir dan melihat keseluruhan badan Kibum yang masih rapi dengan baju yang tadi ia pakai saat berangkat ke Jeju.

"Bisa bantu lepaskan?" Kibum mengikuti padangan Yesung yang melihat kancing baju Kibum yang masih rapi.

Yesung mengangguk, dan menyeret tangannya yang berada di leher Kibum untuk meraih kancing pertama di kemeja Kibum.

Kibum langsung menutup matanya rapat untuk menahan desisannya, saat Yesung menyentuh dadanya. Tuhan...bahkan sentuhan sesederhana itu bisa membuat Kibum 'bangkit'.

Teeg,,, teegg,,, teegg,,

Sekancing, dua kancing, tiga kancing.

Yesung perlahan dan sabar membukakan satu persatu kancing kemeja Kibum. Dan itu telah berhasil membuat kejantanan Kibum berdiri tegak karena terus menerus menahan desahan dan desisisannya.

"Kau lama sekali." Ujar Kibum membelai poni Yesung dan mengarahkannya ke samping, setelah Yesung menyelesaikan melepas kancing, tanpa menanggalkan kemeja itu.

"A—aku...aku hanya gugup." Yesung mengaku, dan menundukkan kepalanya, membuat Kibum menunjukkan killer smilenya dan kembali mengusap surai Yesung sayang.

"Bukankah kita sudah pernah melakukannya?" Kibum menatap lekat Yesung, dan melepaskan sendiri kemeja yang bergantung di lengannya.

Yesung langsung mendongak dan memukul bahu kiri Kibum keras.

"Jangan bicara mesum seperti itu!" Yesung melolot, dan mempoutkan bibirnya.

Kibum terkekeh, dan mengalihkan tangan kanannya ke tengkuk Yesung, sedang tangan kirinya ke piggang Yesung. Kibum membawa Yesung untuk berputar dan sekarang keduanya berhadapan dengan tubuh menyamping.

"Nah, kau pasti lelah karena perjalanan." Kibum menaruh satu tangan Yesung ke dada bidangnya, dan satunya ia lingkarkan ke pinggangnya.

"Kita tidur saja, ne~?" ucap Kibum mengecup kening Yesung, dan merapatkan tubuh mereka hingga benar-benar menempel, lalu menutup mata.

Tanpa mengangguk, Yesung ikut menutup mata. Meski dalam pikirannya terdapat sebuah pertanyaan. Apa bau vanilla yang ia rasakan menguar dari Kibum adalah aroma sabun, atau aroma tubuh aslinya?

V

V

V

"Eummpphh..." Tidur Yesung terusik. Seuatu telah membuatnya menekan pinggang Kibum dan membuatnya menggeliat tak nyaman.

"Eungghhh..." Yesung menggeleng-gelangkan kepalanya karena merasan sesuatu membuat nafasnya tersumbat.

Reflek, Yesung mengangkat tangannya untuk menyentuh sesuatu itu.

Chuu~~

"Annyeong.." Kibum mengecup tangan yesung yang terangkat, dan mengubah posisi Yesung menjadi terlentang dengan dirinya di atasnya.

Dengan mengerjabkan matanya beberapa kali, dan menguceknya dengan tangan yang bebas, Yesung membuka matanya.

"Oo.." Mata Yesung terbuka lebar ketika menemukan Kibum sedang tersenyum sambil memandangnya.

Membuat Kibum langsung menurunkan wajahnya dan mengecup leher Yesung.

Kibum terus membuat Yesung menggeliat saat kecupan dan ciumannya terus bergerak ke bahu bahkan dada Yesung yang terbuka.

"Bummm-iiee~. Tahaan... se—dihh..kithhh" lenguhan Yesung membuat Kibum mensejajarkan wajahnya ke wajah Yesung. Ia tersenyum.

Dan dengan senyum itu Kibum bermaksud mencium bibir Yesung, ketika tangan Yesung sudah menahan bahunya.

"Itu akan menjiikkan. Na itdaga ajik-isseoyo (trans : aku belum sikat gigi)."

"Gwaencahana." Kibum menarik tangan Yesung dan berusaha menurukan bibirnya.

"Teoreouk~~.." Yesung menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia benar-benar tak ingin Kibum merasakan hal yang nyaman di mulutnya.

"aisshh..Teoreouk~~~~.." Kibum masih gencar mencari bibir Yesung yang terus dihindarkan dari bibirnya. Bahkan kedua tangan Yesung telah berada di atas kepalanya untuk mengurangi gerakan menghindarnya.

"Teoreoukkan-ika. (trans : Itu jorok kubilang)" Yesung yang capek menghindar segera melotot berusaha memperingatkan Kibum.

Yang malah membuat Kibum tersenyum dan mencoba menciumnya lagi..

"Arraseo, arrasseo..Jakkan." Yesung menahan bahu Kibum dengan Kedua tangannya yang baru saja bebas, dan ia segera membersihkan giginya dengan lidah lalu sedikit membasahi bibirnya. Ia tau menahan Kibum takkan pernah membuatnya berhenti.

"Euummpphhh..." Kibum langsung, meraup bibir yang seakan terus menggodanya itu, dan terus memperdalam ciumannya.

Merasa digelitik oleh lidah kibum, Yesung sedikit membuka mulutnya, dan lidah Kibum langsung mengisi kekosongan itu. Lidah Kibum terus saja bergerak mengeksplorasi rongga mulut Yesung dengan lembut. Mengabsen deretan gigi yang rata, dan mengajak lidah Yesung menari bersamanya.

"Euunngghh..huuukk..hhuukk." Lenguhan Yesung terputus karena batuknya.

Kibum langsung memutus ciuman itu dan memperhatikan wajah Yesung yang berkeringat, dan menahan batuknya.

"Hhuukk..huuukk...maaf aku tersedak." Yesung menjawab jujur sambil berusaha tersenyum di tengah nafasnya yang terengah.

Kibum hanya mengangguk, dan kembali mencumbunya. Kali ini ia tak memasukkan lidahnya, ia malah mengajak lidah Yesung untuk keluar dan bermain di rongga mulutnya. Dengan lembut dan rangsangan yang diberikan Kibum melalui tangannya yang berada di sekitar pinggang dan dada Yesung, Kibum menuntun lidah Yesung untuk menyentuh deretan gigi dan gusinya. Kibum ingin memberikan Yesung kesempatan untuk merasakan dirinya.

Puuuk, puuk,,ppuukk..

Tepukan di bahu Kibum, belum cukup untuk membuatnya memutus ciuman panjang itu.

"Kibbb—umm—eeummhh.." Yesung terus berusaha mendorong Kibum.

"nnaapp-ffaaashh..." Dengan itu, Kibum langsung membiarkan Yesung menghirup udara, sedang Kibum langsung menurunkan ciumannya ke leher Yesung dan memberinya kissmark yang sangat jelas di bagian kiri.

"Sebaiknya kita mandi, dan segera memesan sarapan."

Chuu~~

Kibum mengakhiri kalimatnya dengan mengecup kening Yesung, dan berguling ke samping, lalu berdiri di atas lantai. Ia bermaksud menuju kamar mandi.

Sebelum pintu kamar mandi tertutup, Kibum membalikkan badannya ke arah Yesung.

"Yesung-ah.." Panggilan itu, berhasill membuat Yesung segera duduk dan menarik bed cover sebagai penutup dadanya yang polos.

"Wae?" Ia bertanya sambil memiringkan kepalanya. Ia sungguh tak mengerti dengan tatapan Kibum kali ini. Tapi, tatapan Yesung langsung turun pada pahatan sixpack Kibum, saat ia sadar jika Kibum masih dalam keadaan topless seperti dirinya.

"That was my hot morning kiss...ever." Kibum mengatakannya sambil mengedipkan sebelah mata dan dengan tatapan yang menggoda.

"Jangan mengatakan hal yang seperti itu!" Yesung langsung berseru dan melemparkan sebuah bantal ke arah Kibum. Tapi gerakan itu terlalu lambat dibandingkan Kibum yang telah menutup pintu kamar mandi.

Sambil merunduk, Yesung melihat kembali dirinya, dan melihat dadanya yang tanpa mengenakan apapun. Haaaiiisshh...apa yang kulakukan bersamanya! Serunya dalam hati, sambil mempoutkan bibirnya..

Lalu ia teringat perkataan Kibum barusan..

That was my hot morning kiss ever.

Bluuuussshhh..

Pipi Yesung merah seketika, dan membuatnya menunduk dalam. Tangannya menyentuh bibirnya yang bengkak dan memerah akibat ulah Kibum, sambil bertanya dalam hatinya. Benarkah?

TBC

Titip salam untuk READER-deul :

Annyeong!

Huuaaaa...kata GE chap kemaren banyak yang suka, ya!

(tapi ada juga yang review :lanjut: tanpa komen apapun, huft. Ga papa deh.)

Waduhh...sayang sekali Vhy belum sanggup baca begituan. #hiks.

Untuk chap ini, Vhy yang memberi inspirasi GE, dan mendiskripsikan keadaan, serta dialog sesuai yang Vhy inginkan. Itu berarti, GE hanyalah pemberi 'BUMBU' dan tukang ketik Vhy. #digamparGEoppa

OKE!

Sebenarnya Chap ini Vhy pingin banget ngetik sendiri dan ada NCnya. Ehh...pas mau adegan yang 'begituan', otak Vhy langsung berhenti muter, dan tiba-tiba keringet dingin. Jadi...

Beginilah hasilnya...Jeng...jeeeng..jeng..

Dengan nggak elitya ini chapter nggak ada NC. #padahal-sayang-baget,kan-udah-enak-ada-GE,kan?

Besok deeeh, ada NC. (tergantung permintaan reader)

Permintaan untuk GE :

GE, NCannya bisa nggak di tempat selain kamar? Di lift ato taman yang terbuka, gitu? #aneh-aneh.

Gimana reader-deul?


GE's note :

Sebuah permintaan berasal dari keegoisan yang tak dapat disembunyikan, dan (biasanya) dapat membuat si 'peminta' menurunkan keegoisannya dengan berterimakasih. Review?


BALAS REVIEW (t'login)

satya : Makasih...moga suka chap yang ini!

Guest : Ehehehhe #garuk kepala

Guest : NC? Jeju? sabar! ^_^

rina afrida : lanjut telah dikabulkan. Lebih HOT? tunggu chap selanjutnya. ^_^

Guest : Udah ^_^

YS Park : Huaaa~~ benarkah? Semoga chap kali ini sweet juga ! ^_^

kim Jiwoon : Request Kyusung akan dikabulkan! Setauku (GE), kemaren dia (Vhy) lagi cari bahan buat FF KyuSung. Tunggu aja, ne~?

Dindataurusz : Jika yang ini kurang sweet, moga aja chap depan lebih sweet lagi. ^_^

Jy : Baiklah ini udah lanjut! ^_^