Nae Lovely Namja
Summary :
Di sekolah bintang itu star, lagi sibuk sama serah jabatan pengurus ekskul nih. Jisoo yang ga ikut ekskul apa-apa, ngapain ya? Sementara soib-soibnya lagi pada sibuk sama ekskul masing-masing.
Cast :
Lee Seokmin / DoKyeom
Hong Jisoo / Joshua
Other Member Seventeen
Warning :
Boys Love / Yaoi / Gay / Homo
Komedi Garing / Romance Picisan
Typo bertebaran / Bahasa Labil / Pengarang Males
ENJOY PLEASE~
.
.
.
"Han, masa gue ngerasa kalau Seokmin juga suka sama gue"
"Kok bisa?"
Jisoo berhenti ngelangkah. Jonghan pun terpaksa berhenti. "Tingkahnya han. Gue ngerasa dia lagi coba buat pdkt"
"Jangan kepedean, Hong Jisoo" cibir Woozi dengan santainya. Ditambah dia ngomong ga pake ngerem, ga pake nengok, ga pake doa dan bablas aja jalan ke ruang klub mading.
"Nah" Jonghan nunjuk-nunjuk Woozi sambil jalan nyusul Woozi masuk.
"Tapi kali ini gue yakin banget"
Dan Jisoo tetep berdiri disitu. Karena emang keperluan dia cuman nungguin Jonghan sama Woozi selesai ngasih arahan ke adek kelas, buat pemilihan pengurus klub yang baru.
.
.
Setelah setengah jam Jisoo ngayal-ngayal didepan ruang mading,
Jonghan keluar "Jis". Jisoo nengok dengan wajah bertanya. "Anterin ke koperasi yok. Jajan"
"Ayo dah. Pantat gue juga mulai ga enak nih duduk terus"
.
.
Di ruang padus,
"Menurut gue, Jimin cocok buat jadi ketua" opini Seungkwan ke temen-temennya yang lagi buat lingkarang dadakan didepan ruangan.
'Namanya ga asing di otak gue' - Seokmin.
"Tapi si Erik lebih banyak pengalaman soal lomba-lomba" saut Jun. Yang lainnya, main lirik-lirikan.
"Voting yuk" ajak Doyoung.
"Gue pilih Jimin" - Seokmin. 'Tiba-tiba aja gue jadi suka sama anak ini. Masa bodo sama profesionalitas'
"Tumben lu ga sependapat sama si Jun, min" cibir Kihyun yang berdiri disebelah Seokmin. Yang lain juga heran denger jawaban Seokmin, termasuk Jun.
Jun ngerasa ada yang aneh pas denger Seokmin ga sehati sama dia. Udah terbiasa dibayang-bayangin sih.
Seokmin angkat sebelah alisnya "Ini kan negara demokratis, gue bebas dong berpendapat menurut keinginan hati kecil gue"
"Serah lu, min" saut Seungkwan yang dokol denger deklarasi Seokmin. "Yang lain gimana?"
"Erik" - Kihyun.
"Erik Nam" - Doyoung.
Seokmin mendesah kecewa. Padahal Seungkwan yang nyaranin jimin, biasa aja tanggepannya.
"Vixx ya, ketuanya Erik Nam" jelas Seungkwan selaku calon mantan ketua padus.
Rapat dadakan pun bubar. Anggotanya mencar keposisi masing-masing. Kihyun sama Seokmin duduk diantara Junior. Jun sama doyoung berdiri di depan, pusat perhatian ruangan. Sementara Seungkwan jalan ke pintu klub.
Niatnya mau nutup pintu yang kebuka gara-gara ketiup gas urea.
"Boo!"
Eh malah ketemu Jisoo and Jonghan.
"Gue nunggu disini deh, han" kata Jisoo sambil dorong bahu Jonghan.
.
Setelah Jonghan ngilang ke koperasi, Jisoo narik Seungkwan keluar ruangan. Seungkwan juga ga keberatan buat ikutin maunya Jisoo, karena sekarang semua yang didalem lagi diatur Jun.
"Cie serah jabatan" ledek Jisoo, dia mancing-mancing Seungkwan yang keliatan sedikit lesu. "Berarti gue ga perlu masuk ruang ini lagi buat ngajak lu pulang bareng " canda Jisoo sambil senyum-senyum gaje. /Tapi manis dimata saya XD/
Seungkwan nyikut Jisoo "Berapa kali gue bilang, seyum lu itu menjijikan, hong"
"Tapi kamu suka kan, dar?" Jisoo kedipin sebelah matanya ke Seungkwan.
"Dar? Darto?"
"Darling, onta!"
Seungkwan cekikikan. Jisoo ikutan.
Seungkwan berhenti cekikikan. Jisoo ikutan.
Hening.
'Jonghan lama amat' Jisoo nengok ke lorong arah koperasi dan kantin. Kosong.
"Lu enak ya, hong". Jisoo negok ke Seungkwan, jidatnya kusut.
"Apanya?"
"Gue ngerasa. sedikit sedih. pisah sama padus" Seungkwan ngomong sambil nunduk. Cara ngomongnya juga kedengeran sedih.
Jisoo senyum, 'Jadi ini yang bikin lu lesu'. Jisoo nepok bahu Seungkwan "Nikmatin aja selagi bisa, boo".
Seungkwan natap Jisoo "..." matanya merah, tapi tidak berdarah /wtf?!/.
Jisoo kedip-kedip lawak(?) "Udah, cuman itu yang bisa gue bilang buat lu"
Seungkwan masih natap Jisoo "..." dalam diam.
Jisoo risih. Dia nengok lagi ke lorong arah koperasi. Ada Jonghan lagi nenteng dua kantong kresek yang diyakini isinya makanan ringan dan berkalori. Jisoo berdiri. 'Saatnya pamit'
"?!" tapi Seungkwan udah ga ada disamping Jisoo. Jisoo beraniin ngintip ke dalam ruang padus. Dia sempet ngeliat Seokmin lagi bercanda sama Juniornya 'Abang tebar pesona lagi kumat'. Tapi bukan Seokmin incaran Jisoo. 'Boo!'
Seungkwan lagi berdiri disebelah Jun. Jisoo bisa ngeliat lagi cengiran aib Seungkwan. Jisoo turut nyengir. Ga lama, Jisoo ngerasa ada sesuatu yang nyuruh dia buat negok ke suatu arah. "?!" rupanya Seokmin lagi ngeliatin Jisoo. Kontak mata pun tak dapat dihindari. Jisoo salting.
"Woy! Ga bagus ngintipin orang. Lu mau bintitan lu makin gede?"
Secepat LTE, Jisoo nengok ke Jonghan. Mimik mukanya udah ga nyante "Ini lipetan mata woy!"
Jonghan malah ninggalin Jisoo.
Setelah ngelirik ruang padus sebentar, Jisoo ngikutin langkah Jonghan dengan pipi yang merah merona. 'Dia senyum'
.
.
Lapangan basket,
"Hari ini, pada tanggal 12 agustus 2016. Kami, seluruh pengurus ekstrakulikuler sudah membuat janji untuk pelantik pengurus baru di ekskul masing-masing. Karena hal itu lah kalian semua, adik-adik yang aa sayangi dan aa cintADUH! Sue lu, chul!" omel Mingyu ke penjahat yang nimpuk dia pake bola basket. Kenceng banget sampe bolanya mental ke luar lapangan.
"Omongan lu belibet. Sonoh lu ambil tuh bola!" titah Seungchul selaku ketua ekskul.
Mingyu merengut kayak berug "Tapi kan disini gue korbannya"
Seungcul ga mau peduliin Mingyu lagi. Dia menghadap ke Juniornya yang udah pasang kuping. "Jadi seperti yang Mingyu bilang, hari ini pelantikan pengurus yang baru. Selama seminggu ini kita udah ngelakuin penilaian kepribadian.-"
"Ga nyangka kan lu? Ga nyangka kan? HAHAHA Ide gue gitu loh" cuap Mingyu dari samping Seungchul.
"heh bule, ambil bola yang mental tadi!"
Vernon yang lagi anteng nyari pokemon, ga terima disuruh "Lah? kok gue?"
"Buruan ambil! Gue mau nimpuk burungnya Mingyu pake bola itu"
Secepat kilat Mingyu lari ke bola itu.
.
Setelah bola tsb udah di tangan Mingyu, dia ga ada niat lagi mau nyamperin Seungchul. Dia mau utamain keselamatan keturunannya sama Wonwoo.
"Abis ngantri bbm, gyu?"
Mingyu celingak-celinguk. Yang dikiri yang dikanan yang didepan yang dibekaaang dia ga ada satupun orang. "Jangan-jangan hati nurani gue?"
"Di atas woi"
Mingyu dangak. Ada Jisoo lagi senderan di jendela koridor "Jisoo? Ngapain lu disitu? Wonwoo mana?"
Jisoo ngederp "Nanya satu-satu dong"
Mingyu nyamanin posisi nanyanya sambil berdehem "Apakah anda hong Jisoo imigran dari LA?"
"Betul sekali, wahai makhluk kegelapan"
"Yeh, minta di gorok luh?!"
Jisoo nyengir aja "Lu kepo kan? kenapa gue bisa ada disini?"
"Engga" Mingyu masih kesel.
"Gue lagi nungguin temen gue"
"Bodo amat" Mingyu malingin mukanya.
Jisoo tersenyum miring.
"Jeon Wonwoo!"
"Mana?!" Mingyu kembali celingak celinguk kayak barongsai(?).
"Di suatu tempat di bumi ini. NGEHAHAHA"
Mingyu ngederp "Ga asik luh" omel Mingyu yang udah ambil langkah pergi.
"IU ting ting kali ah. ?!"
"Mingyu!"
Itu bukan Jisoo yang teriak, tapi Vernon.
Mingyu berhentiin langkahnya "Apaan si?!"
Dengan senang hati, Vernon keplang kepala Mingyu "Lu yang ngeribetin gue tau!"
"Emang ada apaan sih?" saut Jisoo dari lantai atas.
Vernon ngelirik Jisoo, cuman ngelirik.
"Ming, lu dipanggil Seungchul" - Vernon.
"Mati gue!" - Mingyu.
"Engga kok. Paling masuk uks" sergah Vernon.
Mingyu mau jitak kepala Vernon, tapi ga kena. Akhirnya dia pergi ke tempat Seungchul berada.
"Vernon! Emang ada hubungan apa Mingyu sama Seungchul?" - Jisoo.
Kali ini Vernon nengok ke Jisoo "Urusan pribadi. Lu sendiri ngapain disitu?"
"Rahasia negara" saut Jisoo, sebelum ninggalin Vernon.
Vernon ngederp. Abis itu dia pergi nyusul Mingyu. Penasaran juga si Mingyu lagi diapain sama Seungchul.
.
.
Ruang klub dance,
"Rasanya cepet banget ya, sunbae". Jisoo nengok ke Dino dengan tampang heran.
/Kalian juga heran kan? Kenapa Jisoo bisa ada di ruang klub dance? Kenapa saya buat ff ini? #plak/. Semua ini bermula saat cacing kremi menyerang Jisoo. Jisoo yang ga tahan pun ngibrit ke toilet. Selesai urusan sama cacing-cacing itu. Jisoo ngejegat dirinya ke Dino yang lagi termenung didepan ruang klub dance. Tadinya Jisoo pikir Dino lagi galau kayak Seungkwan. Ga taunya bener XD.
"Perasaan baru kemarin Dino di jahilin sama Hoshi hyung dan kawan-kawan, sekarang udah pelantikan pengurus baru ajah"
"Ga heran sih. Lu kan baru masuk dua bulan yang lalu"
"Tapi, tetep aja terasa sedihnya, sunbae" pundung Dino.
Jisoo nepuk bahu Dino. "Kalo lu aja sedih. Gue yang udah mau lulus apa kabar?"
"..."
"..."
"Hunbae.." (Sunbae)
'Lah?! dia nangis? Padahal gue belom ceritain tragisnya kehidupan perjombloan gue' Jisoo ngusap-usap punggung Dino. Jisoo bingung mau ngomong apa ke Dino yang lagi mewek. Karena Jisoo pribadi bukan tipe orang yang suka mewek-mewekan, ga kayak Jonghan yang mungkin bakal bilang 'Keluarin aja semua air mata lu, din. Keluarin sampe lu lega. Tapi yang di bawah jangan ikutan ya'. Jisoo ga suka yang model begitu. Jisoo jomblo strong. Tapi ga mungkin juga Jisoo bilang 'Berhenti nangisnya dong. Pusing nih pala mermaid'. bisa-bisa Jisoo dijadiin pepes mermaid. Kayak Seungkwan waktu curhat ke Jisoo sambil mewek.
Tiba-tiba Jisoo keinget Seungkwan yang murung tadi. "Nikmatin selagi bisa, Dino"
"..."
'Yah, timingnya ga tepat ya?' Jisoo jadi ikutan pundung disebelah Dino.
"Dinooo! Buruan masuk!" Hoshi teriak dari pintu ruang klub dance.
'Ah! Makhluk itu muncul disaat yang ga tepat!' "Eh?! Dino?"
Dino yang udah berdiri, nengok ke Jisoo. "Kenapa, sunbae?" dimuka Dino udah ga ada air mata, cuman matanya yang merah.
'Ajaib! Tadi kan dia masih sesegukan'
Dino ngelirik ruang klub dance "Sunbae, Dino masuk dulu ya. Mau menikmatin masa-masa ini" dia ngedipin sebelah matanya sambil senyum.
Jisoo terpesona. Tapi dia tetep ngangguk.
Dino pun ngibrit ke kelompoknya.
"Apa yang tadi itu salah satu mantranya harry wandi-eh! Harry potter ya? Mujarak banget" kagum Jisoo, sambil pergi dari tkp.
.
.
"Sendirian aja. Dasar jomblo"
Jisoo yang lagi fokus foto-foto langit sore, langsung nengok kearah Wonwoo berasal(?) "Kelamaan jadian sama Mingyu, lu jadi makin jahat sih, nu"
"Dari pada gue jadi item" Wonwoo bergidik(?) sambil pasang tampang cuek rasa ngeledek.
Jisoo geleng-geleng kayak ibu yang terdurhakai anaknya. "Kalo Mingyu tau ini, kira-kira keperawanan lu bakal diambil dimana ya?"
Plak!
"Gue laki woi!"
Jisoo nyengir "Tapi kan lu uke"
Wonwoo malingin mukanya dari Jisoo.
"Hehehe, jangan ngambek dong, nu" goda Jisoo nyolek-nyolek lengan Wonwoo.
"Jangan colek-colek!" Wonwoo menghindar "Gue bukan sabun krim tau!"
"Ih! Wonu ngelawak! Cie cie cie pacarnya aa Mingyu udah pinter ngelawak kayak anak durhaka"
"Itu ngelawan, Jisookh!" omel Wonwoo dengan pipi yang merah dan pipi menggembung nahan tawa.
Jisoo cekikikan aja dibalesiin gitu sama Wonwoo. "Btw, lu ga sibuk ngurusin serah jabatan kepengurusan kir[Karya Ilmiah Remaja]?"
Sambil mesem-mesem, Wonwoo ngegeleng. "Udah selesai"
"Oh" Jisoo ngangguk-ngangguk.
"Lu sendiri ngapain jam segini masih disekolah? Kan lu ga ada urusan apa-apa lagi. Piket lu kan besok"
"Lagi nungguin Woozi dan soib-soibnya yang ogeb"
Wonwoo terkekeh. "Emangnya rumah lu searah sama mereka?"
"Searah kok. Sama-sama melewati gerbang sekolah"
"Yeh, gue serius nih"
Jisoo nyengir lagi "Sebenernya gue pulang nebeng Seungkwan. Tapi berhubung Jonghan sama Woozi juga soib gue, sekalian aja. Lagian gue ogah lama-lama disekitar ruang padus". Wonwoo ngangguk paham.
Hening.
Jisoo cape ngomong. Wonwoo bengongin sesuatu.
"Seru juga ya, main tunggu-tungguan gitu". Jisoo natap Wonwoo. Senyumnya Wonwoo keliatan ga ikhlas.
'Gue tau kenapa lu bilang gitu, nu'.
Jisoo nepok bahu Wonwoo /Jisoo lagi seneng grepe bahu orang XD/ "Lebih enak lagi tunggu-tungguan sama pacar sendiri"
Akhirnya Wonwoo senyum lagi "Jomblo jangan sedih gitu dong"
"Lah, dasar kupret" Jisoo terkekeh.
.
.
Akhirnya acara serah jabatan pun berakhir dengan lancar dan lama. Saking lamanya, mereka baru pada pulang pas drama mamat in love abis.
"Nungguin Seungkwan ya?"
"Iya nih" Jisoo sedikit gugup. Soalnya waktu dia lagi asyik ngayal-ngayal ketemu member twice , tiba-tiba disamperin Seokmin di pos satpam. Tak ada rotan, rapia pun jadi. Kagak ada twice, Seokmin pun boleh. /Ngaco nih XD/
"Gimana tadi acara serah jabatannya?"
Jisoo yang ngeliat Seokmin lagi natap dia, langsung buang muka "Seru" kata Jisoo biar keliatan malu-malu imut /Emang Jisoo imut kok :3/.
Seokmin ngedeketin mukanya ke samping Jisoo "Emangnya lu ekskul apaan, Jisoo?"
Idung Jisoo udah kembang-kempis pas nyium wangi Seokmin "Engga ikut apa-apa" Jisoo bergeser selangkah.
'Lah? ' Seokmin pun negapin kepalanya kedepan "Terus yang tadi seru, apaan?"
"Serah jabatan temen-temen gue"
"Oh" Seokmin senyum paham.
Jisoo manggut-manggut kalem.
'Awkward banget nih' - Jisoo. 'si boo ngapain dulu sih?'
.
Sementara itu di parkiran,
"Seungkwan, kenapa sama sepedahnya? Mesinnya ngadat ye?"
Seungkwan yang lagi dokol gara-gara kecolongan nonton mamat in love dan rante sepedahnya, tambah dokol begitu denger suara Hoshi. "Supirnya Woozi, diem-diem aja ya" sebur Seungkwan sebelum lanjut benerin rantai sepedahnya yang copot parah.
"Yah, songong. Tadinya mau gue bantuin" ledek Hoshi sambil naek ke sepedahnya.
Tiba-tiba amarah Seungkwan tergoyahkan. 'Minta maaf ga ya? Minta maaf ga ya?' Seungkwan ngintip kebelakang. 'Dia masih berdiri dibelakang gue!'. Seungkwan langsung berdiri dan balik badan "Hoshi! maafin gue. Gue khilaf. Tolongin gue. Gue ga…a..a.. Vernon?! ngapain lu disini?!"
Vernon yang lagi gandeng sepedah, kedip-kedip heran "Ngambil sepedah"
'Ah! Sialan!' sendi kaki Seungkwan langsung lemes, dia jongkok lagi ke posisi awal. Meratapi imegnya yang rusak didepan Vernon.
"Oh, kalo begini doang sih gue juga bisa". Seungkwan kaget pas Vernon udah jongkok disampingnya. "Gue sering nih benerin rante sepedah Seokmin yang rusak kayak gini"
Seungkwan ga mau mikiran rante sepedah Seokmin yang rusak. Dipikirannya cuman ada kalimat 'Udah ganteng, care pula dia'
.
Rupanya pribahasa 'Murah di mulut, mahal ditimbangan' juga berlaku untuk chew hansol Vernon. Udah 15 menit dia berkutat sama rantai sepedah Seungkwan. Tapi belom ada hasilnya. Namanya juga manusia.
Seungkwan yang jongkok disamping Vernon, udah nguap 3 kali. Tapi dalam lubuk hatinya yang paling dalam, dia seneng lama-lama berduaan sama Vernon. Makannya dia ga ngeluh-ngeluh. Coba kalo yang diposisi Vernon itu orang lain, Jisoo lah misalnya. Mungkin baru percobaan pertama Jisoo udah dihina dan dianiaya /engga gitu juga kali ah XD/
Vernon angkat tangan "Gue nyerah. Kayaknya emang harus dibawa ke bengkel nih" kata vernon nengok ke seungkwan.
Seungkwan yang lagi mandangin hansol, langsung panik dan berpaling ke sepedahnya sambil pasang muka sedih.
Vernon jadi ga enak ngeliatnya "Ayo gue anter ke bengkel langganan gue"
'Yes! Yes!'. Seungkwan balik ke mode wajah sedih sambil natap Vernon "Ga ngerepotin lu nih?"
Vernon berdiri sambil garuk tengkuknya "Gue tanggung jawab juga udah nahan lu lama-lama disini" . Vernon nenteng sepedah Seungkwan "Ayo, ntar kemaleman"
Seungkwan ngikutin Vernon dari samping.
'My lucky day!'
.
"Lah? Bule?! Sepedah gue mana?"
"Ada di parkiran. Gue mau nganterin Seungkwan ke bengkel. Rante sepedahnya copot"
Seokmin sama Jisoo ngeliatin rantenya Seungkwan. Abis itu gantian ngeliatin Seungkwan yang lagi mesem-mesem sambil gumamin kata "Sorry" buat Jisoo.
'Sue, modusnya Seungkwan nih' - Jisoo.
"Yaudah sono" - Seokmin,
VerKwan pun ngibrit ke tempat tujuan.
Diikutin Jisoo.
"...?!"
'Kesempatan!'
"Jisoo!"
Jisoo berenti ngelangkah 'Kenapa nih? Dia mau ngajak pulang bareng?' tapi Jisoo ga nenggok ke Seokmin.
"Temenin gue ke parkiran yok. Takut nih. Udah sepi"
"Cih," Jisoo dokol 'Kampret!' tapi tetep nemenin Seokmin. Keep calm and love Seokmin /ehk/. Btw, diem-diem gini Jisoo takut setan. Dalam hati Jisoo bolak-balik doa supaya tuhan lindungin dia dan Seokmin/ekhm/ dari makhluk gaib.
.
"Makasih ya" kata Seokmin, sambil nenteng sepedahnya. Dia belom ada niat naek sebelum rencananya terlaksanankan.
Jisoo ngangguk kalem sambil -beraniin- natap mata Seokmin 'Lu beneran ga mau ngajak gue pulang bareng nih?'. Seokmin yang diliatin gitu, malah nunduk sambil mesem-mesem gaje. Jisoo melengos 'Udahlah gue pulang aja'.
"Jisoo, Pulang bareng yu"
Detik itu juga Jisoo mau ngedance lucky one-nya exo. Tapi saat ini hong Jisoo cuman berani ngangguk malu-malu mau.
"Pegang pinggang gue yang erat ya" kata Seokmin, begitu Jisoo naik ke sepedahnya.
Mau Jisoo juga gitu, tapi kan…
"Gue kan berdiri di jalu, Seokmin. Mana sampe?!"
Seokmin cengegesan "Bercanda. Udah lu peluk gue dimana lu suka aja"
Muka Jisoo langsung merah 'Jadi sekarang lu ngasih kesempatan gue buat modusin lu?'
Merasa ga ada pergerakan dari Jisoo, Seokmin nepuk-nepuk pundak kirinya. Jisoo yang paham pu naro kedua tangannya dipundak Seokmin, karena dia belom master(?). "Pegangan yang kenceng ya". abis itu barulah Seokmin goes sepedahnya.
Ditempeli Jisoo yang senyam-senyum.
.
.
"Seokmin, dari tadi goes. Emangnya lu tau rumah gue?"
"Kagak"
"Yeh,"
Seokmin cengengesan "Tapi arahnya udah benerkan?"
"Iya. Itu nanti belok di gang deket halte depan"
"Oh, Ok"
Tiba-tiba Jisoo jadi gerogi karena keingetan sebuah adegan yang biasa muncul di fanfic-fanfic romance twice/hehehe XD/.
.
.
.
"Stoooooop! Dah!" Jisoo turun dari sepedah Seokmin "Makasih ya"
Seokmin balas dengan senyuman "Gue boleh mampir kerumah lu ga?"
Jisoo terperangah mendengar kata-kata Seokmin. Tapi detik selanjutnya Jisoo tersenyum kecil, dia tengah menahan rasa senang di hatinya. "Sekarang?"
"Bolehkan?"
Senyum Seokmin membuat Jisoo semakin senang dibuatnya. "Boleh"
Seokmin turun dari sepedah miliknya.
Jisoo memimpin jalan menuju gerbang rumahnya.
'Tunggu! Udah jam segini papi sama mamih pasti lagi nonton drama turki di ruang tengah. Bahaya!'. Secepatnya Jisoo menghentikan langkahnya dan Seokmin.
"Kenapa?" Seokmin tampak keheranan dengan sikap Jisoo yang tiba-tiba.
"Umm, gue rasa mampirnya ditunda dulu ya"
"Karena ada orang tua lu di ruang tengah?"
Jisoo terkejut.
Seokmin terkekeh. "Ga apa-apa mampirnya lain kali. Tapi gue mau kiss. Sekarang…"
.
.
.
Plak!
Plak!
Plak!
"?!"
CItttt!
Jisoo dan Seokmin refleks condok kedepan waktu Seokmin sengaja ngerem mendadak. Abis Seokmin kaget tiba-tiba pundaknya dipukul Jisoo.
"Udah nyampe ya?" tanya Seokmin.
Jisoo yang udah turun dari sepedah sambil gosok-gosok dagunya yang kepentok batok kepala Seokmin, terbingung. "Lah kok?"
"Kenapa? Kelewatan?"
Jisoo langsung ngeliat sekitar. 'Sialan! Tadi gue mimpi sebelum tidur'. Jisoo yang nutupin jidatnya bikin Seokmin makin bingung.
"Ini beneran kelewatan Jisoo?"
Setelah nemu jawaban yang tepat, 'Engga kok. Udah bener. Hehe. Makasih ya. Dadah".
Jisoo pun menghilang dibalik gerbang rumah. Kagak tau dah tuh rumah siapa.
Seokmin sedikit ngerasa aneh sih ngeliat kelakuan Jisoo. Tapi berhubung orangnya udah ga ada, Seokmin milih cabut kerumahnya.
.
Sementara itu dirumah tsb,
Jisoo lagi ngintipin Seokmin lewat scela-cela besi. Seokmin pergi. Jisoo bisa bernapas lega. "Betewe, ini rumah siapa ya?" sempet-sempetnya si Jisoo celingak-celinguk. "Rumahnya gede. Tapi kenapa gerbangnya ga dikunci ya? Mengundang maling banget nih"
"Tapi nguntungin lu juga kan? Jisoo"
Dengan kecepatan LTE Jisoo nengok kesumber suara. Disana. Di teras rumah besar itu. Ada seseorang yang lagi senyum ke Jisoo.
"?!"
.
.
.
tbc
Maaf kalau bahasa dan isinya semakin tidak terkondisikan *BOW*
Jikalau ada sesuatu yang ingin disampaikan, sampaikanlah lewat kotak review :3
-I LOVE ME-
