SO DIFFERENT
CAST :
Kim Taehyung
Jeon Jungkook
Jeon Jungmin
Park Jimin
And other cast
GS
RATE M
CHAPTERED
-V-
Kedua orang itu duduk di sebuah cafe dengan canggung. Tidak ada yang berniat untuk memecahkan keheningan itu. Keduanya hanya diam dan menunduk sambil sesekali meminum kopi yang sudah di pesan.
Yoongi menatap sendu Jimin. Ia tahu Jimin pasti sangat membencinya. Yoongi menyesal, sungguh, tapi dia bisa apa?
Melihat Jimin yang sudah mulai bosan dan makanan yang merka oesan pun hampir habis, Yoongi memberanikan diri untuk bertanya kepada mantan ekasihnya itu "Ehmm.. bagaimana kabarmu? Kau baik-baik saja kan?" Jimin menatap Yoongi kemudian tersenyum sinis "Kau bisa melihatnya. Seperti inilah aku yang sekarang. Tidak usah bertanya seperti itu, memangnya kau masih perduli padaku?"
Yoongi tersenyum miris mendengarnya, sudah dia duga jika Jimin sangat membencinya sekarang "Tentu saja aku perduli. Aku... a-aku masih men-mencintaimu Jiminie hikss.."
Jimin terdiam melihat Yoongi menangis "A-aku terpaksa hiksss.. sungguh.. hiksss.." Yoongi meraih kedua tangan Jimin di atas meja dan menggenggamnya erat, matanya menatap mata Jimin sangat dalam "Kumohon biarkan aku menjelaskan semuanya. Aku sangat ingin kembali bersamamu Jiminie. Aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu. Kau yang aku cintai selama ini, tidak ada lelaki manapun yang menggeser posisimu. Jadi, apakah kau mau kembali padaku setelah aku menjelaskan semuanya padamu?"
Jimin tertegun melihat Yoongi dihadapannya ini begitu rapuh. Harusnya dia sadar, bukan hanya dia yang terdakiti disini. Walaupun Yoongi yang memutuskan hubungan mereka, belum tentu Yoongi bisa melupakannya dalam waktu sekejap karena mereka sudah lama bersama. Jimin yakin Yoongi tidak akan pernah berbohong padanya.
Dan entah mengapa Jimin menganggukkan kepalanya, menyetujui perkataan Yoongi dan membuat sang gadis tersenyum karena mereka masih bisa kembali bersama.
-V-
Kyungsoo sedang menelepon Jongin saat Jungmin bangun. Jungmin menguap kecil dan meregangkan tubuhnya. Kyungsoo yang sadar kalau anaknya sudah bangun pun tersenyum.
"Ya sayang. Nanti malam aku akan pulang, baiklah, sampai nanti." Kyungsoo memutuskan sambungan teleponnya lalu mendekati Jungmin "Sudah bangun eoh? Bagaimana? Apa luka-lukamu masih terasa sakit?" Jungmin tersenyum kepada sang Eomma dan menggeleng kecil.
CKLEEKK
Terlihat Mark yang baru keluar dari kamar mandi dengan wajah yang fresh. Pemuda itu tersenyum kearah ibu dan anak itu dan menghampiri mereka "Selamat pagi Ahjumma, selamat pagi minnie." Kyungsoo terkekeh pelan melihat betapa sopannya pemuda dihadapannya ini, lama tinggal di luar negeri tidak membuatnya lupa tentang sopan santun.
"Selamat pagi, Ah ya Mark, sebaiknya mulai sekarang kau harus membiasakan diri memanggilku Eomma." Kata Kyungsoo sambil mengedipkan sebelah matanya. "Eomma! Ini masih pagi, jangan buat aku kesal." Jungmin mengerucutkan bibirnya, Mark tertawa kecil "Baiklah Eomma."
Kyungsoo tertawa lebar "Aih! Lucunya. Baiklah, Eomma tinggal sebentar tak apa kan? Eomma mau membeli makanan untuk kita." Setelahnya Kyungsoo pergi meninggalkan mereka berdua.
Jungmin berdecak "Hufft. Bosan sekaliiiii. Kapan aku boleh pulang?" Mark tersenyum sambil mengusap pipi Jungmin "Kau akan pulang tidak lama lagi. Setelah lukamu sembuh semua dokter akan memperbolehkanmu pulang. Bersabarlah."
Jungmin tersenyum mendengarnya "Aku tidak sabar. Dan maaf, karena aku kau jadi ketinggalan banyak mata kuliah." Mark mencubit pipi Jungmin "Jangan berkata seperti itu, ini juga bukan salahmu. Aku akan memaafkanmu dengan 2 permintaan." Jungmin menatap Mark bingung "Apa?" Mark menangkup pipi Jungmin "Pertama, kau harus mengajariku karena aku tertinggal banyak kelas." Jungmin mengangguk "Dan kedua..." Mark mendekatkan bibirnya pada telinga Jungmin "Kau harus mau berkencan denganku." Seketika wajah Jungmin memerah seperti tomat.
-V-
Taehyung terus melihat kearah Jungkook yang sedang membuat sarapan untuk mereka. Suasananya menjadi canggung sekarang. Jungkook terlihat fokus pada masakkannya membuat Taehyung bosan tidak tau harus melakukan apa selain memperhatikan Jungkook.
"Kau ada kelas hari ini?" Taehyung mulai berusaha mencairkan suasana.
Jungkook menoleh sejenak "Ya. Kelasnya dimulai jam 3 sore nanti." Lalu Jungkook kembali fokus pada masakannya, Taehyung mengangguk-anggukkan kepalanya "Mau ku jemput?"
Jungkook pun datang dengan dua piring omelet dan menaruhnya di meja makan lalu menatap Taehyung sambil mendudukkan dirinya di kursi berhadapan dengan Taehyung "Tidak usah. Memangnya kau mau menunggu sampai kelasku selesai?"
Taehyung berfikir sejenak "Aku akan menunggumu, Cookies." Jungkook mulai memakan omeletnya "Terserah kau saja."
Taehyung mengangguk pelan "Apa bagian bawahmu masih sakit? Dan kau harus memakai syal nanti. Aku ternyata sangat berbakat membuat kissmark." Jungkook menatap tajam suaminya itu
"Tutup mulutmu." Taehyung mencondongkan tubuhnya kearah Jungkook "Tutup saja dengan bibirmu. Tenang saja, aku akan pasrah, kau boleh memimpin permainannya." Jungkook memutar malas kedua matanya "Jika kau bukan suamiku aku sudah meminta seseorang untuk memasukimu agar kau tau rasa sakitnya."
"Wah, aku takut." Jawab Taehyung dengan muka datarnya yang sama sekali tidak menunjukkan raut ketakutan sedikitpun "Tapi sayangnya kau tidak bisa membantah perkataan suamimu. Sudah menjadi kewajibanmu untuk melayaniku di ranjang." Lanjut Taehyung. Jungkook tidak membalas karena dia sudah malas meladeni Taehyung.
TINGG TONGGG
Mereka berpandangan sejenak sebelum Jungkook berjalan kearah pintu dan membukanya. Terlihat Jimin yang tersenyum lebar "Apa aku mengganggu pagi pertama kalian menjadi pasutri?" Jungkook memandang Jimin dengan tatapan dingin kemudian menyuruh Jimin masuk.
"Yak Tae! Lihatlah, mulai sekarang ada yang mengatur gizimu di pagi hari, kau harus bersyukur kalau Jungkook itu bisa memasak." Jimin duduk di kursi meja makan sebelah Taehyung dan menepuk-nepuk kepala Taehyung yang sedang memakan sarapannya. Jungkook duduk dihadapan mereka dan tanpa sengaja meringis kecil karena bagian bawahnya masih terasa sakit. Jimin yang melihatnya hanya menyeringai kecil "Hohohoho. Kalian sudah melakukan ritual malam pertama ya? Apa morning sex juga?" keduanya tersentak mendengar perkataan Jimin, untung pasutri itu tidak tersedak dan mati. Jimin tertawa melihat wajah gugup kedua sahabatnya itu "Dan oh! Tae! Kau agresif sekali. Lihatlah Jungkook, lehermu penuh dengan kissmark." Lalu Taehyung memukul kepala Jimin dengan sendok "Berhenti bicara bodoh." Jimin hanya meringis kecil sambil mengusap kepalanya.
"Apa kau mau?" Tanya Jungkook masih dengan wajahnya yang dingin, Jimin terkekeh "Tidak perlu, sebelum kesini aku sarapan di cafe tadi. Dan apa-apaan ekspresimu itu? Ck. Suami dan istri ternyata sama saja, sama sekali tidak memiliki ekspresi."
Taehyung mengabaikan perkataan Jimin dan menatap Jimin bingung "Tumben sekali. Biasanya kau kan selalu sarapan di rumah." Jimin menganggguk meng-iyakan "Tadi aku berjalan-jalan sebentar, lalu ternyata aku bertemu Yoongi noona."
Taehyung tersentak kecil mendengarnya "Lalu? Ceritakan padaku." Jungkook yang penasaran akan cerita cinta Jimin pun akhirnya berhenti makan sejenak untuk mendengarkan cerita pemuda berambut oranye itu. Jimin berdehem sebentar "Jadi begini, dia bilang tidak sengaja melihatku berjalan seorang diri kemudian dia memilih mengikutiku, saat aku menoleh ternyata itu Yoongi noona, dia mengajakku ke cafe dekat taman untuk berbicara." Taehyung mengangguk-anggukkan kepalanya "Lalu?"
Jimin menghela nafas kasar "Lalu kami pertama-tama saling menanyakan kabar sampai Yoongi Noona membahas alasan dia memutuskanku." Jungkook yang penasaran pun bertanya "Apa alasannya?" Jimin tersenyum miris "Dia bilang sebelum dia pergi ke Swiss keluarganya menjodohkan Yoongi noona dengan rekan bisnis ayahnya. Yoongi Noona menolak untuk dijodohkan. Tetapi orangtuanya bilang jika dia tidak ingin dijodohkan maka Yoongi noona harus berkuliah agar dapat melanjutkan bisnis ayahnya. Dia bilang karena dia sangat mencintaiku dan tidak ingin mengkhianatiku maka dia menyetujuinya." Jungkook bertanya lagi "Kalau begitu, kenapa kalian berpisah? Bukankah kalian bisa melakukan Long Distances Relationship?" Jimin tersenyum miris "Memang. Tapi aku tak tau kenapa. Dan ternyata aku baru tau jawabannya tadi, dia bilang kalau orangtuanya tidak mau fokusnya terbagi 2 olehku, makanya dia terpaksa memutuskan hubungan kami, aku sudah salah paham padanya Tae, selama ini dia yang menanggung penyesalan karena memutuskanku tanpa alasan, dan aku sangat malu pada diriku sendiri karena sudah salah paham padanya. Tapi yang terjadi, dia malah memintaku untuk memulai semuanya dari awal lagi."
Taehyung menatap Jimin "Lalu? Apa jawabanmu?" Jimin menatap Taehyung ragu "Aku menerimanya, aku masih sangat mencintainya. Apa aku salah mengambil keputusan Tae?" Taehyung pun tersenyum dan menepuk pundak Jimin "Selama itu hatimu yang memilih, tentu saja tidak. Dia sudah jujur padamu dan kalian masih saling mencintai, apa salahnya mencoba berhubungan kembali?"
Jimin memeluk sahabatnya itu sangat erat "Terima kasih Alien. Kau sudah menemani hari-hari dimana aku terpuruk olehnya sampai dimana dia kembali bersamaku, kau yang terbaik Tae." Taehyung membalas pelukan Jimin dan menepuk-nepuk punggung sahabatnya
"Jangan seperti itu. Aku juga berterimakasih padamu karena hanya kau yang sampai saat ini masih mau bersahabat denganku." Jimin tertawa keras "Tentu Taehyung, aku akan selalu menjadi sahabat terbaikmu, Kawan."
Jungkook menatap jijik kedua pemuda tersebut "Yaiks. Dasar gay."
Seketika Jimin dan Taehyung melepaskan pelukan mereka dan sibuk sendiri seolah mereka tidak melakukan apapun tadi setelah mendengar perkataan Jungkook.
TBC
Hoooo! Udh updatenya lama trus mengecewakan pula:'D maafkaann#plakkk
maaf yaa aku agak sibuk belakangan ini/? ^^ (sok sibuk lu thor)
hei kaliann;D.. makasiii yg udh sudi nunggu ff abal ini, lafyu^^
Aku akan berusaha lagi...
Sampai jumpa di chap berikutnya...
Mind to review? Kkk~
