THE HALF BLOOD VAMPIRE

.

Chapter 10

.

Cast : Kai, Sehun, Luhan, Chanyeol, Suho, Baekhyun

.

Genre : Fantasy, Roman, Sad

.

Author KILLA8894

.

Kembali ke Rated T

.

HAPPY READING

.

Dduakk

Sekali lagi Chen terpelanting ke belakang saat orang yang itu menendang perutnya dengan telak, Chen terbatuk dan lagi lagi mengeluarkan darah dari mulutnya. Ia menatap benci ke arah orang yang kini menyeringai ke arahnya.

" Menyerahlah sebelum aku membunuhmu anak muda. "

" Kau pikir aku akan menyerah begitu saja, Choi Minho. Tidak sebelum aku berhasil mengatakan apa yang terjadi sebenarnya pada Pangeran Jongin dan menyelamatkan Sehun. "

" Kau berani melawanku, dengan tubuh selemah itu, kau pikir kau bisa apa... " orang itu yang ternyata adalah peramal Choi, menatap remeh kearah tubuh kurus Chen yang tampak begitu menyedihkan dengan banyaknya luka di tubuhnya.

" Aku mungkin memang tak sekuat dirimu, tapi aku yakin kalau aku pasti menang darimu. " Sambil memegangi perutnya yang terluka, Chen berusaha bangkit untuk berdiri kembali. Tak dihiraukannya rasa sakit yang menjalar di tubuhnya.

Peramal Choi menatap tenang ke arah Chen sambil mengeluarkan pedangnya. " Aku sudah memperingatkanmu sekali, dan jangan salahkan aku kalau kau akan mati disini. Tak ada seorangpun yang boleh menghalangi takdir yang yang sudah digariskan langit pada kerajaan ini. Pangeran Jongin harus tetap menikah dengan Putri Luhan, keturunan mereka harus berkuasa di kerajaan ini. Itulah yang harus terjadi. "

" Aku tak akan membiarkannya, kau pasti akan membunuh Pangeran Jongin begitu Putri Luhan berhasil mendapatkan pewaris bukan. Kau licik, apa salah pangeran dan kerajaan ini padamu. "

Minho menyeringai sinis. " Salah mereka ? tentu saja banyak, mereka telah merebut calon pengantinku, Kim Jaejoong. Karena itu aku harus merebut dirinya kembali, dan satu satunya cara adalah dengan membunuh Raja kerajaan ini dan juga pangeran Jongin. Tentu saja aku tak akan bisa melakukannya sendirian, karena itulah... "

" Kau bekerja sama dengan Putri Luhan dan ibunya bukan. Dasar vampire licik. " Teriak Chen marah. " Karena ambisi kalian, nyawa adikku dalam bahaya. Kau sengaja berpura pura menjadi peramal dan menjadikan adikku umpan untuk menjadi makanan Pangeran Jongin. "

" Kau tak tau anak muda, aku memang benar benar bisa meramal masa depan. "

" Dan kau pasti juga tau kalau hasil ramalanmu tidak sejalan dengan apa yang kau inginkan. " Balas Chen.

" Kau sudah bicara terlalu banyak, sekaranglah saatnya kau untuk mati. "

Chen melompat kesamping saat kibasan pedang Minho terarah ke perutnya. Belum lagi ia sempat untuk berdiri dengan tegak, kaki Minho sudah lebih dulu menendang bekas lukanya yang masih menganga diperutnya.

Chen terhuyung kebelakang, sebelum jatuh berlutut di atas tanah. Ia benapas dengan terengah engah, tenaganya sudah hampir habis, Choi Minho terlalu kuat untuknya.

Minho menyeringai dan dengan sekali lompatan indah ia menebas leher Chen, namun sesaat sebelum mata pedang itu menyentuh leher Chen, ada pedang lain yang menahannya.

Trang.

Minho mundur satu langkah dan menatap kearah orang yang telah menyelamatkan nyawa Chen. Ia menelan ludah dengan gugup. Di hadapan Chen yang masih berlutut di atas tanah, berdiri dengan tegapnya, orang yang selama ini ia benci. Kim Yunho. Raja Vampire yang kemampuannya jelas bukanlah tandingannya.

" Jadi, selama ini kau sudah merencanakan semuanya, Choi Minho. " Ucap Yunho dengan nada dingin. " Aku tak pernah menduganya. "

Minho menyeringai. " tentu saja kau tak akan pernah menduganya, karena kau terlalu disibukkan dengan istri dan anakmu yang penyakitan itu. " Minho melirik kearah samping, mencari celah untuk kabur.

Yunho memejamkan matanya dengan erat, mencoba meredam amarahnya saat mendengar ucapan Minho. Melihat ada kesempatan, Minho segera melompat, mencoba untuk kabur.

Jleb

Crash

Dua suara berturut – turut mengiringi jatuhnya tubuh Minho di atas tanah. Mata Minho membelalak lebar sebelum tubuhnya terbelah dan mengeluarkan api. Api yang dalam sekejab membakar habis tubuhnya. Meninggalkan sebilah pedang yang tadi di lemparkan Chen tepat di jantungnya.

Yunho melirik ke arah Chen yang bangkit dengan susah payah, diam – diam ia mengagumi kecepatan dan ketepatan lelaki itu dalam membunuh lawannya, suatu saat nanti ia akan bisa menjadi seorang ksatria yang tangguh, Yunho tidak meragukan itu. dan betapa beruntungnya ia, karena dia adalah pengawal khusus anaknya.

Yunho kembali menyarungkan pedangnya yang tadi ia pakai untuk menebas tubuh Minho. Ya, siapa sangka di saat bersamaan ia dan pengawal itu bisa menghabisi Minho.

" Yang Mulia, kita harus bergegas, nyawa pangeran dan Sehun dalam bahaya. " Ucap Chen.

" Apa...? " Yunho mengerutkan keningnya.

" Tidak ada waktu untuk menjelaskan sekarang, yang Mulia, kita harus cepat menemukan Pangeran Jongin dan Sehun. "

Tanpa mengatakan sepatah katapun lagi, Yunho segera mengikuti Chen, berlari ke arah tempat di mana Luhan membawa pergi Jongin.

" Di mana mereka? " tanya Yunho.

" Ke arah sini yang Mulia. " Chen mengarahkan Yunho ke arah hutan terlarang.

Setelah cukup lama berlari, akhirnya mereka melihat pangeran Jongin yang sedang berbicara serius dengan Putri Luhan. Dan Yunho menggeram pelan saat melihat calon mertua anaknya menghunuskan pisau perak ke arah Jongin yang tampaknya tidak menyadari kehadirannya.

" Jadi dia juga... "

" Benar yang Mulia. " Ucap Chen.

Yunho melirik kearah Chen. " Bantu aku menghabisi orang itu dan alihkan perhatian Luhan. "

" Tapi, pangeran Jongin... "

" Dia akan baik baik saja. " Potong Yunho.

Chen mengangguk. " Baik, yang mulia. "

Yunho segera bergerak secepat kilat menarik Baekhyun, saat melihat gelagatnya yang ingin menusuk pangeran Jongin. Chen mengikutinya di belakang. Namun ia menjaga jarak saat melihat Yunho menyudutkan Baekhyun ke sebatang pohon besar. Chen memilih untuk berjaga jaga kalau Luhan datang mencari mereka. Karena ia sadar, kalau Luhan pasti melihat saat Raja membawa pergi ibunya.

" Kau... " Baekhyun tampak terkejut saat melihat wajah orang yang sudah membawanya pergi

Jlebb

" Aku tak akan mengampuni siapapun yang berniat jahat pada anakku. Tak terkecuali dirimu. " Desis Yunho dingin.

Baekhyun dengan tangan gemetar menyentuh perutnya, tempat belati itu menancap. Itu belati perak miliknya sendiri yang ingin ia gunakan untuk membunuh Jongin. Baekhyun memejamkan matanya, racun yang ingin ia gunakan pada Jongin kini malah berbalik menyerang dirinya sendiri.

" Aku tau aku salah. " Ucap Baekhyun dengan nafas tersengal. Racun dari belati yang menancap ditubuhnya mulai menjalar, dan ia merasakan rasa sakit yang teramat sangat tepat dijantungnya. " Tapi... anakku tidak tau apapun... "

" Pembohong, kau dan anakmu yang merencanakan ini semua kan. Kalian berencana merebut kekuasaan yang mulia dan membunuh Pangeran Jongin setelahnya. Minho sudah mengatakan itu semua padaku. " Sela Chen.

Yunho menatap kearah Baekhyun dengan dingin. " Kau dengar sendiri bukan, anakmu pun tak akan luput dari murkaku. "

" Ibu... "

Di saat itulah Luhan datang, ia langsung berlari ke arah ibunya. Dan Yunho dengan senang hati memberi jarak antara dirinya dan Baekhyun. Luhan dengan cepat memeluk tubuh ibunya yang semakin dingin.

" Apa yang anda lakukan pada ibuku yang mulia. " Luhan menatap marah kearah Yunho.

" Harusnya pertanyaan itu kau ajukan pada dirimu sendiri. Apa salah putraku sehingga kau dan ibumu berniat untuk membunuhnya. "

Luhan menunduk menatap wajah ibunya yang kini membiru. Efek racunnya mulia bekerja. " Hiks, ibu... kau kejam yang mulia, kenapa kau lakukan ini pada ibuku. "

" Aku hanya melakukan apa yang harusnya memang aku lakukan... " jawab Yunho dengan tenang. Ia memfokuskan matanya pada Baekhyun yang mengeluarkan suara seperti tercekik, sebelum tubuhnya menggelepar di pangkuan Luhan.

" Ibu... yang mulia... aku mohon tolong ibuku... " ucap Luhan dengan panik.

" Percuma, racunnya sudah menyebar keseluruh tubuhnya. Dan ia akan mati sebentar lagi. "

Seiring berakhirnya ucapan Yunho, tubuh Baekhyun sekali lagi menggelepar di pangkuan Luhan, sebelum diam dengan mata membelalak.

" Ibuuuuu... " Luhan histeris saat tubuh ibunya berubah menjadi kumpulan asap dan menghilang.

Yunho melirik ke arah Chen, memberi isyarat padanya untuk membawa Luhan. Chen mengangguk dan segera menarik tubuh Luhan untuk berdiri.

" Lepaskan, jangan sentuh aku dengan tangan kotormu. " Jerit Luhan mencoba berontak. Namun Chen malah mengeratkan cengkraman tangannya di lengan Luhan.

" Sekali lagi kau berontak, aku tak akan segan menarik lepas kedua tanganmu ini dengan tangan kotorku. " Ancam Chen.

Luhan langsung terdiam, merasa gentar, bagaimanapun ia tau kalau Chen tidak main main dengan ucapannya.

" Ayo pergi. " Ucap Yunho.

Ketiganya berjalan dengan cepat ke tempat Jongin berada dengan Chen yang sesekali mendorong tubuh Luhan, memaksanya untuk berjalan lebih cepat.

" Jongin... "

Yunho berlari dengan cepat menghampiri anaknya yang terkapar di atas tanah dengan perut bersimbah darah. Sementara Chen dan Luhan terpaku di tempat mereka berdiri.

" Bukan aku yang melakukannya. " Ucap Luhan dengan suara bergetar, ia merasa tulangnya hampir remuk saat Chen semakin erat mencengkramnya. " Aku bersumpah tidak melakukannya. Kau harus percaya padaku. "

Chen hanya diam, ia tahu kali ini Luhan tidak berbohong padanya. tapi siapa yang melakukannya pada pangeran Jongin ?

Yunho merobek kemeja yang di pakai Jongin dan memeriksa lukanya. Tidak terlalu parah, tapi kenapa putranya tidak melawan dan malah pingsan ? ini bukan tabiat putranya. Yunho tau, Jongin bahkan sudah melampaui kekuatannya sebagai Raja vampire, tapi kenapa kekuatannya akhir akhir ini terlihat melemah. Sebenarnya apa yang terjadi di malam itu ?

Yunho mengusap luka di perut Jongin, berusaha menyembuhkan lukanya dengan kekuatannya sendiri. Luka itu perlahan menutup dan hilang tanpa meninggalkan bekas. Sekali lagi Yunho di buat bingung. Semua orang tau kalau kaum vampire mempunyai kemampuan menyembuhkan luka mereka sendiri dalam sekejap, pengecualian kalau yang melukai mereka mengenakan suatu benda yang terbuat dari perak. Dan itu sepertinya terjadi pada anaknya. Namun, kalau orang itu melukai Jongin dengan benda perak, kenapa ia tidak melukai alat vitalnya, dan hanya melukai perutnya saja ? Yunho yakin pasti ada alasan di balik ini semua. Tapi apa dan siapa yang melakukannya ?

Luhan. Gadis itu tak mungkin melakukannya. Namun secara samar Yunho dapat mencium bau vampire lain yang sempat berada di sini. Mungkinkah...?

" Ayah... "

Suara lemah itu mengalihkan perhatian dari yunho yang tengah berusaha mengingat pemilik bau itu. " Anakku, kau sudah sadar. "

Jongin menatap kosong ke arah yunho, wajahnya tampak masih begitu pucat. Namun kata kata yang ia ucapkan membuat Yunho menatapnya dengan tatapan tak percaya.

" Di mana pasanganku... Sehun... "

Yunho menarik lepas kemeja yang di pakai Jongin hingga anaknya topless, dan ia menyentuh dengan tangannya yang gemetar tanda di pundak Jongin. Tanda ini...

.

.

.

.

Yixing menatap ke arah Sehun yang terus meringis kesakitan, memegangi perutnya yang terus membesar setiap jamnya.

" Yixingie, tidak bisakah kau melakukan sesuatu untuk mengurangi rasa sakit anakku? " tanya Suho dengan wajah pucat pasi. Ia terus memeluk tubuh Sehun, berusaha menenangkan anaknya itu.

Yixing menggeleng. " Bersabarlah sampai Chanyeol kembali dan membawakan penawarnya untuk anakmu. " ucapnya pelan.

" Sebenarnya penawar apa itu ? kenapa wajah Chanyeol pucat pasi ketika kau mengatakan penawar itu padanya? "

Yixing menghela napas panjang, ia teringat wajah pucat pasi Chanyeol tadi. Dan sedikit merasa bersalah karena setelah ini Chanyeol pasti akan mendapatkan masalah dengan pihak kerajaan. Tapi hanya itu satu satunya cara untuk menghentikan kesakitan Sehun untuk sementara.

Flashback

" Tabib Zhang... "

Yixing tersenyum lemah, "Bagaimana keadaan Sehun. "

Chanyeol menoleh kebalik pundaknya. "Tidak terlalu baik ku rasa. Dia terus kesakitan dan perutnya... " chanyeol terdiam, tak sanggup lagi meneruskan kata katanya.

" Sesuai dugaan, dalam hitungan jam dia akan melahirkan bayinya. " Ucap Yixing dengan perasaan campur aduk.

" Tidak bisakah kita mengeluarkan bayi itu sekarang? " tanya Chanyeol penuh harap.

" Andai aku bisa. " Bisik Yixing, ia menatap lurus kearah Suho yang tampak kewalahan menenangkan Sehun. "Kekuatan bayi vampire itu jauh di atas kita,dan sepertinya darah ayahnya melindunginya. "

" tapi aku tak bisa membiarkan anakku terus kesakitan seperti itu. " ucap Chanyeol dengan nada putus asa.

" Sudah berapa lama? "

" Mungkin empat jam. "

" Berarti bayinya sudah berusia empat bulan sekarang. Chanyeol-ah, pergilah ke kerajaan. Kita membutuhkan darah untuk Sehun sekarang, sebelum semuanya terlambat. "

" Darah? " Chanyeol mengerutkan keningnya. "Darah apa? "

" Ayah dari bayi itu, Pangeran Jongin. Lukai dia dengan pisau ini dan tampung darahnya, lakukan dengan cepat dan lakukan secepat yang kau bisa. Waktu kita hanya 5 jam sebelum bayi itu lahir, jangan sampai terlambat. Sekarang pergilah. " Ucap Yixing dengan nada panik.

" Aku mengerti. " Chanyeol mengambil pisau itu dari tangan Yixing dan bergegas pergi.

Flashbak end

" Darah Jongin... " bisik Suho, ia menatap ke arah anaknya dengan putus asa. " Tidak bisakah kau membuat ramuan untuk membunuh anak yang dikandung Sehun. aku tak ingin anakku kesakitan seperti ini. "

" Aku bahkan tidak tau ramuan seperti apa yang bisa menghentikan pertumbuhan pesat bayi itu. "

Sehun menggeram pelan mendengar ucapan ibunya. " Ja.. jangan bunuh bayiku. " Bisiknya dengan suara bergetar menahan sakit. " Biarkan dia hidup bu... "

" Tapi sayang, dia menyakitimu. " Ucap Suho lembut. Ia menangis melihat tatapan terluka putranya.

" Dia anakku, bu, anak dari orang yang ku cintai. Biarkan ia hidup, aku mungkin tak bisa memiliki ayahnya, tapi aku bisa memiliki anaknya. " Bisik Sehun.

Yixing memejamkan matanya dengan erat. Tak ada seorangpun yang tau, dan ia tak bisa mengatakannya pada Suho. Sehun akan mati saat melahirkan bayi itu nanti. Tak ada takdir yang lebih kejam dari seorang half blood yang mengandung benih dari vampire darah murni, keduanya menghasilkan seorang bayi monster, yang bahkan kekuatannya tak akan bisa di tandingi oleh ayahnya sendiri, kekuatan yang mengerikan. Yixing bahkan tak berani meramalkan bagaimana kehidupan anak itu nanti, apakah ia akan membahayakan kehidupan mereka kelak ?

" Taeoh... " bisik Sehun.

" Apa? " tanya Suho tak mengerti.

" Saat dia lahir aku ingin menamakan bayiku, Kim Taeoh, kalau dia laki laki. " Sehun mengelus perutnya yang semakin membesar. " Kalau dia perempuan, aku ingin memberinya nama Kim Rahee... " senyuman Sehun terlihat begitu menyedihkan. Bibir namja manis itu sudah seputih salju, namun ia berusaha menghilangkan ekspresi kesakitan dari wajahnya, walau itu terlihat sia sia. Karena baik Suho ataupun Yixing masih bisa merasakan penderitaan Sehun.

" Bersabarlah anakku, sebentar lagi ayahmu akan membawakan obat penawarnya. " Bisik Suho, diiringi dengan jatuhnya air matanya untuk kesekian kalinya.

Sehun mengangguk pelan. " Kita akan merawat anak ini kan bu? " bisiknya.

Suho memandang kearah Yixing, tabib itu menganggukkan kepalanya. Akan lebih beresiko kalau bayi itu tidak di rawat oleh mereka dan jatuh ke tangan orang yang berhati jahat. Karena itu, tak ada solusi yang lebih baik selain merawatnya.

" Tentu saja anakku. "

Sehun ingin mengatakan sesuatu lagi, namun tiba tiba ia merasakan tendangan yang begitu menyakitkan dari dalam perutnya dan ia meringis kesakitan.

" Ada apa sayang...? " tanya Suho panik.

Sehun tidak menjawab, ia terus meringis kesakitan.

" Bayinya... " gumam Yixing. Ia mengingat sudah berapa lama ia berada di sini. Empat jam. Itu berarti sebentar lagi Sehun akan melahirkan bayinya.

" Ada apa dengan bayinya? " tanya Suho dengan suara bergetar ketakutan.

" Bayinya sudah tidak sabar lagi ingin keluar. Di mana Chanyeol, kenapa ia belum datang juga. " Yixing terlihat panik. Ia segera mengambil pisau yang telah ia siapkan dari balik mantel panjangnya. Melepas mantel itu dan melemparnya ke atas tanah. Kemudian diam sambil menatap kearah Sehun. menunggu. Ya, menunggu hingga waktunya tiba, ketika takdir Sehun sudah ditetapkan.

Suho menatap gelisah kearah mulut goa, tak ada tanda tanda Chanyeol akan datang. " Ku Mohon demi anak kita, cepatlah datang. Sehun membutuhkanmu suamiku. Cepatlah, kau tak ingin melihat anak kita terus kesakitan bukan? "

Yixing yang mendengar ucapan Suho hanya bisa menunduk, hanya tinggal hitungan detik, hingga bayi di dalam perut Sehun genap berusia sembilan bulan. Walau dalam hitungan normal, itu artinya baru sembilan jam, namun bukankah anak seorang half blood dan vampire murni akan selalu menjadi istimewa ?

" Aaarrgghhttt... " Teriak Sehun kesakitan saat perutnya semakin membesar lagi, hingga mencapai ukuran seseorang yang mengandung sembilan bulan.

" Hiks, ibu... " isaknya lirih.

" Chanyeol- ah, cepatlah datang. Ku mohon... " rintih Suho. Ia menggenggam jemari anaknya dengan erat.

Seakan mendengar ucapannya, Chanyeol muncul di mulut goa, dan berlari cepat kearah mereka, di tangannya tampak sebuah botol kaca yang berisi cairan berwarna merah. Darah pangeran Jongin.

" Aku berhasil mendapatkannya. " Ucapnya dengan suara tersengal, ia menatap kaku kearah Sehun yang sepucat mayat dan perutnya... Chanyeol tak sanggup melihatnya.

" Berikan padaku. " Yixing menyambar botol kaca itu dari tangan Chanyeol dan segera membuka tutup botolnya.

" Sehuna, buka mulutmu dan minum ini. " Perintahnya yang segera di turuti Sehun.

Chanyeol beranjak ke samping Suho dan memeluk tubuh istrinya dengan erat. Ia tau Suho pasti merasa tak tega melihat anaknya harus meminum cairan merah itu. " Percayalah, ini semua demi anak kita. " bisiknya lembut. Dan Suho hanya bisa mengangguk lemah dipelukannya.

Yixing menatap kearah Sehun yang tampak gemetar sesaat setelah menghabiskan isi dalam botol itu. Sekilas Yixing bisa melihat taringnya keluar, namun hanya sesaat karena Sehun terlihat kembali normal selayaknya manusia biasa.

" Apa yang kau rasakan? " tanya Yixing.

Sehun menggeleng. " Aku tidak merasakan apapun. " Ucapnya lirih.

Yixing menatap kearah Chanyeol dan juga Suho. " Aku harap ini berhasil dan darah Jongin bisa menaklukkan bayi di dalam perut Sehun. " bisiknya.

" Kau yakin? " tanya Chanyeol.

Yixing menggeleng. " Untuk saat ini, sepertinya berhasil. " Gumamnya saat melihat Sehun yang terlihat tenang.

Ketiganya memperhatikan ekspresi tenang Sehun saat mengelus perutnya yang besar. " Kita harus bersiap siap, sebentar lagi waktunya bayi itu lahir. " Yixing mengambil lagi pisau yang tadi ia letakkan dia tas batu disamping Sehun saat meminumkan darah Jongin pada namja manis itu.

" Aku harap anakku tidak akan kenapa kenapa. " Gumam Chanyeol.

" Yang bisa kita lakukan hanya berusaha. " Yixing berusaha membuka kemeja yang di pakai Sehun. kemeja itu sudah robek di kedua sisinya karena tidak sanggup menahan desakan dari perut Sehun yang membesar. Tepat saat kancing di dada Sehun terbuka, ada sesuatu kekuatan yang tak kasat mata menyentak tubuh Yixing untuk menjauh.

" Ada apa? " tanya Suho panik.

" Bayinya... dia tidak menginginkan aku mendekat. " Ucap Yixing dengan ekspresi kaget.

" Biar aku yang coba. " Chanyeol melepaskan pelukannya dari tubuh mungil Suho dan mencoba melangkah mendekat, namun baru selangkah ia berjalan tubuhnya langsung terpental hingga menabrak dinding gua.

" Chanyeol. " Seru Suho dengan perasaan takut.

" Aku tidak apa apa sayang. " Ucap Chanyeol.

Suho melangkah dengan ragu ragu mendekati Sehun, namun seperti yang terjadi pada suaminya, tubuhnya pun terpental ke belakang dan hampir menabrak batu berujung curam andai saja Chanyeol tidak bergerak dengan cepat untuk menangkap tubuhnya. " Apa yang terjadi Yixing? "

" Bayi itu bisa menaklukkan darah Jongin. Kekuatan yang mengerikan. " Ucap Yixing yang berusaha bangkit dari posisinya setelah lagi lagi terpental saat mencoba mendekati Sehun.

" Aarghhhttt... " Sehun berteriak keras.

Dan ketiganya dengan cepat menoleh kearah Sehun dan terpaku melihat darah merembes dari perutnya yang terluka.

" Tidak... bayinya ingin keluar dan merobek perut Sehun. Chanyeol- ah kita harus melakukan sesuatu. " Teriak Yixing panik.

Namun bahkan ketiganya tak bisa menggerakkan seluruh tubuh mereka, seperti ada kekuatan besar yang menahan mereka untuk diam di tempat.

" Anakku... " Jerit Suho saat melihat robekan di perut Sehun bertambah parah. Darah muncrat kemana mana, sementara Sehun terus menjerit kesakitan.

Chanyeol memejamkan matanya mendengar suara robekan di perut Sehun, ia tak sanggup lagi melihat keadaan anaknya. Disisinya Suho terus menangis tanpa bisa berbuat apa apa.

Crash

Sebuah tangan mungil dengan kuku runcing keluar dari tempat perut Sehun yang sobek. Sehun bernapas tersengal sengal, tidak lagi merasakan sakit karena kondisinya semakin melemah.

Yixing menatap ngeri saat berikutnya terdengar robekan lagi dan akhirnya kedua tangan mungil berkulit putih itu terbebas. Kedua tangan mungil itu mencengkeram kedua sisi perut Sehun dan tanpa perasaan menyentaknya dengan kuat hingga luka di perut Sehun semakin terbuka lebar. Tanpa dosa, bayi mungil itu merangkak keluar dari perut Sehun dengan tubuhnya yang masih berlumuran darah. Bayi itu mengerjapkan matanya menatap kearah Yixing dengan mata birunya yang terlihat berkilat terang. Sebelum warna biru itu berubah perlahan menjadi kecoklatan, dan bayi itu jatuh berbaring di sisi Sehun. Menangis dengan kuat.

Yixing mencoba menggerakkan tubuhnya dan berhasil. Ia segera menghampiri Sehun dengan langkah gemetar. Bayi di sampingnya terus menangis meminta perhatian.

" Anakku... " Suho menyusul Yixing dan segera memeluk tubuh Sehun yang sedingin es. Napas Sehun terdengar satu satu. Ia menggenggam jemari ibunya dengan lemah. " Ibu... "

" Jangan bicara dulu Sehun, biarkan ayah dan Yixing membantu menyembuhkan lukamu. " Ucap Suho dengan air mata yang terus menetes di pipinya. Ia melirik kearah Chanyeol dan Yixing yang berusaha menggunakan kekuatan mereka untuk menutup luka itu dengan cepat.

" Bayiku... " bisik Sehun.

Suho melirik kearah bayi mungil yang terus menangis itu dengan ragu.

" Gendong saja, dia sudah kembali normal. " Gumam Yixing tanpa menoleh.

Dengan tangan gemetar Suho mengangkat tubuh bayi mungil itu kedalam gendongannya dan menggunakan mantel milik Yixing untuk membersihkan darah yang menempel bayi itu. setelah cukup bersih, ia mendekatkan bayi itu ke wajah Sehun. Bayi itu langsung berhenti menangis saat di dekatkan pada ibunya.

Sehun menatap ke arah bayi itu dengan matanya yang sayu. Ia tersenyum bahagia melihat wajah anaknya yang sempurna.

" Dia laki laki. " Ucap Suho lirih.

" Tampan seperti ayahnya. " Ucap Sehun dengan napas tersengal. Tangan namja manis itu gemetar saat menyentuh pipi bayinya. " Taeoh... Kim Taeoh... Bayiku... "

Perlahan tangan yang di gunakan untuk menyentuh wajah bayinya itu terkulai dan jatuh di sisi tubuhnya. Napas Sehun sekali lagi tersengal sebelum akhirnya diam.

" Sehuna... " panggil Suho dengan panik.

Chanyeol dan Yixing yang baru berhasil menutup luka di perut Sehun langsung menoleh.

" Yixing- ah lakukan sesuatu. " Ucap Suho, ia mengeratkan gendongannya di tubuh mungil Taeoh yang masih telanjang.

Yixing bergerak cepat untuk menyentuh leher Sehun, dan ia langsung jatuh terduduk di atas tanah dengan ekspresi menyedihkan.

" Anakku... " ucap Chanyeol tak percaya. " Tidak... ini tidak mungkin... " air mata jatuh membasahi kedua pipi namja tampan itu. Bahkan tanpa penjelasan dari Yixing ia mengetahui kalau jantung anaknya sudah berhenti berdetak.

" Tidak... " jerit Suho sebelum jatuh terduduk di tanah, tepat di samping Yixing. " Anakku masih hidup. Hiks... Chanyeollie... lakukan sesuatu... ku mohon... "

Chanyeol hanya diam masih terpaku menatap wajah tenang putranya yang terlihat seperti tertidur dengan pulas.

" Aku bahkan baru bisa bertemu dengan anakku. " Ucapnya dengan suara lirih.

Seakan mengerti keadaan ibunya, bayi mungil di gendongan Suho menangis dengan suara yang begitu kencang, hingga memekakkan telinga.

Suara itu bahkan mampu menembus masuk kedalam kamar Jongin , membuat namja tampan itu tersentak kaget bangun dari tidurnya. " Sehun... " tanpa di sadari Jongin air mata jatuh mengalir di pipinya. Ia merasakan kesedihan seolah separo nyawanya di tarik keluar dari tubuhnya. Apa yang sebenarnya terjadi ?

Yixing menatap Sendu kearah mayat Sehun. Inikah takdir yang telah ditetapkan untuk Sehun.

Hanya ada satu matahari untuk bulan. Ketika saat itu tiba maka satu matahari akan redup dan kehilangan sinarnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Yeahhh, akhirnya selesai juga chapter ini. Ekhem, ada yang tebakannya benar gak ?

Review lebih dua puluh lanjut lagi yaaaaa