Kini tangan nakal Taehyung mulai bermain di leher Jungkook meraba-raba pelan leher jenjang milik tunangannya namun di biarkan oleh Jungkook karena Jungkook tidak merasa terusik dalam tidurnya

Cup!

Taehyung mencuri satu kecupan dibibir Jungkook, lalu netranya kembali fokus kearah jalanan ketika mobil di depan nya mulai berjalan sedikit.

Kini tangan nakalnya kembali bermain dengan zipper celana milik Jungkook yang sengaja ia turunkan dan mulai memasukan tangannya kedalam celana Jungkook, Taehyung berusaha merogoh sesuatu dibalik pakaian dalam tunangannya, namun sebelum ia berhasil merogohnya tangan nya di tampik oleh Jungkook.

"Taehyung biarkan aku tidur!" protes Jungkook kesal yang terbangun dari tidurnya karena ulah Taehyung.

Akhirnya Taehyung menarik tangannya kembali dan fokus pada jalanan kota Seoul yang mulai gelap karena hari semakin sore seraya terkekeh geli, ketika Jungkook dengan netra yang masih terpenjam berusaha keras menarik zipper nya kembali seperti semula.

.

.

.


Tittle : You Might Be The One

Cast : Kim Taehyung, Jeon (Kim) Jungkook

Author : Yoonginugget

Rated : M

(Vkook) WARNING! BL (Yaoi) This gonna be M-Pregnant if you don't like it please go away

(Aku menyarankan kalian sambil mendengarkn lagu Clair de lune Debussy saat membacanya)


.

.

.

Jungkook menatap pantulan tubuhnya pada sebuah cermin besar di hadapannya, dengan gugup ia memperhatikan setiap lekuk tubuhnya yang terbalut kemeja putih yang di balut suit hitam dan dasi merah berbentuk kupu-kupu yang melilit leher jenjangnya, surai hitamnya yang tertata rapi dan sedikit polesan make up di wajahnya membuat dirinya nampak indah.

Hari ini adalah hari pernikahannya dengan tunangannya, hari yang ia tunggu selama ini, pengalaman pertama dan ia harap menjadi pengalaman terakhirnya, membuat dirinya nampak gugup setengah mati, Jungkook menggerakan tangannya, dan mengarah pada perutnya yang sedikit membuncit, mengusapnya pelan seraya tersenyum untuk menghilangkan ke gugupannya, kini kedua tangannya memeluk perutnya perlahan, Jungkook memejamkan kedua netra indahnya, menghirup udara ruangan secara cepat dan menghempaskannya keluar secara perlahan.

"Ahgi-ah dengarkan aku ne" ucap Jungkook pada bayi yang ada di kandungannya.

"Hari ini eomma senang sekali dapat menikah dengan appa, tapi aku gugup, bagaimana kalau aku menghancurkan acara ini?"

"Hihihi" Jungkook sedikit terkekeh "Nampaknya aku seperti orang bodoh saja, bertanya dengan mu, dengarkan aku lagi ne, tumbuhlah dengan baik didalam tubuhku, janji?" lanjutnya.

Namun Jungkook dengan tiba-tiba merasakan dekapan hangat serta tangan besar yang memeluk tubuhnya "Aku janji eomma" bisik orang itu pelan .

Jungkook pun menoleh "H-hyungie K-k-kenapa disini?" tanya Jungkook gugup.

"Ssstt" bisik Taehyung seraya membalikan tubuh Jungkook agar berhadapan dengan dirnya.

Diciumnya bibir lembut milik Jungkook secara perlahan dan hati-hati, namun ciuman yang diberikan Taehyung tiba-tiba membuat Jungkook membelalakan netranya beberapa saat, namun dengan perlahan menutup kedua matanya kembali untuk menikmati ciuman yang Taehyung berikan.

"Sampai jumpa di altar" ucap Taehyung seraya melepaskan ciuman hangat mereka dan pergi meninggalkan Jungkook yang masih merona.

.

.

.

Nyonya Jeon menepuk-nepuk pundak anak semata wayangnya itu dengan pelan, air mata mulai menggenang disudut netranya, dengan telapak tangan yang halus bagaikan sutra membelai pipi Jungkook yang hangat, air mata juga mulai menggenang disudut netra kelam milik Jungkook namun ibunya segera menghapusnya dengan pelan.

"Anakku sayang jangan menangis nanti Taehyung khawatir dan berpikir yang tidak-tidak, ayo tersenyum ini adalah hari pernikahan mu, lihat di altar itu ada pangeran tampan sedang menunggu pujaan hatinya" jari telunjuk nyonya Jeon mengarah pada kaca bening namun dengan jelas Jungkook menunjuk kearah Taehyung yang sedang berdiri tegak di atas altar di temani dengan seorang pastur yang ada di hadapannya.

"Eomma dan appa terimakasih sudah mendungkung dan mencintai ku selama ini"ucap Jungkook seraya mencium pipi ibunya dengan lembut, tua Jeon segera menyiapkan lengannya dengan segera Jungkook menautkan tangannya.

Pintu besar itu terbuka menampakan sosok Jungkook yang di temani oleh Ayahnya yang menuntunnya kearah altar gereja yang terlihat megah nan indah itu, senyuman manis Taehyung menyambut kedatangan Jungkook, alunan musik instrumental yang memainkan alunan Clair de lune Debussy mengiri langkah Jungkook, wajahnya terlihat gugup namu dengan percaya diriny Jungkook menuju altar pernikahannya.

.

.

Pastur itu pun memulai langkah-langkah janji pernikahan dengan hikmat lalu memanggil nama lengkap Taehyung dengan tegasnya namun lembut secara bersamaan.

"Kim Taehyung, adakah saudara meresmikan pernikahan ini sungguh dengan ikhlas?"

"Ya, Sungguh"

"Bersediakah saudara mengasihi dan menghormati istri saudara sepanjang hidup?"

"Ya, bersedia"

"Dan bersediakah saudara menjadi Bapa yang baik bagi anak-anak akan yang di percayakan oleh Tuhan kepada anda, dan mendidik mereka dengan baik?"

"Ya saya bersedia"ucap Taehyung mantap seraya menantap sang pastur, lalu pastur itu pun memberikan pertanya kepada Jungkook.

"Jeon Jungkook, adakah saudara meresmikan pernikahan ini sungguh dengan ikhlas?"

"Ya, sungguh" ucap Jungkook lembut

"Bersedialah engkau engkau selalu berada disisi saudara Taehyung, dalam ke adaan senang mapun duka, kaya maupun miskin, dan seha ataupun sakit?"

"Ya, saya bersedia"

"Dan bersediakah saudara menjadi Ibu yang baik bagi anak-anak akan yang di percayakan oleh Tuhan kepada anda, dan mendidik mereka dengan baik?"

"Ya, saya bersediah" ucap Jungkook dengan lantang walau ada sedikit getaran dari suaranya karena ia nampak gugup dan senang dalam bersamaan.

"Silangkah mencium mempelai anda"ucap sang pastur.

Taehyung mendekatkan wajahnya pada Jungkook, menubrukan belahan bibir tebalnya pada bibir merah milik Jungkook, semua tamu undangan bersorak gembira.

Ciuman Taehyung yang sangat lembut membuat Jungkook terlena, tak ada nafsu disana hanya ciuman kasih sayang diberikan oleh Taehyung padanya, dan hampir saja mereka melupakan banyak nya tamu yang melihat aksi mereka yang bisa dibilang sangat lama.

"Aku rasa itu terlalu lama" singgung Jimin yang berteriak sedikit kencang dan hampir menjadi pusat perhatian disana sebelum yoongi yang membekap mulutnya.

Taehyung dan Jungkook pun menghentikan ciuman mereka, wajah merah Jungkook yang menunduk malu dan wajah senang Taehyung yang terkekeh bahagia.

"Maaf, kami hanya menikmati moment kami" ucap Taehyung tanpa merasa malu, namun para tamu undangan tertawa bahagia.

"Ah sebelumnya aku ingin mengucapkan sesuatu" kata Taehyung, suasa gereja pun menjadi hening dan serius "Jungkook akan menyampaikannya" lanjut Taehyung.

Jungkook pun, meremat celana nya menahan ke gugupan yang ada pada dirinya "A-Aku sedang hamil tiga bulan, dan ini anak Taehyung-hyung"ucap jungkook mantap.

Sebagian para tamu undangan nampak kaget lalu mereka mengucapkan selamat bagi Jungkook dan Taehyung, Jungkook nampak malu-malu dan terlihat lucu saat itu, namun tidak dengan Jimin "Tunggu dulu, kau berhutang cerita pada ku idiot" ucap Jimin sembarang.

Ucapan sembarang Jimin memberikan beberapa perhatian dari para tamu undangan, namun Taehyung hanya terkekeh geli.

Ya, Taehyung dan Jimin adalah sahabat baik yang sangat akrab, persahabatan mereka di antara cinta dan benci, banyak hujatan yang di lontarkan Jimin untuk Taehyung atau sebaliknya, namun celaan itu digunakan hanya untuk menunjukan kasih sayang diantara mereka karena di balik celaan Jimin ketika Taehyung kebingungan merupakan saran yang baik, atau ejekan Taehyung yang ia berikan ketika Jimin mengeluh sakit pada bagian kakinya karena ia terlalu banyak berlatih untuk kelas dance nya, sebenarnya Taehyung khawatir dengan sahabatnya itu.

.

.

"Jungkook kau dimana?" tanya Taehyung yang kebingungan ketika ia tidak menemukan sosok bocah yang ia nikahi beberapa jam lalu di dalam kamar mereka, tadinya Taehyung ingin mengajak bocah itu mandi bersama.

Akhirnya Taehyung memutuskan untuk berjalan kearah dapur untuk meminum segelas air.

Taehyung dan Jungkook sudah kembali ke apartemen mewah milik mereka berdua, apartemennya kini disulap begitu indah oleh kedua orang tua mereka, dengan nuansa tampilan yang lebih elegan dari sebelumnya, beserta beberapa perabotan baru yang begitu menarik perhatian dan hadiah pernikahan yang diletakan disudut ruangan keluarga milik mereka.

Taehyung sedang asyik meminum segelas air dingin yang ia baru ambil dari kulkas, baru setengah air dari gelas yang ia ia minum, namun ia memuntahkannya kembali ketika Jungkook menghampirinya dengan berpakaian kelinci yang begitu sexy dimatanya, bagaimana tidak?, bando kelinci yang menghiasi kepalanya dan tidak menggunakan sehelai benang pun pada bagian atas tubuhnya lalu hanya memakai pakaian dalam berwarna hitam yang di kaitkan dengan tali berwarna merah yang menyambungkan antara stocking panjang brenda senada dengan pakaian dalamnya, damn Kim Jungkook kau begitu sexy sekarang!.

"Yatuhan Kim Jungkook" jerit Taehyung kaget sehingga ia lupa menutup mulutnya yang ternganga lebar.

"U-Um a-ada apa hyung?" tanya Jungkook ragu.

"Kenapa kau berpakaian seperti itu?"

"Kata Jin-hyung kau suka sekali melihat seseorang memakai pakaian seperti ini" kata Jungkook ragu "Jadi um... aku memakainya, karena aku hanya mau hyungie melihat ku saja jangan orang lain" lanjut Jungkook polos.

Oh yatuhan, kenapa kau menciptakan seorang anak yang polos seperti ini untuk seorang yang bejat seperti Kim Taehyung?

Taehyung pun terdiam, memang sih saat awal-awal berpacaran dengan Jungkook, Taehyung masih melampiaskan nafsunya dengan membeli beberapa majalah dewasa dan beberapa video porno untuk akhir pekan dirinya, atau bersama Jimin yang biasanya menginap dirumah Taehyung atau sebaliknya.

Tentu saja Jin-hyung mengetahui hal itu, karena setiap video porno yang dibeli Taehyung sebagian adalah rekomendasi kekasihnya, Kim Namjoon.

"Sayang itu dulu, tapi sekarang tidak" kata Taehyung membela diri.

"Terserah, aku tidak peduli intinya mulai detik ini dan seterus Kim Taehyung hanya milik Kim Jungkook, dan sebaliknya" ucap Jungkook possessive.

"Aku milik mu sayang seutuhnya"

"Um" gumam Jungkook, ia pun menarik tangan Taehyung dan membawanya kedalam kamar, entah setan apa yang memberi Jungkook kekuatan sehingga ia mampu mendorong tubuh suaminya itu hingga terjungkal keatas ranjang.

Taehyung membelalakan matanya ketika Jungkook menaiki tubuhnya dan duduk di atas perut datarnya.

Jungkook merambati kedua tangganya ke atas dada bidang Taehyung, mengusapkan telapak tangannya perlahan di atas kaos hitamnya yang terlihat lebih sexy ketika suaminya itu yang mengenakannya.

Kini tangan nakalnya berada di bagian atas perut Taehyung, Jungkook dengan perlahan memundurkan dirinya sehingga ia menduduki pinggul ramping Taehyung dan tidak sengaja menyentuh kejantanannya.

Di bukanya kaos hitam milik suaminya itu tanpa meminta izinya terlebih dahulu.

"Kau menyukai berada di atas ku sayang?" goda Taehyung pada Jungkook.

"Aku suka kulit tan mu hyung" tiba-tiba Jungkook menjilat kulit Taehyung pada bagian tengah dadanya "Seperti cokelat" lanjut Jungkook.

Jungkook pun menggesek-gesekkan bokongnya pada kejantanan milik Taehyung.

"Berhentilah menggoda ku kelinci nakal, mau langsung bermain ke inti?"

"Menurut mu?" goda Jungkook ia pun bangun dari duduknya dan menyuruh suami nya itu duduk, dengan tiba-tiba Jungkook bersimpuh diantara kedua kaki Taehyung yang terbuka, lalu ia menurunkan celana kolor milik Taehyung, di bantu oleh Taehyung sendiri.

"Oh selamat datang kembali" sambut Jungkook bahagia ketikan ia melihat kejantanan milik Taehyung yang menantang gravitasi bumi.

"Bolehkah aku memasuki ini kedalam mulutku?"

"Tentu sayang"

Dengan ragu Jungkook memasukkan kejantanan milik Taehyung, ke dalam mulutnya, ia memaju-mundurkan mulut kecilnya yang dipenuhi milik Taehyung yang cukup besar "Hyung um... ughh.." lenguhnya ketika Taehyung menggerakkan pinggulnya sehingga Jungkook dapat merasakan milik Taehyung memasuki tenggorokannya.

Kini Jungkook menghisap-hisap milik Taehyung, membuat si empunya bergetar merasakan nikmat tiada tara pada bagian ujung penisnya.

"Sssstt sedikit lagi" ucap Taehyung.

Dengan cepat Jungkook memasukan milik Taehyung lagi kedalam mulutnya "Ugghhhh" desah suaminya ketika ia mengalami orgasme pertamanya.

"Ughh hyung, banyak cairan yang masuk kedalam mulutku" keluh Jungkook.

"Maaf kookie tapi kau bisa memuntahkannya"

"Apa tidak apa-apa?, aku menelannya sedikit" tanya Jungkook khawatir

"Aku harap kau memuntahkannya saja sayang, karena semua yang kau masukan kedalam mulutmu anak mu juga merasakanya, maafkan aku sayang"

"Aku rasa bayi kita tidak keberatan merasakan cairan ayahnya juga hehehe" ucap Jungkook terkekeh.

"Dasarbodoh" ejek Taehyung lalu menarik Jungkook dan menidurkannya ke atas ranjang merah merah milik mereka.

"Hum, seharusnya kau tak melakukan itu" bisik Taehyung ketika ia mengurung tubuh Jungkook dengan kedua tangannya.

"Ah kenapa kau selalu menggoda setiap saat"

Kini Taehyung menciumi sisi kanan telinga Jungkook, mengulumnya sedikit lalu menelusuri leher jenjangnya dan berakhir pada nipple milik Jungkook yang mencuat ketika ia merasakan geli dan nikmat yang tak tertahankan ketika sebelah tangan Taehyung memainkan nipple nya.

Memilin nipple Jungkook adalah kegiatan yang paling ia sukai, apalagi ia bisa melihat wajah merah Jungkook dan mendengar suara lenguhan dari bibirnya.

"Aku suka kau tampil percaya diri dihadapan ku ketika perut mu sedikit membuncit" puji Taehyung lalu mencium perut buncit Jungkook dengan lembut.

Tangan nakal milik Taehyung pun membuka pakaian dalam yang Jungkook pakai, dengan jahil ia langsung memasuki jarinya tanpa pelumas sedikit pun ke dalam lubang milik Jungkook "S-Sakit hyung" keluh Jungkook.

Taehyung pun mengeluarkan jari-jemarinya, tanpa aba-aba ia memasuki kejantanan milik nya yang menegang hebat ketika ia melihat hole merah muda Jungkook yang berkedut seakan mengundangnya terus menerus .

"Ya hyung! Ini sakit" protes Jungkook yang hampir menangis, rasanya lubang milik Jungkook akan robek,Taehyung pun kembali memenjarakan dirinya lalu menciumi bibir merahnya dengan pelan, ia hampir lupa kalau Jungkook sedang hamil, dan hampir melakukan seks kasar pada istrinya.

"Maaf saya" ucapnya lalu menciumi bibir dan turun ke leher jenjang milik Jungkook.

Dengan perlahan Taehyung menggerakan pinggulnya maju mundur, pada saat awal memang Jungkook akan selalu meringis, dan mengeluh sakit.

Atau melampiaskan cengkramannya pada sprei merah mereka, namun ketika Taehyung menemukan titik kenikmatannya ia pun mendesah hebat.

"Hyung.. disitu ah..."

Taehyung pun tersenyum bangga ketika berhasil menemukan tempat yag tepat untuk merasakan nikmat, yang kini tak ada lagi ada dosa diantara mereka.

"Hyungiieee sedikiit lagi ughh..." ucapnya.

Taehyung pun dengan semangat menggenjot lubang milik Jungkook yang memerah.

"Arrggh sedikit lagi" ucap Taehyung, dengan tubuh bergetar hebat seraya mengeluarkan cairanya di dalam lubang Jungkook, di saat bersamaan Jungkook juga mengeluarkan cairannya.

Taehyung pun mencabut penisnya yang sedikit loyo dari lubang milik Jungkook.

"Waah hebat sekali rasanya" ucap Taehyung yang masih terengah, lalu ikut berbaring di samping Jungkook, Taehyung melepaskan bando kelinci yang Jungkook kenakan lalu membuangnya sembarang, tangannya mengusap pipi Jungkook yang memerah hanya untuk mengusap peluh yang menjadi saksi kegiatan panas mereka.

"Hyungie akuhh lelah" ucap Jungkook yang masih terengah.

"Ayoo tidur saja" ajak Taehyung seraya menarik selimut untuk menutupi tubuh telanjang milik mereka berdua.

.

.

Disaat mata Taehyung yang hampir terpejam, ponselnya pun berdering, dengan malas ia meraih ponselnya dari meja nakas yang ada di samping tempat tidurnya.

"Yeobseyo?"

"Yeobseyo, Taehyung bagaimana malam pertama mu err... maksud ku malaam..." suara cempreng dari ujung telepon membuat Taehyung mengerutkan dashinya.

"Jimin-ah aku mau tidur"

"Apa istri manis mu belum tidur?" goda Jimin.

"Awas kau berani menggoda istri ku akan ku adukan pada Yoongi-hyung" ucap Taehyung.

"Men santai saja aku hanya bercanda"

"Sudah ya Jim, aku lelah sekali sampai jumpa" ucap Taehyung seraya mematikan saluran teleponnya.

.

.

Disisi lain.

"Eh Yeoboseyo?"

"Sialaaaaan Kim Taehyung sialan"umpat Jimin kesal.

"Brengsek ,bisa tidak kau diam ini sudah malam" umpat balik Yoongi pada kekasihnya Jimin.

"Heh Yoongi-hyung, hueeee maaf hyung" ucap Jimin menyesal lalu menghampiri Yoongi dan memeluknya.

"Pergi sana" usir Yoongi seraya berusaha melepaskan pelukan Jimin dan meninggalkannya sendirian di ruang televisi.

.

.

.

To Be Continued


Hi, terimakasih banyak reviews nya, banyak yang menarik perhatian ku loh isi review nya, aku suka baca review panjang-panjang dari kalaian

oh iya tolong reviews lagi ya di chapter ini.

ARMY, siapa ni yang gak sabar anniv nya BTS?

kalau aku sih gasabar banget huhu. xD

oh iya aku

okee see you next chapter yaa :*