SECRET ADMIRER
.
.
.
Cast : Park Chanyeol, Oh Sehun (ChanHun), Kim Jongin (little bit KaiHun), and other cast.
Rated : M
Genre : Romance, School life, yaoi
.
.
.
Chapter 10 ( In the End of Story )
.
.
.
"Kau harus pergi sekarang, kau harus tinggal dengan grandma sampai kau sukses baru kau boleh kembali lagi kesini"
.
.
.
"Kau..." lirih Sehun.
Sosok yang dilihatnya hanya tersenyum manis di depannya.
"Apa kabar?" Tanyanya.
"Mungkinkah kau... yang melakukan semua ini?" Lirih Sehun.
Sosok itu hanya tersenyum sambil memandang lekat ke arah Sehun.
Sehun langsung berlari menghampiri sosok itu, lalu menubrukkan tubuhnya untuk memeluknya.
"Maafkan atas semua sikapku, aku sangat merindukanmu, aku mencintaimu, hyung "
Tangis Sehun kini sudah pecah membasahi sweater abu-abu sosok yang dipeluknya dengan erat itu.
"Nado saranghae, Oh Sehun"
"Jangan pergi, Chanyeol hyung " kata Sehun sambil sesenggukan.
"Maaf aku tidak bisa" ucap sosok itu yang ternyata adalah Chanyeol.
Chanyeol melepaskan pelukan Sehun lalu menarik Sehun untuk duduk disebelahnya.
"Sudah ku bilang pakai sesuatu yang hangat di tubuhmu, udara sangat dingin sekali, aku tak mau kau jatuh sakit" ucap Chanyeol sembari memakaikan scarf berwarna biru langit di leher Sehun.
"Hyung , hiks.."
"Sstt, jangan menangis lagi"
Chanyeol menghapus air mata Sehun lalu memegang pipinya yang terasa basah dan dingin, lalu menatap kedua mata hazelnya dengan lekat.
"Bukankah kau kemari ingin mendengar penjelasanku bukan?"
Sehun hanya mengangguk.
"Kenapa bisa berpikiran datang kemari?" Chanyeol terkekeh.
"Entahlah, mungkin naluriku yang memberitahuku"
"Jadi sudah tahu siapa aku?"
"Ya, kau penguntit sialan, siapa kau?!" Tanya Sehun sambil memukul lengan Chanyeol.
"Aaww sakit Sehun, kalau kau memukulku terus aku takkan memberitahumu"
"Dasar kau menyebalkan"
"Mau dengar tidak penjelasanku?"
"Cepat jelaskan, aku rela bolos kerja demi menemui penguntit sialan ini, tahu tidak" dengus Sehun.
Chanyeol terkekeh mendengar perkataan Sehun.
"Maaf telah membuatmu merasa tidak nyaman selama ini, maafkan aku yang mengaku-ngaku sebagai pengagum rahasiamu, aku hanya ingin bisa dekat denganmu, setelah dulu aku sangat menyesal karena aku sama sekali tak bisa berinteraksi apapun saat dulu kau mendekatiku"
"Kau... benar kan dugaanku, kau anak lelaki yang sering ku temui di taman bermain dulu? Yang sama sekali tak pernah mau berbicara?"
Chanyeol hanya mengangguk dan tersenyum.
"Ingat saat pertama kali bertemu? Saat kau menyodori pepero milikmu?" Tanya Chanyeol.
"Tidak terlalu ingat sih... bisakah kau ceritakan kembali?"
"Jadi..."
.
Flashback On.
"Hai, bolehkah aku duduk dan bermain ayunan bersamamu?" Tanya seorang anak laki-laki yang menghampiri seorang anak laki-laki yang dari tadi diam saja.
Namun anak lelaki yang di tanyainya hanya diam saja.
Tanpa babibu anak itu langsung saja duduk di ayunan di sebelah anak itu.
"Kenalkan, aku Oh Sehun, namamu siapa?"
Hening.
"Sepertinya kau lebih tua dariku ya, baiklah kalau begitu ku panggil kau hyung saja ya, senang berkenalan denganmu" ucap Sehun dengan suara ala anak-anak kecil berumur 6 tahun.
"Kau mau pepero? Ini makanan kesukaanku. Ini, kubagi satu, ambillah" ucap Sehun sambil menyodorkan sebatang pepero pada anak itu.
Namun anak itu tak bergeming.
"Ah, kau banyak berpikir hyung, ini ambil saja"
Sehun mengambil tangan anak itu lalu meletakkan pepero di tangan anak itu.
"Nah, dimakan ya hyung" jawab Sehun sambil tersenyum, sampai-sampai kedua matanya tertutup membentuk bulan sabit.
Flashback Off.
.
"Itu saat pertama kalinya melihat senyuman indah darimu" Chanyeol terkekeh.
"Ah iya.. aku mengingatnya sekarang hyung . Lalu, bagaimana dengan bunga Azalea nya?"
"Kau juga tak mengingatnya?"
Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Waktu itu..."
.
Flashback On.
"Hai, hyung" sapa Sehun lalu menghampiri anak lelaki pendiam itu di ayunan.
"Kenapa setiap kita bertemu, wajahmu selalu murung? Kenapa kau tak pernah mau berbicara denganku? Kau tak menyukaiku?"
Anak lelaki itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Kau mau dengar tidak? Bibiku bilang, kita harus menjadi seperti bunga Azalea, harus bisa menjadi sosok yang saat orang lain melihat kita dia akan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Makanya bibiku suka sekali menanam bunga Azalea di pekarangan rumah" kata Sehun sambil menunjuk rumahnya yang penuh dengan bunga Azalea milik bibinya.
"Jadi, hilangkan wajah murungmu itu dan tersenyumlah agar orang-orang yang melihatmu langsung jatuh cinta pada pandangan pertama padamu"
Flashback Off.
.
"Pada saat itu juga aku langsung jatuh cinta pertama kali denganmu"
"Cih, picisan sekali. Aku tidak yakin dulu aku pernah mengatakan itu padamu"
"Terserah kau saja, aku mengatakan hal yang sebenarnya"
"Iya iya, aku percaya padamu. Lalu, bagaimana dengan radio?"
"Hei Sehun, kau ini lupa atau memang amnesia huh? Masa semuanya tak kau ingat"
"Aku benar-benar lupa hyung , ayo sudah cepat ceritakan saja semuanya"
"Ya ya, akan aku ceritakan.."
.
Flashback On.
Seperti biasa, Sehun selalu datang setiap sore ke taman bermain untuk menemui anak lelaki pendiam yang selalu duduk di ayunan. Namun kali ini ia membawa radionya, hadiah dari pamannya.
"Halo, hyung, bagaimana kabarmu?"
Seperti biasa anak lelaki itu tak menyahutinya.
"Kau masih saja murung hyung. Kalau begitu, cobalah dengar lagu di radio ini, murung diwajahmu pasti akan hilang. Aku baru dihadiahi radio ini oleh pamanku, aku sangat senang sekali, aku selalu terhibur dengan radio ini. Coba hyung, dengarkan dulu lagu di radio ini"
Sehun menyodorkan radio miliknya di telinga Chanyeol. Lagu anak-anak pun mengalun dari radio itu.
Flashback Off.
.
"Saat itu kau menggemaskan sekali, uh" Chanyeol terkekeh.
"Hyung !"
Chanyeol hanya tertawa.
"Lanjutkan hyung , bagaimana dengan Icheongmabi ?"
"Ah.. musim itu.. itu yang sangat aku suka, waktu itu..."
.
Flashback On.
"Hyung! Kenapa sendirian disini? Tak ada satupun anak yang bermain disini" panggil Sehun lalu menghampiri anak lelaki yang biasa ia sebut hyung yang selalu duduk menyendiri di ayunan.
"Udara cukup dingin hyung, lain kali kau harus pakai sesuatu yang hangat di tubuhmu"
Anak lelaki itu selalu diam.
"Kau tahu tidak hyung? Aku sangat menyukai Icheongmabi, dimana saat musim ini daun-daun cantik berwarna kuning kemerahan jatuh berguguran. Kau tahu tidak? Daun yang berguguran itu ibaratnya saat semua apa yang kita miliki pergi jauh dari kita untuk selamanya, di suatu hari nanti Tuhan pasti akan menggantinya dengan sesuatu yang indah, seindah musim semi nanti dimana bunga-bunga yang cantik akan bermekaran"
Anak lelaki itu memandangi Sehun.
"Kenapa menatapku seperti itu? Aku tahu aku baru berumur 6 tahun, dan kau pasti lebih tua dariku, namun aku lebih bijak darimu" Sehun terkekeh.
Flashback Off.
.
"Kau sangat bijak sekali saat itu, aku sangat menyukai setiap kata-kata yang keluar dari mulutmu" Chanyeol terkekeh.
"Aku memang bijak" kata Sehun sambil menyombongkan diri.
"Tidak usah terlalu percaya diri begitu" ucap Chanyeol sambil mencubit gemas pipi Sehun.
"Aaww sakit hyung " gerutu Sehun.
"Mau ku lanjut, tidak?"
Sehun menganggukkan kepalanya.
"Lalu, scarf itu..."
.
Flashback On.
"Hai hyung!"
Sehun menghampiri anak pendiam itu dengan berjalan seperti layaknya anak penguin. Salahkan bibinya yang memakaikannya baju berlapis-lapis ditambah sweater yang tebal ini, belum lagi scarf yang menutupi setengah wajahnya.
"Hyung, udara musim gugur kali ini dingin sekali, kan sudah ku bilang untuk memakai sesuatu yang hangat di tubuhmu, kenapa tidak memakainya, huh?"
Sehun melepaskan scarf yang ada di lehernya, lalu memakaikannya pada Chanyeol.
"Ini, ku berikan scarf ku untukmu. Jaga baik-baik ya, asal kau tahu saja scarf itu pemberian ibuku, sebelum ia pergi meninggalkanku. Ibu memberikan itu karena ia ingin melindungiku anak kesayangannya dari kedinginan. Sekarang ku berikan padamu, karena aku ingin melindungimu dari kedinginan juga" Sehun tersenyum.
Flashback Off.
.
"Saat kau memberikan scarf itulah yang paling aku ingat" ucap Chanyeol.
"Oh jadi itu alasanku saat memberikannya waktu itu" gumam Sehun.
"Jadi..."
"Jadi... apa?"
Chanyeol mendengus sebal. Kenapa Sehun menjadi lambat sekali berpikirnya?
"Kau sudah tahu kan siapa aku?"
"Oh, jadi namamu Chanyeol, hyung yang aku temui 10 tahun lalu" ucap Sehun.
"Kau mau tahu kenapa aku menjadi sangat pendiam waktu kecil?"
Sehun mengangguk.
"Itu karena... saat waktu itu ayah dan ibuku sedang bertengkar hebat, lalu ayah pergi begitu saja dari rumah. Esok harinya ibu mendapat telepon dari rumah sakit bahwa ayahku meninggal dunia karena kecelakaan mobil saat dirinya melarikan diri dari rumah malam itu. Aku sangat terpuruk saat itu, aku kehilangan ayah yang sangat aku sayangi, ayah yang sangat aku banggakan. Sejak saat itu aku menjadi pribadi yang pemurung dan selalu bersedih. Kemudian..."
Chanyeol terdiam sebentar.
"Ayah meninggalkan perusahaannya pada ibu, ibu yang tak tahu apa-apa soal bisnis waktu itu dipaksa untuk memegang perusahaan ayah. Makanya ibu memaksaku menjadi seorang pebisnis, agar aku bisa memegang perusahaan ayah dan tidak menjadi buta bisnis seperti ibuku" ucap Chanyeol.
"Maafkan aku hyung ... kau pasti sedih. Harusnya kau tak usah bercerita itu padaku" ucap Sehun sambil mengelus-elus pundak Chanyeol berusaha menenangkannya.
"Harusnya aku yang berterimakasih padamu.. berkat kau aku tak jadi anak pendiam lagi, haha. Maafkan aku ya, sejak menerima scarf aku tidak datang lagi ke taman bermain itu, aku pindah rumah ke Seoul"
"Pantas saja kau langsung menghilang begitu saja, tak apa-apa hyung . Aku juga pindah ke Seoul saat sekolah menengah pertamaku"
Chanyeol memeluk erat Sehun.
"Aku merindukanmu" lirih Chanyeol.
"Aku juga merindukanmu, hyung. Sangat." Sehun membalas pelukan Chanyeol tak kalah erat.
"Ini artinya kau sudah menerimaku?"
Sehun mengangguk.
"Sekarang kita resmi berpacaran?"
"Menurutmu?"
"Menurutku, iya" Chanyeol terkekeh.
Chanyeol melepaskan pelukannya, lalu berbisik,
"Terimakasih, Sehun"
"Untuk?"
"For your present in my life. Thanks "
Chanyeol mencium bibir tipis milik Sehun. Tangannya memegang pipinya yang terasa dingin terkena angin. Chanyeol mulai melumat bibir Sehun, yang dibalas juga oleh Sehun. Tak perlu lama, lidahnya sudah bisa masuk untuk mengabsen apa saja yang ada di mulut Sehun. Mengajak perang lidahnya dengan lidah Sehun. Saling bertukar saliva. Saling mengecap rasa satu sama lain.
Chanyeol mengecup sekilas bibir Sehun, lalu melepasnya.
"I love you, Oh Sehun "
"I love you more than you know "
"Tapi maaf... aku tak bisa berlama-lama disini, aku harus pergi"
"Tak bisakah kau tinggal? Kau mau pergi kemana?"
"Kau pasti tahu aku akan pergi kemana kalau kau sudah menemukan sesuatu dari clue-clue yang sudah ku beri" Chanyeol tersenyum tipis.
Sehun terdiam sebentar untuk mengingat sesuatu.
"Paris?" Bisik Sehun.
"Kau memang pintar rupanya" Chanyeol lagi-lagi tersenyum sambil mengusak surai kecoklatan milik Sehun.
"Kau akan meninggalkanku ke Paris? Kenapa?" Tanya Sehun lirih.
"Ibu menitipkanku pada grandma ku yang sangat tegas dan disiplin itu untuk mendidikku, sekalian aku berkuliah disana. Kalau aku boleh memilih, aku lebih memilih ibuku daripada grandmaku di Paris—" Chanyeol tersenyum miris sebentar kemudian melanjutkan ucapannya.
"Bisakah kau menungguku? Aku janji, aku akan kembali untukmu"
"Jadi kita akan long distance relationship ?" Lirih Sehun.
"Ya. Tapi bisakah kau berjanji satu hal padaku?"
"Apa?"
"Jaga hatimu selalu untukku. Aku berjanji, aku akan kembali untukmu. Jadi kumohon, tunggulah aku" Chanyeol menggenggam kedua tangan Sehun sambil menatap matanya lekat.
"Akan ku tunggu, semampu yang aku bisa"
Chanyeol kembali memeluk Sehun erat.
"Terimakasih, you're my spirit in my life "
.
.
.
Hari ini Sehun mengantar Chanyeol ke bandara untuk melepas kepergiannya.
"Hei, jangan sedih begitu, aku jadi tidak tega meninggalkanmu"
"Tidak, aku tidak sedih, pergi saja sana"
"Yang benar?" Goda Chanyeol.
"Dasar menyebalkan, aku membencimu"
"Aku juga mencintaimu, sayang" Chanyeol terkekeh.
Keberangkatan pesawat Chanyeol tinggal 10 menit lagi. Semua penumpang sudah diharuskan masuk ke dalam pesawat.
"Kau harus janji padaku ya, saat kita bertemu nanti kita harus sama-sama sudah sukses. Dan aku ingin melihatmu memakai jas putih sambil mengoperasi pasienmu. Pasti kau akan terlihat sangat seksi dan manis" kekeh Chanyeol.
"Kau juga, kau harus sukses menjadi pebisnis yang bisa diandalkan ibumu" Sehun ikut terkekeh.
"Kalau begitu aku berangkat ya, aku pasti akan sangat merindukanmu"
.
Chup.
.
"Hyung !"
Sehun kaget saat Chanyeol mencium bibirnya sekilas ditempat ramai seperti ini. Sedangkan Chanyeol hanya tertawa.
"Kenapa? Kau malu? Biar saja, biar semua orang tahu, kau itu milikku"
Chanyeol masih saja tertawa.
"Kalau begitu, aku pergi ya, jaga dirimu baik-baik" Chanyeol memeluk Sehun sebentar, mengusak rambut Sehun, lalu berjalan memasuki kabin pesawat.
.
Aku juga pasti akan sangat merindukanmu, hyung—Sehun.
.
.
END
.
.
.
Asik asik asik akhirnya end juga!:"v
Gantung? Tenang, masih ada epilog nya kok:"v
Oiya, aku mau buat cerita baru lagi setelah cerita Secret Admirer ini rampung, mungkin kali ini cerita remake dari sebuah karya seseorang, ceritanya aku suka bgt makanya kepikiran nge remake versi chanhun nya. Tapi aku minta pendapat kalian, enaknya Sehunnya dibuat GS atau tetep aja? Tolong yaa sarannya, di review aja, terimakasih banyak:3
Salam gulugulu^ω^
