Chapter 10 Serangan Kyuubi : Tahan & Serang!
Disclaimer ;
Naruto ; Masashi kishimoto
High School DXD ; Ichie ishibumi
Serta tokoh lainnya bukan kepemilikan saya
Summary : Kekuatan, sebagai pembatas antara yang lemah dan kuat. Yang lemah akan ditindas dan yang kuat akan berkuasa. Kekuasaan, kekayaan, kejayaan, kesewenang-wenangan, tidak akan berlaku pada si lemah yang hanya akan menjadi anjing bagi tuannya. Namun ketahuilah, dari yang lemah tersebut akan muncul sebuah permata yang mampu menjadi penopang bagi kesetaraan dunia.
Naruto : My Destiny
Pair : Naruto x …
Rate : M [for save]
"Hai" (percakapan antar tokoh)
'hai' (batin sang tokoh)
"Hai" (jutsu atau pun jurus yang dikeluarkan)
"Hai" (percakapan yang dilakukan monster maupun bijuu)
'Hai'(batin monster maupun bijuu)
Chapter 10 start
"Apa-apaan ini..."
Naruto yang saat ini tengah berada dalam kerumunan orang orang yang panik itu mencoba untuk keluar, dan mengambil posisi ke puncak Arena stadion tersebut. Setelah ia sampai dipuncak, dari tempat itu ia bisa melihat jelas, tak jauh dari lokasi stadion itu, Ia bisa melihat Kyuubi yang sedang memporak-porandakan bangunan bangunan tepat dipusat ibukota ini
"Sial, bagaimana bisa ada 2 kyuubi didunia ini" Naruto tak habis pikir, informasi yang ia dapatkan dari senseinya ini, apakah ada kesalahan dalam informasi ini? Cih... Hal ini pasti akan mempengaruhi rencana yang akan dilakukan untuk kedepannya.
"Apa ini, Kabut?"
Tiba tiba, seluruh area stadion ini perlahan diselimuti kabut secara perlahan. Naruto langsung mengaktifkan sharinggan miliknya untuk memantau darimana asal kabut ini, dan...
"Sial...Lee Fay...Kage Bunshin No jutsu"
Dua buah bunshin kini tercipta disampingnya Naruto, dimana masing masing bunshin itu kini memakai jubah hitam dan topeng gagak dan rubah.
"Kalian berdua, pergi dan jemput Kouko dan Lee Fay keluar dari sini. Kabut ini... Ini pasti Teknik dari sacred gear Dimension Lost. Temui aku diluar ibukota segera"
"Ha'i boss"
Kedua bunshin itu kini menghilang menjemput kedua target mereka, dan disusul Naruto yang menghilang dengan teleportasi miliknya.
with bunshin Naruto to Lee Fay
saat ini, bunshin Naruto yang memakai topeng rubah itu kini berada di belakang pintu podium ViP, dimana dari situ, ia bisa melihat para bangsawan, petinggi Academy, serta keluarga kerajaan dan Raja yang berada disana. Tapi, yang mengejutkan ialah, ruangan ini...terasa seperti ada tekanan yang memaksa energi sihir milik mereka menurun drastis, sehingga mereka tak mampu berbuat banyak dan terikat oleh rantai ditubuh mereka. Mereka semua tampak berada dalam ilusi sesaat yang diciptakan oleh... Beberapa orang berjubah hitam yang ada didepan podium ini
Sharinggan miliknya masih menyala dibalik topeng itu, terus memantau 4 orang yang tampaknya merupakan aktor dibalik serangan ini. Ia bisa melihat, 4 orang yang tampaknya terdiri dari 3 laki laki dan 1 perempuan ada disana, dengan menggunakan jubah hitam serta Topeng diwajah mereka.
"sepertinya yang disini telah berhasil dilumpuhkan. Tapi ilusi ini takkan bertahan lama. *****, segera pindahkan mereka dengan Dimension lost milikmu. Akan berbahaya bila Mereka semua telah sadar sebelum kita memindahkan mereka. ********, hubungi dia. Katakan padanya bahwa semua lancar tanpa hambatan. Tugas kita dari organisasi hanya menahan orang orang ini untuk sementara. Sisanya terserah padanya" Ucap orang bertopeng polos yang tampak merupakan pimpinan kelompok ini.
"Kheh, tinggal 3 orang lagi, kah. Baiklah... Kalau begitu, akan mulai" ucap Naruto
'sett'
Mengambil 3 buah kunai dari sakunya, Naruto lalu melemparkan ketiga kunai itu kearah 3 orang itu, namun bisa ditangkis dengan mudah oleh orang bertopeng polos itu dengan tombak digenggamannya.
"Akhirnya kau keluar juga, penyusup. Baiklah, aku yang-"
'sringg'
Belum sempat orang itu menyelesaikan kata katanya, Naruto kini telah berada didepan orang itu, tepatnya pada kunai yang ia tangkis tadi
''trankkk'
Hanya berjarak beberapa centi dari kepala orang itu, salah satu temannya tampak melindungi pimpinannya itu dengan sebuah pedang yang menangkis jurus petir milik Naruto tadi.
'Tombak itu..' batin Naruto kala melihat sebuah tombak yang dipegang oleh orang yang ia incar tadi
'sringg'
'tap'
Naruto yang gagal melesatkan jurus miliknya tadi, langsung berteleportasi ketempat Lee Fay terbaring, lalu membawanya pergi dari tempat itu.
"Ah, kerja bagus..*****. Tak kusangka dia memiliki jurus teleportasi yang sama dengan raja itu. Tapi, ini tak masalah. *****, apa masih lama lagi?"
"Sudah selesai, Leader. Dimension Lost"
Kabut tipis itu kini semakin tebal, dan langsung membawa orang orang yang ada disitu menghilang dan diteleportasikan ke dimensi lain.
"Baik, Kerja bagus *****. Tugas kita tlah selesai. Kita pergi dari sini"
'sring'
Sebuah lingkaran sihir kini tercipta di kaki mereka, lalu membawa mereka pergi dari ruangan ini.
Xxxx
'sring'
'sring'
Dua buah kilat teleportasi kini tercipta di depan Naruto yang satu ini telah berada di hutan luar ibukota, yang mengeluarkan kedua bunshin serta target penjemputan mereka, Lee Fay yang terkenal ilusi.
"Aku kembali, boss" Ucap bunshin itu dengan Lee Fay yang ada di gendongannya.
"Kerja bagus. Jadi, apa yang terjadi disana." Tanya Naruto yang kini sedang duduk dengan posisi bersila sambil mengumpulkan energi alam disekitarnya.
"Sepertinya telah terjadi invasi di kota saat ini, boss. Saat menyelamatkan Lee Fay, aku sempat berhadapan dengan 4 orang, dimana salah satunya memiliki Sacred Gear 'True Longinus' ditangannya. Kemungkinan mereka lah dalang dibalik invasi ini. Kyuubi yang mengamuk di tengah kota kini sedang ditahan oleh pasukan Anbu dan tentara kerajaan, serta di perjalanan tadi, aku juga sempat melihat ratusan, tidak... Ribuan Undead yang kini mulai masuk dan menyerang ibukota saat ini" Jawab Bunshin itu.
'sringgg'
"Boss, aku kembali" dihadapan Naruto, kini muncul lagi bunshin lain yang membawa Kouko bersamanya.
"E-ehh, Naruto-kun... Kenapa aku bisa ada disini, da-dan...Hime-sama, kenapa Hime-sama bisa a.d.a..."Tak sempat menyelesaikan kata katanya, Kouko kini telah terjebak dalam genjutsu Naruto yang kini telah berdiri, dengan pola senjutsu dan Mangekyou Sharinggan yang kini menyala dimatanya. Ia pun lalu berjalan kearah Lee Fay, lalu melepaskan ilusi yang mengikat adiknya itu.
"Ka'i"
Perlahan, Lee Fay yang baru saja lepas dari sihir ilusi kini mencoba memfokuskan pandangannya, lalu ia bisa melihat Naruto yang kini ada dihadapannya.
"O-onii-chan"
"Kau sudah sadar, Lee Fay."
"Ya, begitulah Onii-san... Apa yang sebenarnya terjadi tadi, Onii-chan... Walaupun samar, tapi tadi aku sempat melihat bayangan Kyuubi yang muncul tiba tiba didekat stadion." Ucap Lee Fay yang masih memegangi kepalanya yang terasa sedikit sakit.
"Invasi, aku tak tau bagaimana detailnya...tapi tampaknya telah terjadi invasi yang dilakukan oleh sekelompok orang di ibukota sekarang. Para petinggi dan bangsawan, serta jendral dan beberapa komandan pasukan kerajaan tampaknya telah diasingkan dan ditahan di dimensi buatan oleh sebuah Sacred Gear oleh kelompok itu. Tapi, mungkin hal itu takkan bertahan lama. Yang jadi masalah sekarang ialah Monster itu. Dengan menghilangnya para petinggi kerajaan itu, Kyuubi sekarang menjadi leluasa dan menyerang pemukiman penduduk sekarang. Para Anbu dan pasukan kerajaan itu tak mungkin bisa menahan Kyuubi, dan butuh waktu bagi pasukan dan petinggi yang sedang ada diluar ibukota untuk kembali dan mengatasi Kyuubi." Jawab Naruto.
"Tapi, bukankah Kyuubi sekarang ada dan tersegel ditubuhnya, Onii-san? Jadi, bagaimana mungkin ada 2 Kyuubi didunia ini?" Tanya Lee Fay.
"Yah, aku pun tak tau kenapa hal ini bisa terjadi. Oleh sebab itu, aku akan pergi kesana. Mungkin setelah menghadapi Kyuubi, aku bisa menemukan... Siapa orang yang ada dibalik semua ini."
"Baiklah, kalau begitu aku juga-"
"TIDAK!"
Lee Fay yang hendak mengatakan pendapatnya harus terdiam kala Naruto memotong kata katanya dengan tegas.
"Aku tak peduli, apapun yang terjadi, aku akan tetap ikut denganmu-.."
"Sudah cukup!"
'sringgg'
"Ni-Nii-san.."
'bruukk'
Seketika itu juga, pandangan Lee Fay pun mulai mengabur perlahan tubuhnya mulai ambruk akibat genjutsu milik Naruto tersebut. Namun, sebelum kehilangan kesadarannya, Lee Fay sempat mendengar kata-kata yang diucapkan Naruto.
"Gomen, Lee Fay... Aku hanya tak ingin berada dalam situasi yang berbahaya ini." Ucap Naruto sambil menahan beban tubuh Lee Fay yang telah kehilangan kesadarannya.
"Kalian berdua, bawa mereka berdua ke tempat yang aman."
"Baik bos.." ucap kedua Bunshun itu lalu menghilang bersama kedua tubuh gadis itu.
"Nah, sekarang tinggal memanggil mereka"
'stap'
Naruto kemudian menancapkan sebuah kunai tepat didepannya. Seketika itu juga, muncul beberapa orang beserta salah satu Bunshun miliknya tepat dimana ia menancapkan kunai miliknya tadi.
"A-apa? Bagaimana kita bisa berada disini? Aku bahkan tak melihat satupun lingkaran sihir yang menteleportasikan kita." Ucap salah satu laki laki yang ada dikelompokkan itu.
"Sepertinya kunai itulah media yang menteleport kita semua kemari. Dulu, aku juga pernah melihat kritis yang sama seperti itu, jurus yang kini hanya bisa dikuasai oleh raja itu."ucap perempuan berambut biru dari kelompok itu.
"Itu adalah salah satu teknik teleportasi instan milik bos, Hiraisin, yang akan memungkinkan penggunanya dapat memindahkan dirinya, benda, ataupun orang lain menuju media yang telah ditandai, seperti kunai ini yang telah ditandai oleh aksara fuin Hiraisin" ucap bunshin Naruto yang bersama mereka itu.
'bahkan sampai menguasai teknik dengan tingkat kerumitan seperti itu, sebenarnya siapa dia ini?' batin perempuan berambut biru itu.
"Cukup basa basinya, kalian pasti sudah mendengar dari bunshin tentang keadaannya kan?" Ucap Naruto pada mereka.
"Ya, tapi apa yang harus kami lakukan? Kalau kau ingin menyuruh kami untuk menahan Kyuubi, maka aku dengan tegas akan menolaknya. Dengan tingkat kekuatan kami sekarang, melakukan hal bodoh seperti itu hanya akan terlihat seperti bunuh diri bagi kami." Ucap perempuan berambut biru yang merupakan ketua kelompok itu.
"Tidak, kalian hanya perlu mengungsikan rakyat yang terjebak terjebak di ibukota. Sebentar lagi, ibukota akan menjadi Medan perang antara pasukan invasi dan pasukan kerajaan. Saat ini, para petinggi serta komandan perang kerajaan sedang ditahan dimensi lain oleh sebuah artefak sihir dari sebuah kelompok yang berada dibalik invasi ini. Akan butuh waktu bagi merrka untuk keluar dari sana. Sementara itu ,saat ini sebagian besar pasukan kerajaan dibawah komando Esdeath dan Arthur sekarang sedang berada diluar wilayah kerajaan. Pasukan yang tersisa di Kerajaan saat ini hanyalah Para Anbu elit dan beberapa batalion pasukan yang tentunya akan kesulitan untuk menahan Kyuubi saat ini." Jeda Naruto.
"Jadi, tugas kami hanyalah mengungsikan penduduk dari wilayah amukan Kyuubi dan membawa mereka ketempat yang aman, bukan begitu Naruto-san?"
"Ya, mungkin akan terjadi kontak antara kelompok mu dengan pasukan yang dipanggil pihak musuh di sana, oleh karena itu aku ingin kalian melindungi rakyat dan mengamankan mereka. Para anggota bangsawan sialan itu tentunya hanya akan mementingkan diri mereka sendiri tanpa peduli dengan rakyat yang tentunya telah banyak berjatuhan disana, apa kalian paham?"
"Ya, kami paham. Tapi apa yang akan kau lakukan Naruto-san? Apa kau hanya akan diam atau ikut bersama kami?"
"Tidak. Aku sendiri akan menahan Kyuubi disana."
"A-apa?..."
Ucapan Naruto tadi tentunya sangat mengejutkan mereka. Mereka tau bahwa pria ini kuat, sangat kuat malahan. Tapi menahan Kyuubi seorang diri, apakah itu bukanlah terlalu berlebihan?
"Menahan Kyuubi seorang diri, bukankah kau terlalu gegabah, Naruto-san?bahkan bagi satu komando batalion pasti hanya merupakan misi bunuh diri, apa-apa..."
"Cukup lakukan apa yang kukatakan tadi dan biarkan aku melakukan urusanku sendiri."ucap Naruto memotong perkataan perempuan itu.
"Kyuubi yang mengamuk saat ini sepertinya berada dibawah kendali seseorang. Mungkin saat bertarung dengan Kyuubi, aku bisa menemukan posisi orang yang mengendalikan bijuu tersebut, hal itulah yang lebih penting. Saat ini, yang bisa melakukan penyegelan pada Kyuubi hanyalah dari klan Uzumaki, yang merupakan spesialis penyegelan. Satu satunya Uzumaki yang berada di Ibukota hanyalah Kushina Uzumaki, yang saat ini juga ditahan oleh artefak sihir itu. Kalian tentunya masih ingat pada legenda pertandingan antara Madara Uchiha dengan Hashirama Senju sang pendiri Kerajaan bukan?" Ucap Naruto pada mereka.
"Tentu saja kami ingat itu, tapi... Apa hubungannya antara Legenda itu dengan situasi saat ini?" Ucap perempuan berambut merah muda dikelompok itu.
"Hah, ternyata pemikiranmu sangat dangkal, cebol..."
"Hahhhhh?... sial, aku bukan cebol"
"Saat itu, Madara yang menggunakan Kyuubi untuk melawan Hashirama tentunya membuat kewalahan sang raja pertama itu. Pada saat itu, istrinya Mito Uzumaki, membantu sang Raja pertama untuk menyegel Kyuubi pada tubuhnya dan membuat keadaan pertarungan menjadi berbalik pada sang raja pertama. Saat ini, selain Kushina Uzumaki, yang bisa melakukan penyegelan pada bijuu adalah Arashi Uzumaki, Pemimpin klan Uzumaki yang berada diluar ibukota. Pastinya ia telah mendengar kabar diserangnya ibukota saat ini, tapi butuh waktu bagi mereka untuk ke ibukota saat ini. Saat itulah, aku harus bisa menemukan orang yang mengendalikan Kyuubi ini sebelum proses penyegelan itu dilakukan" ucap Naruto menghiraukan perkataan gadis tadi
"Begitu, jadi tujuanmu ialah untuk menemukan orang dibalik penyerangan ini. Baiklah, kami setuju. Salah satu daripada tujuan pasukan Revolusi ialah untuk membantu rakyat agar terbebas dari kebusukan kerajaan saat ini. Jadi, hal yang telah kau katakan tadi tentu tak bertentangan dengan tujuan kami." Ucap ketua kelompok itu.
"Baiklah, ku serahkan tugas itu pada kalian, Night Raid.." ucap Naruto lalu meninggalkan tempat itu dengan teleportasi miliknya.
"
"
"
'Rooaarrr'
Sepasukan Anbu dan pasukan kerajaan langsung terhempas oleh Auman keras Kyuubi barusan dan menghancurkan apapun yang dilaluinya.
"Uaagggghhhh"
Didepan Kyuubi, kini tercipta dua buah susano'o berukuran 20 meter yang melindungi beberapa pasukan di belakangnya. Duo uchiha, Itachi Uchiha dan Uchiha Shisui. Dengan Mangekyou mereka masing masing, kedua susano'o itu pun membalas serangan Kyuubi dengan tembakan panah dan tebasan pedang susano'o mereka.
"Shisui-san, sepertinya serangan kita sama sekali tak berdampak pada Kyuubi itu."
"Kau benar, Itachi. Tapi aku punya satu solusi"
"Apa itu, Shisui-san?
"Amaterasu... Dengan itu pasti akan melukai Kyubii dan akan menghentikannya untuk sementara."
"Baiklah , ayo kita lakukan".
"Amaterasu/Amaterasu"
"Doton : chodoryuheki..."
serangan api hitam yang harusnya mengenai Kyuubi itu dihalangi oleh sebuah dinding tanah yang menghalang serangan itu. Seorang pria berhodie hitam kini berdiri di atas tembok itu dan membelakangi mereka berdua.
"Siapa kau? Kenapa kau menghalangi serangan kami?!"
Ucapan Shisui tadi tak dihiraukan pria itu yang kemudian melempari sebuah kunai berlapis listrik yang kemudian menancap di tubuh Kyuubi.
'sringgg'
Secara tiba tiba, Kyuubi yang tadinya berada didepan mereka, tiba tiba menghilang bersama dengan pria berjubah hitam itu.
"Kyuubinya... Menghilang"
"Disana..." Teriak seorang pasukan yang melihat siluet Kyuubi dari kejauhan
"Pasukan, segera pergi menuju arah Kyuubi itu."
...
...
...
'Roooaaarrrrr'
Auman suara Kyuubi kini kembali menghancurkan setiap bangunan bangunan yang dilewatinya. Banyak korban, baik dari pasukan kerajaan, para ANBU, maupun para penduduk yang telah berjatuhan akibat amukan Kyuubi yang secara membabi buta menyerang apapun yang ada didepannya. Disisi lain, belum ada satupun serangan dari pihak kerajaan yang mampu menahan ataupun melukai Kyuubi yang semakin beringas.
Sementara itu, berbagai macam monster yang keluar dari beberapa lingkaran sihir pun kini telah masuk dan menghancurkan ibukota sedikit demi sedikit. Para murid akademi yang tadinya menonton pada Arsenal pertarungan pun kini dipaksa untuk maju ke pertempuran akibat posisi mereka yang telah terkepung dalam dua arah. Di satu tempat, kini terlihat kumpulan para murid akademi, yang mencoba untuk menyembuhkan teman mereka yang terluka akibat pertempuran ini.
'Roaaaaarrrrr'
Dari posisi mereka saat ini, mereka dapat mendengar dengan jelas suara amukan Kyuubi yang berada disisi lain dari lokasi mereka saat ini.
"Medis... Disini ada satu orang lagi yang terluka."
"Medis...disini ada satu lagi.."
"Medis..."
Korban korban yang terus bertambah tentunya tak diimbangi dengan tenaga medis yang mencukupi tentunya menjadi sebuah masalah tersendiri bagi murid akademi yang sama sekali belum pernah maju ke Medan pertempuran ini. Tak adanya sistem komando yang mengatur mereka membuat kekacauan yang lebih parah dan sistem penyerangan yang tak efisien yang tentunya akan membuat korban yang terus bertambah.
Sementara itu, beberapa kelompok kecil kini terlihat tengah berupaya untuk menahan dan menghancurkan para monster yang jumlahnya kini terus bertambah. Dalam bentuk kualitas, tentu murid murid akademi ini lebih unggul, namun dalam segi kuantitas, mereka terpaut sangat jauh yang menyebabkan kelompok kelompok kecil ini mengalami kesulitan dalam mengatasi serangan acak para monster ini. Orc, Goblin, HobGoblin, Werewolf, monster monster tersebut kini tampak telah mengepung kelompok murid akademi itu.
"Sial, mereka terus berdatangan..."
"Aaarrgghh"
"Kyaahhh"
"T-tolong aku..."
Teriakan kesakitan terus menggema ditempat itu. Suara ledakan dan dentingan besi kini tak banyak lagi terdengar dikarenakan mana sihir mereka yang kini mulai terkuras habis, tampak raut wajah kelelahan diwajahnya mereka.
"Sial, berapa lama lagi bantuannya akan datang..."
"A-aku tidak tahu Menma-sama... Sepertinya mereka kini terhambat disisi lain pertarungan ini."
"Cih, bagaimana dengan kondisi kalian berempat?"
"Kami berempat baik baik saja, Nii-san... Tapi mana sihir kami hampir habis. Selain itu tampaknya telah jatuh korban di kelompok Sona dan Rias disana. Sama seperti kita, Sepertinya kelompok mereka juga hampir kehabisan mana sihir mereka" Ucap sang adik, Arthuria.
"Baiklah, Neji... Bagaimana, apa kau bisa melihat pasukan lain disekitar sini?" Tanya Menma
"Tidak, semua kelompok yang dibentuk kini telah mundur akibat banyaknya korban luka pada anggota mereka. Sepertinya hanya kelompok kita bertiga lah yang hanya bertahan di posisi ini" ucap Neji sambil mengaktifkan Byakugan miliknya.
"Cih, dasar tak berguna. Bagaimanapun, kita harus-..."
"ISSEI.../SAJI..."
Perkataan Menma tadi terpaksa ia hentikan kala ia mendengar suara jeritan dari kedua penerus bangsa manusia Gremory dan Sitri tersebut. Mereka berempat pun segera menghampiri kedua kelompok itu.
"Bertahanlah ISSEI/SAJI..." Ucap mereka berdua.
Tampak keadaan kedua remaja itu yang kini menderita luka tepat Didada mereka. Melihat musuh yang kini tengah berkumpul, para monster itupun segera mengepung mereka dari segala sisi.
"Menma, sepertinya kita harus mundur dari sini."
"Jangan bercanda, Sasuke... Kalau kita mundur sekarang, makhluk sialan ini akan masuk dan menyerang pos medis dibelakang. Apa itu yang-..."
"Nii-san, DISAMPINGMU..." Teriak Arthuria melihat seekor Ogre raksasa yang hendak memukul Menma.
"Cih, sial..."
"Katon : Goukakyu no Jutsu
'bwuuusshhh'
'orrrrggggghhhhh'
Sebuah bola api besar tiba tiba menghantam Ogre besar tersebut dan membakarnya. Dari atas, kini muncul Naruto yang melakukan sebuah rangkaian segel tangan dan bersiap untuk mengeluarkan jurus berikutnya.
"Katon : Gouryuuka No Jutsu..."
sebuah Naga api raksasa tiba tiba muncul dan menghanguskan semua monster yang mengepung Menma dan kelompoknya tadi hingga tak tersisa.
'tap'
"Sepertinya mereka terus berdatangan ya..." Ucap Naruto yang melihat Pasukan Goblin yang mulai mendekati dirinya. Dibelakangnya, kini terlihat Menma dan kelompoknya yang terkejut akan kehadiran pria yang mereka kira telah mati kini muncul dihadapan mereka.
"Kage Bunshin no Jutsu"
'booftt'
Dua buah bunshin kini tercipta didampingi Naruto-san masing masing mengenakan jubah hitam yang sama dengan yang ia kenakan saat ini.
"Kalian berdua, habisi pasukan monster monster itu. Setelah itu, cari dan hancurkan media teleportasi yang digunakan untuk menteleport monster monster itu."
"Baik boss"
'whusss'
'boommmm'
'booommm'
'booommm'
Suara ledakan dan jeritan kesakitan para monster itu kini mulai terdengar didepan sana. Naruto yang merasa pekerjaannya telah selesai di tempat ini pun bersiap untuk pergi.
"Berhenti..."
Naruto yang mendengar ucapan Menma barusan pun tak menghiraukan dan ingin segera pergi, namun...
"Kubilang berhenti, sialan"
'whussss'
'tap'
Menma yang tadinya melesat dan ingin melesatkan tinjuannya ke wajah Naruto terpaksa dibuat terkejut akibat reaksi pemuda berambut hitam itu yang menahan pukulan berlapis sihir itu hanya dengan satu tangan saja.
"Maaf saja, tapi sekarang aku tak punya waktu untuk meladenimu...anak manja"
'duaagghhh'
'duaagghh'
'duaaagg'
Dua buah pukulan dan satu tendangan yang dilapisi chakra pun mendarat ditubuh Menma yang membuat tubuh itu terpental dan seketika kehilangan kesadarannya.
"Nii-san"
'whussh'
'whussh'
Sasuke dan Neji yang melihat Menma langsung terkapar pun segera melesat menuju Naruto dengan katana pada tangan mereka masing masing.
'trankk'
'trankk'
"Sudah kukatakan, aku tak punya waktu dan tertarik untuk melawan kalian"
'srinngggg'
"Siaalll"
"Katon :Haijin Gakure no Jutsu"
'whuusssh'
'booommmb'
Sebuah ledakan dan kepulan asap diikuti oleh beberapa pukulan di organ vital kini menghempaskan tubuh mereka berdua dan kehilangan kesadarannya
"Dan kau, kalau kau ingin melawanku... Kau hanya akan berakhir seperti mereka bertiga." Ucap Naruto pada Arthuria yang hendak melesat kearahnya.
Arthuria hanya bisa terdiam kala melihat ekspresi dingin itu. Entah karena apa, tiba tiba tubuhnya terasa sangat berat dan seakan mengalami ketakutan yang luar biasa kala Naruto kini ada tepat didepannya. Tekanan kekuatan yang ada didepannya ini, sangat berbeda jauh dengan orang yang ia lawan beberapa hari yang lalu. Setengah darah Uzumaki miliknya seakan berteriak keras untuk menjauhi orang didepannya ini yang kini tengah menatapnya dengan tatapan dingin itu.
"Bagus... Tetaplah bertingkah seperti anjing penakut seperti ini" Ucap Naruto yang melihat tubuh mantan adiknya yang tampak bergetar didepannya ini.
"Gremory, Sitri... Sebaiknya kalian segera membawa kedua orang yang kalian pegang itu ke belakang sana, dan juga segera bawa keempat orang bodoh itu pergi dari sini... Karna..."
'sringgg'
'roooooaaaaaarrrrr'
"Kalian semua bisa mati disini."
""
""
""
'Roooooaaaarrrrrr'
Tiba tiba, Kyuubi yang berada jauh dari tempat itu kini telah berada beberapa puluh meter didepan mereka.
"Boss, aku telah membawanya" ucap sebuah bunshin yang tiba tiba muncul didampingi Naruto.
"Bagus. Tahan dia dengan jurus tanah."
"Baik boss, Doton :Sando no Jutsu"
'bummmbbb'
'roooaaarrr'
Jeritan kesakitan Kyubii kini terdengar keras kala dua lempeng tanah yang menjepit tubuhnya dan menghambat pergerakannya.
"Kheh, hanya melihatnya dari dekat mereka sudah pingsan. Baiklah sekarang, waktunya untuk mencari dalang dibalik layar penyerangan ini."
'whussss'
Naruto segera mengalirkan chakra dikakinya, melompat tinggi dan mendarat tepat di atas kepala Kyuubi. Tepat dibawah kakinya, ia bisa melihat sebuah lambang yang merupakan sebuah kontrak yang tercetak disana.
"Hooo, kontrak sihir kah... Sepertinya aku bisa melacaknya dari sini." Ucapnya lalu mengaktifkan Sage mode miliknya, lalu menyentuh lambang kontrak sihir itu..
"Disana kau rupanya. Baiklah, sekarang saatnya melepas kontrak sialan ini." Naruto lalu membentuk beberapa segel tangan, seketika itu juga muncul beberapa kanji formula fuin yang kemudian menelan lambang kontrak sihir itu
"Grrrrr, manusia sialan... Lepaskan aku... Aku akan mencabik cabik lalu memakan tubuhmu itu."
"diamlah, rubah... Kalau saja mereka tak hampir sampai disini, aku pasti akan menyegelmu bersama dengan kau yang lain ditubuhku. Dengan mata ini, semua kekuatanmu itu tak ada gunanya. Kau hanyalah sebagai alat bagi kami sebagai pemilik kekuatan mata untuk mencapai tujuan kami." Ucap Naruto tepat didepan mata Kyuubi dengan Mangekyou yang menyala di kedua matanya.
"Grrrrr, manusia sialan... Suatu saat nanti, ak..u pa...sti..." Ucapan Kyuubi tak selesai akibat Genjutsu yang telah ditanamkan Naruto pada bijuu ekor sembilan itu.
"Apa kau sudah selesai"
" Ya boss, aku telah menanamkan Genjutsu pada mereka agar mereka takkan mengetahui kemunculan Kyuubi disini." Ucap bunshin itu sambil melirik mereka yang terbaring di tempat itu.
"Baiklah, Kita pergi dari sini"
"Baik boss"
Naruto pun lalu meninggalkan tempat itu beserta Kyuubi disana. Beberapa detik kemudian, pasukan kerajaan dan ANBU kini telah memenuhi tempat itu.
Xxxx
Disebuah hutan yang cukup jauh diluar ibukota, kini terlihat sebuah kekkai berukuran cukup besar terpasang dalam 4 pilar. Dibalik kekkai itu, terlihat sejumlah orang... Tidak, lebih tepatnya cukup banyak pasukan didalam kekkai tersebut. Mereka terlihat berbaris seperti membentuk pola heksagram dengan sebuah artefak sihir tepat ditengah barisan tersebut yang tampak mengumpulkan mana sihir yang berasal dari barisan orang orang itu.
Sementara itu, satu orang yang tampak berumur sekitar 50 tahunan kini terlihat berdiri disampingnya barisan tersebut. Disampingnya, tampak seseorang yang terlihat tengah melapor kepada sang pria paruh baya tersebut.
"Jadi, berapa lama lagi ritual pemanggilannya selesai?"
"Sebentar lagi, Kokabiel-sama. Sekitar 2 menit lagi, jumlah mana yang terkumpul akan cukup dan keempat makhluk itu bisa kita panggil untuk menambah daya serang kita." Ucap pria yang terlihat seperti bawahan dari orang yang bernama Kokabiel itu.
"Bagus, selagi para petinggi bodoh itu terperangkap disana, kita harus selesai melakukan serangan ini. Kekuatan kelima makhluk ini memang sangat besar, tapi itu semua tak ada artinya bila mereka bisa tersegel dan direbut Kerajaan sialan ini. Setelah ini selesai, aku akan-..."
'krakkk'
Ucapan Kokabiel tiba tiba terhenti kala indera pendengarannya menangkap sebuah suara aneh barusan.
"Kekkai nya, kekkai nya akan hancur..." Teriak 4 orang yang merupakan 4 pilar dari kekkai tersebit
"Kokabiel-sama, sepertinya ada yang menyerang kekkai ini" ucap bawahan Kokabiel tadi
'krakk' 'krakk'
'duarrrr'
Dalam detik selanjutnya, suara ledakan kini terdengar dan Kekkai yang tadinya terpasang kini telah hancur seperti pecahan kaca
"Jadi, disini lokasinya."
dari balik debu yang bertebaran itu, terdengar suara berat seseorang yang merupakan dalang dibalik penghancuran Kekkai tersebut.
"Siapa kau?!" Ucap Kokabiel yang masih berdiri tenang yang kini dilindungi oleh pasukan yang berbaris tadi
'sepertinya dia sangat kuat. Tampaknya orang bertopeng itu bisa merasakan aura yang kami pancarkan meski telah tertutupi oleh Kekkai tadi.' batin Kokabiel
Setelah debu menghilang, kini terlihat seseeorang dengan jubah berhodie hitam yang memakai topeng putih kini berdiri didepan mereka. Sepasang Mangekyou Sharinggan yang terpancar dibalik topeng tersebut kini terlihat oleh mereka.
"Mata itu, apa kau dari Klan Uchiha?!" Tanya Kokabiel lagi.
Orang itu tetap diam dan tak menanggapi ucapan Kokabiel barusan. Ia pun lalu membuka Jodie yang menutupi kepalanya, lalu mencabut sebuah katana dari balik jubah hitam itu. Sekitar 200 orang yang berdiri didepan Kokabiel tampaknya mulai bersiap dengan senjata dan lingkaran sihir mereka masing masing.
"Kalian semua, jangan menatap matanya. Tangkap dan bawa tubuhnya itu padaku, aku akan mengambil mata miliknya itu."
"Ha'i, Kokabiel-sama" ucap seluruh pasukan tersebut
'tap'
'tap'
'tap' 'tap' 'tap'
Orang berjubah itu tampak mulai melakukan serangan dan berlari kearah pasukan tersebut dengan katana ditangan kanannya.
"Takkan kubiarkan kau menyentuh Kokabiel-sama"
"HUOOOOOO"
ke 200 orang itu pun mulai melakukan serangan mereka dengan melakukan tembakan sihir dan diikuti oleh sebagian dari mereka yang mulai melesat ke arah orang berjubah itu
'duaagghh'
'duaagghh'
'crashhhh'
Detik berikutnya, beberapa orang langsung terpental dan ditebas oleh orang berjubah itu dan masuk ketengah pasukan yang melesat kearahnya tadi.
'ctankk'
'trankk'
'crassh'
Satu per satu orang orang itu kini mulai berjatuhan dan tewas oleh orang berjubah itu, namun belum ada satupun serangan yang mendarat pada orang itu.
"Sialan, mati kau" ucap seseorang dari pasukan itu dan hendak menebas orang berjubah itu.
'sringgg'
Namun, sebelum pedang itu sampai ketubuh orang berjubah itu, tubuhnya tak bisa bergerak dan detik selanjutnya, kepalanya telah terlepas dari tubuhnya
"Semua jangan menatap matanya"
"Aaarrgghh"
"Aaakkkhhh"
"Uaaarrgghh"
Tebasan demi tebasan terus mengenai pasukan itu dan menewaskan satu persatu dari mereka. Teriakan kesakitan dan kematian kini terdengar pada kumpulan pasukan itu. Dan 3 menit setelah itu, 150 tubuh tak bernyawa yang melesat padanya tadi kini telah berhamburan ditempat itu. Bau amis darah dan potongan potongan tubuh kini telah memenuhi tempat itu. Orang berjubah hitam itu kini tengah berdiri ditengah gelimpangan mayat itu dengan jubah dan katana miliknya yang dipenuhi oleh gelimpangan darah.
"D-dia membunuh mereka semua."
"A-apa apaan dia itu."
"M-monster..."
Keraguan mulai muncul pada sisa pasukan yang menembakkan sihir pada orang berjubah itu.
"Freed, pimpin mereka untuk melawan dia. Aku akan menyelesaikan ritual pemanggilan ini"
"Baik, Kokabiel-sama"
'Whuss'
Sang bawahan yang bernama Freed tadi pun segera melesat dan bergabung dengan pasukan yang tersisa.
"Kalian semua, Tenanglah. Tetap amati situasi pertarungan. Musuh memiliki kecepatan dan intuisi yang tajam. Prioritas kita adalah jangan membiarkan dirinya mendekati tuan kita. Beberapa orang, ikut aku. Kita akan melawannya melalui jarak dekat, dan sisanya terus hujani dia dengan tembakan sihir secara beruntun dan tanpa henti. Jangan beri dia ruang pergerakan untuk mendekati tuan kita." Teriak Freed.
"B-baik, Freed-sama."
"Baiklah 7 orang... Ikut denganku. Kita akan melawannya disana."
'Whuss'
Ke 7 orang beserta Freed pun kini mulai melesat maju kearah orang berjubah hitam itu. Serangan sihir tanpa henti pun terus menggempur orang itu yang dengan lincah terus menghindar dan membalas tebasan dari 8 orang yang mengincarnya.
'trankk'
'trankk'
"Ingat, jangan pernah menatap matanya." Teriak Freed
'tap'
'tap'
'tap'
Orang berjubah itupun segera mengambil jarak dengan cara bersalto kebelakang, lalu membuat 2 buah rangkaian segel tangan.
"Katon : GoukaMekakyou"
"tanpa lingkaran sihir, kalian semua... MENYINGKIR DARI SANA..."teriak Freed
'whussssss'
"Jangkauan serangannya sangat luas"
"Water Magic : Water wall shoot"
'chessss'
Asap pun segera mengepul akibat bentrokan antara api dan dinding air yang dibuat oleh beberapa orang dari pasukan itu.
"Kalian semua, hati-hati ter-.."
"DIA DATANG..."
ucapan Freed terhenti akibat teriakan Wizard sensor yang merasakan kedatangan pria berjubah hitam itu, yang melompat kearah mereka dengan beberapa bola api raksasa dibelakangnya.
'boommmm'
'booommm'
'boommm'
'jrassh'
'jrassh'
"Aaarrgghh"
'jrassh'
"Uaaarrgghh"
Tebasan demi tebasan kembali membunuh pasukan tu satu per satu. Jeritan kesakitan kini kembali terdengar dibalik kepulan asap itu.
"Hyaaahhhh"
'trankk'
'trankk'
'trankk'
Freed yang tak mau anak buahnya dihabisi pun melesat kearah pria berjubah itu. Adu pedang pun terjadi dalam pertarungan jarak tekat itu.
'trankk'
Keduanya pun kini terlihat saling menahan tebasan pedang masing masing
"Takkan kubiarkan kau membunuh mereka."
"Hooo, sepertinya kau masih bisa menari...Tapi..."
'jrassh'
'jrassh'
'jrassh'
"A-apa..-ohokkkh"
3 buah tebasan tiba tiba memotong dan menebas kedua tangan dan dada Fredd. Darah segar kini mengucur dari mulut dan bekas tebasan itu.
"Kemampuanmu masih kurang untuk menghiburku"
'jrassh'
Orang itu pun menebas kepala Freed yang hanya bisa terduduk tak berdaya.
"D-dia mengalahkan Freed-sama..."
"Hanya dalam beberapa detik.
Ekspresi ketakutan kini terlihat diwajahnya 10 orang yang tersisa. Sihir mereka telah terkuras habis. Yang bisa mereka lakukan hanyalah lari dari tempat ini, tapi... Apa orang itu akan membiarkan mereka lari...
"Lenyaplah dari dunia ini Katon : Goryuuka no Jutsu"
'groaarr'
"Aaaarrggghhhh"
Sebuah naga api besar pun menghanguskan 10 orang yang tersisa itu hingga tak bersisa. Tempat yang tadinya hijau akibat rimbunnya pohon dan tanaman pun kini telah berubah 180° akibat pembantaian tadi yang menyisakan darah dan potongan tubuh yang berserakan.
"saa, sekarang hanya tinggal kita berdua Kokabiel"
orang berjubah itupun membuka jubah dan topeng yang berlumuran darah dan memperlihatkan wajah Naruto dibalik topeng itu.
"Pemilik Mangekyou Sharinggan memang hebat. Aku tak menyangka diklan Uciha masih ada pengguna Mangekyou selain Itachi, Shisui, dan Fugaku yang masih hidup." Ucap Kokabiel yang kini berada dihadapan Naruto.
"Jangan salah paham. Aku tak ada hubungannya dengan Klan bangsawan itu. Tujuanku kesini hanyalah ingin melihat dan menanyakan sesuatu pada si pengendali Kyuubi yang bersembunyi dibalik layar. Tapi tak kusanggka, pengkhianat yang menyerang kerajaan itu adalah Kokabiel mantan Komandan perang yang dulunya sangat loyal pada Kerajaan." Ucap Naruto sambil membersihkan darah yang tersisa pada sarung tangan hitam yang dipakainya.
"Tak ada gunanya membahas masa lalu. Itu semua hanyalah hal yang telah berlalu, yang telah terkubur bagiku. Bagiku sekarang, kerajaan dan para bangsawan itu hanyalah sampah yang perlu dimusnahkan. Nah, jangan menghalangiku, nak. Aku akan membiarkanmu pergi dari sini bila kau tak menggangguku pekerjaanku lagi disini" ucap Kokabiel, lalu berjalan menuju artefak sihir dibelakangnya.
'sringgg'"
'tap'
Sebuah kunai yang tiba tiba meluncur dari Naruto langsung ditangkap dengan mudah oleh Kokabiel.
"Setelah semua pasukannya yang telah kubunuh, apakah kau melihat bahwa aku merasa takut padamu yang hanya sendiri disini? Aku tau seberapa jauh tingkat kekuatanmu yang hampir seimbang dengan Azazel, Ksatria Meja Bundar, dan Trio Sannin itu. Tidak ada alasan bagiku untuk mundur, kau tau." Ucap Naruto yang menatap Kokabiel dingin dengan Mangekyou yang masih menyala.
"Kau benar, tapi ada satu hal dari perkataanmu yang salah. Aku tidak sendiri. Aku masih memiliki 4 pasukan lainnya dan tentunya..."
'jduaaarrrrrr'
"Keempatnya jauh lebih kuat dari orang yang kau bilang tadi bahkan dari setengah Kyuubi itu."
Xxxx
"Saa, sekali lagi kukatakan, lebih baik kau pergi dari sini. Aku akan memaafkan dan melupakan fakta bahwa kau membunuh ke 200 pasukanku dan membiarkanmu menikmati hidupmu, asal kau jangan menggangguku untuk menuntaskan tugasku ini" ucap Kokabiel dibelakang keempat makhluk yang dipanggilnya tadi.
"Cihh, sepertinya ini akan sangat sulit. Sebenarnya, bagaimana kau menaklukkan keempat makhluk legenda ini, Kokabiel. Bahkan hingga Kyuubi sekalipun, katakan padaku bagaimana kau melakukannya... Kokabiel." Ucap Naruto yang terkejut dengan kemunculan 4 makhluk legenda didepannya ini.
"Kheh, bertanya pada musuh di depanmu. Bukankah kau sedikit naif, anak muda? Tapi baiklah. Bila itu akan membuatmu pergi dari sini akan kukatakan. Kyuubi, Suzaku, Seiryuu, Genbu, dan Byakko. Semua itu bisa kukontrol hanya dengan sebuah artefak legenda yang bahkan keberadaannya sendiri hanya dianggap sebagai mitos, le veritable dragon rouge"
"le veritable dragon rouge"
"ya... Artefak sihir itu dapat menghasilkan sebuah sihir kutukan yang mengikat pikiran lawan secara mutlak dan mengurungnya didalam artefak itu. Saat keluar, lawanmu hanya akan menjadi boneka bagi orang yang mengendalikan artefak itu."
"Jadi, karena itu artefak itu membutuhkan jumlah mana sihir yang sangat besar untuk memanggil keempat makhluk legenda itu dari dalam sana." Ucap Naruto.
"Ya, kau benar anak muda. Nah sekarang pergilah dari sini dan jangan menggangguku lagi."
'booofft'
4 buah bunshin tercipta disamping Naruto, yang kemudian membuka matanya dengan pola senjata dan Mangekyou di pupil matanya.
"Kalian berempat, ciptakan kekkai di tempat ini. Aku akan menghadapi keempat makhluk itu."
"Baik boss, tapi walaupun dengan senjata kami tak bisa menahan kekkai yang memblokir dampak serangan besar dari pertarungan ini dengan lama." Ucap bunshin itu memperingatkan.
"Aku tahu. Berikan aku 20 menit. Aku akan mengerahkan semua chakra ku untuk merebut keempat makhluk itu darinya. Makhluk itu tentu akan menjadi pasokan kekuatan besar untuk rencana kita kedepannya."
"Baik boss, kami rasa kami bisa menahannya selama 20 menit."
'whussh'
Keempat bunshin tadi pun pergi dari tempat itu. Beberapa detik kemudian, sebuah kekkai yang berukuran 2 kali lipat dari kekkai yang ia hancurkan tadi kini tercipta ditempat itu.
"Baiklah, maaf membuatmu menunggu paman, tapi aku tak bisa membiarkanmu pergi dari sini. Susano'o"
Sebuah susano'o sempurna berukuran 200 meter kini tercipta didepan keempat makhluk legenda itu.
"Bahkan bisa menggunakan Susano'o sebesar ini, sebenarnya siapa kau ini anak muda. Kekuatanmu ini bisa berpotensi menjadi Madara kedua di dunia ini. Aku berubah pikiran. Aku akan menghancurkan mu disini agar dunia putih yang akan kuciptakan nanti takkan menemui kegelapan sepertimu ini"
'dia bukan anak biasa... Menciptakan kekkai sebesar ini tentu akan menguras banyak mana sihir, dan itu tak berdampak sedikitpun padanya. Sepertinya pertarungan ini akan lebih lama dan merepotkan.'
"Nidame Madara, julukan itu boleh juga, paman. Saa mari kita menari, KOKABIEL..."
XXX
XXX
XXX
TBC
next chapter : Naruto vs 4 penjaga mata angin.
Mohon ditunggu karna author juga punya kesibukan sendiri di RL
