Kumagawa Naruto
Disclaimer: I don't own anything from naruto manga. But this fic is mine
Rate: T
Pair: Naruto x Shizuka , Menma x Haku , Sasuke x Sakura
Warning : Typo, Alur Berantakan, Ide Pasaran (Maybe), OOC, OC, StrongNaru...GodLike
Summary : Hanya karena warna mata dan chakra yang berbeda dari anggota keluarganya dia dianggap aib bagi keluarga dan desanya, kini dia dibuang, diasingkan, tak dianggap. Namun setelah bertemunya dia dengan seseorang kini dia akan kembali dan membawa perubahan yang besar.
Chapter 10
Dibawah tanah diKonohagakure no Sato, disanalah terdapat ratusan bukan, tepatnya ribuan Shinobi dan Kunoichi yang masuk dalam sebuah organisasi yang tak ada satupun orang yang tahu selain mereka yang ikut dalam organisasi tersebut dan juga sang Hokage ketiga yang saat ini masih dalam keadaan sekarat dirumah sakit Konoha tersebut.
Terlihat seorang laki laki tua dengan sebuah perban yang melilit dahinya sekaligus menutupi mata kanannya, sebuah bekas luka berbentuk tanda silang ada didagunya, pria tua tersebut terlihat sedang duduk santai disebuah tempat duduk dengan pengawalan yang cukup ketat disana enam pengawal dengan tiga disisi kanan dan tiga disisi kirinya dengan beberapa orang sedang berposisi siap melapor didepannya.
" Aku terima laporan dari kalian, tetap awasi bocah itu dan jangan sampai lengah aku tak mau ada korban lagi, sekarang pergi!" Dengan berakhirnya ucapan dari orang yang sedang duduk disana menghilanglah tiga anbu yang melapor padanya, orang yang sedang duduk tersebut sedikit tersenyum saat mendengar laporan dari anak buahnya.
" Apa tak sebaiknya kita segera menangkapnya sebelum dia pergi meninggalkan Konoha, Danzo-sama?" Salah satu pengawal yang berada disisi kirinya berucap dengan nada yang pelan karena saat dia berkata pada Danzo, dia mendekatkan wajahnya disamping telinga sang pemimpin yang bernama Danzo tersebut.
" Tunggu dia lengah atau terluka parah dahulu, Torune." Danzo menjawab pertanyaan dari pengawalnya yang bernama Torune tersebut, Torune yang tahu akan maksud dari Danzo segera kembali berdiri dengan tegap disamping Danzo. " Kita harus mendapatkan bocah buta itu, dan kita akan segera melaksanakan rencana dari Anbu Root."
Pindah Scene.
" Paman, ramennya satu lagi!" seorang bocah berambut hitam berteriak cukup keras, dan kalian pasti tahu dimana dia, disamping kiri bocah tersebut ada sekitar yah lima orang yang membuka mulutnya saat melihat porsi ramen yang dimakan bocah itu, bagaimana tidak hampir sembilan makuk ramen ukuran jumbo sudah dia habiskan dan kini dia sedang memakan ramen jumbonya yang kesepuluh.
" Apa perutmu tak sakit Naruto-kun?" Seorang gadis yang memiliki rambut hitam diikat ekor kuda bertanya padanya, dia beberapa kali menelan ludahnya melihat anak bernama Naruto itu memakan ramennya yang kesepuluh dengan lahapnya. " Shizuka benar Naruto, apa kau tak kenyang sudah menghabiskan ramenmu yang kesepuluh ini?" Kini giliran wanita yang memiliki kulit putih seputih salju juga dengan rambut hitamnya bertanya pada Naruto.
" Buaahh, aku kini kenyang Shizuka-chan, Haku-chan dan kenapa Baa-chan, Shizune-nii dan Ero-sanin tak habis memakan ramen itu?" Naruto yang melihat dua sanin dan seorang wanita berambut hitam tak habis memakan ramennya dan dilihatnya sisa ramen tersebut masih setengah mangkuk.
" Bah bagaimana kami bisa habis bocah aku lihat kau makan seperti itu membuatku ingin muntah!" Tsunade menjawab pertanyaan dari Naruto barusan dengan nada yang terdengar tinggi, namun apa yang didapatnya, Naruto hanya tersenyum dengan cengiran andalannya. Tsunade, Shizune dan Jiraiya hanya menghela nafas akan kejadian yang saat itu menimpa mereka, mereka tahu bahwa Naruto adalah maniak ramen yang benar benar gila.
" Baiklah baiklah, jadi kapan kau akan pergi bocah?" Tsunadelah yang pertama angkat bicara seraya mengeluarkan beberapa keping uang dari kantung celananya, begitu pula dengan lima orang lainnya, mereka membayar semua ramen yang mereka makan sendiri, Naruto yang paling banyak makan juga harus mengeluarkan cukup uang untuk membayar apa yang dia makan.
" Mungkin besok Baa-chan, Shizuka-chan dan Haku-chan pun juga akan ikut aku besok." Naruto mengatakan akan apa yang mereka lakukan setelah ini, yah Tsunade tahu bahwa tiga bocah yang sedang berjalan disampingnya saat ini tidak akan terikat oleh desa manapun, namun tiga bocah ini akan tetap membantu Konoha serta Kiri saat ada sebuah masalah yang menimpa kedua desa itu.
" Lalu, kemana tujuan pertama kalian bertiga?" Jiraiya bertanya seperti itu karena dia sudah tahu semua seluk beluk kelima negara besar, mereka semua berhenti sejenak seraya menunggu jawaban apa yang akan Naruto lontarkan. " Aku ingin pergi kereruntuhan desa Uzushiogakure."
SKIP
Pagi ini terlihat beberapa orang yang sedang berdiri didepan gerbang Konohagakure no Sato, diketahui bahwa mereka sedang melepas kepergian dari Kumagawa Naruto, Shizuka dan Yuki Haku yang akan berkelana. Bahkan Hokage keempat beserta istrinya yang sebenarnya adalah Ayah dan Ibu dari Naruto pun juga ada disana.
" Kami berharap kalian tetap membantu Konoha, Naruto, Shizuka, Haku." Yondaime Hokage yang berada disana berucap pada Naruto, Naruto yang tahu hanya menganggukan kepalanya seraya mengalihkan tatapannya pada Jiraiya dan Tsunade yang sedari tadi menatap Naruto beserta dua temannya. " Baa-chan aku pergi dulu, sampaikan salamku pada Menma ya." Naruto berucap seraya melambaikan tangannya pada Tsunade dan Jiraiya.
Minato serta Kushina yang melihat kejadian itu hanya dapat menundukan kepalanya, kecewa itu pasti, menyesal tak dapat dipungkiri lagi mereka berdua benar benar menyesal. Tapi apa mau dikata, Naruto masih belum bisa mengakui mereka berdua, Minato dan Kushina hanya menatap sendu kepergian Naruto, beberapa bulir air mata menetes kearah dimana tanah berada, mata yang berkaca kaca pun tak luput dari wajah mereka berdua.
Namun, belum genap dua ratus meter Naruto meninggalkan gerbang Konoha, sebuah kunai yang dililitkan sebuah kertas peledak datang kearah mereka bertiga, Naruto yang tahu akan adanya sebuah bahaya datang padanya dan teman temannya segera menarik keluar pedangnya, dengan sekali gerakan cepat dia memotong kertas peledak tersebut menjadi dua bagian sebelum kertas tersebut meledak.
Semua yang ada disana bahkan orang orang yang tadi menghantar Naruto kegerbang segera memutar kepala mereka, mencari dari mana asal kertas tersebut dilemparkan. Naruto yang tahu adanya sebuah energi dari atas gerbang Konoha segera menarik penutup mata kanannya dan segera nampaklah seorang bocah dengan rambut kuning yang berdiri disana. " Apa maksudmu dengan ini Menma!" Naruto berteriak seraya mengacungkan pedangnya kearah dimana Menma berada.
Semua yang ada disana terkejut dengan sebuah nama yang diteriakan Naruto barusan, dengan segera mata mereka menangkap sebuah objek yang bergerak tepatnya jatuh dari atas pintu gerbang tersebut, seorang bocah yang menggunakan baju hitam merah dengan rambut kuning ada disana, dia jatuh dengan mulus ketanah. Minato serta Kushina yang tahu bahwa itu Menma berlari mendekati Menma.
" Apa maksudmu menyerang kakakmu sendiri, Menma?!" Kushina berucap dengan nada yang cukup tinggi, namun ucapan dari Kushina tersebut sama sekali tak digubris oleh Menma bahkan Menma saat ini mengeluarkan sebuah kunai dari kantong ninjanya dan berjalan kearah dimana Naruto berada, Naruto yang tak mengerti maksud dari Menma hanya memiringkan kepalanya saja seraya mengembalikan pedangnya kedalam sarung pendang miliknya.
" Kau akan mati-" Menma berteriak keras seraya berlari kearah dimana Naruto berada, Naruto yang terkejut sekali lagi menarik pedangnya dan " –Jika tak mengajakku ikut dalam perjalananmu Nii-san." Menma membungkuk tepat didepan Naruto, semua yang ada disana terkejut akan apa yang dilakukan Menma, apalagi Minato dan Kushina mereka terkejut bahwa Menma ingin ikut dalam perjalanan yang dilakukan Naruto hari itu.
Naruto yang melihat apa yang baru saja dilakukan oleh adiknya itu hanya dapat membuka mulutnya kaget, setelahnya dia hanya menepuk dahinya cukup keras. Menma yang tadi membungkuk kini mulai mengangkat lagi badannya menatap lurus kearah mata kanan Naruto, Naruto yang melihat hal tersebut hanya dapat mendesah cukup panjang.
" Kau mintalah izin pada kedua orang tuamu itu, Menma." Naruto berucap seraya meletakkan kembali pedang yang tadi sudah keluar dari tempatnya, Menma yang mendengar penuturan dari Naruto berusan segera membalik badannya dan berlari kearah dimana kedua orang tuannya berada.
Minato dan Kushina yang masih dalam keadaan setengah sadar akibat ulah dari Menma barusan hanya dapat melihat kedatangan Menma dengan diam. " Otou-san, Okaa-san izinkan aku untuk ikut Nii-san berpetualang!" Menma yang belum sampai didepan kedua orang tuanya malah sudah berteriak keras seraya berlari kearah keduannya.
" Hosh, hosh, Tou-san hosh, Kaa-san hosh, izinkan aku ikut Onii-chan berpetualang hosh hosh." Menma dengan kata yang terputus putus meminta izin pada Minato dan Kushina yang adalah kedua orang tuannya, Minato dan Kushina yang masih dalam keadaan terkejut kini sudah berangsur angsur pulih, mereka tersenyum walau sebenarnya mereka khawatir akan keselamatannya, apalagi dia adalah Jinchuriki Kyuubi.
" Kami mengizinkannya Menma asal-PLAKK" Belum selesai Minato mengucapkan kata katannya, Kushina sudah lebih dahulu menampar sang Hokage keempat tersebut, tatapan penuh amarah dan ketakutan nampak diwajah sang Red Habanero tersebut. " Apa kau tak berfikir hah Minato, Menma-kun adalah Jinchuriki Kyuubi kenapa kau membiarkannya keluar desa hah!" Kushina berucap seraya meneteskan airmatanya.
" tenanglah Kushina-chan aku tak ak-"
" Bagaimana aku bisa tenang Minato, dia bisa saja menjadi sasaran empuk dari orang orang yang menginginkan kekuatan Kyuubi MINATO!" Kushina kembali memotong ucapan dari Minato, kini dia menanggis dalam pelukan sang suami, tanggis yang masih dia tahan untuk keluar.
" Tenanglah Kushina-chan, aku sudah berfikir panjang untuk anak itu, aku akan membekalinya sebuah kunai Hiraishin dan juga aku sudah menanamkan segel Hiraishin dalam tubuhnya." Minato sudah mulai menenangkan tanggis dari Kushina, Kushina yang mendengar ucapan dari Minato barusan segera menatap Minato dalam, Minato yang melihat sang istri menatapnya hanya tersenyum namun senyum yang penuh arti yang dia berikan.
" Benarkan Minato?" Kushina bertanya pada Minato seraya menatapnya dengan tatapan yang butuh penjelasan, Minato yang melihat Kushina menatapnya seperti itu mengangguk dengan mantab, Kushina yang melihat jawaban yang dikeluarkan Minato dari anggukannya tersenyum dengan tulus.
" Kau tenang saja Kushina-chan, Minato tak sebodoh dirimu." Jiraiyalah yang berucap demikian, setelah berhentinya ucapan dari Jiraiya barusan tatapan membunuh keluar dari Kushina, rambut merahnya berkibar dengan bentuk menyerupai ekor yang jumlah sembilan buah, Jiraiya yang melihat Kushina dalam mode marahnya hanya dapat meneteskan setetes keringat dingin, tak sampai hitungan detik-
BUAGKK
Sebuah pukulan keras dilayangkan Kushina pada Jiraiya yang sukses membuat Jiraiya terpental cukup jauh sebelum sebuah dinding menghentikan terlemparnya tubuh dari Jiraiya, semua yang ada disana hanya dapat sweatdrop berjama'ah atas kelakuan dari Kushina, bahkan Senju Tsunade yang diketahui adalah wanita terkuat seantero Nami no Kuni pun ikut meneteskan setetes keringat atas kelakuan dari Kushina.
" Baiklah Menma-kun kau boleh ikut dengan Nii-sanmu, namun kau harus membawa kunai ini dan jangan pernah kau keluarkan dari kantung ninjamu ya." Kushina akhirnya memberi izin pada Menma seraya memberi sebuah kunai Hiraishin yang sebenarnya adalah miliknya, Menma yang melihat hal tersebut meloncat tinggi dengan sebuah teriakan bahagiannya.
" Ha'i Okaa-san, aku akan berangkat dulu!" Menma dengan cepat memeluk sang ibunya erat, setelah melepas pelukan dari ibunya Menma dengan cepat pula memeluk sang ayah dengan erat pula. Setelah selesai acara peluk memeluk mereka, Menma segera berjalan mendekati dimana Naruto, Haku dan Shizuka berada. Mereka bertiga terlihat tersenyum senang akan ikutnya Menma kedalam petualangan mereka.
" Menma, apa kau sudah membawa perlengkapan dan beberapa keperluan yang akan kita gunakan dalam perjalanannan ini?" Naruto yang melihat Menma hanya membawa sebuah kantong ninja saja segera mengingatkannya, Menma yang mendengar ucapan dari sang kakak hanya melempar sebuah senyumnya pada Naruto, namun Hakulah yang memerah karena melihat senyum dari Menma.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Naruto barusan Menma melompat tinggi menuju gerbang desa Konoha, tak begitu lama Menma kembali menunjukan wajahnya dengan membawa sebuah ransel yang digantungkannya dipunggungnya. " Aku sudah siap Onii-chan." Naruto yang melihat Menma dengan mata kanannya hanya dapat meneteskan setitik keringat karena Menma sudah menyiapkan semuanya.
Naruto membuang nafas dengan cukup panjang. " Baiklah Menma ayo berangkat." Naruto dengan segera mengajak Menma yang masih ada diatas gerbang, dengan segera pula Menma melompat dari atas gerbang dan mendarat tepat didepan Naruto. " Ha'i Naruto-sama." Dengan candaan dari Menma barusan semua yang ada disana hanya tersenyum namun Kushina dan Minatolah yang tersenyum miris.
Dengan lambaian tangan dari keempat anak muda yang akan melakukan petualangan baru menandakan mereka telah siap akan semua resiko yang akan mereka terima dalam petualangan mereka saat ini.
" Jaga adikmu Naruto." Kushina dan Minato hanya dapat berucap dalam hati mereka, mereka tahu bilamana Naruto telah menerima akan keberadaan dari Menma, dan mereka juga tahu bahwa Naruto belum dapat sepenuhnya menerima keberadaan mereka berdua. Namun yang Kushina dan Minato tahu, do'a dari Ayah dan Ibu pasti akan selalu menyertai dimana Menma dan Naruto berada.
Jiraiya, Shizune dan Tsunade hanya dapat tersenyum miris akan apa yang mereka lihat, lelehan air mata dari Hokage Keempat beserta istrinya saat tahu kedua anak mereka pergi jauh dari mereka, namun bukan hal itu yang membuat air mata harus keluar dari kedua pelupuk mata mereka, Naruto anak pertama sekaligus kembaran dari Menma sang Jinchuriki Kyuubi no Kitsune sama sekali tak meminta izin mereka.
" Aku percaya cepat atau lambat Naruto akan menganggap kalian ada, Kushina, Minato." Jiraiyalah orang yang memberikan semangat untuk sepasang suami istri yang sedang menatap kepergian kedua anak mereka, setelah mendengar ucapan dari sang Sensei sebuah senyum yang berbeda mengembang dikedua wajah mereka.
" Arigatou Sensei/Ero-sannin." Rasa bangga dan kesal bercampur menjadi satu akibat ucapan terima kasih dari Minato dan Kushina. Yah dari kecil sampai mereka sudah memiliki dua anak Kushinalah yang selalu setia akan sebutan Ero-sannin yang selalu dia tujukan pada Jiraiya.
" Aku harus kembali kekantor lagi Kushina, Sensei, Tsunade-nee, Shizune-san." Setelah mendapat jawaban dari keempat orang yang Minato mintai izin dengan cepat dia menghilang disertai sebuah kilatan kuning yang tertinggal disana, tak lama kemudian Kushina menyusul sang suami pergi dengan sebuah asap yang tertinggal disana.
" Aku tahu mereka berempat akan membawa sebuah kejutan saat kembali nantinya." Dengan ucapan dari Jiraiya barusan senyum dari Tsunade dan Shizune mengembang. " Aku juga percaya akan hal itu." Tsunade dan Shizune berucap dengan bersamaan, setelahnya mereka bertiga segera meninggalkan tempat tersebut dengan Shunsin masing masing.
Pindah Scene
Mension Uchiha, disana terlihat dua bocah laki laki yang sedang berjalan beriringan. Dapat diketahui bahwa kedua bocah tersebut bernama Kumagawa Naruto (Bunshin) dan Uchiha Sasuke. Terlihat mereka sedang berbincang bincang entah apa yang mereka bicarakan.
" Kau tahu Sasuke, Orochimaru sangat menginginkan tubuhmu." Naruto angkat bicara, sebuah ucapan dari Naruto barusan sukses membuat Sasuke tertarik akan percakapan yang akan mereka lakukan. " Lalu kenapa?" Dengan singkat Sasuke bertanya pada Naruto, Naruto tahu jika Sasuke sudah tertarik akan suatu hal dia akan langsung bertanya pada orang yang membicarakan hal tersebut.
" Apa kau ingin kedua bola matamu itu jadi sasaran Orochimaru? Apa kau ingin tubuhmu itu menjadi milik Orochimaru? Apa kau ingin-"
" Semua pertanyaanmu itu aku jawab TIDAK." Belum selesai Naruto melontarkan pertanyaan selanjutnya Sasuke sudah lebih dahulu memotong ucapannya. Namun bukannya membuat Naruto marah, sebuah senyum terulas diwajah Naruto, dia tahu bahwa bocah disampingnya ini egois maka dari itu dia akan memanfaatkan keegoisan dari Sasuke.
" Kau tahu kan jika aku hari ini sudah keluar dari Konoha dengan Haku, Menma dan Shizuka." Sasuke menganggukan kepalanya meng'iya'kan ucapan dari Naruto barusan. " Lalu?"
" Apa kau ingin ikut berpertualang dengan kami berempat, yah itung itung mencari pengalaman agar membuat kita lebih kuat, berlatih bersama, bertarung bersama. Dan aku tahu suatu saat nanti kita akan menjadi team yang solid bersama dengan rivalmu Menma." Ucapan dari Naruto barusan sukses membuat Sasuke tersenyum, senyum yang slalu dia sembunyikan.
" Aku akan ikut." Tanpa berfikir panjang Sasuke segera menyetujui ajakan dari Naruto, sebuah kekuatan yah itu yang dia inginkan. Bukan untuk membunuh kakaknya yang telah membantai clannya, namun sebuah ambisi baru sudah dia dapatkan. Naruto yang mendengar jawaban dari Sasuke tersenyum. Sebuah tim baru akan datang, bukan Missing nin namun sebuah kelompok yang akan membuat sesuatu yang berbeda dalam dunia ninja ini.
" Baiklah, dan ajak Sakura juga. Walaupun dia adalah seorang FansGirl, namun Tsunade Baa-chan melihat sebuah bakat yang tertanam dalam tubuh Sakura." Ucapan dari Naruto barusan membuat Sasuke mendesah dengan cukup panjang, dia tak suka dengan apa yang namanya FansGirl, namun siapa tahu Sakura akan cocok dengan Haku dan Shizuka.
Sasuke mengangguk, Naruto yang telah tahu akan jawaban dari Sasuke juga turut mengangguk. " Nanti malam keluarlah dari desa, walau aku tahu kau dan Sakura akan dicap oleh seluruh desa sebagai Missing nin , tapi aku sudah menyiapkan semuanya." Setelah Naruto berucap demikian kepulan asap menyelimuti tempat dimana Naruto tadi berdiri, dan dengan segera Sasuke berlari menuju rumah yang dia tempati sendiri.
Hutan dekat Konoha, disana terlihat empat orang yang sedang berjalan beriringan, didepan terdapat Haku dan Menma yang selalu siaga, terlihat sesekali mereka berdua melihat kesamping mereka disela pembicaraan mereka. Dibelakang mereka terdapat Naruto dan Shizuka, kenapa mereka berjalan dibelakang? Karena mereka berdua termasuk tipe sensor yang cukup baik.
Naruto yang baru saja mendapat memori dari bunshinnya yang menghilang tersenyum sendiri. Naruto berhenti dan itu juga membuat ketiga temannya juga berhenti dari perjalanan mereka dan secara bersaman mereka menatap dimana Naruto berada. " Ada apa Nii-san/ Naruto-kun?" Pertanyaan yang sama terlontar dari Menma, Haku dan Shizuka. Mereka nampak bingung kenapa Naruto berdiam diri disana.
" Hari sudah mulai gelap, sebaiknya kita beristirahat disini seraya kita menunggu seseorang." Naruto menjawab pertanyaan dari adik dan teman temannya, dan karena jawaban dari Naruto barusan ketiga ninja muda disana nampak kebingungan. Naruto yang ingin membuat sebuah kejutan pada mereka bertiga hanya dapat tersenyum seraya berjalan menuju sebuah pohon yang cukup besar.
SKIP TIME
Malam semakin larut, disana terlihat Naruto dan Menma yang sedang beradu mulut karena jatah makanan yang hampir separuhnya dimakan Naruto, sebenarnya Menmalah yang menangkap seekor kijang saat berburu dengan Haku tadi, namun saat kijang tersebut sedang dimasak oleh Haku serta Shizuka dia tertidur diatas sebuah batu dekat sungai. Dan karena sifat jahil Naruto yang melebihi adiknya, dia memakan separuh kijang yang tadi ditangkap oleh Menma.
Dan karena itulah Menma memarahi Naruto, namun Naruto terus mengelak dengan ekspresi wajah yang terlihat menghina bukan maksudnya mengejek. Menma akhirnya menyerah dan memutuskan untuk tidur, Naruto yang merasa menang hanya tertawa keras seraya menatap dimana Menma tertidur.
Tak menunggu lama akhirnya mereka berempat tertidur.
Keesokan harinya. Shizukalah yang pertama kali terbangun, dia kini berjalan menuju sungai yang tak jauh dari tempat dimana mereka mendirikan tenda, setelah membasuh mukanya Shizuka dengan segera berjalan mendekati dimana Naruto, Menma dan Haku tertidur. Shizuka dengan segera membangunkan mereka bertiga, dari mereka bertiga hanya Narutolah yang belum terbangun.
Shizuka hampir saja menyerah namun dia ingat satu hal. " Naruto-kun, jika kau bangun Menma akan mentraktirmu ramen yang sangat banyak." Suara halus dari Shizuka sukses membuat Naruto terbangun dari tidurnya dan dengan cepat Naruto berdiri dihadapan Menma seraya memegang kedua tangan dari Menma. ( Warning : Bukan Yaoi :v )
" Benarkah Menma ?! Arigatou." Dengan wajah yang berbinar binar, Naruto menatap kearah Menma. Menma yang melihat bagaimana reaksi sang kakak hanya dapat meneteskan sebuah keringat. Namun
" Sttt, ada dua orang yang datang." Shizuka memperingatkan teman temannya, Naruto, Menma dan Haku tahu bahwa Shizuka adalah tipe sensorik yang lebih baik dari keduanya dan hampir menyamai Naruto sendiri. Ketiganya waspada, Naruto mulai mengendalikan udara yang ada disekitar hutan itu, dia mengubah udara tersebut menjadi indra keenam miliknya.
" Mereka bukan musuh!" Naruto berucap dengan nada yang cukup tinggi, dan karena ucapan dari Naruto barusan membuat ketiganya mulai menurunkan kewaspadaannya. Tak begitu lama-
SRRET
Dari balik pohon yang ada didepan mereka berempat telah muncul dua orang dengan menggunakan jubah putih dengan garis merah disetiap tepi dari jubah tersebut. Menma, Haku dan Shizuka kembali memasang kuda kudanya, namun berbeda dengan Naruto dia terlihat santai santai saja. " Selamat datang, Sasuke Sakura."
"Heehhh!"
Menma, Haku dan Shizuka berteriak bersaman saat mendengar ucapan dari Naruto barusan, dengan cepat mereka bertiga menatap dimana dua orang yang dipanggil Naruto sebagai Sasuke dan Sakura berdiri. Mereka berdua mulai membuka penutup kepala mereka dan-
" Ohayou Menma, Haku, Shizuka." Dengan terbukanya penutup kepala mereka Menma, Haku dan Shizuka terkejut bukan main. Apa lagi Menma, rival abadinya ada didepannya sekarang. " Kenapa kau kesini pantat ayam !" Menma berteriak seraya menunjuk nunjuk tepat kearah dimana wajah dari Sasuke berada, Sasuke yang mendapat perlakuan seperti itu sama sekali tak menghiraukannya, namun Sasuke menatap dimana Naruto berada.
" Jadi, kemana tujuan pertama kita Naruto?" Sasuke bertanya seraya berjalan menuju Naruto, Naruto mulai berfikir dan sebuah ide muncul dikepalanya. " Reruntuhan Uzushiogakure."
Pindah Scane.
Konohagakure no Sato, tepatnya digedung Hokage sekarang ini terlihat sebuah keributan terjadi karena sebuah berita yang dibawakan oleh salah satu Anbu dibawah perintah Minato sang Yondaime Hokage. Berita yang menggemparkan seluruh petinggi Konoha, dimana Uchiha Sasuke satu satunya Uchiha yang tersisa diKonoha pergi meninggalkan desanya bersama dengan salah satu Kunoichi muda sekaligus murid dari Senju Tsunade.
" Bagaimana ini bisa terjadi Bear! Apa kau melihat kepergiannya!" Minato kini terlihat frustasi karena kepergian tiba tiba dari Sasuke dan Sakura. Dia terlihat sedang memijat peningnya, menandakan bahwa dia sedang pusing karena berita yang baru saja diterimanya. " Tidak Hokage-sama, saya hanya menemukan sebuah surat dan dua Hitae atte yang ditinggalkan Sasuke serta Sakura, saya sudah membaca surat ini dan surat ini ditujukan untuk anda Hokage-sama."
Desahan panjang keluar dari Minato, Jiraiya, Tsunade, Kushina dan semua yang ada disana pun juga bingung, kenapa Sasuke mau pergi bersama dengan Sakure. Kakashi tahu bahwa Sasuke sama sekali tak suka dengan apa itu yang namanya Fans Girl, namun- " Mungkin Sasuke dan Sakura pergi untuk mengikuti Menma dan Naruto."
" Sensei !" Jiraiya dan Tsunade terkejut akan siapa yang datang, Hiruzen Sarutobi. Dialah orang yang berdiri didepan pintu ruang Hokage. Tanpa perintah lebih jauh, para anbu yang ada disana segera mendekati Hiruzen dan menuntunnya menuju sofa yang ada diruang Hokage tersebut. " Kenapa anda datang kesini sendirian Sandaime-sama?"
Minato bertanya, dia khawatir akan keadaan mantan Hokage tersebut. Hiruzen yang ditanya hanya mendesah cukup panjang. " Sebenarnya aku hanya ingin melihat keadaan Naruto, tapi aku mendapat kabar dari anbu kepercayaanku bahwa dia berangkat berkelana kemarin." Hiruzen menceritakan apa yang dia tahu, namun sebuah pertanyaan dikepala orang orang yang ada disana muncul.
" Kapan kau sadar pak tua?" Jiraiya mewakili semua yang ada disana untuk bertanya pada Sandaime, Hiruzen yang mendengar pertanyaan dari muridnya barusan hanya mendesah kembali. " Kau selalu saja seperti itu Jiraiya, aku sadar tadi pagi, dan saat aku sadar anbu kepercayaanku lah yang memberi kabar bahwa Naruto, Menma, Shizuka dan Haku keluar dari desa, dan hanya Menma lah yang terikat akan Konoha, apa aku benar ?"
" yah anda benar Sandaime-sama, namun apa maksud anda tentang Sasuke ingin mengikuti Naruto dan Menma berkelana?"
Hiruzen yang mendapat pertanyaan tersebut hanya memandang keluar jendela. " Kalian tahu, Naruto telah sedikit menghapus dendam yang ada didalam hati Sasuke. Dan kalian tahu Sasuke dan Naruto mulai bersahabat saat dimana Naruto mengalahkan Sasuke dalam Ujian Chunin, dan aku tahu alasan kenapa Sasuke dan Sakura pergi dari desa ini." Hiruzen menjelaskannya dengan cukup panjang, semua yang ada disana hanya dapat melihat Hirzuen dengan kagum.
Pindah Scene.
" Kira kira berapa lama kita akan tiba diUzushiogakure, Naruto-kun?" Shziuka adalah orang pertama yang mengeluarkan suaranya, dan karena ucapan dari Shizuka barusan kelima shinobi dan kunoichi yang sedang berjalan disana pun dengan segera memindahkan tatapannya pada Naruto. " ada yang menunggu kita."
Karena ucapan dari Naruto barusan, Menma dan Haku selaku ninja yang berjalan dibarisan paling depan segera siaga, Sasuke dan Sakura pun juga sudah siap dengan kunai mereka masing masing, Naruto dan Shizuka pun juga mempersiapkan senjata mereka. Tak lama kemudian-
SRAK
" Serahkan semua barang barang kalian, atau kalian akan mati !" Lebih dari dua puluh bandit gunung keluar dari semak semak yang ada dipinggir pinggir jalan disana, karena rasa takut dari Sakura yang baru pertama ini keluar dari desa tanpa guru mereka hanya dapat berlindung dibelakang punggung dari Sasuke. Berbeda dengan Sakura berbeda pula dengan lima ninja muda yang ada disana, tatapan mata membunuh keluar dari kelima ninja muda lainnya.
" Jika kalian bisa ambil, ambil saja." Sasuke memprovokasi bandit bandit yang ada disana, sebuah decihan cukup keras keluar dari laki laki yang berdiri paling depan dari gerombolan bandit tersebut, terlihat dari ekspresi wajahnya dia kini sedang kesal. " Kalian ingin main main dengan kami bocah.! Bunuh mereka!"
Dengan teriakan dari orang tadi, bandit bandit yang lain segera berlari menuju keenam ninja muda yang sedang bersiaga disana. Saat mengetahui bahwa bandit bandit tadi akan menyerang Naruto, Menma dan Sasuke segera maju kedepan berniat melindungi gadis gadis yang barada dibelakang mereka, Menma dan Sasuke dengan cekatan segera merapatkan handsealnya, sedangkan Naruto bersiap dengan kuda kudanya.
Katon : Kai Endan
Fuuton : Daitoppa
Masih seperti sebelumnya, kerjasama antara Menma dan Sasuke masih terjalin disana. Dia jutsu yang saling menguntungkan keluar, peluru api dari Sasuke ditambah dorongan angin dari Menma menyebabkan sebuah peluru api besar tercipta. Naruto yang melihat kerjasama antara Sasuke dan Menma tersenyum senang, dia tahu mereka berdua akan menjadi duet maut dikemudian hari, namun-
Doton : Doryuheki
Sebuah dinding tanah menahan pergerakan peluru api raksasa hasil dari jutsu gabungan antara Menma dan Sasuke, walaupun begitu lebih dari tiga bandit yang berusaha menyerang tadi harus hangus terbakar setelah kobaran api yang menabrak dinding tadi meledak. Naruto yang melihat hal tersebut mendekat kearah dimana Menma berada memanfaatkan asap yang masih membumbung didepan mereka.
" Elemen apa saja yang kalian punyai Sasuke, Menma?" Sebuah pertanyaan terlontar dari mulut Naruto, karena pertanyaan tersebut Menma dan Sasuke dengan segera menolehkan kepalanya kearah dimana Naruto berada, sejenak mereka berdua berusaha mengingat ingatnya.
" Aku Api dan Petir."
" Aku Angin, Air dan Petir."
Karena jawaban dari Sasuke dan Menma Naruto tersenyum mendengarnya. " Menma kau gunakan jutsu Suiton : Suiryuudan no Jutsu dan kau Sasuke gunakan jutsu Raiton : Kaminari no Nagare, kalian mengerti?" Menma dan Sasuke mengangguk, mereka tahu jutsu itu dan mereka telah menguasainya. Shizuka, Haku dan Sakura yang melihat sifat bijaksana dari Naruto keluar hanya tersenyum saja.
Dengan segera Menma dan Sasuke merapatkan handseal mereka setelahnya-
Suiton : Suiryuudan no Jutsu
Raiton : Kaminari no Nagare
Seekor naga dari air keluar dari mulut Menma, naga tersebut segera melesat menuju dimana para bandit tadi berdiri, namun sebelum itu sebuah aliran listrik yang keluar dari kedua tangan Sasuke segera menyambar naga air dari Menma dan hasilnya seekor naga air yang terselimuti petir tadi melesat menuju bandit bandit yang masih berdiri dengan kedua mata yang membulat.
Doton : Doryuheki
Dan lagi lagi sebuah dinding tanah mencul, Naruto yang memperhatikannya segera tahu siapa yang membuat dinding tersebut, tanpa basa basi lagi Naruto segera menyiapkan kuda kudannya.
Hyoton : Sensatsu Suisho
Nadeshiko Ryuu : Kooha Reppuken
Namun sebelum Naruto memulai jutsunya ratusan jarus es muncul dibelakangnya, dengan cepat jarum jarus es tersebut melesat menuju dinding tanah yang sedari tadi menghalau serangan dari Menma dan Sasuke.
Jarum jarus es tadi segera menusuk atau tepatnya membekukan dinding tanah yang akan menghalang serangan dari Menma dan Naruto, setelahnya sebuah pukulan keras dari Shizuka yang berlari menuju dinding tanah yang beku tadi sukses membuat dinding tanah beku tadi hancur berkeping keping.
Tak menyianyiakan pertolongan dari Haku dan Shizuka, Menma segera mengkontrol naga air berselimut petirnya untuk bergerak menyerang bandit bandit tadi hasilnya-
BUUM
ARRGHH
Sebuah ledakan yang cukup besar tercipta, dari kepulan asap yang mulai menipis tampaklah mayat mayat bandit tadi tergeletak tanpa nyawa. Namun hanya ada satu orang yang berdiri disana. " Taji Yaamamura, Missing nin rank A." Haku berucap dengan nada yang cukup tinggi, dan karena ucapan dari Haku tadi sebuah tawa keluar dari mulut sang Yaamamura.
" Hahaha, Yuki Haku mantan pasukan dari Rebelion dan ada pula putri Nadeshiko Shizuka. Hahaha aku beruntung hari ini." Tatapan membunuh keluar dari mata sang Missing nin, dengan lekat dia menatap keenam anak yang ada disana. " Apa maumu?" Menma maju, menatap tajam kearah dimana Taji berada.
" Hahaha, dasar bocah tak tahu diri, pastinya aku akan membawa ketiga gadismu itu, setelahnya akan aku jual kepara laki laki hidung belang hahaha." Sekali lagi Taji tertawa senang, sebuah decihan amarah keluar dari mulut Menma dan Sasuke. Tanpa basa basi lagi Menma dan Sasuke berlari menuju Taji dengan membawa sebuah kunai ditangan kanan mereka.
" Akan aku bunuh kau !" Menma kini benar benar mengeluarkan emosinya, dia melemparkan kunai yang dia pegang dengan sekuat tenaga. Sasuke juga demikian, dia juga melemparkan kunainya kearah dimana Taji berada. Namun-
TRANK
Sebuah pedang hitam menahan pergerakan dari kunai yang dilempar Menma dan Sasuke. " Apa yang kau lakukan Naruto/Niis-san!" Semua yang ada disana terkejut saat melihat Naruto menghentikan kunai yang dilemparkan oleh Menma dan Naruto, namun Naruto tak menghiraukannya.
" Apa kau ingin mati Taji-san, atau bisa aku sebut Uzumaki Taji."
HEEHHH!
Disebuah gua, terlihat ada sekitar sepuluh orang yang sedang berdiri, bukan bukan orang hanya sebuah bayang bayang yang terlihat disana, namun dapat diketahui bahwa mereka dapat saling melihat, mendengar dan berbicara antara satu dengan yang lain. " Jadi apa berita yang kau bawa Tobi?" Salah satu bayangan berucap seraya menatap sebuah bayangan dengan bentuk wajah bak sepiral didepannya.
" Jinchuriki dari Kyuubi, Namikaze Uzumaki Menma telah dapat mengendalikan kekuatan dari Kyuubi, namun dia baru dapat mengendalikan sampai ekor ketiga Leader-sama." Orang yang dipanggil oleh Tobi oleh sang Leader menjawab dan berita dari Tobi barusan sukses membuat semua yang ada disana terlihat cukup terkejut.
" Dia baru berumur tiga belas tahun dan dia sudah dapat mengendalikan kekuatan Kyuubi sampai tahap ekor ketiga?" Sebuah bayangan dengan rambut yang menutup mata kirinya berucap dengan cukup keras. " Ha'i Deidara-senpai, aku melihatnya saat dalam Final Ujian Chunnin, bocah itu mengeluarkan ekor Kyuubi saat melawan bocah bernama Kumagawa Naruto."
" Tunggu tiga tahun lagi, dan saat itu Akatsuki akan beraksi."
" Ahh jadi kalian berdua sudah saling kenal?" Terlihat seorang anak dengan rambut kuning jabrik tak lupa dengan tiga guratan halus dikedua pipinya sedang berbicara seraya menatap kearah seorang laki laki dengan rambut hitam jabrik, wajah mereka berdua sangat mirip hanya warna rambut dan guratan halus yang membedakannya, setelah menatap kearah sirambut hita, bocah berambut kuning tadi beralih menatap kearah laki laki dengan rambut berwarna merah yang ada disamping sirambut hitam.
" Ha'i Menma-sama, kami berdua sudah saling kenal saat Naruto-sama berkelana menjadi Hunter nin ber-"
DUAK
" JANGAN MEMANGGILKU DENGAN EMBEL EMBEL SAMA DASAR KEMBARAN KAKEK MESUM!" orang yang dipanggil dengan nama Naruto tadi memukul keras kepala dari orang berrambut merah tadi sampai sampai sebuah bejolan cukup besar keluar dikepala orang berrambut merah tersebut. Gadis berrambut merah muda segera menghampiri laki laki berrambut merah tadi dan dengan segera dia menggerakan kedua tangannya yang kini berada diatas kepala dari laki laki berrambut merah tadi.
" Kau jangan terlalu kasar pada Taji-san baka, kau sama saja dengan Menma, sama sama bodohnya!" dengan segera gelak taw dari dua gadis berrambut hitam meledak, gadis pertama memiliki rambut hitam panjang sedangkan yang kedua berrambut hitam sebahu. Namun-
" Sa-Sakura-chan, ka-kau seorang Madicnin?" gadis berrambut hitam sebahu berucap dengan tergagap setelahnya-
EHHHH!
T . B . C
Yoo, seperti biasa saya selalu terlambat dalam mengupdate sebuah fic hehehe, dan menurut saya chapter ini terasa aneh. Ah ya untuk sekarang, saya membuka posting untuk memberi sebuah kelemahan bagi Gasu Gasu no Mi milik Naruto selain elemen Pasir. Berikut beberapa kandidatnya :v ::
#Suiton.
#Hyoton.
#Senjata yang dialiri oleh Chakra.
#Isi Sendiri
Setiap jawaban disertai dengan alasannya, saya tunggu
Saatnya balas Review.
Otra : Apa Naruto balik jd sinobi Konoha ? Answer :: Untuk saat ini belum namun suatu saat nanti dia akan kembali lagi menjadi Shinobi Konoha. Dan saya adalah Laki Laki tulen :D
Kuchiharu97 : kebanyakan diskip terutama saat fight, dan orochi terlalu lemah meski Naru godlike. Answer :: Untuk Fight yang didominasi Naruto karena untuk Menma, Shizuka dan Haku mereka belum tampil maksimal, yah karena saya masih agak weng saat fighting dari Menma. Untuk Orochi yang terlalu lemah karena pertama : kedua tangan dari Orochimaru masih dalam keadaan sakit akibat tersegelnya dalam perut Shinigami. Kedua : Disana ada Jiraiya yang membantu Naruto dalam pertarungan.
GameAction : Apa setelah ini Naru bakal berkelana lagi ? Answer :: Terjawab diChapter ini
Baka Otouto : Tambah Jurus Naruto. Answer :: Jutsu dan Jurus akan bertambah seiring berjalannya waktu, dan apakah ada masukan untuk Jurus serta Jutsu Naruto ? jika ada saya akan menerimanya.
Dan untuk yang mereview Lanjut dan sebagainya, saya pasti akan melanjutkan semua cerita saya, terima kasih sudah membaca cerita dari saya.
Komozaku Wooza OUT
