IDOL GAMES : Being Couple
(It's straight; EXO; GS! uke)
By shinhaeran
.
EXO N (namja) and EXO Y (yeoja), boyband and girlband formed by SM entertainment will join in a new reality show "IDOL GAMES". Both of groups formed to be couple group and decide to reveal their official couple by doing this game. What will be happen?
.
NOTE: Italic font adalah ucapan saat mereka diinterview setelah acara berlangsung.
.
.
.:9'th chapter (a):.
.:Final Day, Final Choice:.
Inspiration : Korean Reality Show (RM, WGM, TR&I, IKPattaya,etc)
.
.
.
.
.
Suasana mendadak menjadi canggung begitu sepasang main vokal itu berjalan meninggalkan mereka menuju gazeboo. Entah apa yang dipikirkan mereka, namun suasana ini jelas jarang terlihat sebelumnya.
Di sisi lain, suasana canggung juga menhinggapi Chen dan Baekhyun begitu mereka memasuki gazeboo. Kedua mata itu saling berpandangan satu sama lain dengan tatapan intens.
Namun suasana itu seketika pecah begitu Baekhyun dengan gemas memukuli punggung Chen. Wajahnya menunjukkan kekesalan yang ditahan. Chen yang diperlakukan seperti itu hanya bisa melindungi diri dan menghindar, cukup terkejut dengan aksi brutal yeoja mungil itu.
"Ya, ya ya! Kenapa kau memukuliku?" kesal Chen sambil tetap melindungi diri.
Baekhyun akhirnya berhenti, ia terdiam menatap Chen dengan menahan kesal.
"Kenapa kau memanggilku kesini, hah? Kalau yang lain berpikiran yang tidak-tidak bagaimana?" ujarnya tak kalah kesal.
"Wae? Biar saja. Tidak boleh?" balas Chen ngotot. Mereka kini sama-sama saling menatap dengan tatapan tajam.
"Lalu kau ingin bicara apa padaku? Jangan bilang kau memilihku kesini karena kau masih belum tahu mau memilih siapa untuk besok,"
"Enak saja," sanggah Chen cepat. "Aku juga sudah pilihan sendiri,"
Baekhyun menatap Chen tak percaya, belum lagi senyumnya yang terlihat mengejek.
"Jinjja? (Sungguh?) Nugu nugu? (Siapa siapa?)"
Chen terdiam sejenak, tampak ragu untuk mengatakannya. Dan pada akhirnya, ia pun berjalan mendekati Baekhyun dan membisikkan sesuatu di telinganya.
Aku memilih Baekhyun saat itu, karena aku ingin meminta pendapat padanya –Chen
Apa kau benar-benar sudah menentukan pilihan akhirmu saat itu? –PD
Ne (mengangguk yakin) –Chen
"Mereka sedang bicara apa ya?" gumam Tao yang saat itu mengamati tingkah Chen dan Baekhyun dari tempat mereka berkumpul. Memang perilaku mereka dapat terlihat, namun karena jarak yang cukup jauh, membuat mereka tak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Oh, mereka bahkan thampai berbithik-bithik," tambah Sehun yang juga sedang memperhatikan. Ternyata tak hanya kedua maknae itu, tapi member lain pun juga diam-diam memperhatikan mereka dengan rasa penasaran.
Aku penasaran, tentu saja. Apalagi selama ini aku merasa Chen menyukai Baekhyun, aku jadi merasa khawatir –Chanyeol
(tersenyum kecil) Aku tak tahu, mungkin Chen ingin menjelaskan perasaanya kepada Baekhyun -Xiumin
.
Tiga menit berlalu, Chen dan Baekhyun pun sudah berkumpul dengan yang lainnya di taman.
"Baiklah, untuk selanjutnya, Baekhyun-ssi. Siapa yang ingin kau ajak masuk kesana?"
Baekhyun berdiri seketika dari tempat duduknya dan menunjuk seseorang dengan telunjuknya.
"Chanyeol-ah," ucapnya mantap.
Chanyeol pun segera berdiri dan beranjak mendekati Baekhyun. Mereka pun segera beriringan berjalan menuju gazeboo, namun tiba-tiba saja Chanyeol berbalik dan menatap ke PD yang ada di sana.
"PDnim, aku juga akan mengajak Baekhyun untuk bicara, jadi sekalian saja gabungkan waktu kami berdua menjadi 6 menit," ucap Chanyeol. Dan tanpa menunggu tanggapan PD, Ia pun segera menarik pergelangan tangan Baekhyun dan menuju gazeboo dengan cepat.
"Kau dulu," ucap Baekhyun begitu mereka sampai di gazeboo.
"Tidak, kau dulu," tolak Chanyeol cepat. Baekhyun terdiam sejenak memandang Chanyeol, lalu wajahnya mulai berubah serius.
"Kau dan Yejin, sebenarnya ada apa?" tanya Baekhyun to the point.
Chanyeol mengernyitkan dahi, "Yejin? Kami hanya teman, wae?"
Aku cukup terkejut saat Baekhyun tiba-tiba bertanya soal Yejin. Kurasa ia cukup berani juga (tertawa kecil) -Chanyeol
Ditanya seperti itu, Baekhyun jadi berubah gugup. "Aniyo (tidak ada) Hanya ingin tahu saja,"
Chanyeol tak bersuara dan tetap memandang Baekhyun intens, seakan tak puas dengan jawaban Baekhyun. Langkah Baekhyun mundur selangkah, ia terlihat semakin gugup.
"A, aku hanya bertanya saja. Soalnya jika kita jadi official couple nanti, penggemar pasti akan curiga jika ada yeoja lain yang dekat denganmu," jelas Baekhyun agak terbata.
Chanyeol tersenyum kecil, menunjukkan smirk yang membuat Baekhyun kembali memundurkan langkahnya.
"Sekarang giliranmu," ujar Baekhyun, seraya berpindah ke samping dengan cepat. Chanyeol yang melihat tingkah Baekhyun hanya tertawa kecil.
"Ehm, sebenarnya aku juga tak tahu mau bicara apa," Chanyeol menunjukkan cengiran khasnya seraya menggaruk tengkuknya.
"Ya! Kalau begitu untuk apa kau meminta waktu 6 menit?" protes Baekhyun.
Chanyeol hanya tertawa, lalu teringat sesuatu. "Ah, aku penasaran,"
"Apa?" tanya Baekhyun.
"Tadi Chen bicara apa denganmu?"
Baekhyun terdiam, seketika menengokkan kepalanya ke arah member lainnya yang menunggu mereka.
"Bukan apa-apa,"
"Bukan apa-apa? Tidak mungkin," tambah Chanyeol dengan wajah penasaran. Ia kembali menatap Baekhyun intens, kali ini bahkan sampai menunduk mendekatkan wajahnya di depan wajah Baekhyun, membuat yeoja itu secara refleks memundurkan langkahnya lagi.
"Kubilang, bukan apa-apa," Baekhyun pun buru-buru beranjak menjauhi Chanyeol, dan berlari keluar gazeboo. Chanyeol yang terkejut langsung ikut menyusulnya, membuat para staff yang menunggu di depan gazeboo melihat mereka dengan bingung.
Member lain yang menunggu pun ikut terkejut saat melihta Baekhyun dan Chanyeol yang berlari menuju mereka.
"Kalian sudah selesai?" tanya Suho heran.
"Ini bahkan belum sampai tiga menit," komentar Luhan, yang hanya dibalas senyuman kecil dari Baekhyun dan cengiran khas Chanyeol.
.
"Selanjutnya, Lay-ssi," Lay berdiri dari tempat duduknya dan terdiam. Tangannya yang bergerak memainkan selimut yang dibawanya, menunjukkan ia yang sedang gugup.
"Suho-ssi, ada yang ingin aku bicarakan denganmu," ujarnya lirih. Suho yang mendengar itu seketika menatap Lay, seolah tak percaya bahwa dirinya-lah yang dipilih.
Aku tak tahu apa yang kurasakan saat itu. Yang jelas aku bingung dan tak tahu harus berbuat apa (tersenyu kecil) -Suho
Namun hingga 1 menit berjalan setelah mereka memasuki gazeboo, tak ada dari yang mereka yang berbicara. Masing-masing hanya menunduk dan hanyut dalam pikiran mereka masing-masing. Belum lagi Lay yang masih memain-mainkan ujung selimut yang dibawanya.
"Kau mau bicara apa, Lay-ssi?" tanya Suho lembut, membuat Lay mengangkat wajahnya seketika.
"Ah, itu," Lay tampak tersenyum ragu. "Sebenarnya aku hanya ingin berterimakasih,"
"Untuk?" tay Suho tanpa menghilangkan senyum di wajahnya.
Wajah ragunya dan sikap groginya, jujur saja, ini pertama kali aku melihat Lay seperti itu. Aku jadi bertanya-tanya, apa mungkin Lay sudah mulai tertarik denganku (smirk) -Suho
"Terimakasih, karena kau, dua hari ini jadi terasa menyenangkan," ucap Lay lirih, begitu lirih. Untung saja Suho masih bisa mendengar perkataannya.
"Aku juga. Terimakasih juga sudah mau bersenang-senang denganku dua hari ini," ucap Suho.
Lay perlahan mulai menatap Suho, membalas tatapan lembut Suho dengan senyum manisnya.
Tak terasa, waktu tiga menit berlalu, dan kini giliran Suho yang memilih.
"Aku ingin bicara dengan Kyungsoo-ssi," ucap Suho membuat member lainnya menatapnya heran, terutama Lay, Kyungsoo dan Kai.
Aku tak pernah membayangkan bahwa Suho oppa akan mengajakku kesana –Kyungsoo
Ugh, untuk apa lagi Suho hyung mengajak Kyungsoo noona. Saat itu, kepercayaan diriku yang mulai tumbuh, tiba-tiba mengempis seperti balon -Kai
Suho dan Kyungsoo akhirnya berjalan bersama menuju gazeboo. Kyungsoo masih terlihat terkejut, dan Suho hanya menunjukkan wajah canggung.
"Oppa ingin bicara apa?" tanya Kyungsoo begitu mereka tiba dan duduk di gazeboo.
Suho tampak masih terdiam, sepertinya ia masih merangkai kata-kata yang ingin ia ucapkan.
"Maafkan aku, Kyungsoo-ya," ucap Suho seraya menatap Kyungsoo dengan tatapan bersalah.
Kyungsoo yang masih belum mengerti arah pembicaraan Suho, hanya bisa mengernyitkan dahi.
"Aku tahu, kemarin aku sempat membuatmu kecewa dan mungkin sakit hati. Aku benar-benar minta maaf," tambah Suho.
Kyungsoo membulatkan bibirnya, ia mulai mengerti.
"Gwenchana, oppa," Kyungsoo tersenyum kecil, "Aku sudah tahu kenapa oppa bersikap seperti itu, aku mengerti,"
Suho masih tak bisa menyembunyikan rasa bersalahnya, "Aku dengar dari Kai, kau kemarin menangis,"
Kyungsoo sedikit terkejut mendengarnya, lalu kembali tersenyum manis, "Ahh, saat itu, aku hanya sedang tidak mood. Oppa tak perlu khawatir,"
"Sungguh?" tanya Suho tak percaya. Kyungsoo mengangguk mantap, masih dengan menunjukkan senyum termanisnya.
Aku merasa itu juga bukan salah Suho oppa. Ia memiliki orang yang ditaksirnya, dan ini adalah kesempatan langka untuknya mendekati orang itu. Setiap orang pasti tak akan menyia-nyiakan waktu itu begitu saja (tersenyum bijak) –Kyungsoo
Kyungsoo berdiri terdiam di tempatnya, menatap satu-per-satu member EXO-N, tampak sedang menimbang dan memilih siapa yang akan ia ajak ke gazeboo dan berbicara dengannya.
"Kai-ssi?" panggilnya.
Kai menunjuk dirinya sendiri dengan ragu, sedikit tak percaya bahwa ia-lah dipilih.
Dan begitu mereka duduk di kursi gazeboo, Kai kembali terkejut. Kyungsoo tiba-tiba saja mengeluarkan Iphone-nya dan memasangkan headset di salah satu telinganya sendiri dan telinga Kai. Tak lama kemudian, yeoja itu mulai menyalakan sebuah lagu.
Lagu Love Me Again milik G-Soul. Dan itu lagu kesukaan Kai.
It's already been a few years
And we're standing in front of each other like this
As if nothing happened
Just like the old days
As I look at you
Who is calling me a good friend
I tried to hold it in
But I need to tell you something
I know I hurt you but
Could u love me again
Without knowing, I'm in love with you again
So could u love me again
I didn't know love back then
Baby love me again
baby please please please
Need u love me again
(translate by popgasa)
Kai terlihat terkejut saat lagu itu mulai terputar. Ia menatap Kyungsoo yang duduk di sebelahnya dengan tidak percaya.
"Noona?"
Kyungsoo menoleh menatap Kai sambil tersenyum, "Wae? Kau tidak suka? Akau kuganti kalau kau tidak suka,"
"Aniya," potong Kai dengan cepat. "Aku suka, lanjutkan saja,"
Dan begitulah cara mereka menghabiskan waktu 6 menit yang disediakan, saat staff datang di tiga menit pertama, Kai meminta menambah waktu tiga menitnya.
Aku sebenarnya bingung dengan maksud Kyungsoo noona melakukan itu tiba-tiba. Tapi kurasa, itu adalah salah satu sinyal yang diberikan noona padaku (tersenyum lebar) –Kai
.
"Tao-ssi, kau yang berikutnya," Tao berdiri begitu Kyuhyun memanggil namanya. Ia menunggu sampai Kai dan Kyungsoo sudah benar-benar kembali.
"Junmahao. Aku mau bicara dengan Junmahao oppa," ucap Tao bersemangat. Dan lagi-lagihal itu membuat para member terkejut.
Dan begitu Suho berdiri dan menghampirinya, Tao segera menarik lengan Suho.
"Kau bersemangat sekali, Tao-ya," komentar Suho begitu mereka sampai di gazeboo. Tao hanya menjawab dengan senyuman lebarnya.
Mereka pun segera duduk di bangku yang disediakan di gazeboo tersebut.
"Junma oppa, jadi junma oppa suka siapa sih?" tanya Tao blak-blakan, yang membuat Suho tersentak kaget.
Tao sendiri tanpa rasa bersalah, terus menatap Suho dengan tatapan penasaran, menunggu sampai namja itu menjawab pertanyaannya.
"Wae?" tanya Suho akhirnya.
"Oppa, oppa itu sudah membuat Kyungie eonni menangis, lalu dekat-dekat dengan Lay jie. Oppa sama saja seperti Sehun," kesal Tao.
Suho semakin mengernyitkan dahi karena bingung.
"Oppa, aku kira selama ini oppa berhati malaikat, tapi oppa menggantungkan dua yeoja sekaligus," omel Tao, membuat Suho menatapnya heran.
Absurd sekali. Tao tiba-tiba saja menyeretku ke gazeboo dan mengomel padaku seperti ahjumma. Aku bahkan tak yakin yang di hadapanku saat itu adalah Tao (tertawa kecil) –Suho
"Jadi, menurutmu aku harus bagaimana?" tanya Suho akhirnya, tampaknya sedari tadi ia bingung harus bereaksi seperti apa.
"Pokoknya oppa harus bersikap seperti ssang-namja," balas Tao masih dengan wajah kesal.
Suho geleng-geleng kepala, semakin tak mengerti.
"Jadi kau mengajakku kesini hanya untuk bertanya ini, Tao-er?"
"Tentu saja," jawab Tao dengan nada kesal yang masih kentara. "Oppa sudah merusak imajinasi fanfict-ku,"
Dan Suho mengernyitkan dahinya lagi.
Mereka pun kembali berkumpul dengan member lainnya tak lama kemudian. Suho duduk di bangkunya seraya menahan tawa, dan Tao tetap tak bisa menghilangkan pout di wajahnya. Hal itu jelas membuat member lainnya bertanya-tanya.
Kris mendapat kesempatan berikutnya, dan tanpa berpikir panjang, ia langsung mengajak Tao untuk ikut dengannya menuju gazeboo. Namun begitu sampai, suasana mendadak hening.
Kris nampak terdiam berpikir seraya menatap Tao dengan intens. Sang maknae EXO-Y itu hanya bisa membalas tatapan Kris dengan wajah polosnya.
"Gege mau tanya apa?" tanya Tao pada akhirnya.
Kris berdeham sebentar sebelum berbicara, "Gege mau bertanya, tapi Tao harus menjawabnya dengan jujur,"
Tao mengangguk angguk dengan tatapan ingin tahunya.
"Tao tidak boleh bertanya balik, hanya boleh menjawab ya atau tidak. Mengerti?"
Tao mengangguk-angguk kecil lagi, membuat Kris tersenyum lega.
"Pertanyaan pertama," Kris kembali terdiam, mengambil nafas cukup panjang. "Di antara member EXO-N, ada tidak yang Tao sukai sampai sekarang?"
Tao tampak berpikir sejenak dan kemudian menggeleng, "Tidak ada,"
"Tidak ada?" tanya Kris balik, tampak terkejut dan tidak percaya. "Sungguh?"
Tao kembali mengangguk.
Kris akhirnya mulai menerima dan kembali bertanya, "Lalu, seharian ini Tao senang bermain dengan gege?"
"Ne," jawab Tao cepat dengan senyum lebarnya.
Kris tanpa sadar ikut tersenyum dan rasa penasarannya mulai muncul. "Kenapa?"
"Katanya Tao hanya boleh jawab ya atau tidak?" protes Tao, mulutnya mempout lucu dengan tatapan polos.
Kris tersadar dan tertawa kecil, "Tao benar, maaf gege lupa,"
"Kalau begitu, yang terakhir. Tao sayang gege atau tidak?" tanya Kris lagi dengan cepat.
"Sayang?" Tao mengernyitkan dahi saat mengulang kata itu, sepertinya ia terlihat bingung.
"Jawab ya atau tidak saja," ingat Kris dengan wajah penuh harap menunggu jawaban dari bibir mungil maknae itu.
"Eum," Tao tampak berpikir sebentar dengan sedikit memiringkan kepalanya, membuatnya tampak semakin menggemaskan.
"Sayang," jawab Tao akhirnya dengan nada lirih, yang langsung membuat Kris tersenyum lebar.
"Baiklah, selesai. Ayo kita keluar," ucap Kris seraya bangkit dan menarik pergelangan tangan Tao, membuat yeoja itu menatap Kris terkejut.
"Gege cuma tanya itu saja?"
Kris mengangguk dan hanya tersenyum, lalu membawa Tao kembali ke tempat member lainnya berkumpul.
Aku bertanya seperti itu hanya ingin tahu saja, jadi aku bertanya secara tidak langsung padanya. Aku senang bersama dengannya dan dia tampaknya juga begitu, jadi, itu jawaban yang cukup untuk meyakinkan hatiku (tersenyum manis) –Kris
.
Xiumin memandang Chen yang duduk di sebelahnya dengan ragu. Meski namja itu terus memberikan senyum menenangkannya, ia tetap masih terlihat gugup.
"Tanyakan saja, noona. Aku akan jawab semuanya sebisaku," ucap Chen lembut.
Xiumin menghela nafas panjang, tampak mencoba mengurangi rasa gugupnya.
"Aku memikirkan perkataanmu kemarin malam. Bahwa setiap orang memiliki kelebihan yang mungkin tak dimiliki orang lain," ucap Xiumin lirih.
"Perkataanmu itu membuatku semakin percaya diri, dan membuatku sadar. Terimakasih," tambah Xiumin, lalu menoleh ke arah Chen dan menunjukkan senyum manisnya.
"Jujur saja, jika tidak ada dirimu, mungkin dua hari akan menjadi hari yang berat bagiku. Sekali lagi, terimakasih banyak,"
Sesaat Chen tak menjawab apapun, ia hanya membalas senyum Xiumin dengan senyum khasnya.
"Aku juga, noona. Jika tidak ada kau, mungkin aku tak akan merasakan hari-hari yang indah seperti dua hari ini,"
Xiumin mengangguk kecil dan masih tetap tersenyum.
"Semoga kau bisa mendapatkan yeoja yang sama baiknya dengan Baekhyun. Kau namja yang baik, Jongdae-ya, dan kau berhak mendapatkan yeoja yang juga mencintaimu," ucap Xiumin tulus.
Senyum Chen sedikit mereda, tergantikan dengan senyum misteriusnya. "Aku harap juga begitu noona, dan aku yakin ia pasti akan jauh lebih baik dari Baekhyun,"
Setelah waktu 3 menit milik Xiumin berakhir, Luhan dan Sehun masuk bersamaan, berhubung mereka sama-sama saling memilih satu sama lain.
Namun suasana gazeboo setelah mereka masuk tiba-tiba berubah serius. Sepasang member bertaut usia cukup jauh itu hanya saling menatap satu sama lain.
"Kenapa diam saja?" tanya Luhan masih mempertahankan tatapan tajamnya ke Sehun.
"Noona juga diam thaja," balas Sehun tak mau kalah.
"Kau kan namja, jadi kau yang duluan,"
"Ladieth firtht," ucap Sehun dengan pronounce yang payah.
Luhan menghela nafas. "First, Sehun,"
"Firtht," Luhan akhirnya tak bisa menahan tawa.
Sehun balas menatap dengan kesal, membuat Luhan buru-buru ke mode seriusnya.
"Jadi, kau yang duluan," ucap Luhan. Sehun pun akhirnya mengalah.
"Noona, Thehun thuka thama noona. Noona juga thuka thama Thehun kan?" tanya Sehun langsung dengan wajah datarnya yang khas.
"Pertanyaan macam apa itu?" Luhan nampak tak terima. "Tidak ada romatisnya sama sekali,"
"Tapi noona thuka kan?" tanya Sehun lagi, kali ini sambil mendekatkan wajahnya ke depan wajah Luhan.
Luhan buru-buru menoleh ke samping, menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah.
"Tidak, kata siapa?"
Sehun tersenyum evil, tangan kanannya menangkup dagu Luhan dan menggerakkannya akan berhadapan langsung dengannya. "Noona jangan pura-pura. Noona bahkan meminta nomorku lebih dulu,"
"Ya!" Luhan menghentakkan tangan Sehun dari dagunya, "Meminta nomor memangnya tidak boleh?" sanggah yeoja itu dengan cepat.
Sehun tak menjawab, ia kembali tersenyum dan menampilkan evil smirk-nya. Luhan sendiri semakin tak berani menatap Sehun langsung.
"Berarti aku berhathil kan, noona?"
"Berhasil apa?" tanya Luhan pura-pura tak tahu.
"Janjiku untuk membuat noona menyukaiku dalam tiga hari ini berhathil," ucap Sehun tetap dengan evil smirk-nya.
Luhan ikut tersenyum evil, "Kita lihat saja besok,"
.
Percakapan Sehun dan Luhan merupakan sesik terakhir dari sesi khusus tengah malam itu. Kini baik member EXO-N maupun EXO-Y nampak sudah memasuki penginapan mereka masing-masing.
"Hah, rasanya lelah sekali," keluh Baekhyun seraya melemparkan tubuhnya ke tempat tidurnya bersama Luhan.
"Jangan lupa mencuci mukamu sebelum tidur, Baek. Matamu bisa penuh eyeliner besok pagi jika tidak dibersihkan," nasehat Xiumin yang saat itu tengah melewati pintu kamar mereka.
Baekhyun tak menjawab. Ia mengulat di tempat tidurnya lalu berbalik menjadi tengkurap. Ia menatap Luhan yang sudah tertidur di sebelahnya. Luhan memang sebelum sesi tadi sudah membersihkan make up-nya terlebih dulu.
"Jie, jangan tidur dulu. Aku mau cerita," ucap Baekhyun seraya mengguncang pelan lengan Luhan.
"Hmm, besok saja," gumam Luhan lalu membalikkan tubuhnya membelakangi Baekhyun.
Baekhyun akhirnya mengalah dengan mempoutkan bibirnya.
"Jie jie," Tao memeluk tubuh Lay dari belakang, yang saat itu sedang membersihkan make-upnya di depan meja hias.
"Ne, Tao-er," balas Lay lembut seraya mengelus lengan Tao yang melingkari lehernya.
Tao melepaskan pelukannya lalu menjawab dengan tertawa kecil, "Tidak apa-apa, hehe,"
"Kyung, apa kau tahu besok kita akan melakukan apa?" tanya Xiumin pada Kyungsoo yang sudah bersiap tidur.
Kyungsoo menyembulkan kepalanya lagi dari selimut yang sudah menutupi seluruh tubuhnya.
"Ah, itu. Aku belum tahu pasti, eon. Tapi yang kutahu, besok kita akan jalan-jalan keliling Jeju," jelasnya.
Xiumin mengangguk mengerti, "Aku jadi tidak sabar,"
Sementara itu, di penginapan EXO-N.
"Hyung, kau menyiapkan ini sendiri?" tanya Sehun tak percaya. Di tangannya ada sebuah blazer untuk yeoja berwarna aprikot.
Suho, pemilik, atau mungkin, pembeli blazer itu, mengangguk bangga.
"Daebak kau Suho. Ini kan dari designer terkenal itu, pasti sangat mahal," ucap Kris ikut berkomentar.
Sedangkan di sudut ruangan yang lain, Chen sedang menatap kagum sebuah kotak yang terbuka di hadapannya.
"Kau mau menyuruh dia memakai ini?"
Chanyeol mengangguk-anggu dengan cengiran lebarnya. "Bagus kan?"
Chen mengangguk samar, "Bagus sih. Tapi aku tak yakin da cocok memakai ini,"
"Wae?" tanya Chanyeol tak terima. Ia pun mengambil sebuah dress yang ada di dalam kota itu, membukanya lebar dan memutar-mutarnya dengan senang. Sebuahflowy dress berwarnya hijau mint tanpa lengan yang terlihat sangat manis.
Chen mengendikkan bahu dengan acuh, lalu beranjak menuju Kai yang sedang mengambil sesuatu dari kopernya.
"Kau menyiapkan apa?" tanya Chen penasaran.
Kai menoleh sejenak, lalu kembali fokus pada kegiatannya. "Dress,"
"Hah," Chen menghela nafas kesal, "Kenapa semuanya membawa dress," sesalnya.
"Kata siapa? Aku tidak," balas Kris yang entah sejak kapan ada di dekatnya.
"Aku juga tidak," tambah Sehun.
Chen yang mendengar itu mulai tersenyum lega.
.
Pagi kedua di Jeju mulai menyapa. Member EXO-N dan EXO-Y tampak keluar dari penginapan mereka dengan wajah yang lebih segar dari hari sebelumnya.
"Kita akan jalan-jalan!"
"Yeay, yeay, yeay!"
Pekikan bersemangat dari Tao dan Baekhyun menyapa para staff begitu mereka sampai di taman penginapan. Sedangkan keempat yeoja lainnya hanya tersenyum manis, sesekali membungkuk dengan sopan.
"Kyuhyun oppa dan Changmin oppa tidak ada?" tanya Luhan yang menyadari ketidakhadiran kedua MC devil itu.
"Tidak. Pagi sampai siang ini kalian akan diberi sesi bebas, jadi MC tidak dibutuhkan disini,"
Teriakan bahagia langsung keluar dari bibir Baekhyun dan Tao. Mereka bahkan tanpa sadar sudah saling berpelukan.
"Nanti, kalian akan diberikan waktu mengunjungi tempat wisata yang berbeda di pulau Jeju ini," jelas PD.
"Dan tentu saja, meski ini sesi bebas, akan ada misi untuk kalian, dan kalian harus bisa menyelesaikan misi itu untuk mendapatkan keberuntungan di final stage nanti," tambahnya.
Member EXO-Y serempak menyorak kesal.
"Apa kami akan pergi berenam seperti ini?" tanya Xiumin.
"Tentu saja tidak. Karena judul acara ini adalah Being Couple, maka kalian akan pergi secara berpasangan,"
Keenam yeoja itu hanya bisa tersenyum kecil, tak dapat menyembunyikan rasa gugup mereka.
"Nah, kalian nanti masing-masing akan diantarkan ke ruangan berbeda. Di sana akan ada sebuah pakaian yang sudah disiapkan namjadeul untuk kalian gunakan. Setelah itu, kalian baru boleh kembali lagi ke tempat ini," jelas PD lagi.
"Jadi kami akan berpasangan dengan namja yang memberikan pakaian itu pada kami?" tanya Kyungsoo.
"Benar,"
Tanpa sadar, wajah keenam yeoja itu mulai merona. Entah apa yang dipikirkan mereka.
.
.
.
TBC
Dulu
Yak
:V
.
.
.
Kekeke, maafkan saya malah bikin pendek. Tapi saya flash update kan? Hehehe
Sebenarnya niat mau update akhir minggu ini aja, tapi karena review kalian semua, saya jadi semakin semangat :v hehehe
Oh iya, chap sepertinya akan sedikit lebih panjang, yang tadinya hanya akan ada 10 chap (11 dengan prolog) sepertinya akan bertambah, karena saya mau motong chap di bagian yang menegangkan, mumpung hampir tamat, wkwkwk :D
Sekali lagi, saya terimakasih yang sebanyak-banyaknya buat yg tetap menunggu FF ini. Dan juga untuk para reader baru, jeongmal gomawo :*
Vote tetap jalan yaa, dan sekarang Emas semakin memimpin. Ayook pendukung perak jangan mau kalah :v
.
Oh iya, banyak yang tanya, kenapa FF ini mirip Running Man dan reality show lain. Tentu saja karena saya dapet ide dan terinspirasi dari sana. Saya sadar saya gabisa menciptakan game sepintar tim kreatif mereka, jadi saya Cuma bisa nyomot dan modifikasi.
Bukan cuma Running Man sebenarnya, saya juga 'nyontek' The Romantic and Idol sm Idol King, Pattaya. Terutama bagian yg sesi khusus di chap ini. Semua itu memang karena saya suka dan saya mau buat reality show ini versi EXO couple, jadi terciptalah FF ini. Jadi maaf kalau ada yg enggak suka :[
Sekali lagi, terimakasih banyak untuk reader-nim sekalian. Tetap di tunggu review kalian, siapa tahu mood saya naik dan bisa update cepet lagi, hehehe
Happy reading! Hope you like it *muach
